Anda di halaman 1dari 7

Dedek Yuhendri, Penggunaan PLC Sebagai....

ISSN : 2598 – 1099 (Online) ISSN : 2502 – 3624 (Cetak)

Penggunaan PLC Sebagai Pengontrol Peralatan


Building Automatis

Dedek Yuhendri
Staf Pengajar Akademik Teknik Indonesia Cut Meutia Medan
dedek_yuhendri@yahoo.com

Abstrak
Perkembangan teknologi dewasa ini berkembang sangat pesat, dimana peralatan-peralatan modern diciptakan
untuk mempermudah dan mempercepat suatu proses kerja. Dengan kemajuan inilah energi listrik merupakan
pembantu untuk melakukan proses kerja. Di dalam mempermudah proses kerja biasanya merujuk pada sistem
otomatis pengontrolan, yang salah satunya adalah PLC (Programmable Logic Controller). Dimana PLC
dalam hal ini mampu mengontrol peralatan Building Automation System (BAS) diantaranya yaitu Air
Condisioner (AC), lampu dan stop kontak di suatu ruangan yang disesuaikan pengaturannya melalui setting
waktu dalam pemograman yang telah tersedia di PLC itu sendiri, seperti @ (weekly timer), *0 (calender
timer), T (timer). Khusus untuk AC dan pengontrolannya menggunakan sensor Infra Red yang dapat
mendeteksi atau tidaknya seseorang yang bergerak di daerah pendeteksian sensor tersebut. Dengan adanya
PLC sebagai pengontrol utama peralatan Building automation System (BAS) seluruh sistem di dalam gedung
dapat bekerja secara otomatis dan manual serta mengupayakan agar mempermudah dan memperingan
pekerjaan manusia di area gedung maupun ruangan sekaligus memberikan penghematan dalam hal pemakaian
daya listrik.

Kata Kunci : PLC, Pengontor Utama, Automatis, CBASI.

I. PENDAHULUAN - Untuk mempelajarai teknik pengontrolan


dengan menggunakan PLC
1.1. Latar Belakang - Untuk mengetahui cara pemograman Omron
Dalam era globalisasi dewasa ini kemajuan Zen khususnya
ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang
sangat pesat, dimana peralatan-peralatan modern 1.4. Metode Penulisan
diciptakan untuk mempermudah dan mempercepat Untuk penulisan Penelitian yang baik
suatu proses kerja. Dengan kemajuan ini energi diperlukan suatu simulasi sehingga pelaksanaan
listrik merupakan pembantu untuk melakukan penulisan Penelitian diperlukan suatu metode
proses kerjanya. pengumpulan data yang diperoleh sesuai dengan
NEMA (The National Electrical yang diinginkan.
Macnufacturers Association) mendefinisikan PLC Data-data yang diperoleh dapat dilakukan
sebagai piranti elektronika digital yang dengan jalan sebagai berikut:
menggunakan memori yang bisa diprogram - Pengamatan langsung pada peralatan/simulasi
sebagai penyimpan internal dari sekumpulan - Pengambilan data-data yang berhubungan
instruksi dengan mengimplementasikan fungsi- dengan judul Penelitian yang diangkat
fungsi tertentu, seperti logika, sekuensial, - Mengumpulkan teori-teori dari perpustakaan
pewaktuan, perhitungan , dan aritmetika, untuk maupun media internet.
mengendalikan berbagai jenis mesin ataupun
proses melalui modul I/O digital dan analog. II. TINJAUAN PUSTAKA

1.2. Batasan masalah 2.1. Pengenalan Dasar–Dasar PLC


Dalam penulisan Penelitian ini dilakukan Awalnya, PLC banyak dikenal sebagai akronim
pembatasan yang akan dibahas, agar hasil yang dari PC (Personal Computer). Dan ini menjadikan
dihasilkan tidak menyimpang dari tujuan yang suatu hal yang membingungkan antara pengertian
diinginkan. Adapun batasan masalah dalam PLC dan PC, akhirnya sekarang PLC memiliki
penulisan Penelitian ini adalah: pengertian tersendiri yaitu Programmable Logic
- Pengontrolan pendingin ruangan AC dan Controller.
lampu dengan program Omron Zen PLC adalah sebuah peralatan user friendly,
menggunakan simulasi lampu. berbasiskan microprocessor, merupakan suatu
- Peralatan yang terdapat pada pengontrolan komputer khusus yang berisi fungsi kontrol dari
pendingin AC berbagai jenis dan level secara kompleksitas. PLC
dapat diprogram, dikontrol dan dioperasikan oleh
1.3. Tujuan Penulisan seseorang yang tidak begitu mahir dalam
Adapun tujuan penulisan Penelitian ini adalah: pengoperasian PC. Operator PLC pada dasarnya
menggambar garis dan peralatan dari diagram

121 Journal of Electrical Technology,Vol. 3, No.3,Oktober 2018


ISSN : 2598 – 1099 (Online) ISSN : 2502 – 3624 (Cetak) Dedek Yuhendri, Penggunaan PLC Sebagai....

tangga (Ladder diagram). Hasil penggambaran di 3. Memiliki jumlah kontak Relay yang banyak
komputer menggantikan eksternal wiring (pada Pada internal Relay PLC terdapat jumlah
rangkaian listrik) yang dibutuhkan untuk kontak Relay yang sangat banyak . Kalau pada
pengontrolan sebuah proses rangkaian. PLC akan Relay konvensional jumlah kontaknya terbatas
mengoperasikan semua sistem yang memiliki kurang lebih hanya empat kontak, pada satu Coil
output device yang menjadi ON ataupun Off. Juga internal Relay PLC, jumlah kontaknya bisa
dapat mengoperasikan segala system dengan mencapai ratusan, tetapi tetap tergantung dari
variable output. PLC dapat dioperasikan pada sisi kapasitas memori pada PLC.
input dengan perlatan ON-OFF (switch) atau
dengan peralatan variable input. 4. Biaya yang murah
Sistem PLC pertama dikembangkan dari Di dalam PLC sudah terdapat fasilitas seperti
komputer konvesional pada akhir tahun 1960 dan Timer, Counter, dan lain-lain. Jadi tidak diperlukan
awal 1970. PLC pertama banyak dipasang pada lagi Timer, Counter eksternal, serta fasilitas-
Plane Automotive, awal PLC digunakan dengan fasilitas eksternal tambahan lain, karena sudah ada
teknik automasi baru pengawatan konvensinal. di dalam PLC.
Prosedur pengawatan yang baru atau revisi dari
relay dan panel kontrol. Prosedur Reprogram 5. Bisa dilakukan program tes
(pemrograman ulang) PLC telah menggantikan Pada saat pemograman PLC, sebelum
Rewiring (instalasi ulang) dari panel yang penuh diaplikasikan di lapangan, program bisa dilakukan
kabel, Relay, Timer, dan komponen lainnya. Jadi simulasi tes terlebih dahulu dalam skala lab,
PLC bias membantu mengurangi waktu yang dengan menggunakan fasilitas lampu indikator
cukup rumit dan cukup lama, digantikan dengan yang ada pada PLC. Hal ini tentunya sangat
cara reprogram yang lebih cepat. memudahkan dalam proses evaluaasi dan
penyempurnaan program. Berbeda dengan sistem
2.2. Kelebihan dan Kekurangan PLC Relay konvensional, harus dilakukan tes di
Banyak sekali kelebihan PLC dibandingkan lapangan secara langsung, dan tentunya akan
dengan sistem kontrol konvensional, antara lain : dibutuhkan banyak waktu pada saat mendesain
1. Fleksibel suatu sistem otomatis.
Sebelum menggunakan PLC, kebanyakan
sistem kontrol mesin menggunakan sistem Relay- 2.3. Hardware ( Perangkat keras) PLC
Relay atau Elektronic Card. Sistem tersebut sangat PLC tidak ubahnya seperti sebuah computer.
tidak praktis karena tidak bias digunakan secara Karena komputer lebih familiar di masyarakat,
umum. Misalnya pada setiap mesin yang berbeda maka jika ingin memahami tentang sistem PLC,
tipe, maka rata-rata bentuk atau tipe Elektronic biasa digambarkan seperti halnya sistem komputer.
Card sebagai kontrol otomatisnya juga berbeda. Kalau pada komputer yang diproses output-nya
Jadi jika memiliki banyak tipe mesin, maka spare adalah berbentuk data, sedangkan pada PLC yang
Elektronic Card yang harus disediakan juga harus diproses output-nya berbentuk sistem otomasi pada
banyak. mesin–mesin industri.
Berbeda dengan PLC yang bisa digunakan Dalam perangkat keras PLC terdapat begian–
secara umum pada semua tipe mesin . Jadi jika bagian utama yaitu :
memiliki banyak tipe mesin, kita tidak perlu 1. Central Processing Unit (CPU) merupakan
menyiapkan banyak spare PLC, karena yang harus otak PLC yang terdiri dari 3 bagian yaitu:
disediakan pada PLC hanya program aplikasinya a. Mikroprosesor merupakan alat otak dari
saja untuk masing-masing tersebut. PLC yang difungsikan untuk operasi
matematika dan operasi logika.
2. Mudah dalam melakukan perubahan dan b. Memori, merupakan daerah CPU yang
pelacakan jika terjadi masalah digunakan untuk melakukan proses
Dengan menggunakan sistem kontrol Relay- penyimpangan dan pengiriman data pada
Relay atau Elektronic Card, maka akan dibutuhkan PLC.
banyak waktu pada saat dilakukan modifikasi. Dan c. Catu daya, yaitu berfungsi untuk
jika terjadi masalah, maka akan cukup sulit dalam mengubah sumber masukan tegangan
proses pelacakan masalahnya. bolak – balik menjadi tegangan searah.
Berbeda dengan PLC, pada saat melakukan 2. Programmer / monitor
modifikasi tidak perlu dilakukan instalasi ulang 3. Input/output
(Rewiring). Hal ini dikarenakan proses modifikasi 4. Raks dan Chasis.
bisa dilakukan hanya dengan pemograman ulang
(Reprogram), jadi waktunya bisa lebih cepat dan Secara blok diagram, hubungan bagian utama
prosesnya lebih mudah. Kemudian jika terjadi dari PLC dapat terlihat pada Gambar 1. berikut ini.
kesalahan, penyebab kesalahannya bisa dicari dan
dimonitor langsung dalam program PLC dengan
menggunakan komputer atau programming tools
PLC.

Journal of Electrical Technology, Vol. 3, No.3,Oktober 2018 122


Dedek Yuhendri, Penggunaan PLC Sebagai.... ISSN : 2598 – 1099 (Online) ISSN : 2502 – 3624 (Cetak)

Programer / monitor Tabel 1. Tabel kebenaran gerbang AND


SAKLAR NYALA
MASUKAN KELUARAN
Saklar CPU
Modul A B A
Mikroprosessor
Modul Keluaran Buka Buka Buka
Masukan
Memori Buka Tutup Buka
Tutup Buka Tutup
Catu
Daya Tutup Tutup Tutup

A B Y
0 0 0
Gambar 1. Blok diagram PLC
0 1 0
2.4. Perangkat Lunak (Software) PLC 1 0 0
Perangkat lunak menunjukkan program– 1 1 1
program yang biasa digunakan pada aplikasi PLC.
Program–program ini adalah serangkaian A
instruksi–instruksi yang telah disandikan dalam
bentuk bilangan biner 1 dan 0 yang bisa disimpan
di dalam memori. Y
B
2.4.1. Fungsi Logika
Pada sistem digital dikenal beberapa tipe dasar Gambar 3. Simbol gerbang AND
gerbang logika. Gerbang logika merupakan suatu
rangkaian dengan satu atau beberapa masukan Pada gerbang AND bisa ditambah masukannya
yang akan menghasilkan satu buah keluaran, bila menjadi tiga atau empat variabel, hanya menambah
diberi masukan. Pada dasarnya gerbang – gerbang jumlah kaki masukan .
logika tersebut bias dianalogikan sebagai suatu
saklar. Saklar mempunyai dua keadaan yaitu ON b. Gerbang OR
(terhubung) atau OFF (terputus). Pada system Gerbang OR disebut gerbang “ setiap atau
digital dikenal dengan keadaan tinggi “1 “ untuk semua “ Bagan pada gambar 2.4 mengilustrasikan
keadaan ON atau keadaan rendah “ 0 “ untuk gagasan gerbang OR, lampu (Y) akan menyala
keadaan OFF. apabila saklar A atau saklar B tertutup, lampu akan
a. Gerbang AND juga menyala bila naik saklar A maupun saklar B
Gerbang AND disebut gerbang “ semua atau tertutup. Lampu (Y) tidak akan menyala bila kedua
tidak satupun”. Gerbang ini bila di simbolkan saklar (A dan B) terbuka. Gerbang OR bila
berbentuk saklar pemasangan seri. Misalkan lampu tersusun menurut rangkaian adalah paralel.
(Y) hanya akan menyala bila kedua saklar
masukan (A dan B) tertutup. Semua kemungkinan Tabel 2. Tabel kebenaran gerbang OR
kombinasi untuk saklar A dan B ditunjukkan pada Saklar Nyala Saklar Nyala
Masukan Keluaran Masukan keluaran
Gambar 2 dengan ditambahkan tabel kebenaran A B Y A B Y
(truth table ). Buka Buka Tidak 0 0 0
Tabel kebenaran ini menunjukkan bahwa Buka Tutup Ya 0 1 1
keluaran (Y) mungkin menyala bila masukan Tutup Buka Ya 1 0 1
Tutup Tutup Ya 1 1 1
tertutup.

A B
A
B
Y Y
+ - + -

Gambar 2. Rangkaian AND yang menggunakan Gambar 4. Rangkaian OR yang menggunakan saklar
saklar
Simbol logika standar untuk gerbang OR
digambarkan pada Gambar 4. perhatikan
perbedaan bentuk gerbang OR tersebut. Gerbang

123 Journal of Electrical Technology,Vol. 3, No.3,Oktober 2018


ISSN : 2598 – 1099 (Online) ISSN : 2502 – 3624 (Cetak) Dedek Yuhendri, Penggunaan PLC Sebagai....

OR mempunyai kaki dua , tiga atau empat


masukan yang di beri label A sampai dengan D Contact status
keluaran di beri label Y.
Timer No.

A
Timer Function
B Y
Timer Setting
Gambar 5. Simbol gerbang OR

c. Gerbang NOT
Gerbang NOT disebut juga pembalik gerbang
Gambar 7. Tampilan menu time set pada
NOT atau pembalik merupakan suatu gerbang Omron ZEN
yang tidak bisa. Gerbang NOT hanya mempunyai
satu masukan dan satu keluaran. Selain mode waktu, kita juga bias memilih
Prosespembalikan merupakan hal yang mode hari. Didalam parameter window ini kita
sederhana, msukan selalu berubah menjadi dapat memilih waktu setting yang akan kita
lawannya, bila masukan 0, maka gerbang NOT masukkan kedalam program yang akan kita buat.
akan memberikan komplemen atau lawannya yaitu Adapun fungsi yang terdapat pada menu TIME
1, dan sebaliknya. SETadalah :
 Contact status : berfungsi untuk mengatur
jenis kontak yang akan digunakan dalam suatu
pemograman.
(a)  Timer No : berfungsi untuk menunjukkan
nomor timer yang digunakan.
 Timer Function : berfungsi untuk mengatur
jenis timer sesuai dengan program yang ingin
0 1 0 dibuat.
 Timer Setting : berfungsi untuk mengatur
waktu yang diinginkan.
(b)
Gambar 6. (a). Simbol gerbang NOT B. Program Info
(b). Inversi ganda Menu program ini berfungsi sebagai tempat
untuk membuat program yang akan dikoneksikan
ke peralatan PLC . Progam ini sebagai masukan ke
III. METODOLOGI PENELITIAN PLC, peralatan yang terdapat didalam program ini
antara lain; input dan output yang berupa symbol-
3.1. Bahan Penelitian simbol dan kemudian dimasukkan kedalam
Bahan penelitian yang digunakan dalam diagram ladder . Adapun menu tampilan program
mengerjakan Penelitian ini adalah : dalam layar komputer adalah seperti Gambar 8.
1. literatur
yaitu mengumpulkan buku atau pustaka untuk
kelengkapan Penelitian yang mana ada
kaitannya dengan Penelitian
2. internet (www. Google.com dan www. Yahoo. Kursor dan
Koil input
Com)
yaitu mengambil tulisan yang mana berkaitan
dapat membantu kelengkapan Penelitian.
3. jurnal ilmiah yang berkaitan dengan Area diagram ladder
Penelitian.
4. PLC yang digunakan adalah Omron ZEN. Koil output

Adapun tampilan menu dalam program


Gambar 8. Tampilan menu program Omron ZEN
tersebut adalah sebagai berikut :
Adapun jenis-jenis fungsí yang terdapat
A. Time Set
didalam sistem pemograman PLC omron ZEN
Menu ini berfungsi untuk memilih mode
adalah sebagai berikut :
waktu, apabila kita ingin memilih mode waktu
 Blok Fungsi COUNTER
yang ingin kita buat. Pilih TIME SET, maka
Counter didalam Omron ZEN bekerja seperti
dimonitor akan muncul :
halnya counter mekanik atau elektronik yaitu
untuk membandingkan nilai yang terkumpul

Journal of Electrical Technology, Vol. 3, No.3,Oktober 2018 124


Dedek Yuhendri, Penggunaan PLC Sebagai.... ISSN : 2598 – 1099 (Online) ISSN : 2502 – 3624 (Cetak)

dengan nilai pengesetan dan hasil 3.4. Flow Chart


pembandingannya dipakai sebagai keluaran.
Blok fungsi counter digunakan untuk
menghitung pulsa dan pemicu. Blok fungsi Start
countermemiliki :
 CC ( Up Counting ) : Input hitung pulsa
Digunakan sebagai coil dalam diagram Pengumpulan
perintah, hal ini menggambarkan masukan Bahan Teori
perhitungan dari blok. Setiap coil bekerja , Tidak
perhitungan bertambah atau berkurang satu
tergantung pada arah perhitungan yang dipilih. Membuat Program
Bila kita memilih inputCC (Up Counting ) untuk P.L.C Dengan Diagram
menghitung naik. Ladder
Contoh : Perhitungan pada input ke
penghitung N+1 fungsi blok.
I1-----------------------------------CC1
 DC ( Down Counter ) :Arah menghitung turun Mensimulasikan
Digunakan sebagai coil dalam diagram Program
perintah, hal ini menggambarkan input penghitung
yang menentukan arah penghitungan. Jika coil
bekerja fungsi blok menghitung turun. Ya
Contoh : Menghitung setiap ada input nilai
counter akan dikurang 1 ( N-I ). Menganalisa Suatu Sistem
Teknologi
I2-----------------------------------DC1
 RC (Reset counter) : Pengulangan perhitungan
Digunakan sebagai coil dalam diagram
Merangkumkan Dan
perintah, hal ini menggambarkan input penghitung Menyimpulkan
sebagai input reset dari blok penghitung. Input ini
digunakan untuk membuat nilai counter menjadi 0.
Contoh : Reset penghitung N=0 ketika I3
ditekan.
I3------------------------------------RC1 Finish

3.2. Alat Penelitian


Alat penelitian yang digunakan dalam Gambar 9. Flowchart Jalannya Penelitian
Penelitian ini adalah, spesipikasi sebagai berikut:
a. Prosessor Pentium IV , 2,93 GHz
b. Ram 256 Mbytes IV. PEMOGRAMAN DAN PENGUJIAN
c. Hardisk 80 Gbyets SIMULATOR
d. Monitor 15 “
e. Sofwere Visual Basic 6.0 4.1. Kondisi Existing
f. Animasi Makromedia Flash MX Penggunaan sistem ruangan otomatis di kota
g. Software PLC Omron ZEN Support. Medan belum seluruhnya menggunakan alat
pengontrol yang canggih dan akurat. Dengan PLC
3.3. Jalan Penelitian untuk menggontrol Building Automation System
Jalan penelitian Penelitian ini dapat diuraikan (BAS) maka hal ini akan terpenuhi.Sehingga
sebagai berikut: ruangan akan menjadi terkontrol secara
a. Start / mengawali pekerjaan Penelitian ini otomatis.Selain untuk meringankan beban
b. Mengumpulkan bahan dasar–dasar teori penggunanya dengan sistem ini akan memberikan
dengan mengumpulkan buku dan bahan – kenyamanan bagi pengguna itu sendiri.
bahan yang lain
c. Melakukan pencarian bahan melalui Internet
d. Membuat program P.L.C melalui digram
ladder untuk mengontrol lampu dan AC
e. Mensimulasikan program kedalam rangkaian
percobaan. A
f. Menganalisa suatu sistem, apakah bisa C

menjadi solusi penghematan energi di kota


Medan.
g. Membuat kesimpulan dari analisa yang
dilakukan Gambar 10. Ruang perkantoran dengan
menggunakan BAS.
h. Selesai / mengakhiri pekerjaan Penelitian ini.
125 Journal of Electrical Technology,Vol. 3, No.3,Oktober 2018
ISSN : 2598 – 1099 (Online) ISSN : 2502 – 3624 (Cetak) Dedek Yuhendri, Penggunaan PLC Sebagai....

Pada pengontrolan peralatan BAS dengan PLC dalam program ini yang telah dikenal dan sering
menggunakan alat otomatis yaitu : digunakan seperti AND maupun OR.
1. Time Switch ( Timer )
2. kontaktor
3. sensor

4.2. Blok Diagram


Blok diagram dari peralatan BAS dengan
menggunakan PLC dapat dilihat pada Gambar 11.

Gambar 12. PLC Kit Omron 20C2AR-A

4.3.1. Pemograman.
Secara umum pemograman PLC dapat
dilakukan dengan cara :
Perancangan rangkaian kontrol yang dapat ditulis
dalam diagram tangga (ladder diagram) langsung
tanpa harus mengubahnya terlebih dahulu fungsi
kode monemonic, atau sesuai dengan tombol-
tombol yang ada pada keyboard. Adapun hal-hal
yang perlu dipersiapkan dalam penggunaan PLC
adalah sebagai berikut :
Rancangan sistem kontrol suatu sistem atau proses.
Penentuan input / output pada rangkaian
kontrol tersebut
Membuat ladder diagram.
Untuk membuat program pengontrolan peralatan
BAS dengan menggunakan P.L.C (Programmable
Logic Controller), dilakukan langkah-langkah
Gambar 11. Diagram Blok Pengontrolan BAS sebagai berikut:

Menulis/Menggambar Program Ladder


Adapun fumgsi dari masing-masing blok
adalah : 1. Aktifkan Zen Support Software, kemudian
 Catu daya, berfungsi untuk mensupplai pilih Create a NewProgram dan klik OK;
tegangan 220 VAC ke PLC.
 PLC, berfungsi untuk menerima data masukan
dari sensor (saklar dan memprosesnya
sehingga menghasilkan output kontrol. PLC
ini merupakan komponen utama dari
pengontrolan.
 Saklar, berfungsi untuk memberikan data
masukan bagi PLC. Gambar 13. Tampilan awal untuk membuat
 Lampu, berfungsi sebagai output dari program Omron ZEN
rangkaian percobaan.
Jika Zen support software sudak aktif
4.3. Pemograman Alat Simulasi Pengontrolan sebelumnya, klik tombol New pada Toolbar atau
Peralatan Building Automation System pilih menu FileNew.
Menggunakan P.L.C.
Simulasi pengontrolan Building Automation 2. Layar Property Setting akan ditampilkan.
System (BAS) dengan menggunakan PLC Omron Tentukan model Zen, konfigurasinya (yaitu
20C2AR-A yang secara garis besar terdiri dari dua unit-unit Ekspansi I/O yang dipakai), nama
bagian utama yang saling mendukung yaitu; proyek dan komentar, kemudian klik OK.
perangkat keras dan (Hardware) dan perangkat
lunak (software)
Perangkat keras terdiri dari perangkat
elektronik, yaitu PLC Omron Zen tipe 20 C2 AR-
A, catu daya, saklar, lampu. Sedangkan perangkat
lunak merupakan program data urutan proses yang
akan dilakukan oleh PLC. Dalam perancangan ini
menggunakan bahasa ladder diagram, karena lebih Gmbar 14. Tampilan Property Seeting dalam
mudah dipahami. Instruksi-instruksi yang ada program Omron ZEN.

Journal of Electrical Technology, Vol. 3, No.3,Oktober 2018 126


Dedek Yuhendri, Penggunaan PLC Sebagai.... ISSN : 2598 – 1099 (Online) ISSN : 2502 – 3624 (Cetak)

3. Sebuah layar dalam format tampilan-ladder 4. Pada pengontrolan Air Condisioner (AC)
ditampilkan, kilk ganda pada posisi untuk masukannya menggunakan sensor infra merah
kondisi masukan pertama. yang mampu mendeteksi ada atau tidaknya
manusia yang bergerak dalam jangkauannya.
5. Dalam memahami pemograman PLC kita
harus mampu mempelajari setting waktu dan
pembuatan ladder diagram yang telah
ditetapkan perusahaan PLC khususnya
Omron.

5.2 Saran
Gambar.15. Tampilan program diagram ladder 1. Penulis mengharapkan dengan adanya
perancangan ini, para pembaca dapat
Catatan: memperaktekannya dalam kondisi atau
Posisi untuk bit-bit masukan dan keluaran keadaan yang sesungguhnya.
dapat diset dengan menggeser-geser atau 2. Penggunaan PLC sebagai pengontrol
menggunakan mouse untuk menempatkan pada merupakan salah satu alternatif yang sangat
suatu posisi kemudian 1) tekan ENTER, 2) klik bagus dan efisien baik di industri maupun
ganda mouse, 3) mengklik tombol InsertInput atau rumah tangga, oleh karena itu sudah
InsertOutput. selayaknya dilakukan penelitian terhadap hal
itu.
V. KESIMPULAN DAN SARAN 3. Semoga Penelitian ini dapat bermanfaat bagi
pembaca.
5.1 Kesimpulan
1. Pada PLC jenis Omron tipe 20C2AR-A tidak
perlu mengubah bahasa program dengan DAFTAR PUSTAKA
menggunakan kode mnemonic tetapi
menggunakan bahasa ladder diagram karena [1] Putra Agfianto Eko, 2004, Konsep
akan lebih mudah dalam pemrogramannya. Pemrograman dan Aplikasi PLC (Omron
2. PLC memiliki keunggulan dari pengontrol CPM1A/CPM2A dan zen Programmable
biasa dalam hal perawatan, instalasi ulang , Relay), Penerbit Gava Media, Jogjakarta.
dan pengawatannya. [2] William Bolton, Programmable Logic
3. Pada pengontrola peralatan Building Controller (PLC) Sebuah Penghantar,
Automation System (BAS) dengan Penerbit Erlangga; Jakarta.
menggunakan PLC, lampu dan stop kontak [3] Yulianto Anang , ST, 2006, Panduan Praktis
bekerja dengan otomatis berdasarkan setting Belajar PLC, Penerbit PT Elex Media
waktu @ (weekly timer), *0 (calender timer) Kompindo”, Jakarta.
dan T (timer).

127 Journal of Electrical Technology,Vol. 3, No.3,Oktober 2018