Anda di halaman 1dari 7

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan berkah dan
pengetahuan sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan yang berjudul “Kallus” yang
diajukan sebagai persyaratan untuk memenuhi tugas ASKEP III DM. Terima kasih penulis
ucapkan kepada dosen pengampu yaitu Ns. Ester Inung Sylvia, M.Kep., Sp.MB yang telah
bersedia membimbing penulis, sehingga laporan ini dapat selesai pada waktunya.

Penulis memohon maaf jika dalam penulisan laporan kasus ini terdapat kesalahan, dan
penulis memohon kritik dan saran pembaca demi kesempurnaan laporan ini. Atas perhatian
dan sarannya penulis mengucapkan terima kasih.

Palangka Raya,09 Desember 2019

Penulis
CALLUS
A. Tujuan Pembelajaran Umum
Setelah menyelesaikan materi pada Topik ini diharapkan Anda dapat memahami materi tentang kallus

B. Tujuan Pembelajaran Khusus


Setelah menyelesaikan materi Topik ini diharapkan Anda mampu menjelaskan 1) Pengertian
kallus 2) Epidemiologi kallus 3) Etiopatogenesis kallus 4) Manisfestasi klinis kallus 5) Penegakkan
diagnosis kallus 7) prognosis kallus

1. Pengertian
Kalus adalah kelainan kulit yang timbul berupa hiperkeratinosis yang merata, berbatas tegas,
dan tidak terdapat penetrasi dibagian tengahnya.
Kalus (callus), atau disebut juga sebagai kapalan, merupakan kumpulan sel-sel kulit mati yang
menebal dan mengeras pada kulit bagian atas (stratum korneum atau lapisan keratin), sehingga
terbentuk daerah penebalan yang datar. Terbentuknya kalus atau kapalan merupakan mekanisme
pertahanan tubuh terhadap tekanan dan gesekan yang berlebihan. Kalus atau kapalan bisa terjadi pada
kaki atau tangan, dan bisa juga pada siku atau lutut, yaitu pada bagian yang banyak mendapat
tekanan. Umumnya kalus banyak ditemukan pada bagian telapak kaki, bagian samping ibu jari kaki,
dan tumit. Kalus pada tangan bisa terjadi misalnya pada tukang kayu atau pemain tenis, dimana
penebalan kulit yang terbentuk melindungi tangan dari tekanan dan gesekan saat memegang kapak
atau raket.

2. Epidemiologi
Setiap orang rentan mengalami klavus dan kalus, keculali bayi yang belum menumpu berat
badannya, karena kulit merupakan sesutau bagian dari tubuh yang selalu terpajan dengan trauma
mekanis.klavus dan kalus terjadi Dan telah ada pada manusia sejak dahulu kala, terjadi pada semua
jenjang sosial ekonomi.

3. Etiopatogenesis
Tekanan yang terjadi secara berulang dan berselang-selang dalam waktu yang lama mampu
menimbulkan kalus. Ada beberapa faktor predisposisi, misalnya : bentuk kaki yang abnormal, gaya
berjalan, gangguan trofik, atau pemakaina sepatu yang terlampau sempit. Tempat predileksinya adalah
tempat penonjolan tulang, misalnya persendian. Berbagai jenis pekerjaan dapat menimbulkan kalus
pada tempat yang sesuai dengan tekanan yang terjadi pada pekerjaan tersebut. Demikian pula pada
jenis olahraga tertentu.
Secara rinci, penonjolan-penonjolan dari prominen sendi metacarpophalangeal dan
metatarsophalangeal sering kali menyebabkan suatu penekanan yang lebih besar terutama saat
menggunakan alas kaki yang keras. Seperti formasi kalus, gesekan terhadap alas kaki memungkinkan
untuk terjadinya suatu hiperkeratosis. Kelainan bentuk jari kaki, termasuk kontraktur dan kaki berbentuk
cakar, bentuk jari palu, dapat berperan untuk patogenesis.

4. Manisfestasi Klinis
Lokasi yang sering terjadi, yaitu telapak kaki, daerah metatarsal, tumit, dan telapak tangan.
Secara klinis tampak hiperkeratosis setempatyang brbatas tegas, merata, dengan ukuran, antara 1-3
cm. Kadang-kadang keainan ini dapat menghilang dengan sendirinya, bila faktor tekanannya
dihilangkan.
Masalah yang sering dikeluhkan adalah gangguan rasa nyeri pada waktu berjalan atau
memakai sepatu.

5. Penegakan Diagnosis
Kapalan atau kalus dapat di diagnosa dengan pemeriksaan fisik. Selain itu, mungkin perlu
diketahui informasi mengenai kebiasaan, hobi, pekerjaan, atau jenis sepatu yang digunakan untuk
melihat kemungkinan penyebabnya.
1. Klavus
Klavus adalah penebalan dari kulit karena tekanan yang berulang-ulang dan gesekan yang
kuat. Semua ini mengakibatkan hiperkeratosis secara klinis dan histologis. Penebalan kulit yang
luas ini menyebabkan nyeri yang kronis, terutama jika terdapat pada telapak kaki.

Gambar 1. Klavus
Lesi-lesi pada klavus berwarna kuning hingga kecoklatan dengan suatu inti sentral.
Klavus yang keras biasanya tampak agak mengkilap karena permukaannya yang halus.
Klavus yang lunak biasanya maserasi dan basah.

Klavus terdiri dari dua jenis, yaitu:

a. Klavus yang keras


Biasanya terdapat pada telapak kaki atau pada tumit.
b. Klavus yang lunak
Biasanya maserasi oleh karena keringat. Secara klinis, lesi-lesi ini terlihat seperti
hiperkeratosis atau penebalan dari kulit. Maserasi dan infeksi sekunder dari jamur atau
bakteri dapat terjadi sehingga menimbulkan penyulit pada terapi. Letak yang paling sering
dari klavus adalah di kaki, terutama pada daerah dorsolateral dan plantar kaki.

Gambar 2. Klavus dan Kalus

2. Akantosis nigrikans
Akantosis Nigrikans adalah suatu kelainan kulit yang ditandai dengan suatu penebalan kulit,
berwarna gelap dan halus disekitar persendian atau daerah yang banyak kerutan dan lipatan,
seperti di ketiak, payudara, siku, pangkal paha, lutut dan leher. Hal ini lebih sering terjadi pada
orang yang berkulit gelap. Akantosis Nigrikans dikenal sebagai suatu manifestasi resistensi insulin
yang terjadi di kulit. Inilah alasan mengapa kebanyakan orang yang didiagnosa dengan kondisi ini
cenderung memiliki kadar insulin yang tinggi.
Hal ini berhubungan dengan orang yang mengalami obesitas atau penderita diabetes, tetapi
ada penyebab lain yang juga memungkinkan termasuk efek samping obat-obatan, penyakit kista
polikistik dan limfoma. Akantosis Nigrikans tidaklah berbahaya juga tidak menular dan sebagian
besar adalah masalah estetik. Namun, kondisi ini dapat menunjukkan adanya penyakit diabetes
atau kanker lambung yang tersembunyi dan oleh sebab itu, lebih baik diperiksa oleh seorang ahli
kesehatan.
Gambar 3. Akantosis nigrikan dijari tangan

6. Penatalaksanaan
Bila tidak mengganggu biarkan saja, bila mengganggu pengobatannya adalah operasi. Hanya
calus akan tumbuh kembali bila faktor tekanannya tidak dihilangkan. Sebenarnya pengangkatan clavus
dengan operasi kecil merupakan cara cepat untuk menghilangkan nyeri.
Yang paling utama adalah menghilangkan faktor tekanan. Sebagai pengobatan lokal dapat
diberikan salap asam salisilat 20-40%, sebagai keratolitik. Dapat pula digunakan bahan pelunak, yaitu
campuran propilen glikol : air dengan perbandingan 2:1 dipakai secara oklusif. Obat-obat oles yang
dapat menipiskan lapisan kulit yeng menebal yaitu yang mengandung urea, asam
glikolat/malat/salisilat.
Untuk mengurangi nyeri, sementara dapat ditempelkan plester tebal pada calus. Harus memperhatikan
sepatu atau sandal yang dipakai selama ini. Apakah sudah nyaman atau terlalu sempit. Jika perlu ,
gantilah alas kaki dengan bahan yang lebih lunak untuk mengurangi gesekan dan tekanan pada kulit.
Terapi klavus dapat juga menggunakan larutan asam salisilat atau melakukan eksisi dengan skalpel.

7. Prognosis
Prognosis penyakit ini baik, jika faktor tekanan dapat diminimalkan.
Ringkasan
Kalus adalah kelainan kulit yang timbul berupa hiperkeratinosis yang merata, berbatas tegas,
dan tidak terdapat penetrasi dibagian tengahnya.
Kalus (callus), atau disebut juga sebagai kapalan, merupakan kumpulan sel-sel kulit mati yang
menebal dan mengeras pada kulit bagian atas (stratum korneum atau lapisan keratin), sehingga
terbentuk daerah penebalan yang datar.
Tekanan yang terjadi secara berulang dan berselang-selang dalam waktu yang lama mampu
menimbulkan kalus. Ada beberapa faktor predisposisi, misalnya : bentuk kaki yang abnormal, gaya
berjalan, gangguan trofik, atau pemakaina sepatu yang terlampau sempit.
Seperti formasi kalus, gesekan terhadap alas kaki memungkinkan untuk terjadinya suatu
hiperkeratosis. Kelainan bentuk jari kaki, termasuk kontraktur dan kaki berbentuk cakar, bentuk jari
palu, dapat berperan untuk patogenesis.
DAFTAR PUSTAKA

1. Siregar, RS. Atlas Bewarna Saripati Penyakit Kulit. Edisi kedua. Jakarta: EGC; 2013
2. Aisah, siti. 2011. Reaksi kulit terhadap trauma mekanis. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi Keenam.
Jakarta : Badan Penerbit FKUI.
3. Rata IG. Tumor Kulit. In: Djuanda A, editor. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi Keenam. Jakarta: Badan
Penerbit FKUI; 2010
4. Delauro, Thomas., Delauro, Nicole. Corn and callus. Fitzpatrick’s Dermatology in general Medicine, ed
7;2008
5. Nonci, AR. 2011. Klavus dan Kalus. Fakultas Kedokteran UNUD Denpasar