Anda di halaman 1dari 5

Nama : Yogi Putra Pratama

Npm : 163112340250117
Mata Kuliah : Manajemen Koperasi & UMKM
Dosen : Dr. Jahani SE.,MM
Tanggal : 22 November 2019
Fakultas Ekonomi Program Studi Manajemen

Answer :

1) Alasan mengapa Koperasi di Indonesia sulit berkembang adalah sebagai berikut:


a) Penataan KelembagaanSelama ini penataan kelembagaan koperasi harus mendapatkan
izin dari berbagai dinas instansi. Hal ini membuat penataan masih sulit dilakukan, untuk
mendukung otonomi daerah seharusnya pemerintah juga mempertimbangkan untuk
membuat suatu badan hukum khusus koperasi pada setiap wilayah untuk menjembatani
permasalahan masing-masing daerah secara cepat dan tepat.
b) Produktivitas dan Efisiensi Krisis moneter yang berkepanjang juga berpengaruh besar
terhadap efisiensi kinerja koperasi dalam usahanya. Maka butuh adanya suatu
peningkatan terhadap produktivitas setiap anggota untuk mencapai efisiensi di segala
bidang termasuk sektor produksi dan distribusi. Pemberian fasilitas sarana prasana serta
kemitraan yang dirasa kurang oleh pemerintah membuat koperasi masih sulit
berkembang, apalagi dengan kurangnya sumber daya manusia yang berperan aktif dalam
kelembagaannya.
c) Akses Kredit Akses koperasi untuk mendapatkan permodalan atau pembiayaan saat
ini masih sulit karena melalui lembaga keuangan (perbankan) terutama karena adanya
syarat penjaminan. Kondisi iklim yang kondusif juga perlu diciptakan pemerintah dalam
rangka pengembangan usaha, teknologi koperasi serta kemitraannya.
d) Kejujuran Kejujuran adalah kunci kesuksesan. Sulitnya meciptakan lingkungan
kelembangaan yang bersih dan jujur menjadi momok bagi setiap organisasi maupun
badan usaha. Hal ini terbukti dengan makin maraknya penipuan atas nama koperasi di
berbagai daerah yang membuat masyarakat makin resah dan sulit untuk percaya terhadap
kinerja koperasi secara umum. Terlebih lagi ketidak adaanya pertanggung jawaban jika
ada dana yang hilang, serta kepentingan pribadi yang semakin dinomor satukan.
e) Distribusi, Pemasaran dan Promosi Pendistribusian produk yang dihasilkan koperasi
mengalami kesulitan karena tidak kokohnya jalur distribusi yang ada. Koperasi juga
tidak mampu mengadakan pemasaran dan promosi yang memadai bagi setiap produk
ke masyarakat sehingga eksistensinya semakin tidak terlihat.
Strategi koperasi agar mampu menghadapi MEA menurut anggota DPR komisi VI ini yaitu
memperkuat SDM, memperkuat organisasi, menciptakan inovasi, dan menaikkan kelas dari
usaha yang untuk mencukupi kebutuhan anggota saja menjadi usaha yang mampu
berkompetisi dan berdaya saing. Berdasarkan amanat UUD 1945 dan UU koperasi perlu
adanya pendekatan keberpihakan dan pengembangan kemandirian oleh pemerintah. Jika
barang mentah sudah mahal, bagaimana koperasi bisa bersaing dengan produk dari luar,
ujarnya. Untuk itu pemerintah masih perlu menerapkan kebijakan yang berpihak pada pasar,
seperti bahan mentah dan sewa tempat yang lebih terjangkau. Bentuk pendekatan
keberpihakan juga bisa berupa kesempatan berusaha, dukungan peningkatan ketrampilan,
serta perlindungan usaha terutama bagi koperasi dan UMKM yang berkembang di antara
masyarakat berpendapatan rendah. Agar Koperasi dan UMKM naik kelas maka strategi yang
disarankan berupa peningkatan nilai tambah produk dan jangkauan pemasaran seperti
perluasan pasar dan akses ke sumber daya produktif; penguatan kelembagaan usaha melalui
modernisasi usaha; peningkatan kapasitas dan perlindungan usaha melalui kebijakan dan
insentif; peningkatan kualitas SDM; dan peningkatan pembiayaan serta perluasan skema dan
pembiayaan.
2) Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang atau badan hukum yang berlandaskan
pada asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. Kegiatan usaha koperasi merupakan
penjabaran dari UUD 1945 pasal 33 ayat (1). Dengan adanya penjelasan UUD 1945 Pasal 33
ayat (1) koperasi berkedudukansebagai soko guru perekonomian nasional dan sebagai bagian
yang tidak terpisahkan dalam sistem perekonomian nasional. Sebagai salah satu pelaku
ekonomi, koperasi merupakan organisasi ekonomi yang berusaha menggerakkan potensi
sumber daya ekonomi demi memajukan kesejahteraan anggota. Karena sumber daya ekonomi
tersebut terbatas, dan dalam mengembangkan koperasi harus mengutamakan kepentingan
anggota, maka koperasi harus mampu bekerja seefisien mungkin dan mengikuti prinsipprinsip
koperasi dan kaidah-kaidah ekonomi. Dikatakan era industri 4.0 menjadi tantangan baru yang
dihadapi perkoperasian di Indonesia. Hal ini disebabkan adanya perubahan gaya hidup
generasi milenial yang begitu cepat dan tidak menentu akibat perkembangan teknologi
informasi, robotik, artifical inteligence, dan komunikasi yang sangat pesat. Namun saya
percaya betul bahwa era industri 4.0 ini akan mampu membuat koperasi kita akan semamin
maju dan berkembang. Upaya Kemenkop dalam mendorong koperasi menghadapi era industri
4.0, yakni melalui reformasi total koperasi meliputi reorientasi, rehabilitasi, dan
pengembangan koperasi. Kebijakan ini diharapkan akan mendorong koperasi semakin tumbuh
berkembang. Langkah ini telah menandai ada perbaikan dalam kualitas koperasi.
3) Koperasi merupakan organisasi yang berbentuk badan usaha, yang di dalamnya tidak hanya
bertujuan untuk mencari laba melainkan kegiatan koperasi diharapkan untuk meningkatkan
aktivitas dan kesejahteraan ekonomi anggotanya, dengan jalan menjalankan usaha bersama,
untuk kepentingan bersama, diurus secara kekeluargaan sehingga memberikan dasar bekerja
yang saling menguntungkan. Koperasi sebagai lembaga ekonomi yang dibentuk dari, oleh dan
untuk anggota diharapkan dapat memberikan peluang pengembangan usaha para anggota pada
khususnya dan masyarakat sekitar pada umumnya didalam rangka meningkatkan
kesejahteraan ekonomi dan sosial. Koperasi adalah badan usaha, maka perlu dibahas mengenai
pengertian badan usaha, bagaimana koperasi sebagai badan usaha, dan perbedaan badan usaha
koperasi dengan badan usaha lainnya yang non-koperasi.
4) Setelah bangsa Indonesia merdeka tanggal 12 Juli 1947. Gerakan koperasi di Indonesia mengadakan
Kongres Koperasi pertama kalinya di Tasikmalaya.Hari itu kemudian ditetapkanlah sebagai Hari
Koperasi Indonesia.
Kongres Koperasi pertama menghasilkan beberapa keputusan :
a) Mendirikan sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia [SOKRI]
b) Menetapkan gotong royong sebagai asas koperasi
c) Menetapkan pada tanggal 12 Juli sebagai hari Koperasi
Pada tanggal 12 Juli 1953, mengadakan kembali Kongres Koperasi yang ke-2 di Bandung. Kongres
koperasi ke -2 mengambil putusan :
1. Membentuk Dewan Koperasi Indonesia [ Dekopin ]sebagai pengganti SOKRI
2. Menetapkan pendidikan koperasi sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah
3 Mengangkat Moh. Hatta sebagai Bapak Koperasi Indonesia
4. Segera akan dibuat undang-undang koperasi yang baru
Semangat Orde Baru yang dimulai titik awalnya 11 Maret 1996 segera setelah itu pada tanggal 18
Desember 1967 telah dilahirkan Undang-Undang Koperasi yang baru yakni dikenal dengan UU No.
12/1967 tentang Pokok-pokok Perkoperasian. Konsideran UU No. 12/1967 tersebut adalah sebagai
berikut ;
a) Bahwa Undang-Undang No. 14 Tahun 1965 tentang Perkoperasian mengandung pikiran-
pikiran yang nyata-nyata hendak :
b) menempatkan fungsi dan peranan koperasi sebagai abdi langsung daripada politik. Sehingga
mengabaikan koperasi sebagai wadah perjuangan ekonomi rakyat.
c) menyelewengkan landasan-landasan, azas-azas dan sendi-sendi dasar koperasi dari
kemrniannya.
Pada Masa Reformasi dan sampai saat ini potensi koperasi pada sudah mampu untuk memulai gerakan
koperasiyang otonom, namun fokus bisnis koperasi harus diarahkan pada ciri universalitas kebutuhan
yang tinggi seperti jasakeuangan, pelayananinfrastruktur serta pembelian bersama. Dengan
otonomiselain peluang untuk memanfaatkan potensisetempat juga terdapat potensi benturan yang harus
diselesaikan di tingkat daerah. Dalam hal ini konsolidasi potensikeuangan, pengembangan
jaringaninformasiserta pengembangan pusat inovasi dan teknologimerupakan kebutuhan pendukung
untuk kuatnya kehadiran koperasi. Pemerintah di daerah dapat mendorong pengembangan lembaga
penjamin kredit di daerah. Pemusatan koperasi di bidang jasa keuangan sangat tepat untuk dilakukan
pada tingkat kabupaten/kota atau “kabupaten dan kota” agar menjaga arus dana menjadi lebih seimbang
dan memperhatikan kepentingan daerah (masyarakat setempat). Fungsi pusat koperasi jasa keuangan ini
selain menjaga likuiditas juga dapat memainkan peran pengawasan dan perbaikan manajemen hingga
pengembangan sistem asuransi tabungan yang dapat diintegrasikan dalam sistem asuransi secara
nasional. Pendekatan pengembangan koperasi sebagai instrumen pembangunan terbukti menimbulkan
kelemahan dalam menjadikan dirinya sebagai koperasi yang memegang prinsip-prinsip koperasi dan
sebagai badan usaha yang kompetitif. Reformasi kelembagaan koperasi menuju koperasi dengan
jatidirinya akan menjadi agenda panjang yang harus dilalui oleh koperasi di Indonesia. Dalam kerangka
otonomi daerah perlu penataan lembaga keuangan koperasi (koperasi simpan pinjam) untuk
memperkokoh pembiayaan kegiatan ekonomi di lapisan terbawah dan menahan arus ke luar potensi
sumberdaya lokal yang masih diperlukan. Pembenahan ini akan merupakan elemen penting dalam
membangun sistem pembiayaan mikro di tanah air yang merupakan tulang punggung gerakan
pemberdayaan ekonomi rakyat.
5) Pasar monopolistik (kadang disebut juga pasar persaingan monopolistik atau pasar
monopolistis) adalah salah satu bentuk pasar di mana terdapat banyak produsen yang
menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek.
Pasar monopoli (dari bahasa Yunani: monos, satu + polein, menjual) adalah suatu
bentuk pasar di mana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar. Penentu harga
pada pasar ini adalah seorang penjual atau sering disebut sebagai "monopolis"

Pasar persaingan sempurna


Dalam pasar persaingan sempurna koperasi harus memiliki kemampuan inovatif superior dan
harus mampu bersaing dalam hal biaya. Jika koperasi bisa selangkah lebih cepat dan lebih
maju barulah koperasi dapat memperkenalkan produknya di antara pesaing-pesaingnya.

Pasar monopoli
Dalam pasar monopoli koperasi harus memiliki kemampuan inovasi yang lebih tinggi,
koperasi juga harus mampu mengurangi biaya transaksi lebih rendah dibandingkan dengan
biaya perusahaan lain dan koperasi harus bisa mewujudkan keunggulan-keunggulan lain yang
belum pernah ada

Pasar oligopoli
Dalam pasar oligopoli, koperasi harus memiliki teknologi yang lebih unggul, memiliki produk
yang lebih baik dari perusahaan-perusahaan lain, juga memiliki keunggulan gaya transaksi
lainnya. Koperasi juga setidaknya memiliki akses ke keuasaan politis demi mendapatkan
kekuatan hukum

Kesimpulan, dalam menghadapi struktur pasar persaingan sempurna maupun pasar persaingan
tidak sempurna (monopoli dan oligopoli) koperasi harus berani dalam penetapan biaya di
pasar, koperasi juga di tuntut untuk memiliki inovasi yang lebih up to date dibandingkan
perusahaan pesaing lainnya. Di samping itu teknologi dan partner kerja juga berperan penting
dalam kelangsungan hidup koperasi.

Anda mungkin juga menyukai