Anda di halaman 1dari 22

DIFRAKSI

(Bagian 2)

Rio Anshari, S.Pd, M.Si


3353
rioanshari@fmipa.unp.ac.id
rio.anshari@gmail.com
DIFRAKSI FRAUNHOFER CELAH
GANDA
Difraksi Fraunhofer Celah Ganda
 Pada pola intensitas gelombang interferensi semua titik
terang mempunyai amplitudo yang sama.

 Sedangkan Pola intensitas pada difraksi mempunyai


amplitudo yang makin lama makin lemah.

 Kombinasi dari kedua amplitudo ini menghasilkan pola


campuran antara difraksi dan interferensi.

 Difraksi pada celah ganda, akan menghasilkan gabungan /


kombinasi pola difraksi dan interferensi
Difraksi Fraunhofer Celah Ganda

Percobaan dengan menggunakan jarak antar celah d = 18 μm dan lebar


celah a = 3 μm.
Difraksi Fraunhofer Celah Ganda
 Terjadi gabungan antara difraksi celah dengan interferensi
dari kedua buah celah.

 Interferensi masuk dalam pola difraksi sehingga pada


suatu tempat terdapat pola interferensi maksimum yang
tidak terlihat disebut orde yang hilang (missing orde’s)

 Jika jarak antara dua celah adalah d dan lebar celah


adalah a, maka diperoleh hubungan :

𝒅 𝐬𝐢𝐧 𝜽 𝒎𝝀 𝒅
= =𝒎
𝒂 𝐬𝐢𝐧 𝜽 𝝀 𝒂
Difraksi Fraunhofer Celah Ganda
 Untuk difraksi dua celah berlaku :

Syarat difraksi minimum :

𝒂 𝐬𝐢𝐧 𝜽 = 𝒎𝝀; 𝒎 = 𝟏, 𝟐, …

Syarat interferensi maksimum :

d 𝐬𝐢𝐧 𝜽 = 𝒎𝝀; 𝒎 = 𝟎, 𝟏, 𝟐, …
DIFRAKSI KISI
Difraksi Kisi
Apabila sebuah sinar melewati kisi maka yang akan terjadi
adalah
1. Dispersi : penguraian warna dari berkas sinar yang
polikromatis.

 Cahaya yang mempunyai panjang gelombang yang sama


akan mengalami superposisi dengan gelombang cahaya
dengan panjang gelombang yang sama.
 Sehingga yang terjadi adalah adanya pola garis yang
mempunyai warna tertentu.
 Jika cahaya yang digunakan polikromatis maka tidak
akan didapatkan terjadinya penguraian warna.
 Yang ada adalah superposisi dari cahaya tersebut
sehingga hanya akan tampak satu warna saja.
Difraksi Kisi
2. Deviasi : perubahan arah dari jalannya sinar

Jika gelombang dengan berbagai panjang


gelombang melewati kisi maka setiap
panjang gelombang akan membentuk
maksimum pada sudut yang berbeda kecuali
pada orde m = 0.
Difraksi Kisi
 Kisi sendiri adalah peralatan yang memiliki
celah yang sangat banyak dengan lebar
celah dan jarak antar celah yang sama.

 Sebuah kisi memiliki nilai tetapan kisi : N

 Tetapan kisi (N) adalah tetapan yang


menyatakan banyak garis tiap satuan
panjang.
Difraksi Kisi
 Nilai tetapan kisi memiliki hubungan
dengan lebar total seluruh celah (d) yaitu :

𝟏
𝒅=
𝑵
Difraksi Celah Persegi
Difraksi Celah Lingkaran
DAYA URAI OPTIS
Daya Urai Optis

“Saat pusat maksimum dari sebuah gambar jatuh pada minimum 1 dari gambar
yang lain maka kedua gambar tersebut dapat dipisahkan. Hal ini disebut sebagai
Kriteria Rayleigh”.
Gambar menunjukkan keadaan dimana sudut yang dibentuk cukup lebar sehingga dua
buah sumber dapat dipisahkan/terihat terpisah. Sebaliknya jika sudut terlalu kecil
maka kedua sumber tidak dapat dipisahkan.
Daya Urai Optis

Jauh (bersatu) mulai bisa dipisahkan terpisahkan


Daya Urai Optis
 Berdasarkan difraksi sinar pada sebuah celah, maka
diperoleh minimum 1 dari celah tunggal, yaitu pada :

𝒅 𝐬𝐢𝐧 𝜽 = 𝒎𝝀
 Untuk minimum satu, m = 1, maka diperoleh hubungan
𝝀
𝐬𝐢𝐧 𝜽 =
𝒅
 untuk nilai d jauh lebih besar dari panjang gelombang λ,
maka faktor sin teta = teta, sehi
𝐬𝐢𝐧 𝜽 ≈ 𝜽𝒎𝒊𝒏
𝝀
𝜽𝒎𝒊𝒏 =
𝒅
Daya Urai Optis
 Θmin disebut sebagai daya pisah sudut.

 Banyak alat optik seperti mata, mikroskop, teropong, dll


memiliki celah berbentuk bulat, sehingga nilai Θmin dapat
juga dituliskan menjadi :
𝝀
𝜽𝒎𝒊𝒏 = 𝟏, 𝟐𝟐
𝒅

 Faktor bilangan 1,22 didasarkan pada perhitungan yang


dilakukan oleh Airy pada tahun 1985 dengan
menggunakan fungdi Bessel.
Daya Urai Optis
 Jika celah diganti dengan dengan sebuah lubang, maka
nilai d diganti dengan nilai diameter lubang (D), sehingga
diperoleh hubungan :
𝝀
𝜽𝒎𝒊𝒏 = 𝟏, 𝟐𝟐
𝑫
 Nilai Θmin dapat juga diungkapkan sbb :

𝒅𝒎
𝜽𝒎𝒊𝒏 =
𝒍
Daya Urai Optis
 dm adalah jarak terkecil antara gambar 1 dan 2 atau
sumber 1 dan 2 supaya kedua sumber dapat dipisahkan.

 dm disebut juga dengan daya urai.

 Dengan memasukkan dm, diperoleh hubungan :

𝝀𝒍
𝒅𝒎 = 𝟏, 𝟐𝟐
𝑫
Daya Urai Optis