Anda di halaman 1dari 8

Rekayasa web adalah proses yang diunakan untuk menciptakan aplikasi web yang berkualitas tinggi.

Rekayasa
web mengadaptasi rekayasa perangkat lunak dalam hal konsep dasar yang menekankan pada aktifitas teknis dan
manajemen. Namun demikian adaptasi tidak secara utuh, tapi dengan perubahan dan penyesuaian.
Rekayasa web gabungan antara web publishing (suatu konsep yang berasal dari printed publishing) dan aktifitas
rekayasa perangkat lunak. Dikatakan demikian karena desain sebuah aplikasi web menekankan pada desain
grafis, desain informasi, teori hypertext, desain sistem dan pemrograman.

Ciri dan sifat WebApp (Web Application)


Aplikasi web berbeda dari software lain karena hal-hal dibawah ini:
1. Network intensive. Sifat dasar dari WebApp (aplikasi web) adalah aplikasi ini ditujukan untuk berada
di jaringan dan memenuhi kebutuhan komunitas yang berbeda.
2. Content-Driven. Sebagian besar fungsi dari WebApp adalah untuk menyajikan informasi dalam bentuk
teks, grafik, audio dan video ke end user.
3. Continuous evolution. Selalu berkembang secara terus menerus.
4. Document-oriented. Halaman-halaman situs yang statis akan tetap ada sekalipun sudah ada
pemrograman web dengan java atau yang lain.

Selain itu WebApp memiliki karakteristik seperti berikut ini :


1. Immediacy. Diperlukan segera untuk memenuhi ditayangkan, dipasarkan dalam waktu singkat.
2. Security. Untuk melindungi isi yang sensitif dan menyediakan pengiriman data yang aman, keamanan
suatu WebApp harus diterapkan pada seluruh infrastruktur yang mendukung WebApp dan termasuk
dalam WebApp sendiri.
3. Aesthetics. Daya tarik utama WebApp adalah tampilan dan keindahan. Jika WebApp digunakan untuk
memasarkan suatu produk maka sisi aestetika harus diperhatikan sebagaimana sisi teknis.

Kualitas web
Menilai sebuah kualitas tidaklah hal yg sederhana dan atomic tetapi multidimensi dan abstrak

Atribut ini dapat secara singkat didefinisikan sebagai sifat terukur dari suatu entitas
Jenis entitas yang menarik untuk perangkat lunak dan rekayasa Web adalah
1. Sumber daya,
2. Proses,
3. Produk,
4. Produk digunakan, dan
5. Layanan
Contoh
- evaluate the link reliability (kehandalan link)
- Internal Broken Links (IBL)
- External Broken Links (EBL)
- Invalid Links (IL)
ISO 9126-1
1. Kualitas Internal: diukur dan dievaluasi oleh atribut statis dokumen (spesifikasi kebutuhan, arsitektur,
desain, potongan kode sumber)
2. Kualitas Eksternal : diukur dan dievaluasi oleh sifat dinamis dari kode yang berjalan dalam suatu
sistem komputer
3. Kualitas yg digunakan: diukur dan dievaluasi oleh sejauh mana perangkat lunak atau aplikasi web
memenuhi kebutuhan pengguna tertentu dalam konteks, digunakan secara khusus

Sub Karakteristik Internal dan External Quality


1. Understandability: Kemampuan produk perangkat lunak untuk memungkinkan pengguna untuk
memahami apakah perangkat lunak ini cocok, dan bagaimana hal itu dapat digunakan untuk tugas-
tugas tertentu dan kondisi penggunaan.
2. Learnability: Kemampuan produk perangkat lunak untuk memungkinkan pengguna untuk belajar
aplikasi
Sub karakteristik
1. Operabilitas: memungkinkan pengguna untuk mengoperasikan dan mengendalikannya.
2. Daya Tarik: menarik bagi pengguna
3. Kepatuhan: mematuhi standar, konvensi, panduan gaya atau peraturan yang berkaitan dengan
kegunaan
Karakteristik Kualitas yg digunakan
1. Efektivitas: memungkinkan pengguna untuk mencapai target yang ditetapkan dengan akurasi dan
kelengkapan dalam konteks tertentu penggunaan
2. Produktivitas: memungkinkan pengguna untuk mengeluarkan jumlah yang tepat dari sumber daya
dalam kaitannya dengan efektivitas dicapai dalam konteks tertentu penggunaan
3. Keselamatan: mencapai tingkat yang dapat diterima risiko bahaya bagi manusia, bisnis, perangkat
lunak, properti atau lingkungan dalam konteks tertentu digunakan.
4. Kepuasan: memuaskan pengguna dalam konteks penggunaan tertentu
Quality in use
1. Efektifitas :
- Efektivitas tugas
- Kelengkapan tugas
- Frekuensi error (rendah)
2. Produktivitas
- Efisiensi yg terkait dg efektivitas tugas
- efisiensi yg terkait dg kelengkapan tugas

Web App – Powel


"Melibatkan campuran antara cetak penerbitan dan pengembangan perangkat lunak, antara pemasaran dan
komputasi, antara komunikasi internal dan eksternal hubungan, dan antara seni dan teknologi”

Web Quality – Nelson


- Akurasi Informasi
- kesesuaian Informasi
- Aksesibilitas
- Kepatuhan Hukum
Faktor-faktor yang menentukan kualitas suatu web :
• Usability
• Functionality
• Reliability
• Efficiency
• Portability
• Maintainability
• Usability / Kemudahan Penggunaan
– 1.1. Understandability / kemudahan untuk dimengerti
• 1.1.1. Shopping cart icon/label ease to be recognized
• 1.1.2. Shopping cart labeling appropriateness
– 1.2. Learnability / kemudahaan untuk dipelajari
• 1.2.1. Shopping cart help (for first-time visitor)
– 1.3. Operability / kemudahan untuk dioperasikan
• 1.3.1. Shopping cart control permanence
• 1.3.2. Shopping cart control stability
• 1.3.3. Steady behaviour of the shopping cart control
• 1.3.4. Steady behaviour of other related controls
– 1.4. Attractiveness / daya tarik
• 1.4.1. Color style uniformity (links, text, etc.)
• 1.4.2. Aesthetic preference
• Functionality / Fungsionalitas
– 2.1. Function Suitability / kesesuaian fungsi
• 2.1.1. Capability to add items from anywhere
• 2.1.2. Capability to delete items
• 2.1.3. Capability to modify an item quantity
• 2.1.4. Capability to show totals by performed changes
• 2.1.5. Capability to save items for later/move to cart
– 2.2. Function Accuracy / akurasi fungsi
• 2.2.1. Precision to recalculate after adding an item
• 2.2.2. Precision to recalculate after deleting items
• 2.2.3. Precision to recalculate after modifying an item quantity
• Content / Isi
– 3.1. Information Suitability / kesesuaian informasi
• 3.1.1. Shopping Cart Basic Information
• 3.1.1.1. Line item information completeness
• 3.1.1.2. Product description appropriateness
• 3.1.2. Shopping Cart Contextual Information / Informasi belanja
• 3.1.2.1. Purchase Policies Related Information
• 3.1.2.1.1. Shipping and handling costs information completeness
• 3.1.2.1.2. Applicable taxes information completeness
• 3.1.2.1.3. Return policy information completeness
• 3.1.2.2. Continue-buying feedback appropriateness
• 3.1.2.3. Proceed-to-check-out feedback appropriateness
• 3.2. Content Accessibility / Akses terhadap Informasi
• 3.2.1. Readability by Deactivating the Browser Image Feature
• 3.2.1.1. Image title availability
• 3.2.1.2. Image title readability
• 3.2.2. Support for text-only version
• Reliability (Kehandalan)
– 4.1. Nondeficiency (Kematangan)
• 4.1.1. Link Errors or Drawbacks(kesalahan link)
– 4.1.1.1. Broken links
– 4.1.1.2. Invalid links
– 4.1.1.3. Reflective links
• 4.1.2. Miscellaneous Deficiencies (kekurangan lain)
– 4.1.2.1. Deficiencies or unexpected results dependent on browsers
– 4.1.2.2. Deficiencies or unexpected results independent on browsers
Faktor-faktor diatas adalah faktor-faktor yang membantu web developer dalam merancang dan membangun
webapp yang dapat diterima dan memenuhi kebutuhan end user yang begitu beragam.
Untuk memenuhi faktor-faktor kualitas tersebut, perancangan dan implementasi webapp terkait dengan 3
teknologi yang sangat penting yaitu: component-based development, security dan standart Internet. Seorang web
developer harus mengenal 3 teknologi ini untuk membangun webapp yang berkualitas :
- Component-based development : CORBA,DCOM/COM dan JavaBeans merupakan standar yang
memungkinkan web developer menggunakan komponenkomponen yang sudah ada untuk
berkomunikasi dengan sistem pada level lain.
- Keamanan: enkripsi, dan firewall standart Internet: HTML, XML
• Jenis2 Web :
– Web Mail
– Web News
– Online Shop
– Web Education
– Web Government
– Web Forum
– Web Blog
– Web File Download

Web Social Networking


Proses Rekayasa Web
Model yang dianggap cocok dan baik untuk rekayasa web adalah model modified waterfall dan spiral.
Modified waterfall
Tahapan dalam modified waterfall adalah :
1. problem definition dan concept exploration
2. requirement analysis specification
3. design prototyping
4. implementation and unit testing
5. integration and system testing
6. operation and maintenance
pada modified waterfall, perbedaan berada pada 2 proses pertama yang dilakukan secara berulang-ulang
sehingga disebut whirlpool. Tujuannya adalah dapat melengkapi requirement dan analisis secara lengkap.

Spiral
Pada spiral terbagi beberapa sektor yaitu :
1. determine site objectives and constraints
2. identify and resolve risks
3. develop the deliverables for the interation and verify that they are correct
4. plan the next iteration
spiral model sangat masuk akal untuk rekayasa web tapi rumit dan sulit dalam pengaturan. Dibandingkan
dengan waterfall, tahapan-tahapan pada spiral tidak jelas dimana mulai dan dimana akhir. Pada prakteknya
spiral berguna selama perencanaan karena mengurangi resiko dan mendorong tim developer untuk memikirkan
apa yang paling penting.

Formulasi dan Analisis sistem berbasis web


Formulasi dan analisis sistem dan aplikasi berbasis web adalah serangkaian aktifitas rekayasa web yang dimulai
dengan identifikasi tujuan dan diakhiri dengan pembangunan analisis model atau spesifikasi requirement sistem.

Formulasi
Formulasi memungkinkan klien dan pembangun untuk menetapkan tujuan-tujuan pembangunan web. Beberapa
pertanyaan berikut dapat membantu menentukan tujuan :
- Apa motivasi utama pembangunan WebApp?
- Mengapa WebApp diperlukan?
- Siapa yang akan menggunakan WebApp?
Ada dua macam tujuan:
- Informational goals—tujuan dari penyajian isi atau informasi kepada end
- Applicative goals—berkaitan dengan kemampuan yang dimiliki WebApp

Analisis rekayasa web


Ada 4 tipe analisis dalam rekayasa web:
1. Content Analysis. Isi yang akan disajikan oleh WebApp dalam ditentukan formatnya baik itu berupa
text, grafik dan image, video, dan audio.
2. Interaction Analysis. Cara interaksi antara user dan WebApp dijelaskan.
3. Functional Analysis. Menentukan operasi yang akan diaplikasikan pada WebApp dan termasuk di
dalamnya fungsi-fungsi yang melakukan proses. Semua operasi dan fungsi dideskripsikan secara detil.
4. Configuration Analysis. Lingkungan dan infrastruktur dimana WebApp akan diberada digambarkan
secara detil.

Desain Web
1. Architectural design: menggambarkan struktur WebApp
Struktur linier:
• urutan interaksi sudah bisa dipastikan
• misal untuk presentasi tutorial, pemesana produk yang harus mengikuti urutan tertentu
Struktur Grid
• isi dapat dikatagorikan dalam 2 atau lebih dimensi
• misal: e-commerce menjual handphone. Horizontal adalah katagori berdasarkan feature hp, sedang
vertikal adalah merek HP
Struktur jaringan:
• komponen pada struktur ini terhubung satu sama lain
• sekalipun bersifat fleksibel, struktur ini membingungkan user
Struktur Hirarki:
• struktur paling umum digunakan
• memungkinkan aliran secara horizontal selain jalur vertical yang umum
• aliran secara horizontal juga bisa mengakibatkan kebingungan user
2. Navigation design: menentukan navigasi halaman-halaman web.
Setelah arsitektur WebApp sudah terbentuk dan komponen-komponen seperti halaman, scripts, applet
dan fungsi lain sudah ada, developer menentukan navigasi yang memungkinkan user mengakses isi
WebApp dan layananlayanannya. Jika user tidak bisa berpindah ke halaman lain dalam web dengan
mudah dan cepat maka mungkin karena grafik, dan isi tidak relevant, ini masalah navigasi. Dalam
desain navigasi beberapa hal perlu dilakukan :
• menentukan semantik (arti ) dari navigasi untuk user yang berbeda.
• menentukan cara yang tepat: pilihannya adalah text-based links, icons, buttons and switches, and
graphical metaphors

3. Interface design: membangun interaksi dengan user yang konsisten dan efektif.
User interface pada WebApp adalah kesan pertama. Sekalipun nilai isinya baik, kemampuan prosesnya
canggih, layanannya lengkap namun jika user interfacenya buruk maka hal lain tidak berguna, karena
akan membuat user berpindah ke web lain.
Beberapa petunjuk dalam merancang interface design :
• Server errors, menyebabkan user pindah ke website.
• Membaca di layar monitor lebih lambat 25% dari pada di kertas, karena itu teks jangan terlalu
banyak.
• Hindari tanda “under construction”.
• User tidak suka scroll. Pastikan informasi cukup dalam satu layar.
• Navigasi menu dan headbar harus konsisten.
• Keindahan tidak seharusnya lebih penting dari pada fungsinya
• Opsi navigasi harus jelas sehingga tahu bagaimana berpindah atau mencari hal lain pada halaman
aktif.

Pengujian pada Rekayasa web


1. Check isi/informasi untuk kesalahan yang mungkin terjadi, misalnya salah ketik.
2. design model WebApp di- review untuk menemukan navigation errors.
3. processing components an Web pages diuji.
4. Integration test untuk arsitektur web :
• Struktur linier, grid, atau hirarki sederhana—seperti pada software dengan pemrograman
terstruktur (modular).
• Struktur hirarki campuran atau network (Web) — seperti pada Object oriented software.
5. Uji WebApp secara keseluruhan setelah disatukan semua komponennya secara lengkap.
6. WebApp yang diimplementasikan pada konfigurasi yang berbeda diuji kompatibilitasnya.Misalnya jika
membuat di IE, coba di Netscape, dan Firefox
7. WebApp diuji oleh sekelompok pengguna dengan kemampuan yang berbeda.Bagian yang diuji adalah
isi, navigation, kemudahan penggunaan, kehandalan dan unjuk kerja.

Web Engineering
- Rekayasa RekayasaWeb (Web Engineering ) : Suatu model rakayasa perangkat lunak, yang digunakan
untuk pengembangan aplikasi‐aplikasi berbasis web.
- Pada dasarnya pemrograman web ditujukan untuk menyampaikan informasi kepada user, dengan
memanfaatkan teknologi jaringan berbasis protocol TCP/IP

Web Engineering Concept


Aplikasi web yang dihasilkan oleh suatu rekayasa web dapat didefinisikan sebagai berikut :
- Sebuah aplikasi web adalah suatu sistem software yang berbasiskan teknologi dan standard dari
konsorsium world wide web (W3C) yang menyediakan sumber yang bersifat spesifik seperti konten
atau layanan melalui sebuah user interface yang disebut web browser
- Web Engineering dapat dikatakan sebagai salah satu cabang independen dari rekayasa perangkat lunak
(software engineering)
- Engineering secara umum berarti aplikasi praktis dari sains untuk dunia komersil atau industri dengan
tujuan agar perancangan aplikasi menjadi lebih baik (lebih cepat, lebih murah atau lebih aman)
- Software Engineering didefinisikan sebagai aplikasi dari sain dan matematika dengan bantuan
kapabilitas perangkat komputer sehingga menjadi berguna (useful) bagi manusia melalui program
komputer, prosedurprosedur dan dokumentasi pendukungnya (Boehm 1976)

Characteristic of Web Application


Aplikasi web mempunyai beberapa karakteristik, yang dapat diuraikan sebagai berikut : (Suh ,Woojong,
2005) :
- Aplikasi web cendrung terus meningkat, dalam arti kata bahwa, pengembangan aplikasi web baru akan
terealisasi pada saat aplikasi tersebut diimplementasikan
- Aplikasi web berbeda dengan Software Aplikasi . Kontennya terdiri dari berbagai bentuk dan format
data seperti Teks, grafis, image, audio, video yang diintegrasikan oleh pemrosesan prosedural (web
programming), metoda yang digunakan dalam menampilkan dan mengatur konten tersebut akan
berdampak terhadap waktu respon dari sistem.
- Aplikasi web ditujukan untuk digunakan oleh komunitas user yang besar, beragamdan sejumlah user
yang tidak dikenali (public user) dengan berbagai kebutuhan, harapan dan kemampuan. Oleh karena itu
pada saat mengembangkan aplikasi web, user interface dan fitur‐fitur kemudahan dalam penggunaan
(usability features) harus mampu menjawab kebutuhan dari semua user tersebut tanpa harus melalui
suatu program latihan. Semua hal ini merupakan gabungan dari human‐Web interaction (HWI), user
interface, dan information presentation.
- Semua sistemaplikasi web saat ini, bersifat content‐driven (database‐driven). Pengembangan sistem
berbasis web yang mencakup pembuatan dan manajemen konten sebagaimana aturan yang sesuai
dengan pembuatan konten, perawatan dan manajemen setelah semua pengembangan dilakukan

Kategori AplikasiWeb:
1. Document Centric Web Site
- Model ini adalah genarasi awal dari aplikasi web
- Halaman web disimpan di dalam sebuah web server sebagai halaman yang sudah jadi, dan bersifat
- static
- Dibuat dalam format HTML
- Dikirim ke web‐client sebagai respon terhadap adanya request.
- HalamanWeb diupdate secara manual menggunakan tools tertentu.
- Untu kasusWebsites yang menutuhkan perubahan berkala, dengan sejumlah halaman, maka akan
membutuhkan faktor biaya yang signifikan dan biasanya berdampak terhadap infromasi yang out of
date.
- Konsistensi data dan halaman tidak dapat dijaga, dan seringkali terjadi halaman web yang redudan,
dengan maksud agar mudah diakases.
- Kelebihan model ini adalah pada kesederhanaan dan kestabilan web site
- Waktu respon yang pendek karena halaman telah disimpan di web server
- Static Home Pages, Web cast, dan simple web termasuk ke dalam kategori ini

2. Interactive Web Application


- Dengan diperkenalkannya konsep CGI (Common Gateway Interface), yang dapat diintegrasikan ke
dalam form HTML, maka model static web mulai bergeser ke dalam bentuk interaktif web.
- Pada generasi awal masih bersifat sederhana, tersedia form interaktif dalam bentuk rsio button, dan
seleksi menu.
- Halaman web dan link ke halaman lainnya di hasilkan secara dinamis sesuai dengan input yang
diberikan user. Contoh untuk kategori ini antara lain : eksibisi virtual, situs berita, atau timetable
information.

3. Transactional Web Application


- Jenis aplikasi ini dibuat untuk menyedia fasilitas interaktif yang lebih baik.
- Memungkinkan user untuk berinteraksi dengan aplikasi, tidak hanya dalam bentuk read‐only, tetapi
juga memungkin untuk mengupdate data atau mengubah isi.
- Untuk kebutuhan ini, maka dibutuhkan sebuah sistem basis data (database), sehingga meningkatkan
efisiensi dan konsistensi dalam menangani pertambahan konten aplikasi web.
- Memungkinkan untuk melakukan queri secara terstruktur.
- Informasi Touris adalah salah satu bentuk aplikasi dalam model ini, sehingga memungkinkan orang
untuk mem‐booking kamar hotel atau tiket perjalanan.
- Online banking, online shopping, dan booking systems termasuk ke dalam kategori ini.

4. Workflow‐based Web applications


- Pada model ini memungkinkan untuk menangani transaksi aplikasi dalam atau antar perusahaan, user
publik da user private.
- Katersediaan Data (Availability) merupakan salaha satu layanan web dengan jeminan interroperabilitas
(mmeungkinkan bagi sistem yang berbeda untuk dapat saling berkomunikasi).
- Kekompleksan layanan dalam sistem ini merupakan salah satu kuncinya
- Adanya otonomi dari partisipan sehingga menjadikan system sempuna dan felksibel merupakan suatu
tantangan.
- Woekflow ini salah satu bentuknya adalah B2B Solution (Bussiness‐to‐Bussiness Solution), baik dalam
e‐Commerce, aplikasi e‐Government dalam area adminstrasi publik atau dukungan berbasis web bagi
pasien dalam sektor kesehatan.

5. Collaborative Web Applications


- Digunakan dalam membentuk suatu (groupware).
- Kebutuhan untuk komunikasi diantara user yang berkolaborasi
- Collaborative Web applications mendukung proses berbagi informasi dan workspaces (misalnya
WikiWiki, http://c2.com/cgi/wiki, or BSCW, http://bscw.gmd.de/) untuk menghasilkan, mengedit dan
memanej shared information.
- Mereka juga menggunakan logs dengan sejumlah entri data dan edit data (seperti pada weblog) sebagai
mediator pertemuan atau berdiskusi
- Mendukung komunikasi diantara member seperti dalam bentuk chating dan e‐learning platforms.

6. Social Web
- Suatu bentuk layanan web yang memungkinkan orangorang menyediakan identitas komunitas dengan
yang lainnya, yang mempunyai kesamaan ketertarikan (interest).
- Weblogs atau collaborative filtering systems seperti (http://friendster.com) adalah salah satu bentuknya
- Dapat digunakan untuk mencari objek yang diminati dan sekaligus orang‐orang yang mempunyai
interest yang sama .

7. Portal‐oriented Web applications


- Menyediakan satu tujuan akses dalam bentuk akses terpisahpisah, berpotensi untuk dijadikan sebagai
sumber informasi dan layanan yang heterogen.
- Pembuat Browser seperti Microsoft, Netscape, Search Engine seperti Yahoo, Google, Layanan Online
seperti AOL, KonglomeratMedia dan Perusahaan lainnya menyadari akan tingginya permintaan
terhadap layanan portal ini, sebagai salah satu titik akses keWeb
- Sebagai tambahan pada portal umum, terdapat berbagai jenis portal dengan kegunaan khusus, seperti
portal bisnis, portal pasar dalam bentuk mall belanja online dan portal komunitas Portal Bisnis,
memberikan kesempatan kepada karyawan atau partner bisnis untuk lebih fokus mengakses informasi
ke sumber informasi dan layanan yang berbeda melalui Intranet atau extranet
- Portal Pasar Online dibagi ke dalam dua jenis, yaitu horizontal dan vertikal.
- Horizontal memberikan layanan dalam bentuk pemasaran :
- Bussiness‐to‐customer yang menyediakan kebutuhan pelanggan secara langsung ke publik umum
- Bussiness‐to‐bussiness yang menjual produk mereka ke perusahaan lain, yang berbeda sektor
bisnisnya.
- Vertikal, merupakan aliran bisnis perusahaan dalam satu sektor, menjelaskan hubungan antara suplier
dengan pabrik, atau jalur distribusi bisnis nya.
- Portal Komunitas , ditujukan untuk komunitas dengan kelompok yang spesifik, dan membangun
loyalitas anggotanya melalui interaski user atau menggunakan user managemen bagi keanggotaan
groupnya.
8. Ubiquitous Web applications
- Menyediakan layanan yang dapat dikutomisasi oleh usernya, kapanpun, dimanapun dan untuk
perangkat apapun, semuanya itu merupakan layanan akses yang ada dimanamana.
- Sebagai contoh misalnya aplikasi web yang menyediakan layanan bagi orang yang bermobilitas tinggi
untuk mengetahui restoran yang buka pada jam 11 hingga 2 malam.
- Aplikasi web dengan tipe ini biasanya sangat terbatas form permintaannya yang hanya mendukung satu
aspek – (personlisasi atau lokasi) – layanan.
9. Semantic Web
- Seiring dengan semakin berkembangnya industri TIMEES (Telecommunications, Information
technology, Multimedia, Education dan Entertainment, dan Security)
- Maka permintaan akan ketersediaan layanan dimanapun dan jenis layanan apapun akan mendominasi
pasar aplikasi web
- Maka dibutuhkan suatu pengembangan aplikasi web yang disebut dengan Semantic Web.
- Tujuan Semantic Web adalah menydiakan informasi yang tidak hanya untuk manusia, tetapi juga
informasi yang bersifat machine readable form.
- Semantic Web menyediakan suatu knowledge manegement pada web baik dalambentuk link atau
konten yang dapat digunakan kembali (content syndication)