Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM ALAT DETEKSI DAN PENGUKURAN RADIASI

DISUSUN OLEH :

NAMA : ILHAMI ARIYANTI


NIM : 011700021
KELOMPOK : A4
REKAN KERJA : 1. FADHILAH CHOLISH AZHARI
2. AGALLIO JOZEF MENGGA
PROGRAM STUDI : D-IV TEKNOKIMIA NUKLIR
JURUSAN : TEKNOKIMIA NUKLIR
ACARA : STATISTIKA PENCACAHAN
PEMBIMBING : Kartini Megasari, S.ST, M.Eng
Tanggal Pengumpulan: 03 Desember 2018

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR


BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL
YOGYAKARTA
2018
STATISTIKA PENCACAHAN

I. TUJUAN
Uji signifikasi laju cacah paparan di area Irradiator Gamma dengan lokasi
kategori II menggunakan Uji-T.

II. DASAR TEORI


Alat ukur radiasi merupakan alat ukur yang terancang untuk dapat mengukur
jumlah atau aktivitas radiasi yang terdapat pada suatu materi atau lingkungan.
Besaran-besaran yang diukur dapat bervariasi seperti dosis serap, aktivitas,
paparan, dsb.
Jumlah radiasi yang dipancarkan oleh sumber bersifat random (acak) sehingga
nilai yang ditampilkan oleh sistem pencacah juga bernilai acak. Bila dilakukan
pengukuran berulang dengan kondisi yang sama maka akan ditampilkan nilai yang
berbeda. Jumlah radiasi yang memasuki detektor tidak hanya berasal dari sumber
radiasi yang sedang diukur karena terdapat sumber radiasi lainnya di sekitar lokasi
pengukuran sehingga nilai yang ditampilkan oleh sistem pencacah harus
dikoreksi.
Energi yang dilepaskan oleh sistem yang bergerak dari suatu kondisi ke
kondisi lainnya disebut dengan emisi radiasi. Radiasi ini terbagi menjadi radiasi
pengion dan radiasi non-pengion.
Radiasi yang memiliki kemampuan untuk mengionisasi suatu atom atau
molekul yang dilewatinya adalah radiasi pengion. Radiasi ini meliputi spektrum
gelombang elektromagnetik Sinar X (𝜆 = 0,01 − 10 𝑛𝑚), sinar gamma ( 𝜆 <
0,01), dan radiasi partikel ( alpha, beta, neutron, dsb.).
Radiasi Non-pengion merupakan radiasi yang tidak menimbulkan peristiwa
ionisasi atom pada materi yang dilewatinya. Pada umumnya, radiasi ini memiliki
energi yang lebih rendah dari radiasi pengion. Radiasi ini meliputi radiasi sinar
tampak, sinar inframerah, microwave, dsb.
Transformasi pada setiap atom radioaktif mengikuti hukum kebetulan dan
karena masing-masing memiliki probabilitas transformasi yang sama dalam selang
waktu tertentu. Statistika digunakan untuk menjelaskan transformasi radioaktif
dalam bentuk:
a. Menspesifikasi jumlah ketidakpastian pada suatu tingkat kepercayaan
pengukuran
b. Menentukan apakah sampel mengandung radiasi radioaktif terurama pada
sampel yang aktivitasnya sangat mirip dengan latar belakang.
c. Mengecek apakah alat ukur berfungsi secara tepat dengan membandingkan
variasi predikis cacah sampel dengan cacah yang diperoleh dari eksperimen

Untuk menentukan signifikansi statistika antara kedua hasil pengukuran,


dilakukan perbandingan kedua hasil pengukuran dengan metode “t-test”.
Pengujian “t-test” ini dilakukan dengan menghitung nilai 𝜏𝑐𝑎𝑙𝑐 dan
membandingkannya dengan nilai probabilitas kebenaran 𝜏𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒 . Maka akan
diperoleh distribusi sebagai berikut :

Perhitungan 𝜏𝑐𝑎𝑙𝑐 mengikuti persamaan sebagai berikut :

|𝑟1 − 𝑟2 |
𝜏𝑐𝑎𝑙𝑐 =
√𝜎12 + 𝜎22

𝑟 = 𝑙𝑎𝑗𝑢 𝑐𝑎𝑐𝑎ℎ

𝜎1 + 𝜎2 = 𝑠𝑡𝑎𝑛𝑑𝑎𝑟 𝑑𝑒𝑣𝑖𝑎𝑠𝑖
Hipotesis dapat diterima apabila nilai 𝜏𝑐𝑎𝑙𝑐 < 𝜏𝑡𝑎𝑏𝑙𝑒 begitupun sebaliknya.
Dengan menetapkan hipotesa awal adalah “Perbedaan kedua hasil pengukuran,
wilayah inspeksi dengan latar belakang, signifikan”, maka dapat ditentukan
apakah daerah inspeksi memiliki aktivitas radiasi berlebih atau tidak.

III. METODE
1. Alat
a. FH 40 GX Radiameter
b. Stopwatch
c. Pendose
2. Cara Kerja
a. Alat deteksi radiasi personal (pendose) digunakan lalu dicatat dosis awal
pendose tersebut.
b. Radiameter dihidupkan dan dilakukan pencacahan pada daerah satu yaitu
area gedung irradiaotor.
c. Pengambilan data dilakukan setiap 1 menit hingga didapatkan 20 data.
d. Pencacahan kembali dilakukan di daerah dua yaitu di ruangan dosen.
e. Pengambilan data dilakukan setiap 1 menit hingga didapatkan 20 data.

IV. DATA HASIL PENGAMATAN


Tanggal kalibrasi alat : 16 Mei 2018
Lokasi 1 daerah Irradiator

Menit Ke- Xk (µSv/hr)


1 226
2 214
3 150
4 182
5 168
6 171
7 150
8 194
9 247
10 199
11 175
12 223
13 187
14 162
15 197
16 184
17 184
18 190
19 197
20 172
Rata-rata 188,6

Lokasi 2 Ruang Dosen Pak Kris

Menit Ke- Xk (µSv/hr)


1 150
2 170
3 157
4 139
5 126
6 161
7 144
8 182
9 172
10 182
11 147
12 145
13 128
14 151
15 157
16 143
17 158
18 153
19 153
20 151
Rata-rata 153,45

V. DATA HASIL PERHITUNGAN


1. Penentuan Standar Deviasi Pengukuran
Standar Deviasi Daerah Radiasi (Iradiator)/( 𝜎1 )
2
∑(𝑋𝑖 − 𝑋)
𝜎1 =
𝑛−1
Hasil Perhitungan (𝑋𝑖 − 𝑋) adalah sebagai berikut,
Lokasi 1 daerah Irradiator

X-Xbar (X-Xbar)^2
37,4 1398,76
25,4 645,16
-38,6 1489,96
-6,6 43,56
-20,6 424,36
-17,6 309,76
-38,6 1489,96
5,4 29,16
58,4 3410,56
10,4 108,16
-13,6 184,96
34,4 1183,36
-1,6 2,56
-26,6 707,56
8,4 70,56
-4,6 21,16
-4,6 21,16
1,4 1,96
8,4 70,56
-16,6 275,56
Jumlah 11888,8

Lokasi 2 Ruang Dosen Pak Kris

X-Xbar (X-Xbar)^2
-3,45 11,9025
16,55 273,9025
3,55 12,6025
-14,45 208,8025
-27,45 753,5025
7,55 57,0025
-9,45 89,3025
28,55 815,1025
18,55 344,1025
28,55 815,1025
-6,45 41,6025
-8,45 71,4025
-25,45 647,7025
-2,45 6,0025
3,55 12,6025
-10,45 109,2025
4,55 20,7025
-0,45 0,2025
-0,45 0,2025
-2,45 6,0025
Jumlah 4296,95

2
Dari nilai (𝑋𝑖 − 𝑋) diatas dapat diperoleh nilai standar deviasi pengukuran.
Perhitungan standar deviasi adalah sebagai berikut,

2
∑(𝑋𝑖 − 𝑋) 11888,8
𝜎1 = √ = √ = 25,0145221
𝑛−1 20 − 1

2
∑(𝑋𝑖 − 𝑋) 4296,95
𝜎2 = √ = √ = 15,03845947
𝑛−1 20 − 1

Keterangan :
𝜎1 = 𝑆𝑡𝑎𝑛𝑑𝑎𝑟 𝐷𝑒𝑣𝑖𝑎𝑠𝑖 𝐷𝑎𝑒𝑟𝑎ℎ 𝐼𝑟𝑎𝑑𝑖𝑎𝑡𝑜𝑟

𝜎2 = 𝑆𝑡𝑎𝑛𝑑𝑎𝑟 𝐷𝑒𝑣𝑖𝑎𝑠𝑖 𝐷𝑎𝑒𝑟𝑎ℎ 𝑅𝑢𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑃𝑎𝑘 𝐾𝑟𝑖𝑠

2. Penentuan nilai 𝜏𝑐𝑎𝑙𝑐

|𝑋1 − 𝑋2 | |188,6 − 153,45|


𝜏𝑐𝑎𝑙𝑐 = = = 1,2043
√𝜎1 2 + 𝜎2 2 √25,01452 + 15,03852

VI. PEMBAHASAN
Proses peluruhan radioaktif merupakan suatu proses yang mengikuti mekanika
kuantum sehingga terjadi atau tidak terjadinya peluruhan tidak dapat dipastikan
secara absolut melainkan hanya berdasarkan probabilitas saja. Terdapat dua hal
yang harus diperhatikan untuk setiap pelaku pengukuran, yaitu setiap pengukuran
selalu mempunyai kesalahan (error) dan hasil pengukuran tidak mempunyai arti
bila tidak dicantumkan nilai standar deviasinya.
Kesalahan atau error adalah suatu nilai yang mnyebabkan nilai hasil
pengukuran tidak sama dengan nilai yang sebenarnya. Sedangkan kesalahan
random atau acak mempunyai nilai kesalaham yang acak, semakin banyak
pengulangan pengukuran maka semakin kecil kesalahan randomnya.
Praktikum ini bertujuan untuk menguji signifikasi laju cacah paparan di area
Irradiator Gamma dengan lokasi kategori II menggunakan Uji-T. Dimana
praktikum ini dilakukan pada dua tempat yaitu ruang dosen Pak Kris sebagai
background dan daerah sekitar irradiator sebagai sampel. Pencacahan pada
masing-masing tempat dilakukan selama 20 menit dengan setiap menitnya diambil
data, sehingga diperoleh 20 data. Alat yang digunakan npada praktikum ini adalah
radiameter bertipe FH 40 GX dengan satuan µSv/hr.

VII. KESIMPULAN
VIII. DAFTAR PUSTAKA