Anda di halaman 1dari 16

FITOFARMAKA

Ayu Mulia_1701123_ VII B

Dosen: Meilinda Mustika, M.Farm, Apt


Deskripsi
• Tensigard merupakan salah
satu fitofarmaka yang cukup
terkenal mengatasi atau
menurunkan tekanan darah
(hipertensi)

Sari, R, dkk. 2013


Informasi Sediaan
Keterangan bagian depan
kemasan sediaan
• Katagori: Obat herbal
(Fitofarmaka)
• Bentuk: Kapsul
• Farmasi: Pharos Indonesia
PT
• POM: FF.142300591
Informasi Sediaan
Keterangan bagian belakang
kemasan sediaan
• Komposisi
Komposisi tiap kapsul berisi:
Ekstrak Apii herba…………………..92mg
Ekstrak Orthosiphon folium……..28mg
• Indikasi
Menurunkan tekanan darah sistolik dan
diastolic, obat ini gabungan dari komposisi
daun kumis kucing dan daun seledri, disini
yang berperan sebagai agen penurun
tekanan darah tinggi adalah extrak daun
seledri, sedangkan untuk daun kumis kucing
(Orthosiphon Folium) lebih ke infeksi ginjal,
saluran kemih, dll.
• Dosis
Dosis terapi : 3 x sehari 1 kapsul
Dosis pemeliharaan : 2 x sehari 1 kapsul
• Kontraindikasi
Hipersensitif
Komposisi: Klasifikasi Tanaman :
 Kumis kucing (Orthosiphon Kingdom : Plantarum
stamineus Benth.)
 Seledri (Apium graveolens L.)
Divisi : Spermatophyta
Sub-divisi : Angiospermae
a. Seledri (Apium graveolens L.) Kelas : Monocotyledoneae
Ordo : Umbelliferales
Famili : Umbelliferae
Genus : Apium
Species : Apium graveolens L.

Nama Daerah
• Di Sunda terkenal dengan nama
Gambar 1. Apium graveolens L. saladri dan di Jawa terkenal
dengan seledri.
Bagian yang diambil: Daun
Sari, R, dkk. 2013
Morfologi Tanaman Habitat Dan Penyebarannya
• Batang: tidak berkayu, beralus, • Berasal dari eropa selatan, sekarang
beruas , bercabang, tegak, hijau ada dimana –mana banyak ditanam
pucat orang untuk diambil daun, akar, dan
• Daun: tipis majemuk, daun muda buahnya
melebar atau meluas dari dasar, hijau Kandungan Kimia
mengkilap, segmen dengan hijau • Seluruh herba seledri mengandung
pucat, tangkai disemua atau glikosida apiin (glikosida flavon),
kebanyakan daun merupakan sarung. isoquersetin, dan umbelliferon. Juga
• Bunga: putih kehijauan atau putih mengandung mannite, inosite,
kekuningan ½ -3/4 mm panjangnya. aspargine, glutamine, choline,
Dan bunga putih kehijauan atau linamarose, pro vitamin A , vitamin C
merah jambu pucat dengan ujung dan B. kandungan asam –asam dalam
yang bengkok. Bunga betina minyak atisiri pada biji antara lain :
majemuk yang jelas, tidak bertangkai asam –asam resin, asam –asam
atau bertangkai pendek, sering lemak terutama palmitat, oleat,
mempunyai daun berhadapan atau linoleat, dan petroselinat. Senyawa
berbatasan dengan tirai bunga . kumarin lain ditemukan dalam biji
• Tirai bunga: tidak bertangkai atau yaitu bergapten, seselin,
dengan tangkai bunga lebih 2 cm isomperatorin, ostheno, dan
panjangnya. isopimpineline. Seledri diketahui
mengandung senyawa aktif yang
• Buah: panjangnya sekirae 3 mm, dapat menurunkan tekanan darah
batang angular, berlekuk, sangat yaitu ''apigenin'' (yang berfungsi
aromatic sebagai calcium antagonist) dan
• Akar: tebal manitol yang berfungsi seperti
diuretik.
Sari, R, dkk. 2013
b. Kumis Kucing (Orthosiphon stamineus Benth.)

Gambar. 3. Kumis Kucing

Gambar 2. Struktur Apigenin

Kegunaan Dan Khasiat Bagian yang diambil: Daun


• Secara tradisional tanaman seledri
Klasifikasi Tanaman
digunakan sebagai pemacu enzim Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
pencernaan atau sebagai Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan
penambah nafsu makan, peluruh berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
seni dan penurun tekanan darah. Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan
Disamping itu digunkan pula untuk berbunga)
memperlancar keluarnya air seni Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua/
dikotil)
untuk mengurangi rasa sakit pada Sub Kelas : Asteridae
rematik dan gout, juga digunakan Ordo : Lamiales
sebagai sayur dan lalap untuk Famili : Lamiaceae
Genus : Orthosiphon
penyedap masakan. Spesies : Orthosiphon stamineus Benth.

Sari, R, dkk. 2013


Morfologi Tanaman Kegunaan Dan Khasiat
• Kumis kucing termasuk terna tegak, • Kumis kucing bermanfaat untuk
pada bagian bawah berakar di bagian menanggulangi berbagai penyakit ,
buku- bukunya dan tingginya misalnya penyakit batu ginjal,
mencapai 2 meter. Batang bersegi melancarkan pengeluaran urin,
empat agak beralur…….. mengobati kantung kemih, reumatik,
Habitat Dan Penyebaran dan menurunkan kadar glukosa
• Cina - Fujian, Guangxi, Hainan, darah. Selain bersifat diuretik kumis
Yunnan, Asia Timur : Taiwan, Indo- kucing digunakan sebagai antibakteri.
cina, Kamboja, Laos, myanmar, Daun kumis kucing baik basah
Filipina, Australia. maupun kering digunakan sebagai
bahan obat –obatan. Diindonesia
Kandungan Kimia yang kering dipakai sebagai obat
• Daunnya mengandung kadar kalium untuk obat rematik, diuretik, batuk
(boorsma) yang cukup tinggi dan encok, menurunkan kadar gula darah
glikosida orthosiphonin yang dan untuk penyakit syphilis.
berkhasiat untuk melarutkan asam Nama Daerah
urat, fosfat dan oksalat dari tubuh. • Kumis kucing dikenal juga dengan
Terutama dari kandung kemih, nama Kumis Kucing, ,Remujung,
empedu dan ginjal., rematik, tekanan Misai Kucing (Malaysia), Yaa Nuat
darah tinggi, kencing manis, kencing Maeo (Thailand).
batu serta infeksi kandung kencing.
7,39,49-tri-O- methylluteolin,
eupatorin, sinensetin, 5- hydroxyl
6,7,39,49-tetramethoxyflavone,
salvigenin, ladenein, vomifoliol,
aurantiamide acetate, rosmarinic
acid, cafeeic acid, oleanolic acid. Sari, R, dkk. 2013
STRUKTUR KANDUNGAN KIMIA PADA KUMIS KUCING
STRUKTUR KANDUNGAN KIMIA PADA KUMIS KUCING
• Obat tensigard ® dapat diterima di o Uji klinik dilakukan dengan rancangan
fitofarmaka , bukti tersebut hanya Ramdomized triple blind control study
dapat diperoleh dari penelitian yang dengan lama 12 minggu.
dilakukan secara sistematik. Tahapan o Uji tersebut meliputi 282 pasien pria
pengembangan obat tradisional dan wanita berusia 25- 75 tahun yang
menjadi fitofarmaka adalah sebagai menderita hipertensi tingkat I dan II,
berikut yaitu: dengan perbandingan amlodipin.
 Seleksi, o Hasil penelitian menunjukkan bahwa
 Uji preklinik, terdiri atas uji toksisitas pemberian fitofarmaka tensigard 3
dan uji farmakodinamik. uji pre-klinik, kali 1 kapsul 250 mg per hari selama
uji klinik fase I (20-50 orang), fase II dua belas minggu mampu
(200-300 orang) some trials combine menurunkan tekanan darah sistolik
Phase I and Phase II, and test both maupun diastolic dengan farmakologi
efficacy and toxicity amlodipin 5 mg per hari.
 Standarisasi sederhana, penentuan o Efek samping yang ditimbulkan
identitas dan pembuatan sediaan berupa angina tak stabil yang dapat
terstandar diatasi dengan pemberian nitrat.
Sedangkan efek toksikologi pada ginjal
 dan Uji klinik. dan hati tidak ditemukan secara
bermakna.
o Produk ini dinayatakan telah lulus uji
klinik dan dapat diperjualbelikan
kepada masyarakat sebagai
fitofarmaka karena keamanannya
terjaga dengan baik.

Sari, R, dkk. 2013


Persayaratan mutu sediaan OT
perKBOPM no.12 th 2014

a. Organoleptik d. Keseragaman bobot


Untuk Kapsul yang berisi Obat
• Pengamatan dilakukan Tradisional kering:
terhadap bentuk, rasa, bau • Dari 20 Kapsul, tidak lebih
dan warna. dari 2 Kapsul yang masing-
b. Kadar air masing bobot isinya
menyimpang dari bobot isi
• Sediaan padat obat dalam rata-rata lebih besar dari
mempunyai kadar air = 10%, 10% dan tidak satu
kecuali untuk Efervesen = Kapsulpun yang bobot
isinya menyimpang dari
5%. bobot isi rata-rata lebih
c. Waktu hancur besar dari 25%.
• Kapsul : = 30 menit
perKBOPM no.12 th 2014
h. Bahan Tambahan
• Penggunaan pengawet,
pemanis, dan pewarna yang
diizinkan tercantum dalam
Anak Lampiran yang
merupakan bagian tidak
terpisahkan dari Peraturan ini

perKBOPM no.12 th 2014


Kesimpulan
• Tensigard merupakan produk fitofarmaka yang terdiri
dari 2 konstituen bahan alam yaitu, seledri (Apium
graveolens L.) dan kumis kucing (Orthosiphon
stamineus Benth.).
• Merupakan katagori: Obat herbal (Fitofarmaka),
bentuk: Kapsul, di produksi oleh: Pharos Indonesia PT
• Tahapan pengembangan obat tradisional menjadi
fitofarmaka adalah sebagai berikut yaitu:
 Seleksi,
 Uji Preklinik
 Standarisasi sederhana
 Uji Klinik
Referensi
• Sari, R, dkk. (2013). Fitofarmaka Monografi
Saintifik dan Klinikal Untuk Fitofarmaka Indonesia
Tensigard. Jakarta: ISTN.
• BPOM RI. (2014). Persyaratan Mutu Obat
Tradisional. Jakarta: KBPOM.
• Semua gambar: Google.com