Anda di halaman 1dari 12

Analisis enzim pencernaan pada usus ikan mas (Cyprinus carpio)

Jurnal Biologi Vol.1 No.1 p.1-12 17 dan 24 februari 2015

ANALISIS ENZIM PENCERNAAN PADA USUS IKAN MAS (Cyprinus carpio)


Nurul azmi (4133341008)*
Fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam Universitas Negeri Medan
Jalan. willem iskandar pasar V medan estate,Medan, Sumatera Utara 20221
*Penulis Koresponsdensi, Email: khairanimaulida96@gmail.com

ABSTRAK

Pada hewan tingkat tinggi seperti ikan, makanan dicerna dalam saluran khusus yang
pada umumnya sudah berkembang dengan baik. Jadi, pencernaan makanan pada hewan ini
berlangsung didalam organ gastrointestinal (secara ekstraseluler). Sistem gastrointestinal
tersusun atas berbagai organ yang secara fungsional dapat dibedakan menjadi empat bagian
yaitu daerah penerimaan, daerah penyimpanan, daerah pencernaan, dan penyerapan nutrien,
serta daerah penyerapan air dan ekskresi.
Penelitian dilakukan dengan berbagai uji seperti Tes pengaruh empedu terhadap
lemak, tes pembuktian adanya amilase, tes pembuktian adanya maltase, tes pembuktian
adanya tripsin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: bahwa pada usus ikan mas (Cyprinus
carpio) terdapat enzim amilase, enzim maltase dan enzim tripsin.
Kata kunci: Enzim, lemak, amilase, maltase, usus, empedu.

ABSTRACT

In higher animals such as fish, food is digested in the special channels that are
generally already well developed. Thus, digestion of food in these animals takes place within
the gastrointestinal organs (in the extracellular). Gastrointestinal system is composed of
various organs that are functionally can be divided into four parts: the reception area,
storage area, area digestion and absorption of nutrients, as well as regional water
absorption and excretion.
Research carried out by various tests such as testing the effect of bile on fat, tests
proving the existence of amylase, maltase proving tests, tests proving the existence of trypsin.
The results showed that: that the intestines carp (Cyprinus carpio) are enzymes amylase,
maltase enzyme and enzyme trypsin.
Keywords: Enzyme, fats, amylase, maltase, intestine, bile.

1
Analisis enzim pencernaan pada usus ikan mas (Cyprinus carpio)
Jurnal Biologi Vol.1 No.1 p.1-12 17 dan 24 februari 2015

PENDAHULUAN molekul amilum menjadi maltosa dengan


Sistem pencernaan pada hewan proses hidrolisis. Proses ini berjalan lebih
umumnya sama dengan manusia, yaitu baik apabila makan dikunyah lebih halus.
terdiri atas mulut, faring, esofagus, Enzim ptialin bekerja secara optimal pada
lambung, dan usus. Namun demikian pH 6,6.selain itu, saliva juga berfungsi
struktur alat pencernaan berbeda-beda untuk membasahi makanan sehingga dapat
dalam berbagai jenis hewan, tergantung mempermudah proses menelan makanan
pada tinggi rendahnya tingkat organisasi sel (Poedjiadi, 2006). Liur juga mengandung
hewan tersebut serta jenis makanannya. enzim amilase dan lipase. Amilase akan
Pada hewan invertebrata alat pencernaan memecah pati dan glikogen menjadi
makanan umumnya masih sederhana, maltosa dan oligosakarida, sedangkan
dilakukan secara fagositosis dan secara enzim lipase liur pada manusia kurang
intrasel, sedangkan pada hewan-hewan mempunyai peran pada proses
vertebrata sudah memiliki alat pencernaan pencernaan.Selain mengandung enzim
yang sempurna yang dilakukan secara ptialin, air liur juga mengandung senyawa
ekstrasel. Bagian-bagian utamanya terdiri penyangga derajat keasaman (bufer) yang
dari mulut, hulu kerongkongan, berguna untuk memecah terjadinya
kerongkongan, lambung, usus kecil, dan penurunan pH agar proses pencernaan
usus besar (Guyton,1995). dapat berjalan normal ( Kent, 1994
Secara umum, dalam mulut ). Setelah melalui mulut makanan menuju
makanan dihancurkan secara mekanis oleh ke esophagus (Zona Progresif) melalui
gigi dengan jalan dikunyah. Makanan yang faring. Dalam ikan,rongga mulut
dimakan dalam besar diubah menjadi meneruskan diri menjadi faring dengan
ukuran lebih kecil. Selama penghancuran beberapa pasang insang sebagai jalan
secara mekanis berlangsung, kelenjar yang masuk makanan dan air. kemudian
ada disekitar mulut mengeluarkan cairan makanan menuju lambung (ventricilus)
yang disebut saliva atau ludah. Ada tiga (Duke, 1995).
kelenjar yang mengeluarkan saliva yaitu Didalam lambung ini akan terjadi
kelenjar parotid, kelenjar submandibular proses pencernaan protein, lemak, dan
dan kelenjar sublingual. Didalam saliva karbohidrat. Pencernaan protein di lambung
terdapat enzim saliva yaitu suatu enzim akan mengalami denaturasi oleh kerja HCl
amilase yang berfungsi untuk memecah dan dihidrolisis oleh enzim pepsin,

2
Analisis enzim pencernaan pada usus ikan mas (Cyprinus carpio)
Jurnal Biologi Vol.1 No.1 p.1-12 17 dan 24 februari 2015

sehingga protein menjadi peptid. mas (cyprinus carpio) adalah Tabung


Pencernaan protein, lemak dan karbohidrat reaksi, Botol warna, gelap, Mortar dan alu,
di lambung merupakan tahap awal, tetapi Gelas piala, Pembakaran spiritus, Penjepit
secara intensif dilakukan di usus. kayu, Pipet tetes, Rak tabung reaksi, Gelas
Sedangkan pada ikan yang tidak ukur 20 ml, Corong kaca, Kertas saring,
mempunyai lambung, pencernaan protein Papan seksi , Dissecting set.
dilakukan pada usus depan oleh enzim Alat
protease akan memecah protein menjadi Alat yang digunakan dalam
asam amino (Gordon, 1979). pembuatan analisis enzim pencernan pada
Dari lambung (Zona Progresif), usus ikan mas (cyprinus carpio)
makanan masuk ke usus (Zona Degresif) adalahUsus ikan mas, Akuades, Toluen,
yang berupa pipa panjang berkelok-kelok Larutan kanji matang encer, Maltoa
dan sama besarnya. Usus bermuara pada albumin/putih telur, Minyak goreng,
anus (Zona Egresif). Di dalam usus, Gliserin 50%, Reagen biuret, Reagen
makanan akan merangsang keluarnya benedict, Korek api, Kertas karbon.
hormon kolsistokinin. Hormon
Tahapan Penelitian
ini yang memacu keluarnya getah empedu
Yang harus kita lakukan pertama
dari hati. Getah empedu terbuat dari sel-sel
kali adalah membuat ekstrak usus yaitu
darah merah yang telah rusak di dalam hati.
dengan cara mengambil usus ikan mas
Pengeluaran getah empedu tersebut melalui
untuk bahan membuat ekstrak pada usus
pembuluh hepatikus yang kemudian
tersebut. Lalu mengambil kantung empedu
ditampung di dalam kantong empedu.
pada ikan mas dengan hati-hati kemudian
Fungsi getah empedu untuk memperhalus
mebersihkan usus tersebut dengan akuades
butiran-butiran lemak menjadi emulsi
lalu memasukan usus tersebut ke dalam
sehingga mudah larut dalam air dan diserap
mortar yang sudah disediakan.
oleh usus, dan saluran untuk ekskresi
Mengambil gliserin 50% dan
pigmen dan substansi toksik dari aliran
masukan dalam mortar, lalu haluskan usus
darah, seperti alkohol dan bahan kimia
tersebut dan ambil 4-5 tetes toluene, lalu
lainnya(Gordon, 1979).
haluskan kembali. Masukan usus tersebut
BAHAN DAN METODE
kedalam botol, kemudian tutup rapat-rapat
Bahan
dan bungkus botol dengan kertas karbobn.
Bahan yang digunakan dalam
analisis enzim pencernan pada usus ikan

3
Analisis enzim pencernaan pada usus ikan mas (Cyprinus carpio)
Jurnal Biologi Vol.1 No.1 p.1-12 17 dan 24 februari 2015

Pemakaian gliserin sendiri dimaksudkan sehingga volumenya menjadi 2 ml


untuk membantu proses peluruhan enzim Memasukan 2 ml akuades kedalam tabung
pencernaan yang ada di usus halus. B sebagai kontrol. Menambahkan 2 tabung
Simpan ekstrak usus tersebut ke tersebut masing-masing 2ml minyak
dalam ruang gelap selama 6-7 hari. Waktu goreng. Kocok keduanya kuat-kuat dan
satu minggu ini adalah waktu yang biarkan selama 5-10 menit. Hal ini di
optimum bagi gliserin untuk meluruhkan lakukan untuk membandingkan besarnya
enzim pencernaan pada usus halus. Pada gumpalan lemak dalam masing-masing
saat inilah toluen memainkan perannya tabung.
yaitu sebagai pengawet yang menjaga Minyak goreng termasuk dalam
enzim dari kerusakan atau membusuk lemak netral. Lemak netral adalah
selama penyimpanan persenyawaan asam lemak dengan gliserol.
Setelah itu saring ekstrak dan Tiga molekul asam lemak (rantai panjang
lakukan tes tersebut untuk pembuktian atom karbon dan hidrogen dengan satu
adanya amilase, maltase, dan tripsin. gugugs karboksil di salah satu ujungnya)
Toluen berfungsi sebagai pelarut berikatan kovaln dengan satu molekul
materi organik sekaligus sebagai pengawet gliserol (satu molekul terdiri dari tiga
tanpa merubah struktur/ konformasi karbon dengan tiga sisi gugus hidroksil)
senyawa organik yang diawetkannya. melalui proses sintesis dehidrasi.
Gliserin adalah cairan bening,  Tes pembuktian adanya amilase
Dalam percobaan ini Persenyawaan gliserin 2 tabung reaksi masing-masing di
dengan asam lemak akan membentuk beri label A DAN B, menuangkan reagen
lemak. bebedict kedalam tabung tersebut masing-
Prosedur Analisis masing 2 ml mMenyiapkan 2 tabung reaksi
 Tes pengaruh empedu terhadap lagi dan di bering masing-masing label C
lemak dan D. Memasukan larutan kanji matang
encer masing-masing 2 ml kedalam tabung
Tabung reaksi A dan tabung reaksi
C dan D. Untuk tabung C tambahkan 1ml
B di isi dengan kantung empedu dengan
akuades. Goyang kedua tabung selama 5-10
menggunting sedikit permukaannya, hal ini
menit.
dilakukan untuk mengambil cairan yang
Meneteskan sebanyak 5 tetes
ada didalam empedu tersebut.
larutan kedalam tabung C ketabung A, dan
Mengencerkan empedu dengan akuades
larutan dalam tabung D ke tabung B.

4
Analisis enzim pencernaan pada usus ikan mas (Cyprinus carpio)
Jurnal Biologi Vol.1 No.1 p.1-12 17 dan 24 februari 2015

Panaskan tabung A dan B selama 5 menit kedalam tabung masing-masing 1 ml putih


dan amati perubahan warna yang terjadi telur yang sudah di encerkan. Lalu
pada larutan tabung A dan B panaskan tabung tersebut hingga mendidih.
Amilum digunakan sebagai sumber
Dinginkan kedua tabung A dan 1 ml
zat pati yang dapat dicerna oleh enzim
akuades untuk tabung B. Diamkan 5-10
amilase
menit. Meneteskan masing-masing 5 tetes
 Tes pembuktian adanya maltase
reagen biuret kedalam tabung A
Prosedur pembuktian adanya Mengamati perubahan warna yang terjadi
maltase sama seperti tes pembuktian pada masing-masing tabung.
adanya amilase, hanya saja larutan kanji
Telur ayam. Ketiga komponen
encer di ganti dengan maltose.
pokok telur adalah kulit telur, putih telur a
 Tes pembuktian adanya tripsin
albumin dan kuning telur. Albumin
2 tabung reaksi masing-masing di mengandung protein, glukosa, lemak,
beri label A dan B, lalu memasukan garam dan air.

HASIL DAN PEMBAHASAN

 Tes pengaruh empedu terhadap lemak

Tabung Perlakuan Hasil

A Empedu + aquades •+ larutan empedu terpisah dari larutan minyak


minyak goreng • Setelah di aduk larutan minyak terpisah
dengan larutan air dan empedu

B • Larutan air dan minyak goreng terpisah


Aquades + minyak goreng
( kontrol • Setelah di aduk larutan menjadi putih keruh
dan lapisan minyak dan air terpisah dimana
larutan minyak berasa di atas

5
Analisis enzim pencernaan pada usus ikan mas (Cyprinus carpio)
Jurnal Biologi Vol.1 No.1 p.1-12 17 dan 24 februari 2015

gambar 1: pengaruh empedu terhadap lemak


sumber : gambar pribadi pemakalah
Pembahasan
terdapat dua lapisan, sehingga pada lapisan atas berwarna kuning keemasan yang
merupakan minyak dan lapisan bawah berwarna hijau tua yang merupakan cairan
empedu, keadaan ini dikarenakan berat jenis minyak lebih ringan daripada air sehingga
minyak cenderung berada di atas dan zat-zat lain yang mengandung air berada di bagian
bawah. Pembuktian bahwa empedu membantu penyerapan lemak dapat di lihat dari
gumpalan lemak yang di hasil kan dari pencampuran empedu dan minyak lebih kecil
dibandingkan dengan campuran minyak dengan air. hal ini terjadikarena peroses emulsifikasi
(proses pelapisan lemak untuk memperkecil ukuran lemak) yang di lakukan oleh cairan
empedu tadi.
 Tes pembuktian adanya amilase

6
Analisis enzim pencernaan pada usus ikan mas (Cyprinus carpio)
Jurnal Biologi Vol.1 No.1 p.1-12 17 dan 24 februari 2015

gambar 2: pembuktian adanya amilase


sumber : gambar pribadi pemakalah

A=Benedik + kanji+usus+ panaskan B=benedik + kanji+


dihasilkan: aquades+panaskan dihasilkan:

Sebelum di panaskan warnya biru Sebelum di panaskan wananya biru


yang di sebabkan oleh benedik namun yang di sebabkan oleh benedik namun
setelah di panaskan selama 5 menit setelah di panaskan selama 5 menit
warnanya berubah menjadi hijau tua warnanya tetap menjadi biru

Pembahasan
Dalam percobaan yang kami lakukan pada tabung A di dapatkan hasil akhir berwarna
hijau itu artinya pada usus ikan tersebut di tidak terdapat enzim amilase. itu tandanya terjadi
kesalahan, yang seharusnya secara literatur di dalam usus tersebut terdapat enzim amilase dan
warna yang dihasilkan adalah merah bata dan terdapat endapan hal ini mungkin terjadi
kerana kesalahan penambahan larutan, baik sengaja atau tidak.

7
Analisis enzim pencernaan pada usus ikan mas (Cyprinus carpio)
Jurnal Biologi Vol.1 No.1 p.1-12 17 dan 24 februari 2015

benedict berfungsi untuk menguji adanya karbohidrat. Dalam percobaan dilakukan


pemanasan cairan, hal ini bertujuan untuk mempercepat reaksi.
 Tes pembuktian adanya maltase

Gambar 3: pembuktian adanya maltasi


Sumber: gambar pribadi pemakalah
A=Benedik + maltose+usus+ B=benedik + maltose + aquades +
panaskan dihasilkan panaskan dihasilkan:

Sebelum di panaskan warnya biru Sebelum di panaskan wananya biru


yang di sebabkan oleh benedik yang di sebabkan oleh benedik namun
namun setelah di panaskan selama 5 setelah di panaskan selama 5 menit
menit warnanya berubah menjadi warnanya tetap menjadi kemerahan
kemerahan

Pembahasan
Perubahan yang terjadi berupa perubahan warna larutan menjadi agak merah.
Perubahan warna ini lebih baik daripada praktikum analisis amilase. Reaksi yang terjadi
adalah, sukrosa bereaksi dengan enzim yang berada pada ekstrak usus dan hasil reaksi

8
Analisis enzim pencernaan pada usus ikan mas (Cyprinus carpio)
Jurnal Biologi Vol.1 No.1 p.1-12 17 dan 24 februari 2015

dideteksi oleh reagen Benedict membentuk warna kemerahan. Sehingga hasil praktikum
yang kami lakukan sesuai literatur yang mana di dalam usus memang terkandung maltase.
 Pembuktian adanya tripsin

Gambar 4 : uji tripsin


Sumber : gambar pribadi penulis
A=putih telur yang B=putih telur yang
encer+panaskan + usus +biuret. encer+panaskan+ aquades +biuret.
Di hasilkan : Di hasilkan :

Sebelum di panaskan warnya Sebelum di panaskan warnya bening


bening keputihan setelah di keputihan setelah di panaskan dan di
panaskan dan di beri ekstrak usus beri ekstrak usus dan biuret warnanya
dan biuret warnanya menjadi menjadi putih keruh
kuning kecoklatan .

Pembahasan
Setelah penambahan biuret, seharusnya tabung reaksi A terjadi perubahan warna
menjadi ungu, sedang pada tabung reaksi Bseharusnya warna menjadi merah muda
mendekati orange. Warna ungu pada tabung reaksi A timbul karena reagen Biuret bereaksi
dengan gugus amin yang terdapat pada asam amino. Biuret merupakan reagen yang bersifat

9
Analisis enzim pencernaan pada usus ikan mas (Cyprinus carpio)
Jurnal Biologi Vol.1 No.1 p.1-12 17 dan 24 februari 2015

basa, sehingga gugus amin dari asam amino bertindak sebagai asam Dengan membentuk
NH4+. Reaksi menghasilkan senyawa basa NH4OH yang menyebabkan larutan berwarna
ungu. Larutan pada tabung raksi B berwarna orange atau merah muda karena tidak terjadi
reaksi penguraian protein albumin air sehingga hasil reaksi tidak dapat bereaksi dengan
reagen Biuret. Namun pada hasil praktikum yang kami lakukan terdapat kesalahan ini
mungkin karena pemanasan albumin yang terlalu lama sehingga albumin terlebih dulu
menggumpal. Di tambahlagi jumlah larutan yang tidak memadai sehingga warna yang di
hasilkan adalah kuning kecoklatan dan putih keruh.
fungsi enzim dan cairan empedu
a. Enzim
Fungsi enzim sebagai katalis atau senyawa yang bisa mempercepat terjadinya proses
reaksi tanpa dirinya sendiri habis karena proses reaksi. Zat penting ini untuk melepaskan
molekul uap air dalam tubuh, pelepasan unsur dan zat kimiawi lainnya, melepaskan molekul-
molekul, serta banyak lagi. Semua itu bertujuan untuk memperlancar proses pencernaan serta
metabolisme pada tubuh.
b. Cairan empedu

Gambar 5 : cairan empedu


Sumber : gambar pribadi pemakalah
empedu berperan dalam proses pencernaan lemak, yaitu sebelum lemak dicernakan, lemak
harus bereaksi dengan empedu terlebih dahulu. Selain itu, cairan empedu
berfungsi menetralkan asam klorida, menghentikan aktivitas pepsin pada protein, dan
merangsang gerak peristaltik usus

10
Analisis enzim pencernaan pada usus ikan mas (Cyprinus carpio)
Jurnal Biologi Vol.1 No.1 p.1-12 17 dan 24 februari 2015

pengaruh cairn empedu terhadp lemak


Cairan empedu diperlukan untuk mencernakan lemak dalam makanan, pada saat kita
makan, kantong empedu akan mengerut, memompakan cairan empedu melewati saluran-
saluran empedu masuk ke usus duabelas jari untuk mencernakan lemak.
Sekresi empedu diatur oleh faktor syaraf (impuls parasimpatis) dan hormon (sekretin
dan CCK) yang sama dengan yang mengatur sekresi cairan pankreas. Saat asam lemak dan
asam amino mencapai usus halus, CCK dilepas untuk mengkontraksi otot kandung empedu
dan merelaksasi sfingter Oddi. Cairan empedu kemudian didorong ke dalam duodenum
(Roger Watson, 2002).

KESIMPULAN Pada usus ikan mas dapat di


Setelah melakukan pengamatan dan simpulkan bahwa empedu benar benar
menganalisis hasil pengamatan maka dapat mengemulsi lemak dengan sihasilkan
disimpulkan bahwa pada usus ikan mas butiran butiran lemak yang lebih kecil.
(Cyprinus carpio) terdapat enzim amilase, DAFTAR PUSTAKA
enzim maltase dan enzim tripsin. Enzim Almatsier, Sunita. 2003. Prinsip Dasar
amilase dan enzim maltase diuji dengan Ilmu Gizi. PT. Gramedia Pustaka
reagen Benedict dengan hasil positif berupa Utama. Jakarta. Almigo
terbentuknya sedikit endapan orange pada Campbel, Neil. A., et. al. 1999. Biology,
permukaan bawah tabung reaksi, 5th ed
sedangkan enzim tripsin diuji dengan Duke, NH. 1995. The Physiology of
reagen Biuret dimana hasil positifnya Domestic Animal. Comstock
ditunjukkan dengan terbentuknya cincin Publishing: New York. Frandson
ungu pada permukaan atas larutan. Guyton A. C., Hall J. E. 1997. Buku Ajar
Sementara itu melalui uji pengaruh empedu Fisiologi Kedokteran. Edisi 9.
terhadap lemak dapat disimpulkan bahwa Jakarta : EGC
empedu memilki fungsi untuk membantu Gordon, M. S. 1979. Animal Physiology.
penyerapan lemak oleh usus melalui proses Mc Millan Publishing Co
yang dinamakan emulsifikasi. Namun Isnaeni, W, 2006. Fisiologi Hewan.
sayangnya pada praktikum kami pada uji Yogyakarta: Kanisius
maltase gagal karena tidak di hasilkan Poedjiadi, A. 2006. Dasar – Dasar
warna merah bata. Begitu juga dengan Biokimia. Edisi Revisi. Jakarta: UI -
tripsin karena seharusnya warna yang di Press
hasilkan adlah orange.
11
Analisis enzim pencernaan pada usus ikan mas (Cyprinus carpio)
Jurnal Biologi Vol.1 No.1 p.1-12 17 dan 24 februari 2015

Watson, Roger. 2002. Anatomi dan


Fisiologi untuk Perawat. Penerbit
Buku Kedokteran EGC : Jakarta
Winarno, F.G., 1994. Bahan Tambahan
Makanan. Jakarta:Gramedia
Pustaka Utama.

12