Anda di halaman 1dari 1

Berdasarkan hasil pengujian uji sifat fisik, dapat dilihat bahwa porositas batugamping

cukup besar yaitu sekitar 20%, hal ini juga dibuktikan pada hasil uji sayatan tipis (subbab 5.1). Ini
menunjukkan bahwa sekitar 20% dari volume 49 merupakan rongga atau celah – celah kecil (pre-
existing cracks) yang sangat mempengaruhi kuat geser batugamping. Berdasarkan hasil pengujian,
juga dapat dilihat bahwa nilai rata-rata peningkatan bobot isi batugamping dari kondisi kering ke
jenuh adalah sekitar 0,19 gr/cm3. Peningkatan ini disebabkan oleh masuknya air ke dalam pori-
pori batugamping ketika jenuh. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan beban geser akibat berat
batugamping yang terisi oleh air tersebut sehingga lereng lebih mudah longsor pada saat basah
atau jenuh daripada dalam kondisi kering, pernyataan ini dapat digambarkan dengan sebuah gelas
kosong yang berada pada sebuah bidang miring yang licin, kemudian gelas tersebut diisi dengan
air sehingga terjadi penambahan berat pada gelas tersebut. Penambahan berat pada gelas
menyebabkan adanya gaya ke arah bawah sejajar pada bidang gelincirnya, sehingga gelas pada
kondisi berisi air lebih mudah tergelincir dari pada gelas kosong.

Kadar air batugamping yang diperoleh dari hasil pengujian lebih kecil dibandingkan
dengan batuan beku Basal yaitu 0,06% kadar air natural dan 0,73 kadar air dalam keadaan jenuh
sedangkan kadar air batuan beku Basal 4,6% kadar air natural dan 23,74% kadar air dalam keadaan
jenuh. Nilai kadar air batugamping lebih kecil dibandingkan dengan batuan beku Basal karena air
tidak dapat memasuki batuan dalam jumlah yang besar disebabkan Batugamping memiliki butiran
yang sangat rapat sehingga Batugamping memiliki pori-pori batuan yang sangat kecil. Pori-pori
Batugamping yang kecil menyebabkan nilai porositas menjadi kecil begitu pun dengan nilai angka
pori. Nilai porositas Batugamping adalah 2% sedangkan nilai porositas batuan beku Basal 40%.
Nilai angka pori atau void ratio Batugamping 0,02 sedangkan nilai angka pori batuan beku Basal
0,67. Nilai densitas Batugamping dalam keadaan natural adalah 2,67 (g/cm3), keadaan kering
2,67 (g/cm3) dan keadaan jenuh 2,69 (g/cm3) sedangkan nilai densitas batuan beku Basal dalam
keaddan natural adalah 1,76 (g/cm3), keadaan kering 1,69 (g/cm3) dan keadaan jenuh 2,09
(g/cm3). Batugamping memiliki densitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan batuan beku
Basal karena Batugamping memiliki butiran yang lebih rapat dan kompak sehingga memiliki
massa yang lebih besar dibandingkan dengan batuan asal.