Anda di halaman 1dari 8

TANGGAPAN DAN SARAN TERHADAP KERANGKA ACUAN

D.
KERJA DAN PERSONIL/FASILITAS PENDUKUNG DARI PPK

Secara umum Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang disampaikan kepada pihak
konsultan telah memberi gambaran serta arahan yang cukup jelas dan terperinci
mengenai tugas pekerjaan Perencanaan Master Plan Pembangunan Gedung
Perkantoran Pemerintah
Kabupaten Malaka - Tahun Anggaran 2014. Setelah mempelajari secara mendalam
terhadap isi Kerangka Acuan Kerja (KAK) serta penjelasan dari pemberi pekerjaan
yang tertuang dalam berita acara penjelasan pekerjaan (Aanwijzing) kantor, dapat
disimpulkan beberapa hal sebagai berikut :
 Pada prinsipnya pihak pemberi tugas dalam hal ini Pemerintah Daerah
Kabupaten Malakasangat memperhatikan dan memandang penting untuk
segera melaksanakan pekerjaan Perencanaan Master Plan Pembangunan
Gedung Perkantoran Pemerintah ini, sebagai bagian dari upaya
meningkatkan tertib membangun bagi masyarakat. Bahwa sebagai pedoman
dalam melaksanakan tertib membangun, maka Perencanaan Master Plan
Pembangunan Gedung Perkantoran Pemerintah merupakan kebutuhan nyata
yang mendesak.
 Bahwa pihak pemberi tugas dalam hal ini Pemda Kabupaten
Malakamemahami substansi permasalahan Studi Kelayakan (Feasibility
Study) dan sangat berkepentingan dengan mutu yang tinggi dari input, proses
dan output atau hasil kerja konsultan yang akan menangani pekerjaan
Perencanaan Master Plan Pembangunan Gedung Perkantoran Pemerintah ini.
Namun demikian, untuk mencapai tujuan pemberi tugas sebagaimana digariskan
dalam KAK, dianggap perlu ditambahkan beberapa hal sebagai masukan demi
memperjelas atau mempertajam substansi materi yang terkait langsung dengan

Pengawasan Lanjutan Pembangunan Gedung Kuliah dan Lab.Teknik Sipil Politeknik Negeri Kupang
D. TANGGAPAN DAN SARAN
TERHADAP KAK

pekerjaan ini. Adapun tangapan tersebut diuraikan secara lebih lengkap pada
bagian selanjutnya.
D.1 TANGGAPAN KHUSUS (SARAN TERHADAP KAK)

a. Tanggapan Terhadap Maksud dan Tujuan Kegiatan

Arahan mengenai tujuan Perencanaan Master Plan Pembangunan Gedung


Perkantoran Pemerintah Kabupaten Malaka ini telah diuraikan secara cukup
jelas,yakni secara strategis fungsional diarahkan pada tujuan: Pendayagunaan
segenap potensi sumber daya yang ada secara optimal dalam kerangka kaitan
penciptaan lingkungan binaan yang aman, nyaman, tertib, serasi dan
harmonis.
Sedangkan secara taktis operasional diarahkan pada sasaran:

 Menciptakan keseimbangan dan keserasian lingkungan dengan mengatur


sistem Ruang Kawasan Pusat Pemerintahan yang mempertimbangkan
kemampuan daya dukung lingkungan baik dalam satu-satuan unit lingkungan
maupun antar sub unit lingkungan/blok peruntukan.
 Meningkatkan daya guna dan hasil guna pelayanan yang merupakan upaya
pemanfaatan ruang secara optimal yang tercermin dalam penentuan jenjang
fungsi pelayanan/sistem Ruang Kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten
Malaka.
 Mengarahkan pengembangan unit-unit fungsional taman kota secara tegas
dalam rangka upaya pengendalian, pengawasan pelaksanaan pembangunan
fisik secara terukur baik kualitas maupun kuantitasnya.
 Membantu mempermudah penyusunan rencana terinci (Detail Engineering)
pengembangan blok-blok peruntukan taman kota dan menyusun program-
program pembangunan jangka pendek dan menengah pada setiap blok
peruntukan untuk fasilitas pemerintahan Kabupaten Malaka .
Sedangkan maskud yang ingin dicapai adalah percepatan tersusunya
dokumen Masterplan Pembangunan Gedung Perkantoran Pemerintahan
Kabupaten Malaka.

Perencanaan Master Plan Pembangunan Gedung Perkantoran Kabupaten Malaka


D. TANGGAPAN DAN SARAN
TERHADAP KAK

Hemat kami maksud dan tujuan yang diuraikan dalam KAK sudah tegas
mengarahkan konsultan mengenai keinginan spesifik dari pemilik
mengenai substansi Masterplan Pembangunan Gedung Perkantoran
Pemerintahan. Demikian juga penekanan terhadap aspek teknis dari isi/materi
studi.

b. Tanggapan Terhadap Ruang Lingkup Pekerjaan


Arahan mengenai lingkup wilayah kegiatan sudah sangat jelas yakni pada
lokasi rencana pembangunan perkantoran pemerintah Kabupaten Malaka .
Sedangkan arahan mengenai lingkup substansi kegiatan lebih difokuskan pada
produk yang mengarahkan substansi materi/substansi Masterplan/Rencana
Induk Pengembangan namun tidak diuraikan variabel studi kelayakan
yang secara substansial memuat arahan mengenai:
a. Tujuan, kebijakan, dan strategi penataan ruang wilayah kabupaten;
b. Rencana struktur ruang wilayah kabupaten yang meliputi sistem perkotaan
di wilayahnya yang terkait dengan kawasan perdesaan dan system jaringan
prasarana wilayah kabupaten;
c. Rencana pola ruang wilayah kabupaten yang meliputi kawasan lindung
kabupaten dan kawasan budi daya kabupaten;
d. Penetapan kawasan strategis kabupaten;
e. Arahan pemanfaatan ruang wilayah kabupaten yang berisi indikasi
program utama jangka menengah lima tahunan; dan
f. Ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah kabupaten yang berisi
ketentuan umum peraturan zonasi, ketentuan perizinan, ketentuan insentif
dan disinsentif, serta arahan sanksi.

c. Tanggapan Terhadap Waktu Pelaksanaan Pekerjaan


Alokasi waktu pelaksanaan pekerjaan sangat menentukan kualitas produk dan
pencapaian tujuan pekerjaan. Seperti ditegaskan di dalam KAK bahwa
seluruh rangkaian kegiatan Perencanaan Master Plan Pembangunan Gedung
Perkantoran Pemerintah ini harus diselesaiakan dalam jangka waktu 120
(Seratus Dua puluh ) hari kalender. Hemat kami alokasi waktu ini sangat
pendek untuk menyelesaikan semua tugas pekerjaan sesuai dengan tuntutan
Perencanaan Master Plan Pembangunan Gedung Perkantoran Kabupaten Malaka
D. TANGGAPAN DAN SARAN
TERHADAP KAK

KAK. Karena itu sebagai penyedia jasa profesional, kami akan berupaya
semaksimal mungkin untuk menyelesaikan pekerjaan ini tepat pada waktunya.

d. Tanggapan Terhadap Organisasi Pelaksanaan Pekerjaan


Komposisi tenaga ahli yang dibutuhkan untuk penyelesaian pekerjaan ini,
sebagaimana dijabarkan dalam Kerangka Acuan Kerja nampak jelas
menekankan pentingnya kualifikasi keahlian dan pengalaman atau layanan
tenaga ahli, demi menjamin kualitas produk yang dihasilkan.
Kualifikasi keahlian yang diarahkan dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK)
adalah Leader (Ahli Kesehatan Masyarakat), ahli Arsitektur, ahli kesehatan
lingkungan, ahli perencanaan wilayah dan kota, ahli social masyarakat
masing-masing satu orang.

e. Tanggapan Terhadap Keluaran Yang Dihasilkan


Arahan mengenai keluaran yang dihasilkan cukup jelas dan dapat dipahami secara
baik, tanpa memberikan peluang penafsiran ganda.

D.2 PENGENALAN TERHADAP RUANG LINGKUP KEGIATAN

A. Latar Belakang

Sebagai daerah otonomi baru ruang wilayah kabupaten Malaka, sebagai kesatuan
wadah yang meliputi ruang darat, ruang laut, dan ruang udara, termasuk ruang di
dalam bumi, perlu dikendalikan dan ditingkatkan pengelolaannya secara
bijaksana, berdaya guna, dan berhasil guna dengan berpedoman pada kaidah
penataan ruang sehingga kualitas ruang dapat terjaga keberlanjutannya. Mengacu
pada Undang-undang nomor 24 tahun 1992 maupun Undang-Undang 26 tahun
2007 tentang Penataan Ruang, pengendalian pemanfaatan ruang wilayah
kabupaten/kota dilaksanakan dengan berpedoman pada Rencana Tata Ruang
Wilayah Kabupaten/Kota. Pada dasarnya Rencana Tata Ruang Wilayah
Kabupaten adalah strategi dan arahan kebijaksanaan pemanfaatan ruang wilayah
Kabupaten yang berfokus serta berkaitan antara kawasan perkotaan dan

Perencanaan Master Plan Pembangunan Gedung Perkantoran Kabupaten Malaka


D. TANGGAPAN DAN SARAN
TERHADAP KAK

perdesaan. Sebagai daeran otonomi baru dan dalam rangka pemenuhan syarat
otonomi daerah sesuai undang-undang otonomi daerah, Pemerintah Kabupaten
Malaka harus segerah menyusun Rencana Umum Tata Ruang Wilayah dengan
melakukan review terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten induk.
Sebagai upaya percepatan pengisian ruang dan rencana pembangunan daerah
otonomi baru ini pada waktu yang bersamaan pula pemerintah kabupaten Malaka
berkeinginan melakukan beberapa kegiatan simultan bersamaan dengan beberapa
kegiatan lain.

Untuk itu pemerintah Kabupaten Malaka, melalui RKPD Dinas Pekerjaan Umum
tahun anggaran 2014 ini mengalokasikan dana untuk membiayai pekerjaan
Penyusunan Masterplan Kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Malaka, yang
pelaksanaanya diberikan kepada pihak ke tiga. Untuk mewujudkan pekerjaan
Penyusunan Masterplan Kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Malaka yang
bermutu maka dianggap penting melakukan proses seleksi yang ketat untuk memilih
kosultan perencana yang profesional, yang mampu mengembangkan analisis
mendalam guna memperoleh produk Masterplan Kawasan Pusat Pemerintahan
Kabupaten Malaka yang bermutu.

B. Pengertian Masterplan/Rencana Induk Pengembangan


i. Pengertian
Pada hakekatnya Masterplan Taman Kota merupakan salah satu produk tata ruang
yang menghubungkan Rencana Umum Tata Ruang Kota (RUTRK) dan Rencana
Detail Tata Ruang Kota (RDTRK) dengan perancangan Taman Kota pada skala yang
lebih detail dan bersifat operasional. Sebagai produk penghubung antara rencana
makro kota/bagian kota/kawasan yang lebih luas dengan rencana mikro - maka
Masterplan Taman Kota tidak dapat dipisahkan dan harus mengacu pada kebijakan
pemanfaatan lahan sebagaimana diatur di dalam RUTRK maupun RDTRK.
Masterplan juga bukanlah merupakan produk hilir dalam arti rancang-bangun detail
desain engineering yang dapat digunakan untuk kebutuhan pembangunan. Namun
kualitas produk hilir atau produk akhir berupa perancangan Detail Desain sangat

Perencanaan Master Plan Pembangunan Gedung Perkantoran Kabupaten Malaka


D. TANGGAPAN DAN SARAN
TERHADAP KAK

ditentukan oleh Panduan Rancang Bangun (Guidelines) yang diatur di dalam


Masterplan.

Uraian berikut ini kiranya dapat membantu memberikan pemahaman yang lebih terinci
mengenai Masterplan Taman Kota:

 Masterplan merupakan pendalaman materi RUTRK agar lebih operasional


dalam pengendalian dan pengawasan pelaksanaan pembangunan fisik, antara
lain meliputi materi dan ketentuan-ketentuan teknis mengenai struktur tata
ruang kawasan dan jenjang pelayanan fasilitas dan prasarana kawasan.
 Masterplan merupakan rencana teknis kawasan yang memuat ketentuan teknis
sebagai panduan perancangan kawasan yang meliputi:
 Hierarkhi Konsep Penataan Ruang Kawasan
 Bentuk dan Pola Pemanfaatan RuangcKawasan
 Tata Hijau
 Petanda (signed)
 Sistem Utilitas Lingkungan
 Kegiatan Pendukung

 Masterplan pada dasarnya merupakan dasar pijakan bagi pengembangan


rancang bangun yang mencakup ketentuan mengenai kerangka materi pokok
berupa model simulasi bagi desain taman yang mencakup bentuk dan pola tata
letak taman, gubahan massa bangunan dalam taman, bentuk dan pola
perkerasan, tata hijau, perabot taman, sistem utilitas dalam taman.

ii. Tujuan Penyusunan Masterplan Kawasan Pusat Pemerintahan


3 Penyusunan Masterplan Kawasa Pusat Pemerintahan Kabupaten Malaka
secara strategis fungsional diarahkan pada tujuan: Pendayagunaan segenap
potensi sumber daya yang ada secara optimal dalam kerangka kaitan
penciptaan lingkungan binaan yang aman, nyaman, tertib, serasi dan
harmonis.
4 Sedangkan secara taktis operasional diarahkan pada sasaran:

Perencanaan Master Plan Pembangunan Gedung Perkantoran Kabupaten Malaka


D. TANGGAPAN DAN SARAN
TERHADAP KAK

 Menciptakan keseimbangan dan keserasian lingkungan dengan mengatur


sistem Ruang Kawasan Pusat Pemerintahan yang mempertimbangkan
kemampuan daya dukung lingkungan baik dalam satu-satuan unit lingkungan
maupun antar sub unit lingkungan/blok peruntukan.
 Meningkatkan daya guna dan hasil guna pelayanan yang merupakan upaya
pemanfaatan ruang secara optimal yang tercermin dalam penentuan jenjang
fungsi pelayanan/sistem Ruang Kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten
Malaka.
 Mengarahkan pengembangan unit-unit fungsional taman kota secara tegas
dalam rangka upaya pengendalian, pengawasan pelaksanaan pembangunan
fisik secara terukur baik kualitas maupun kuantitasnya.
 Membantu mempermudah penyusunan rencana terinci (Detail Engineering)
pengembangan blok-blok peruntukan taman kota dan menyusun program-
program pembangunan jangka pendek dan menengah pada setiap blok
peruntukan untuk fasilitas pemerintahan Kabupaten Malaka

iii. Manfaat Penyusunan Masterplan Kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten


Malaka

Kegunaan praktis Penyusunan Masterplan Kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten


Malaka antara lain:

 Sebagai pedoman untuk mengkoordinasikan dan mengintegrasikan


pemanfaatan dan pengelolaan taman kota oleh berbagai sektor.
 Sebagai pedoman untuk mendorong pemanfaatan ruang secara optimal
terutama bagi area yang mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai
taman kota dan memberikan perlindungan bagi area yang dinilai harus
dikonservasi karena dapat menimbulkan kerusakan lingkungan.
 Sebagai acuan bagi proses perancangan teknis bangunan dan lingkungan
taman kota

Perencanaan Master Plan Pembangunan Gedung Perkantoran Kabupaten Malaka


D. TANGGAPAN DAN SARAN
TERHADAP KAK

C. Pemberi Tugas
Pemerintah Kabupaten Malaka melalui Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Malaka.

D. Biaya Pekerjaan
 Untuk menyelesaikan pekerjaan ini Konsultan wajib mengusulkan perhitungan
rencana anggaran biaya yang didasari pada kebutuhan tenaga dan waktu yang
tersedia untuk penyelesaian pekerjaan tersebut
 Biaya tersebut pada butir satu bersumber dari APBD Kabupaten Malaka tahun
2014.
 Termasuk di dalam biaya tersebut di atas antara lain:
a. Biaya layanan keahlian
Biaya penyelenggaraan Workshop/seminar dan penggandaan produk

Kupang, Juli 2014


CV.TRIMITRA BINATAMA KONSULTAN

Perencanaan Master Plan Pembangunan Gedung Perkantoran Kabupaten Malaka