Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

PENGANTAR PENDIDIKAN PANCASILA

Disusun oleh :

Mita Febriyanti 19020028

Wahyudi Rusdianda 19020025

Devi Nur Prawesti 19020022

STKIP PGRI SUMATRABARAT


PENDIDIKAN SEJARAH
2019/2020
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang memberikan kami


kemudahan sehingga dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat
waktu. Tanpa pertolongan-Nya tentunya kami tidak akan sanggup
untuk menyelesaikan makalah ini dengan baik.

Penulis menggucapkan syukur kepada Allah SWT atas


limpahan nikmat sehat-Nya, baik itu berupa fisik maupun akal pikiran,
sehingga penulis mampu untuk menyelesaikan pembuatan makalah
sebagai tugas mata kuliah pancasila dengan judul ” Pengantar
Pendidikan Pancasila “.

Penulis tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata
sempurna dan masih banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di
dalamnya. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik serta saran dari
pembaca untuk makalah ini.

Demikian, semoga makalah ini dapat bermanfaat .

Terima Kasih.

Padang, September 2019

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………..…………………………. I

DAFTAR ISI……………..……………………………… II

BAB 1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Pembahasan

BAB 2 ISI

A. Konsep Pendidikan Pancasila


B. Menggali sumber Historis,Sosiologis,Yuridis, Dan Politik
pancasila
C. Dinamika dan Tantangan Pendidikan Pancasila

BAB 3 PENUTUP

A. Kesimpulan
B. Saran

DAFTAR PUSTAKA
BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pancasila merupakan sebuah ideologi bangsa indonesia dalam kontek
kehidupan berbangsa dan bernegara dimana seluruh masyarakat berpedoman
kepada pancasilaitu sendiri. Dalam makna pansila disebutkan bahwa seluruh
komponen dalam kehidupan berbangsa dan bernegara mesti mengamalkan
amanat dari nilai yang terkandung dalam pansila itu sendiri mulai bagai mana
cara hidup dalam kontek individu sampai kelompok baik itu dalam hal
pemerintahan atau non pemerintahan sesuai dengan tujuan di bentuknya
pancasila oleh para pendiri bangsa.

Pengamalan nilai pancasila adalah kewajiban seluruh rakyat Indonesia tak


terkecuali para pemuda sebagai generasi penerus bangsa yang menjadi
tumpuan utama nasib bangsa di masa yang akan datang.

Berdasarkan latar belakang tersebut maka penulis tertarik untuk


melakukan penulisan makalah dengan judul PENGANTAR PENDIDIKAN
PANCASILA.

B.Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas maka penulisan merumuskan msalahnya
sebagai berikut,
a. Apa Konsep Pendidikan Pancasila?
b. Bagaimana cara Menggali sumber Historis,Sosiologis,Yuridis, Dan
Politik pancasila?
c. Apa saja Dinamika dan Tantangan Pendidikan Pancasila?
C.Tujuan Pembahasan

Berdasarkan rumusan masalah di atas dapat disimpulkan bahwa


penulisan makalah ini memiliki tujuan
a. Untuk mengetahui konsep pendidikan pancasila
b. Untuk mengetahui bagaiman cara menggali sumber
historis,sosiologis,yuridis, dan politik pancasila
c. Untuk mengetahui apa saja dinamika dan tantangan
pendidikan pancasila
BAB 2

ISI

A. Konsep Pendidikan Pancasila


Pancasila dapat diartikan sebagai lima dasar yang dijadikan dasar
negara serta pandangan hidup bangsa. Suatu bangsa tidak akan dapat
berdiri dengan kokoh tanpa dasar negara yang kuat dan tidak dapat
mengetahui dengan jelas kemana arah tujuan yang akan dicapai tanpa
Pandangan Hidup. Dengan adanya Dasar Negara, suatu bangsa tidak akan
terombang ambing dalam menghadapi permasalahan baik yang dari dalam
maupun dari luar.

B. Menggali sumber Historis,Sosiologis,Yuridis, Dan Politik


pancasila
Adapun materi atau objek mata kuliah pendidikan pancasila dapat
di kembangkan melalui beberapa pendekatan historis, sosiologis, yuridis,
dan politis sehingga mahasiswa memiliki alas an bahwa mata kuliah
pendidikan pancasila sangat penting dalam sistem pendidikan tinggi.

1. Sumber Historis Pendidikan Pancasila


Sejarah mempunyai makna yang sangat penting dalam membangun
kehidupan bangsa supaya lebih bijaksana di masa depan. Pentingnya
sejarah dalam membangun bangsa ditegaskan oleh soekarno presiden
pertama Indonesia, “Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah”. Hal ini
depertegas oleh salah seorang filsuf Yunani yang bernama cicero (106-
435 M) yang menyatakan bahwa “Sejarah memberikan kearifan”.
Pendapatan umum menegaskan bahwa “Sejarah merupakan guru yang
sangat berharga dalam kehidupan”.
Dengan demikian pengayaan materi pendidikan Pancasila melalui
pendekatan historis adalah amat penting belajar dari sejarah bangsa
Indonesia guna mewujudkan kejayaan bangsa Indonesia di kemudian hari.
Melalui pendekatan historis ini mahasiswa diharapkan dapat mengambil
pelajaran atau hikmah dari berbagai sejarah, baik sejarah nasional maupun
sejarah bangsa-bangsa lain.

2. Sumber Sosiologis Pendidikan Pancasila


Sosiologi berarti kehidupan antar individu dalam masyarakat. Di
dalamnya mengkaji antara lain latar belakang susunan dan pola kehidupan
social dari berbagai golongan dan kelompok masyarakat serta mengkaji
masalah-masalah social. Perubahan dan pembaharuan dalam masyarakat.
Soekarno (1982) menegaskan bahwa dalam perpektif sosiologis suatu
masyarakat pada suatu waktu dan tempat memiliki nilai-nilai tertentu,
Melalui pendekatan sosiologis ini juga diharapkan dapat mengkaji stuktur
social, proses social, termasuk perubahan-perubahan social dan masalah-
masalah social yang patut disikapi secara arif dengan menggunakan
standard nilai-nilai pancasila dasar Negara.

3. Sumber Yuridis Pendidikan Pancasila


Negara Indonesia adalah Negara bukan (rechstaat). Artinya
penyelenggaraan pemerintahan Negara harus berdasarkan hokum (rule of
law). Pancasila sebagai dasar Negara merupakan landasan dan sumber
dalam membentuk dan menyelenggarakan Negara hokum tersebut

4. Sumber Politik Pendidikan Pancasila


pendidikan Pancasila adalah berasal dari
fenomena kehidupan politik bangsa Indonesia. Tujuannya agar Anda
mampu mendiagnosa dan mampu memformulasikan saran-saran tentang
upaya atau
usaha mewujudkan kehidupan politik yang ideal sesuai dengan nilai-nilai
Pancasila. Bukankah Pancasila dalam tataran tertentu merupakan ideologi
politik, yaitu mengandung nilai-nilai yang menjadi kaidah penuntun dalam
mewujudkan tata tertib sosial politik yang ideal.
C. Tantangan dan Dinamika Pendidikan Pancasila
1. Dinamika Pendidikan Pancasila
Apabila ditelusuri secara historis,upaya pembudayaan atau pewarisan
nilai-nilai Pancasila telah secara konsisten dilakukan sejak awal
kemerdekaan sampai sekarang, namun bentuk dan intensitasnya berbeda
dari zaman ke zaman.
Sebagai diketahui, pendidikan Pancasila mengalami pasang surut
dalam pengimplementasianya. Apabila ditelusuri secara historis, upaya
pembudayaan atau pewarisan nilai-nilai Pancasila tersebut telah secara
konsisten dilakukan sejak awal kemerdekaan sampai dengan sekarang.
Namun, bentuk dan intensitasnya berbeda dari zaman ke zaman.
Pada masa awal kemerdekaan, pembudayaan nilai-nilai tersebut
dilakukan dalam bentuk pidato-pidato para tokoh bangsa dalam rapat-rapat
akbar yang disiarkan melalui radio dan surat kabar. Kemudian, pada1 juli
1947 terbitkan sebuah buku yang berisikan pidatoo bung karno tentang
lahirnya Pancasila, buku tersebut disertai dengan kata pengantar dari Dr.
K.R.T Radjiman Wedyo-diningrat yang sebagaimana diketahui
sebelumnya beliau menjadi kaito (ketua) Dokuritsu Zyunbi
Tyoosakai(Bandan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan).

Perubahan yang signifikan dalam metode pembudayaan/pendidikan


Pancasila adalah setelah Dekrit Presiden 5 Juli 1956, diterbitkan buku oleh
departemen P dan K, dengan judul manusia dan masyarakat baru Indonesia
(Civics).

Penguatan keberadaan mata kulaih pancasila di perguruan tinggi


ditegaskan dalam pasal 35 dan pasal 2 Undang-Undang Repbulik
Indonesia Nomor 12 Tahun 2012, tentang Pendidikan Tinggi, yang
menetapkan ketentuan bahwa mata kuliah Pendidikan Pancasila wajib
dianut dalam Kurikulum perguruan tinggi yaitu sebagai berikut
1. Pasal 2 menyebutkan bahwa pendidikan tinggi berdarkan Pancasila,
Undang-Undang Dasar Negara Republik 1ndonesia Tahun 1945,
Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka tunggal ika.
2. Pasal 35 ayat (3) menentukan bahwa kurikumlum pendidikan tinggi
wajib memuat mata kuliah Agama, Pancasila, Kewarganegaraan, dan
Bahasa Indonesia

Dengan demikian, pembuatan undang-undang menghendaki agar mata kuliah


Pendidikan Pancasila berdiri sendiri sebagai mata kuliah wajib di perguruan tinggi

2. Tantangan Pendidikan Pancasila


Agar Pancasila menjadi pendorong dan pertunjukan bagi generasi
penurus pemengang estafet kepemimpinan nasioal, maka nilai-nilai
Pancasila harus didirikan kepada para mahasiswa melalui mata kuliah
pendidikan Pancasila.
Adapun tantangan pendidikan pancasila di perguruan tinggi ialah
menentukan bentuk dengan format pembelajarannya agar mata kuliah
pendidikan pancasila dapat diselenggarakan di berbagai program studi
dengan menarik dan efektif. Tantangan ini dapat berasal dari internal
perguruan tinggi berupa sumber daya manusia (dosen) yang bias
membahas materi pancasila dalam hubungan dengan program studi
yang dipilih oleh mahasiswa di perguruan tinggi. Di sampai itu,juga
ada pimpinan perguruan tinggi yang menganggap mata kuliah
pancasila tidak perlu karena tidak berhunganan dengan ekonomi
(produk oriented).
BAB 3

PENUTUPAN

A. KESIMPULAN
Dapat disimpulkan pendidikan pancasila dapat diartikan sebagai
lima dasar yang dijadikan dasar negara serta pandangan hidup bangsa.
Pancasila memiliki beberapa sumber diantaranya sumber historis,
sumber sosiologis, sumber yuridis, dan politik pancasila
Pendidikan pancasila memiliki tantangan dan dinamika. Tantangan
dapat berasal dari internal perguruan tinggi berupa sumber daya manusia
(dosen).
Sedangkan dinamika diawali pada masa awal kemerdekaan,
pembudayaan nilai-nilai tersebut dilakukan dalam bentuk pidato-pidato
para tokoh bangsa dalam rapat-rapat akbar yang disiarkan melalui radio
dan surat kabar. Kemudian, pada1 juli 1947 terbitkan sebuah buku yang
berisikan pidatoo bung karno tentang lahirnya Pancasila, buku tersebut
disertai dengan kata pengantar dari Dr. K.R.T Radjiman Wedyo-diningrat
yang sebagaimana diketahui sebelumnya beliau menjadi kaito (ketua)
Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai(Bandan Penyelidik Usaha Persiapan
Kemerdekaan).

B. SARAN
Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna,
kedepannya penulis akan lebih fokus dan details dalam menjelaskan
tentang makalah di atas dengan sumber - sumber yang lebih banyak yang
tentunga dapat di pertanggung jawabkan.
Untuk saran bisa berisi kritik atau saran terhadap penulisan juga
bisa untuk menanggapi terhadap kesimpulan dari bahasan makalah yang
telah di jelaskan. Untuk bagian terakhir dari makalah adalah daftar
pustaka. Pada kesempatan lain akan saya jelaskan tentang daftar pustaka
makalah.