Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Obesitas atau kegemukan menurut World Health Organization (WHO) didefinisikan sebagai
akumulasi lemak abnormal atau berlebihan yang dapat mengganggu kesehatan. Obesitas
merupakan penyebab terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler).
Populasi dunia sebesar 65% tinggal di negara yang kelebihan berat badan dan dibandingkan
pria yang lebih dari 200 juta ternyata hampir 300 juta wanita mengalami obesitas. Sekitar 2,8
juta orang dewasa meninggal setiap tahun akibat obesitas.Berdasarkan laporan RISKESDAS
tahun 2010 prevalensi tertinggi untuk obesitas di Indonesia adalah di Provinsi Sulawesi Utara
(37,1%), dan yang terendah adalah 13,0% di provinsi Nusa Tenggara Timur. Prevalensi
obesitas cenderung mulai meningkat setelah usia 35 tahun ke atas dan menurun kembali setelah
usia 60 tahun ke atas, baik pada laki-laki maupun perempuan.12 Obesitas memiliki hubungan
yang erat dengan tingginya kejadian penyakit kardiovaskular. Obesitas dapat meningkatkan
kadar trigliserid yang buruk untuk kesehatan jantung dan menurunkan kadar high density
lipoprotein (HDL) yang bersifat kardioprotektif. Selain itu, seiring meningkatnya obesitas,
meningkat juga angka hipertensi.
Obesitas juga dapat menyebabkan disfungsi diastolik dan berhubungan dengan memburuknya
fungsi sistolik. Obesitas juga berkaitan dengan terjadinya proses infamasi dan atero-sklerosis
yang bisa menyebabkan terjadi-nya trombosis dan penyebab terjadinya sindrom koroner akut
yang pada akhirnya nanti dapat meyebabkan eksaserbasi akut menjadi gagal jantung akut.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Ilmu Gizi dan Diet
2. Tujuan Khusus
a.Untuk menambah pengetahuan pengertian Ilmu Gizi dan Diet pada penderita obesitas
b.Untuk mengetahui tentang etiologi pengertian Ilmu Gizi dan Diet pada penderita obesitas
c.Untuk menambah pengetahuan Modifikasi Perilaku untuk Memperomosikan Penurunan
Berat atau Mempertahankan

C. Sistematika Penulisan
Bab I : terdiri dari pendahuluan: latar belakang, tujuan, sistematika penulisan.
Bab II : terdiri dari pembahasan : pengertian, etiologi, Resiko Kesehatan yang Berhubungan
dengan Obesitas, Modifikasi Perilaku untuk Memperomosikan Penurunan Berat atau
Mempertahankan
Bab III : terdiri dari penutup : kesimpulan dan saran
Daftar pustaka.
BAB II
TINJAUAN TEORITIS
A. Pengertian
Obesitas atau kegemukan harus dibedakan dengan keadaan kelebihan berat (overweight) yang
sering dijumpai diantara para atlet olahraga beban atau pada orang-orang tertentu dengan
kerangka
tubuh yang lebih besar. Obesitas yang diukur dengan indeks massa tubuh dapat dibagi menjadi
obesitas perifer dan obesitas sentral atau abdominal berdasarkan lingkaran perut. Bagi orang
Asia, lingkaran perut pada laki-laki harus kurang dari 90 cm sementara pada wanita kurang
dari 80 cm. Jadi, IMT yang melebihi 23 dengan lingkaran perut lebih dari 90 cm pada laki-laki
dan 80 cm pada wanita dapat digolongkan kedalam obesitas abdominal. Obesitas relatif resisten
terhadap intervensi medis, farmakologis ataupun nutrisi, khususnya obesitas abdominal pada
orang-orang yang berusia diatas 40 tahun. Tujuan utama dalam terapi obesitas adalah untuk
memberikan diet yang secara nutrisi memadai dan menentukan asupan kalori/pemakaian energi
pada tingkat yang akan penggalakkan penurunan berat secara bertahap sebesar 2-3
kilogram/bulan. (Hartono,Andry. 2006)

Obesitas Kegemukan berhubungan dengan kelebihan berat badan dari pada berat badan yang
diinginkan. Obesitas berhubungan dengan kelebihan lemak tubuh. Obesitas biasanya
didefinisikan sebagai kelebihan berat lebih dari 120% berat badan ideal (BBI) atau berat badan
yang diinginkan. Ada tiga derat obesitas: (1) Ringan, 120% -140%. BBI, (2) sedang 141%-
200% BBI, (3) berat atau abnormal, lebih dari 200% BBI. (Moore,Mary Courtney. 1997)

B. Etiologi
Penyebab obesitas adalah multifaktor. Faktor-faktor di bawah ini sedikitnya terlibat pada
beberapa kasus obesitas:
1. Genetik: anak-anak dari tua obes cenderung tiga sampai delapan kali menjadi obesitas
dibandingkan dari orang tua berat badan normal, walaupun mereka tidak dibesarkan oleh
orang tua kandungnya.
2. Lingkungan: pengaruh keluarga (mis. Penggunaan makanan sebagai hadia, tidak boleh
makan makanan pencuci mulut sebelum semua makanan di piring habis) membantu
pengembangan kebiasaan makan yang dapay menyebabkan obesitas.
3. Psikologi: makan berlebihan dapat terjadi sebagai respons terhadap kesepian, berduka, atau
depresi: dapat merupakan respons terhadap rangsangan dari luar sepertiiklan makanan atau
kenyataan bahwa ini adalah waktu makan.
4. Fisiologi: enenrgi yang dikeluarkan merunun dengan bertambahnya usia, dan ini sering
menyebabkan peningkatkan berat badan pada usia pertengahan; pada beberapa contoh,
kelainan endokrin seperti hipotiroid bertanggung jawab untuk obesitas.Apa pun penyebab
dasarnya, faktor etiologi primer dari obesitas adalah konsumsi kalori yang dibutuhkan.
(Moore,Mary Courtney. 1997)

Etiologi obesitas sesungguhnya dapat dibagi dua, yaitu: (Hartono,Andry. 2006)


1. Penyebab internal
Yang bisa berupa permasalahan metabolisme (hormonal) atau pencernaan (enzimatik),
2. Permasalahan eksterna
Yang berupa ketidakseimbangan antara diet dan exercise sebagai akibat dari perubahan
gaya hidup serta modernisasi, termasuk berbagai problem psikologis dan aktulisasi diri.
Karena sebagian besar obesitas disebabkan oleh permasalahan eksternal, maka
terapinya memerlukan perbaikan pada ketidakseimbangan diatas. Ada lima hal yang
perlu diperhatikan sebelum terapi obesitas dilakukan, yaitu :
a. Motivasi yang kuat dari pasien sendiri untuk mengatasi permasalahan obesitasnya
b. Dukungan dari keluarga atau orang yang dicintainya
c. Informasi yang benar tentang diet dan exercise
d. Diet rendah kalori gizi seimbang
e. Olahraga aerobik menurut kondisi pasien dan penyakitnya.

C. Resiko Kesehatan yang Berhubungan dengan Obesitas


Obesitas berhungan dengan berbagai risiko kesehatan, yang diiringkaskan dalam tabel
191-1. Risiko kesehatan meningkat secara progresif dengan beratnya derajat obesitas.

Tabel Problem kesehatan yang disebabkan atau diperburuk oleh obesitas


Hal atau tipe masalah Penyakit, Simtom, atau Kesulitan
Hipertensi; penyakit jantung koroner; vena
Kardiovaskular dan resirasi
varikose; sindrom pickwickian.
Non-diabetes melitus tergantung insulin;
Endokrin dan resproduktif
amenore, infertilitas; pre-eklampsia.
Gastrointestinal Kolesistitis dan kolelitiasis; fatty liver
Psikiatri dan sosial Diskriminasi sosial
Osteoartrititis; iritasi dan infeksi kulit,
Muskuloskeletal dan kulit
terutama pada lipatan kulit, striae
Kanker kolon, rektum, prostat,
Keganasan kandundung empedu, buah dada, uterus,
dan ovarium.

D. Pengobatan dan Penatalaksanaan Gizi pada Obesitas


Tujuan dari intervensi adalah: (1) menurunkan lemak tubuh untuk mencapai berat badan
antara 20% berat badan ideal, (2) kembangkan kebiasaan makan yang lebih sehat, (3)
cegah kehilangan massa otot selama penurunan berat badan, dan (4) pertahankan
penurunan berat bafan.

E. Penilaian
Penilaian diringkaskan pada Tabel
Tabel Penilaian pada obesitas dan pengontrolan berat badan
Hal-hal yang dipertahatikan Temuan-temuan yang bermakna
Riwayat
Zat gizi yang biasa dimakan
Meliputi; kebiasaan makan dan jajan;
ukuran porsi; metode penyiapan
makanan (digoreng, ditumis,ditambah
mentega atau margarin sebagai
Faktor-faktor yang memberikan
penyedap), saus, dan minuman ringan
kontribusi terhadap obesitas
(termasuk alkohol)
Kondisi dimana makan terjadi
Penyimpanan catatan dari makanan
membantu seseorang mengetahui
kondisi yang mempengaruhi makan, bila
ini meliputi: denagn siapa orang tersebut
makan (sendirian, atau bersama keluarga
atau teman-teman); dimana dan kapan
makan itu terjadi (dimeja makan, sambil
nonton televisi, ewaktu menyiapkan
makanan, sewaktu belajar); perasaan
yang mempengaruhi makan (kesepian,
membosankan,ansietas atau depresi
terhadap lapar)
Tingkat aktivitas
Meliputi: Ada dua tidaknya jadwal
olahraga yang teratur (jenis, frekuensi,
lamanya, dan intensita); aktivitas yang
diperlukan selama kerja, sekolah, tugas
rumah tangga.

F. Intervensi
Penurunan berat badan dapat dicapai dengan mengkomsusi kalori lebih sedikit daripada
energi yang diperlukan. Metode untuk mencapai penurunan berat badan meliputi diet,
modifikasi perilaku, olahraga, operasi dan obat-obatan dan alat-alat tertentu. Semua hal
ini akan dibahas dalam bab ini.
1. Menentukan sasaran dari berat badan
Pada anak-anak berat badan ideal diperkirakan pada persentil 50 dari berat menurut
tinggi badan pada kartu pertumbuhan (lihat lampiran F). Untuk dewasa, berat badan
ideal dapat ditentukan dengan cara mengambil titik tengah dari tabel berat badan
yang diinginkan.
Berat badan yang tidak lebih 20% dari berat badan ideal biasanya berhubungan
dengan sedikitnya risiko kesehatan. Walaupun demikian, individu obes harus
berpartisipasi dalam menetepkan sasaran berat badan ini. Terutama dengan 120%
dari berat baan ideal dianggap seperti berlebihan.
2. Mempromosikan penurunan berat badan, sambil mempertahankan massa otot
a. Diet seimbang rendah kalori
Diet ini, berdasarkan pada makanan yang biasa dipilih dari semua kelompok
makanan, walaupun kalori rendah, cukup pada semua sat gizi. Diet ini adalah
pilihan yang terbaik pada individu dengan berat badan kurang dari 30%
kelebihan berat dan diijinkan kehilangan sekitar 0,5-1 kg/minggu. 1 kg lemak
tubuh sama dengan sekitar 7000 kkal, jadi penurunan berat badan ini terwujud
dengan mengkosumsi kurang 500-1000 kalori dari keutuhan total kalori yang
diperlukan untuk memenuhi kebutuhan energi sehari.
Untuk menghitung keperluan kalori.
1) Tentukan berat badan ideal dalam kilogram; bila BBI dalam pound, bagi dengan 2,2
2) Untuk memperkirakan kebutuhan kalori setiap hari untuk memperhatikan berat badan,
kalian berat BBI dalam kiogram dengan; 20-25 kkal bila tidak ada aktivitas, atau kali
dengan 30 kkal bila beraktivitas sedang, atau kali 35-50 kkal bila orang beraktivitas berat.
3) Untuk menentukan kalori yang dibutuhkan untuk penurunan berat badan, kurangi 500-
1000 kkal/hari dari kebutuhan kalori yang diperlukan untuk mempertahankan agar dapat
hilang 0,5-1 kg/minggu secara berturut-turut; makan kurang dari 800 kkal/hari anggap diet
sangat rendah kalori (DSRK) dan tidak harus digunakan, kecuali di bawah kontrol dokter.
Penentuan makanan setiap hari (lihat lampiran A) atau daftar penukar makanan ,
dipublikasikan oleh Asosiasi Diabetes Amerika, dapat dipakai untuk merencanakan diet
rendah kalori yang seimbang. Makanan yang rendah lemak dan tinggi karbohidrat adalah
yang diinginkan. Karbohidrat mempunyai kurang dari setengah kalori lemak (per g), dan
metabolisme dari karbohidrat menyebabkan lebih banyak “efek termik” ata hilangnya
panas (dan kehilangan kalori) daripada lemak.
b. Diet sangat rendah kalori
Diet sangat rendah kalori (DSRK) adalah menyiapkan hanya 400-800
kkal/hari. Diet formula khusus (contoh: optifast ) ada di pasaran, dengan
kalori hampir semuanya dalam bentuk proteinkualitas tinggi. Ini terkadang
disebut “protein sparing modified fast”(mempertahankan protein dengan
mengubah secara cepat). Aturan umum yaitu mengikuti diet rendah kalori
untuk 12-16 minggu, diikuti secara bertahap dengan makanan biasa lebih dari
3 minggu atau lebih lama. Pemasukan cairan nonkalori harus sedikitnya 2
liter/hari untuk mencegah dehidrasi. Kehilangan 1,5-2,3 kg/minggu terjadi
pada DSRK, dengan kehilangan lebih banyak pada pria. Diet ini dirancang
untuk mencegah hilangnya massa otot, tetapi ada juga kehilangan massa otot
selama periode diet ini. Karena itu penggunaannya terbatas hanya pada
orang-orang yang sedikitnya kegemukan 30%. Obesitas yang berat tidak
hanya mengandung lemak lebih banyak, tapi juga massa otot lebih besar
dibandingkan individu yang kurang gemuk. Akibatnya obesitas ringan akan
kehilangan lebih banyak massa otot selama pembatasan kalori yang sangat
ketat dibandingkan orang yang obesitas berat.

Diet yang sekarang dipasarkan lebih aman daripada DSRK yang dipasarkan
pada tahun 70-an, yang menyebabkan lebih dari 70 kematian, kebanyakan
akibat atrofi miokard, walaupun demikian, DSRK ini baru dapat dimulai
setelah pasien menjalani pemeriksaan kesehatan termasuk elektrokardiogram,
dan peserta diet harus menjalani pengukuran elektrolit secara teratur dan
sering diperiksa oleh dokter. Diet tanpa supervisi sering mengakibatkan
dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, peningkatan asam urat, kelelahan
hebat, pusing, dan sakit kepala; pada penggunaan DSRK jangka panjang
terdapat potensi disritmia ventrikular, serta terjadi makanan yang berlebihan
setelah menjalani diet yang sangat ketat.
Konseling dan modifkasi perilaku adalah penting, karena setengah sampai
duapertiga dari kehilangan berat akan kembali naik bila tidak menjalani
penyuluhan dan modifikasi perilaku; modifikasi gaya hidup dapat mengurangi
jumlah kenaikan kembali berat badan sekitar sepertiga dari yang hilang.
c. mode diet
Diet yang menjajikan kehilangan berat badan dengan cepat sangat
populer. Sayangnya , diet ini cenderung bukan yang diinginkan karena hal-
hal berikut: (1) makanan tidak cukup nilai gizinya, (2) mereka memerlukan
makanan yang mahal atau persiapan makanan yang banyak memerlukan
waktu, (3) biasanya makanan ini tidak aman untuk kesehatan, (4) cara ini
tidak membantu mengubah kebiasan buruk makan seseorang; karena itu
kehilangan berat akan segera kembali dengan cepat, (5 ) kebanyakan dari
kehilangan berat ini adalah cairan atau massa otot dibandingkan lemak.
Tabel Mode diet penurunan berat badan
Jenis diet Contoh Komentar
Diet tinggi protein Diet scarsdale, dieet Diet-diet ini sangat
“ketogenik” revolusi Dr. Atkins diet rendah karbohidrat
stillman untuk dapat
mengindukdi ketosis:
biasanya
menyebabkan
penurunan berat badan
dengan cepat akibat
diuresis yang
berhubungan dengan
ekskresi keton:
kehilangan berat badan
ini dengan cepat
kembali lagi : diet0diet
ini biasanya rendah
akan zat besi, kalsium
Diet yang Diet Beverly Hills, diet kadang vitamin B2:
tergantung pada grapefruit: diet simeon makanan ini tinggi
makanan tertentu akan lemak jenuh dan
atau hormon yang kolestrol
terkandung untuk
membantu Baik grapfriut atau diet
“pembakaran lainnya atau kombinasi
lemak” atau dari diet ini tidak
mengubah membantu
metabolisme pembakanaran lemak:
diet beverly hills hanya
mengijinkan buah-
buahan tertentu selama
10 hari pertama, lalu
beberapa makanan
lainnya ditambahkan
secara bertahap: diet
ini tidak cukup dalam
protein, zat besi,
kalsium, seng, dan zat
gizi lainnya. Recana
Simeon termasuk
penyuntikan hormon.
HCG (human
chorionik
gonadatropin), dimana
ini dikatakan (belum
tentu benar)
mempercepat
Diet Cambridge; hilangnya lemak, tapi
Carnation Slander, diet 500 kkal/hari yang
cairan Sego; Pillsbury menyertai HCG inilah
Makanan subtitusi Figurine yang bertanggung
(diet minuman atau jawab akan kehilangan
makanan subtitusi berat badan yang
untuk makanan tampak.
biasa)

Diet ini rendah kalori


dan monoton: diet ini
dapat menyebabkan
penurunan berat;
membantu peserta diet
mengubah kebiasaan
makan, dan kehilangan
berat ini dengan cepat
kembali lagi.
3. Modifikasi perilaku
Modifikasi perilaku, berhubungan dengan penurunan diet yang seimbang,
membantu mempromosikan penurunan berat badan yang menetap. Modifikasi
perilaku ini harus merupakan bagian dari semua program penurunan berat badan.
Gambaran utama dari program modifikas perilaku adalah:
a. Monitor diri sendiri: pencatatan olahraga, makanan yang dimakan, dan
emosi dan lingkungan yang mempengaruhi pada waktu mengkomsumsi
makanan untuk memberikan dasar perencanaan untuk perubahan.
b. Kontrol stimulus dan pengelolaan lingkungan: teknik yang didapatkan
untuk membantu mempelajari pemecahan hubungan antara isyarat
lingkungan dan makanan yang dimakan.
G. Modifikasi Perilaku untuk Memperomosikan Penurunan Berat atau Mempertahankan
1. Aturan
a. Kunyah makanan secara perlahan-lahan, dan taruh sendok dan garpu diantara waktu
mengunyah.
b. Jangan ke pasar atau ke toko untuk makanan pada waktu perut kosong.
c. Buatlah daftar apa yang akan dibeli sebelum mulai belanja, dan jangan ditambahkan pada
waktu belanja.
d. Tinggalkan sedikit makanan di piring setelah makan.
e. Isi piring di dapur pada waktu makan, jangan taruh mangkuk terbua dengan maknana
diatas meja.
f. Makanlah hanya pada satu atau dua tempat (contohnya: di dapur dan ruang makan)
g. Jangan makan sewaktu aktivitas lain, seperti nonton televisi.
h. Jangan makan sambil berdiri.
i. Tulis di buku harian kapan dan di manna kamu makan, dan pada keadaan (contohnya,
membosankan, frutasi, ansientas). Waspadalah terhadap problem keadaan ini, dan
subtitusi aktivitas lain untuk makan.
j. Buatlah penganan rendah kalori selalu ada setiap waktu.
k. Beri hadiah pada diri sendiri untuk penurunan berat badan (contohnya, beli baju baru,
pergi ke konser atau berpinik atau jalan-jalan). Buatlah tahap demi tahap untuk mencapai
tahapan penurunan berat badan dengan hadiahnya untuk mencapai sasaran yang
diinginkan.
l. Bila anda melanggar diet ini pada suatu keadaan, jangan gunakan ini untuk
memanfaatkan membatalkan diet ini semuanya, mengakui akan kesalahan yang tejadi, lalu
kembali pada program kontrol berat badan.
m. Bila dihadapkan dengan makanan yang sangat menarik, ingat ini bukanlah waktumu yang
terakhir makan makanan ini. Jadi makanlah dengan porsi yang kecil.
1) Dorongan positif: sistem hadiah untuk mendorong perubahan perilaku
2) Kontak: tanda tangan kontrak antara terapis dan pasien yang meminta bantuan perubahan
perilak, buat garis besar dari akibat-akibat bila berbagai perubahan dibuat atau tidak dibuat.
Akibat dibawah ini memberikan anjuran untuk modifikasi perilaku untuk menurunkan dan
mempertahankan berat badan.
2. Olahraga
Aktivitas yang melibatkan gerakan yang banyak dari otot-otot besar ini mempromosikan
kehilangan lemak sambil mempertahankan massa otot. Untuk mendapat hasil yang terbaik,
peserta diet harus melakukan olahraga 3 hari dalam seminggu, menggunakan sedikitnya 300
kali setiap kali (atau 4 hari/ minggu yang membajar 200 kkal). Energi yang dikeluarkan untuk
bbeberapa jenis olahraga diperlihatkan pada Tabel 5-1.
3. Operasi (penyekatan lambung)
Operasi hanya dianjurkan pada individu obesitas berat atau abnormal dimana gagal
menurunkan berat badan dengan cara konvensional. Penyekatan lambung menciptakan
reservoir kecil (30-60 ml) pada bagian pintas lambung Roux-en Y retrokolika. Lambung
sepenuhnya disekat secara horizontal; jejunum direseksi dari duodenum dan dihubungkan ke
jejunum untuk memungkinkan drainase sekresi usus.
Simal lambung, sehingga membatasi makanan yang dapat sekali dimakan. Pada
gastroplasti (penjepitan lambung) (Gb.19- 1), lambung disekat sehingga ada pembuaan kecil
( 10-12mm ) diantara reservoir dihubungkan dengan jejunom, sehingga memintas lambung
bagian disyal dan duodenum
4. Hasil penyekat lambung
a. 90% dari pasien dari pintas lambung kehilangan paling sedikit 50% dari kelebihan berat badan.
b. Hanya 30-50% pasien akan mencapai berat badan kurang dari 125% berat badan ideal.
c. 90% penurunan berat badan terjadi pada tahun pertama setelah operasi, dan banyak pasien
kembali naik berat badannya setelah 1-2 tahun operasi.
Diet khusus dan modifikasi prilaku diperlukan setelah dilakukab penyekat lambung. Ini akan
dibahas pada bagian pendidikan pasien.
5. Obat-obatan dan alat
Penekan nafu makan seperti fenfluramin (pondimin) kadang diresepkan sebagai pembantu
untuk pengurangan diet. Ketergantungan obat dapat terjadi, dan penurunan berat badan akibat
penggunaan obat ini jarang dapat dipertahankan. Obat-obatan, bila digunakan biasanya
diresepkan 6-8 minggu pertama dari program diet, untuk memudahkan agar pasien terbiasa
dengan kebiasaan makan yang baru.
Gastric bubble adalh plastik yang tidak dapat dikempeskan dan alat ini dimasukan didalam
lambung untuk memenuhi perasaan penuh dan kenyang, digunakan bersamaan dengan diet dan
modivikasi prilaku. 800-100kkal cairan atau diet lunak dimakan selama gelembung plastik ini
ditaruh dilambung. Komplikasi yang terjadi adalah ulkus peptikum, obstruksi pilorus atau usus,
nausea dan vomitus.
H. Pendidikan pasien
Mencapai kehilangan lemak sambil mempertahankan masa otot dan melatih kebiasaan makan,
sehingga penurunan berat badan ini dapat dipertahankan.
Kontrol berat badan merupakan proses seumur hidup. Bila berat badan sudah kurang, maka
perhatikan harus ditunjukan kepada bagaimana mempertahankan berat badan ini. Pasien harus
berpikir mengubah gaya hidup dari pada mengubah cara makan saja untuk kontrol berat badan,
diharapkan pasien tidak kembali pada kebiasaan lama makan atau berat badan akan kembali
naik perubahan ini dicapai melalui diet, olahraga, dan modifikasi prilaku.
1. Diet rendah kalori
Umumnya pasien dewasa dan remaja dapat belajar untuk memakai daftar penukar untuk
merencanakan makanan yang ada dari asosiasi diabetes amerika, yang memungkinkan fleksibel
dan lebih mudah. Dari pada menghitung kalori. Pasien dapat menggunakan prencanaan diet
lainnya yang dijumpai dimajalah-majalah atau buku-buku atau organisasi pendukung lainnya.
Untuk membantu evaluasi rencana diet, para ahli dapt membantu pasien dengan penuntun pada
kontak dibawah ini dianak-anak pra sekolah dan usia sekolah dapt digunakan rencana “lampu
lalulintas”. Makan kurang dari 20kkl/ saji adalah makanan hijau, atau jalanan, dan dapat
dimakan dengan bebas.
Karakteristik program kontrol berat badan yang aman dan efekif.
a. Perencanan diet termasuk lebih dari 800kkal/hari.
b. Perencanaan diet termasuk makanan dari semua kelompok makanan.
c. Tidak dianjurkan produk magik untuk pembakar lemak atau pengurangan nafsu makan.
d. Tuntutan untuk penurunan berat badan tidak boleh lebih dari rata-rata 1kg/minggu.
e. Dianjurkan untuk olahraga.
f. Rencana ini dapat perubahan eprilaku dan kebiasaa.
g. Rencana ini dapat dicocokan pada gaya hidup seseorangan.
h. Biaya rencana ini masuk diakal.

Makan hijau termasuk penyedap dan bumbu dan sebagian besar sayuran seperti asparagus.
kuning adalah makanan utama pada diet: makanan dapat dimakan dengan hati-hati. Contohnya
jagung, ayam bakar, susu skim, dan english muffins. Makanan merah, atau stop yaitu makanan
yang tinggi kalori. Jangan lebih dari 4 sajian makanan merah dalam seminggu. Beberapa
contoh makanan merah adalah remis, buah-buahan dalam sirup kental, ayam goreng, susu
fullcream, dan donat.
Beberapa anjuran yang dapat membantu pasien:
a. Pasien diet harus menimbangan dan mengukur makanan sebagai pembantu dalam
mempelajari dan mengenal ukuran saji.
b. Makana berserat tinggi memerlukan waktu lebih lama untuk dicerna dari pada makan rendah
serat, dan rasa kenyang (penung dan puas) dapat dicapai dengan sedikit kalori bila memakan
makanan berserat tinggi.
c. Lemak adalah sumber kalori yang paling tinggi. Kurang penggunaan lemak, gunakan daging
yang tidak berlemak atau ayam tanpa kulit dan jangan makan lebih dari 6 oz ( sekitar ukuran 2
kartu dek atau 170g)/hari. Rebus, bakar, atau kkus makanan dari pada digoreng. Gunakan
rempah-rempah, bumbu dan air jeruk nipis atau penyedap yang rendah kalori lainnya dari pada
mentega, margarin, minyak zaitun, atau garam babi. Pililah susu skimm dan makana yang
dibuat dari susu skim. Batasi makanan dengan lemak “tersembunyi” seperti donat, pie crust,
crossants,muffins dan roti yang dibuat dengan cepat. Pilihlah es buah, buhan segar, atau kue-
kue yang rendah kalori (gingersnaps newtons) dari pada eskrim, cake, pie, atau kue-kue yang
tinggi kadar lemaknya.
d. Jangan harapkan penurunan berat badan yang cepat dan mudah. Kenaikan berat badan
berlangsung perlahan-lahan, begitu juga penurunan berat badan. Bila tergelincir/gagal jangan
kecewa dan depresi: mulai dengan amkan yang baik dan olahraga.
2. Olahraga
Kebutuhan individu untuk membentuk pengembangan program olahraga yang memenuhi
kriteria pada intervenasi yang dapat dipertahankan untuk masa depan. Selain perencanan
program olahraga, seseorang dapat meningkatkan energi kelurkan selama aktivitas sehari-hari.
Secara khususnya, seseorang dapat memarkir kendaraanya lebuh jauh dari tempat berbelanjan,
berjalan kaki kendaraan lebih jauh dari tempat berbelanja bilamana mungkin, mengunakan
secara sesuatu secara manual dari pada menggunakan alat dengan tenaga listrik, dan
mengunakan tangga dari pada eskalator dan elevator.
3. Modifikasi prilaku
Modifikasi prilaku merupakann hal yang angan penting dalam mempertahankan penurunan
berat badan. Memperlambat kecepatan makan sangan menguntungkan. Pasien harus diajarkan
makan dengan teman atau keluarga dan pembicara waktu makan, meletakan sendok dan garpu
setelah penyap dan mengigi, mengunyah makanan dengan baik, berserat lainnya. Kotak pada
hal.354 menyediakan teknik modifikasi prilaku lainya yang sudah ditemukan sangat
membentu.
Telah ditemukan bahwa beberapa karakteristik gaya hidup dan cara menangulangi masalah
yang lebih sering terdapat pada wanita yang sebelumnya obes yang mempertahankan berat
badan dari pada yang naik berat badannya: lahraga secara teratur, sadar akan kebiasaan makan,
mengunakan dukungan sosial yang ada, menghadapi masalah secara langsung dan
mengunakan secara strategi yang dibuat secara personal untuk menghindari makan berlebihan.
Rencana intervensi prorangan angat penting untuk keberhasilan dari penurunan berat dan
mempertahankannya.
4. Memakan lebih banyak makanan sehat
Individu obes sering dijumpai diet yang buruk, dengan sering tidak makan pagi dan tidak cukup
vitamin dan mineral yang masuk. Kebiasaan makan yang terbentuk, selama penurunan berat
haru diubah kualitas, dietnya dengan cara positif. Pasien harus dianjurkan bahwa:
a. Semua makana dapat dimakan dalam jumlah tidak berlebihan, wakaupun demikinaan,
makanan yang kaya kalori dan sedikit nilai gizi (mentega, margarin, kuah salad, gula pasir,
gula-gula, sirup, jam, dessert, pastries, minuman ringan dan minuman buah) harung dikurangi.
Konsentrasikan pada makanan pada kaya nilai gizi dibandingkan dengan kalori yang diberikan.
b. Individu yang mengkomsumsi kurang dari 1200kkal/hari perlu suplemen vitamin dan mineral
karna kesulitan yang dihadapi untuk mempertahankan cukup niali gizi yang masuk sebanding
dengan pembantasan kalori.
c. Hilangkan gangguan makanan dengan menurunkan berat badan. Ini sering membuat idividu
sangat lapar sehingga dia makan berlebihan pada waktu makan berikutnya. Lebih jauh,
penurunan berat badan umumnya dipermudah dengan membagi kalori yang diijinkan menjadi
beberapa makanan lebih kecil/ hari, dari pada makan dua atau tiga makanan yang berlebihan.
5. Mencari bantuan
Bantuan dan dorongan sangat penting. Keduanya dapat diproleh dari konseling kelompok atau
inidividu melalui depatermen rawat jalan, ahli gizi, atau psikolog pada praktek suwasta, atau
pemimpin kelompok masyarakat. Sumber-sumber bantuan ini dapat dievaluasi dengan
menuntun didalama kotak pada halama 358 (tentang karakteristik program penurunan berat
yang aman dan efektif) anggota keluarga dan teman-teman juga merupakan sumber bantuangn
dan dorongan yang sangat berharga.

I. Pertahankan kebiasaan makan yang baik setelah operasi untuk obesitas


Langkah-langkah berikut ini dapat membantu pasien menerima hasil yang optimal dari operasi
dari sambil menghindari komplikasi:
1. Perubahan prilaku makan selam dua tahun pertama setelah operasi sngat penting. Selama
waktu ini, efek dari operasi mendorong pasien bekerja kerang dengan menurunkan jumlah
makanan yang dapt dimakan tampa gangguan. Setelah titik ini, operasi memberikan
keuntungan lebih sedikit. Pasien harus beradaptasi pada teknik makan dengan lambat (lihat
kotak pada halama 354), hindari makanan pada kalori (lemak,pastry, kembangula dan coklat,
minuman yang manis), makan yang teratur, dengan prosi kecil.
2. Nausea dan vomitus adalah problem yang paling sering terjadi, dan obstruksi dari saluran
pencernan kemungkinan terjadi setelah operasi. Untuk mencegah problem ini maka makanan
pertama yang diberikan adalah makanan cair atau campuran, bubur saring. Setelah 6-8 minggu
pertama setelah operasi, makanan kemudian menjadi makanan lunak lalu makanan biasa.
Pasien harus mengunyah makanan dengan betul, dan makan dengan lambat dan makan dengan
prosi kecil.
3. “dumping sindrom” dengan nausea, lemah, takikardia, dan diare, dapat terjadi pada pasien
dengan pintas lambung keluhan ini dapat dikurangi dengan menghindari minum sewaktu
makan (setela priode operasi) dianjurkan pintas lambung lebih diingkan dari pada gastroplasti
untuk individu yang mengguanakn gula lam jumlah banyak karna mereka akan kehilangan
berat lebih banyak dengan operasi pintas lambunng perbaikan dalam kehilangan berat
kemungkinan akibat dari ”dumping sindrom”.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Obesitas yang diukur dengan indeks massa tubuh dapat dibagi menjadi obesitas perifer dan
obesitas sentral atau abdominal berdasarkan lingkaran perut. Bagi orang Asia, lingkaran perut
pada laki-laki harus kurang dari 90 cm sementara pada wanita kurang dari 80 cm. Jadi, IMT
yang melebihi 23 dengan lingkaran perut lebih dari 90 cm pada laki-laki dan 80 cm pada wanita
dapat digolongkan kedalam obesitas abdominal. Obesitas relatif resisten terhadap intervensi
medis, farmakologis ataupun nutrisi, khususnya obesitas abdominal pada orang-orang yang
berusia diatas 40 tahun. Tujuan utama dalam terapi obesitas adalah untuk memberikan diet
yang secara nutrisi memadai dan menentukan asupan kalori/pemakaian energi pada tingkat
yang akan penggalakkan penurunan berat secara bertahap sebesar 2-3 kilogram/bulan.
(Hartono,Andry. 2006)

B. Saran
1. Mahasiswa-mahasiswi
Mahasiswa dan mahasiswi dapat mengerti tentang pelajaran Ilmu Gizi dan Diet
2. Institusi
Institusi dapat memfasilitasi dengan fasilitas yang memadai sehingga dapat mendukung
tercapainya makalah yang baik dan benar
DAFTAR PUSTAKA

Almatsier,Sunita.2001.Prinsip Dasar Ilmu Gizi.Jakarta:Gramedia Pustaka Utama


Hartono,Andry.2006.Terapi Gizi dan Diet Rumah Sakit.Jakarta:EGC
Moore,Mary Courtney.1997.Buku Pedoman Terapi Diet dan Nutrisi.Jakarta:Hipokrates