Anda di halaman 1dari 11

LATIHAN SOAL UJIAN SERTIFIKASI PBJP

TRY OUT SOAL UJIAN SERTIFIKASI PENGADAAN BARANG / JASA PEMERINTAH


TINGKAT DASAR

A. TIPE SOAL BENAR / SALAH (Jika Benar Point 2)

1. Sanggahan mengenai ketidakpuasan atas pengumuman pemenang penyedia barang/jasa ditujukan


kepada Pejabat Pembuat Komitmen. (S)
2. Ruang lingkup pengadaan Barang/Jasa yang diatur oleh Perpres 16 tahun 2018 mengatur hanya
untuk pengadaan barang/jasa yang dananya bersumber dari APBN/APBD. (S)
3. Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa dapat dilakukan melalui Swakelola kepada koperasi usaha
kecil. (S)
4. Pengguna Anggaran berwenang mengusulkan pelaku usaha sebagai penyedia untuk pengadaan
dengan metode pengadaan langsung jasa konsultansi. (S)
5. Pejabat Pembuat Komitmen berwenang menetapkan pemenang tender untuk pekerjaan di bawah
Rp. 100 miliar. (S)
6. Pejabat Pengadaan dapat melakukan pengadaan langsung dengan metode pembelian atau
pembayaran langsung atas pengadaan yang bukti perikatannya berupa Surat Perintah Kerja. (S)
7. Pejabat Pembuat Komitmen menetapkan pejabat pengadaan untuk pengadaan s.d Rp. 200 juta.
(S)
8. Pokja Pemilihan menerbitkan Surat Penunjukan Penyediaan Barang/Jasa (SPPBJ) setelah masa
sanggah selesai dan tidak ada sanggahan yang masuk. (S)
9. Anggota Pokja Pemilihan berjumlah gasal beranggotakan paling kurang satu orang dan dapat
ditambah sesuai dengan kompleksitas pekerjaan. (S)
10. PPHP melakukan penerimaan hasil pekerjaan berdasarkan dokumen kontrak yang diterima oleh
Penyedia. (S)
11. Kontrak merupakan perjanjian tertulis antara Pejabat Pembuat Komitmen dengan Penyedia
Barang/Jasa (B)
12. Pokja Pemilihan memilih penyedia yang sedang melaksanakan pekerjaan sejenis radius lokasi
terdekat untuk pengadaan dengan metode penunjukan langsung. (S)
13. Proses pascakualifikasi menghasilkan daftar calon Penyedia Barang atau daftar pendek calon
Penyedia Jasa Konsultasi. (S)
14. Pokja Pemilihan tidak berhak menetapkan pemenang untuk pengadaan jasa konsultansi di atas Rp.
10 miliar. (B)
15. Penunjukan penyedia untuk pengadaan atas kondisi darurat bencana senilai Rp. 200 juta dilakukan
oleh Pejabat Pembuat Komitmen. (B)
16. Pemilihan penyedia dalam pengadaan Jasa Lainnya pada prinsipnya dilakukan melalui metode
tender. (S)
17. Dalam melaksanakan pengadaan dengan sistem tender, Pokja Pemilihan harus menyiapkan
dokumen pemilihannya. (B)
18. Pengadaan langsung untuk pekerjaan konstruksi dilakukan apabila waktu yang tersedia tidak
mencukupi untuk dilakukan tender. (S)
19. Dalam tender secara prakualifikasi, semua peserta tender yang mendaftar dapat memasukan
penawaran. (S)
20. Prinsip transparan dalam pengadaan diwujudkan dengan tidak boleh dihalanginya setiap
perusahaan yang memiliki kemampuan menyediakan barang/jasa, untuk mengikuti petenderan. (S)
21. Penentuan cara pengadaan, apakah menggunakan penyedia atau dengan swakelola diputuskan
pada saat menyusun rencana pengadaan. (B)
L-01 1
LATIHAN SOAL UJIAN SERTIFIKASI PBJP

22. Prinsip dasar dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah adalah efisien, efektif,
transparan, terbuka, bersaing, adil, akuntabel, dan mengutamakan produksi dalam negeri. (S)
23. Pelanggaran oleh pelaku usaha peserta tender berupa terjadinya persekongkolan dikenakan daftar
hitam selama 2 tahun. (B)
24. Pokja Pemilihan dapat mempersyaratkan peserta tender harus memiliki kartu tanda anggota
asosiasi tertentu untuk menjamin penyedia tersebut berkinerja baik. (S)
25. Perguruan tinggi negeri tidak boleh mengikuti seleksi jasa konsultansi. (B)

B. TIPE SOAL PILIHAN GANDA (Jika Benar Point 3)

26. Pengumuman rencana umum pengadaan barang / jasa menjadi tanggungjawab :


a. KPA √
b. PPK
c. ULP
d. PPHP

27. Pengadaan Jasa konsultansi yang menggunakan evaluasi kualitas dan biaya, penyampaian
penawaran yang digunakan :
a. Satu file
b. Dua file √
c. Tiga file
d. Dua tahap

28. Pengadaan dengan cara swakelola Kelompok Masyarakat Pelaksana Swakelola, paling tepat
dilakukan untuk pengadaan:
a. Mesin-mesin pertanian kelompok tani
b. Rehab ringan posyandu √
c. Pembangunan Masjid baru
d. Pembetonan jalan lingkungan

29. Pengguna Anggaran tidak menetapkan perencanaan pengadaan tentang:


a. Penganggaran
b. Cara pengadaan
c. Evaluasi Penawaran √
d. Jadwal Pengadaan

30. Pekerjaan Konstruksi yang spesifikasi teknis atau volumenya dapat dinyatakan secara jelas serta
tidak melalui perhitungan penilaian teknis dalam Dokumen tender, maka penyampaian
dokumennya menggunakan:
a. Satu file √
b. Dua file
c. Tiga file
d. Dua tahap

31. Metode evaluasi penawaran dalam pemilihan Penyedia Barang menggunakan antara lain:
a. Metode evaluasi berdasarkan biaya terendah
b. Metode evaluasi berdasarkan kualitas dan biaya
c. Metode evaluasi berdasarkan Pagu Anggaran
d. Metode evaluasi berdasarkan sistem nilai √

L-01 2
LATIHAN SOAL UJIAN SERTIFIKASI PBJP

32. Metode evaluasi penawaran dalam pemilihan Penyedia Jasa Konsultansi dapat dilakukan dengan
menggunakan antara lain ;
a. Sistem gugur
b. Sistem kualitas √
c. Sistem nilai
d. Sistem penilaian biaya selama umur ekonomis

33. Kontrak berdasar jumlah harga pasti dan tetap dalam batas waktu tertentu adalah:
a. Kontrak harga satuan
b. Kontrak lumsum √
c. Kontrak payung
d. Kontrak gabungan

34. Tanda bukti kontrak untuk Jasa Konsultansi dengan nilai Rp. 40.000.000,00 adalah ;
a. Kuitansi
b. Surat Perjanjian
c. SPPBJ
d. SPK √

35. Evaluasi kualifikasi untuk tender Pengadaan Alat pertanian dilakukan dengan metode:
a. Sistem gugur √
b. Sistem nilai
c. Sistem kualitas
d. Sistem kualitas dan biaya

36. Pengguna Anggaran berwenang :


a. Menetapkan spesifikasi teknis Barang/Jasa
b. Mengumumkan Rencana Umum Pengadaan √
c. Menetapkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS)
d. Menyusun Rancangan kontrak

37. Penilaian kualifikasi untuk pekerjaan sederhana pembangunan pasar tradisional dengan nilai Rp.1
Milyar dilakukan dengan metode:
a. Sistem gugur √
b. sistem nilai
c. Sistem kualitas
d. Sistem pembobotan

38. Untuk pengadaan pekerjaan konstruksi pembangunan irigasi senilai Rp. 800 juta, batas tertinggi
penawaran adalah:
a. Pagu anggaran
b. HPS √
c. RAB
d. 80 % dari HPS

39. Preferensi harga memperhitungkan, kecuali :


a. Harga penawaran penyedia
b. TKDN
c. Pembobotan nilai teknis barang √
d. Koefisien Preferensi

L-01 3
LATIHAN SOAL UJIAN SERTIFIKASI PBJP

40. Pekerjaan yang menggunakan peralatan yang didesain khusus dan/atau pekerjaan yang sulit
didefinisikan secara teknis cara memenuhi kebutuhan dan tujuan pengadaan merupakan
karakteristik pekerjaan :
a. Turnkey
b. Kompleks √
c. Industri kreatif
d. Makro

41. Bagian tugas PPK dalam menetapkan persiapan pengadaan adalah, kecuali :
a. Spesifikasi teknis
b. Kerangka Acuan Kerja
c. Pagu Anggaran √
d. Penetapan pemberian uang muka

42. Yang bukan merupakan fungsi atau kegunaan HPS adalah :


a. pedoman dalam menetapkan besaran nilai Jaminan Penawaran untuk harga penawaran yang
lebih rendah dari 80% HPS. √
b. menilai kewajaran harga satuan
c. menetapkan batas tertinggi penawaran yang sah dalam pekerjaan Jasa Lainnya
d. pedoman dalam menentukan nilai jaminan sanggah banding.

43. Nilai jaminan sanggah banding sebesar :


a. 5 % dari HPS.
b. 5 % dari Kontrak
c. 1-3 % dari HPS
d. 1% dari HPS. √

44. Pihak yang berwenang menambah persyaratan kualfikasi pelaku usaha untuk mengikuti tender
adalah:
a. Pengguna Anggaran.
b. Pejabat Pembuat Komitmen
c. Pejabat Pengadaan.
d. Pokja Pemilihan √

45. Pokja Pemilihan dapat melakukan penunjukan langsung untuk pengadaan dalam hal Tender/
Seleksi ulang gagal dengan ketentuan :
a. kebutuhan sudah dapat ditentukan jumlahnya
b. Waktu mendekati perubahan anggaran
c. Harus mendapat persetujuan tertulis PA/KPA √
d. Tender/seleksi pertama gagal

46. Tugas Penyelenggara Swakelola yang tepat adalah :


a. Tim Perencanaan memiliki tugas menyusun sasaran, rencana kegiatan, jadwal pelaksanaan,
dan rencana biaya.
b. Tim Persiapan memiliki tugas menyusun sasaran, rencana kegiatan, jadwal pelaksanaan,
mencatat penyerapan anggaran dan rencana biaya.
c. Tim Pelaksana memiliki tugas melaksanakan, mencatat, mengevaluasi, dan melaporkan secara
berkala kemajuan pelaksanaan kegiatan dan penyerapan anggaran. √
d. Tim Pengawas memiliki tugas mengawasi persiapan dan pelaksanaan fisik, mengawasi
persiapan dan pelaksanaan administrasi, dan melaporkan secara berkala kemajuan
pelaksanaan.
L-01 4
LATIHAN SOAL UJIAN SERTIFIKASI PBJP

47. Hal yang bukan menjadi tanggungjawab penyedia sesuai dengan jenis pekerjaannya dalam
pelaksanaan kontrak adalah :
a. Ketepatan kualitas ketika anggaran sudah ditetapkan dalam DIPA/DPA
b. ketepatan perhitungan jumlah atau volume sesuai dengan perubahan kontrak
c. ketepatan waktu barang tercatat dalam pembukuan asset √
d. ketepatan lokasi penyerahan barang

48. Jika nilai kontrak pekerjaan konstruksi pembangunan kantor sebesar Rp17 Milyar dan Nilai HPS
sebesar Rp20 Milyar, maka nilai jaminan pelaksanaan sebesar
a. 1-3% dari nilai HPS
b. 1-3% dari nilai Kontrak
c. 5% dari nilai Kontrak √
d. Tidak diperlukan

49. Besaran uang muka yang akan dibayarkan kepada penyedia barang/jasa ditetapkan oleh:
a. Pengguna Anggaran.
b. Pejabat Pembuat Komitmen √
c. Pejabat Pengadaan.
d. Pokja Pemilihan

50. Prakualifikasi dilaksanakan pada pelaksanaan pemilihan sebagai berikut:


a. Tender Pekerjaan Konstruksi dengan nilai relatif besar;
b. Seleksi Jasa Konsultansi Perorangan dalam kasus hukum yang masuk isu nasional;
c. Penunjukan Langsung Pengadaan Barang. √
d. Pengadaan dengan evaluasi kualifikasi Sistem pembobotan dengan ambang batas untuk
Penyedia Jasa Lainnya.

51. Ketentuan penggunaan Tenaga Ahli dalam pelaksanaan Swakelola tipe II:
a. Maksimal 50% dari jumlah tim pelaksana.
b. Menggunakan ahli pada atau yang dipilih oleh Lembaga Pelaksana swakelola. √
c. PPK melakukan pemilihan tenaga ahli.
d. Tenaga ahli menjadi penanggungjawab dalam pelaksanaan swakelola

52. Hal yang bukan merupakan tahapan dalam pelaksanaan seleksi adalah :
a. Pelaksanaan Kualifikasi dan Undangan
b. Pendaftaran, Pengambilan Dokumen Pemilihan, dan Pemberian Penjelasan
c. Penyampaian dan Evaluasi Dokumen Penawaran
d. Pengumuman Pemenang, Sanggah, dan Sanggah banding √

53. Seleksi dinyatakan gagal dalam hal, kecuali :


a. terdapat kesalahan dalam proses evaluasi;
b. tidak ada peserta yang menyampaikan dokumen penawaran
c. peserta yang lulus evaluasi penawaran kurang dari 3 (tiga) pada seleksi pertama √
d. ditemukan kesalahan dalam Dokumen Pemilihan

54. Pihak yang bukan pelaksana penelitian dalam pengadaan barang/jasa pemerintah adalah :
a. Individu non-Pegawai Aparatur Sipil Negara
b. Perangkat Daerah
c. Negara pemberi pinjam / hibah √
d. Ormas
L-01 5
LATIHAN SOAL UJIAN SERTIFIKASI PBJP

55. Dalam pemasangan tiang pancang dari pondasi yang belum dapat dipastikan kedalamnya dan
dilanjutkan dengan pembangunan gedung, maka kontrak yang digunakan adalah:
a. Harga satuan dan lumsum √
b. Harga satuan
c. Lumsum
d. Presentase

56. Dalam menyusun HPS, kecuali :


a. Memperhitungkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
b. Memperhitungkan Keuntungan dan biaya overhead yang dianggap wajar bagi penyedia
c. Tidak memperhitungkan Pajak Penghasilan (PPh) penyedia
d. Digunakan sebagai dasar perhitungan kerugian negara dalam pemenuhan prinsip
pengadaan√

57. Metode pemilihan penyedia Pengadaan barang pada proses pengadaan adalah, kecuali:
a. Penunjukan Langsung
b. Pengadaan Langsung
c. Tender cepat
d. Seleksi √

58. Pokja Pemilihan memilih metode evaluasi penawaran untuk pengadaan mesin pertanian adalah:
a. Evaluasi sistem nilai √
b. Evaluasi Adminsitrasi
c. Evaluasi Teknis
d. Evaluasi Harga

59. Pokja Pemilihan menyusun dan menetapkan Dokumen Pemilihan yang terdiri dari, kecuali:
a. Dokumen Kualifikasi
b. Rancangan Surat Perjanjian
c. Adendum Dokumen Kontrak √
d. Dokumen seleksi

60. Apabila terjadi force majeur atau kahar yang berpengaruh kepada pelaksanaan kontrak:
a. Dibuat addendum kontak √
b. PPK memberikan ganti rugi kepada penyedia barang/jasa
c. Kontrak batal demi hukum
d. PPK memutuskan kontrak secara sepihak

61. Yang bukan merupakan tugas Pokja Pemilihan adalah:


a. Menetukan metode evaluasi penawaran
b. Menyusun rencana pemilihan Penyedia
c. Menyusun dokumen pemilihan
d. Menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia. √

62. Pokja Pemilihan tidak dapat dipengaruhi oleh siapapun termasuk atasannya yang menghendaki PT.
ABC jadi pemenang. Ini berarti Pokja Pemilihan menerapkan prinsip dasar:
a. Efisien
b. Efektif
c. Transparan
d. Adil √
L-01 6
LATIHAN SOAL UJIAN SERTIFIKASI PBJP

63. Dalam metode penyampaian dokumen untuk jasa lainnya yang memerlukan penyetaraan teknis
dilakukan dengan:
a. Dua tahap √
b. Sistem kualitas
c. Sistem gugur
d. Dua file

64. Kontrak pengadaan fasilitas penunjang pendidikan seperti alat peraga pendidikan dengan nilai Rp.
500juta, lebih tepat menggunakan jenis kontrak:
a. Gabungan lumsum dan harga satuan
b. Waktu penugasan
c. Lumsum √
d. Harga satuan

65. Agar pelaksanaan pekerjaan bisa terlaksana dengan baik, maka saat penyusunan dokumen
pemilihan harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a. Mengacu dokumen standar sesuai dengan jenis pengadaan √
b. Spesifikasi dibuat sesuai dengan brosur barang yang diinginkan
c. Menggunakan dokumen yang sama untuk semua jenis pengadaan
d. PPK mengesahkan dokumen pengadaan yang sudah diperiksa

66. Jika dalam pelaksanaan kontrak pembangunan drainase digunakan kontrak harga satuan, maka
apabila dalam pelaksanaannya jumlah pintu air besi berubah menjadi 210 buah dari jumlah awal
dalam kontrak 200 buah, Maka jumlah yang dibayar oleh PPK untuk pengerjaan pintu air tersebut
adalah:
a. Hasil negosiasi kontrak
b. 200 pintu
c. 205 pintu
d. 210 pintu √

67. Pekerjaanyang tidak dapat dilaksanakan dengan cara swakelola adalah:


a. Perbaikan jalan
b. Pengadaan ATK √
c. Pembangunan jembatan
d. Pembangunan jalan

68. Pengadaan jasa pengiriman barang pemerintah termasuk dalam pengadaan:


a. Pengadaan barang
b. Pengadaan pekerjaan konstruksi
c. Pengadaan jasa lainnya √
d. Pengadaan jasa konsultansi

69. Berikut ini ketentuan yang mengatur masalah uang muka:


a. Penyedia yang mendapatkan uang muka harus menyerahkan jaminan uang muka 5% dari nilai
uang muka yang diberikan
b. Besaran uang muka untuk usaha non kecil adalah 30 % dari nilai kontrak
c. Penyedia yang mendapatkan uang muka harus menyerahkan jaminan uang muka 100% dari
nilai uang muka yang diberikan √
d. Besaran uang muka untuk jasa konsultansi sebesar 30 % dari nilai kontrak

L-01 7
LATIHAN SOAL UJIAN SERTIFIKASI PBJP

70. Kontrak yang memerlukan jaminan pelaksanaan, kecuali :


a. Pengadaan ATK dengan nilai Rp 500 Juta
b. Pekerjaan Rehabilitasi Gedung Sekolah Dasar dengan nilai Rp. 250 Juta
c. Pekerjaan spesifik yang hanya dapat dilaksanakan oleh satu penyedia barang/jasa bernilai di
atas Rp 200 Juta
d. Pekerjaan Jasa Konsultansi dengan nilai di atas Rp 2,5 Milyar √

71. Dalam Pelaksanaan Swakelola dengan Instansi Pemerintah Lainnya, siapa yang harus
menandatangani kontrak pelaksanaan?
a. PA dengan PPK
b. PPK dan Ketua Tim Pelaksana √
c. Pimpinanan Instansi Lainnya dan PA/KPA
d. Ketua Tim Pelaksana dan Kelompok Kerja

72. Untuk menjamin suatu pekerjaan dilaksanakan oleh peserta penyedia sesuai kualitas yang
diharapkan, maka dalam tahap evaluasi penawaran, Pokja Pemilihan :
a. Membandingkan antara spesifikasi yang ditetapkan oleh PPK dengan penawaran penyedia√
b. Tidak akan menerima pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi dalam kontrak
c. Akan memasukkan penyedia dalam daftar hitam apabila melanggar kontrak
d. Menggugurkan penawaran di bawah 80 % HPS

73. Sanggah banding ditujukan kepada:


a. PPK;
b. KPA; √
c. Pokja Pemilihan;
d. APIP

74. Tender pengadaan 50 (lima puluh) Traktor dengan metode evaluasi sistem nilai, menghasilkan
ranking penawaran berdasarkan:
a. Penawaran terendah yang memenuhi persyaratan teknis dan administrasi
b. Penawaran dengan nilai teknis tertinggi diantara yang memenuhi syarat teknis dan administrasi
c. Penawaran dengan persyaratan teknis terbaik diantara yang memenuhi syarat √
d. Penawaran dengan penilaian teknis dan harga tertinggi.

75. Metode evaluasi dengan metode pagu anggaran paling tepat digunakan untuk pekerjaan:
a. Penyusunan kebijakan tata kota
b. Pengadaan meubeleir sekolah dasar
c. Manajemen konstruksi pembangunan bandara internasional
d. Perencanaan bangunan 1 lantai √

76. Jenis pengadaan yang diperbolehkan permintaan berulang (repeat order) ?


a. Pengadaan barang
b. Pengadaan jasa konstruksi
c. Pengadaan jasa konsultansi √
d. Pengadaan jasa lainnya

77. Hal-hal dibawah ini yang dapat menyebabkan tender gagal adalah?
a. Kesalahan evaluasi penawaran √
b. Penawaran yang lulus hanya 1 peserta
c. Penawaran peserta dibawah HPS
d. Penawaran peserta yang lulus hanya 2 peserta
L-01 8
LATIHAN SOAL UJIAN SERTIFIKASI PBJP

78. Pihak yang memiliki kewenangan menetapkan paket pengadaan dari lokasi yang tersebar pada
suatu wilayah :
a. KPA √
b. PPK
c. Pokja Pemilihan
d. APIP

79. Ketentuan yang terkait dengan jaminan pelaksanaan adalah :


a. Jaminan pelaksanaan hanya boleh diterbitkan dari bank
b. Untuk pengadaan konstruksi Rp 200 juta wajib menggunakan jaminan pelaksanaan dengan
nilai minimal Rp. 10 juta.
c. Jaminan pelaksanaan besarnya adalah 5% dari nilai penawaran terendah terevaluasi, yang
ditunjuk sebagai pemenang. √
d. Jasa konsultansi pembangunan gedung 3 lantai senilai 10 Milyar, jaminan pelaksanaannya
sebesar Rp. 500 juta.

80. Dalam pelaksanaan Diklat yang dilaksanakan sendiri oleh penangggung jawab anggaran, maka
pengadaan ATK untuk peserta dilakukan dengan cara ?
a. Swakelola
b. E-Purchasing untuk yang tersedia dalam katalog elektronik √
c. Kemitraan dengan koperasi pegawai
d. Dapat menggunakan instansi pemerintah lainnya

C. TIPE SOAL PILIHAN GANDA – KASUS (Jika Benar Point 4)

81. Berikut ini adalah ketentuan dalam pembayaran prestasi kerja untuk pelaksanaan pembangunan
gedung kantor dengan nilai Rp. 7,5 M dan diketahui bahwa penyedia secara formil melakukan sub
kontrak pada beberapa bagian pekerjaan, kecuali:
a. Jika penyedia tidak mengambil retensi pembayaran, maka dapat menyerahkan Jaminan
Pemeliharaan Pekerjaan Konstruksi sebesar 5% dari nilai kontrak. √
b. Pembayaran prestasi pekerjaan diberikan kepada Penyedia setelah dikurangi angsuran
pengembalian uang muka, retensi, dan denda.
c. Material konstruksi yang sudah didatangkan namun belum terpasang belum dapat dinilai
sebagi prestasi pekerjaan yang dapat dibayarkan.
d. Dalam hal Penyedia menyerahkan sebagian pekerjaan kepada subkontraktor, permintaan
pembayaran harus dilengkapi bukti pembayaran kepada subkontraktor sesuai dengan realisasi
pekerjaannya.

82. Karena proses penetapan anggaran terlambat, maka waktu pelaksanaan kontrak berkurang,
sehingga pekerjaan yang harus selesai pada pertengahan bulan Desember tidak bisa diselesaikan.
Langkah apa yang harus diambil oleh PPK ?
a. Memutus kontrak dan membayar pekerjaan yang sudah selesai, sedangkan sisa pekerjaan
akan ditenderkan dengan menggunakan anggaran tahun berikutnya.
b. Memperpanjang kontrak meskipun melampaui tahun anggaran.
c. Membuat kontrak baru dengan penunjukan langsung untuk sisa pekerjaan
d. Menyesuaikan jenis/item dan volume pekerjaan dengan waktu pelaksanaan yang tersedia. √

83. Dalam penyusunan dan penetapan perencanaan pembangunan bendungan yang melewati 2
kabupaten, Kepala Daerah pemrakarsa pembangunan menegaskan agar proses Pengadaan
L-01 9
LATIHAN SOAL UJIAN SERTIFIKASI PBJP

Barang/Jasa dilaksanakan dengan memperhatikan aspek berkelanjutan. Aspek berkelanjutan yang


perlu diatur oleh PA/KPA/PPK dalam hal ini adalah, kecuali :
a. Bendungan hendaknya dibangun dengan memperhatikan pengurangan dampak negatif
terhadap penggunaan sumber daya alam.
b. Perencanaan teknis harus mengkaji biaya produksi barang/jasa sepanjang usia barang/jasa
tersebut.
c. Optimalisasi dan prioritas pada kompetisi melalui skema tender yang terbuka dan bersaing. √
d. Persyaratan pelaksanaan pekerjaan yang disusun harus mempertimbangkan pemberdayaan
usaha kecil, jaminan kondisi kerja yang adil, dan pemberdayaan komunitas/usaha lokal.

84. Dalam Pengadaan Barang/Jasa, Kepala Dinas Perhubungan selaku Pengguna Anggaran di salah
satu kabupaten memiliki peran untuk memperluas peran serta usaha kecil. Bentuk kewenangan
Kepala Dinas dalam hal ini adalah :
a. Penetapan pemaketan dilakukan dengan menetapkan sebanyak-banyaknya paket untuk usaha
kecil dengan metode pengadan langsung yang mudah dan tepat untuk pemberdayaan
komunitas/usaha lokal.
b. Menetapkan nilai paket Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya paling banyak
Rp2,5 Miliar, dicadangkan dan peruntukannya bagi usaha kecil, dan di atas Rp2,5 Miliar untuk
usaha non kecil.
c. Pengguna Anggaran membuat katalog elektronik dan memperluas peran serta usaha kecil
dengan mencantumkan barang/jasa produksi usaha kecil dalam katalog elektronik.
d. Menetapkan perencanaan pengadaan yang menegaskan penyedia usaha non-kecil yang
melaksanakan pekerjaan melakukan kerja sama usaha dengan usaha kecil dalam bentuk
kemitraan atau subkontrak. √

85. Kementerian wajib mengoptimalkan penggunaan produk dalam negeri, termasuk rancang bangun
dan perekayasaan nasional. Demikian pula halnya jika Kementerian ABC memiliki alokasi APBN
untuk pengadaan dalam pemenuhan sarana dan prasarana perkantoran yang diarahkan memenuhi
skema menggunakan produk dalam negeri dan yang ramah lingkungan. Bentuk kebijakan yang
mendukung penggunaan produk dalam negeri di kementerian tersebut adalah ?
a. Kewajiban penggunaan produk dalam negeri jika terdapat peserta yang menawarkan
barang/jasa dengan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri ditambah nilai Bobot Manfaat
Perusahaan paling tinggi 40%
b. Mencantumkan ketentuan Kewajiban penggunaan produk dalam negeri dalam RUP, spesifikasi
teknis/KAK, dan Dokumen Pemilihan. √
c. Tidak mempergunakan seluruh pengadaan barang impor atas rencana pemenuhan sarana dan
prasarana perkantoran.
d. Menerapkan kebijakan Preferensi harga diberikan terhadap barang/jasa yang memiliki TKDN
paling rendah 25%.

86. Pada saat pelaksanaan kontrak, PPK menemukan perbedaan antara kondisi lapangan pada saat
pelaksanaan dengan gambar yang telah ditentukan dalam dokumen Kontrak. Kondisi tersebut
terjadi dikarenakan adanya tuntutan bersama masyarakat di lokasi kegiatan untuk muncul
pekerjaan baru. Atas kondisi ini PPK bersama Penyedia dapat segera melakukan perubahan
kontrak, yang meliputi kecuali:
a. menambah atau mengurangi volume yang tercantum dalam Kontrak
b. menambah dan/atau mengurangi jenis kegiatan yang tercantum dalam Kontrak
c. penambahan anggaran √
d. mengubah spesifikasi teknis sesuai dengan kondisi lapangan

L-01 10
LATIHAN SOAL UJIAN SERTIFIKASI PBJP

87. Dalam suatu dokumen anggaran telah ditetapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan selaku PA
beberapa paket pekerjaan antara lain :
1) Satu paket pekerjaan konstruksi pembangunan ruang belajar, ruang laboratorium, dan pagar
dalam suatu lokasi yang sama dengan nilai total Rp. 2,4 Miliar ditujukan untuk usaha kecil:
2) Satu paket pengadaan laboratorium fisika senilai Rp. 800 juta untuk usaha kecil:
3) Satu paket pengadaan buku dengan nilai Rp. 700 juta untuk usaha kecil.
Dalam pemaketan tersebut terdapat beberapa alternatif seperti di bawah ini. Mana yang paling
tepat?
a. Rencana paket-paket yang disusun olah PA sudah tepat karena terdiri dari tiga paket yang
masing-masing dapat diikuti usaha kecil. √
b. Rencana di atas telah benar kecuali untuk paket alat-alat laboratorium yang mengingat sifat
pekerjaannya mestinya harus dapat juga diikuti oleh usaha bukan kecil.
c. Paket pekerjaan konstruksi mestinya dipecah menjadi tiga paket, serta paket alat-alat
laboratorium hanya untuk usaha kecil.
d. Paket pekerjaan konstruksi dipecah menjadi tiga paket, serta paket alat-alat laboratorium
terbuka juga untuk usaha bukan kecil.

88. Bappeda pada suatu provinsi mempunyai kegiatan kajian dan penyusunan master plan
pembangunan kawasan wisata daerah yang rencananya akan dilaksanakan dengan dengan cara
swakelola oleh Fakultas Teknik Jurusan Pembangunan Wilayah dan Kota Universitas Negeri
Setempat (FT-UNS). Langkah yang sebaiknya diambil oleh Bappeda tersebut adalah:
a. Membuat surat penunjukan kepada FT-UNS untuk melaksanakan kegiatan secara swakelola
dan dibuat kontrak swakelola antara Kepala Bappeda dengan Pimpinan FT-UNS.
b. Melakukan proses seleksi secara terbuka dengan mengumumkan di LPSE dan meminta FT-
UNS untuk mendaftar.
c. Membuat surat menawarkan pekerjaan tersebut yang dilampiri Kerangka Acuan Kerja (KAK),
jadwal, dan rencana anggaran biaya kepada FT-UNS, setelah dicapai kesepakatan dapat
dibuat kontrak antara PPK dengan Pelaksana FT-UNS. √
d. Membuat surat keputusan yang menunjuk Tenaga Ahli yang berasal dari FT-UNS sebagai
pelaksana swakelola tersebut.

89. Pada bulan Agustus 2018, Pokja pemilihan sedang melakukan tender pekerjaan jasa konstruksi
pembangunan puskesmas senilai Rp.4 Miliar yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dengan
waktu pelaksanaan selama 4 bulan. Tender pertama ada tiga penawaran yang masuk dan semua
gugur saat evaluasi teknis. Tender ulang ada 2 penawaran yang dan gugur di evaluasi harga.
Waktu untuk tender ulang tidak mencukupi namun waktu untuk pelaksanaan mencukupi.
Rekomendasi untuk kondisi pengadaan tersebut adalah?
a. KPA menetapkan penunjukan langsung √
b. Dengan dasar darurat maka PPK dapat melakukan penunjukan langsung penyedia
c. Pokja Pemilihan melakukan tender cepat
d. Dilakukan swakelola

90. Dalam kegiatan pembangunan jalan kabupaten telah ditetapkan pagu anggaran sebesar Rp 800
juta. Sebelum tender terjadi kenaikan BBM yang menyebabkan harga barang di pasaran
mengalami kenaikan yang sangat besar, sehingga HPS melebihi pagu anggaran yang tersedia.
Dalam hal ini, Pokja Pemilihan sebaiknya:
a. Mengusulkan untuk dilakukan revisi anggaran dengan perubahan ruang lingkup pekerjaan √
b. Tetap melanjutkan proses pengadaan dengan pagu dana yang tersedia
c. Menunda proses pengadaan sampai harga barang kembali stabil
d. Melanjutkan proses pengadaan dengan penghitungan HPS berdasarkan data harga barang
saat penyusunan anggaran.
L-01 11