Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Profesi Gizi adalah suatu pekerjaan di bidang gizi yang dilaksanakan


berdasarkan suatu keilmuan (body of knowledge), memiliki kompetensi yang
diperoleh melalui pendidikan yang berjenjang, memiliki kode etik dan bersifat
melayani masyarakat. Pendidikan gizi dapat ditempuh melalui jalur akademik strata I
dan diploma. Setelah itu dilanjutkan dengan jalur profesi. Jalur akademik diawali
dengan pendidikan Strata I , Strata II, dan terakhir Strata III, sedangkan jalur diploma
diawali dengan pendidikan Diploma III, dan dilanjutkan pada program pendidikan
Diploma IV. Profesi Gizi mengabdikan diri dalam upaya kesejahteraan dan
kecerdasan bangsa, upaya perbaikan gizi, memajukan dan mengembangkan ilmu dan
teknologi gizi serta ilmu – ilmu yang berkaitan dan meningkatkan pengetahuan gizi
masyarakat. Sebagai tenaga gizi profesional, seorang ahli gizi dan ahli madya gizi
harus melakukan tugas-tugasnya. Standar kompetensi ahli gizi disusun berdasarkan
jenis ahli gizi yang ada saat ini yaitu ahli gizi dan ahli madya gizi. Keduanya
mempunyai wewenang dan tanggung jawab yang berbeda. Standar kompetensi
disusun sebagai landasan pengembangan profesi Ahli Gizi di Indonesia

1.2 Tujuan

• Menjelaskan hal yang terkait etika dan profesi Gizi

• Merangkum sejumlah pertanyaan kelompok terkait materi kuliah etika profesi


gizi

• Membahas sejumlah pertanyaan kelompok. terkait materi kuliah etika profesi


gizi
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Kelompok 1

Judul : Materi etika dan norma

1. Norma memiliki sifat pasti dan tidak dapat berubah, berikan contoh norma
etika, patokan norma !

Jawab : . contoh norma etika misalnya ialah Didaerah jawa terutama jawa tengah ,
kita harus membungkukkan badan ketika sedang lewat atau berjalan kaki didepan
orang lain, terutama yang lebih tua.etika ini berlaku dengan maksud sebagai symbol
penghormatan sedangkan patokan norma adalah bentuk konkret dari nilai-nilai yang
ada di dalam masyarakat. Misalnya, nilai menghormati dan mematuhi orang tua
diperjelas dan dikonkretkan dalam bentuk norma-norma dalam bersikap dan berbicara
kepada orang tua. Nilai-nilai sopan santun di sekolah dikonkretkan dalam bentuk tata
tertib sekolah.

2. Menurut Velasques, etika memiliki kesamaan dengan perkataan benar atau


salah. Jelaskan maksud dari benar atau salah dari pernyataan Velasques !
Jawab : maksudnya adalah ketika melakukan sesuatu harus mempertimbangkan apa
yang kita lakukan perbuatan yang benar atau perbuatan yang salah. Yang dimaksud
dengan kata benar adalah perbuatan yang yang dapat diterima oleh masyarakat dan
agama. Contohnya menabung. Sedangakan maksud kata salah adalah perilaku yang
merugikan dan yang menyimpang dari norma etika atau tidak dapat diterima oleh
sosial dan agama. Contohnya mencuri.

3. Bagaimana dampak globalisasi terhadap norma dan etika?


Jawab : globalisasi merupakan proses penyebaran unsur-unsur baru baik berupa
informasi, pemikiran, gaya hidup maupun teknologi secara mendunia. Globalisasi
memiliki dua dampak yaitu dampak positif dan dampak negative. Salah satu contoh
dari globalisasi adalah dalam bidang teknologi yaitu internet. Apabila ditinjau dari
segi dampak,maka globalisasi sendiri memiliki dampak positif yaitu dapat membantu
menambah ilmu atau pengetahuan baru dari berbagai Negara, dapat membantu untuk
mencari tugas kuliah atau sekolah, dan juga dapat membantu menambah pertemanan
inilah yang disebut dengan pertemanan dunia maya, sedangkan dampak negative dari
internet adalah apabila terjadi penyalahgunaan fungsi teknologi untuk hal-hal yang
melanggar norma, seperti video porno yang direkam via handphone, atau kasus
penipuan via internet. Hal ini sangat berhubungan dengan norma dan etika, sehingga
sebagai seorang manusia diperlukan pemahaman dan dilaksanakannya norma dan
etika dalam menyikapi globalisasi salah satunya dibidang teknologi. Karena tidak
mungkin bagi seseorang untuk tidak mengikuti kemajuan teknologi apalagi dizaman
dimana teknologi internet merupakan salah satu kebutuhan untuk melakukan berbagai
aktivitas. Apabila norma dan etika ini tidak dilakukan untuk menyikapi globalisasi
teknologi tersebu maka globalisasi tersebut dapat merusak diri kita atau berdampak
ngatif bukan berdampak positif.

4. Bagaimana tanggapan mengenai statmen terhadap etika dan norma itu


dibuat untuk dilanggar?
Jawab : kami tidak setuju terhadap statmen yang mengatakan etika dan norma dibuat
untuk dilanggar. Etika dan norma sebenarnya dibuat bukan untuk dilanggar karena
etika dan norma dibuat sebagai aturan untuk berinteraksi dengan manusia
dilingkungan kita. Banyak dari masyarakat yang sebenarnya mengerti akan
pengertian dari etika dan norma akan tetapi mereka tidak dapat
menginterpretasikannya dalam kehidupan sehari hari dalam berkehidupan
bermasyarakat. Etika dan norma dibuat seharusnya bukan untuk dilanggar, karena
apabila itu dilanggar maka akan terjadi banyak kesalahpahaman antara tiap manusia.
Banyak dari masyarakat juga yang hanya menganggap etika dan norma dibuat hanya
untuk formalitas saja, itu merupakan pernyataan yang salah karena seharusnya tiap
masyarakat dapat menjalankan etika dan norma secara benar agar tercipta masyarakat
yang teratur,adil,dan tidak memiliki masalah antara satu dengan lainnya.

5. Apakah norma dan etika hanya untuk mengatur profesi gizi saja?
Jawab : tidak, Karena sebenarnya tiap profesi apapun yang ada didunia ini memiliki
aturan terhadap etika dan norma sendiri. Contohnnya adalah ketika seorang ahli gizi
menghadapi pasien yang memiliki masalah terhadap gizinya maka seorang ahli giz
tersebut tidak dapat menjudge pasien tersebut dan membongkar aib pasien kepada
orang lain. Karena sebagai seorang ahli gizi memiliki kewajiban untuk menjaga aib
dari pasiennya dan dengan ini maka pasien pun akan merasa percaya kepada ahli gizi
tersebut. Begitupun terhadap profesi yang lainnya yang memiliki perturan norma dan
etika sendiri

6. Etika normative memiliki pengertian etika yang menetapkan berbagai sikap


dan perilaku ideal yang harus dimiliki manusia sebagai sesuatu yang bernilai.
Maka standar yang digunakan untuk menentukan perilaku baik/buruk seseorang?

Jawab : standar baik dan buruk yang dikenal dalam ilmu akhlak antara lain :

A. Nurani

Jiwa manusia memiliki kekuatan yang mampu membedakan mana yang baik dan
mana yang buruk. Kekuatan tersebut dapat mendorongnya berbuat baik dan
mencegahnya berbuat buruk. Jiwanya akan merasa bahagia jika telah berbuat baik
dan merasa tersiksa jika telah berbuat buruk. Kekuatan ini disebut nurani. Masing –
masing individu memiliki kekuatan yang berbeda satu sama lain. Perbedaan kekuatan
ini dapat menyebabkan perbedaan persepsi tentang sesuatu yang dianggap baik dan
yang dianggap buruk.

B.Rasio
Rasio merupakan anugerah Tuhan yang diberikan kepada manusia, yang
membedakannya dengan makhluk lain. Dengan rasio yang dimiliki, manusia dapat
menimbang mana perkara yang baik dan yang buruk. Dengan akalnya manusia dapat
menilai bahwa perbuatan yang berakibat baik layak disebut baik dan dilestarikan, dan
begitu sebaliknya. Penilaian rasio manusia akan terus berkembang dan mengalami
perubahan sesuai dengan pengalaman – pengalaman yang mereka miliki

.
C. Adat

Adat istiadat yang berlaku dalam kelompok ataupun masyarakat tertentu menjadi
salah satu ukuran baik dan buruk anggotanya dalam berperilaku. Melakukan sesuatu
yang tidak menjadi kebiasaan masyarakat sekitarnya ataupun kelompoknya akan
menjadi problem dalam berinteraksi. Masing – masing kelompok atau masyarakat
tertentu memiliki batasan – batasan tersendiri tentang hal – hal yang harus diikuti dan
yang harus dihindari. Sesuatu yang dianggap baik oleh masyarakat satu belum tentu
demikian menurut masyarakat yang lain. Mereka akan mendidik dan mengajarkan
anak-anak mereka untuk melakukan kebiasaan–kebiasaan yang mereka anggap baik
dan melarang melakukan sesuatu yang tidak menjadi kebiasaan mereka.

D. Pandangan Individu

Kelompok atau masyarakat tertentu memiliki anggota kelompok atau masyarakat


yang secara individual memiliki pandangan atau pemikiran yang berbeda dengan
kebanyakan orang di kelompoknya. Masing–masing individu memiliki kemerdekaan
untuk memiliki pandangan dan pemikiran tersendiri meski harus berbeda dengan
kelompok atau masyarakatnya. Masing–masing individu memiliki hak untuk
menentukan mana yang dianggapnya baik untuk dilakukan dan mana yang
dianggapnya buruk. Tidak mustahil apa yang semula dianggap buruk oleh
masyarakat, akhirnya dianggap baik, karena terdapat seseorang yang berhasil
meyakinkan kelompoknya bahwa apa yang dianggapnya buruk adalah baik.
E. Norma Agama

Seluruh agama di dunia ini mengajarkan kebaikan. Ukuran baik dan buruk menurut
norma agama lebih bersifat tetap, bila dibandingkan dengan ukuran baik dan buruk
dimata nurani, rasio, adat istiadat, dan pandangan individu. Keempat ukuran tersebut
bersifat relatif dan dapat berubah sesuai dengan ruang dan waktu. Ukuran baik dan
buruk yang berlandaskan norma agama kebenarannya lebih dapat dipercaya dan dapat
dipertanggungjawabkan, karena norma agama merupakan ajaran Tuhan Yang Maha
Suci. Disamping itu, ajaran Tuhan lebih bersifat universal, lebih terhindar dari
subyektifitas individu maupun kelompok.

7. Bagaimana cara menyikapi globalisasi?


Jawab : Sebagai sebuah sistem yang berlaku dan berjalan tanpa batas teritori negara
yang implementasinya dapat berupa ekonomi, politik, budaya, sosial dan lain
sebagainya Globalisasi telah menjadi fenomena abad ini yang memiliki berbagai
makna interpretasi. Bagi penulis, perdebatan mengenai Globalisasi harus berdasar
dengan tidak menjadikan sebuah disiplin ilmu sebagai sesuatu yang ajeg, karena
sistem ini berjalan secara dinamis dan mengalir di berbagai bidang. Dengan konsep
itu kita harus menyikapinya dengan cerdas dan terukur, karena Globalisasi hanyalah
sebuah simbol dari ketergantungan antar negara dan masyarakat yang mencari titik
penyatuan melalui berbagai pemikiran, ideologi, dan kepentingan. Sistem ini harus
disikapi juga dengan tidak melupakan identitas kita sebagai manusia yang humanis
dan berpandangan terbuka, karena kebanyakan dari kita terkadang salah dalam
menyikapi ini dan terjebak oleh narasi-narasi besar yang menyempitkan pandangan
kita. Namun juga harus berhati-hati karena ketergantungan antar bangsa dan
masyarakat yang dikemas dalam ide Globalisasi ini dapat saja saling merugikan.
1. Meningkatkan kualitas SDM Indonesia
2. Meningkatkan Kualitas Nilai Keimanan dan Moralitaas Masyarakat
3. Mendorong dan Mendukung Upaya Memperjuangkan Keadilan Antar Bangsa
4. Mendorong dan Mendukung Negara Maju untuk Memberikan Dana Perbaikan
Lingkungan
5. Meningkatkan Jiwa Semangat Persatuan, Kesatuan, Serta Nasionalisme
6. Melestarikan Adat Istiadad dan Budaya Daerah
7. Menjaga Keasrian Objek Wisata Dalam negeri

8. Apa dampak apabila seseorang hanya menjalankan norma tanpa menjalankan


etika,begitupun sebaliknya?

Jawab: tentunya akan berjalan tidak mulus, karena etika dan norma merupakan suatu
kesatuan yang akan mendapatkan hasil yang baik apabila dijalankan bersamaan.

2.2 Kelompok 2

Judul : Prinsip dan identifikasi etika dan norma

1. Kewajiban Umum. Apa yang menjadi standar dari profesi ahli gizi?

Jawab : Ahli gizi atau Registered Dietitien (RD) adalah sarjana gizi yang telah
mengikuti pendidikan profesi gizi (dietetic internship) dan dinyatakan lulus setelah
mengikuti ujian kompetensi profesi gizi, yang kemudian diberi hak untuk mengurus
ijin memberikan pelayanan dan menyelenggarakan praktek gizi (Persagi, 2010). RD
bertugas melakukan pengkajian gizi, menentukan diagnosa gizi, menentukan dan
mengimplementasikan intervensi gizi, dan kemudian melakukan visite berkala untuk
memonitor dan mengevaluasi perkembangan kondisi pasien. Selain itu, RD juga
bertugas melakukan edukasi gizi untuk pencegahan penyakit dan konseling gizi untuk
kondisi kronis (ADA, 2007). Sebagai ahli gizi profesional, hendaknya memiliki ciri-
ciri sebagai berikut :

1. Mengembangkan pelayanan yang unik kepada masyarakat

2. Anggota-anggotanya dipersiapkan melalui suatu program pendidikan


3. Memiliki serangkaian pengetahuan ilmiah

4. Anggota-anggotanya menjalankan tugas profesinya sesuai kode etik yang


berlaku

5. Anggota-anggotanya bebas mengambil keputusan dalam menjalankan


profesinya

6. Anggota-anggotanya wajar menerima imbalan jasa atas pelayanan yang


diberikan

7. Memiliki suatu organisasi profesi yang senantiasa meningkatkan kualitas


pelayanan yang diberikan kepada masyarakat oleh anggotanya

8. Pekerjaan/sumber utama seumur hidup

9. Berorientasi pada pelayanan dan kebutuhan obyektif

10. Otonomi dalam melakukan tindakan

11. Melakukan ikatan profesi, lisensi jalur karir

12. Mempunyai kekuatan dan status dalam pengetahuan spesifik

13. Alturism (memiliki sifat kemanusiaan dan loyalitas yang tinggi)

Di Indonesia, Ahli Gizi termasuk Ahli Madya Gizi sebagai pekerja profesional harus
memiliki persyaratan sebagai berikut :

1. Memberikan pelayanan kepada masyarakat yang bersifat khusus atau spesialis

2. Melalui jenjang pendidikan yang menyiapkan tenaga profesional

3. Keberadaannya diakui dan diperlukan oleh masyarakat

4. Mempunyai kewenangan yang disyahkan atau diberikan oleh pemerintah


5. Mempunyai peran dan fungsi yang jelas

6. Mempunyai kompetensi yang jelas dan terukur

7. Memiliki organisasi profesi sebagai wadah

8. Memiliki etika Ahli Gizi

9. Memiliki standar praktek

10. Memiliki standar pendidikan yang mendasari dan mengembangkan profesi sesuai
dengan kebutuhan pelayanan

11. Memiliki standar berkelanjutan sebagai wahana pengembangan kompetensi.

2. Prisinp & Tanggung jawab! Bagaimana jika orang terdekat anda tidak
bertanggung jawab?

Jawab : tentu yang pertama saya lakukan adalah mencoba untuk menasehatinya agar
mau melakukan tanggung jawabnya dan selalu menegurnya ketika dia tidak mau
melakukan tanggung jawabnya.

3. Maksud keterbatasan ahli gizi?

Jawab : makasud dari keterbatasan ahli gizi disini adalah batasan yang harus dipatuhi
ahli gizi dalam melaksanakan tugasnya sesuai kompetensi. adapun

Area Kompetensi dasar, meliputi 9 Komponen Kompetensi, yaitu

1. Melakukan praktek kegizian sesuai dengan nilai-nilai dan Kode Etik Profesi Gizi

2. Merujuk pasien/klien kepada profesional Nutrisionis/Dietitian atau disiplin lain


bila diluar kemampuan/kewenang

3. Berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan profesi.


4. Melakukan pengkajian diri dan berpartisipasi dalam pengembangan profesi serta
pendidikan seumur hidup.

5. Menggunakan teknologi mutakhir untuk kegiatan komunikasi dan informasi.

6. Menginterpretasikan dan memadukan pengetahuan ilmiah terbaru dalam praktek


kegizian.

7. Berpartisipasi dalam perubahan organisasi, perencanaan dan proses penetapan


tujuan

8. Berpartisipasi dalam pendayagunaan sumber daya manusia

9. Merujuk klien kepada pelayanan kesehatan masyarakat yang lebih sesuai dengan
kesehatan umum dan gizi.

Jadi, ahli gizi tidak diperbolehkan melakukan sesuatu yang bukan merupakan tugas
berdasarkan kompetensinya seperti menyuntik obat ke pasien.

4. Bagaimana wewenang ahli madya gizi & sarjana gizi?

Jawab : perlu diketahui akan peran dan wewenang seorang ahli gizi agar dapat
bekerja secara profesional. Keputusan Menkes RI No 374/MENKES/SK/III/2007
menerangkan bahwa : Ahli madya gizi (AMG) seseorang yang telah mengikuti dan
menyelesaikan pendidikan D3 Gizi sesuai aturan yang berlaku, mempunyai tugas dan
tanggungjawab dan wewenang secara penuh untuk melakukan kegiatan fungsional
dalam bidang pelayanan gizi, dietetik, baik di masyarakat, Rumah Sakit atau
individu. Sedangkan Registered Dietitian (RD) adalah sarjana gizi yang telah
mengikuti pendidikan profesi (internship), dan ujian profesi, serta dinyatakan lulus,
kemudian diberi hak mengurus ijin untuk menyelenggarakan praktik gizi.

5. Bagaimanan melakukan kegiatan pengawasan pangan dan gizi?


Jawab : dengan melakukan sidak pasar yang telah dilakukan dinas kesehatan untuk
mengetahui penggunaan bahan tambahan yang berbahaya atau tak layak dikonsumsi.
Seperti pemeriksaan boraks pada daging sapi. Atau pengawasan melalui dengan
pengecekan pabrik makanan baik dalam skal besar maupun skala kecil.

6. Tujuan adanya kode etik & standar profesi?

Jawab : Tujuan kode etik adalah agar professional memberikan jasa sebaik-baiknya
kepada pemakai atau nasabahnya. Adanya kode etik, akan melindungi perbuatan yang
tidak professional. Begitupun dengan standar profesi yang bertujuan untuk seseorang
pekerja telah siap dan telah memenuhi keseluruhan standar sehinngga menjadi
profesional yang memberikan pelayanan yeng sebaik-baiknya.

7. Prinsip: Kompentensi. Apabila kita ditempatkan di desa, hanya ada ahli gizi.
Bagaimana?

Jawab : kita sebagai ahli gizi tetap melakukan pelayanan masyarakat sesuai
kompetensi kita. Namun jika memang terjadi sesuatu yang gawat dan perlu
pertolongan kita seperti menolong persalinan maka yang kita lakukan menyarankan
agar dibantu oleh orang yang bisa membantu persalinan dan membantu ala kadarnya
itupun perlu persetujuan dan didampingi oleh warga tersebut . Karena kita tidak bisa
melakukan pekerjaan yang bukan merupakan kompetensi kita, sebab hal itu
menyangkut nyawa orang lain.

2.3 Kelompok 3

Judul : Filsafat Etika, norma, hukum, agama & moral.

1. Apa beda filsafat agama dan filsafat hukum islam?

Jawab : Filsafat agama mencakup semua tentang agama yang berlaku di Indonesia,
sementara filsafat hukum islam mengacu pada alquran dan assunnah.
2. Beri Contoh lain tentang hubungan filsafat agama dan sosial.

Jawab : contoh hubungan filsafat agama dan soial adalah dalam agama seseorang
yang membunuh merupakan tindak kejahatan dan mendapat dosa dan siksa neraka.
begitupun dalam ruang lingkup sosial, seseorang yang melakukan pembunuhan
merupakan tindak kejahatan dan akan mendapatkan hukuman penjara dan sanksi
yang berlaku. Jadi di dalam agama pembunuh mendapat ganjaran, di dalam sosialpun
juga mendapat ganjaran atas perbuatannya.

3. Apa hubungan filsafat dan ilmu gizi?

Jawab : Filsafat adalah cara berpikir kritis. Sementara pada ilmu gizi kita diajarkan
untuk berpikir kritis, contoh pengaplikasiannya yaitu dalam menyusun NCP.

2.4 Kelompok 4

Judul : Lingkup etika, etika pergaulan, dan pengembangan kepribadian

1. Bisakah anda jelaskan perbedaan etika dan etiket dalam pergaulan?

Jawab : Etiket menyangkut cara suatu perbuatan harus dilakukan manusia. Etiket
menunjukkan cara yang tepat, artinya cara yang diharapkan serta ditentukan dalam
suatu kalangan tertentu.

Contoh : Seseorang yang bertamu ke rumah orang lain, harus mengetuk pintu dulu
sebelum masuk atau memberi salam. Dianggap melanggar etiket jika tamu langsung
masuk dan duduk tanpa dipersilahkan terlebih dahulu. Atau langsung masuk rumah
dan berkata “Dimana si A?” atau “Saya mencari si A”

Etika tidak terbatas pada cara yang dilakukannya suatu perbuatan; etika memberi
norma tentang perbuatan itu sendiri. Etika menyangkut masalah apakah suatu
perbuatan boleh dilakukan, ya atau tidak.
Contoh : ’Berbicara kotor’ tidak pernah diperbolehkan. ’Jangan berbicara kotor’
merupakan suatu norma etika. Tidak peduli orang berbicara kotor pada orang yang
dikenal maupun orang tak dikenal.

2. Jika minum tuak dilarang, bagaimana dengan suku batak yang sudah menjadi
tradisi. Apakah mereka tidak protes jika dilarang?

Jawab : tentu kita lihat dari kadar alkohol tuak. Jika tuak tersebut masih murni dan
belum mengandung alkohol amaka itu diperbolehkan. Namun apabila kadar alkohol
dalam tuak tinggi, maka itu sebaiknya dilarang karena kadar alkohol yang tinggi pada
tuak dapat merusak tubuh dan tidak sehat untuk dikonsumsi.

3. Kurangnya etika dalam masyarakat. Bagaimana cara mengatasinya?

Jawab : Mengajarkan anak tentang etika sejak dini. Dalam hal ini keluarga
merupakan pengaruh yang sangat besa. Membiasakan diri dalam bersosialisasi. selain
itu juga memperkuat iman dan taqwa kepada Allah.

4. bagaimana seseorang seperti banci sebagai masyarakat apakah bisa diterima?

Jawab : yaitu dengan menerimanya tanpa melihat apakah dia banci atau tidak. Karena
itu bukanlah hal yang disengaja melainkan hormon tubuhnya yang membentuknya
untuk menjadi dirinya yang asli. Jadi kita sebagai masyarakat yang punya toleransi
tidak boleh menghina dan menghujatnya.

5. apakah seorang ahli gizi sudah melaksanakan sopan santun dalam beretika?

Jawab : menurut saya sudah, karena untuk menjadi seorang ahli gizi juga memiki
etika profesi tersendiri. sopan santun juga merupakan bagian dari beretika dalam etika
profesi gizi. Sehingga jika sang ahli gizi tidak memiliki sopan santun, maka dia tidak
bisa dikatakan ahli gizi yang profesional.

6. bagaimana pendapat kalian menanggapi seseorang yang bersifat ekstrovert dan


introvert.
Jawab : yaitu dengan berpikir dulu sebelum berbicara, karena tak semua orang bisa
menerima cara berbicara kita. Jika kita berbicara keras dan terbuka maka dengan
orang yang memiliki kepribadian intovert, kita harus bisa bertutur kata lebih lembut
dan bersuara lebih pelan. Walau kita berbicara dengan teman dekat sekalipun,
perkataan yang menyinggung perasaan teman kita kemungkinan besar itu bisa terjadi.

7. Peranan pendidikan karakter dalam pembentukan sopan santun remaja?

Jawab : Pendidikan karakter juga harus terus diupayakan sebagai pengganti dari
konsep Pendidikan Moral Pancasila (PMP) yang kini telah tiada dan hanya tinggal
menjadi sebuah nama dalam perjalanan sejarah masa lalu. Pengertian karakter yang
banyak dikaitkan dengan pengertian budi pekerti, akhlak mulia, moral, dan bahkan
dengan kecerdasan ganda (multiple intelligence) kiranya bisa membantu dalam
membentuk norma kesopanan pada anak. Hal ini Mengingat lingkungan pendidikan
merupakan tempat di mana waktu banyak dihabiskan maka perannya juga tidak boleh
dikecilkan.

2. 5 Kelompok 5.

Materi :Profesi dan profesional

1. Elvira;

Dibahan kelompok penyaji terdapat ciri-ciri profesional ada 4. Bagaimana salah


satu ciri-ciri profesional itu ditiadakan atau tidak dilaksanakan. Apa masih bisa
bisa disebut profesional?

Jawab : lebih tepatnya kurang profesional, tetapi bukan berrti tidak profesional.
Karena seseorang dapat dikatakan profesional apabila telah bisa memenuhi ciri-ciri
profesional tesebut.

2. muthia
Sebutkan izin khusus ahli gizi apa saja?

Jawab : izin membuka praktik konsultasi dirumah dan diklinik kesehatan.

3. suarnita

Pasar bebas nasional akan dilakukan sebentar lagi. Pasti nanti ada saingan dari
luar seperti dokter dan ahli gizi dll. Bagaimana tanggapan kelompok penyaji
terhadap pasar bebas?

Jawab : tentunya kita sebagai ahli gizi indonesia lebih meningkatkan dan menambah
wawasan terkait ilmu-ilmu gizi, tekhnologi pangan gizi,dan penelitian gizi terbaru
dan bisa dan lancar berbahasa inggris. Karena pesaing pun akan belajar bahasa
indonesia sehingga mereka bisa beradaptasi dan mudah berkerja diindonesia.

4. sarah z

Tanggapan kelompok penyaji mengenai tentang bidan yang menyuntik?

Jawab : menurut saya, tindakan seorang bidan yang melakukan penyuntikan vitamin c
pada pasien merupakan tindakan yang melenceng dari standar kompetensi kerjanya.
Karena suntik vitamin C merupakan pekerjaan dokter spesialis kulit bukan bidan.
Karena jika bukan dokter yang melakukannya, maka resiko terjadi kesalahan dalam
suntik vitamin c akan lebih besar dan akibatnya bisa merusak fungsi ginjal.

5. hasmairani

Profesi itu melayani masyarakat. Dan terdapat prinsip keadilan. Menurut


kelompok penyaji, bagaimana tanggapan mengenai keadilan yang tajam kebawah
dan tumpul keatas?

Jawab : menurut saya, keadilan seperti itu tidaklah adil, karena orang yang ekonomi
rendah mendapat pelayanan yang kurang baik sedangkan masyarakat yang
ekonominya tinggi mendapat pelayanan yang terbaik. Jadi saran saya, sebaiknya
pemerintah menyamakan pelayanan kepada seluruh masyarakat baik ekonomi
menengah kebawah maupun ekonomi menengah ke atas.

6. rosmaleni

Standar mutu atau norma ahli gizi apa saja?

Jawab : ada 3 standar mutu ahli gizi. Berikut uraiannya.

1. Sertifikasi Ahli Gizi

Sertifikasi adalah proses penilaian dokumen tentang kemampuan pengetahuan,


keterampilan maupun kompetensi yang dibuktikan dengan tanda kelulusan dalam
kegiatan pendidikan. Pendidikan dimaksud disini bisa formal maupun non formal.
Pendidikan formal berupa pendidikan bidang gizi dari d3, d4, S1, dst. Sedangkan non
formal berupa sertifikat latihan, seminar, dll.

2. Registrasi ahli gizi.

Registrasi artinya pendaftaran. Ada 3 macam registrasi dalam profesi gizi. Yang
pertama registrasi keanggotaan, yaitu dengan mendaftar menjadi anggota Profesi gizi
dalam hal ini Persagi. Yang kedua registrasi kompetensi awal, registrasi ini dilakukan
untuk memperoleh pengakuan kompetensi standar, sehingga memperoleh
kewenangan dalam melakukan praktik pelayanan gizi. Sepertinya tahap inilah yang
dilakukan bulan Desember lalu. Registrasi ini berlaku selama 5 tahun. Yang ketiga
registrasi kompetensi ulang, yaitu dilakukan setelah jangka 5 tahun registrasi
pertama.

3. Lisensi Ahli Gizi

Lisensi disini merupakan proses administrasi yang dilakukan oleh pejabat


berwenang/pemerintah atas rekomendasi organisasi profesi, berupa penerbitan Surat
Ijin Praktik (SIP) bagi Nutrisionis-dietesien (N-D) yang sudah teregistrasi. SIP ini
berlaku 5 tahun. Jadi lisensi adalah pemberian ijin praktik, selama belum memiliki
lisensi seorang N-D tidak diperkenankan melakukan pelayanan gizi/praktik gizi di
sarana kesehatan

7. nikita mimi

Sebutkan otonomi ahli gizi apa saja?

Jawab : mencakup dinas kesehatan, rumah sakit, panti sosial intitusi makanan.

8. atika

Bagaimana peran ahli gizi dalam menghadapi kabut asap yang menyebabkan
ispa?

jawab : peran ahli gizi dalam menghadapi kabut asap telah dilakasanakan oleh dinas
kesehatan dengan cara menempatkan ahli gizi ditempat pelayan posko kesehatan
kabut asap yang telah didirikan oleh pemerinta di beberapa tempat. Ahli gizi juga
telah melakukan sosialisasi terkait kesehatan dan gizi selama kabut asap.

2.6 Kelompok 6.

Judul : Organisasi Profesi Gizi

1. apa saja Cakupan wilayah kerja persagi, dan apakah ada hubungan antar
persagi dan pergizi?

Jawab :

2. Apakah manfaat masuk ke dalam organisasi persagi

Jawab : - untuk mendapatkan legislasi agar kita bisa bekerja sebagai ahli gizi

- menambah wawasan informasi terbaru terkait gizi


- menambah teman dan pengalaman dalam organisasi

- membentuk pribadi yang lebih aktif dan membangun kepercayaan diri

3. sebutkan syarat-syarat masuk menjadi anggota persagi?

Jawab :

Untuk Formulir Pengajuan anggota Persagi-> harap mempersiapkan foto 2x3 (hitam
putih atau berwarna) sebanyak 2 lembar, mengisi form keanggotaan persagi dan
membayar iuran sebesar Rp.75.000, form pendaftaran persagi dan STR terlampir

4. apa peranan persagi dalam persaingan bebas?

Jawab : yaitu membantu mempersiapkan ahli gizi yang terampil dan berwawasan luas
dan mampu bersaing dalam persaingan bebas.

5. apakah ikamagi termasuk kedalam pergizi/persagi?

Jawab : tidak, karena ikamagi merupakan suatu perkumpulan ahli gizi yang berada di
suati istitusi pendidikan. Namun tujuan organisasi ikagami sama dengan persagi atau
pergizi yaitu meningkatkan status gizi yang lebih baik untuk indonesia.

6. bagaimana cara mengatasi kelaparan yang dilakukan oleh persagi?

Jawab : yaitu dengan melakukan kegiatan-kegiatan sosialisasi gizi dan pemberian


makanan MP-ASI dan balita didaerah terpencil.
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

• Etika adalah merupakan aturan-aturan konvensional mengenai tingkah laku


individual dalam masyarakat beradab, tata cara formal maupun tata cara
karma lahiriah untuk mengatur hubungan antara pribadi sesuai dengan status
sosial masing-masing.
• Profesi gizi adalah suatu pekerjaan dibidang gizi yang dilaksanakan
berdasarkan suatu keilmuan,memiliki kompetensi yang diperoleh melalui
pendidikan yang berjenjang,memiliki kode etik dan bersifat melayani
masyarakat. Ahli Gizi yang melaksanakan profesi gizi mengabdikan diri
dalam upaya memelihara dan memperbaiki keadaan gizi, kesehatan,
kecerdasan dan kesejahteraan rakyat melalui upaya perbaikan gizi, pendidikan
gizi, pengembangan ilmu dan teknologi gizi, serta ilmu-ilmu terkait.
• Adapun macam-macam organisasi gizi di indonesia antara lain :
1. PERGIZI Indonesia (Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan Indonesia)
2. PERSAGI (Persatuan Ahli Gizi Indonesia)
Makalah Hari : Selasa

MK. Etika Profesi Tanggal : 27 September 2015

RESUME ETIKA DAN PROFESI


OLEH : (1II.B) GIZI

GINA DWI ATTARI : PO7131313 541

Penanggung Jawab

Ir. Mangapul Banjarnahor, M.Kes

Yessi Alza, M.Biomed

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES RIAU

JURUSAN GIZI

2015