Anda di halaman 1dari 5

SURAT KEPUTUSAN

NO. 27/SK/DIR/ RSES/ 11/2018


TENTANG
PELAKSANAAN ASESMEN PASIEN
DI

RUMAH SAKIT UMUM EL-SYIFA

Mengingat : a. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2009 tentang


Rumah Sakit
b. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 269 /Menkes/Per/III/2008
tentang Rekam medis
c. UU no 36 thn 2009 tentang kesehatan
d. PP no 32 tentang Tenaga kesehatan

Menimbang : a. Bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit RSU
EL SYIFA, maka diperlukan pelaksanaan asesmen pasien yang
bermutu tinggi.
b. Bahwa agar di Rumah Sakit RSU EL SYIFA dapat terlaksana
pelaksanaan asesmen pasien dengan baik, perlu adanya kebijakan
Direktur Rumah Sakit RSU EL SYIFA sebagai landasan bagi
pelaksanaan asesmen pasien di Rumah Sakit RSU EL SYIFA
c. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam a dan
b, perlu ditetapkan dengan Keputusan Direktur Rumah Sakit RSU EL
SYIFA.

MEMUTUSKAN :

MENETAPKAN : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT RSU EL- SYIFA


TENTANG KEBIJAKAN PELAKSANAAN ASESMEN PASIEN RUMAH SAKIT RSU
EL SYIFA.

Pertama : Kebijakan pelaksanaan asesmen pasien Rumah Sakit sebagaimana


tercantum dalam Lampiran Keputusan ini.
Kedua : Pembinaan dan pengawasan pelaksanaan asesmen pasien Rumah Sakit
RSU EL-SYIFA oleh Manajer Pelayanan Rumah Sakit RSU EL-SYIFA.

Ketiga : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya, dan apabila di


kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan ini akan
diadakan perbaikan sebagaimana mestinya

Kedelapan : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan 01 November 2018,
dengan ketentuan apabila terdapat kekeliruan dalam Surat Keputusan ini,
akan dilakukan perbaikan dan penyesuaian sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Kuningan
Tanggal : 01 November 2018
DirekturRSU El-Syifa,

dr. Supardi
NIK. 0717.RSES.332

Tembusan :
1. Yth. Direksi PT. El-Syifa
2. Yth. Pejabat yang bersangkutan
3. Arsip
Lampiran : Keputusan Direktur RSU El-Syifa
Nomor : 27/SK/DIR/ RSES/ 11/2018
Tanggal : 01 November 2018

KEBIJAKAN ASESMEN PASIEN RSU EL SYIFA

Kebijakan Umum:

1. Asesmen pasien terdiri dari tiga proses utama:


a. Pengumpulan informasi dan data mengenai status fisik, psikologis, sosial dan ekonomi
serta riwayat kesehatan pasien;
b. Analisis data dan informasi, termasuk hasil tes laboratorium dan pencitraan diagnostik
(imaging diagnostic) untuk mengidentifikasi kebutuhan perawatan kesehatan pasien;
c. Pengembangan rencana perawatan untuk memenuhi kebutuhan pasien yang telah
diidentifikasi.
2. Semua pasien yang dirawat di RSU EL Syifa diidentifikasi kebutuhan perawatan
kesehatannya melalui proses asesmen awal yang ditetapkan dan akan menghasilkan suatu
diagnosis awal. Hal ini berlaku pada pasien rawat inap , rawat jalan, atau gawat darurat.
3. Asesmen pasien terdiri dari asesmen awal dan asesmen ulang.
4. Asesmen awal terdiri dari asesmen awal medis dan asesmen awal keperawatan untuk
menentukan kebutuhan medis dan keperawatan pasien.
5. Semua pasien harus mendapatkan asesmen awal medis dan keperawatan minimal 24 jam
pertama perawatan.Untuk pelaksanaan asesmen rawat jalan dan gawat darurat harus
memenuhi standart waktu tertentu.
6. Hasil asesmen awal medis pasien rawat inap, asesmen awal medis yang dilakukan sebelum
pasien rawat inap atau sebelum tindakan rawat jalan, bila lebih dari 30 hari harus diperbaharui
dan pemeriksaan fisik diulangi. Bila dilakukan kurang dari 30 hari perubahan yang signifikan
harus dicatat.
7. Asesmen awal termasuk menentukan kebutuhan rencana pemulangan pasien pada pasien yang
membutuhkan pelayanan medis dan keperawatan berkelanjutan.
8. Isi minimal asesmen pasien rawat inap dan rawat jalan mengacu pada kebutuhan pasien sesuai
dengan masing-masing disiplin klinis (asesmen medis, keperawatan gizi dan farmasi).
9. Semua pasien rawat inap dan rawat jalan diskrining untuk rasa sakit dan dilakukan asesmen
apabila ada rasa nyerinya.
10. Ahli kesehatan yang melakukan asesmen memenuhi kualifikasi yang ditetapkan oleh RSU El-
Syifa dalam melaksanakan asesmen dan asesmen ulang. Yang termasuk ahli kesehatan adalah
dokter dan paramedis (perawat, ahli fisioterapis, ahli gizi dan ahli farmasi).
11. Semua pasien di asesmen ulang berdasar interval tertentu sesuai kondisi dan pengobatan yang
diterimanya untuk mengetahui respon pasien terhadap pengobatannya. Interval dapat
ditetapkan dalam ukuran hari, minggu, bulan atau sewaktu-waktu(akut) tergantung kondisi
pasien.
12. Semua hasil asesmen harus diinformasikan kepada pasien dan atau keluarga pasien.
13. Semua hasil asesmen harus dianalisis dan diintegrasikan serta didokumentasikan dalam rekam
medis RSU El-Syifa.
14. Asesmen pasien pada pelayanan penunjang (laboratorium dan pencitraan diagnostik) diatur
sesuai kebijakan masing-masing pelayanan tersebut.

Kebijakan Khusus

1. Untuk pasien populasi tertentu dilakukan asesmen tambahan dengan melakukan asesmen
individual untuk:
a. Neonatus.
b. Anak-anak.
c. Usia lanjut.
d. Sakit terminal.
e. Pasien dengan rasa nyeri yang kronis dan intens.
f. Kebidanan.
g. Pasien dengan kelainan emosional atau gangguan jiwa.
h. Pasien diduga ketergantungan obat atau alkohol.
i. Korban kekerasan
2. Untuk setiap pasien yang akan meninggal dan keluarganya dilakukan asessmen dan asessmen
ulang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.
3. Asesmen awal dapat mengidentifikasi kebutuhan akan assesmen lain, pasien dapat dirujuk
didalam atau keluar rumah sakit.
DIREKTUR RSU El Syifa

dr. Supardi.
NIK.0717.RSES.332