Anda di halaman 1dari 19

FISIKA DASAR I

GAYA DAN GERAK

Disusun Oleh :
Almer Sudhiarta 122019042P
Inditri Failasafa 122019046P
Firdaus Fitri 122019002

Dosen Pembimbing : Heni Juniar, S.T., M.T.


Program Studi : Teknik Kimia
Kelas :B

TAHUN AJARAN 2019/2020


TEKNIK KIMIA
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
1. LATAR BELAKANG
Mekanika gerak sesungguhnya merupakan sebuah studi terhadap pengaruh-pengaruh
yang ditimbulkan oleh daya (seperti daya tarik bumi, gesekan, tahanan angin, dsb.) pada
benda yang bergerak dan tidak bergerak (Carr, 1997; Bartlett, 1997).
Pengetahuan tentang mekanika pada awalnya digunakan untuk merancang benda yang
digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti bangunan, jembatan, kapal, pesawat, dll.
Kemudian, ketika kebutuhan akan gerak manusia semakin tinggi, maka mekanika ini pun
digunakan untuk mempelajari pengaruh daya di atas pada manusia, dan sebaliknya, pengaruh
daya yang dikerahkan manusia ketika bergerak.
Gaya adalah dorongan atau tarikan yang menyebabkan suatu benda bergerak.
Mekanika adalah ilmu yan mempelajari gaya suatu benda serta efek dalam gaya itu. Maka
dari pengertian-pengertian di atas dapat dikatakan bahwa manusia dapat bergerak dengan
adanya gaya, gaya yang ditimbulkan atau yang dikerjakan oleh manusia menimbulkan suatu
gerakan-gerakan, dan dengan adanya gaya pada manusia itulah yang menyebabkan manusia
dapat berpindah dari satu tempat ketempat yang lain, jadi antara mekanika gerak dan gaya
saling berhubungan bagi manusia.
Dalam berbagai cara, banyak gerakan tubuh yang menerapkan prinsip-prinsip mesin
yang sederhana. Dengan memahami prinsip tersebut, bukan saja dapat mefasilitasi perawatan
dan penanganan pasien tetapi juga dapat mencegah terjadinya cedera pada perawat dan pasien
mereka.Salah satu contoh cedera yang berkaitan dengan pekerjaan adalah banyaknya perawat
yang mengalami cedera punggung serius, yang seringkali disebabkan oleh caranya dalam
pengangkatan pasien.

2. GAYA
Salah satu cabang ilmu dari bidang ilmu fisika yang mempelajari gerakan dan
perubahan bentuk suatu materi yang diakibatkan oleh gangguan mekanik yang disebut gaya.
Gaya adalah tarikan atau dorongan yang terjadi terhadap suatu benda. Gaya bisa
menyebabkan perubahan posisi, gerak atau perubahan bentuk pada benda.

Gaya adalah tarikan atau dorongan yang terjadi terhadap suatu benda. Gaya bisa
menyebabkan perubahan posisi, gerak atau perubahan bentuk pada benda. Gaya termasuk ke
dalam besaran Vektor, karena mempunyai nilai dan arah. Sebuah Gaya disimbolkan dengan
huruf F (Force) dan Satuan Gaya dalam SI (Satuan Internasional) yaitu Newton, disingkat
dengan N.
Pengukuran gaya bisa dilakukan dengan alat yang disebut dengan dinamometer atau
neraca pegas. Untuk melakukan sebuah gaya diperlukan usaha (Tenaga), semakin besar gaya
yang hendak dilakukan, maka semakin besar pula Usaha (tenaga) yang harus dikeluarkan.
Gaya didefinisikan sebagai suatu tarikan atau suatu dorongan yangdikerahkann sebuah benda
terhadap benda lain. Pengaruh gaya pada benda antara lain sebagai berikut:

1. Menyebabkan perubahan kecepatan gerak benda.


2. Menyebabkan benda diam menjadi bergerak dan sebaliknya.
3. Mengubah arah gerak benda.
4. Mengubah bentuk suatu benda.
2.1. SIFAT GAYA

Terdapat beberapa sifat dan ciri-ciri gaya tertentu. Di bawah ini akan dijelaskan apa saja
sifat-sifat gaya beserta penjelasannya.

a. Dapat Mengubah Bentuk Benda


Sifat gaya yang utama adalah gaya dapat mengubah bentuk benda atau objek tertentu.
Contohnya misalnya tanah liat dapat dijadikan menjadi berbagai bentuk jika kita
tekan-tekan.
b. Dapat Mengubah Arah Benda
Gaya juga dapat mengubah arah benda yang bergerak menuju ke arah lainnya.
Contohnya saat kita menendang bola yang menuju ke arah kita kemudian berubah ke
arah yang kita tuju.
c. Membuat Benda Diam Menjadi Bergerak
Sifat gaya berikutnya adalah dapat mengubah benda diam atau tidak bergerak menjadi
bergerak. Contohnya kursi yang diam kemudian kita dorong sehingga menjadi
bergerak,
d. Membuat Benda Bergerak Menjadi Diam
Sebaliknya, gaya juga dapat membuat benda yang awalnya bergerak menjadi diam
atau tidak bergerak lagi. Contohnya saat bola voli yang bergerak kemudian kita
gankap sehingga menjadi diam.
e. Mengubah Kecepatan Gerak Benda
Sifat-sifat gaya selanjutnya adalah mampu untuk mengubah kecepatan gerak benda
tertentu. Contohnya saat kita mengendarai mobil, saat kita mengerem maka kecepatan
mobil akan menjadi lebih pelan.
2.2. MACAM – MACAM GAYA

Berdasarkan Sentuhannya dengan benda, gaya dibagi menjadi 2, yaitu :

a. Gaya Sentuh

Gaya Sentuh adalah gaya yang bekerja dengan sentuhan. Artinya Suatu gaya akan
menghasilkan efek jika terjadi sentuhan dengan benda yang akan diberikan gaya tersebut,
jika tidak terjadi sentuhan, maka gaya tidak akan bekerja pada benda. Gaya ini akan muncul
ketika benda bersentuhan dengan benda lain yang menjadi sumber gaya. Yang termasuk
contoh gaya sentuh antara lain adalah :

 Gaya otot, yakni jenis gaya yang berasal dari otot manusia atau hewan.
 Gaya gesek, yakni jenis gaya yang terjadi karena adanya gesekan antara sumber gaya
dengan objek.
 Gaya pegas, yakni jenis gaya yang berasal dari regangan atau rapatan benda tertentu.
b. Gaya Tak Sentuh

Gaya Tak Sentuh ialah suatu gaya yang akan bekerja tanpa terjadinya sentuhan.
Artinya Efek dari gaya yang dikeluarkan oleh sumber gaya tetap bisa dirasakan oleh benda
meskipun mereka tidak bersentuhan. Yang termasuk contoh gaya tak sentuh antara lain
adalah :

 Gaya gravitasi, yakni jenis gaya yang menarik benda lain ke arah pusat benda
tersebut.
 Gaya magnet, yakni jenis gaya yang berupa tarikan atau dorongan antar 2 benda yang
bersifat magnetik.
 Gaya listrik, yakni jenis gaya yang timbul akibat 2 benda pada muatan dalam jarak
tertentu.
2.3. RUMUS HUKUM GAYA

Hukum Newton – hukum newton merupakan suatu hukum yang ada dalam dunia
fisika yang menggambarkan hubungan antara suatu gaya yang bergerak dikarenakan adanya
sebab. Hal ini menjadi pondasi dalam mekanika klasik dalam hukum fisika dengan 3 jenis
hukum yang ada.
Pada awalnya hukum newton dikemukakan oleh seorang ahli fisikawan dalam
masanya yang namanya dijadikan sebagai nama dari hukum ini. Bernama lengkap Potret Sir
Isaac Newton (1643 – 1722). Seorang Fisikawan asal eropa yang menemukan hukum
gravitasi, gukum gerak, kalkulus, spektrun, serta teleskop pantul.
Dikarenakan dedikasinya dalam dunia pendidikan dan ilmuwan. Sehingga, hukum
yang diitemukan oleh newton ini diberi nama dengan hukum newton yang memiliki 3 konsep
dasar. Yaitu Hukum Newton 1, Hukum Newton 2, dan Hukum Newton 3.

a. Hukum Newton I

Hukum pertama Newton tentang gerak menyatakan bahwa “sebuah benda yang
bergerak dengan kecepatan tetap akan terus bergerak dengan kecepatan tersebut kecuali ada
gaya resultan bekerja pada benda itu. Jika sebuah benda dalam keadaan diam,
benda tersebut tetap diam kecuali ada gaya resultan yang bekerja pada benda itu.”

Gambar. 1 Hukum Newton I

Hukum I Newton juga menggambarkan sifat benda yangselalu mempertahankan


keadaan diam atau keadaanbergeraknya yang dinamakan inersia atau kelembaman.
Oleh karena itu, Hukum I Newton dikenal juga dengan sebutan Hukum Kelembaman.
Contoh: Kita terdorong ke depan ketika bus tiba- tiba direm atau terdorong ke
belakang ketika bus bergerak maju secara mendadak.

F=0
b. Hukum Newton II
Newton merumuskan Hukum Newton II sebagai berikut: “Percepatan yang
dihasilkan oleh resultan gaya yang bekerja pada suatu benda berbanding lurus dengan
resultan gaya dan berbanding terbalik massa benda.”
Hukum Newton II dinotasikan dengan rumus:

F=m.a
Dimana:
= gaya total yang bekerja pada benda (N)
= massa benda (kg)
= percepatan benda (m/s2)
Contohnya, Sebuah bola besi memiliki massa 100 kg. Kemudian, bola besi tersebut
menggelinding sehingga memperoleh gaya percepatan 9,8 m/s2. Berapa besar gaya yang
diperlukan untuk menggelindingkan bola tersebut?

Pembahasan

Diketahui:
m = 100 kg
a = 9,8 m/s2

Ditanya: F = … ?

Jawab:
F=ma
= 100 kg x 9,8 m/s2
= 980 kg m/s2
= 980 N
Jadi, gaya yang diperlukan adalah 980 N.

c. Hukum III Newton


Bunyi Hukum Newton III : “Setiap aksi akan menimbulkan reaksi, jika suatu benda
memberikan gaya pada benda yang lain maka benda yang terkena gaya akan memberikan
gaya yang besarnya sama dengan gaya yang diterima dari benda pertama, tetapi arahnya
berlawanan“.
Dari bunyi hukum newton ke III ini dimana setiap aksi akan menimbulkan aksi atau
setiap sebab akan menimbulkan akibat. Dimana, setiap gaya sebab yang diberikan akan
menghasilkan besarnya gaya akibat yang dihasilkan. Pada contoh penerapan hukum newton
ke III ini bekerja pada setiap benda yang diberikan gaya aksi akan menghasilkan gaya reaksi.
Namun, gaya aksi reaksi tersebut saling berlawanan arah dan bekerja pada benda yang
berbeda.
Sebagai contoh hukum newton III, ketika anda memukul paku dengan paku. Dimana,
palu adalah gaya aksi dengan gaya dari paku adalah gaya reaksi dari palu tersebut. Saat anda
memukul paku dengan palu, begitu palu menyentuh paku, palu berhenti sesaat atau bahkan
memantul. Gaya berhenti sesaat atau bahkan memantul tersebut merupakan gaya reaksi yang
dihasilkan oleh aksi palu tersebut.

Gambar 2. Hukum Newton III


Sebuah benda dengan berat (w) yang berada diatas meja. Meja akan memberikan reaksi gaya
normal (N), sehingga N = W dengan arah gaya saling berlawanan.

Gambar 3. Gaya tegang tali


Menggantung benda secara vertikal akan menghasilkan gaya tegang tali (T) yang sama
besarnya dgn massa benda (W) dengan arah yang berlawan.

Gambar 4. Contoh hukum newton III


Ketika seseorang dengan berat (W) menaiki lift. Saat dalam keadaan diam, gaya yang
dihasilkan sama dengan berat orang tersebut (F = W). Saat lift bergerak naik maka, gaya
yang dihasilkan lebih besar dari berat orang (F > W). Ketika lift turun makan berat orang
tersebut lebih besar dari gaya yang dihasilkan (F < W). Sehingga di peroleh beberapa rumus
pada beberapa gaya yaitu:
a. Gaya Gesek
𝐹𝑔 = 𝜇 𝑥 𝑁
Dimana
𝐹𝑔 : Gaya gesek (N)
𝜇 : Koefisien gesekan
𝑁 : Gaya Normal (N)

b. Gaya Berat
=mxg
Dimana
 : Gaya berat (N)
m : Massa benda (Kg)
g : Gravitasi (m/s2)

c. Berat Sejenis
𝑤
s =  x g atau s = 𝑉

Dimana
s : Berat jenis (N/m3)
w : Berat benda (N)
V : Volume benda (m3)
 : Massa jenis (kg/m3)

Contoh soal,
Kereta M dipercepat ke kanan dengan percepatan . Abaikan semua gesekan,
massa katrol, dan juga massa tali. Anggap g = 10 m/s2. Jika maka
tegangan tali T pada sistem ….
(A) 8 N
(B) 12 N
(C) 15 N
(D) 20 N
(E) 25 N
Pembahasan:
Karena yang mengalami percepatan adalah kereta M, maka kotak yang juga mengalami
percepatan yang nilai dan arahnya sama adalah kotak 3 karena terletak secara vertikal tepat di
sebelah kanan, serta kotak 2 karena terhubung dengan kotak 3. Percepatan pada kotak satu
tidak sama dengan nilai percepatan pada kotak 2 dan 3.
Persamaan Hukum Newton 2 pada kotak 1 secara horizontal dapat ditullis dengan:
 F1 = m1 . a1
T = m1 . a1
T = m1 . a1 Tidak dapat dihitung
Persamaan pada kotak 2 secara horizontal dapat ditullis dengan:
 F2 = m2 . a
T2 – T = m2 . a
T2 = m2 . a + T
Persamaan pada kotak 3 secara vertikal dapat ditullis dengan:
 F3 = m3 . a
m3 . g – T2 = m3 . a disubstitusikan dengan persamaan kotak 2.
Kita dapat mencari nilai sebesar:
T = m3 . g – (m3 + m2) a
T = (2 kg) (10 m/s2) – (2 kg + 2 kg) 2 m/s2 = 12 N
Jadi, tegangan tali T pada sistem sebesar 12 N

d. Gaya Gesek
Gaya Gesek adalah gaya yang berlawanan arah dengan arah gerak benda. Gaya ini terjadi
karena sentuhan benda dengan bidang lintasan akan membuat gesekan antara keduanya saat
benda akan mulai bergerak hingga benda bergerak. Besarnya gaya ini ditentukan berdasarkan
kekasaran permukaan kedua bidang yang bersentuhan, jadi semakin kasar permukaan suatu
bidang maka nilai gaya geseknya akan semakin besar. Terdapat dua jenis Gaya gesek, yakni :
- Gaya Gesek Statis
Gaya Gesek Statis adalah gaya yang bekerja saat benda diam hingga tepat saat
benda akan bergerak. Sebagai contoh, GGS dapat mencegah kamu untuk tergelincir
dari tempat kamu berpijak. GGS juga dapat mencegah benda meluncur ke bawah pada
bidang miring.
Besar GGS merupakan hasil perkalian antara koefisien gesek statis dengan
gaya normal benda. Koefisien gesek merupakan besaran yang bergantung pada
kekasaran kedua permukaan bidang yang bersentuhan. Koefisien gesek statis
dinotasikan dengan .

Perhatikan gambar diatas untuk melihat arah-arah gaya. Karena setiap benda
yang diam hingga tepat akan bergerak memiliki nilai GGS, maka benda tidak akan
bergerak jika gaya yang diberikan lebih kecil dari nilai GGS (karena arah gaya yang
diberikan dengan arah gaya gesek selalu berlawanan). Jadi, benda akan dapat bergerak
jika gaya yang diberikan lebih besar dari nilai GGS.

benda tetap diam. || benda mulai bergerak


- Gaya Gesek Kinetis
Gaya gesek kinetis adalah gaya yang bekerja saat benda bergerak. Saat benda
diam hingga tepat akan bergerak, gaya yang berkerja adalah GGS. Lalu, saat benda
mulai bergerak maka gaya yang bekerja adalah GGK. Jika tidak terdapat GGK, maka
suatu benda yang diberi gaya akan selalu melaju dan tidak akan berhenti karena tidak
ada gaya gesek yang melambatkannnya, seperti di luar angkasa.
Sama seperti GGS, nilai GGK merupakan hasil perkalian antara koefisien
geseknya dengan gaya normal benda. Koefisien gesek kinetis dinotasikan dengan .
Biasanya, nilai koefisien gesek kinetis selalu lebih kecil dari koefisien gesek statis
untuk material yang sama.. Dimana Persamaan GGK:
.
.

Contoh Soal
Sebuah kotak seberat 10 kg ditarik sepanjang bidang datar dengan gaya sebesar 40 N
yang membentuk sudut . Koefisien gesek statis dan kinetis nilainya berturut-turut
sebesar 0,4 dan 0,3. Hitunglah percepatannya.
Pertama tama gambarkan dulu gaya yang bekerja :

Kemudian kita identifikasi komponen-komponen yang diketahui,

memiliki komponen vertikal dan horizontal:

Lalu, kita dapat mencari gaya normalnya yang dinotasikan dengan ataupun ,
.

(karena benda tidak bergerak secara vertikal, maka ).

Agar kita mengetahui apakah benda tersebut dapat bergerak atau tidak, maka
kita hitung nilai GGSnya:

, maka benda bergerak.

Kita tentukan GGK yang bekerja:

Lalu, dapat kita cari percepatannya:

Jadi, percepatan yang dialami benda sebesar .


3. GERAK
Gerak adalah perubahan posisi suatu benda terhadap titik acuan. Titik acuan sendiri
didefinisikan sebagai titik awal atau titik tempat pengamat. Gerak bersifat relatif artinya
gerak suatu benda sangat bergantung pada titik acuannya. Benda yang bergerak dapat
dikatakan tidak bergerak, sebgai contoh meja yang ada dibumi pasti dikatakan tidak bergerak
oleh manusia yang ada dibumi. Tetapi bila matahari yang melihat maka meja tersebut
bergerak bersama bumi mengelilingi matahari.
Contoh lain gerak relatif adalah B menggedong A dan C diam melihat B berjalan
menjauhi C. Menurut C maka A dan B bergerak karena ada perubahan posisi keduanya
terhadap C. Sedangkan menurut B adalah A tidak bergerak karena tidak ada perubahan posisi
A terhadap B. Disinilah letak kerelatifan gerak. Benda A yang dikatakan bergerak oleh C
ternyata dikatakan tidak bergerak oleh B. Lain lagi menurut A dan B maka C telah
melakukan gerak semu.
Gerak semu adalah benda yang diam tetapi seolah-olah bergerak karena gerakan
pengamat. Contoh yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah ketika kita
naik mobil yang berjalan maka pohon yang ada dipinggir jalan kelihatan bergerak. Ini berarti
pohon telah melakukan gerak semu. Gerakan semu pohon ini disebabkan karena kita yang
melihat sambil bergerak.

3.1. MACAM – MACAM GERAK


Bedasarkan lintasannya gerak dibagi menjadi 3
1. Gerak lurus yaitu gerak yang lintasannya berbentuk lurus
2. Gerak parabola yaitu gerak yang lintasannya berbentuk parabola
3. Gerak melingkar yaitu gerak yang lintasannya berbentuk lingkaran
Sedangkan berdasarkan percepatannya gerak dibagi menjadi 2
1. Gerak beraturan adalah gerak yang percepatannya sama dengan nol (a = 0) atau
gerak yang kecepatannya konstan.
2. Gerak berubah beraturan adalah gerak yang percepatannya konstan (a = konstan)
atau gerak yang kecepatannya berubah secara teratur
Pada kesempatan ini hanya akan kita bahas tentang gerak lurus saja. Gerak lurus sendiri
dibagi menjadi 2 :
1. Gerak Lurus Beraturan (GLB)
adalah gerak gerak benda yang lintasannya lurus dan kecepatannya konstan (tetap). Contoh
gerak GLB adalah mobil yang bergerak pada jalan lurus dan berkecepatan tetap.

Gambar 5. Grafik dan rumus gerak lurus beraturan

Keterangan :
s adalah jarak atau perpindahan (m)
v adalah kelajuan atau kecepatan (m/s)
t adalah waktu yang dibutuhkan (s)

Sebelum lebih lanjut membahas tentang gerak terlebih dahulu kita bahas tentang
perbedaan perpindahan dan jarak tempuh. Perpindahan adalah besarnya jarak yang diukur
dari titik awal menuju titik akhir sedangkan Jarak tempuh adalah Panjang lintasan yang
ditempuh benda selama bergerak. Perhatikan gambar dibawah ini

Sebuah benda bergerak dari A menuju B kemudian dia kembali ke C. Pada peristiwa
di atas Pepindahannya adalah AB – BC = 200 m – 90 m = 110 m. Sedangkan jarak yang
ditempuh adalah AB + BC = 200 m + 90 m = 290 m.Apabila perpindahan dan jarak itu
berbeda maka antara kecepatan dan kelajuan juga berbeda.
Kecepatan didefinisikan sebagai besarnya perpindahan tiap satuan waktu dan
Kelajuan didefinisikan sebagai besarnya jarak yang ditempuh tiap satuan waktu. Perumusan
yang digunakan pada kecepatan dan kelajuan adalah sama. Karena dalam hal ini yang kita
bahas adalah gerak lurus maka besarnya perpindahan dan jarak yang ditempuh adalah sama.
Berdasarkan pada alasan ini maka untuk sementara supaya mudah dalam membahas,
kecepatan dan kelajuan dianggap sama.
Pada pembahasan GLB ada juga yang disebut dengan kecepatan rata-rata. Kecepatan rata-rata
didefinisikan besarnya perpindahan yang ditempuh dibagi dengan jumlah waktu yang
diperlukan selama benda bergerak.
v rata-rata = Jumlah jarak atau perpindahan / jumlah waktu
Karena dalam kehidupan sehari-hari tidak memungkinkan adanya gerak lurus beraturan maka
diambillah kecepatan rata-rata untuk menentukan kecepatan pada gerak lurus beraturan.

2. Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)


Adalah gerak lintasannya lurus dengan percepatan tetap dan kecepatan yang berubah secara
teratur. Contoh GLBB adalah gerak buah jatuh dari pohonnya, gerak benda dilempar ke atas.
GLBB dibagi menjadi 2 macam :
a. GLBB dipercepat
Adalah GLBB yang kecepatannya makin lama makin cepat, contoh GLBB dipercepat
adalah gerak buah jatuh dari pohonnya.
Grafik hubungan antara v terhadap t pada GLBB dipercepat adalah

Sedangkan Grafik hubungan antara s terhadap t pada GLBB dipercepat


b. GLBB diperlambat
Adalah GLBB yang kecepatannya makin lama makin kecil (lambat). Contoh GLBB
diperlambat adalah gerak benda dilempar keatas.
Grafik hubungan antara v terhadap t pada GLBB diperlambat

Grafik hubungan antara s terhadap t pada GLBB diperlambat

Persamaan yang digunakan dalam GLBB sebagai berikut :


Untuk menentukan kecepatan akhir

Untuk menentukan jarak yang ditempuh setelah t detik adalah sebagai berikut:

Yang perlu diperhatikan dalam menggunakan persamaan diatas adalah saat GLBB dipercepat
tanda yang digunakan adalah + .
Untuk GLBB diperlambat tanda yang digunakan adalah – , catatan penting disini adalah nilai
percepatan (a) yang dimasukkan pada GLBB diperlambat bernilai positif karena dirumusnya
sudah menggunakan tanda negatif.
3. Gerak Jatuh Bebas (GJB)
Ciri – cirinya yaitu tidak mempunyai kecepatan awal (v0 = 0) dan arah percepatan gravitasi
ke bawah dan bertanda positif (a = g)

Keterangan
h : Tinggi benda pada saat dijatuhkan (m)
t : Waktu (s)
v0 : Kecepatan awal (m/s)
vt : Kecepatan akhir (m/s)
g : percepatan gravitasi (m/s2) ; 9,8 m/s2 atau 10 m/s2

4. Gerak Vertikal ke Bawah (GVB)


Ciri – cirinya yaitu mempunyai kecepatan awal (v0 ≠ 0) dan arah percepatan gravitasi ke
bawah dan bertanda positif (a = g)

Keterangan:
v0 : Kecepatan awal (m/s)
vt : Kecepatan benda kemudian (m/s)
h0 : Tinggi benda mula – mula (m)
t : Waktu (s)
g : Kecepatan gravitasi
5. Gerak Vertikal ke Atas (GVA)
Ciri – cirinya yaitu, mempunyai kecepatan awal (v0 ≠ 0), arah gravitasi ke atas dan bertanda
negatif (a = -g) serta pada titik tertinggi kecepatan benda = 0 (vt = 0)

Keterangan:
v0 : Kecepatan awal (m/s)
vt : Kecepatan benda kemudian (m/s)
h0 : Tinggi benda mula – mula (m)
t : Waktu (s)
g : Kecepatan gravitasi
tb : Waktu dititik tertinggi (s)

Contoh soal,
Sepotong kapur yang massanya 20 gram jatuh bebas dari ketinggian 10 m di atas tanah. Jika
gesekan antara kapur dengan udara diabaikan (g = 10 ms-2), kecepatan kapur saat sampai di
tanah adalah …

Jawab.
m = 20 gram ; 0,02 kg
h = 10 m
g = m/s

Dit vt ...... ?
vt2 = v02 + 2 gh
= 0 + 2 gh (ingat pada gerak jatuh ke bawah v0 = 0)
vt2 = 2 gh
= √2 𝑥 10 𝑥 10
= √200
= √100.2
= 10√2 𝑚/𝑠
Jadi kecepatan kapur sampai di tanah adalah 10√2 𝑚/𝑠