Anda di halaman 1dari 31

TUGAS TERSTRUKTUR

DISUSUN OLEH :
NAMA : ENDAH UMU NUR HOLISAH

KELAS : X.2
NO. ABSEN : 10
MAPEL : FISIKA
TP : 2018/2019

1. Membuat tabel besaran pokok

2. Berikut ini adalah ragam alat ukur yang dipakai untuk dalam pengukuran besaran
pokok.

1. Panjang
Alat ukur yang digunakan untuk mengukur besaran panjang, antara lain:
– Penggaris
– Pita ukur
– jangka sorong
– Mikrometer sekrup
2. Massa
Alat ukur yang digunakan untuk mengukur besaran massa:
– Neraca pasar
– Neraca lengan
– Neraca kimia
– Neraca pegas
– Neraca digital

3. Waktu
Alat ukur yang digunakan untuk mengukur besaran waktu:
– Jam matahari
– jam pasir
– Jam dinding
– Jam tangan
– Stopwatch
– jam atom

4. Kuat Arus listrik


Alat ukur yang digunakan:
– Amperemeter

5. Suhu
Alat ukur yang digunakan untuk mengukur besaran suhu:
– Termometer

6. Intensitas Cahaya
Alat ukur yang digunakan untuk mengukur besaran cahaya:
– Candlemeter atau luxmeter

7. Jumlah Zat
Jumlah zat tidak diukur secara langsung, tetapi dengan cara mengukur terlebih dahulu
massa zat.
TUGAS TAK TERSTRUKTUR

DISUSUN OLEH :
NAMA : VIO RAMADHANTY HERYNA PUTRI
KELAS : X.3

NO. ABSEN : 34
MAPEL : FISIKA
TP. : 2013-2014

Perpindahan Kalor (Konduksi, Konveksi, dan Radiasi)

1. Konduksi
Proses perpindahan kalor melalui suatu zat tanpa diikuti perpindahan bagian-bagian zat itu
disebut konduksi atau hantaran. Misalnya, salah satu ujung batang besi kita panaskan.
Akibatnya, ujung besi yang lain akan terasa panas.
Coba perhatikan gambar berikut:

Pada batang besi yang dipanaskan, kalor berpindah dari bagian yang panas ke bagian yang
dingin. Jadi, syarat terjadinya konduksi kalor pada suatu zat adalah adanya perbedaan suhu.
Berdasarkan kemampuan menghantarkan kalor, zat dapat dikelompokkan menjadi dua
golongan, yaitu konduktor dan isolator. Konduktor adalah zat yang mudah menghantarkan
kalor (penghantar yang baik). Isolator adalah zat yang sulit menghantarkan kalor (penghantar
yang buruk).

2. Konveksi
Proses perpindahan kalor melalui suatu zat yang disertai dengan perpindahan bagian-
bagian yang dilaluinya disebut konveksi atau aliran. Konveksi dapat terjadi pada zat cair
dan gas.
a. Konveksi pada Zat Cair
Syarat terjadinya konveksi padaz at cair adalah adanya pemanasan. Hal ini disebabkan
partikel-partikel zat cair ikut berpindah tempat.
b. Konveksi pada Gas
Konveksi terjadi pula pada gas, misalnya udara. Seperti halnya pada air, rambatan (aliran)
kalor dalam gas (udara) terjadi dengan cara konveksi. Beberapa peristiwa yang terjadi akibat
adanya konveksi udara adalah sebagai berikut.
1) Adanya angin laut. Angin laut terjadi pada siang hari. Pada siang hari, daratan lebih
cepat menjadi panas daripada lautan sehingga udara di daratan naik dan digantikan oleh
udara dari lautan.
2). Adanya angin darat, Angin darat terjadi pada malam hari. Pada malam hari, daratan
lebih cepat menjadi dingin daripada lautan. Dengan demikian, udara di atas lautan naik dan
digantikan oleh udara dari daratan.

3) Adanya sirkulasi udara pada ruang kamar di rurnah


4) Adanya cerobong asap pabrik.

3. Radiasi
Proses perpindahan kalor tanpa zat perantara disebut radiasi atau pancaran. Kalor
diradiasikan dalam bentuk gelombang elektromagnetik, gelombang radio, atau gelombang
cahaya. Misalnya, radiasi panas dari api Apabila kita berdiam di dekat api unggun, kita
merasa hangat. Kemudian, jika kita memasang selembar tirai di antara api dan kita,
radiasi kalor akan lerhalang oleh tirai itu. Dengan demikian, kita dapat mengatakan bahwa:
Kalor dari api unggun atau matahari dapat dihalangi oleh tabir sehingga kalor tidak dapat
merambat. Ada beberapa benda yang dapat menyerap radiasi kalor atau menghalanginya.
Alat yang digunakan untuk mengetahui atau menyelidiki adanya radiasi disebut termoskop,
seperti yang tampak pada gambar berikut:

Dari hasil penyelidikan dengan menggunakan termoskop, kita dapat mengetahui bahwa:
1) Permukaan yang hitam dan kusam adalah penyerap atau permancar radiasi kalor yang
baik.
2) Permukaan yang putih dan mengkilap adalah penyerap atau pemancar radiasi yang
buiruk.

Read more: http://memetmulyadi.blogspot.co.id/2013/03/perpindahan-kalor-konduksi-


konveksi-radiasi.html#ixzz42zJf2vWo
TUGAS TERSTRUKTUR

DISUSUN OLEH :

NAMA : VIO RAMADHANTY HERYNA PUTRI

KELAS : X.3

NO. ABSEN : 34

MAPEL : FISIKA

SEMESTER : GENAP

TAHUN PELAJARAN : 2013-2014

Menentukan pembentukan bayangan pada cermin cekung


TUGAS KELOMPOK DAN TAK TERSTRUKTUR

DISUSUN OLEH :

NO
NIS NISN NAMA
ABSEN
31 4033 9970533239 SITI NUR HALISAH
32 4041 9971863255 TEGUH SAIHU ROHMAN
33 4054 9980516128 VINA WURI RAHMADHANI
34 4057 9980516397 VIRDA AULIA FARRIHA
35 4062 9980341873 WILUJENG ARININGTYAS

KELAS : X.2
MAPEL : FISIKA
SEMESTER : GENAP
TAHUN PELAJARAN : 2013-2014

1. Penerapan Hukum Newton

Berikut penjelasan contoh hukum i, ii, dan iii newton dan penjelasannya. Dalam kehidupan
sehari-hari kita selalu berkaitan dengan ketiga hukum tersebut. Pada waktu di rumah, di
perjalanan dan di sekolah ada peristiwa tersebut.
Contoh hukum 1 newton.

Hukum 1 newton ini berkaitan dengan sifat kelembaman suatu benda. Artinya setiap benda
cenderung mempertahankan kedudukannya. Ada yang mengatakan bahwa benda cenderung
malas untuk bergerak. Berikut contoh hukum pertama newton:
1. Pada saat kita mengerem sepeda motor atau sepeda, tubuh kita akan terdorong ke depan.
2. Pada saat kita menginjak gas mobil atau memutar gas motor maka tubuh kita akan
terdorong ke belakang.

Contoh hukum 2 Newton


Hukum kedua newton ini berkaitan dengan benda dalam keadaan bergerak. Massa benda dan
gaya yang diberikan kepada benda diperhitungkan. Contohnya sebagai berikut:
1. Orang mendorong gerobak bakso dengan kekuatan tertentu dan gerobak tersebut akan
berjalan dengan percepatan tertentu.
Contoh hukum 3 Newton
Hukum 3 Newton ini berkaitan dengan gaya aksi dan reaksi. Artinya benda yang kita berikan
gaya akan menimbulkan reaksi terhadap kita. Contohnya sebagai berikut:
1. Saat kita mendayung perahu, kita mendayung ke arah belakang kemudian perahu
tersebut akan bergerak ke depan akibat gaya yang kita berikan kepada air dengan
menggunakan dayung.

2. Pada roket air, tekanan air yang mengandung detergen dalam keadaan tinggi. Ketika
tutup roket air di buka maka air tersebut akan menyembur ke bawah sehingga
mendorong roket ke atas.
Demikianlah penjelasan mengenai contoh hukum 1, 2, dan 3 Newton.

TUGAS TERSTRUKTUR
DIBUAT OLEH :

NAMA : DONA AYU FEBRIYANTI


KELAS : X.1
NO. ABSEN : 14
MAPEL : FISIKA
SEMESTER : GANJIL
TAHUN PELAJARAN : 2014-2015

1. Pengertian dari gerak melingkar :


Pengertian Gerak Melingkar Beraturan (GMB)
Pengertian Gerak Melingkar Beraturan (GMB) – Gerak Melingkar Beraturan
(GMB) adalah/ Gerak Melingkar Beraturan (GMB) yaitu/ Gerak Melingkar
Beraturan (GMB) merupakan/ yang dimaksud Gerak Melingkar Beraturan
(GMB)/ arti Gerak Melingkar Beraturan (GMB)/ definisi Gerak Melingkar
Beraturan (GMB).

Gerak Melingkar Beraturan (GMB). Mirip dengan GLB, gerak melingkar beraturan
di definisikan sebagai gerak suatu benda menempuh lintasan melingkar dengan
kelajuan (besar kecepatan) tetap. Pada GMB, besar kecepatan linear (atau
kelajuan linear) adalah tetap, tetapi vektor kecepatan linear setiap saat berubah
(tidak tetap). Sedangkan vektor kecepatan sudut adalah tetap karena baik besar
maupun arah dari kecepatan sudut setiap saat tetap. Percepatan sudut maupun
percepatan tangensial sama dengan nol.

2. Besaran-besaran dalam Gerak Melingkar Beraturan.


1. Periode Frekuensi
Periode (T) didefinisikan sebagai selang waktu yang dipergunakan oleh
suatu titik materi pada benda yang berputar terhadap suatu proses tertentu,
untuk menempuh satu kali putaran (satu kali melingkar). Frekuensi (f)
didefinisikan sebagai banyaknya putaran yang dapat dilakukan oleh suatu
titik materi yang berputar terhadap suatu proses tertentu, dalam selang
waktu satu sekon.
Secara matematis, periode, dan frekuensi dirumuskan sebagai berikut:

Keterangan:
n= banyaknya putaran
t= waktu tempuh (s)
T= periode(s)
f= frekuensi (Hz)
2. Kecepatan Linear (v) dan kecepatan sudut (ω)
Kecepatan linear (v) adalah hasil bagi panjang lintasan linear yang ditempuh
partikel dengan selang waktu tempuhnya. Sedangkan kecepatan sudut (ω)
adalah hasil bagi sudut pusat yang ditempuh partikel dengan selang waktunya.
Secara matematis, kecepatan linear dan kecepatan sudut dirumuskan sebagai
berikut:

Hubungan antara kecepatan linear dengan kecepatan sudut dirumuskan sebagai


berikut:

3. Percepatan Sentripetal (αs)


Pada partikel yang melakukan gerak melingkar beraturan, percepatan tangensial
bernilai nol tetapi partikel tersebut masih mengalami percepatan sentripetal αs.
Percepatan sentripetal didefinisikan sebagai percepatan yang selalu tegak lurus
terhadap kecepatan linearnya dan mengarah ke pusat lingkaran.
Percepatan sentripetal dapat dicarai dengan persamaan berikut:

b. Persamaan Gerak pada Gerak Melingkar Beraturan


Analogi dari gerak beraturan adalah gerak melingkar beraturan. Oleh karena itu,
persamaan untuk gerak melingkar beraturan mirip dengan gerak lurus beraturan.
Dalam GMB, kecepatan sudut rata-rata sema dengan kecepatan sudut sesaat.

Misalkan paa keadaan awal (t0=0), posisi partikel θ0 maka:

Dengan demikian, berlaku persamaan:

TUGAS TERSTRUKTUR
DIBUAT OLEH :

NAMA : FIRSA MAYA SAPITRI


KELAS : X.2
NO. ABSEN : 16
MAPEL : FISIKA
SEMESTER : GENAP
TAHUN PELAJARAN : 2014-2015

“MATA”, topik yang akan kami bahas adalah Pengertian Mata dan
Bagian – Bagian Mata serta fungsinya.

A. PENGERTIAN MATA
Mata adalah salah satu alat indra manusia yang berfungsi sebagai indra
penglihat. Mata merupakan alat indra yang kompleks. Apabila kita
menyebutkan Mata, maka dalam pikiran kita yang muncul adalah bola
mata, namun sebenarnya tidak hanya bola mata yang berperan agar kita
dapat melihat, bulu mata, alis mata, dan kelopak mata juga berperan
penting dalam mendukung penglihatan. Mata adalah orang yang
kerjanya terkait dengan cahaya (terang gelap), warna, dan benda yang
dilihat.
B. BAGIAN – BAGIAN MATA DAN FUNGSINYA
Secara garis besar Mata memiliki 2 bagian utama, yaitu bagian dalam
bola mata, dan bagian luar bola mata.
1. Bagian Luar Mata
Seperti yang telah saya jelaskan tadi sahabat, Mata sebagai Alat indra
Penglihat bukan hanya Bola Mata namun juga ada bagian luar bola mata
yang fungsinya tidak kalah penting, yaitu :

Alis Mata , adalah bagian yang terdapat di atas kelopak mata yang
tersusun atas rambut – rambut, Alis mata berfungsi untuk melindungi
mata dari air dan kotoran yang hendak masuk ke mata. Contohnya mata
dapat terlindung dari keringat dari atas alis mata.

Kelopak Mata, adalah bagian yang menutupi sebagian mata, dan


berfungsi untuk melindungi serta membersihkan mata. Kelopak mata
dapat menutup dan membuka. Kelopak mata memiliki gerak refleks
untuk berkedip jika terjadi sesuatu, misalnya ketika intensitas cahaya
yang diterima bola mata meningkat secara tiba-tiba.

Bulu Mata, adalah bagian yang terdapat pada ujung kelopak mata yang
juga terdiri dari rambut – rambut halus. Bulu Mata berfungsi untuk
melindungi mata dari kotoran dan juga untuk menyaring intensitas
cahaya yang masuk ke mata. Pada bulu mata terdapat suatu kelenjar
yang disebut kelenjar meibow yang berfungsi menghasilkan lemak untuk
mencegah kedua kelopak mata lengket saat berkedip.

2. Bagian Dalam Mata

SUMBER GAMBAR KLIK DISINI

a. Dinding Bola Mata


Bola mata tersusun atas 3 dinding yang memiliki peran dominan dalam
menjalankan fungsinya sebagai alat indra penglihat. Ketiga bagian
tersebut adalah :
Sklera, adalah bagian dinding mata paling luar, bagian ini berwarna
putih buram dan bersifat keras karena tersusun oleh jaringan ikat
dengan serat yang kuat. Skelara berfungsi untuk membungkus dan
melindungi bola mata dari kerusakan.

Kornea, Pada bagian depan skera terdapat bagian bening yang terlihat
cembung, bagian ini disebut kornea. Kornea berfungsi untuk melindungi
lensa mata dan meneruskan cahaya yang masuk ke mata. Kornea selalu
dibasahi oleh air mata, tidak memiliki pembuluh darah dan bersifat
tembus cahaya.

Koroid, adalah bagian dinding mata lapisan tengah yang berfungsi


sebagai penyuplai oksigen dan nutrisi untuk bagian lain, terutama bagi
retina. Pada Koroid terdapat banyak pembuluh darah oleh karena
mudah untuk transfer oksigen. Koroid umumnya berwarna Coklat
kehitaman atau hitam. Warna gelap pada Koroid berfungsi agar cahaya
tidak direfleksikan (dipantulkan). Bagian depan koroid yang terputus
akan membentuk iris (selaput pelangi), pada bagian tengah iris terdapat
lubang yang dinamakan pupil.

Retina, adalah bagian dinding paling dalam dari mata yang berfungsi
untuk menangkap bayangan benda karena memiliki sel yang peka
terhadap cahaya. Retina merupakan bagian yang memiliki reseptor
cahaya yang terdiri dari sel – sel saraf yaitu :

 Sel Batang (Basilus), merupakan sel yang peka terhadap cahaya


tidak kuat ( lebih berperan saat malam hari atau dalam keadaan
gelap)
 Sel Kerucut (Konus), merupakan sel yang peka terhadap
intensitas cahaya yang kuat ( lebih berperan saat siang hari atau
dalam keadaan terang)

Bagian belakang retina tidak memiliki sel batang maupun se kerucut


tersebut, oleh karena itu disebut titik buta, dan apabila bayangan benda
jatuh pada titik tersebut maka kita tidak bisa melihat. Sedangkan bagian
mata yang memiliki banyak sel kerucut disebut titik kuning , bagian ini
merupakan bagian yang paling peka terhadap cahaya, apabila bayangan
benda jatuh pada titik kuning, maka manusia mampu melihat dengan
jelas.

b. Iris
Iris merupakan bagian yang memberi warna pada mata, mungkin
sahabat pernah melihat orang yang warna bola matanya coklat, hitam,
biru atau hijau? Nah irislah yang berperan untuk memberikan warna
pada bola mata manusia. Pada bagian Iris terdapat pingmen warna, oleh
karena itu iris sering disebut selaput pelangi, iris terletak pada bagian
depan bola mata. Iris dapat mengkerut dan mengembang, iris berfungsi
untuk mengatur pergerakan pupil sesuai dengan intensitas cahaya yang
masuk.

c. Pupil
Pupil adalah bagian lubang yang terdapat pada bagian tengah iris yang
berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk ke
mata. Pupil akan melebar apabila sedikit cahaya yang masuk ke mata
(dalam keadaan semakin gelap) , dan akan mengecil apabila banyak
cahaya yang masuk ke mata (dalam keadaan semakin terang). Proses
membesar dan mengecilnya Pupil berguna agar cahaya yang masuk
tidak berlebihan dan tidak terlalu sedikit agar kita tetap dapat melihat
dengan baik.
d. Lensa
Lensa merupakan bagian yang bersifat lunak dan transparan yang
terdapat di belakang iris. Lensa berfungsi untuk mengumpulkan dan
memfokuskan cahaya agar bayangan benda jatuh di tempat yang tepat.
Lensa memiliki kemampuan yang disebut daya akomodasi, yaitu
kemampuan untuk menebal/menipisnya atau
mencembung/memipihnya lensa sesuai dengan jarak benda yang
dilihat. Lensa diikat oleh otot pemegang lensa, otot inilah yang berfungsi
dalam kemampuan Daya Akomodasi Lensa. Apabila Lensa Akan
semakin cembung saat melihat benda yang dekat dan semakin memipih
saat melihat benda yang jauh.

e. Kelenjar Lakrima (kelenjar air mata)


Kelenjar Lakrima merupakan bagian mata yang berfungsi untuk
menghasilkan air mata yang akan membasahi kornea, melindungi mata
dari kuman, menjaga mata dan kelopak mata bagian dalam agar tetap
lembut dan sehat.

f. Saraf Optik
Saraf optik merupakan bagian yang berfungsi untuk memberikan
informasi visual yang diterima dan diteruskan ke otak.

g. Titik Buta
Titik Buta merupakan bagian yang berfungsi untuk meneruskan dan
membelokkan berkas saraf menuju ke otak. Pada titik buta tidak
terdapat sel – sel yang peka terhadap rangsangan cahaya. Oleh karena
itu apabila bayangan benda jatuh pada bagian ini, maka kita tidak dapat
melihat.
TUGAS TAK TERSTRUKTUR
DIBUAT OLEH :

NO
NIS NAMA
ABSEN
11 4148 ERWIN BAGUS SETYAWAN
12 4152 FAHRIZAL DIMAS PERMADI
13 4153 FAHRUM NISA
14 4160 FEBIOLA SAFIRA
15 4164 FILO BI OKTAVIVA

KELAS : X.3
MAPEL : FISIKA
SEMESTER : GANJIL
TAHUN PELAJARAN : 2014-2015

1 Pengertian Vektor
Vektor adalah besaran yang mempunyai nilai dan arah. Contoh sebuah kapal bergerak dengan
kecepatan sebesar 20 knot pada arah 30 derajat dari suatu pelabuhan. Dari pernyataan di atas
dapat dipahami bahwa kapal tersebut bergerak dengan kecepatan 20 knot yang merupakan
besaran, selain itu dijelaskan juga arah yang ditempuh, yaitu 30 derajat dari pelabuhan.
Penggambaran vektor:
Untuk menyatakan suatu vektor dapat dilakukan pada bidang datar atau bidang koordinat
Cartesius XOY dengan menggambar ruas garis dengan anak panah di salah satu ujungnya.
Panjang ruas garis mewakili besar (panjang) vektor dan anak panah mewakili arah vektor.
Vektor disimbolkan dengan huruf tebal atau dengan huruf yang digaris bawahi.
Macam-macam vektor:

1. Vektor Satuan : Vektor yang memiliki arah, meskipun hanya bernilai satu.
2. Vektor Nol : Vektor yang titik awal dan akhirnya sama.
3. Vektor Negatif : Negatif sebagai penunjuk arahnya.
4. Vektor Posisi : Vektor yang menempati posisi pada bidang kartesius.
5. Vektor Ortogonal: Vektor basis pada dimensi tiga.
6. Vektor Basis : Vektor yang menempati suatu kartesius.
7. Vektor Resultan : Vektor yang menjadi hasil dari semua vektor.

2 Fungsi Vektor Secara garis besar


Dalam dunia manusia ini, memang tidak serta merta kita dapat mlihat fungsi dari vektor
tersebut. Namun, fungsi itu ada dan itulah sebabnya mata pelajaran/mata kuliah ini tetap
dipelajari. Fungsi-fungsi tersebut antara lain yaitu:
1. Sarana transportasi darat, laut, maupun udara masing-masing memiliki peluang yang
sama untuk terjadinya kecelakaan. Apabila kecelakaan teradi di tengah lautan lepas
tentunya kapal yang mengalami kerusakan hars dibawa ke pelabuhan terdekat untuk
segera diperbaiki. Untuk menarik kapal tersebut dibutuhkan dua buah kapal dengan
dilengkapi kawat baja. Agar kapal dapat sampai ke pelabuhan yan dituju dan posisi kapal
selama perjalanan tetap stabil besar gaya yang dibutuhkan oleh masing-masing kapal
penarik dan sudut yang di bentuk oleh kawat baja harus diperhitungkan dengan cermat.
2. Dalam Navigasi, vektor berpengaruh besar terhadap keberadaan suatu lokasi ditinjau
dari tempat yang bergerak (kendaraan atau lainnya). Teknologi ini disebut Global
Positioning System atau GPS. Dimana sistem ini memberitahukan lokasi di permukaan
bumi walaupun tempatnya bergerak. Sehingga, suatu kendaraan dapat tahu
keberadaannya dan dimana lokasi tujuannya. Karena itu vektor sangat berperan penting
dalam Navigasi contohnya vector yang digunakan untuk Sistem Navigasi Pesawat
Terbang. Semua pesawat terbang dilengkapi dengan sistem navigasi agar pesawat tidak
tersesat dalam melakukan penerbangan. Panel-panel instrument navigasi pada kokpit
pesawat memberikan berbagai informasi untuk sistem navigasi mulai dari informasi
tentang arah dan ketinggian pesawat. Pengecekan terhadap instrument sistem navigasi
harus seteliti dan seketat mungkin. Sebagai contoh kejadian yang menimpa pesawat
Adam Air pada bulan pebruari 2006 sewaktu menjalani penerbangan dari bandara
Soekarno Hatta menuju bandara Hasanudin di Makasar. Ketidaktelitian pihak otoritas
penerbangan yang mengijinkan pesawat Adam Air terbang dengan sistem navigasi yang
tidak berfungsi menyebabkan Pesawat Adam Air berputar-putar di udara tanpa tahu arah
selama tiga jam, sebelum mendarat darurat di bandara El Tari Nusa Tenggara Timur.
Kesalahan akibat tidak berfungsinya system navigasi adalah kesalahan yang fatal dalam
dunia penerbangan. Sanksi yang diberikan adalah dicabutnya ijin operasi bagi maskapai
penerbangan yang melanggar. Vektor menyatakan arah dan besar suatu besaran. Jurusan
tiga angka, Analisi ruang, Navigasi penerbangan dan pelayaran selalu menggunakan
vektor untuk keperluan itu. Peralatan navigasi membutuhkan perhitungan vektoris yang
sudah dikalibrasikan dengan alat ukur sehingga menghasilkan keluaran manual atau
digital. Keluaran itu dapat dibaca pada pada alat ukur yang menera besar dan arah secara
bersamaan, sehingga bermanfaat bagi orang yang memantaunya.

Pernahkah Kamu naik pesawat terbang? Antara penumpang dan pilot dan copilot di
ruang kemudi dipisah dengan sekat. Tujuannya agar pilot dapat berkonsentrasi
mengemudikan pesawat. Pernahkah Kamu bayangkan pesawat terbang di malam hari?
Bagaimana pilot mengemudikan pesawat terbang di malam hari. Dengan sistem vektor
yang dikalibrasikan dengan komputer navigasi pesawat pilot dapat memantau arah
tujuan pendaratan pesawat. Jadi tidak pernah sebuah pesawat nyasar ke lain tempat.

Contoh-contoh Vektor dalam kehidupan sehari-hari

Berikut ini adalah beberapa contoh vektor dalam kehidupan sehari-hari yang mungkin
tidak asing lagi bagi kita semua.

1. Ketika Upacara bendera dihari senin, pasukan paskibra mengibarkan bendera dari
bawah ke atas. Aplikasi vektor bendera seperti sudut 90 derajat.
2. Ketika seorang melakukan olahraga tersebut, mereka akan terjun dengan kemiringan
tertentu hingga menginjak tanah.
3. Ketika penerjun menjatuhkan diri dari kapal, tempat ia jatuh tidak tepat di bawah
kapal, tetapi jauh melenceng karena adanya dua vektor gaya yaitu gaya gravitasi dan
gaya dorong angin.
4. Dalam sains komputer vektor digunakan untuk pembuatan gravis. Grafis adalah
gambar yang tersusun dari koordinat-koordinat. Dengan demikian sumber gambar
yang muncul pada layar monitor komputer terdiri atas titik-titik yang mempunyai
nilai koordinat. Layar Monitor berfungsi sebgai sumbu koordinat x dan y. Grafis
vektor adalah objek gambar yang dibentuk melalui kombinasi titik-titik dan garis
dengan menggunakan rumusan matematika tertentu. Contoh software yang
menggunakan vektor adalah CorelDRAW dan Adobe Illustrator. Dalam software
komputer seperti AutoCAD, Google SketchUp dll, terdapat penghitungan vektor
yang terkomputerisasi. Program tersebut berfungsi sebagai penggambar rancangan
bangunan 3D sebelum membangun bangunan sebenarnya. Dalam progeam tersebut
terdapat tiga sumbu, sumbu X, sumbu Y dan sumbu Tegak (3 dimensional).
5. Kapal selam: kapal. Selam ini di beri rongga udara yang berfungsi sebai tempat
masuk dan kluarnya air atau udara. Ketika rongga tersebut berisi udara ,volume air di
yang pindahkan sama dengan berat kaPal sehingga kapal selam bisa mengapung.dan
jika tutup udara Pada rongga di buka kembali maka volume air pada rongga akan
bertambah sehingga kapal selam tenggelam.
Kesimpulan

Vektor adalah besaran yang mempunyai nilai dan arah. Untuk menyatakan suatu vektor dapat
dilakukan pada bidang datar atau bidang koordinat Cartesius XOY dengan menggambar ruas
garis dengan anak panah di salah satu ujungnya. Panjang ruas garis mewakili besar (panjang)
vektor dan anak panah mewakili arah vektor. Vektor disimbolkan dengan huruf tebal atau
dengan huruf yang digaris bawahi.

Kehidupan ini bukan hanya sekedar makan dan minum saja, kita sebagai manusia dituntut
untuk mempelajari apa yang telah tuhan berikan kepada kita sebagai manusia makhluk yang
paling sempurna, sehingga kita dapat mengetahui kebesaranya.

TUGAS TAK TERSTRUKTUR


DIBUAT OLEH :

NO
NIS NAMA
ABSEN
31 4292 ULYVIA DITA AYU AGUSTIN
32 4298 VIVIT ARISTASARI
33 4305 YAYANG HANDIKA
34 4306 YESI ANITA SARI
35 4314 ZAIDATUL MABRUROH
36 4315 ZALER NOTO SATRIO PAMUNGKAS

KELAS : X.1
MAPEL : FISIKA
SEMESTER : GENAP
TAHUN PELAJARAN : 2014-2015

A. PENGERTIAN GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK


Gelombang Elektromagnetik adalah gelombang yang dapat merambat
walau tidak ada medium. Energi elektromagnetik merambat dalam gelombang dengan
beberapa karakter yang bisa diukur, yaitu: panjang gelombang / wavelength, frekuensi,
amplitude / amplitude, kecepatan. Amplitudo adalah tinggi gelombang, sedangkan panjang
gelombang adalah jarak antara dua puncak. Frekuensi adalah jumlah gelombang yang
melalui suatu titik dalam satu satuan waktu. Frekuensi tergantung dari kecepatan
merambatnya gelombang. Karena kecepatan energi elektromagnetik adalah konstan
(kecepatan cahaya), panjang gelombang dan frekuensi berbanding terbalik. Semakin
panjang suatu gelombang, semakin rendah frekuensinya, dan semakin pendek suatu
gelombang semakin tinggi frekuensinya.
Energi elektromagnetik dipancarkan, atau dilepaskan, oleh semua masa di alam
semesta pada level yang berbedabeda. Semakin tinggi level energi dalam suatu sumber
energi, semakin rendah panjang gelombang dari energi yang dihasilkan, dan semakin tinggi
frekuensinya. Perbedaan karakteristik energi gelombang digunakan untuk
mengelompokkan energi elektromagnetik.

B. GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK MENURUT HIPOTESIS MAXWELL


Teori mengenai gelombang elektromagnetikpertama kali ditemukan oleh
James Clerk Maxwell (1831-1879). Dengan mengkaji aturan dasar kelistrikan dan
kemagnetan, Maxwell mengemukakan suatu hipotesis sebagai berikut.

“Karena perubahan medan magnetic dapat menimbulkan


medan listrik maka sebaliknya perubahan medan listrik akan dapat menimbulkan medan
magnetik’’.

Dengan hipotesis inilah Maxwell mengungkapkan terjadinya gelombang elektromagnetik.


Percobaannya diakukan dengan dua buah bola lampu isolator yang dikaitkan pada ujung
pegas, kemudian diberi muata listrik berbeda, satu bola diberi muatan posiytif, sedangkan
bola yang lain diberi muatan positif, seperti pada gambar dibawah ini.

Selanjutnya, kedua bola digetarkan sehingga jarak kedua bola berubah-ubahterhadap


waktu dan kedua muatan menimbulkan medan listrik di sekitarnyayang berubah terhadap
waktu pula. Menurut Maxwell perubahan medan listrik ini akan mnimbulkan perubahan
medan magnetic yang berubah terhadap waktu pula. Dengan adanya perubahan medan
magnetic maka akan timbul kembali medan listrik yang besarnya juga berubah-ubah.
Demikian seterusnya, sehingga didapatkan proses berantai dari perubahan medan listrik
dan mean magnetic yang menjalar ke segala arah.
Apabila penjalaran medan listrik dan medan magnetik tersebut ditinjau pada
satu arah tertentu maka dapat dilukiskan seperti pada gambar dibawah ini.
Keterangan gambar:

B = Medan Magnet

E = Medan Listrik

Z = Arah Perambatan

Vektor medan listrik dan magnetic pada gelombang elektromagnetik memilih


ke yang sama dan tegak lurus satu sama lain terhadap arah perambatan gelombangnya.
Menurut perhitugan Maxwell, kecepatan perambatan gelombang elektromagnetik
hanya tergantung pada dua besaran, yaitu:
Ø Permitivitas listrik (Ɛ0), dan
Ø Permeabilitas magnetic (µ0).

Sehingga dirumukan dengan:

Apabila nilai permitivitas listrik Ɛ0 =8,85 x 10-12C/Nm2 dan nilai permeabilitas magnetic
µ0 =12,60 x 10-4Wb/Am, diperoleh nilai kecepatan perambatan gelombang
elektromagnetik c =3 x 108m/s. karena cepat rambat gelombang elektromagnetik ini tepat
sama dengan cepat rambat cahaya di ruang hampa maka dapat disimpulkan bahwa
cahaya merupakan gelombang elektromagnetik.

Hipotesis yang dikemukakan oleh Maxwell dibuktikan kebenarannya oleh Heinrich


Rudolfh Hertz (1857-1894), beberapa tahun setelah Maxwell meninggal dunia. Hertz
berhasil melakukan eksperimen yang menunjukkan gejala perambatan gelombang
elektromagnetik, menggunakan alat yang serupa dengan Ruhrnkorf seperti pada
rangkaian dibawah ini.
Dengan menghidupkan saklar, kumparan pada rangkaian Ruhmkorf akan
member induksi berupa pulsa tegangan pada kedua elektroda di sisi A sehingga terjadi
loncatan bunga api di sisi A karena adanya pelepasan muatan. Sesaat setelahnya, loop
kawat kedua di sisi B juga menampakkan percikan buga api. Hal ini berarti menunjukkan
bahwa energy eleektromagnetik mengalami perpindahan dari kumparan ke kawat
melingkar, meskipun terpisah. Disamping itu, Hertz juga berhasil mengukur kecepatan
perambatan energy tersebut, yang sesuai dengan nilai yang di ramalkan Maxwell.

C. JENIS-JENIS GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK


Dari uraian tersebut diatas dapat disimpulkan beberapa ciri gelombang
elektromagnetik adalah sebagai berikut:
1. Perubahan medan listrik dan medan magnetik terjadi pada saat yang bersamaan, sehingga
kedua medan memiliki harga maksimum dan minimum pada saat yang sama dan pada
tempat yang sama.
2. Arah medan listrik dan medan magnetik saling tegak lurus dan keduanya tegak lurus
terhadap arah rambat gelombang.
3. Dari ciri no 2 diperoleh bahwa gelombang elektromagnetik merupakan gelombang
transversal.
4. Seperti halnya gelombang pada umumnya, gelombang elektromagnetik mengalami
peristiwa pemantulan, pembiasan, interferensi, dan difraksi. Juga mengalami peristiwa
polarisasi karena termasuk gelombang transversal.
5. Cepat rambat gelombang elektromagnetik hanya bergantung pada sifat-sifat listrik dan
magnetik medium yang ditempuhnya.

D. SIFAT-SIFAT GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK


Gelombang elektromagnetik memiliki sifat-sifat tertentu, di antaranya adalah:
1. Dapat merambat dalam ruang hampa;
2. Merupakan gelombang transversal;
3. Dapat mengalami pemantulan (refleksi);
4. Dapat mengalami pembiasan (refraksi);
5. Dapat mengalami penggabungan dua gelombang (interferensi);
6. Dapat mengalami lenturan (difraksi);
7. Dapat mengalami polarisasi;
8. Arah perambatannya tidak dibelokkan oleh medan listrik maupun medan magnetic.

E. SUMBER GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK


1. Osolasi listrik

2. Sinar matahari menghasilkan sinar inframerah


3. Lampu merkuri menghasilkan sinar ultraviolet

4.Penembakan elektron dalam tabung hampa pada keping logam menghasilkan sinar X
(digunakan untuk rontgen)
5. Inti atom yang tidak stabil menghasilkan sinar gamma

F. SPEKTRUM GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK

Sebagai ciri suatugelombang, gelombang elektromagnetik juga memiliki panjang


gelombang (λ), kecepatan perambatan gelombang (c) dan frekuensi (f). Secara matematis
hubungan panjang gelombang, kecepatan, dan frekuensi dapat ditulis;

C=fλ

Keterangan :
c = kecepatan perambatan gelombang
f = frekuensi (Hz)
λ = panjang gelombang (m)
Karena cepat rambat gelombang elektromagnetik tidak bergantung pada
medium rambatan dan mempunyai nilai tetap c maka yang berbeda pada gelombang
elektromagnetik adalah f dan λ.
Dari persamaan bentuk gelombang, yang dianalisis oleh Maxwell dapat diketahui
nilai maksimum untuk gelombang medan listrik dan gelombang medan magnetic yaitu:

Gelombang elektromagnetik yang ada di alam dapat terjadi secara alami


ataupun dihasilkan oleh sebuah alat. Sebagai contoh, generator arus bolak-balik
menghhasilkan gelombang elektromagnetik dengan panjang gelombang 10 8m,sedangkan
alam menyediakan, inti atom yang dapat menghasilkan gelombang elektromagnetik dengan
panjang gelombang 10-17 m.
Para ahli kemudian mengamati lebih lanjut gelombang elektromagnetik yang
ada dan mencatat panjang gelombang dan frekuensinya, yaitu dengan cara langsung dan
tidak langsung. Sebagian besar dilakukan secara tidak langsung yaitu dengan cara
menginteraksikan gelombang elektromagnetik dengan bahan atau alat yang sanggup
mengubah energy gelombang elektromanetik menjadi energy lain, seperti energy listrik,
energy panas, energy mekanik atau energy kimia. Dari bentuk energy inilah diperoleh
panjang gelombang dan frekuensi gelombang elektromagnetik. Tapi hanya sebagian kecil
saja dari spectrum gelombang elektrogmagnetik yang dapat diamati langsung oelh indera
mata, yaitu cahaya, sedangkan bagian yang lain tidak dapt diamati secara langsung.
Manusia memanfaatkan gelombang elektrogmagnetik berdasrkan frekuensinya.
Spectrum gelombang elektrogmagnetik dengan urutan dari frekuensi terkecil ke
frekuensi terbesar dapat disusun sebagai berikut.
1. Gelombang radio
Gelombang radio merupakan gelombang yang memiliki frekuensi paling kecil
atau panjang gelombang paling panjang. Gelombang radio berada dalam rentang frekuensi
yang luas meliputi beberapa Hz sampai gigahertz (GHz atau orde pangkat 9). Gelombang ini
dihasilkan oleh alat-alat elektronik berupa rangkaian osilator (variasi dan gabungan dari
komponen Resistor (R), induktor (L), dan kapasitor (C)). Oleh karena itu, gelombang radio
banyak digunakan dalam sistem telekomunikasi. Siaran TV, radio, dan jaringan telepon
seluler menggunakan gelombang dalam rentang gelombang radio ini.
Suatu sistem telekomunikasi yang menggunakan gelombang radio sebagai
pembawa sinyal informasinya pada dasarnya terdiri dari antena pemancar dan antena
penerima. Sebelum dirambatkan sebagai gelombang radio, sinyal informasi dalam berbagai
bentuknya (suara pada sistem radio, suara dan data pada sistem seluler, atau suara dan
gambar pada sistem TV) terlebih dahulu dimodulasi. Modulasi di sini secara sederhana
dinyatakan sebagai penggabungan antara getaran listrik informasi (misalnya suara pada
sistem radio) dengan gelombang pembawa frekuensi radio tersebut.
Penggabungan ini menghasilkan gelombang radio termodulasi. Gelombang inilah
yang dirambatkan melalui ruang dari pemancar menuju penerima. Oleh karena itu, kita
mengenal adanya istilah AM dan FM. Amplitudo modulation (AM) atau modulasi amplitudo
menggabungkan getaran listrik dan getaran pembawa berupa perubahan amplitudonya.
Adapun frequency modulation (FM) atau modulasi frekuensi menggabungkan getaran listrik
dan getaran pembawa dalam bentuk perubahan frekuensinya.
2. Gelombang mikro
Gelombang mikro (mikrowaves) adalah gelombang radio dengan frekuensi
paling tinggi yaitu diatas 3 GHz. Jika gelombang mikro diserap oleh sebuah benda, maka
akan muncul efek pemanasan pada benda itu. Jika makanan menyerap radiasi gelombang
mikro, maka makanan menjadi panas dalam selang waktu yang sangat singkat. Proses inilah
yang dimanfaatkan dalam microwave oven untuk memasak makanan dengan cepat dan
ekonomis.
Gelombang mikro juga dimanfaatkan pada pesawat RADAR (Radio Detection
and Ranging) RADAR berarti mencari dan menentukan jejak sebuah benda dengan
menggunakan gelombang mikro. Pesawat radar memanfaatkan sifat pemantulan
gelombang mikro. Karena cepat rambat glombang elektromagnetik c = 3 X 108 m/s, maka
dengan mengamati selang waktu antara pemancaran dengan penerimaan.
3. Sinar inframerah
Sinar inframerah meliputi daerah frekuensi 1011Hz sampai 1014 Hz atau
daerah panjang gelombang 10-4 cm sampai 10-1 cm. jika kamu memeriksa spektrum yang
dihasilkan oleh sebuah lampu pijar dengan detektor yang dihubungkan pada
miliampermeter, maka jarum ampermeter sedikit diatas ujung spektrum merah. Sinar yang
tidak dilihat tetapi dapat dideteksi di atas spektrum merah itu disebut radiasi inframerah.
Sinar infamerah dihasilkan oleh elektron dalam molekul-molekul yang bergetar karena
benda diipanaskan. Jadi setiap benda panas pasti memancarkan sinar inframerah. Jumlah
sinar inframerah yang dipancarkan bergantung pada suhu dan warna benda.
4. Cahaya tampak
Cahaya tampak sebagai radiasi elektromagnetik yang paling dikenal oleh kita
dapat didefinisikan sebagai bagian dari spektrum gelombang elektromagnetik yang dapat
dideteksi oleh mata manusia. Panjang gelombang tampak nervariasi tergantung warnanya
mulai dari panjang gelombang kira-kira 4 x 10-7 m untuk cahaya violet (ungu) sampai 7x 10-
7 m untuk cahaya merah. Kegunaan cahaya salah satunya adlah penggunaan laser dalam
serat optik pada bidang telekomunikasi dan kedokteran.
5. Sinar ultraviolet
Sinar ultraviolet mempunyai frekuensi dalam daerah 1015 Hz sampai 1016 Hz
atau dalam daerah panjang gelombagn 10-8 m 10-7 m. gelombang ini dihasilkan oleh atom
dan molekul dalam nyala listrik. Matahari adalah sumber utama yang memancarkan sinar
ultraviolet dipermukaan bumi,lapisan ozon yang ada dalam lapisan atas atmosferlah yang
berfungsi menyerap sinar ultraviolet dan meneruskan sinar ultraviolet yang tidak
membahayakan kehidupan makluk hidup di bumi.
6. Sinar X
Sinar X mempunyai frekuensi antara 10 Hz sampai 10 Hz . panjang
gelombangnya sangat pendek yaitu 10 cm sampai 10 cm. meskipun seperti itu tapi sinar X
mempunyai daya tembus kuat, dapat menembus buku tebal, kayu tebal beberapa
sentimeter dan pelat aluminium setebal 1 cm
7. Sinar gamma
Sinar gamma mempunyai frekuensi antara 10 Hz sampai 10 Hz atau panjang
gelombang antara 10 cm sampai 10 cm. Daya tembus paling besar, yang menyebabkan efek
yang serius jika diserap oleh jaringan tubuh.

TUGAS TAK TERSTRUKTUR


DIBUAT OLEH :

NAMA : BAGUS AKHASANU AMALAN


NO ABSEN :6
KELAS : X.1
MAPEL : FISIKA
SEMESTER : GENAP
TAHUN PELAJARAN : 2015-2016

APLIKASI FISIKA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Banyak orang yang beranggapan bahwa Fisika hanya sekedar ilmu biasa yang
hanya mempelajari ilmu alam tanpa ada penerapannya. Terutama masih banyak
orang yang beranggapan bahwa Fisika hanya mempelajari rumus. Dan tak sedikit
yang tidak menyadari bahwa banyak peristiwa bahkan hal-hal yang sangat dekat
dengan kita melibatkan ilmu Fisika. Bahkan Fisika merupakan ilmu dasar yang
sangat dibutuhkan oleh cabang ilmu-ilmu lain. Mengapa Fisika sangat penting
dalam kehidupan kita? Tentu karena banyak peristiwa dalam kehidupan kita yang
melibatkan ilmu Fisika baik kita sadari maupun tan.pa kita sadari. Semakin kita
memahami Fisika kita akan mengetahui bahwa Fisika mempunyai cakupan yang
luas. Berikut adalah contoh aplikasi ilmu Fisika dalam kehidupan sehari-hari.

1. Aplikasi Gerak Lurus Beraturan

Gerak Lurus Beraturan (GLB) merupakan gerak yang memiliki kecepatan yang
konstan. Walaupun GLB sulitditemukan dalam kehidupan sehari-hari, karena
biasanya kecepatan gerak benda selalu berubah-ubah. Misalnya ketika dirimu
mengendarai sepeda motor atau mobil, laju mobil pasti selalu berubah-ubah.
Ketika ada kendaraan di depan, pasti kecepatan kendaraan akan segera dikurangi.
Hal ini agar kita tidak tabrakan dengan pengendara lain, terutama jika kondisi jalan
yang ramai. Lain lagi jika kondisi jalan yang tikungan dan rusak.

Contoh pertama:
kendaraan yang melewati jalan tol. Walaupun terdapat tikungan pada jalan tol,
kendaraan beroda bisa melakukan GLB pada jalan tol hal ini jika lintasan tol lurus.
Kendaraan yang bergerak pada jalan tol juga kadang mempunyai kecepatan yang
tetap.

Contoh kedua,
gerakan kereta api atau kereta listrik di atas rel. Lintasan rel kereta kadang lurus,
walaupun jaraknya hanya beberapa kilometer. Kereta api melakukan GLB ketika
bergerak di atas lintasan rel yang lurus tersebut dengan laju tetap.

Contoh ketiga :
kapal laut yang menyeberangi lautan atau samudera. Ketika melewati laut lepas,
kapal laut biasanya bergerak pada lintasan yang lurus dengan kecepatan tetap.
Ketika hendak tiba di pelabuhan tujuan, biasanya kapal baru mengubah haluan
dan mengurangi kecepatannya.

Contoh keempat
: gerakan pesawat terbang. Pesawat terbang juga biasa melakukan GLB. Setelah
lepas landas, pesawat terbang biasanya bergerak pada lintasan lurus dengan
dengan laju tetap. Walaupun demikian, pesawat juga mengubah arah geraknya
ketika hendak tiba di bandara tujuan.
2. Aplikasi GLBB dalam kehidupan sehari-hari
.

GLBB merupakan gerak lurus berubah beraturan. Berubah beraturan maksudnya


kecepatan gerak benda bertambah secara teratur atau berkurang secara teratur.
Perubahan kecepatan tersebut dinamakan percepatan. Secara awam sangat r
menemukan benda yang melakukan gerak lurus berubah beraturan. Pada kasus
kendaraan beroda misalnya, ketika mulai bergerak dari keadaan diam, pengendara
biasanya menekan pedal gas (mobil dkk) atau menarik pedal gas (motor dkk).
Pedal gas tersebut biasanya tidak ditekan atau ditarik dengan teratur sehingga
walaupun kendaraan kelihatannya mulai bergerak dengan percepatan tertentu,
besar percepatannya tidak tetap alias selalu berubah-ubah. Contoh GLBB dalam
kehidupan sehari-hari pada gerak horisontal alias mendatar nyaris tidak ada.

Contoh GLBB yang selalu kita jumpai dalam kehidupan hanya gerak jatuh bebas.
Pada gerak umit menemukan aplikasi GLBB dalam kehidupan sehari-hari.jatuh
bebas, yang bekerja hanya percepatan gravitasi dan besar percepatan gravitasi
bernilai tetap. Tapi dengan penerapa ilmu fisika, GLBB dapat ditemukan dalam
kegiatan kita sehari-hari. Contohnya buah mangga yang lezat atau buah kelapa
yang jatuh dari pohonnya.Jika kita pernah jatuh dari atap rumah tanpa sadar kita
juga melakukan GLBB.
Sinar – sinar istimewa pada cermin cekung:
1) Sinar datang sejajar sumbu utama akan dipantulkan melalui titik fokus

2) Sinar datang melalui titik fokus akan dipantulkan sejajar sumbu utama

3) Sinar datang menuju pusat kelengkungan akan dipantulkan kembali melalui lintasan yang
sama dengan sinar datangnya.
Menentukan sifat bayangan benda yang berada di depan cermin cekung:

a. Benda berada di ruang 3 ( dibelakang titik pusat kelengkungan M )


Bayangan dihasilkan dari perpotongan sinar pantul sinar istimewa pertama dan kedua
Sifat bayangan : diruang 2 , diperkecil, terbalik dan nyata

b. Untuk benda di ruang 2 ( antara M dan F )


Bayangan dihasilkan dari perpotongan sinar pantul sinar istimewa pertama dan kedua.
Sifat bayangan : diruang 3, diperbesar, terbalik dan Nyata

c. Benda di ruang 1 ( diantara F dan O )


Bayangan dihasilkan dari perpotongan sinar pantul sinar istimewa pertama dan kedua
Sifat bayangan : diruang 4, diperbesar, tegak dan diperbesar.