Anda di halaman 1dari 40

Plagiarism Checker X Originality

Report
Similarity Found: 37%

Date: Sunday, August 25, 2019


Statistics: 3311 words Plagiarized / 8908 Total words
Remarks: Medium Plagiarism Detected - Your Document needs Selective
Improvement.
------------------------------------------------------------------------------------------
-

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Diabetes mellitus adalah


penyakit kronis progresif yang ditandai dengan ketidakmampuan tubuh untuk
melakukan metabolisme karbohidrat, protein dan lemak mengarah ke
peningkatan kadar glukosa darah (Black & Hawks, 2014).

Jumlah penyandang diabetes terutama diabetes mellitus tipe II makin meningkat


di seluruh dunia terutama di negara berkembang karena faktor genetik, faktor
demografi (jumlah penduduk meningkat, urbanisasi, usia diatas 40 tahun
meningkat), dan faktor perubahan gaya hidup yang menyebabkan obesitas
karena makan berlebih dan hidup santai atau kurang berolahraga (Laoh &
Tampongangoy, 2015).

Menurut International Diabetes Federation tahun 2017 sebanyak 425 juta


penduduk dunia menderita DM, dan diperkirakan pada tahun 2045 akan
meningkat 48% menjadi 629 juta penduduk dunia menderita DM (IDF, 2017).
World Health Organisation (WHO) memprediksi kenaikan jumlah penyandang
DM di Indonesia dari 8,4 juta pada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta pada
tahun 2030.Laporan ini menunjukkan adanya peningkatan jumlah penyandang
DM sebanyak 2-3 kali lipat pada tahun 2035.SedangkanIDF memprediksi adanya
kenaikan jumlah penyandang DM di Indonesia dari 9,1 juta pada tahun 2014
menjadi 14,1 juta pada tahun 2035 (Perkeni, 2015).
Hasil Riset Kesehatan Dasar Nasional (Riskesdas) melaporkan peningkatan
prevalensi DM untuk usia diatas 15 tahun keatas pada tahun 2011 sebesar 8,5%
dan meningkat tahun 2015 menjadi 10,9% (Kemenkes, 2018). Berdasarkan data di
poliklinik penyakit dalam RSUD Muhammad Sani Karimun pada tahun 2017
terdapat 691 pasien DM.Data pada tahun 2018 pasien DM sebanyak 830
orang.Hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan jumlah pasien DM di
poliklinik penyakit dalam RSUD Muhammad Sani Karimun.

DM merupakan penyakit menahun yang akan disandang seumur hidup. Apabila


penyakit DM dibiarkan tidak terkendali atau penderita tidak menyadari
penyakitnya maka akan timbul berbagai macam komplikasi kronis yang dapat
berakibat fatal (Tandra, 2017). Komplikasi DM diklasifikasikan sebagai
mikrovaskuler dan makrovaskuler.

Komplikasi yang termasuk dalam komplikasi mikrovaskuler mencakup retinopati


diabetik, nefropati dan neuropati diabetik. Sedangkan komplikasi yang termasuk
dalam komplikasi makrovaskuler diantaranya penyakit arteri koroner, penyakit
serebrovaskuler dan penyakit arteri perifer (Supriyadi, 2017). Hal ini akan
memberi efek terhadap kualitas hidup pasien.

Penurunan kualitas hidup mempunyai hubungan yang signifikan terhadap angka


kesakitan dan kematian, serta mempengaruhi usia harapan hidup pasien DM.
Kualitas hidup dapat diartikan sebagai persepsi individu terhadap kehidupannya
di masyarakat dalam konteks nilai yang ada terkait dengan tujuan, harapan,
standar dan juga perhatian (Ekasari, 2018). Kualitas hidup yang rendah dapat
memperburuk komplikasi dan dapat berakhir kecacatan atau kematian (Laoh &
Tampongangoy, 2015).

Kualitas hidup mempengaruhi kesehatan fisik, kondisi psikologis, tingkat


ketergantungan, hubungan sosisal dan hubungan pasien terhadap lingkungan
sekitar (Ekasari, 2018). Kualitas hidup yang rendah dihubungkan dengan berbagai
komplikasi dari diabetes mellitus seperti hipertensi, ganggren, katarak, obesitas,
penurunan berat badan dan perubahan fungsi seksual. Menurut penelitian
Siwiutami (2017)terhadap 91 responden pasien DM, menyimpulkan bahwa
58,92% pasien memiliki kualitas hidup yang rendah.

Pengelolaan penyakit DM ini memerlukan peran serta dokter, perawat, ahli gizi
dan tenaga kesehatan lainnya. Dukungan keluarga juga mempunyai peran
penting, sehingga perlu mendapatkan edukasi untuk memberikan pemahaman
mengenai perjalan penyakit, pencegahan, penyulit dan penatalaksanaan Diabetes
mellitus (Perkeni, 2015).

Menurut Yanto (2016) pengembangan potensi perawat dalam memberdayakan


keluarga dapat dimulai sejak perawat baru atau dapat dilakukan dalam
pembimbingan dan pengembangan staf. Perawat yang bertugas memberikan
pelayanan keperawatan kepada pasien harus lebih banyak melibatkan keluarga
dalam memberikan asuhan keperawatan. Pemahaman yang baik akan sangat
membantu meningkatnya keikutsertaan keluarga dalam memberikan dukungan
penatalaksaan DM guna mencapai hasil yang lebih baik (Perkeni, 2015). Menurut
Ali (2009) dukungan keluarga adalah sikap, tindakan dan penerimaan keluarga
terhadap penderita yang sakit.

Dukungan keluarga dapat mempengaruhi kepuasan seseorang dalam menjalani


kehidupan sehari - hari, dimana peran keluarga sangat penting dalam setiap
aspek perawatan kesehatan mulai dari strategi hingga fase rehabilitasi (Ningrum,
2018) Dukungan keluarga dapat mempengaruhi kepuasaan seseorang dalam
menjalani kehidupan sehari - hari dimana peran keluarga sangat penting dalam
setiap aspek perawatan kesehatan keluarga mulai dari strategi - strategi hingga
fase rehabilitasi (Tamara & Bayhakki, 2014).

Menurut penelitian (Tamara & Bayhakki, 2014)dengan judul “Hubungan


Dukungan Keluarga dan Kualitas Hidup pada pasien DM Type 2 di RSUD Arifin
Achmad Provinsi Riau”, menunjukkan bahwa dukungan keluarga mampu
meningkatkan kualitas hidup penderita DM dikarenakan dukungan keluarga
mampu memberikan rasa nyaman dan dapat meningkatkan motivasi pasien
dalam menjalani pengobatan dan perawatan diri yang akan mempengaruhi
kualitas hidup pasien DM menjadi lebih baik.

Namun hal ini tidak sesuai dengan penelitian Suardana & Rasdini (2015) dengan
judul ”Hubungan Dukungan Sosial Keluarga dengan Kualitas Hidup Pasien
Diabetes Mellitus Tipe II di Puskesmas IV Denpasar Selatan”. Dimana tidak ada
hubungan dukungan sosial keluarga dengan kualitas hidup pasien DM. Menurut
penelitian (Nurleli, 2016) dengan judul ”Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan
Pasien Diabetes Melitus dalam Menjalani Pengobatan di BLUD RSUZA Banda
Aceh”.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga


dengan kepatuhan pasien DM dalam menjalani pengobatan. Menurut penelitian
Priharianto (2017) yang berjudul ”Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan
Keteraturan Kontrol Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Melitus di
Wilayah Puskesmas Bendosari Sukoharjo”, dapat disimpulkan bahwa ada
hubungan antara dukungan keluarga dengan keteraturan kontrol kadar gula
darah.

Menurut penelitian Hidayati (2017) yang berjudul ”Hubungan Dukungan Keluarga


dengan Self-Management pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2”. Hasil
penelitian menunjukan tidak terdapat hubungan antara dukungan keluarga
dengan diabetes self management pada pasien DM tipe 2 di puskesmas
Wirobrajan kota. Hal serupa dalam penelitian Ningrum (2018) yang berjudul
“Hubungan Dukungan Keluarga dan Tingkat Pengetahuan dengan Kualitas Hidup
Pasien DM Tipe 2 di Puskesmas Nogosari Boyolali”, dapat disimpulkan terdapat
hubungan antara dukungan keluarga dan pengetahuan dengan kualitas hidup
pada pasien DM di Puskesmas Nogosari Boyolali, yaitu semakin tinggi dukungan
keluarga dan pengetahuan pasien maka kualitas hidupnya semakin meningkat.

Studi pendahuluan pada tanggal 30 Maret 2019 di poliklinik penyakit dalam


RSUD Muhammad Sani Karimun dengan mewawancarai sepuluh orang pasien
DM didapatkan dua orang pasien mengatakan datang berobat sendirian dengan
biaya sendiri tanpa bantuan keluarga dan satu orang diantar keluarga.
Selanjutnya dua orang mengatakan keluarga tidak pernah mengingatkannya
untuk kontrol gula darah dan tidak pernah melarang pasienuntuk makan
makanan yang manis.

Kemudian satu orang pasien mengatakan keluarga tidak pernah memberikan


informasi terbaru tentang DM dan keluarga tidak pernah mengingatkan pasien
untuk teratur kontrol,sedangkan dua orang lainnya mengatakan sudah bosan dan
sedih dengan penyakitnya yang tak kunjung sembuh sehingga pasien merasa
putus asa dan merasa membebani keluarga.Sementara dua orang pasien
mengatakan keluarga tidak mau mendengarkan jika pasien bercerita tentang
penyakitnya dan pasien selalu merasa minder jika bergaul dengan lingkungan
sekitarnyaakibat dari luka kakinya yang sudah lama dan berbau,sehingga pasien
juga sulit untuk beribadah dan bekerja.

Dari uraian yang telah di jelaskan, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian
tentang hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada pasien
Diabetes Mellitus di Poliklinik penyakit dalam RSUD Muhammad Sani Karimun
tahun 2019. B. Rumusan Masalah Dari latar belakang tersebut, menunjukkan
masih kurangnya dukungan keluarga terhadap pasien DM mengakibatkan
rendahnya kualitas hidup pasien DM, oleh karena itu peneliti tertarik untuk
meneliti apakah terdapat “Hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup
pada pasien diabetes mellitus di poliklinik penyakit dalam RSUD Muhammad Sani
Karimun tahun 2019”? C. Tujuan Penelitian 1.

Tujuan Umum Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui


hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada pasien Diabetes
Mellitus di Poliklinik penyakit dalam RSUD Muhammad Sani Karimun tahun 2019.
2. Tujuan Khusus a. Mengetahui dukungan keluarga pada pasien DM di Poliklinik
penyakit dalam RSUD Muhammad Sani Karimun. b.

Mengetahui kualitas hidup pada pasien DM di Poliklinik penyakit dalam RSUD


Muhammad Sani Karimun. c. Mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan
kualitas hidup pada pasien DM di Poliklinik penyakit dalam RSUD Muhammad
Sani Karimun. D. Manfaat Penelitian 1. Bagi Divisi Keperawatan RSUD Muhammad
Sani Karimun Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan masukan pada
RSUD Muhammad Sani Karimun dalam memberikan pelayanan keperawatan,
khususnya dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien DM secara lebih
komprehensif dan berkualitas, serta mampu memberikan masukan dan dasar
bagi perawat dalam menyusun program pengontrolan DM dengan berfokus
pada dukungan keluarga. 2.

Bagi mahasiswa keperawatan Diharapkan hasil penelitian dapat digunakan


sebagai referensi dalam memberikan asuhan keperawatan dalam pendekatan
keluarga terhadap pentingnya memberikan dukungan kepada pasien DM untuk
meningkatkan kualitas hidup pasien. 3. Bagi Penelitian Selanjutnya Bagi peneliti
selanjutnya hasil penelitian ini diharapkan dapatdigunakan sebagai dasar
penelitian selanjutnya yang berfokus pada efektifitas peran keluarga terhadap
pasien DM dalam memberikan dukungan untuk meningkatkan kualiatas hidup
pasien. E.

Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif


korelasi,dengan pendekatan cross sectional.Populasi penelitian adalah semua
pasien DM di poliklinilk penyakit dalam RSUD Muhammad Sani Karimun.Pada
saat dilakukan penelitian sampel penelitian adalah pasien DM dengan kompikasi
yang berkunjung ke poliklinik penyakit dalam RSUD Muhammad Sani
Karimun,yang bersedia menjadi responden,pasien DM usia 15-65 tahun,dapat
membaca dan menulis,dan dapat berkomunikasi verbal dengan baik.Subjek
penelitian adalah pasien DM.

Lokasi penelitian adalah poliklinik penyakit dalam RSUD Muhammad Sani


Karimun. Waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal 22 Juni - 22 Juli 2019. BAB
II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Diabetes Melitus a. Pengertian
Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolisme yang termasuk dalam
kelompok gula darah yang melebihi batas normal atau hiperglikemia (lebih dari
120mg/dl atau 120 mg%) (Marewa, 2015).

Diabetes melitus adalah penyakit kronis progresif yang ditandai dengan


ketidakmampuan tubuh untuk melakukan metabolisme karbohidrat, lemak dan
protein, mengarah ke hiperglikemia (kadar gula darah tinggi) (Black & Hawks,
2014). Diabetes melitus merupakan suatu penyakit kronis yang ditandai dengan
peningkatan kadar glukosa dalam darah dan selalu disertai dengan komplikasi
(Supriyadi, 2017).

b. Klasifikasi Menurut Black & Hawks (2014) secara garis besar Diabetes Melitus
(DM) diklasifikasikan menjadi: 1) DM tipe 1 atau dikenal dengan istilah Insulin
dependent diabetes melitus (IDDM). DM tipe 1 adalah diabetes yang tergantung
pada insulin untuk mengatur metabolisme glukosa dalam darah.

Pada DM tipe 1 terjadi kerusakan pada sel beta dalam menghasilkan insulin
karena proses autoimun. Sebagai akibatnya pasien kekurangan insulin bahkan
tidak ada insulin, sehingga memerlukan terapi insulin agar gula darah dalam
batas terkontrol. Tipe ini terjadi sekitar 5- 10% dari keseluruhan penderita
diabetes. 2) DM tipe 2 atau dikenal dengan istilah Non insulin dependent
diabetes melitus (NIDDM).

DM tipe 2 merupakan jenis penyakit diabetes dimana individu mengalami


penurunan sensitivitas terhadap insulin atau yang lebih dikenal dengan resistensi
insulin dan kegagalan fungsi sel beta yang mengakibatkan penurunan produksi
insulin. DM tipe 2 ini mengenai 90 - 95 % pasien dengan DM. Insiden ini terjadi
lebih umum pada usia >30 tahun dan obesitas.

3) DM tipe lain, disebabkan karena efek genetik fungsi sel beta, efek genetik kerja
insulin, penyakit eksokrin pangkreas, endokrinopati, karena obat atau zat kimia,
infeksi, sebab imunologik yang jarang dan sindrom genetik lain yang berkaitan
dengan DM. Beberapa hormon seperti hormon pertumbuhan, kortisol, glukagon
dan epineprine bersifat antagonis atau melawan kerja insulin.

Kelebihan jumlah hormon tersebut dapat mengakibatkan DM tipe ini. Terjadi


sebanyak 1-2% dari semua DM. 4) DM gestasional, dimana terjadinya intoleransi
tingkat glukosa pada masa kehamilan. Hiperglikemi terjadi selama masa
kehamilan karena sekresi dari hormon plasenta sehingga menyebabkan retensi
insulin.

Diabetes gestasional terjadi pada 2-5% perempuan hamil namun menghilang


ketika kehamilan berakhir. c. Faktor Resiko Menurut Black & Hawks (2014) faktor
resiko diabetes melitus antara lain: 1) Faktor usia Umumnya manusia mengalami
perubahan fisiologis yang menurun dengan cepat setelah usia 40 tahun.

DM sering muncul setelah usia lanjut terutama setelah usia 45 tahun pada
mereka yang berat badannya berlebih, sehingga tubuhnya tidak peka terhadap
insulin. 2) Faktor keturunan Diabetes melitus dapat diturunkan dari keluarga
sebelumnya yang juga menderita DM, karena kelainan gen mengakibatkan
tubuhnya tidak dapat menghasilkan insulin dengan baik. Tetapi resiko terkena
DM juga tergantung pada faktor kelebihan berat badan, kurang gerak dan stres.

3) Faktor kegemukan a) Perubahan gaya hidup dari tradisional ke gaya hidup


barat Stres kronis cenderung membuat seseorang mencari makanan yang manis
dan berlemak tinggi untuk meningkatkan kadar serotonin otak. Serotonin ini
memiliki efek penenang sementara untuk menurunkan stres, tetapi gula dan
lemak dapat berakibat fatal dan beresiko terjadinya DM.

b) Makan berlebihan Obesitas bukan karena makanan yang manis dan kaya
lemak saja, tetapi juga disebabkan karena konsumsi yang terlalu banyak disimpan
didalam tubuh dan sangat berlebihan. c) Hidup santai dan kurang aktifitas 4)
Faktor demografi a) Jumlah penduduk meningkat b) Urbanisasi c) Penduduk
berumur diatas 40 tahun meningkat d) Kurang gizi d. Manifestasi Klinis
Peningkatan kadar glukosa darah disebut hiperglikemia, mengarah kepada
manifestasi klinis umum yang berhubungan dengan DM.

Pada DM tipe 1, onset manifestasi klinis mungkin tidak kentara dengan


kemungkinan situasi yang mengancam hidup yang biasanya terjadi (misal:
ketoasidosis diabetikum). Pada DM tipe 2, onset manifestasi klinis mungkin
berkembang secara bertahap yang klien mungkin mencatat sedikit atau tanpa
manifestasi klinis selama beberapa tahun (Black & Hawks, 2014) .

Manifestasi klinis diabetes melitus adalah: 1) Poliuria Air tidak diserap kembali
oleh tubulus ginjal sekunder untuk aktivitas osmotik glukosa, megarah kepada
kehilangan air, glukosa dan elektrolit 2) Polidipsia Dehidrasi sekunder terhadap
poliuria menyebabkan haus 3) Polifagia Kelaparan sekunder terhadap
katabolisme jaringan menyebabkan rasa lapar 4) Penurunan berat badan
Kehilangan awal sekunder terhadap penipisan simpanan air, glukosa dan
trigliserid; kehilangan kronis sekunder terhadap penurunan massa otot karena
asam amino dialihkan untuk membentuk glukosa dan keton.

5) Padangan kabur berulang Sekunder terhadap paparan kronis retina dan lensa
mata terhadap cairan hiperosmolar. 6) Ketonuria Ketika glukosa tidak dapat
digunakan untuk energi oleh sel tergantung insulin, asam lemak digunakan untuk
energi, asam lemak dipecah menjadi keton dalam darah dan dieksresikan oleh
ginjal. e.

Komplikasi Diabetes Melitus Menurut Black & Hawks, (2014) komplikasi yang
sering terjadi pada pasien diabetes melitus adalah: 1) Komplikasi makrovaskular
Penyakit makrovaskuler mencerminkan aterosklerosis dengan penumpukan
lemak pada lapisan dalam dinding pembuluh darah. a) Arteri koroner Kejadian
makrovaskuler atau proses seperti penyakit arteri koroner adalah atipikal atau
diam, dan sering seperti gangguan pencernaan atau gangguan jantung tidak
dapat dijelaskan, dispneu pada aktifitas berat atau nyeri epigastrik b)
Serebrovaskuler Penyakit serebrovaskuler, terutama infark aterotromboembolik
dimanifestasikan dengan serangan dengan serangan iskemik transien dan
serebrovaskuler attact (stroke), lebih sering dan berat pada klien diabetes.

c) Pembuluh perifer Lebih dari separuh amputasi tungkai bawah nontraumatik


berhubungan dengan perubahan diabetik seperti neuropati sensori dan motorik,
penyakit pembuluh darah perifer, peningkatan resiko dan laju infeksi,
penyembuhan buruk. d) Infeksi Faktor yang berkontribusi terhadap
perkembangan infeksi adalah fungsi leukosit polimorfonuklear (PMN) terganggu,
neuropatik diabetik dan ketidakcukupan pembuluh darah. Infeksi meningkatkan
kebutuhan insulin dan mempertinggi kemungkinan ketoasidosis.

Infeksi yang sering mempengaruhi pasien diabetes melitus adalah infeksi saluran
kemih dan infeksi kaki diabetik. 2) Komplikasi mikrovaskular Mikrovaskuler
merujuk kepada perubahan yang terjadi di retina, ginjal dan kapiler perifer pada
diabetes melitus a) Retinopati diabetik Retinopati diabetik adalah penyebab
utama kebutaan pada pasien diabetes melitus.

Penyebab retinopati kemungkinan multifaktor danberhubungan dengan


glikosisasi protein, iskemik dan mekanisme hemodinamik. b) Nefropati Nefropati
diabetik adalah penyebab dari penyakit ginjal kronis tahap 5. Sebuah
konsekuensi mikroangiopati, nefropati melibatkan kerusakan terhadap dan
akhirnya kehilangan kapiler menyuplai glomerulus ginjal.
Kerusakan ini mengarah gilirannya kepada perubahan dan gejala patologik
komplek (glomeruloskelerosis antar kapiler, nephrosis, gross albuminuria dan
hipertensi). c) Neuropati Neuropati adalah komplikasi kronis paling sering dari
diabetes, karena serabut saraf tidak memiliki suplai darah sendiri, saraf
tergantung pada difusi zat gizi dan oksigen lintas membran. Klien dengan kadar
glukosa darah tinggi sering mengalami nyeri saraf.

Nyeri saraf yang sering dirasakan seperti mati rasa, menusuk, kesemutan atau
sensasi terbakar. f. Manajemen Terapeutik Manajemen terapeutik pengelolaan
pada DM terdiri atas lima pilar utama, yang mencakup: edukasi, terapi gizi,
aktifitas fisik, monitor gula darah dan intervensi farmakologi (Perkeni, 2015).
Tujuan penatalaksanaan secara umum adalah meningkatkan kualitas hidup
penyandang diabetes melitus.

1) Program edukasi Edukasi dengan tujuan promosi hidup sehat, perlu selalu
dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan dan merupakan bagian yang
sangat penting dari pengelolaan diabtes melitus secara holistik. 2) Terapi gizi
Prinsip pengaturan makan pada penyandang diabetes perlu diberikan penekanan
mengenai penting keteraturan jadwal makan, jenis dan jumlah kandungan kalori,
terutama pada mereka yang menggunakan obat yang meningkatkan sekresi
insulin atau terapi insulin.

Standar yang dianjurkan adalah makanan dengan keadaan gizi seimbang yang
mengandung karbohidrat (45% - 60%), protein (10% - 20%) dan lemak (20% -
25%). Jumlah kalori disesuaikan dengan pertumbuhan, status gizi dan umur, stres
akut dan kegiatan jasmani untuk mempertahankan berat badan idaman. 3)
Aktifitas Fisik Latihan jasmani yang teratur untuk menjaga kebugaran,
menurunkan berat badan dan memperbaiki sensitivitas insulin, sehingga akan
memperbaiki kendali glukos darah. Kegiatan sehari - hari atau aktifitas sehari -
hari bukanlah termasuk dalam latihan jasmani meskipun dianjurkan untuk selalu
aktif setiap hari.

4) Kontrol gula darah Pemeriksaan kadar gula darah yang dilakukan di


laboratorium dengan metode oksidasi glukosa memberikan hasil yang lebih
akurat. Oleh karena itu untuk menentukan diagnosis diabetes disarankan
pemeriksaan kadar glukosa di laboratorium. 5) Terapi farmakologi Terapi
farmakologi diberikan bersama dengan pengaturan makan dan latihan jasmani
(gaya hidup sehat).

Terapi farmakologi terdiri dari obat oral dan bentuk suntikan. 2. Kualitas Hidup a.
Pengertian Kualitas Hidup The World Health Organization Quality Of Life atau
WHOQOL (1997 dalam Natuveli dan Balnce, 2008) mendefinisikan kualitas hidup
sebagai persepsi individu terhadap kehidupannya di masyarakat dalam konteks
budaya dan sistem nilai yang ada terkait dengan tujuan, harapan, standar dan
juga perhatian.

Kualitas hidup dalam hal ini merupakan suatu konsep yang sangat luas yang
dipengaruhi kondisi fisik individu, psikologis, tingkat kemandirian serta hubungan
individu dengan lingkungan. Kualitas hidup adalah tingkat kepuasan atau
ketidakpuasan yang dirasakan seseorang tentang berbagai aspek dalam
kehidupan (Ekasari, 2018). WHO (2004) mendefinisikan tentang kualitas hidup
yaitu persepsi individu terhadap posisi mereka dalam kehidupan pada konteks
budaya dan sistem nilai dimana mereka tinggal, dalam hubungan tujuan hidup,
harapan, standar dan fokus hidup mereka (Irawan, 2017).

Kualitas hidup ditunjukkan pada kesejahteraan subjektif individu, kebahagian


atau kepuasan individu dalam kehidupannya. Karakteristik individu dan
lingkungan berpengaruh terhadap semua komponen dari model, tetapi
khususnya pada persepsi tentang kesehatan dan kualitas hidup (Ekasari, 2018).

Dapat disimpulkan bahwa kualitas hidup adalah persepsi atau pandangan


subjektif individu terhadap kesehatan fisik, sosial dan emosi yang dimiliknya
dalam kemampuan melaksanakan aktifitas sehari - hari. b. Komponen kualitas
hidup Komponen kualitas hidup menurut The World Health Organization (1996)
yang disebut WHOQOL - BREF sebagai berikut: Kesehatan fisik mencakup :
Aktivitas kehidupan sehari - hari, ketergantungan terhadap obat - obatan dan
bantuan medis, energi dan kelelahan, mobilitas, nyeri dan tidak nyaman, tidur
dan istirahat serta kapasitas kerja.

Kesehatan psikologi mencakup : Citra tubuh dan penampilan, perasaan negatif,


perasaan positif, harga diri, spiritualitas agama / keyakinan personal, berpikir,
belajar, memori dan konsentrasi Hubungan sosial mencakup : Hubungan
personal, dukungan sosial dan aktifitas seksual Lingkungan mencakup : Sumber
finansial, kebebasan, keamanan dan kenyamanan fisik, pelayanan kesehatan dan
kepedulian sosial; keterjangkauan dan kualitas, lingkungan rumah, kesempatan
memperoleh informasi dan keterlampilan baru, partisipasi dan rekreasi / aktivitas
waktu luang, lingkungan fisik (polusi/kebisingan/ lalu lintas/iklim) dan
transportasi (Nursalam, 2017). c.

Faktor - faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup pada pasien diabetes
melitus Diabetes melitus dan pengobatannya dapat mempengaruhi kualitas
hidup pasien. Kualitas hidup sangat penting bagi pasien diabetes dan pemberi
layanan kesehatan. Berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat mempengaruhi
kualitas hidup pasien diabetes melitus.

1) Usia Diabetes melitus yang paling banyak jumlahnya dari seluruh penyandang
diabetes adalah diabetes melitus tipe 2 yaitu sekitar 90 - 95% dan banyak dialami
oleh dewasa diatas 40 tahun. Hal ini disebabkan resistensi insulin pada DM tipe 2
cenderung meningkat pada lansia (40 - 65 tahun), riwayat obesitas dan adanya
faktor keturunan.

Menurut Herdianti (2017, dalam Purwaningsih 2018) umur merupakan salah satu
faktor yang mempengaruhi kualitas hidup, karena bertambahnya usia pada
pasien diabetes maka dapat menyebabkan perubahan fungsi dan anatomi tubuh
yang dapat mengganggu toleransi glukosa dan retensi insulin. Hal ini
menyebabkan berbagai masalah seperti psikologi, sosial, fisik dan menimbulkan
keterbatasan yang dapat berpengaruh pada kualitas hidup.

2) Jenis kelamin Diabetes melitus memberikan efek yang kurang baik terhadap
kualitas hidup. Wanita mempunyai kualitas hidup yang lebih rendah
dibandingkan dengan pasien laki - laki secara bermakna. Hasil penelitian Juanita
dan Safitri (2016 dalam Purwaningsih, 2018) menunjukan terdapat hubungan yng
bermakna antara jenis kelamin dengan kualitas hidup pada pasien DM, dimana
kualitas hidup laki - laki lebih baik dari pada perempuan.

Hal ini disebabkan karena laki - laki mempunyai kepuasan lebih tinggi pada
kesehatan mental dan cenderung merasa dirinya dalam kondisi baik walaupun
mempunyai penyakit diabetes melitus dibandingkan perempuan. 3) Tingkat
pendidikan Kualitas hidup yang rendah juga signifikan behubungan dengan
tingkat pendidikan yang rendah dan kebiasaan aktifitas fisik yang kurang
baik.tingkat pendidikan umumnya akan berpengaruh terhadap kemmapuan
dalam mengolah informasi.

Menurut Notoatmodjo (2007 dalam Tamara & Bayhakki, 2015) tingkat


pendidikan akan menentukan mudah atau tidaknya seseorang dalam menyerap
dan memahami pengetahuan yang mereka peroleh, pada umumnya semakin
tinggi pendidikan seseorang makin baik pula pengetahuannya. Seseorang yang
memiliki tingkat pendidikan yang baik akan lebih matang dalam proses
perubahan dirinya sehingga akan lebih mudah menerima pengaruh dari luar
yang positif, obyektif dan terbuka terhadap berbagai informasi terkait kesehatan.
Sehingga mudahnya menerima informasi terkait kesehatan tentunya akan
memudahkan pasien DM dalam melaksanakan manajemen perawatan DM
sehingga dapat meningkatkan kualitas hidupnya. 4) Status sosial ekonomi
Pendapatan yang rendah dan tingkat pendidikan yang kurang berhubungan
secara bermakna dengan kualitas hidup penderita diabetes melitus.

Menurut Coffman (2008) Status ekonomi dan pengetahuan tentang DM


mempengaruhi seseorang dalam melakukan manajemen perawatan diri dalam
menjalani pengobatan DM. Menurut Gracia (2013) keterkaitan antara status
ekonomi dan kepatuhan berobat secara tinjauan teori dapat dijelaskan karena
ketidakmampuan untuk membayar pengobatan (Nurleli, 2016) 5) Lamanya
menderita diabetes melitus Pasien yang telah lama menderita diabetes melitus
yang disertai komplikasi memiliki efikasi diri yang rendah.

Jadi lamanya menderita dan disertai dengan kompikasi akan mempengaruhi


kualitas hidup pasien. Menurut (Perkeni, 2015) lamanya menderita DM sangat
berpengaruh terhadap tingkat keparahan diabetes. Menurut penelitian Kalda
(2008) dan Ried (2009) menunjukkan bahwa kualitas hidup pasien lebih rendah
pada orang - orang yang telah lama menderita DM.

Hal ini disebabkan oleh pasien yang lama menderita DM lebih cemas berkaitan
dengan penyakitnya dan komplikasi yang dapat muncul (Teli, 2015). 6)
Komplikasi diabetes melitus Komplikasi seperti halnya hipoglikemi dan
hiperglikemia merupakan keadaan gawat darurat yang dapat terjadi pada
perjalanan penyakit diabetes melitus.

Kualitas hidup yang rendah dihubungkan dengan berbagai komplikasi dari


diabetes melitus seperti ganggren, katarak, obesitas, penurunan berat badan dan
perubahan fungsi seksual. Komplikasi menyebabkan bertambahnya keluhan
pasien baik fisik maupun psikologi dan emosi yang turut mempengaruhi aktifitas
fisik, sosial dan keluhan lainnya (Teli, 2015) 3. Dukungan Keluarga a. Pengertian
Menurut Bussar dan Bali (1996) keluarga merupakan lingkungan sosial yang
sangat dekat hubungan dengan seseorang.

Di lingkungan itu seseorang dibesarkan, bertempat tinggal, berinteraksi satu


dengan yang lain, dibentuknya nilai - nilai, pola pemikiran dan kebiasaannya dan
berfungsi sebagai saksi segenap budaya luar dan mediasi hubungan anak
dengan lingkungannya (Harnilawati, 2014). Menurut Hensarling (2009) dukungan
keluarga didefinisikan sebagai suatu faktor yang penting dalam kepatuhan
manajemen penyakit kronik untuk remaja maupun dewasa.

Dukungan keluarga merupakan indikator yang kuat yang dapat memberikan


suatu dampak positif terhadap perawatan diri pada pasien dengan diabetes
(Priharianto, 2017). Menurut Ali (2009) dukungan keluarga adalah sikap, tindakan
dan penerimaan keluarga terhadap penderita yang sakit. Dukungan bisa berasal
dari orang tua, anak, suami, istri atau saudara yang dekat dengan subjek dimana
bentuk dukungan berupa informasi, tingkah laku tertentu atau materi yang dapat
menjadikan individu merasa disayangi, diperhatikan dan dicintai (Wijayanti, 2015).
b.

Tipe keluarga Tipe keluarga menurut Friedman (2010 dalam Harnilawati, 2014)
adalah: 1) Keluarga inti (terkait dengan pernikahan) adalah keluarga yang
terbentuk karena pernikahan, peran sebagai orang tua atau kelahiran: terdiri atas
suami, istri dan anak baik secara biologis maupun adaptasi. 2) Keluarga orientasi
(keluarga asal) adalah unit keluarga tempat seseorang dilahirkan.

3) Extended family, keluarga inti dan individu terkait lainnya (oleh hubungan
darah) yang biasanya merupakan anggota keluarga asal dari salah satu pasangan
keluarga inti. Keluarga ini terdiri atas sanak saudara dan dapat mencakup
nenek/kakek, paman, bibi dan sepupu. c. Fungsi keluarga Menurut Friedman
(1996 dalam Harnilawati, 2013) fungsi keluarga terdiri dari 5 dasar yaitu: 1) Fungsi
afektif Fungsi mempertahankan kepribadian: memfasilitasi stabilisasi kepribadian
orang dewasa dan memenuhi kebutuhan psikologis anggota keluarga.

Mengkaji diri keluarga, perasaan memiliki dan dimiliki keluarga, dukungan


keluarga terhadap anggota keluarga lainnya, kehangatan kepada keluarga dan
keluarga mengembangkan sikap saling menghargai. 2) Fungsi sosialisasi
Memfasilitasi sosial primer anggota keluarga yang bertujuan untuk menjadikan
anggota keluarga yang produktif dan memberikan status pada anggota keluarga.
Bagaimana interaksi atau hubungan dalam keluarga dan sejauh mana anggota
keluarga belajar disiplin, norma, budaya dan perilaku.

3) Fungsi reproduksi Mempertahankan kontinuitas keluarga selama beberapa


generasi dan untuk kelangsungan hidup masyarakat. 4) Fungsi ekonomi
Menyediakan sumber ekonomi yang cukup dan alokasi efektifnya. 5) Fungsi
perawatan kesehatan Menyediakan kebutuhan fisik, makanan, pakaian dan
tempat tinggal serta perawatan kesehatan.

Pengetahuan keluarga mengenai sehat - sakit, kesanggupan keluarga melakukan


pemenuhan tugas perawatan keluarga. d. Dimensi dukungan keluarga Menurut
Friedman (2014, dalam Chusmeywati, 2016) dukungan keluarga suatu bentuk
yang diberikan salah satu anggota keluarga untuk memberi kenyamanan fisik
dan psikologi pada saat seseorang mengalami sakit.

Dukungan keluarga antara lain adalah: 1) Dukungan emosional Dukungan yang


diberikan keluarga berupa rasa perhatian atau empati. Dukungan emosional ini
juga dipengaruhi oleh orang lain yang merupakan ekspresi dari dukungan yang
mampu menguatkan. Komunikasi dan interaksi antar anggota keluarga
diperlukan untuk memahami situasi anggota keluarga.

Aspek - aspek dari dukungan emosional meliputi dukungan yang diwujudkan


dalam bentuk afeksi, adanya kepercayaan, perhatian, mendengarkan dan
didengarkan. Dukungan emosional dilakukan oleh keluarga dengan cara
menerima dan memahami kondisi penyakit DM bahwa penyakit ini akan diderita
seumur hidup oleh anggota keluarganya yang memerlukan pearawatan yang
panjang (Luthfa, 2016).

2) Dukungan Penilaian / Penghargaan Dukungan yang diberikan yaitu apresiasi


positif terhadap anggota keluarga sehingga anggota keluarga merasa dihargai.
Biasanya menerima ide - ide dari anggota keluarga dengan baik. Dukungan ini
juga sebagai bentuk penerimaan dan penghargaan terhadap keberadaan
seseorang dalam segala kekurangan serta kelebihan yang dimiliki (Hensarling
dalam Chusmeywati, 2016).

Menurut Luthfa (2016) dukungan penilaian dilakukan oleh keluarga dengan cara
memberikan umpan balik berupa respon, bimbingan maupun perhatian, bahkan
pemberian pujian. 3) Dukungan Instrumental Dukungan yang diberikan berupa
peralatan atau benda nyata seperti memberikan uang untuk pengobatan
anggota keluarga yang sakit. Dukungan instrumental merupakan ukungan yang
praktis dan konkrit.

Dukungan intrumental digolongkan kedalam fungsi kesehatan keluarga dan


fungsi ekonomi keluarga terhadap keluarga yang sakit. Menurut Luthfa (2016)
dukungan instrumental dilakukan oleh keluarga dengan cara menyediakan waktu
luang, membantu biaya pengobatan, membantu pergi ke pelayanan kesehatan,
dan membantu menyediakan diit yang tepat.

4) Dukungan informasi Dukungan yang diberikan berupa nasihat atau saran


untuk anggota keluarga, misalnya memberikan saran kepada anggota keluarga
untuk berobat secara rutin. Dukungan informasi ini diberikan keluarga untuk
membantu mengambil keputusan kepada anggota keluarga yang sakit
(Hensarling dalam Chusmeywati, 2016). Peran keluarga dalam dukungan
informasi ini keluarga sebagai penyebar informasi.

Menurut Luthfa (2016) dukungan informasi dilakukan oleh keluarga dengan cara
memberikan masukan maupun saran yang membangun, memberikan arahan
maupun nasehat, dan informasi yang penting lainnya untuk meningkatkan status
kesehatan keluarga yang sakit. e. Dukungan keluarga pada pasien diabetes
melitus Keluarga sebagai sebuah tempat yang aman dan damai untuk istirahat
dan pemulihan serta membantu penguasaan terhadap emosi (Suardana &
Rasdini, 2015).

Menurut Senuk (2013) keikutsertaan anggota keluarga lainnya dalam memandu


untuk mengkonsumsi obat secara teratur, penyediaan makanan yang sesuai
dengan diet, mengingatkan untuk melakukan latihan fisik, mengontrol kadar gula
darah secara rutin dan pengisian waktu luang yang positif bagi kesehatan
keluarga merupakan bentuk peran aktif bagi keberhasilan penatalaksanaan DM
(Yanto & Setyawati, 2018).

Menurut (Nurleli,2016)Karena DM merupakan salah satu penyakit kronik, timbul


kejenuhan atau kebosanan pada pasien mengenai jadwal pengobatan yang
berulang, oleh karena itu untuk mengatasi hal ini perlu tindakan terhadap faktor
psikologi dalam penyelesaian masalah DM. Hal tersebut akan lebih mudah
dilakukan dengan adanya dukungan dari keluarga.

Dukungan dari keluarga tersebut sangat membantu pasien DM dalam


meningkatkan keyakinan akan kemampuannya untuk melakukan perawatan diri.
Disamping itu juga dapat menumbuhkan rasa aman dan nyaman yang dapat
meningkatkan motivasi. Dengan adanya dukungan keluarga sangat mendukung
pasien DM dalam mencapai kepatuhan terhadap pengobatan.Menurut
Hensarling (2009) penelitian terdahulu telah membuktikan bahwa Family support
menjadi faktor penting dalam kepatuhan managemen penyakit kronik, dan juga
sebagai indikator dampak positif terhadap self care pasien diabetes (Luthfa, 2016)
Menurut Mills (2008) beberapa hal penting yang dapat dilakukan untuk
mendukung anggota keluarga yang menderita DM, diantaranya dengan
meningkatkan kesadaran diri untuk mengenali penyakitnya.

Dukungan yang lain yaitu dengan tinggal bersama dengan anggota keluarga
yang sakit dan memberi bantuan, menyediakan waktu, memberikan infomasi
yang dibutuhkan, mendorong untuk terus belajar dan mencari tambahan
pengetahuan tentang DM. Dengan adanya dukungan keluarga akan sangat
membantu pasien DM untuk dapat meningkatkan keyakinan dan kemampuan
melakukan tindakan perawatan diri dan dalam menjalani pengobatannya (Nurleli,
2016). f.

Penelitian Terkait Menurut penelitian Tamara & Bayhakki (2015) yang berjudul
“Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dan Kualitas Hidup Pasien Diabetes
Mellitus Tipe II Di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau”,menyimpulkan ada
hubungan antara dukungan keluarga dan kualitas hidup pasien DM tipe 2 di
RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Dukungan keluarga sangat membatu pasien
DM tipe 2 untuk dapat meningkatkan keyakinan akan kemampuannya melakukan
tindakan perawatan diri.

Menurut penelitian Suardana & Rasdini (2015) dengan judul ”Hubungan


Dukungan Sosial Keluarga dengan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Mellitus Tipe II
di Puskesmas IV Denpasar Selatan”. Dengan hasil tidak ada hubungan dukungan
sosial keluarga dengan kualitas hidup pasien DM. Menurut penelitian Nurleli
(2016) dengan judul ”Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Pasien Diabetes
Melitus dalam Menjalani Pengobatan di BLUD RSUZA Banda Aceh”.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga


dengan kepatuhan pasien DM dalam menjalani pengobatan. Menurut penelitian
Priharianto (2017) yang berjudul ”Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan
Keteraturan Kontrol Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Di
Wilayah Puskesmas Bendosari Sukoharjo”, dapat disimpulkan bahwa ada
hubungan antara dukungan keluarga dengan keteraturan kontrol kadar gula
darah.

Menurut penelitian Hidayati (2017) yang berjudul ”Hubungan Dukungan Keluarga


dengan Self-Management pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2”. Hasil
penelitian menunjukan tidak terdapat hubungan antara dukungan keluarga
dengan diabetes self management pada pasien diabetes melitus tipe 2 di
puskesmas Wirobrajan kota.

Menurut penelitian Ningrum (2018) dengan judul ”Hubungan Dukungan


Keluarga Dan Tingkat Pengetahuan Dengan Kualitas Hidup Pasien Dm Tipe 2 Di
Puskesmas Nogosari Boyolali”. Kesimpulan penelitian adalah terdapat hubungan
antara dukungan keluarga dan pengetahuan dengan kualitas hidup pada pasien
diabetes mellitus di Puskesmas Nogosari Boyolali, yaitu semakin tinggi dukungan
keluarga dan pengetahuan pasien maka kualitas hidupnya semakin meningkat. B.
Kerangka Teori Bagan 2.1

Berdasarkan tinjauan teori, maka kerangka teori penelitian (Black & Hawks, 2014)
Keterangan : C. Kerangka Konsep Konsep adalah abstraksi dari suatu realitas agar
dapat dikomunikasikan dan membentuk suatu teori yang menjelaskan
keterkaitan antar variabel. Kerangka konsep akan membantu peneliti
menhubungkan hasil penemuan dengan teori, kerangka konsep dipakai sebagai
landasan berpikir dalam kegiatan ilmu.

Kerangka konsep penelitian mengenai Hubungan dukungan keluarga terhadap


kualitas hidup pasien diabetes melitus dapat dilihat pada bagan dibawah ini:
Bagan 2.2 Kerangka konseptual penelitian (Nursalam, 2017) D. Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah yang masih bersifat
praduga karena masih harus dibuktikan kebenarannya (Siyoto, 2015).

Hipotesis menggambarkan hubungan antara dua atau lebih variabel. Hipotesis


dalam penelitian ini adalah : Ha : Jika dukungan keluargatinggi maka kualitas
hidup pasien DM tinggi. Ho :Tidak terdapat hubungan dukungan keluarga
dengan kualitas hidup pasien DM E.Definisi Operasional Definisi operasional
mendefinisikan variabel secara operasional, penelitian menjelaskan tentang apa
yang diukur, bagaimana mengukurnya, apa saja kriteria, intrumen dan skala
mengukurnya (Darma, 2015). Tabel 2.1

Definisi operasional No Variabel Definisi Operasional Alatukur Cara ukur


Skalaukur Hasilukur 1 Variabel independen (bebas) : Dukungan keluarga Suatu
bantuan yang diberikan oleh keluarga dalam memenuhi kebutuhan pasien DM,
yang melibatkan bentuk - bentuk dari dukungan emosional, instrumental,
informasi dan penilaian Kuesioner HDFSS terdiri dari 25 pertanyaan (Hensarling,
2009) Angket Ordinal Baik Nilai > 78,2 Kurang baik Nilai < 78,2 2 Variabel
dependen (terikat) : Kualitas hidup pasien DM Persepsi individu terhadap
kesehatan fisik, sosial dan emosi yang dimiliknya dalam kemampuan
melaksanakan aktifitas sehari - hari Kuesioner kualitas hidup terdiri dari 26
pertanyaan (Nursalam, 2017)Angket Ordinal Tinggi Nilai > 84 Rendah Nilai < 84
BAB III METODE PENELITIAN A.

Rancangan Penelitian Rancangan penelitian merupakan strategi untuk


mendapatkan data yang dibutuhkan untuk keperluan pengujian hipotesis atau
untuk menjawab pertanyaan penelitian serta sebagai alat untuk mengontrol atau
mengatur berbagai variabel yang berpengaruh dalam penelitian (Nursalam,
2017). Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasi dengan pendekatan
Cross Sectional karena penelitian ini bermaksud untuk mengidentifikasi ada
tidaknya hubungan variabel dependen terhadap veriabel independen dengan
menggunakan alat ukur kuesioner.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan


kualitas hidup pasien diabetes melitus di Poliklinik penyakit dalam RSUD
Muhammad Sani Karimun. B. Populasi Dan Sampel Penelitian 1. Populasi Populasi
merupakan wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek atau subyek yang
memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk
dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Siyoto, 2015).

Adapun populasi dalam penelitian ini adalah pasien Diabetes mellitus yang
berkunjung ke poliklinik penyakit dalam RSUD Muhammad Sani Karimun. Jumlah
pasien Diabetes mellitus pada tahun 2018 sebanyak 830 orang dengan rata - rata
perbulan 70 orang. 2. Sampel Sampel adalah sebagian dari jumlah dan
karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut, ataupun bagian kecil dari
anggota populasi yang diambil menurut prosedur tertentu sehingga dapat
mewakili populasi (Siyoto, 2015). Jadi besar sampel adalah 70 orang.

Pengambilan sampel secara total sampling yaitu suatu teknik penetapan sampel
sama banyak dengan jumlah populasi (Sugiyono,2013).Dengan kriteria inklusi
sebagai berikut: a) Pasien DM dengan komplikasi yang berkunjung ke poliklinik
penyakit dalam RSUD Muhammad Sani b) Pasien usia 15 tahun sampai 65 tahun
c) Bersedia menjadi responden d) Dapat membaca dan menulis e) Dapat
berkomunikasi verbal dengan baik Kriteria eksklusi: a) Pasien dengan hipoglikemi
b) Pasien yang tidak mengerti dengan kuesioner C.

Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Poliklinik penyakit


dalam RSUD Muhammad Sani Karimun dan waktu penelitian telah dilaksanakan
pada bulan 22 Juni 2019 - 22 Juli 2019. D. Alat Pengumpulan Data Untuk
mengumpulkan data peneliti menggunakan instrumen pengumpulan data
berupa kuesioner, yang terdiri dari 2 kuesioner yaitu kuesioner dukungan
keluarga dan kuesioner kualitas hidup.

Kuesioner dukungan keluarga diadopsi dari Hensarling Diabetes Family Support


Scale (HDFSS) yang dikembangkan oleh Hensarling (2009). HDFSS mencakup
dimensi emosional, dimensi penghargaan, dimensi instrumental dan dimensi
informasi. Jumlah total pertanyaan dukungan keluarga adalah 25 item, dengan
alternatif jawaban: Selalu : 4, Sering : 3, Jarang : 2, Tidak pernah : 1.
Kuesioner kualitas hidup menggunakan pertanyaan yang berhubungan dengan
perasaan seseorang terhadap kualitas hidup The World Health Organization
Quality of life (WHOQOL) - BREF, kesehatan dan hal - hal lain dalam hidup
seseorang (Nursalam, 2017). Kuesioner ini terdiri dari 26 pertanyaan yang
mencakup tentang kepuasan terdiri dari 2 item, dampak dari penyakit terdiri dari
10 item, kekhawatiran tentang fisik terdiri dari 5 item, masalah psikologi terdiri
dari 8 item dan masalah sosial terdiri dari 1 item. Jawaban dari pertanyaan
menggunakan skala Likert.

Rentang untuk pertanyaan kualitas adalah 5 = sangat baik, 4 = baik, 3 = biasa


saja, 2 = buruk dan 1 = sangat buruk. E. Validitas dan Reabilitas Instrumen
Validitas adalah pengukuran dan pengamatan yang berarti prinsip keandalan
instrumen dalam pengumpulan data. Sedangkan reabilitas adalah kesamaan hasil
pengukuran atau pengamatan bila fakta hidup tadi dapat diukur atau diamati
berkali - kali dalam waktu yang berlainan (Nursalam, 2017).

Pada penelitian ini, instrumen yang digunakan yaitu kuesioner dukungan


keluarga diadopsi dari Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS) yang
berisi empat dimensi dukungan keluarga. Kuesioner dukungan kelarga ini telah
digunakan pada penelitian oleh Luthfa (2016), sehingga tidak perlu dilakukan uji
validitas dan reabilitas. Dan kuesioner kualitas hidup menggunakan pertanyaan
yang berhubungan dengan perasaan seseorang terhadap kualitas hidup The
World Health Organization Quality of life (WHOQOL) - BREF yang berisi kepuasan
fisik dan psikologi pasien sehingga tidak perlu dilakukan uji Validitas dan
reabilitas (Nursalam, 2017).

Pada kuesioner dukungan keluarga dan kualitas hidup setelah di uji normalitas
didapatkan bahwa data terdistribusi normal sehingga yang dijadikan nilai cut of
point menggunakan nilai mean. F. Prosedur Pengumpulan Data Pengumpulan
data adalah proses pendekatan kepada subjek yang diperlukan dalam suatu
penelitian (Nursalam, 2017). Proses pengumpulan data dilakukan ditempat
penelitian dengan prosedur sebagai berikut: 1.

Tahap perizinan a) Mengajukan judul kepada pembimbing I dan pembimbing II


pada tanggal 23 Maret 2019 dan disetujui. b) Meminta surat studi pendahuluan
kepada prodi untuk meminta data ke RSUD Muhammad Sani Karimun berupa
jumlah pasien DM yang berkunjung ke poliklinik penyakit dalam pada tahun 2017
dan 2018.
c) Setelah surat balasan dari RSUD Muhammad Sani Karimun didaptkan peneliti
meminta izin untuk melakukan studi pendahuluan kepada prodi untuk RSUD
Muhammad Sani Karimun pada tanggal 30 Maret 2019, dan disetujui oleh pihak
RSUD Muhammad Sani Karimun. 2. Langkah - langkah pengumpulan data a)
Pasien DM yang memenuhi kriteria yang ditetapkan, dijadikan sampel setelah
menyetujui lembar persetujuan (informed consent) yang diajukan peneliti. b)
Pasien DM diorientasikan terhadap tujuan penelitian.

c) Meminta informed consent pada pasien DM d) Jelaskan prosedur penelitian


dan cara pengisian kuesioner. e) Membagikan kuesioner tentang dukungan
keluarga dan kualitas hidup untuk diisi. f) Berikan kesempatan jika ada pasien DM
yang tidak mengerti dengan pertanyaan kuesioner. g) Dampingi pasien DM
dalam pengisian kuesioner.

h) Setelah diisi oleh responden lalu dikumpulkan. i) Setelah semua data


terkumpul, dilakukan analisa data untuk mendapatkan hasil yang diteliti. 3.
Pengolahan data Setelah data dikumpulkan, langkah selanjutnya adalah
melakukan pengolahan data sehingga jelas sifat - sifat yang dimilikinya. Menurut
Siyoto (2015) dalam proses pengolahan data terdapat langkah - langkah
pengolahan data yang harus ditempuh, diantaranya: a) Editing (Pengolahan data)
Editing adalah upaya untuk memeriksa kembali kebenaran data yang diperoleh
atau dikumpulkan. Editing dapat dilakukan pada tahap pengumpulan data atau
setelah data terkumpul.

b) Coding (Pengkodean data) Coding merupakan kegiatan pemberian kode


angka terhadap data yang terdiri atas beberapa kategori. Pemberian kode ini
sangat penting bila pengolahan data dan analisis data menggunakan komputer.
Biasanya dalam pemberian kode dibuat juga daftar kode dan artinya dalam satu
buku (code book) untuk memudahkan kembali melihat lokasi dan arti suatu kode
dari suatu variabel.

c) Entry (Pemasukan data) Data entry adalah kegiatan memasukkan data yang
telah dikumpulkan ke dalam master tabel atau database komputer, kemudian
membuat distribusi frekuensi sederhana atau bisa juga dengan membuat tabel
kontigensi. d) Cleaning (Pembersihan data) Kegiatan cleaning adalah pengecekan
data yang telah dientry untuk memastikan bahwa data tersebut telah bersih dari
kesalahan sehingga data tersebut benar-benar siap untuk dianalisa. G. Rencana
Analisa Data 1.

Analisa univariat Data yang telah diolah kemudian dianalisa dengan teknik analisa
persentase, data diolah dan dianalisa sesuai dengan tujuan penelitian. Dalam
penelitian ini, analisa univariat dilakukan terhadap variabel independen yaitu
dukungan keluarga terhadap variabel dependen yaitu kualitas hidup pasien DM
di RSUD Muhammad Sani Karimun. 2.

Analisa bivariat Analisa bivariat adalah analisis yang dilakukan terhadap dua
variabel yang diduga berhubungan atau berkorelasi (Siyoto, 2015). Analisis
bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji Chi Square. Data diolah secara
komputerisasi untuk mengetahui hubungan variabel independen dengan variabel
dependen yang diteliti.

Berdasarkan uji tersebut dapat disimpulkan Ha diterima jika nilai p < 0,05 yang
berarti ada korelasi yang signifikan dukungan keluarga dengan kualitas hidup
pasien DM yang dianalisis. H. Etika Penelitian Penelitian ini dilakukan setelah
mendapat izin dari RSUD Muhammad Sani Karimun. Setelah mendapatkan
persetujuan barulah melakukan penelitian dengan menekankan pada etika
penelitian.

Menurut Darma (2015) prinsip dasar etika penelitian keperawatan, meliputi: 1.


Menghormati harkat dan martabat manusia (respect for human dignity) Peneliti
menjelaskan kepaa subjek (responden) untuk menentukan pilihan untuk ikut atau
menolak dalam penelitian (autonomi), dan peneliti tidak memaksakan agar
responden bersedia ikut dalam penelitian.

Peneliti memberikan informasi yang terbuka dan lengkap tentang pelaksanaan


penelitian meliputi tujuan, manfaat penelitian, prosedur penelitian dan
keuntungan yang mungkin didapat dalam penelitian. 2. Menghormati privasi dan
kerahasian subjek respect for privasi and convidentialy) Sebelum melakukan
penelitian, peneliti memberikan lembar permohonan menjadi responden yang
isinya yaitu peneliti bertanggung jawab terhadap kerahasiaan responden jika
merasa dirugikan dan responden menandatangani jika setuju. 3.

Menghormati keadilan dan unklusivitas(respect for justice inclusiveness) Peneliti


tidak membeda - bedakan antara responden satu dengan responden lainnya, dan
peneliti tidak berpihak kepada salah satu responden manapun yang akan ikut
dalam penelitian dan peneliti memperlakukan secara adil merata sesuai
kebutuhan dan kemampuan responden. 4.

Memperhitungkan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan (balancing harm and


benefits) Penelitian ini sangat penting dan bermanfaat untuk peneliti, masyarakat
dan pihak Rumah Sakit karena dapat membantu mengetahui hubungan
dukungan keluarga dengan kualitas hidup agar memberikan asuhan keperawatan
pada pasien DM secara lebih komprehensif dan berkualitas. BAB IV HASIL
PENELITIAN A.

Hasil Penelitan Penelitian ini melibatkan 70 responden yang menderita Diabetes


Melitus yang melakukan kontrol ke poli penyakit dalam RSUD Muhammad Sani
pada 22 Juni 2019 - 22 Juli 2019. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini
yaitu, responden diberikan lembar Informed Concent dan Formulir Biodata Diri.
Kemudian responden mengisi lembar pertanyaan kuesioner dukungan keluarga,
dan lembar Kuesioner kualitas hidup.

Data yang diperoleh adalah data primer, kemudian data dianalisa univariat dan
bivariat dengan program Statistical Product and Service Solution (SPSS) 23.0 for
windows dan dianalisa dengan teknik perhitungan statistik Chi Square. 1.
Karakteristik Respoden a. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Tabel 4.1.
Distribusi Responden Berdasarkan Usia Usia Frekuensi (f) Persentase(%) < 26
Tahun 1 1,4 26-45 Tahun 15 21,4 >45 Tahun 54 77,1 Total 70 100 (Sumber : Data
Primer, 2019). Berdasarakan data di atas, dapat diketahui bahwa sebagian besar
54 (77.1%) responden dalam penelitian ini berusia > 45 tahun, dan sejumlah 15
(21,4%) responden dengan usia 26 - 45 tahun, serta sejumlah 1 (1,4%) responden
yang berusia < 26 tahun. b. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Tabel 4.2.

Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Frekuensi (f)


Persentase(%) Laki-Laki 19 27,1 Perempuan 51 72,9 Total 70 100 (Sumber : Data
Primer, 2019). Berdasarakan data di atas, dapat diketahui bahwa sebagian besar
51 (72,9%) responden dalam penelitian ini berjenis kelamin perempuan dan
sejumlah 19 (27,1%) responden dengan jenis kelamin laki-laki. 2. Analisis
Univariat a. Deskripsi Responden Berdasarkan Dukungan Keluarga Tabel 4.3.

Distribusi Responden Berdasarkan Dukungan Keluarga Dukungan Keluarga


Frekuensi Persentase% Dukungan Keluarga Baik 39 55,7 Dukungan Keluarga
Kurang 31 44,3 Total 70 100 (Sumber : Data Primer, 2019). Berdasarakan data di
atas, dapat diketahui bahwa sebagian besar 39 (55,7%) responden memiliki
dukungan keluarga yang baik dibandingkan dengan dukungan keluarga yang
kurang sejumlah 31 (44,3%). b. Deskripsi Responden Berdasarkan Kualitas Hidup
Tabel 4.4.

Distribusi Responden Berdasarkan Kualitas Hidup Kualitas Hidup Frekuensi


Persentase% Kualitas Hidup Baik 35 50 Kualitas Hidup Kurang 35 50 Total 70 100
(Sumber : Data Primer, 2019). Berdasarakan data di atas, dapat diketahui bahwa
35 (50%) responden memiliki kualitas hidup yang kurang dan responden kualitas
hidup yang baik sejumlah 35 (50%).

3. Analisis Bivariat a. Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Hidup Tabel


4.5. Hasil Analisis Uji Chi Square Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kualitas
Hidup. Dukungan Keluarga Kualitas Hidup OR p value Kurang Baik Total N % N %
N % Kurang 22 31,4 9 12,9 31 44,3 4,889 0,004 Baik 13 18,6 26 37,1 39 55,7 Total
35 50 30 50 70 100 (Sumber : Data Primer, 2019).

Berdasarkan data di atas, dapat diketahui bahwa responden dengan dukungan


keluarga kurang yang memiliki kualitas hidup pada kategori kurang sebanyak 22
(31,4%) sedangkan responden yang memiliki dukungan keluarga baik yang
memiliki kualitas hidup pada kategori baik sebanyak 26 (37,1%). Dari hasil uji
analisis menggunakan Chi-Square didapatkan nilai p value sebesar 0,004 yang
berarti terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada
pasien Diabetes Melitus yang melakukan kontrol ke poli penyakit dalam RSUD
Muhammad Sani.

Berdasarkan hasil juga didapatkan nilai Odd Ratio sebesar 4,889 yang berarti
responden yang memiliki dukungan keluarga yang kurang berpeluang 4,889 kali
lebih besar akan mengalami kualitas hidup yang rendah dibandingkan responden
yang memiliki dukungan keluarga yang baik. BAB V PEMBAHASAN A. Interpretasi
& Diskusi Hasil 1. Analisis Univariat a.

Deskripsi Responden Berdasarkan Dukungan Keluarga Hasil penelitian


menunjukkan bahwa responden yang mendapatkan dukungan keluarga yang
baik sebanyak 39 responden (55,7%) hal ini menunjukkan sebagian besar pasien
DM di RSUD Muhammad Sani mendapat dukungan keluarga yang baik. Hasil
penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Chusmeywati (2016).

Hasil penelitian tersebut juga mendapatkan sebagian besar pasien DM mendapat


dukungan keluarga yang baik dari keluarga mereka. Dukungan keluarga adalah
sikap, tindakan dan penerimaan keluarga terhadap penderita yang sakit.
Dukungan bisa berasal dari orang lain (orangtua, anak, suami, istri atau saudara)
yang dekat dengan subjek dimana bentuk dukungan berupa informasi, tingkah
laku tertentu atau materi yang dapat menjadikan individu merasa disayangi,
diperhatikan dan dicintai (Ali, 2009 dalam Tamara, Bayhakki, & Nauli, 2014).
Dukungan keluarga yang dapat diberikan keluarga kepada penderita DM dalam
bentuk dukungan emosional, dukungan penghargaan, dukungan intrumental dan
dukungan informasi. Dukungan emosional berupa rasa perhatian atau empati,
dukungan penghargaan yaitu apresiasi positif terhadap anggota keluarga
sehingga anggota keluarga merasa dihargai, dukungan instrumental yaitu
dukungan yang diberikan berupa peralatan atau benda nyata seperti
memberikan uang untuk penggobatan anggota keluarga yang sakit, dan
dukungan informasi yaitu dukungan yang diberikan berupa nasihat atau saran
untuk anggota keluarga, misalnya memberikan saran kepada anggota keluarga
untuk berobat secara rutin (Friedman, 2014 & Hensarling dalam Yusra, 2011).
Dukungan keluarga juga dapat dipengaruhi oleh latar belakang budaya.

Menurut Winkelman (2009), latar belakang budaya juga menentukan tingkat


perilaku kesehatan dan nilai-nilai kesehatan keluarga. Selain itu kesejahteraan
spiritual juga mempengaruhi dukungan keluarga. Pada penelitian Amelia,
Nurchayati, Elita (2014), menyatakan bahwa kesejahteraan spiritual dapat
meningkatkan kemampuan keluarga atau individu untuk mengatasi stress dalam
menghadapi penyakit sehingga dukungan keluarga yang diberikan akan tinggi.

Dukungan keluarga yang tinggi akan memberikan kenyamanan dan ketenangan


pada pederita DM (Suardana, Rasdini, & Kusmarjathi, 2015). Pernyataan tersebut
sejalan dengan Friedman (2014) berpendapat bahwa, dukungan keluarga yang
adekuat terbukti berhubungan dengan menurunnya mortalitas sehingga lebih
mudah sembuh dari sakit.

Menurut asumsi penelti ditemukan pasien yang mendapatkan dukungan dari


keluarga dan ada pula yang tidak begitu mendapatkan dukungan dari
keluarganya, perbedaan dukungan keluarga yang didapatkan pasien dikarenakan
berbagai faktor yang mempengaruhi dukungan keluarga yang diberikan kepada
pasien salah satunya karena pekerjaan, atau status social dan lain - lain.

Dari pasien yang kontrol tidak sedikit pasien yang datang kontrol secara mandiri
ke RSUD Muhammad Sani, dan juga menurut peneliti terdapat beberapa pasien
yang dapat secara mandiri melakukan pemeliharaan kesehatan tanpa
mendapatkan dukungan dari keluarga untuk mengurus dirinya dalam menjalani
pengobatan yang diberikan. b. Deskripsi Responden Berdasarkan Kualitas Hidup
Hasil tabel 4.4

menunjukkan bahwa responden yang memiliki kualitas hidup yang kurang dan
baik sebanyak 35 responden (57,1%). Menurut Menurut Polonsky, dalam Yusra
(2010) kualitas hidup merupakan perasaan individu mengenai kesehatan dan
kesejahteraannya yang meliputi fungsi fisik, fungsi psikologis dan fungsi sosial.

Kualitas hidup dapat diartikan sebagai derajat seorang individu dalam menikmati
hidupnya yang terdiri dari kepuasan dan dampak yang dirasakan seorang
individu dalam menjalankan kehidupanya sehari-hari (Weissman et all, dalam
Yusra, 2010). Munculnya gejala yang diakibatkan oleh kadar gula yang tidak
terkontrol ini dapat mengganggu aktivitas individu sehari-hari dan menurunkan
fungsi individu secara keseluruhan baik fungsi fisik, psikologis dan sosial.

individu dengan diabetes akan merasa energinya berkurang sehingga mudah


lelah dalam melakukan aktivitas sehari-hari, dan menyebabkan aktivitas fisik serta
peran dan tanggungjawabnya menjadi berkurang (Melina,2011). Penelitian yang
dilakukan oleh Inge (2012), diperoleh hasil yaitu dari 85 orang responden 67
orang responden memiliki kualitas hidup yang buruk, rata-rata responden merasa
hidupnya kurang puas akibat perubahan fisik yang dialami oleh pasien diabetes
mellitus, perubahan fisik yang dirasa seperti lelah dan gangguan saat beraktivitas
yang disebabkan oleh peningkatan gula darah (Inge, 2012).

Keterbatasan yang dialami pasien diabetes akan mempengaruhi kondisi


psikologis yang erat kaitannya dengan aspek kognitif dan emosional dari strategi
koping terhadap penyakit (illness- coping strategis). Penilaian atau kesadaran
subjektif dari pasien DM bahwa dirinya mampu melakukan sikap hidup tersebut
merupakan tanda pasien akan patuh terhadap pengobatan yang diberikan dan
akan berpengaruh terhadap kualitas hidup pasien (Rose et al, dalam Astuti, 2011).

Sedangkan hasil yang diperoleh terhadap pernyataan dampak dan kekhawatiran


responden, pernyatan yang memiliki jawaban terbanyak adalah pernyataan
tentang seberapa sering responden tersebut memiliki kualitas tidur yang buruk.
Menurut Akhmadi (2009) dalam Yulikasari (2015) fungsi sistem tubuh lansia yang
mengalami penyakit dapat berdampak negatif terhadap kualitas hidup lansia baik
dalam skala ringan, sedang, maupun berat. Hasil penelitian Kao (2008)
menunjukkan bahwa perubahan status kesehatan mempengaruhi kualitas hidup
lansia.

Menurut asumsi peneliti kebanyakan responden dalam penelitian ini adalah


responden yang telah memiliki komplikasi penyakit lainya, dan penyakit yang
dialami dianggap sebagai penyakit kronis yang bisa memberikan dampak pada
psikologis, pasien tidak memiliki rasa positif terhadap kondisinya saat ini,
sehingga bisa menimbulkan rasa cemas, sedih, dan lain-lain. 2. Analisis Bivariat a.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Hidup Pada tabel 4.5

yang menunjukkan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup penderita


DM didapatkan hasil bahwa dari 70 penderita DM terdapat responden dengan
kualitas hidup kurang yang memiliki dukungan keluarga pada kategori kurang
sebanyak 22 (31,4%), responden dengan kualitas hidup kurang yang memiliki
dukungan keluarga pada kategori baik sebanyak 9 (12,9%), responden dengan
kualitas hidup baik yang memiliki dukungan keluarga pada kategori kurang
sebanyak 13 (18,6%), sedangkan responden yang memiliki kualitas hidup baik
yang memiliki dukungan keluarga pada kategori baik sebanyak 26 (37,1%).

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan dukungan keluarga


dengan kualitas hidup pasien DM di RSUD Muhammad Sani dengan nilai p value
0,004 yang berarti bahwa ada korelasi yang signifikan dukungan keluarga dengan
kualitas hidup pasien DM. Hasil ini sejalan dengan hasil penelitian Tamara,
Bayhakki & Nauli (2014).

Penelitian dengan desain penelitian cross sectional yang dilakukan di RSUD Arifin
Achmad Provinsi Riau melibatkan 46 responden mendapatkan hasil, yaitu
terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien DM
(p=0,003). Namun, hasil ini bertentangan dengan penelitian yang dilakukan oleh
Suardana, Rasdini, dan Kusmarjathi (2015).

Penelitian dengan metode penelitian cross sectional melibatkan 40 responden


didapatkan tidak ada hubungan bermakna antara dukungan keluarga dengan
kualitas hidup pasien DM (r=-0,209; p=0,195). Menurut Suardana (2015) bahwa
kualitas hidup seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor lain selain
dukungan keluarga seperti usia penderita diabetes.

Smeltzer & Bare (2010) mengungkapkan bahwa kualitas hidup pasien DM sangat
dipengaruhi oleh bertambahnya umur. Semakin tua umur maka peningkatan
kadar glukosa semakin sulit untuk dikontrol akibat penurunan fungsi organ-
organ tubuh sehingga mempengaruhi kualitas hidup pasien DM. Umur
merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya DM. Biasanya DM
terjadi pada umur > 45 tahun.

Umumnya manusia mengalami perubahan fisiologis secara drastis menurun


dengan cepat setelah usia 40 tahun, sel beta pankreas akan mengalami
penurunan fungsi dalam memproduksi insulin sedangkan pada orang dengan
berat badan berlebih, tubuhnya akan tidak peka lagi terhadap insulin atau
disebut resisten (Smeltzer & Bare, 2010). Coffmann (2008) dalam Yusra (2011)
dalam penelitiannya menyatakan bahwa keluarga merupakan sumber dukungan
paling utama.

Dukungan yang diberikan dilihat dari 4 dimensi, yaitu dimensi emosional, dimensi
penghargaan, dimensi instrumental, dan dimensi informasi. Disampaikan juga
bahwa dukungan dari keluarga berkaitan erat dengan kepatuhan pasien terhadap
pengobatan, sehingga akan mempengaruhi kualitas hidupnya. Dalam penelitian
Tamara, Bayhakki, dan Nauli (2014), dinyatakan pasien DM yang berada dalam
lingkungan keluarga dan diperhatikan oleh anggota keluarganya akan dapat
menimbulkan perasaan aman dan nyaman sehingga akan menumbuhkan
motivasi untuk melaksanakan perawatan diri.

Perasaan nyaman dan aman yang timbul dalam diri pasien DM akan muncul
karena adanya dukungan baik emosional, penghargaan, instrumental dan
informasi dari keluraga. Kondisi inilah yang akan mencegah munculnya stress dan
mengurangi kecemasan pada pasien DM . Menurut (Nurleli,2016) Karena DM
merupakan salah satu penyakit kronik, timbul kejenuhan atau kebosanan pada
pasien mengenai jadwal pengobatan yang berulang, oleh karena itu untuk
mengatasi hal ini perlu tindakan terhadap faktor psikologi dalam penyelesaian
masalah DM.

Hal tersebut akan lebih mudah dilakukan dengan adanya dukungan dari
keluarga. Dukungan dari keluarga tersebut sangat membantu pasien DM dalam
meningkatkan keyakinan akan kemampuannya untuk melakukan perawatan diri.
Disamping itu juga dapat menumbuhkan rasa aman dan nyaman yang dapat
meningkatkan motivasi.

Dengan adanya dukungan keluarga sangat mendukung pasien DM dalam


mencapai kepatuhan terhadap pengobatan.Menurut Hensarling (2009) penelitian
terdahulu telah membuktikan bahwa Family support menjadi faktor penting
dalam kepatuhan managemen penyakit kronik, dan juga sebagai indikator
dampak positif terhadap self care pasien diabetes (Luthfa, 2016) Menurut Mills
(2008) beberapa hal penting yang dapat dilakukan untuk mendukung anggota
keluarga yang menderita DM, diantaranya dengan meningkatkan kesadaran diri
untuk mengenali penyakitnya.

Dukungan yang lain yaitu dengan tinggal bersama dengan anggota keluarga
yang sakit dan memberi bantuan, menyediakan waktu, memberikan infomasi
yang dibutuhkan, mendorong untuk terus belajar dan mencari tambahan
pengetahuan tentang DM. Dengan adanya dukungan keluarga akan sangat
membantu pasien DM untuk dapat meningkatkan keyakinan dan kemampuan
melakukan tindakan perawatan diri dan dalam menjalani pengobatannya (Nurleli,
2016).

Menurut asumsi peneliti terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan


kualitas hidup dikarenakan dukungan keluarga merupakan penerimaan keluarga
terhadap anggotanya yang diwujudkan dalam sikap dan tindakan. Anggota
keluarga dipandang sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam lingkungan
keluarga. Anggota keluarga memandang bahwa keluarga adalah orang yang
paling dekat dengan sikap saling mendukung serta selalu siap memberikan
pertolongan jika diperlukan.

Sehingga dengan adanya perhatian dari keluarga maka jika ada anggota keluarga
yang sakit maka perhatian dari keluarga inilah yang akan membuat anggota
keluarga yang sakit akan menjadi semangat dan termotivasi untuk sembuh. B.
Implikasi Penelitian Berdasarkan penelitian ini, dibutuhkan tenaga keperawatan
yang memiliki kemampuan untuk mengkaji aspek psikososial serta mampu
mengaplikasikan asuhan keperawatan secara komperehensif dengan melibatkan
peran serta keluarga.

Selain itu perlunya intervensi terkait pelibatan keluarga dan seluruh tim
kesehatan sebagai sebuah kolaborasi dan pendekatan saat memberikan
perawatan pada pasien DM. Penelitian ini membuktikan bahwa memberikan
asuhan keperawatan dalam pendekatan keluarga merupakan sesuatu hal
terpenting karena dengan keluarga memberikan dukungan kepada pasien DM
maka kualitas hidup pasien DM akan meningkatkan. C.

Keterbatasan Penelitian Peneliti menyadari bahwa pada penelitian ini tidak


terlepas dari keterbatasan di antaranya adalah metode penelitian yang
menggunakan metode cross sectional sehingga subyek yang diambil dilakukan
hanya satu kali tanpa pengukuran kembali dan ditetapkan dalam waktu yang
telah ditentukan. Keterbatasan lain pada penelitian ini yaitu alat penelitian ini
menggunakan kuesioner, sehingga subyektifitasnya tinggi dan jumlah sampel
kurang dari 100 orang sehingga kurang memberi hasil yang maksimal.

Dukungan keluarga terbagi menjadi 4 bagian dukungan yaitu dukungan


emosional, dukungan penghargaan, dukungan intrumental dan dukungan
informasi. Pada penelitian ini menilai dukungan secara umum tidak dinilai per
bagian pada dukungan keluarga sehingga yang dapat dilihat adalah gambaran
dukungan keluarga secara umum oleh karna itu pada penelitian ini tidak bisa
memberikan hasil dukungan mana yang berpengaruh atau berhubungan
terhadap kualitas hidup pasien DM.

Kemudian menurut peneliti terdapat faktor-faktor pengganggu yang tidak dapat


peneliti kendalikan dalam penelitian ini seperti dukungan sosial, aspek emosional,
motivasi, dan komunikasi petugas kesehatan serta keterbatasan lokasi penelitian
yang dianggap kurang kondusif dan tidak adanya asisten peneliti yang dapat
membantu untuk mengawasi proses pengambilan data penelitian. BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN A.

Kesimpulan Dari hasil penelitian Hubungan Dukungan Keluarga terhadap Kualitas


Hidup Penderita DM di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Muhammad Sani
diperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1. Dari hasil penelitian didapatkan
sebagian besar 39 (55,7%) responden memiliki dukungan keluarga yang baik
dibandingkan dengan dukungan keluarga yang kurang sejumlah 31 (44,3%). 2.
Dari hasil penelitian didapatkan 35 (50%) responden memiliki kualitas hidup yang
kurang dan responden kualitas hidup yang baik sejumlah 35 (50%).

3. Sebagian besar responden di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Muhammad Sani


memiliki kualitas hidup yang kurang. 4. Ada hubungan yang signifikan antara
dukungan keluarga dan kualitas hidup pada pasien DM di Poliklinik Penyakit
Dalam RSUD Muhammad Sani. B. Saran 1. Bagi Divisi Keperawatan RSUD
Muhammad Sani Karimun Bagi divisi keperawatan disarankan dapat menambah
keterampilan perawat dalam mengkaji aspek psikososial serta mampu
mengaplikasikan asuhan keperawatan secara komperehensif dengan melibatkan
peran serta keluarga.

Selain itu perlunya intervensi terkait pelibatan keluarga dan seluruh tim
kesehatan sebagai sebuah kolaborasi dan pendekatan saat memberikan
perawatan pada pasien DM. Pada petugas di RSUD disarankan untuk
memberikan pengertian kepada keluarga tentang dukungan keluarga yang dapat
meningkatkan kualitas hidup pada pasien DM. 2.

Bagi mahasiswa keperawatan Penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi


dalam memberikan asuhan keperawatan dalam pendekatan keluarga terhadap
pentingnya memberikan dukungan kepada pasien DM untuk meningkatkan
kualitas hidup pasien dan disarankan untuk tetap meningkatkan
pembelajarannya dalam bidang keperawatan keluarga dan program
pengontrolan DM dengan berfokus pada dukungan keluarga sehingga dapat
menambah pengetahuan dan menerapkannya di dalam kehidupan nyata karena
hubungan dukungan keluarga sangat penting terdapat peningkatan kualitas
hidup penderita DM. 3.

Bagi Penelitian Selanjutnya Dari hasil penelitian ini disarankan peneliti selanjutnya
dapat menjadikan penelitian ini sebagai dasar penelitian selanjutnya yang
berfokus pada efektifitas peran keluarga terhadap pasien DM dalam memberikan
dukungan untuk meningkatkan kualiatas hidup pasien. Dan diharapkan penelitian
selanjutnya disarankan untuk meneliti tentang analisis faktor-faktor yang paling
berpengaruh terhadap kualitas hidup penderita DM dengan responden yang
lebih besar jumlahnya yang akan dijadikan data penelitian.

INTERNET SOURCES:
------------------------------------------------------------------------------------------
-
<1% - http://eprints.umpo.ac.id/1856/2/BAB%20I.pdf
<1% - https://eprints.uns.ac.id/31987/1/S531408033_pendahuluan.pdf
<1% - https://romadhoniqomariah.blogspot.com/2013/04/peran-insulin-pada-
metabolisme.html
<1% - https://ejurnal.poltekkes-
manado.ac.id/index.php/juiperdo/article/download/168/146/
<1% - http://repository.poltekkes-kaltim.ac.id/199/1/Manuscript%20Dyan.pdf
<1% - https://armaididarmawan.blogspot.com/2010/06/epidemiologi-dm.html
<1% - http://eprints.undip.ac.id/51300/2/BAB_I.pdf
<1% - http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/64654/Chapter
%20I.pdf?sequence=5&isAllowed=y
<1% - http://journal.unas.ac.id/health/article/download/491/385
<1% - https://id.scribd.com/doc/25886294/Riskesda-laporanNasional
<1% -
https://sinta.unud.ac.id/uploads/dokumen_dir/2675e86b9c4327d016331f09a81e9
93c.pdf
<1% - https://core.ac.uk/display/77627243
<1% - https://letsgetrich1.blogspot.com/2014/12/tinjauan-pustaka-penyakit-
diabetes.html
<1% - http://repository.unand.ac.id/16788/1/skripsi.pdf
<1% - http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/128/jtptunimus-gdl-adammiciga-
6398-2-babipe-n.pdf
<1% -
http://repositori.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/1563/131101141.pdf?
sequence=1&isAllowed=y
<1% - http://eprints.ums.ac.id/45383/1/NASKAH%20PUBLIKASI.pdf
<1% - https://khoirulanis.blogspot.com/2016/12/konsep-kualitas-hidup-
lansia.html
<1% - https://www.academia.edu/35075125/DM_tipe_2_HIPOALBUMINEMIA_2
<1% - http://eprints.umpo.ac.id/3406/2/BAB%201.pdf
<1% - https://gloriabetsy.blogspot.com/2012/12/pelayanan-keperawatan-
prima.html
<1% - https://www.academia.edu/34711851/konsensus.pdf
1% - http://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/kesmas/article/download/1122/888
<1% - http://repository.unand.ac.id/23100/1/REPOSITORI%20fitri%20pdf.pdf
1% - http://eprints.ums.ac.id/63400/11/NASKAH%20PUBLIKASI.pdf
<1% - https://id.123dok.com/document/wq213m6y-hubungan-dukungan-
keluarga-terhadap-kualitas-hidup-penderita-diabetes-melitus-di-rs-pku-
muhammadiyah-yogyakarta-unit-ii.html
<1% -
https://www.researchgate.net/profile/Yudha_Kusuma3/publication/313893142_PE
RBEDAAN_KREATIVITAS_SETELAH_DIBERI_TERAPI_MUSIK_KLASIK_MOZART_DAN_
MODERN_JAZZ_PADA_ANAK_PRASEKOLAH_USIA_4-
5_TAHUN_DI_TK_NEGERI_PEMBINA_MOJOANYAR_MOJOKERTO/links/58ae46da9
2851cf7ae85b7a6/PERBEDAAN-KREATIVITAS-SETELAH-DIBERI-TERAPI-MUSIK-
KLASIK-MOZART-DAN-MODERN-JAZZ-PADA-ANAK-PRASEKOLAH-USIA-4-5-
TAHUN-DI-TK-NEGERI-PEMBINA-MOJOANYAR-MOJOKERTO.pdf
<1% - http://poltekkes-denpasar.ac.id/files/JSH/V12N1/I%20Ketut%20Suardana
%2C%20I%20G.A.%20Ari%20Rasdini%2C%20Ni%20Ketut%20Kusmarjathi.pdf
1% - http://jurnal.unsyiah.ac.id/INJ/article/download/6454/5293
1% - http://eprints.ums.ac.id/31100/1/03._Halaman_depan.pdf
<1% - http://digilib.unila.ac.id/view/year/2016.html
<1% - https://unair.academia.edu/TriasMahmudiono
<1% - https://zombiedoc.com/data-penelitian-tahun-2015.html
<1% - http://scholar.unand.ac.id/view/divisions/022/2018.html
<1% - https://skripsipedia.wordpress.com/category/kti-skripsi/
<1% - http://eprints.ums.ac.id/53713/3/BAB%20I.pdf
<1% - http://bkdkarimun.com/wp-content/uploads/2019/05/surat-edaran-KP-
Oktober-2019.pdf
<1% - http://garuda.ristekdikti.go.id/journal/view/14944
<1% - https://batam.tribunnews.com/topic/karimun-terkini
<1% - https://fkik.unja.ac.id/pbr/
<1% - http://scholar.unand.ac.id/view/subjects/RT.html
<1% -
https://www.academia.edu/37689132/asuhan_keperawatan_pada_pasien_dengan
_PPOK
<1% -
https://www.academia.edu/35246217/Konsep_manajemen_Keperawatan.pdf
<1% -
https://ktikebidanankeperawatan.wordpress.com/author/ktikebidanankeperawata
n/page/4/
<1% - http://repository.upi.edu/8814/2/d_ipa_054283_chapter1.pdf
<1% -
http://eprints.undip.ac.id/50880/5/Yuniar_Safitri_22010112110030_Lap.KTI_Bab3.p
df
<1% - http://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jkp/article/download/14716/14284
<1% - http://repository.ump.ac.id/4866/3/EVI%20DWI%20KUSUMA%20PUTRI
%20BAB%20II.pdf
<1% - http://eprints.umpo.ac.id/4621/3/BAB%202.pdf
<1% - http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/64564/Chapter
%20II.pdf;sequence=4
<1% - https://dedaunan.com/mengukur-nilai-normal-gula-darah-dalam-tubuh-
manusia/
<1% - https://www.academia.edu/39100225/Diabetes_mellitus
<1% - http://eprints.walisongo.ac.id/5851/3/BAB%20II.pdf
<1% - http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/41190/Chapter
%20II.pdf?sequence=4&isAllowed=y
<1% - http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/45100/Chapter
%20II.pdf;sequence=4
<1% - https://seputarpenyakitdiabetesmelitus.blogspot.com/2015/11/penyakit-
diabetes-melitus-diabetes.html
1% - http://repositori.uin-alauddin.ac.id/4806/1/haerunnisa%20syahrir.pdf
<1% - http://eprints.undip.ac.id/44475/3/BAB_2.pdf
<1% - https://agusharyono.com/diabetes-melitus/
<1% - http://eprints.umm.ac.id/42061/3/jiptummpp-gdl-rakhmadfad-49063-3-
babii.pdf
2% - https://samoke2012.wordpress.com/2018/09/01/asuhan-keperawatan-
pasien-dengan-diabetes-mellitus/
<1% - https://jualproduktiens.com/hamil-pada-usia-tua-setelah-40-tahun-
amankah/
<1% - https://wir-nursing.blogspot.com/2009/07/kecemasan-pada-penyakit-
dm.html
<1% - http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/45100/Chapter
%20II.pdf?sequence=4&isAllowed=y
<1% - https://nootriment.com/id/serotonin-in-the-brain/
<1% - http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/106/jtptunimus-gdl-danupanggi-
5294-3-bab2.pdf
<1% - http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/54614/Chapter
%20II.pdf;sequence=4
<1% - https://sinta.unud.ac.id/uploads/wisuda/1002106043-3-BAB%202..pdf
<1% - https://www.scribd.com/document/386406005/karya-tulis-ilmiah-doc
<1% - http://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/download/908/762
<1% -
http://eprints.undip.ac.id/43733/3/AULIA_AHMAD_G2A009130_Bab2KTI.pdf
1% - https://pt.scribd.com/doc/288328686/Digital-20280162-T-Aini-Yusra
<1% - https://www.slideshare.net/yusrendra/diabetes-melitus-80575273
<1% -
https://www.academia.edu/34970845/PENATALAKSANAAN_DM_SESUAI_KONSES
NSUS_PERKENI_2015
<1% - https://skifkunram.com/diet-untuk-penderita-dm/
<1% - http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/557/4/BAB%20II.pdf
<1% - http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/60651/Chapter
%20II.pdf;sequence=4
<1% - http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/56674/Chapter
%20II.pdf;sequence=4
<1% - http://repository.lppm.unila.ac.id/235/1/khairunnisa%20berawi3.pdf
<1% - https://kusnadish.blogspot.com/2013/07/pemeriksaan-glukose.html
<1% - https://persaudaraansejati.blogspot.com/2014/08/penyebab-dan-solusi-
darah-kental.html
<1% - http://eprints.ums.ac.id/60083/3/BAB%20I.pdf
<1% - https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jkp/article/download/14695/14263
<1% - https://ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.php/jk/article/download/2635/1789
<1% - http://digilib.uinsby.ac.id/11188/5/bab%202.pdf
<1% - https://ciungwanara.kemsos.go.id/modules.php?
name=Content&pa=showpage&pid=27
<1% - https://text-id.123dok.com/document/4yr3g4oy-analisis-faktor-faktor-
yang-mempengaruhi-kualitas-hidup-pasien-gagal-ginjal-kronis-yang-menjalani-
hemodialisa-di-rsup-haji-adam-malik-medan.html
<1% - http://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/kesmas/article/download/1215/1000
<1% - https://text-id.123dok.com/document/4zpk3oye-kualitas-hidup-pasien-
kanker-payudara-yang-menjalani-kemoterapi-di-rsup-h-adam-malik-medan.html
<1% - http://lib.ui.ac.id/naskahringkas/2016-08//S56513-Robiyatul%20Adawiyah
<1% -
http://journal.stikessuakainsan.ac.id/index.php/jksi/article/download/21/12/
<1% -
http://ejournal.kopertis10.or.id/index.php/endurance/article/download/1357/683
1% - http://eprints.mercubuana-yogya.ac.id/2552/2/BAB%20II.pdf
<1% - https://www.academia.edu/30558447/DIABETES_MELITUS_PADA_LANSIA
<1% - https://id.123dok.com/document/zgrmd98q-pengaruh-pemberian-
rebusan-daun-salam-terhadap-penurunan-kadar-asam-urat-pada-penderita-
gout-artritis-di-wilayah-kerja-puskesmas-ranotana-weru.html
<1% - https://mafiadoc.com/prevalensi-penyakit-kronis-dan-kualitas-hidup-
pada-lanjut-usia-di-_59cc2d681723dd7e776f22d7.html
<1% -
http://karyailmiah.unisba.ac.id/index.php/psikologi/article/download/3711/pdf
<1% - https://karamhamzal.blogspot.com/2012/02/v-
behaviorurldefaultvmlo_5347.html
<1% - http://jsfk.ffarmasi.unand.ac.id/index.php/jsfk/article/download/261/145
<1% - https://kumpulan-makalah-kharim.blogspot.com/2012/
<1% - http://digilib.unila.ac.id/20753/15/BAB%20II.pdf
<1% - https://tukangeetik.blogspot.com/2018/09/hubungan-tingkat-pendidikan-
dengan.html
<1% - https://pt.scribd.com/document/321824818/Hubungan-Antara-
Spritiualitas-Dengan-Efikasi-Diri-Dengan-Kepatuhan-Pasien-DM-Tipe-2
<1% - http://ejournal.upi.edu/index.php/pls/article/download/5425/3721
<1% - https://www.dosenpendidikan.com/fungsi-lembaga-keluarga/
<1% - http://digilib.unisayogya.ac.id/3927/1/naskah%20publikasi-1.pdf
<1% - http://journal.poltekkes-
mks.ac.id/ojs2/index.php/mediakeperawatan/article/view/548
<1% - https://www.academia.edu/7493205/PSIKOLOGI_KELUARGA
<1% - https://id.wikipedia.org/wiki/%F0%9F%91%AA
<1% - https://ners-novriadi.blogspot.com/2013/04/asuhan-keperawatan-
keluarga-dengan_5135.html
<1% - http://repository.ump.ac.id/1371/3/DITEU%20JUNI%20PAMELA%20BAB
%20II.pdf
<1% - https://oniegendeng.blogspot.com/2014/05/hubungan-pengetahuan-
dan-dukungan.html
<1% - https://www.academia.edu/36560239/INDRA_AMARUDIN_SETIANA_BAB_II
<1% - https://mudaanggie.blogspot.com/2011/03/keperawatan-keluarga.html
<1% - https://titisanyessty.blogspot.com/2012/11/pengkajian-keluarga.html
<1% - http://repository.ump.ac.id/1084/3/INDRA%20AMARUDIN%20SETIANA
%20BAB%20II.pdf
<1% - http://eprints.ums.ac.id/37501/6/BAB%20II.pdf
<1% - http://digilib.unila.ac.id/6562/17/BAB%20II.pdf
<1% - https://kompasmadura.blogspot.com/2016/03/pengertian-individu-
keluarga-masyarakat.html
<1% - http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/123/jtptunimus-gdl-harissusen-6113-
2-babii.pdf
1% - http://scholar.unand.ac.id/30331/2/BAB%20I.pdf
<1% - http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/68320/Chapter
%20II.pdf?sequence=4&isAllowed=y
<1% - http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/106/jtptunimus-gdl-ekhoregowo-
5286-3-bab2.pdf
<1% - http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/54110/Chapter
%20II.pdf;sequence=4
1% - https://www.scribd.com/document/398957695/Panduan-Pendaftaran-
Tryout
<1% - https://id.scribd.com/doc/262909938/Ulmi-Fadillah-S-Ked-Skripsi
<1% - http://eprints.umm.ac.id/26041/2/jiptummpp-gdl-imamabduln-38105-2-
bab1.pdf
<1% - https://manfaat.co.id/manfaat-penelitian
<1% - http://jki.ui.ac.id/index.php/jki/article/download/44/44
<1% - https://mamikos.com/info/cara-meningkatkan-motivasi-belajar/
<1% - https://dedikvery.blogspot.com/2011/12/hubungan-peran-keluarga-
dalam.html
<1% -
http://nursingjurnal.respati.ac.id/index.php/JKRY/article/download/278/167
<1% -
https://www.academia.edu/37094331/Tugas_Perkembangan_Keluarga_Di_Setiap_
Tahap_Perkembangan
<1% - https://desainpembelajaran17.blogspot.com/2017/10/try.html
<1% - http://conference.unsri.ac.id/index.php/SNK/article/download/742/372
<1% - http://scholar.unand.ac.id/32075/4/Daftar%20Pustaka.pdf
<1% -
http://ejournal.kopertis10.or.id/index.php/endurance/article/download/1662/567
<1% -
https://www.academia.edu/37732432/PENGARUH_IMPLEMENTASI_MODERN_DR
ESSING_TERHADAP_KUALITAS_HIDUP_PASIEN_ULKUS_DIABETIKUM
<1% - http://www.lihatdisini.com/jurnalpdf/jurnal-hubungan-dukungan-
keluarga-dan-tingkat-pengetahuan-dengan-kualitas-hidup-pasien-dm-tipe-2-di-
wilayah-kerja-puskesmas-nogosari-boyolali
<1% - https://kesehatangilut.blogspot.com/2011/03/tingkat-pengetahuan-siswa-
tentang.html
<1% - https://kumpulanmaterikeperawatan.blogspot.com/2016/07/kerangka-
konsep-dan-hipotesis.html
<1% - https://rumus-ilmiah.blogspot.com/2014/08/pengertian-dan-langkah-
metode-ilmiah.html
<1% - http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/126573-658.312%204%20NAD%20h%20-
%20Hipotesis.pdf
<1% - https://id.scribd.com/doc/299336454/file-pdf
<1% - https://jualskripsikeperawatanlengkap.blogspot.com/2013/
<1% - https://indahpurmadeni.blogspot.com/2015/06/identifikasi-variabel-
hipotesis-dan.html
<1% -
https://www.academia.edu/38204871/Revisi_Mini_Proposal_Hubungan_Dukunga
n_Keluarga_dengan_Tingkat_Kepatuhan_Diit_pada_Pasien_Diabetes_Mellitus_Tipe
_2
<1% - http://eprints.ums.ac.id/55556/5/BAB%20III.pdf
<1% - https://samoke2012.wordpress.com/2012/09/28/desain-penelitian-pra-
eksperimen/
<1% - https://skripsikesehatan.blogspot.com/2011/05/gambaran-pengetahuan-
ibu-tentang.html
<1% - https://zulharman79.wordpress.com/penelitian/
<1% - http://repository.upi.edu/438/6/S_GEO_0903916_CHAPTER%203.pdf
<1% - https://bambangssp.blogspot.com/2016/10/pengertian-populasi-dan-
sampel-dalam.html
<1% - http://www.pengertianku.net/2015/03/pengertian-populasi-dan-sampel-
serta-teknik-sampling.html
<1% - https://www.scribd.com/document/372346857/PROSIDING-SEMINAR-
DAN-SIMPOSIUM-THE-1st-CJNDS1-pdf
<1% - https://www.academia.edu/30102760/Pengertian_Sampel
<1% -
https://www.researchgate.net/publication/333382902_LOCUS_OF_CONTROL_PEN
GENDALIAN_DIABETES_MELITUS_PADA_PENDERITA_DM_TIPE_2
<1% - https://kumpulanxxxx.blogspot.com/2015/07/faktor-faktor-yang-
berhubungan-dengan.html
<1% - http://pmb.uny.ac.id/jadwal-pmb-uny-2019/sarjana-terapan-D4
<1% - https://ppjp.ulm.ac.id/journal/index.php/JDK/article/view/2553
<1% -
http://eprints.undip.ac.id/56273/4/Wahyu_Adhitya_Prawirasatra_22010113120025
_Lap.KTI_Bab3.pdf
<1% -
https://www.poltekkesjakarta1.ac.id/file/dokumen/64Spiritualitas___Kualitas_Hidu
p_Penderita_Kanker_Serviks.pdf
<1% - http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/124598-TESIS0584%20Bur%20N09h-
Hubungan%20Budaya-Metodologi.pdf
<1% - http://repository.upi.edu/15871/5/TA_JKR_1107891_chapter3.pdf
<1% - https://medan.tribunnews.com/2019/07/17/sd-negeri-ini-hanya-
mendapat-2-murid-baru-pada-tahun-2017-dan-2018-tidak-ada-yang-mendaftar
<1% - https://nersagusriyanto.blogspot.com/2010/
<1% - https://e-journal.unair.ac.id/PMNJ/article/download/12377/pdf
<1% - http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/67465/Chapter
%20III-VI.pdf?sequence=3&isAllowed=y
<1% - https://gogopratamax.blogspot.com/2012/04/pengertian-karakteristik-
dan-langkah.html
<1% - http://repository.upi.edu/18260/3/D3_PER_1205023_Chapter3.pdf
<1% - http://eprints.undip.ac.id/43466/4/BAB_III_METODE_PENELITIAN_..pdf
<1% - http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/104/jtptunimus-gdl-eskasusiri-5185-
4-bab3.pdf
<1% - http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/53844/Chapter
%20III-VI.pdf;sequence=3
<1% -
http://www.ejournal.stikesmukla.ac.id/index.php/triage/article/download/159/156
<1% - https://raja1tugas.blogspot.com/2017/02/makalah-tentang-lansia.html
<1% - http://scholar.unand.ac.id/21692/3/BAB%207%20Kesimpulan%20dan
%20Saran.pdf
<1% - http://www.digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate-15747-3506100013-
paperpdf.pdf
<1% - https://askep014.blogspot.com/2014/01/hubungan-pengetahuan-dan-
sikap-dengan.html
<1% - https://regional.kompas.com/read/2019/07/15/09502761/belum-siuman-
anak-dari-pria-yang-jual-ginjal-untuk-biaya-perawatan-tumor?page=all
<1% - http://www.digilib.stikeskusumahusada.ac.id/files/disk1/35/01-gdl-
srienggarp-1735-1-jurnals-g.pdf
<1% - http://medkesfkm.unsrat.ac.id/wp-content/uploads/2016/11/JURNAL-
Desy-L.-Allorerung.pdf
<1% - http://lontar.ui.ac.id/file?file=digital/132944-T+27789-Analisis+faktor-
Metodologi.pdf
<1% -
https://www.academia.edu/36442175/Hubungan_Antara_Komunikasi_Interperson
al_Pasutri_dengan_Keharmonisan_dalam_Pernikahan
<1% - http://fk.unair.ac.id/unit/bio-etik/
<1% -
https://www.academia.edu/37174331/Tinjauan_Etik_dalam_Penelitian_Mengguna
kan_Subjek_Penelitian_Orang_Dengan_Gangguan_Jiwa_ODGJ_.pdf
<1% - https://lingkupkebidanan.blogspot.com/2016/11/gambaran-pengetahuan-
ibu-tentang-dampak.html
<1% - https://www.scribd.com/document/369316353/Kti-Pengaruh-Puasa-Senin-
Dan-Kamis-Terhadap-Kadar-Kolesterol-Total-Pada-Penderita-Diabetes-Melitus-
Tipe-2-Di-Dukuh-Kasihan-Bantul-Yogyakarta-1
<1% - https://digilib.esaunggul.ac.id/public/UEU-Undergraduate-2913-BAB
%20IV.pdf
<1% - https://thinkgoodone.blogspot.com/2012/09/askep-pada-klien-penyakit-
kronis.html
<1% - http://www.masabas.com/2016/09/contoh-skripsi-bab-iv-hasil-
penelitian.html
<1% - http://eprints.ums.ac.id/50669/15/NASKAH%20PUBLIKASI_wilda.pdf
<1% - https://kaltim.bps.go.id/subject/52/produk-domestik-regional-bruto--
lapangan-usaha-.html
<1% - https://argyo.staff.uns.ac.id/2012/12/15/pengetahuan-sikap-dan-perilaku-
seksual-laki-laki-yang-berhubungan-seks-dengan-laki-laki-lsl-dalam-kaitannya-
dengan-hiv-dan-aids/
<1% - http://digilib.uinsby.ac.id/3393/5/Bab%204.pdf
<1% - https://id.123dok.com/document/q05k46xy-analisis-segmentasi-targeting-
positioning-stp-dalam-penjualan-produk-kecap-cap-koki-dollar-di-
tulungagung.html
<1% - https://issuu.com/bimkes/docs/bimiki_volume_2_edisi_1
<1% - http://repository.unair.ac.id/30598/5/RizkiDwi_Bab4.pdf
<1% - https://bamschalampa.blogspot.com/2011/02/skripsi-hubungan-antara-
dukungan.html
<1% - http://ejurnal.poltekkes-tjk.ac.id/index.php/JKEP/article/view/319/292
<1% - https://jumiati-bensu.blogspot.com/2012/03/karya-tulis-ilmiah.html
<1% - http://digilib.unisayogya.ac.id/810/1/NASKAH%20PUBLIKASI%20-
%20WAHYANI%20-%20201410104003%20-%20KELAS%20E.pdf
<1% - http://lib.ui.ac.id/naskahringkas/2015-08/S46502-Layya%20Notiva
%20Dewi
<1% - https://prametalicious.blogspot.com/2012/06/karya-tulis-ilmiah.html
<1% -
http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/26336/1/AMALIAH
%20HARUMI%20KARIM-fkik.pdf
<1% - https://timetonursing.blogspot.com/2018/01/normal-0-false-false-false-
en-us-x-none.html
<1% - http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/153/jtptunimus-gdl-ikapurnawa-
7619-5-babiv.pdf
<1% - http://media.unpad.ac.id/thesis/120120/2015/120120150501_4_9818.pdf
<1% - http://journal.unas.ac.id/ilmu-budaya/article/download/429/330
<1% - http://journal.ipb.ac.id/index.php/jupe/article/download/14795/11631
<1% - https://bejocommunity.blogspot.com/2010/05/kecemasan-menghadapi-
persalinan.html
<1% - http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/40240/Chapter
%20I.pdf;sequence=5
<1% - http://scholar.unand.ac.id/21749/2/BAB%20I.pdf
<1% - http://eprints.undip.ac.id/57952/1/BAB_0.pdf
<1% - http://repository.unhas.ac.id/bitstream/handle/123456789/3975/jurnal
%20baru%20irma%20fix.docx?sequence=1
<1% - https://www.scribd.com/document/390575985/Proposal-Kualitas-Hidup-
Diabetes-Inda
<1% - http://repository.ump.ac.id/2050/3/SAHROJUL%20GANJAR%20SAPUTRA
%20BAB%20II.pdf
<1% - http://ejournal.uin-
malang.ac.id/index.php/psiko/article/viewFile/1545/2722
<1% - https://hstw4n.blogspot.com/2012/08/gambaran-kepatuhan-penderita-
diabetes.html
<1% - https://journal.uii.ac.id/intervensipsikologi/article/view/4057/3612
<1% - http://digilib.unisayogya.ac.id/235/1/NASKAH%20PUBLIKASI%20ALBAR
%20201010201039.pdf
<1% - https://id.scribd.com/doc/296222540/Dukungan-Keluarga-Dan-Kualitas-
Hidup
<1% - https://downloadkti.blogspot.com/2013/09/kumpulan-abstrak-penelitian-
kebidanan.html
<1% - http://www.lpsdimataram.com/phocadownload/Juni-2015/2-pengaruh
%20akupresur%20dalam%20meminimalisir%20disminore%20primer%20pada
%20remaja-mardiatun.pdf
<1% - https://basoabdulhamit.blogspot.com/2017/09/jurnal-hubungan-
mekanisme-koping-dengan_5.html
<1% - https://pt.scribd.com/document/289711892/Hubungan-dukungan-
keluarga
<1% - http://ppnijateng.org/wp-content/uploads/2014/11/43.-Hubungan-
Antara-Pengetahuan-Dan-Dukungan-Keluarga-Terhadap-Kepatuhan-Penderita-
Diabetes-Melitus-Dm-Dalam-Penatalaksanaan-Di-Wilayah-Kerja-Puskesmas-
Srondol-Kecamatan-Banyumanik-Semarang.pdf
<1% - https://journal.ppnijateng.org/index.php/jikmb/article/download/96/58
<1% -
http://openjurnal.unmuhpnk.ac.id/index.php/JJUM/gateway/plugin/WebFeedGat
ewayPlugin/atom
<1% - https://tamara1999world.wordpress.com/2018/04/10/laporan-hasil-
observasi-dan-wawancara-dengan-lansia-di-panti-wreda-harapan-ibu/
<1% - http://jurnal.htp.ac.id/index.php/keskom/article/download/75/61/
<1% - http://digilib.uinsby.ac.id/13318/3/Bab%202.pdf
<1% - http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/124557-TESIS0651%20Arg%20N09f-
Faktor-faktor-Literatur.pdf
<1% - https://hariss-diabetesmellitus.blogspot.com/2010/12/
<1% - https://bukuharian-nayla.blogspot.com/2012/11/diabetes-melitus.html
<1% - https://www.kompasiana.com/abjn/merawat-dan-menangani-anjing-yang-
sakit_58fc926e737e6122257b3e86
<1% - https://wandimanik.blogspot.com/2013/12/peran-perawat-keluarga.html
<1% - https://crussitapp.blogspot.com/2016/05/konsumerisme.html
<1% - http://repository.unpas.ac.id/29809/7/BAB%20III.pdf
<1% -
http://candrajiwa.psikologi.fk.uns.ac.id/index.php/candrajiwa/article/download/71
/61
<1% - http://digilib.isi.ac.id/2194/6/BAB%206.pdf
<1% - http://digilib.unisayogya.ac.id/1979/1/NASKAH%20PUBLIKASI
%20BIRRULWALIDAINI%20201510104300.pdf
<1% - https://ar.scribd.com/document/263134530/Penelitian-Hubungan-
Hipertensi-Pada-Lansia-dengan-Aktivitas-Fisik
<1% - http://ejurnal.poltekkes-tjk.ac.id/index.php/index/oai?
verb=ListRecords&metadataPrefix=oai_dc&set=JK
<1% - http://eprints.ums.ac.id/5912/2/J300060001.PDF
<1% - https://medical-nurs.blogspot.com/2012/12/laporan-pendahuluan-
asuhan-keperawatan_23.html
<1% - https://karyatulisilmiah.com/wp-content/uploads/2016/04/Bab-8.-
PERAWATAN-PALIATIF.doc
<1% - https://biohendri.blogspot.com/2011/05/belajar-dan-pembelajaran.html
<1% - https://ekonominator.blogspot.com/2017/02/metodologi-penelitian-
dasar-dasar.html
<1% -
https://www.researchgate.net/publication/315941407_Analisis_Faktor_yang_Berhu
bungan_dengan_Burnout_pada_Perawat_Kesehatan_Jiwa
<1% - https://www.wawasanpendidikan.com/2014/06/makalah-populasi-dan-
sampel.html