Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA ORGANIK

ISOLASI TRIMIRISTIN

Nama : Rizki Permata Sari

NIM : B2C017012

PENDIDIKAN KIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG

2019
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK

NAMA : RIZKI PERMATA SARI

NIM : B2C017012

KELOMPOK :4

HARI/TANGGAL PRAKTIKUM : SELASA / APRIL 2019

ASISTEN : M. GHUFRON ; FITRIA

A. JUDUL PRAKTIKUM : Isolasi Trimiristin


B. TUJUAN PERCOBAAN :
1. Mahasiswa dapat mengisolasi trimiristin dari biji pala dengan metode
ekstraksi kontinyu
2. Mahasiswa dapat menghitung randemen trimiristin
3. Mahasiswa dapat menuliskan reaksi kimia menggunakan software
marvin.
4. Mahasiswa dapat menggambarkan struktur senyawa kimia menggunakan
software marvin.
C. ALAT DAN BAHAN :
Alat :
Nama Gambar
Seperangkat alat soklet
Statif + klem

Neraca analitik

Pengaduk

Kaca arloji

Labu alas bulat

Erlenmeyer

Gelas beaker

Penangas air
hotplate

Gelas ukur

Kertas saring

Kaca arloji

Bahan :

Nama Gambar
Serbuk biji pala
Aquadest

-
Batu didih

Es batu

n-heksana
D. CARA KERJA

Membungkus 15 gram bubuk pala dengan kertas saring


lalu masukan ke dalam soklet

Memasukan 125 ml n-heksana dan batu didih ke dalam


soklet lalu merangkai alat soklet

Melakukan sokletasi menggunakan penangas air

Mengevaporasi ekstrak hingga diperoleh minyak

memindahkan ke dalam erlenmeyer

Mencuci minyak trimiristin dengan aseton 50 ml

Dinginkan pasa es batu 30 menit

Kristal yang terbentuk dipindahkan dan timbang trimiristin


yang diperoleh
E. GAMBAR ALAT
Nama Gambar
Seperangkat alat soklet

Statif + klem

Neraca analitik

Pengaduk

Kaca arloji

Labu alas bulat

Erlenmeyer
Gelas beaker

Penangas air

Hotplate

Gelas ukur

Kertas saring

Kaca arloji

F. HASIL PENGAMATAN/DATA
No. Perlakuan Hasil yang diamati
1. Menumbuk biji pala Biji pala berwarna
coklat
2. Menimbang 15 gram serbuk pala Serbuk berwarna coklat
3. Memasukan 125 n-heksana ke dalam labu n-heksan berwarna
kuning
4. Proses sokletasi selama 11 sirkulasi Terbentuk minyak
5. Mengevaporasi ekstrak Pelarut n-heksan
menguap dan
didapatkan minyak
6. Mencuci minyak dengan aseton 50 ml Terbentuk kristal putih
diatas permukaan
larutan
7. Didinginkan dengan es 30 menit Terbentuk kristal putih
di dalam larutan
8. Memisahkan dan menimbang kristal Terbentuk kristal
sebanyak 2, 572 gram

G. PEMBAHASAN
Berdasarkan praktikum isolasi trimiristin kali ini tanaman pala adalah
salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang lebih dikenal dengan sebutan
minyak pala (Rismunandar 1998). Indonesia merupakan penghasil tanaman
pala nomor 1 di dunia untuk itu kita perlu mempelajari pengolahan tanaman
pala.
Dari pengolahan minyak pala, pala dapat menghasilkan trimiristin atau
senyawa trigliserida. Trimiristin banyak digunakan pada industri kosmetik
dan industri Oleo Chemical sebagai subsitusi lemak pangan maupun di dalam
industri pelumas. Kandungan trimiristin di dalam lemak pala lebih tinggi
dibandingkan dengan minyak kelapa, minyak sawit, minyak babasu.
Trimiristin adalah ester yang terbentuk dari gliserol dan asam miristat.
Ekstraksi trimiristin pada praktikum kali ini dilakukan dengan
menggunakan pelarut n-heksana. Penggunaan pelarut n-heksana didasarkan
pada pertimbangan prinsip dari ekstraki like disolve like yaitu pelarut non
polar akan melarutkan zat-zat non polar begitupun sebaliknya. Pelarut non
polar tidak dapat melarut dalam air.
Metode yang digunakan pada isolasi trimiristin kali ini adalah
menggunakan metode refluks. Metode refluks mempunyai prinsip
mempertahankan reaksi saat ekstraksi berlangsung dengan penguapan dan
pemanasan serta menjaga kestabilan titik didih dibawah titik didih pelarut.
Biji pala digunakan dalam isolasi trimiristin dikarenakan minyak pala
yang diperoleh dari penyaringan tidak banyak mengandung trimiristin yang
tercampur ester lain . penyaringan pada isolasi trimiristin berfungsi
memisahkan residu dengan filtrat yang berwarna kuning kecoklatan. Filtrat
yang didapatkan langsung dipanaskan agar n-heksana yang tercampur di
dalam minyak menguap sehingga hanya tersisa trimiristin saja untuk
pembentukan rekristalisasi. Penambahan larutan aseton dikarenakan
trimiristin tidak larut dalam aseton sehingga dapat menghasilkan kristal
kembali saat diinginkan karena aseton bersifat semi polar. Sifat aseton yang
mudah menguap dapat mengikat zat pengotor sehingga ikut menguap bersama
aseton. Pengadukan berfungsi untuk membuat larutan menjadi homogen
karena larutan yang diaduk dapat menyebabkan partikel zat dalam larutan
akan bergerak semakin tidak beraturan sehingga dapat terjadi kesamaan antar
partikel zat dalam larutan. Pendinginan dengan es batu berfungsi untuk
mempercepat proses rekristalisasi.

Struktur trimiristin
Reaksi isolasi trimiristin (reaksi penyebunan)

H. KESIMPULAN
Dari hasil praktikum kali ini dapat disimpulkan bahwa trimiristin dari biji pala
dapat diperoleh dengan cara mengekstrak biji pala dengan metode refluks
dengan menggunakan pelarut non polar yaitu n-heksana yang dipanaskan
sehingga dapat menghasilkan n-heksana murni. Trimiristin adalah suatu ester
yang terbentuk dari biji pala dan asam miristat
I. DAFTAR PUSTAKA
Buku diktat panduan praktikum Kimia Organik
Rismunandar. 1998. Budidaya dan tata niaga pala. Penerbit Swadaya, Jakarta
Masyithah, Zuhrina, 2006. Pengaruh Volume dan Konsentrasi Pelarut pada
Isolasi Trimiristin Dari Limbah Buah Pala
Riyadi, Achmad. 2016, Ekstraksi dan Saponifikasi Trimiristin Serta Sintesis
Asam Miristat Dari Biji Pala (Myristica Fragrans Houtt). IPB(Institut
Pertanian Bogor)

J. LAMPIRAN

Penumbukan biji pala

Penimbangan serbuk pala


proses sokletasi

Pencucian dengan aseton


Proses pengkristalan dengan es batu

Penyaringan
Diperoleh serbuk trimiristin