Anda di halaman 1dari 1

1.

Salah satu faktor penyebab timbulnya risiko pasar adalah oleh kondisi dan situasi

internasional. berikan penjelasan beserta contohnya!

Jawab

penyebab Timbulnya risiko pasar oleh kondisi dan situasi internasional Risiko pasar muncul karena
harga pasar bergerak dalam arah yang merugikan organisasi.Misal, suatu perusahaan mempunyai
portofolio sekuritas saham yang dibeli dengan harga Rp 1 miliar.Misalkan harga saham jatuh, sehingga
nilai pasar saham tersebut turun menjadi Rp 800 juta.Perusahaan tersebut mengalami kerugian karena
nilai portofolio sahamnya turun sebesar Rp 200 juta.Kerugian tersebut disebabkan karena harga saham
bergerak kearah yang kurang menguntungkan (dalam hal ini turun).antara lain berasal dari faktor politik,
ekonomi, sosial, dan teknologi. Dinamika politik dan biperubahan regulasi merupakan contoh penyebab
risiko dari faktor politik. Daya beli masyarakat dan nilai tukar mata uang merupakan contoh penyebab
risiko dari faktor ekonomi. Perubahan demografi dan tren gaya hidup merupakan contoh penyebab risiko
dari faktor sosial. Inovasi teknologi dan keusangan aplikasi merupakan contoh penyebab risiko dari faktor
teknologi.

2. Negera di asia tenggara sangat rentan mengalami risiko pasar salah satunya indonesia,
jelaskan mengapa dikatakan rentan dan berikan contoh

Jawab
Resiko pasar adalah suatu keadaan yang dialami suatu negara akibat perubahan kondisi pasar yang
diluar kendali negara tersebut. Di Indonesia secara umum investor masuk ke pasar saham dan obligasi
ketimbang sektor riil (terutama industri), sehingga hal tsb rentan terhadap withdrawal yang serentak
seperti pernah terjadi pada saat krisis tahun 1997-1998.
Investor enggan masuk ke sektor riil karena konon pemerintah dinilai masih kurang transparan, birokrasi
yang panjang dan cenderung korup serta rawan akan terjadinya demo para pekerja (buruh). Di Indonesia
bagian timur infrastruktur-nya juga dinilai masih kurang memadai.
Khusus yang berkaitan dengan nilai tukar mata uang, banyak perusahaan swasta yang memperoleh
kredit dari berbagai bank di luar negeri dalam US Dollar atau mata uang asing lainnya, dengan alasan
bunganya lebih rendah, sehingga jika nilai tukar Rupiah melemah tajam maka kemungkinan perusahaan
tersebut bisa kolaps seperti pernah terjadi pada saat krisis tahun 1997-1998.