Anda di halaman 1dari 12

Reactions of Individuals to Financial Reporting

D
I
S
U
S
U
N
Oleh : Kelompok 7

Nama : Astro Yudha Kertarajasa ( 01022681620039 )


Cherly Panggar Besi ( 01022681620046 )
Asy’Ariy ( 01022681620010 )

PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU EKONOMI BKU AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI
PASCASARJANA UNIVERSITAS SRIWIJAYA
TAHUN AJARAN 2016/2017
Kata Pengantar
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Illahi Rabbi yang senantiasa telah
memberikan rahmat serta taufik dan hidayahnya kepada kami semua sehingga kami
dapat menyajikan suatu karya berupa makalah Yang Diajukan untuk memenuhi tugas
martikulasi teori akuntansi yang selesai tepat pada waktunya.

Mudah-mudahan makalah ini dapat menjadi bahan acuan kami untuk


meningkatkan Prestasi serta meningkatkan belajar dengan tekun dan giat.Kami pun
menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kesalahan dan
kekeliruannya.

Oleh karena itu, apabila ada kesalahan kami mohon saran dan kritiknya baik
dari mahasiswa maupun dosen supaya kami dapat menyempurnakan makalah kami
dengan lebih maksimal.Semoga makalah ini dapat menjadi acuan pembelajaran di
lingkungan kampus pada umumnya.

Palembang, September 2016

Tim Penulis
DAFTAR ISI

Kata pengantar…………………………………………...2

Daftar isi…………………………………………………..3

BAB I PENDAHULUAN...................................................4

Bab II Pembahasan
REAKSI INDIVIDU TERHADAP PELAPORAN
KEUANGAN......................................................................5
BAB III Kesimpulan……………………………….........8
Daftar Pustaka…………………………………………...9
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Dalam akuntansi, terdapat sorotan dampak dari informasi akuntansi terhadap


perilaku orang yang membaca atau menyiapkannya. Juga melihat bagaimana
reaksi manusia terhadap informasi akuntansi yang diberikan. Dampak perilaku
dari sistem pengawasan, dampak sistem budget terhadap perilaku, dampaksistem
responsibility accounting terhadap perilaku, dampak sistem disentralisasi ataupun
sentralisasi. Pengambilan keputusan terhadap perilaku, dimensi perilaku dalam
sistem pengawasan internal, beberapa pola perilaku auditor, aspek perilaku dalam
pengmbilan keputusan, faktor perilaku dalam capital budgeting, aspek perilaku
dalam kebutuhan pengungkapan, aspek perilaku dalam akuntansi dalam sumber
daya manusia dan sebagainya. Menurut Siegel, Ramanauskbas, dan Marconi
(1998) ada tiga bagian:
a. Pengaruh perilaku manusia terhadap desain, konstruksi, dan penggunaan
sistem akuntansi. Akuntansi perilaku membahas sikap dan filosofi
manajemen yang dpat mempengaruhi sifat pengawasan akuntansi dan
fungsi organisasi.
b. Pengaruh sistem akuntansi terhadap perilaku manusia. Bagaiman sistem
akuntansi mempengaruhi motivasi, produktivitas, pengambiln keputusan,
kepuasan kerja, dan kerja sama.
Maka dari itu, reaksi dari individu muncul seiring adanya pengungkapan di
dalam laporan keuangan. Di makalah ini akan dibahas bagaimana individu
menanggapi adanya pengungkapan dalam suatu keuangan entitas melalui
pengkajian akuntansi keperilakuan.

1.2 Tujuan
Setelah mempelajari makalah ini dapat dipahami:
• Pengertian dari akuntansi keperilakuan
• Bagaimana reaksi individu terhadap pelaporan keuangan

BAB II PEMBAHASAN
(Reaksi Individu terhadap Pelaporan Keuangan)
2.1 Definisi Akuntansi Keperilakuan

Akuntansi Keperilakuan (Behavioral Accounting) merupakan bagian dari


disipilin akuntansi yang mempelajari tentang hubungan antara perilaku manusia
dan sistem akuntansi, serta dimensi sosial dari organisasi dimana manusia dan
sistem akuntansi tersebut berada. Jadi, terdapat tiga pilar utama Akuntansi
Keperilakuan yaitu: perilaku manusia, akuntansi, dan organisasi. Untuk itulah
maka sering dikatakan pula bahwa Akuntansi Keperilakuan merupakan bidang
studi yang mempelajari aspek manusia dari akuntansi (human factors of
accounting). Dalam perkembangan selanjutnya bahkan diperluas lagi sampai
bagaimana akuntasi dan masyarakat saling mempengaruhi, sehingga aspek sosial
dari Akuntansi (social aspect of accounting) juga sering dimasukkan sebagai
bagian dari Akuntansi Keperilakuan.

Penelitian Perilaku adalah penelitian yang mempertimbangkan bagaimana


reaksi individu berperilaku ketika diberikan item tertentu dari informasi.

Penelitian perilaku pertama kali dilakukan pada tahun 1960 ( Maines 1995 ) akan
tetapi menjadi sangat populer pada tahun 1970an ketika dianut okwh peneliti
seperti Ashton dan Libby.

Menurut Bimberg dan shields ( 1989, p.24 ) Penelitian Prilaku Akuntansi


mengaplikasikan teori-teori dan metodologi dari ilmu pengetahuan perilaku
untuk menilai hubungan antara informasi akuntansi dengan proses prilaku
manusia (termasuk organisasi )
Menurut Birnberg dan Shields penelitian prilaku dalam akuntansi dapat
diklasifiasikan kedalam 5 cabang yaiitu :
1. Management Control
Penelitian ini berhubungan isu-isu sebagai aturan anggaran yang mempengaruhi
tingkat performa manajemen dan perilaku.
2. Accounting information Processing
Penelitian yang berhubungan bagaimana pengguna laporan keuangan memproses
informasi akuntansi.
3. Accounting Informations System Design
Cabang penelitian yang berhubungan isu-isu prilaku untuk mendisain system
informasi.
4. Auditing Proces Resarch
Cabang penelitian yang sering menggunakan lensa Modal. Penelitian yang
meneliti para auditor dalam proses membuat keputusan.dan melindungi seperti
masalah apakah yang mengisyaratkan seorang auditor akan memformulakan
sebuah opini tentang laporan keuangan.
5. Organisational Sociology
Cabang penelitian yang menyelidiki perubahan yang mungkin terjadi dalam
sebuah system akuntansi dari sebuah organisasi.dan menghubungkan perubahan
dalam system akuntansi dari peristiwa tertentu.

2.2 TINJAUAN MENDALAM ATAS PENELITIAN TINGKAH LAKU.

Penelitian dalam pengukapan laporan keuangan dengan menggunakan


pendekatan yang berbeda dimana dalam penelitian ini memperimbangkan
bagaimana reaksi individu dalam pengungkapan akuntansi.
Menurut Libby ( 1981, p.2 ) penelitian ini adalah penelitian yang mencoba
untuk menggambarkan prilaku individu yang sering didasarkan pada cabang
psikologi yang disebut ”teori keputusan Prilaku”.
Adapun tujuannya adalah untuk menggambarkan prilaku keputusan yang
sebenarnya, mengevaluasi kualitas dan teori uji proses psikologis secara garis
besar yang menghasilkan prilaku. Selain itu, penjelasan ini mengungkapkan
kelemahan dalam prilaku dan sering menyarankan penawar untuk kekurangan
tersebut.

2.3 PENGGUNAAN BARANG-BARANG INFORMASI TERTENTU DAN


IMPLIKASI DARI BERBAGAI BENTUK PRESENTASI.

Item informasi penting digunakan dalam pembuatan keputusan terutama bagi


profesi akuntansi untuk pengungkapan ( sebagai contoh , apakah item tersebut
disediakan pada laporan posisi keuangan pada laporan keuangan tambahan,)
berdampak dalam keputusan pengguna.

2.4 BUKTI-BUKTI PENELITIAN DALAM PENYAJIAN INFORMASI.


1. Format persentasi yang berbeda mempengaruhi keputusan pengguna
termasuk grafik batang, grafik garis, diagram lingkar dan tabel.( Davis,
1989, DeSanctis & Jarvenpaa, 1980)
2. Mahasiswa dan Akuntan menggunakan chernoff faces mampu mengungguli
mereka yang menggunakan rasio dalam memprediksi kebangkrutan
( Moriarity 1979 )
3. Penelitian yang meneliti pengambilan keputusan Bank Lending officer ,
terkait apakah terdapat perbedaan informasi yang tergabung dalam laporan
keuangan dengan informasi yang terdapat dala presentasi ( Wilkins &
Zimmer 1983 )

2.5 PROSES MEMBUAT KEPUTUSAN DAN PENGGUNAAN HEURISTICS


Menurut Tversky & Kahneman (1974) telah mengidentifikasi yang berkaitan
tiga Heuristics Utama dalam mengambil keputusan yaitu :
1. Keterwakilan (refresentativeness
2. Penahan & Penyesuaian ( Anchoring & Adjustment )
3. Ketersediaan ( Availablabel )

CONTOH MASALAH KETEPATAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN


1. Libby (1975) menyelidiki mengenai ketepatan seorang petugas peminjaman
uang dalam memprediksi kegagalan suatu bisnis..
2. Zimmer ( 1980 ) meneliti ketepatan bangkir dan murid akuntansi dalam
memprediksi kebangkrutan dengan menyediakan petunjuk yang berkaitan
dengan akuntansi.
3. Charlos ( 1985 ) mengamati prediksi keBangkrutan yang dilakukan oleh
petugas pinjaman yang bekerja secara kelompok, relatif dengan prediksi yang
dilakukan oleh petugas yang bekerja sendiri.

2.6 ANALISA PROTOKOL


Analisa ini biasanya membutuhkan subjek untuk mengutarakan pikirannya
( untuk menjelaskan proses berpikir subjek ) saat mereka membuat keputusan
atau penilaian.
Menurut Trotman (1996 ) terdapat kelebihan dan kekurangan dalam
menggunakan analisa protokol.
Adapun kelebihannya :
1. Kemampuan untuk memeriksa bagaimana proses sebuah pengambilan
keputusan.
2. Protokol verbal berguna dalam memeriksa pencarian informasi.
3. Protokol verbal berguna didalam teori pengembangan.

Sedangkan kekurangannya :
1. Proses pernyataan dapat mempengaruhi proses pengambilan keputusan
auditor. ( Boritz, 1986 )
2. Adanya pendapat yang tidak lengkap ( klersy dan Mock, 1989 )
3. beberapa orang telah mendeskripsikan proses tersebut sebagai sebuah hal
yang epiphenomenal
4. Terdapat kesulitan dalam mengkomunikasikan hasil yang didapat kepada
pembaca.

2.7 KETERBATASAN PENELITIAN TINGKAH LAKU.


Banyaknya studi yang melihat isu yang mirip menghasilkan hasil yang
bertentangan. Inkosistensi ini disebabkan :
1. Jumlah subjek yang sedikit memunculkan pertanyaan apakah dapat
diaplikasikan pada populasi yang besar.
2. kondisi yang diciptakan sering berbeda dengan keadaan dilapangan.
BAB III KESIMPULAN

Dari pembahasan di atas maka dapat ditarik kesimpulan yaitu:


 Akuntansi keperilakuan adalah disipilin akuntansi yang mempelajari tentang
hubungan antara perilaku manusia dan sistem akuntansi, serta dimensi sosial
dari organisasi dimana manusia dan sistem akuntansi tersebut berada
 Di dalam menanggapi pengungkapan keuangan, reaksi individu dengan
pendekatan teori akuntansi keperilakuan, cenderung akan

 Mengaruh perilaku individu tersebut didalam perancangan, penyusunan


dan penggunaan sistem akuntansi

 Mempengaruhi sistem akuntansi pada perilaku manusia

 Dan dalam pengungkapan pelaporan keuangan terdapat metoda-metoda


untuk memprediksi dan strategi-strategi untuk mengubah perilaku
manusia.
DAFTAR PUSTAKA

Deegan, C. 2009. Financial Accounting theory. Mc. Graw-Hill Australia Pty limited, NSW