Anda di halaman 1dari 2

 Pengertian Risiko Bisnis Klien

Risiko Bisnis Klien adalah risiko dimana klien akan gagal mencapai tujuannya, yang berhubungan
dengan keandalan laporan keuangan, efisiensi dan efektifitas operasi serta kepatuhan terhadap
hukum dan pemerintah (Arens, 2000:303), tambahan “ Perhatian utama auditor pada risiko salah saji
yang material dalm laporan keuangan disebabkan oleh risiko bisnis klien.”

 Factor yang mempengaruhi klien dan lingkunganya:


1. Teknologi baru yang mengikis keunggulan kompetitif klien
2. Klien gagal dalam melaksanakan strateginya sebaik pesaing.

 Menentukan Tingkat Risiko Audit Awal

Risiko audit adalah risiko yang terjadi dalam hal auditor, tanpa disadari, tidak memodifikasi pendapatnya
sebagaimana mestinya, atas suatu laporan keuangan yang mengandung salah saji material. Jenis-jenis
risiko:

 Risiko audit yang dapat diterima adalah suatu ukuran seberapa besar auditor menerima salah
saji material dalam laporan keuangan setelah audit diselesaikan dan opini wajar tanpa
pengecualian telah dikeluarkan
 Risiko bawaan adalah kerentanan suatu saldo akun atau golongan transaksi terhadap suatu
salah saji material, dengan asumsi bahwa tidak terdapat kebijakan dan prosedur struktur
pengendalian intern yang terkait
 Risiko pengendalian adalah risiko terjadinya salah saji material dalam suatu asersi yang tidak
dapat dicegah atau dideteksi secara tepat waktu oleh struktur pengendalian intern entitas.
 Risiko deteksi adalah risiko yang timbul sebagai akibat auditor tidak dapat mendeteksi salah saji
material yang terdapat dalam suatu asersi.

http://tensilatif31.blogspot.com/2012/07/resiko-audit.html

Pelaksanaan Prosedur Analitis Pendahuluan Prosedur analitis adalah evaluasi infromasi keuangan yang
dilakukan dengan memperlajari hubungan logis antara data keuangan dan non keuangan yang meliputi
perbandingan jumlah-jumlah yang tercatat dengan ekspektasi dari auditor. Tujuan prosedur analisis
dalam perencanaan audit adalah membantu perencanaan sifat, saat, dan luas prosedur audit yang akan
digunakan untuk memperoleh bukti tentang saldo akun atau jenis transaksi tertentu.

Tujuan pelaksanaan prosedur analitis pendahuluan:


1. Memahami bidang usaha klien
2. Penetapan kemampuan entitas untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya
3. Indikasi adanya kemungkikan salah saji dalam laporan keuangan
4. Mengurangi pengujian audit yang terinci
Tahap-tahap dalam prosedur analisis:

1) Mengidentifikasi perhitungan/perbandingan yang harus dibuat


2) Mengembangkan harapan
3) Melaksanakan perhitungan/perbandingan
4) Menganalisis data dan mengidentifikasi perbedaan signifikan
5) Menyelidiki perbedaan signifikan yang tidak terduga dan mengevaluasi perbedaan tersebut.
6) Menentukan dampak hasil prosedur analitik terhadap perencanaan audit