Anda di halaman 1dari 24

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dunia bisnis saat ini sedang mengalami persaingan yang sengit, semakin
majunya teknologi dan tuntutan kebutuhan manusia yang semakin meningkat
adalah pemicunya. Dalam kondisi ini juga banyak bisnis yang mengalami
kebangrutan karena tidak mampu merespon dengan baik perubahan yang ada,
maka dari itu menciptakan keunggulan kompetitif adalah salah satu kunci penting
dalam mempertahankan kehidupan perusahaan. Salah satu bisnis yang mengalami
perkembangan pesat yakni bisnis ritel atau disebut juga usaha eceran dimana
menurut Tjiptono (2008:191), Pedagang eceran (retailling) merupakan semua
kegiatan penjualan barang dan jasa secara langsung kepada konsumen akhir untuk
pemakaian pribadi dan rumah tangga, bukan untuk keperluan bisnis. Dengan kata
lain bisnis ritel merupan kegiatan bisnis yang melakukan penjualan secara
langsung kepada konsumen akhir dalam jumlah yang kecil.
Menurut data CEIC bahwa pertumbuhan penjualan ritel Indonesia
dilaporkan sebesar 2.9 % pada bulam oktober 2019. Rekor ini naik sebesar 0.7 %
disbanding bulan sebelumnya. Data Pertumbuhan Penjualan Ritel ini diperbarui
setiap bulan, dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 9.5 % pada tahun ini. Fakta ini
jelas memberikan bukti bahwa pertumbuhan usaha ritel saat ini terus mengalami
pertumbuhan, oleh sebab itu pelaku usaha ritel sebaiknya terus berusaha yang
terbaik dalam menghadapi persaingan yang ada untuk mempertahankan
keunggulan kompetitif supaya perusahaan mampu pertembahankan
keberlajutannya.
Salah satu wilayah yang memiliki potensi pertumbuhan ritel adalah
Yogyakarta. Hal ini disebabkan karena potensi pasar yang cukup luas yakni
mahasiswa, pekerja kantoran, dan jumlah penduduknya yang cukup besar
ditambah dengan banyaknya pendatang baru dan wisatawan. Hal tersebut juga
didorong oleh tuntutan kebutuhan masyarakat untuk hidup praktis, hemat, dan

1
nyaman. Menjadikan toko ritel sebagai pilihan tepat untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat Yogyakarta.
Seiring perkembangan zaman banyak toko ritel tradisional yang beralih
ketoko ritel modern yang lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen saat ini. Hal
tersebut memicu persaingan ketat untuk memenangkan persaingan dengan
berlomba-lomba menciptakan keunggulannya masing-masing, hal tersebut
yangdilakukan oleh salah satu toko ritel yang popular di Yogyakarta yaitu
Ambarukmo Plaza, pusat perbelanjaan yang didiran pada tahun 2013 ini
merupakan salah satu toko ritel teresar di Yogyakarta. Ambarukmo Plaza atau
yang biasa disebut Amplaz ini mempunyai daya tarik dengan ciri khasnya. Hal ini
terbukti karena hingga saat ini Amplaz selalu ramai dikunjungi.
Salah satu aspek yang menjadi daya tarik konsumen toko ritel adalah Store
Atmosphere, menurut Levy dan Weits (2007) store atmosphere mengacu pada
desain lingkungan toko melalui komunikasi visual, pencahayaan, warna, music,
dan bau untuk merangsang respon perseptual dan emosional pelanggan dan pada
akhirnya mempengaruhi perilaku pembelian. Dengan hal tersebut diharapkan
mampu mempengaruhi perilaku konsumen secara positif untuk tertarik
mengunjungi bahkan melakukan pembelian berulang.
Dalam penelitian ini penulis ingin menggambarkan serta menganalisis
atmosfer pada toko ritel Plaza Ambarukmo Yogyakarta. Untuk menambah
wawasan serta sebagai pemenuhan tugas pada mata kuliah Bisnis Ritel.
1.2 Rumusan Masalah

Dari latar belakang tersebut penulis merumuskan permasalah dengan


pertanyaan, Bagaimana Store Atmosphere/Store Condition Ambarukmo Plaza?

1.3 Tujuan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Store Atmosphere


diAmbarukmo Plaza.

2
BAB II

KAJIAN TEORI

2.1 Definisi Store Atmosphere

Pengertian atmosfer toko telah didefinisikan oleh beberapa ahli salah


satunya adalah Levy dan Weitz (2007) yang mengemukakan “Store atmosphere
reflects the combination of store phsycal caracteristics, such as it architecture,
layout, sign and display, color, lighting, temperature, sound and smells, wich
together create and image in the costumers mind”. Sedangkan menurut Hendri
Ma’ruf (2006) store atmosphere adalah salah satu marketing mix dalam gerai yang
berperan penting dalam memikat pembeli, membuat mereka nyaman dalam
memilih barang belanjaan, dan mengingatkan mereka produk apa yang ingin
dimiliki baik untuk keperluan pribadi, maupun untuk keperluan rumah tangga”.
Dengan kata lain atmosfer toko adalah salah satu elemen pemasaran yang berupa
kondisi fisik toko yang mempengaruhi sikap konsumen terhadap toko tersebut.

2.2 Elemen-elemen Store Atmosphere

Atmosfer toko pada bangunan fisiknya memiliki beberapa elemen yang


terintegrasi membentuk sebuah tema maupun tujuan tertentu, menurut Berman
dan Evans (1995: 550), “Atmosphere can be divided into these key elements:
exterior, general interior, store layout, and displays.” Elemen Store Atmosphere
ini meliputi: bagian luar toko (exterior), bagian dalam toko (interior), tata letak
ruangan (store layout) dan Interior Point of Purchase. Adapun elemen-elemen
tersebut meliputi:

2.2.1 Exterior

Dikuti dari laman Binus University exterior toko merupakan bagian depan
keseluruhan toko itu sendiri yang meliputi: papan nama, pintu masuk, jendela,
pencahayaan dan konstruksi material. Dengan tampilan depan toko retailer dapat
menampilkan diskon dan tampilan lainnya. Elemen ini meliputi:

3
a. Store Front

Store front atau bagian depan toko meliputi kombinasi dari marque (yaitu
tanda yang digunakan untuk memajang nama toko). Store front harus
mencerminkan keunikan, kemantapan, kekokohan atau hal-hal yang berkaitan
citra toko tersebut. Para konsumen sering menilai toko dari penampilan luar dari
toko tersebut, sehingga store font sangat penting dalam mempengaruhi konsumen
untuk mengunjungi toko tersebut.

b. Marque

Marque adalah suatu tanda yang digunakan untuk memajang nama / logo
suatu toko. Marque terdiri dari logo atau nama perusahaan yang dikombinasikan
dengan slogan dan informasi lainnya. Supaya lebih efektif marquee harus
diletakkan di luar, terdekat berbeda dan lebih menarik atau mencolok dari para
toko lainnya.

c. Entrance (pintu masuk)

Pintu masuk merupakan tampilan awal yang akan mengundang konsumen


untuk mengunjungi toko tersebut maka pintu masuk sebaiknya didesain semenarik
mungkin.

d. Display Window (pengaturan jendela)

Tujuan dari display window adalah untuk mengidentifikasi suatu toko dan
memajang barang yang di tawarkan supaya terlihat dengan baik serta menarik
konsumen.

e. Height and size building (tinggi dan luas bangunan)

Tinggi serta luas bangunan juga sangat mempengaruhi para konsumen


seperti tentang presepsi kapasitas dan kenyamanannya. Bangunan yang tinggi
dapat memberikan kesan luas.

4
f. Uniqueness (keunikan)

Keunikan dari suatu toko mencerminkan citra toko tersebut yang akan
menambah nilai dari toko tersebut. Serta akan membuat ciri tersendiri dari para
pesaingnya. Hal ini juga mampu membuat konsumen mengingat dengan baik toko
tersebut karena memberikan kesan unik dan khas.

g. Surrounding Area (lingkungan sekitar)

Lingkungan sekitar toko dapat mempengaruhi citrnya. Misalnya


atmosphere toko akan bernilai negatif jika lingkungan sekitar toko berada di
lingkungan dengan tingkat kejahatan tinggi. Akibatnya konsumen akan enggan
untuk datang ke toko tersebut karena konsumen akan merasa tidak aman dan
kurang nyaman untuk berbelanja pada toko tersebut.

h. Parking (tempat parkir)

Tempat parkir yang luas, memiliki akses yang baik, nyaman serta aman
juga menjadi pertimbangan bagi konsumen untuk datang ke toko tersebut.

i. Surrounding Store (toko sekitar)

Toko-toko lain yang berada disekitar toko juga dapat mempengaruhi citra
toko tersebut.

j. Congestion (kemacetan)

Suatu toko berada dalam lingkungan lalulintas yang tinggi akan


berpengaruh karena konsumen akan mempertimbangkan keamanan serta
kenyamanan saat berbelanja.

k. Visibility (jarak penglihatan)

Jarak penglihatan yang kurang dari sudut pandang konsumen akan


mempengaruhi dari kunjungan para konsumen . Usahakan jarak penglihatan yang
ideal bagi para konsumen.

5
2.2.2 General Interior (bagian dalam toko)

Bagian luar atau exterior memang menjadi hal utama dalam menarik minat
konsumen untuk meumbuhkan kesan pertama yang baik, namun yang tidak kalah
penting adalah tatanan bagian dalam toko tersebut atau disebut juga dengan
display toko. Kondisi dalam toko dapat mempengaruhi pikiran bawah sadar
pembeli. Seperti alunan music yang pelan, penerangan yang tidak terlalu terang
dan furniture yang nyaman memberikan kesan tenang menjadikan konsumen
betah berlama-lama, hal ini diharapkan agar pelanggan dapat membeli barang
lebih banyak. Elemen general interior akan dijelaskan lebih rinci sebagai berikut:

a. Flooring (lantai)

Penentuan jenis lantai, ukuran, desain dan warna lantai sangat penting,
karena konsumen dapat mengembangkan persepsi mereka berdasarkan apa yang
mereka lihat dan rasakan saat memasuki toko tersebut.

b. Color and lighting (warna dan pencahayaan)

Setiap toko harus mempunyai pencahayaan yang cukup untuk


mengarahkan atau menarik perhatian konsumen ke sudut tertentu dari toko.
Konsumen yang berkunjung akan tertarik pada sesuatu yang paling terang yang
berada dalam pandangan mereka. Tata cahaya yang baik mempunyai kualitas dan
warna yang dapat membuat suasana yang ditawarkan terlihat lebih menarik,
terlihat berbeda bila dibandingkan dengan keadaan yang sebenarnya.

c. Scent and sound (aroma dan music)

Tidak semua toko memberikan elemen ini, tetapi elemen ini akan
memberikan suasana yang lebih santai pada konsumen, khususnya konsumen
yang ingin menikmati suasana yang santai dengan menghilangkan kejenuhan,
kebosanan, maupun stress sambil menikmati makanan. Ritme music dapat
mempengaruhi perilaku pembelian, ritme cepat dan ceria memicu konsumen
untuk bergerak cepat dan sesegera membeli barang-barang yang diperlukan begitu
sebaliknya ritme lambat dan tenang memberikan nuansa santai untuk memilih-

6
milih barang. Hal ini diberlakukan pada tiap-tiap tipe ritel yang berbeda. Aroma
wangi pada toko toiletries memberikan kesan barang-barang yang berkualitas.

d. Fixture (penempatan)

Pemilihan peralatan penunjang dan cara penempatan meja harus dilakukan


dengan baik agar didapat hasil yang sesuai dengan keinginan. Karena penempatan
meja yang sesuai dan nyaman dapat menciptakan image yang berbeda pula.

e. Wall texture (tekstur tembok)

Teksture dinding dapat menimbulkan kesan tertentu pada konsumen dan


dapat membuat dinding terlihat lebih menarik.

f. Temperature (suhu udara)

Suhu udara dalam ruangan perlu diperhatikan karena sangat


mempengaruhi persepsi kebersihan dan kesegaran ruangan. Agar suhu udara
dalam ruangan selalu terjaga maka perlu alat penyejuk udara yang bisa
menyejukkan udara dalam ruangan setiap saat atau mengatur sirkulari udara dan
kelembaban ruangan hal ini perlu diperhatikan agar konsumen yang berbelanja
merasa betah dan nyaman untuk menghabiskan waktu dalam toko dan tidak
merasa kapok untuk berbelanja ulang disana.

g. Width of aisles (lebar gang)

Jarak antara meja, kursi maupun pembatas harus diatur sedemikian rupa
agar aksesbilitas konsumen lebih leluasa sehingga mereka merasa nyaman dan
betah berada di toko.

h. Dead area

Dead Area merupakan ruang atau sudut di dalam toko dimana display
yang normal tidak bisa diterapkan karena akan terasa janggal. Misal : pintu
masuk, toilet, dan sudut ruangan. Akan memberikan kesan buruk terhadap barang
tersebut sehingga akan menurunkan tingkat penjualannya.

7
i. Personel (pramusaji)

Pramusaji yang sopan, ramah, berpenampilan menarik, cepat, dan tanggap


akan menciptakan citra perusahaan dan loyalitas konsumen. Karakter pramusaji
berpengaruh terhadap relationship marketing.

j. Service level

Level pelayanan diungkapkan sebelumnya oleh Kotler (2007) yaitu:

 self service
 self selection
 limited service
 full service

Sebagai contoh café dan salon aesthetic tidak dapat menarik minat pembeli jika
tidak menrapkan self service.

k. Price (harga)

Label harga serta penempatan pejunjuk harga barang harus benar , lengkap
dan jelas terlihat oleh konsumen, serta barang yang ada sesuai dengan apa yang
ada dalam petunjuk harga. Hal ini untuk menjaga kepercayaan konsumen serta
tidak membuat konsumen merasa kecewa.

l. Merchandise

Penataan dan kelengkapan barang yang baik menjaga agar konsumen tidak
beralih ke toko lain karena kecewa barang yang ada tidak ada / tidak terlihat
karena penataan yang kurang baik. Konsumen cenderung mendatangi toko yang
memiliki kelengkapan barang yang komplit karena efesiensi waktu dan tenaga
sebagai pertimbangan.

8
m. Cash Refister (jumlah dan letak kasir)

Jumlah kasir yang ideal adalah disesuaikan dengan banyaknya jumlah


pengunjung setiap harinya, sehingga dapat dihindari adanya antrian dikasir yang
menyebabkan ketidak nyamanan dan buang-buang waktu. Serta letak kasir
sebaiknya tidak menganggu aksesbilitas dan berada di lokasi yang nyaman.

n. Technology Modernization (Teknologi)

Penggunaan teknologi modern .isalnya dalam proses pembayaran harus


dibuat secanggih mungkin dan cepat, baik pembayaran secara tunai atau non tunai
seperti e-money, kartu kredit atau debet. Hal tersebut sangat membantu para
karyawan serta pengunjung yang datang.

o. Cleanness (kebersihan)

Kebersihan yang perlu diperhatikan adalah kebersihan lantai etalase


produk. Kebersihan etalase ditujukan untuk menjaga agar produk yang dipajang
selalu terlihat dalam keadaan baik. Kotornya lantai akan mempengaruhi
konsumen yang akan berkunjung. Juga kebersiha dinding serta perabotan
penunjang peayanan seperti pada restoran kebersihan menjadi pertimbangan
utama. Kebersihan juga merefleksikan citra toko tersebut.

2.2.3 Store Layout

Elemen store layout meliputi penataan penempatan ruang untuk mengisi


luas lantai yang tersedia, mengklasifikasikan produk yang akan ditawarkan,
pengaturan lalulintas di dalam toko, pengaturan lebar ruang yang dibutuhkan,
pemetaan ruang toko dan menyusun produk yang ditawarkan secara individu.
Penataan layout harus dibuat seefektif mungkin dalam memanfaatkan ruang.
Elemen-elem store layout meliputi:

a. Allocation of floor space for selling, personnel, and customers

Dalam suatu toko, ruangan yang ada harus dialokasikan untuk:

9
1. Selling Space (Ruangan Penjualan)

Ruangan untuk menempatkan barang dagangan dan tempat berinteraksi antara


konsumen dan pramuniaga.

2. Personnel Space (Ruangan Pegawai)

Ruangan yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan pramuniaga seperti


tempat beristirahat atau makan.

3. Customers Space (Ruangan Pelanggan)

Ruangan yang disediakan untuk meningkatkan kenyamanan konsumen seperti


toilet, ruang tunggu. maupun meja makan pada restoran.

b. Traffic Flow (Arus Lalu Lintas)

Arus lalulintas yang dimaksudkan disini adalah aksesbilitas konsumen


maupun pramuniaga didalam toko yang dipengaruhi oleh lebang gang, penataan
rak atau pembatas dodalam toko tersebut. Macam-macam penentuan arus lalu
lintas toko, yaitu:

1. Grid Layout (Pola Lurus)

Penempatan fixture dalam satu lorong utama yang panjang.

2. Loop/Racetrack Layout (Pola Memutar)

Terdiri dari gang utama yang dimulai dari pintu masuk, mengelilingi
seluruh ruangan, dan biasanya berbentuk lingkaran atau persegi, kemudian
kembali ke pintu masuk.

3. Spine Layout (Pola Berlawanan Arah)

Pada spine layout gang utama terbentang dari depan sampai belakang toko,
membawa pengunjung dalam dua arah.

10
4. Free-flow Layout (Pola Arus Bebas)

Pola yang paling sederhana dimana fixture dan barang-barang ditempatkan


dengan bebas.

c. Interior Point of Purchase Display

Interior Point of Purchase Display mempunyai dua tujuan, yaitu


memberikan informasi kepada konsumen dan menambah store atmosphere, hal ini
dapat meningkatkan penjualan dan laba toko.

Poster, papan petunjuk dan ragam interior display lainnya dapat


mempengaruhi atmosphere toko, karena memberikan petunjuk bagi konsumen.
Selain memberikan petunjuk bagi konsumen, interior display juga dapat juga
dapat merangsang konsumen untuk melakukan pembelian Interior point of interest
display mempunyai dua tujuan, yaitu memberikan informasi kepada konsumen
dan menambah store atmosphere, hal ini dapat meningkatkan penjualan dan laba
toko. of Purchase Display meliputi:

1. Theme Setting Display (Dekorasi Sesuai Tema)

Dalam suatu musim tertentu retailer dapat mendisain dekorasi toko atau
meminta promusaji berpakaia sesuai tema tertentu.

2. Wall Decoration (Dekorasi Ruangan)

Dekorasi ruangan pada tembok bisa merupakan kombinasi dari gambar


atau poster yang ditempel, warna tembok, dan sebagainya yang dapat
meningkatkan suasana toko.

11
BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Atmosfer Exterior

Hasil pengamatan daris exterior Plaza Ambarukmo adalah sebagai berikut:

1. Storefront
Bangunan dari Ambarukmo Plaza memiliki lobby yang tergolong kecil
dari mall lain yang ada di Jogja. Hal ini dikarenakan adanya jumlah tenant yang
cukup banyak disekitar lobby.
2. Marquee
Logo Ambarukmo Plaza terletak diseluruh sisi mall baik bagian depan
maupun samping dengan ukuran yang besar sehingga dapat dilihat langsung oleh
pengunjung. Ditambah dengan adanya penempelan logo atau merek brand yang
ada di Ambarukmo Plaza.
3. Entrance
Pintu masuk di Ambarukmo Plaza terdapat beberapa titik,yaitu lobby
utama, sisi timur mall, dan setiap basement memiliki pintu masuk masing-masing
yang dapat langsung menuju ke dalam mall. Pintu masuk Ambarukmo Plaza
sudah menggunakan teknologi canggih seperti Walk Thought Metal detector dan
dijaga oleh satmpan yang siap sedia menjaga didepan pintu masuk sehingga dapat
memastikan orang yang akan memasuki area bebas dari benda berbahaya.
4. Display windows
Ambarukmo Plaza memiliki beberapa display windows namun yang sering
terlihat oleh pengunjung adalah bagian pintu selatan, karena berdekatan langsung
dengan jalan raya yang dapat di lihat dari luar maupun orang orang yang melintas
di jalan tersebut.
5. Height and size bulding
Luas bangunan Ambarukmo Plaza keseluruhan mencapai 120.000 m2 dan
dengan ketinggian kurang lebih 30 meter.

12
6. Visibility
Jarak penglihatan bagi pengunjung Ambarukmo Plaza ini dapat di lihat
dari arah kedatangan timur, selatan, dan barat. Tentunya jika melihat dari sebelah
selatan maka penglihatan pengunjung akan lebih jelas.
7. Unique
Ambarrukmo Plaza memiliki bentuk yang unik dan berbeda dengan
perpaduan konsep arsitektur klasik dan desain interior modern sehingga terkesan
megah. Bentuk bangunan yang megah menjadi kesan tersendiri bagi pengunjung
untuk menikmati suasana di Ambarrukmo Plaza. Kemudian dengan adanya
jembatan penyebrangan orang menjadi ciri khas tersendiri bagi Ambarrukmo
Plaza dibandingkan dengan mall di Jogja lainnya. Ambarrukmo Plaza juga
mempunyai taman yang berada disisi timur gedung sehingga menambah kesan
untuk menikmati keindahan tersebut.
8. Surrounding Area
Lokasi Ambarrukmo Plaza dekat dengan Kantor Polsek Depok Barat
membuat keamanan yang terdapat di lingkungan tersebut menjadi lebih terjaga.
Kondisi lingkungan yang berada dekat dengan beberapa hotel membuat
keamanan, kebersihan, dan keleluasaan untuk menikmati dan mengunjungi mall
tersebut. Tindak kejahatan akan sedikit terjadi karena terdapat banyak security
yang berjaga tidak hanya di Ambaarrukmo Plaza saja namun juga di sekitaran
hotel.
9. Surrouding store
Bangunan toko yang berada disekitar mall cenderung tidak terlalu
berpengaruh terhadap mall tersebut. Meskipun terdapat pasar tradisional yang
terletak disamping mall namun sasaran pengunjungnya berbeda. Lokasi mall juga
berada di pinggir jalan yang ramai dari arah bandara namun harus berputar arah
tetapi membuat pengunjung lebih memilih ke Ambarrukmo Plaza.
10 Parking
Area parkir yang dimiliki Ambarrukmo Plaza cukup luas dapat
menampung 1400 mobil dan 1500 sepeda motor. Area parkir terletak di basement
dan roof top dan dikelola oleh perusahaan pengelola parkir professional dan

13
berpengalaman. Kondisi tempat parkir yang luas sehingga membuat pengunjung
nyaman untuk berkunjung ke Ambarrukmo Plaza.
10. Kemacetan
Kemacetan sering terjadi di depan Ambarukmo Plaza karena banyaknya
mobil yang sedang mengantri memasuki parkir, adanya parkir luar dan gojek/grab
yang berenti di pinggir jalan. Namun kemacetan tersebut tidak menghalangi
pengunjung untuk tidak mengunjungi Ambarukmo Plaza. Terlebih telah
disediakan jembatan penyebrangan khusus pelanggan Ambarukmo Plaza.
3.2 General Interior
1. Flooring
Pemilihan lantai yang digunakan oleh Plaza Ambarukmo adalah lantai
dengan corak keramik marmer dengan ukuran besar, lantai terebut dipilih dengan
warna cream, putih, dan coklat muda dengan penempatan keramik zig-zag yang
menjadikan Plaza Ambarukmo terkesan tidak membosankan dan bersih. Sehingga
pemilihan corak lantai ini sangat berpengaruh dalam mendukung atmosfer Plaza
Ambarukmo.
2. Lighting
Pencahayaan yang ada di Plaza Ambarukmo sangat baik. Warna lampu
yang dipilih berawarna putih dan kuning sehingga mall terlihat terang dan hangat.
Dengan pencahayaan yang baik ini, pelanggan merasa tertarik untuk
memperhatikan setiap produk yang dipajang dan merasa nyaman untuk berdiam
diri dalam jangka waktu yang relatif lama didalam toko.

3. Color
Warna pada tenant yang ada pada Plaza Ambarukmo terkesan beraneka
ragam dan menarik. Pewarnaan ini dapat menstimulasi serta menarik perhatian
dan menghasilkan respon aktif dari pelanggan.
4. Music
Secara keseluruhan Plaza Ambarukmo tidak memasang musik.
Pemasangan musik hanya dilakukan oleh masing-masing tenant. Pemilihan musik
juga tergantung produk apa yang dijual oleh tenant tersebut. Seperti contohnya

14
musik di Pull&Bear adalah musik-musik dengan tempo lambat yang bertujuan
agar pelanggan nyaman saat berbelanja.
5. Scent
Plaza Ambarukmo secara spesifik tidak memiliki aroma secara
keseluruhan. Tetapi setiap tenant memiliki aroma-aroma tersendiri. Seperti
contohnya tenant BreadTalk memiliki aroma kue yang cukup kuat bahkan sampai
ke tenant di sekelilingnya. Dan beberapa aroma yang ada pada tenant makanan
lainnya.
6. Fixture
Fixture yang ada di Plaza Ambarukmo dinilai sangat indah dan mewah.
Pilar-pilar kuat dan kokoh yang dapat menunjang kesan mewah pada Plaza
Ambarukmo. Dekorasi dari Plaza Ambarukmo juga mengikuti perayaan hari-hari
besar, seperti hari raya idul fitri, hari raya natal atau hari kemerdekaan.
7. Wall Texture
Wall texture Ambarukmo Plaza berlapisnkan keramik marmer yang
mengesankan kemewahan.
8. Temperature
Temperatur suhu Plaza Ambarukmo termasuk sejuk dan nyaman karena
terdapat AC di setiap sudut, hal ini membuktikan bahwa pelanggan yang datang
ke Plaza Ambarukmo menjadi betah menghabiskan waktu di dalam mall karena
suhu ruangan yang mendukung untuk berbelanja.
9. With of Aisle
Plaza Ambarukmo memiliki penataan rak yang baik yakni renggang dan
teratur agar pelanggan tidak merasa berdesak-desakan. Hal itu memudahkan
pelanggan untuk memilih tenant yang akan dikunjungi untuk membeli barang
yang diinginkan.
10. Dead Area
Pada Plaza Ambarukmo tenat yang dapat dibilang dead area adalah tenant
milik BreadTalk, A&W, dam Fish & CO. Ketiga tempat tersebut berada pada
dead area. Namun meskipun jarak antara ketiga tenant tersebut dekat dengan
dead area, hal ini tidak berdampak pada penjualan di tenant tersebut karena

15
memang pada dasarnya ketiga tenant tersebut sudah memiliki citra baik di benak
para pelanggan.
11. Personal
Personal adalah elemen pekerja di toko tersebut. Seperti di Plaza
Ambarukmo terdapat karyawan office boy atau cleaning services yang dinilai
ramah oleh pelanggan karena dengan cekatan membersihkan lantai yang kotor,
dan dilakukan pembersihan secara berkala.
12. Self Level

Self level dari Ambarukmo plaza adalah sebagai berikut:

- Self service

Adalah tingkatan pelayanan yang memberikan kebebasan pada pelanggan


untuk melakukan proses menemukan, membandingkan, dan memilih sendiri
barang yang ingin dibelinya. Jenis layanan ini misalnya terdapat pada gerai
Carrefour di Plaza Ambarukmo.

- Self selection

Adalah tingkatan pelayanan yang memberikan kesempatan bagi pelanggan


untuk mencari barangnya sendiri, meskipun mereka dapat meminta bantuan
pelayan toko. Contohnya ada pada gerai toko seperti Nike, Hush Puppies, dan
Adidas di Plaza Ambarukmo.

- Limited service

Adalah jenis pelayanan yang memberikan pelanggan bantuan berupa


informasi dan layanan seperti kredit dan penegembalian barang. Misalnya seperti
Informa, gerai yang menjual perabotan rumah tangga, gerai yang menjual
peralatan kesehatan.

16
- Full service

Adalah jenis layanan yang siap membantu dalam setiap proses


menemukan, membandingkan, dan memilih barang. Biasanya barang yang
memerlukan banyak penjelasan atau perlu dicocokan terlebih dahulu sebelum
dibeli. Contohnya terdapat pada gerai OPPO Gallery dan iBox atau gerai barang
elektronik lainnya, dimana pembeli akan mendapatkan banyak penjelasan dari
penjaga toko sebelum melakukan pembelian.

13. Merchandise

Merchandise adalah penataan dan kelengkapan barang yang baik. Plaza


Ambarukmo memiliki penataan barang yang baik, seperti contohnya, di lantai
lower ground merupakan cluster yang berisi makanan dengan booth yang tidak
terlalu besar dan cluster yang berisi kebutuhan elektronik.

14. Price (Level and Display)


Price tag yang ada tenant di Plaza Ambarukmo terlihat lengkap, benar,
dan terlihat jelas oleh konsumen. Seperti contohnya price tag di Stradivarius
Fashion Store yang terlihat jelas. Papan penunjuk diskon juga dicetak besar agar
terlihat jelas oleh konsumen.

15. Cash Register


Plaza Ambarukmo tidak memiliki kasir khusus karena pada dasarnya
bisnis ini adalah bisnis penyewaan tempat untuk tenant. Untuk contoh cash
register tenant yang ada di Plaza Ambarukmo
16. Technology
Kemajuan teknologi mendukung berbagai bidang yang ada di dunia
termasuk dengan perkembangan dunia bisnis, sehingga terciptanya pasar modern.
Plaza Ambarukmo sebagai salah satu pasar modern yang menerapkan teknologi
canggih pada kegiatan operasionalnya baik dari tiket parkir, garrete walk metal
detector, eskalator, lift, CCTV, beberapa pintu otomatis, penggunaan kartu kredit
dan debet yang mempermudah pelanggan dalam pembayaran. Hal itu memberikan

17
atmosfer toko baik pada Plaza Ambarukmo yang telah memanfaatkan
perkembangan teknologi.
17. Cleanliness
Cleanliness merupakan usaha dari pasar modern dalam menjaga
kebersihan lantai maupun etalase pada toko (store) yang dimaksudkan agar barang
yang akan di perdagangkan atau dijadikan display pada toko terlihat lebih bersih
dan lebih menarik perhatian mata pelanggan. Dalam hal ini di setiap sudut dan
tenat yang ada pada Plaza Ambarukmo sudah menjaga kebersihsan lantai maupun
etalase tokonya yang membuat pelanggan menjadi lebih nyaman dalam
berbelanja.
3.3 Store Layout

Untuk store layout Ambarrukmo Plaza sudah disusun dengan rapi. Setelah
pintu masuk langsung berhadapan dengan tenant makanan dan minuman seperti
KFC, Burger King, J. Co, Pizza Hut, dan lain lain. Setelah booth makanan
terdapat atrium. Both makanan, minuman, aksesoris, pakaian, dll yang terdapat di
Ambarrukmo Plaza dikumpulkan menjadi satu di lantai LG, jadi tidak tersebar di
berbagai lantai. Hal tersebut membuat store layout terlihat rapi.

Untuk luas masing-masing store berbeda, tetapi penataan di dalam masing-


masing store sudah cukup rapi sehingga memudahkan gerak pengunjung.

Untuk pengaturan lalu lintas toko sudah baik karena terdapat eskalator di
dua sisi kiri dan kanan dan mudah dijangkau karena dapat dilihat dari berbagai
sisi. Untuk pemetaan klasifikasi produk cenderung berdekatan sesuai dengan
klasifikasi produk, seperti tenant sport, kosmetik, makanan dan minuman, dan
elektronik.

3.4 Interior Point of Purchase Display

Pada Plaza Ambarrukmo, terdapat papan penunjuk untuk setiap lantai,


dimulai dari arah pintu masuk, di dekat eskalator maupun tempat lainnya. Hal ini
difungsikan untuk memudahkan para pengunjung menemukan tenant ataupun
tempat lain yang ingin dituju. Papan penunjuk di Ambarrukmo Plaza ini

18
memberikan petunjuk mengenai arah seperti menuju musholla, toilet, atm center,
customer service, atrium, dan lain lain.

 Theme setting display


Theme setting display merupakan desain atau dekorasi toko yang sesuai
dengan tema tertentu. Salah satu tema yang diusung oleh Plaza Ambarrukmo yaitu
mengikuti perayaan hari-hari besar seperti perayaan natal, idul fitri maupun tahun
baru imlek. Pada hari raya natal, Mall ambarrukmo menggunakan ornamen-
ornamen seperti pohon natal serta pernak-pernik berwarna merah. Pada saat idul
fitri tema yang diusung lebih menonjolkan warna hijau dengan nuansa islami dan
ketika hari raya imlek di Plaza Ambarrukmo terdapat banyak gantungan lentera
dan nuansa berwarna merah dengan hiasan bunga-bunga.
 Wall Decoration
Ambarrukmo Plaza memiliki tembok dengan warna dominan krim dan
tidak memiliki terlalu banyak dekorasi pada dinding. Untuk tenant yang ada di
Ambarrukmo Plaza lebih banyak menggunakan X-banner ataupun T-banner untuk
memajang poster.

19
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian Atmosfer Toko Ritel


Ambarukmo Plaza adalah sebagai berikut:

Unsur elemen exterior toko ritel ini secara keseluruhan telah tertata dengan
baik, hanya saja tidak memiliki lobby yang cukup luas terlebih lobby ini terlihat
dari jalan raya sehingga menimbulkan kesan bangunan yang sempit. Kelemahan
berikutnya adalah letaknya yang berada dititik kemacetan, jalanan yang berada
didepn toko ini sering terjadi kemacetan terlebih pada musim liburan karena
banyak dilalui oleh wisatawan, namun toko ini maminimalisirnya dengan
membangun jembatan penyebrangan khusus untuk pelanggannya.

Dari sisi general interiornya Ambarukmo Plaza sudah menerapkan tatanan


yang baik juga hanya saja elemen music dan scent yang belum dilobby ataupun
digang antatr tenant, music dan scent hanya ditemui dimasing-masing selling,
personnel, and customers space nya.

Store layout pada Ambarukmo Plaza telah tertata dengan rapi, lalulintas
yang baik sehingga aksesbilitas konsumen dan pramuniaganya dipermudah.
Untuk pemetaan tenant pada toko ini diklasifikasikan berdasarkan jenis barang
yang dijual.

Dalam menerapkan Theme Setting Display, Ambarukmo Plaza penerapan


tema mengacu pada hari raya keagamaan yang sedang berlangsung, seperti
memasang pohon natal pada saat harai raya Natal, memasang lampion pada saat
hari raya Tahun Baru Cina, atau memasang hiasan ketupat atau bedug saat hari
raya Idul Fitri.

Secara Keseluruhan Ambarukmu Plaza telah menerpakan tatanan Store


Atmosphere yang baik. Hal ini berdampak pada tingkat kunjungan konsumen
yang tinggi yang menghasilkan keungtungan bagi tenant-tnant didalamnya.

20
4.2 Saran

Dari hasil penelitian ini, saran yang dapat disampaikan adalah:

1. Memutar music diseluruh bagian toko yang lembut dan tidak terlalu keras
agar tidak menganggu music pada tenant sehingga tetap nyaman didengar.
2. Menambahkan aroma atau scent toko agar lebih membuat konsumen
nyaman berada dialamnya.

21
DAFTAR PUSTAKA

Evans, & Berman. (1995). Retail Management: A Strategic Approach. Pearson.

Levy, & Weitz. (2006). Retail Management 6th Edition. Mc Graw.

Rahayu, T. S., & Yahya, N. (2017). Analisis pengaruh Atmosfer Toko, Price
Discount, dan Sales Person Terhadap Impulse Buying melalui Emotional
Response. Journal of Management, 2337-3806.

Retail Sales Growth. (n.d.). Retrieved from


https://www.ceicdata.com/id/indicator/indonesia/retail-sales-growth.

Store Atmosphere. (n.d.). Retrieved from http://bbs.binus.ac.id/international-


marketing/2017/11/store-atmosphere/.

22
LAMPIRAN

Gambar 1. Suasana Lobby Gambar 2. Jalan dan tenant

Gambar 3. Corak dinding Gambar 4. Corak lantai

23
Gambar 5. Interior Display tenant Gambar 6. General Interior Rotelli
Gosh

Gambar 7. Kasir Tenant KFC Gambar 8. Cleaning service


membersihkan lantai untuk menjamin
Cleaness toko

24