Anda di halaman 1dari 14

TEORI AKUNTANSI KEUANGAN

RINGKASAN MATERI PERKULIAHAN


SAP 7
KERANGKA KONSEPTUAL MENURUT FASB:
STATEMENT OF FINANCIAL ACCOUNTING CONCEPT 1-8

Oleh:
KELOMPOK 13
Ni Luh Putu Purna Yogiswari (1981611045) (14)
Gede Teguh Prasetya Muttiwijaya (1981611048) (17)

PROGRAM MAGISTER AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
2019
SAP 7
KERANGKA KONSEPTUAL MENURUT FASB:
STATEMENT OF FINANCIAL ACCOUNTING CONCEPT 1-8

1. Kerangka Konseptual
Kerangka konseptual teori akuntansi keuangan terdiri dari delapan bagian
berbeda, sejak berdiri FASB telah mengeluarkan masing-masing delapan konsep
yang disebut Statement of Financial Accounting Concepts (SFAC).
Delapan SFAC dan tahun publikasi oleh FASB, yaitu sebagai berikut:
SFAC Tanggal Keterangan
SFAC No.1 November 1978 Objectives of Financial Reporting by Business
Enterprises
SFAC No.2 Mei 1980 Qualitative Characteristic of Accounting
Information
SFAC No.3 Desember 1980 Elements of Financial Statements of Business
Enterprises
SFAC No.4 Desember 1980 Objectives of Financial Reporting by Nonbusiness
Organization
SFAC No.5 Desember 1984 Recognition and Measurement in Financial
Statement of Business Enterprises
SFAC No.6 Desember 1985 Elements of Financial Statement a replacement of
FASB Concepts Statement No.3 (incorporating an
amendment of FASB Concepts Statement No.3)

2. Kerangka Kerja Konseptual


Kerangka kerja konseptual berusaha untuk menyajikan sebuah struktur
metateori dalam akuntansi keuangan. Projek tersebut mengandung enam
pernyataan mengenai akuntansi keuangan yang dimulai dari pembahasan
memorandum diskusi.

2.1 Memorandum Diskusi


Memorandum diskusi membahas tujuan pelaporan keuangan yang
disimpulkan oleh “Trueblood Report” serta kebutuhan para pengguna informasi
keuangan tentang informasi cashflow dan substansinya. Diskusi memorandum

1
mengangkat dua isu baru yang mendasar yaitu tiga pandangan tentang akuntansi
keuangan dan laporan keuangan dan batasan tentang berbagai pendekatan
terhadap struktur modal.

2.2 Statement of Financial Accounting Concepts (SFAC)


Kerangka kerja konseptual yang telah tersusun, hasilnya sejalan dengan
pernyataan APB No.4 salah satunya yaitu sama-sama tidak menetapkan prinsip-
prinsip akuntansi berterima umum sebagai tujuan yang digariskan oleh AICPA.
Namum kelemahan tersebut ditutup oleh sasaran-sasaran penting lainnya yaitu
dengan kemampuannya menangani krisis dan kesalahan interpretasi atas
penyataan –pernyataan terdahulu dan proses dalam mengantarkan pada manfaat
sistem metatoeri secara pelahan-lahan, terstruktur sebagai proses evolusi.

2.3 Statement of Financial Accounting Concepts (SFAC) No. 1


SFAC No. 1 berfokus pada tujuan pelaporan keuangan perusahaan, yaitu :
1) Pelaporan keuangan bertujuan menyajikan informasi yang berguna
untuk pengambilan keputusa bisnis dan keputusan ekonomi.
Pernyataan tersebut merupakan pernyataan berterima umum
Trueblood Report dalam berbagai kebijakan nilai yang dibenarkan.
2) Mengakomodasi kepentingan para pengguna informasi keuangan
eksternal yang bersifat heterogen, dengan menyajikan proyeksi atas
nilai-nilai dalam laporan keuangan, waktu yang tepat serta proyeksi
arus kas.
3) Laporan keuangan yang dihasilkan bersifat umum tapi harus dapat
mengakomodasi pengguna specifik secara baik seperti, para investor,
kreditor, konsultan, dan lain-lain.
4) Laporan keuangan mencantumkan catatan-catatan penting atas
pelaksanaan.

2.4 Statement of Financial Accounting Concepts (SFAC) No. 2


SFAC No. 2 mengatur syarat kualitas dari informasi akuntansi. Syarat
kualitas merupakan pokok pikiran ASOBAT, dan telah dirumuskan oleh APB
Statement No. 4. Para pengguna informasi harus mempunyai wawasan akuntansi

2
agar memahami informasi keuangan sebagai syarat yang dikenakan sehingga
dapat menjadi dasar untuk pengambilan keputusan.

2.4.1 Manfaat Lebih Besar Daripada Biaya


Pertimbangan manfaat lebih besar dari kos diakui sebagai batasan
pervasif, manfaat informasi akuntansi akan dirasakan oleh para pengguna
informasi, utamanya para investor dan kreditor didalam proses pembuatan
keputusan ekonomi. Terdapat dua katagori biaya yang harus dipikirkan
yaitu biaya yang muncul dari publikasi informasi yang berdampak pada
kerugian dalam persaingan, dan biaya yang muncul dari kesalahan
menginterprestasikan informasi. Secara langsung maupun tidak langsung
manfaat dan biaya suatu informasi mengandung konsekuensi ekonomi dan
banyak konsekuensi ekonomi muncul dari informasi akuntansi yang
keberadaannya sulit dievaluasi. Agar berguna dalam pengambilan
keputusan, informasi akuntansi harus memiliki dua kualitas, yaitu kualitas
primer dan kualitas sekunder.

2.4.2 Relevan
Relevan merupakan syarat kualitas yang bersumber dari ASOBAT,
diekspresikan dalam SFAC No. 2, dipergunakan sebagai dasar pengambilan
berbagai keputusan serta membantu pemakai informasi dalam memprediksi
manfaat dari kondisi masa lalu, sekarang untuk kondisi yang akan datang.
Relevan memiliki dua aspek utama dengan satu aspek tambahan yaitu :
1) Nilai prediksi, dengan menggunakan dukumen sebagai input seperti
kas flow atau erning power, selanjutnya hasil prediksi tergantung
masing-masing pemakai informasi.
2) Nilai umpan balik, mengarah pada penegasan atau pembetulan atas
keputusan yang telah atau yang akan diambil.
3) Tepat waktu merupakan satu aspek tambahan sekaligus kendala yang
menentukan relevan atau tidaknya suatu informasi. Agar informasi
menjadi relevan maka harus disajikan pada saat dibutuhkan oleh
pemakai informasi dalam kapasitan sebagai pembuat keputusan.

3
2.4.3 Konsistensi Nilai Prediksi dengan Umpan Balik
Nilai prediksi dan nilai umpan balik, keduanya merupakan nilai
kualitas yang diperoleh dari tujuan penyajian informasi, berguna untuk
memprediksi aliran kas dan pertanngungjawaban. Terdapat dua tujuan
didalam nilai umpan balik yaitu menilai prestasi kerja manajemen melalui
pertangungjawaban serta pengambilan keputusan. Nilai prediksi
memberikan pertimbangan pengambilan keputusan tertapi tidak secara
langsung memfokuskan pada bagaimana aktifitas manajemen dalam suatu
periode. Perbedaan mungkin timbul antara tujuan nilai umpan balik dengan
nilai prediksi pada saat memadukan kedua tujuan tersebut.

2.4.4 Reliabel / Andal


Laporan keuangan dapat dikatakan andal apabila memenuhi tiga
kriteria yaitu sebagai berikut:
1) Dapat diuji, dokumen transaksi yang telah terjadi dapat dipergunakan
sebagai media untuk menilai antara tingkat kepatuhan dengan
pengukuran transaksi.
2) Penyajian yang jujur, sesuai dengan teori pengukuran dan mendukung
bahwa pengukuran merupakan respon dari fenomena sebagai dasar
pengukuran.
3) Netralitas, merupakan suatu keadaan yang mendukung dipercayanya
proses pelaporan dan andal yang lainnya yaitu dapat diuji dan
penyajian yang jujur.

2.4.5 Penyajian yang Jujur Versus Konsekuensi Ekonomi


Salah satu pandangan yang mendasari kerangka kerja akuntansi
keuangan adalah penyajian yang jujur dan konsekuensi ekonomi dapat
dipergunakan sebagai dasar penjabaran standar-standar akuntansi. Penyajian
yang jujur merupakan bagian dari kerangka kerja sedang konsekuensi
ekonomi tidak sebagai bagian kerangka kerja akuntansi.
Penyajian yang jujur menurut Ruland merupakan kewajiban FASB
untuk mengaturnya didalam standar-standar karena cukup mendasar
dipergunakan sebagai standar akuntansi. Kejujuran didalam menyajikan

4
suatu informasi sudah tentu harus patuh pada aturan pengukuran sedang
proses penyusunan standar selalu mempertimbangakan konsekuensi
ekonomi seperti, bagaimana aplikasi, mengkemasnya dan pertimbangan lain
yang selaras dengan pertimbangan standar akuntansi. Daley dan Tranter’s
memandang konsekuensi ekonomi dimasukkan kedalam kerangka kerja
konseptual akuntansi keuangan dan bersifat saling melengkapi dengan
penyajian yang jujur, pendapat tersebut berbeda dengan pendapat dengan
pendapat Ruland.
2.4.6 Konservatisme
Konservatisme disebut sebagai suatu konvensi, dan SFAC No. 2
sengaja tidak mendukung pernyataan yang memperkecil peran aktiva atau
pendapatan tetapi juga sengaja tidak membesar-besarkannya. Memperkecil
peran aktiva dengan sengaja bertentangan dengan penyajian yang jujur,
netralitas namun keduanya (over/understatement) merupakan aspek relevan.
Konservatif dibutuhkan agar bijaksana didalam pelaporan karena
pertimbangan-pertimbangan resiko ketidakpastian.

2.4.7 Dapat Dibandingkan dan Konsistensi


Dapat dibandingkan dan konsistensi berorientasi output, mempunyai
esensi kualitas yang berjalan secara bersama-sama, serta keduanya
merupakan variabel kerangka kerja konseptual.

2.4.8 Materialitas
Materialitas telah diakui sebagai karakteristik kualitatif dan para
profesi masih memakai pertimbangan-perimbangan materialitas tersebut.
Konsep iini penggunaannya sangat relatif dan salah satu konsep yang
mutlak diperhatikan.

2.5 Statement of Financial Accounting Concepts (SFAC) No. 3


SFAC No. 3 mendefinisikan 10 elemen dalam pelaporan keuangan. Ini jelas
sebuah resulosi dari definisi yang disajikan dalam memorandum diskusi untuk
proyek kerangka kerja konseptual. Beberapa observasi yang dibuat, khususnya
mengenai SFAC No. 3 tidak termasuk. Awal dari semuanya, ini baru saja
menyebutkan tiga pandangan mengenai pelaporan keuangan dalam memorandum

5
diskusi. Ini juga tidak secara khusus mengenai jenis dari konsep pemeliharaan
pendapatan yang digunakan. Juga tidak mengalamatkan pengakuan dan
pengukuran dengan baik dalam “display” dalam laporan keuangan.
SFAC No 3 juga mengungkapkan pembalikan dari termologi. Melalui
memorandum diskusi dan SFAC No. 1, kata earnings digantikan dengan yang
lebih sering digunakan yaitu income. Dalan SFAC No. 2, earnings dihilangkan
dan income digunakan dalam paragraf 90 dan 94. Akhirnya SFAC No. 3 membuat
pembalikan resmi dengan penunjukkan income untuk mengindikasikan
komperhensif atau total perubahan dalam aset bersih yang terjadi selama periode
sebagai hasil dari operasi.
2.6 Statement of Financial Accounting Concepts (SFAC) No. 4
SFAC No. 4 menekankan pada tujuan pelaporan keuangan non-bisnis.
Perusahaan non-bisnis memiliki karakeristik seperti :
1) Menerima jumlah sumber daya yang signifikan dari penyedia yang
tidak mengharapkan menerima pembayaran atau keuntungan
ekonomis yang proporsional dari penyediaan sumber daya.
2) Tujuan utama operasionalnya selain untuk menghasilkan keuntungan
dari penyediaan barang atau jasa.
3) Ketidakadaan penetapan bunga pemilik yang bisa di jual, di transfer
atau di dapatkan kembali, atau penyampaian hak untuk pembagian
distribusi sumberdaya residual pada saat likuidasi perusahaan.
SFAC No. 4 juga mencatat bahwa organisasi non-bisnis (nirlaba) tidak
memiliki indikator dari performa perusahaan yang dapat dibandingkan untuk
pengukuran pendapatan dalam sektor laba.

2.7 Statement of Financial Accounting Concepts (SFAC) No. 5


SFAC No. 5 membuat jelas bahwa konsep yang didiskusikan digunakan
dengan ketat untuk laporan keuangan dan bukan arti lain pengungkapan.
Walaupun tidak diungkapkan secara eksplisit, SFAC No 5 hadir untuk
menyangkal salah satu dari pinsip utama hipotesis pasar sempurna, yang
mengungkapkan pengungkapan diluar laporan keuangan sama efektifnya dengan
pengungkapan laporan keuangan itu sendiri.

6
2.7.1 Laba Operasi dan Laba Komprehensif
Salah satu prinsip yang menjadi perhatian FASB adalah format dan
penyajian perubahan modal pemilik yang tidak berasal dari transaksi dengan
pemilik. Gambaran tersebut nampak antara laba operasi (earning) dengan laba
bersih (net income) serta mengakibatkan pengaruh komulatif setiap tahun
terhadap perubahan prinsip akuntansi. Untuk tujuan pengukuran kinerja operasi
menjadikan laba operasi lebih baik dipergunakan dari pada laba bersih.
Setelah pembicaraan laba operasi, laba komprehensif mengakomodasi
keseluruhan perubahan modal pemilik kecuali transaksi dengan pemilik dalam
setiap periode akuntansi. Laba ini dipengaruhi oleh dampak pendapatan yaitu
keuntungan (gain) dan kerugian (losses).
2.7.2 Kriteria Pengakuan
Kriteria pengakuan menunjuk kepada ketika terjadi pencatatan kedalam
perkiraan-perkiraan dari unsur-unsur laporan keuangan. Kriteria pengakuan
adalah sebagai berikut :
1) Definisi, setiap transaksi harus dapat didifinisikan kedalam elemen
laporan keuangan.
2) Dapat diukur, setiap transaksi harus dapat diukur dengan atribut
pengukuran yang relevan dan andal.
3) Relevan, menyangkut informasi yang dihasilkan dapat dipergunakan
sebagai dasar pengambilan keputusan oleh para pemakai yang
berbeda.
4) Keandalan, informasi yang dihasilkan disajikan dengan jujur, dapat
diuji serta bersifat netral.

2.7.3 Kriteria Pengukuran


Terdapat lima atribut yang dapat dipergunakan sebagai kriteria pengukuran
yaitu:
1) Kos historis,
2) Kos yang berlaku sekarang (kos pengganti saat ini),
3) Nilai pasar,
4) Nilai bersih yang dapat direalisasikan,
5) Nilai sekarang dari aliran kas masa yang akan datang.

7
2.8 Statement of Financial Accounting Concepts (SFAC) No. 6
SFAC No. 6 menggantikan SFAC No. 3. Ini mendefinisikan pada
hakekatnya indentik dengan SFAC No. 3, kecuali diperluas untuk organisasi non-
bisnis (nirlaba). Begitu pula dengan karakteristik kuantitatif dari informasi
akuntansi dalam SFAC No. 2 juga diperluas untuk perusahaan nirlaba. Secara
jelas, SFAC No. 6 tidak menambahkan apapun untuk kerangka kerja konseptual
dari perspektif perusahaan bisnis. Dalam beberapa hal, definisi dari 10 elemen
laporan keuangan yang disajikan dalam SFAC No. 6 (dengan sangan sedikit
modifikasi dari SFAC No. 3) yang mengikuti:
1) Aset yang memiliki kemungkinan keuntungan ekonomik masa depan
diperoleh atau di kontrol oleh entitas tertentu sebagai hasil dari
transaksi masa lalu.
2) Hutang yang memiliki kemungkinan pengorbanan masa depan dari
peningkatan keuntungan ekonomis dari obligasi saat ini dari entitas
tertentu untuk metransfer aset atau penyediakan jasa untuk entitas lain
di masa depan sebagai hasil dari transaksi masa lalu.
3) Modal atau aktiva bersih merupakan nilai sisa aktiva suatu entitas
setelah dikurangi dengan kewajiban. Dalam suatu entitas bisnis, modal
adalah kepentingan pemilik, namun dalam organisasi nirlaba tidak
terdapat kepentingan kepemilikan yang sama seperti halnya dalam
entitas bisnis.
4) Investasi oleh para pemilik akan meningkatkan jumlah modal dari suatu
entitas bisnis dapat melalui transfer dari entitas lain sehingga
memberikan nilai atau peningkatan kepentingan kepemilikan dalam
kelompok entitas tersebut.
5) Distribusi kepada pemilik akan menurunkan jumlah modal dari suatu
entitas bisnis dapat melalui pemindahan aktiva, pelayanan jasa atau
pengeluaran kewajiban oleh suatu entiats kepada para pemilik.
6) Laba komprehensif adalah jumlah perubahan modal suatu entitas bisnis
dalam satu periode dari transaksi atau kejadian lain yang bukan
bersumber dari pemilik.

8
7) Pendapatan merupakan arus kas masuk atau kenaikan-kenaikan lain atas
aktiva suatu entitas atau pelunasan hutangnya (kombinasi keduanya)
selama satu periode tertentu.
8) Biaya (expense) adalah aliran keluar atau penggunaan lain aktiva atau
timbulnya hutang (atau kombinasi dari keduanya) selama satu periode
tertentu .
9) Keuntungan (gain) adalah kenaikan dalam ekuitas (aktiva bersih) dari
transaksi-transaksi tambahan atau insidental suatu entitas dan dari
semua transaksi lainnya yang mempengaruhi entitas tersebut selama
satu periode, kecuali berasal dari pendapatan atau investasi oleh
pemilik.
10) Kerugian (losses) adalah penurunan dalam ekuitas ekuitas (aktiva
bersih) dari transaksi-transaksi tambahan atau insidental suatu entitas
dan dari semua transaksi lainnya yang mempengaruhi entitas tersebut
selama satu periode, kecuali berasal dari biaya atau distribusi oleh
pemilik.
Unsur-unsur dari pelaporan keuangan adalah suatu hubungan kelompok
dengan suatu kenyataan dasar, pada aktiva, kewajiban dan unsur lainnya yang
berhubungan dengan ukuran kinerja dalam suatu keadaan.
2.9 Statement of Financial Accounting Concepts (SFAC) No. 7
SFAC No. 7 berisi isu pengukuran spesifik. SFAC No. 7 digunakan pada
situasi dimana current market value tidak tersedia sehingga harus menggunakan
estimasi aliran kas di masa mendatang.
1) Present Value Measurement
Poin penting mengenai pengukuran asset adalah pengukuran
present value yang digunakan untuk mensimulasi fair value. Discount
rate harus meliputi risiko dan ketidakpastian yang merefleksikan
pengukuran pasar terhadap nilai asset. Jika asset tertentu memiliki
beberapa kemungkinan aliran kas dalam beberapa tahun, maka aliran
kas yang diekspektasi harus menentukan probabilitas aliran kas individu
tertimbang.

9
2) Liability Measurement
Poin penting dalam pengukuran liabilitas adalah discount rate harus
diikutkan dalam perhitungan credit standing perusahaan. Pengukuran
asset dan liabilitas sesuai ketentuan SFAC No. 7 dinilai tidak konsisten.
Sebuah asset dapat dipandang dan dinilai secara terpisah dari entitas
perusahaan, tapi pada saat mengukur liabilitas tidak dapat demikian.

2.10 Statement of Financial Accounting Concepts (SFAC) No. 8


SFAC No. 8 ini berisi tujuan pelaporan keuangan. Tujuan dari pelaporan
keuangan secara umum adalah menyediakan info keuangan tentang entitas pelapor
yang berguna bagi investor yang sekarang ada dan yang potensial, pemberi
pinjaman, dan kreditur lain untuk membuat keputusan dalam rangka penyediaan
sumber daya bagi entitas.
Laporan keuangan menyediakan info mengenai posisi keuangan entitas,
sumberdaya dan klaim atas entitas, efek transaksi dan peristiwa lain yang
mengubah sumberdaya dan klaim atas entitas. Manfaat info atas sumber daya dan
klaim atas entitas adalah likuiditas dan solvabilitas, aliran kas masa depan bisa
diprediksi.
Info keuangan bisa bermanfaat harus relevan dan faithfully represent
(dengan tepat menyimbolkan) apa yang ingin disajikan. Kegunaan info keuangan
akan lebih tinggi jika bisa dibandingkan (comparable), bisa diverifikasi
(verifiable), tepat waktu (timely), dan bisa dipahami (understandable).

3. Kerangka Konseptual Sebagai Dokumen Pengkodifikasian


Kodifikasi merupakan suatu pembenaran dari proses penetapan standar itu
sendiri daripada dari standar individu yang dihasilkan dari proses tersebut.
Pendekatan kodifikasi dipandang sebagai rasional dan sebagai salah satu alasan
mungkin membutuhkan baik untuk pilihan standar akuntansi, meskipun ini
mungkin belum tentu standar yang terbaik. Selain itu, harus dipahami bahwa
kodifikasi mengacu pada proses dan bukan kepada anggota individu (dari FASB)
yang bertanggung jawab untuk melaksanakan proses tersebut. Hal ini juga harus
diingat bahwa memilih standar dengan proses rasional menyiratkan bahwa standar
dapat diubah dan ditingkatkan.

10
Dalam pandangan kodifikasi, pengaturan standar kerangka konseptual
masuk akal karena dapat mendukung dan mempromosikan sifat rasional dari
proses itu. GAA melihat kerangka konseptual mewujudkan aspek-aspek konstitusi
dan teori. Kerangka konseptual juga, dalam pandangan GAA, seperti aspek
teoritis karena tidak memberikan kriteria untuk pilihan ketika mengevaluasi
alternatif akuntansi. Kriteria ini untuk pilihan dapat membantu atau membimbing
FASB, tetapi mereka tidak dapat menjamin hasil terbaik meskipun pedoman
konstitusional untuk informasi yang berguna bagi investor yang aktual dan
prospektif, kreditor, dan pengguna di luar lainnya. Menurut pandangan kodifikasi,
standar tidak hanya bisa diperbaiki, tapi kerangka konseptual sendiri juga tunduk
pada koreksi dan perbaikan.

3.1 Pandangan Yurisprudensial


Pandangan yurisprudensi berkaitan dengan proses legitimasi dan
penerimaan kerangka konseptual yang bertentangan dengan yang sebenarnya
"teori" yang terkandung dalam dokumen. Archer menimbulkan beberapa poin
yang sangat tajam dibandingkan dengan bagaimana kerangka konseptual
dikembangkan. Dia mempertanyakan apakah dokumen teoritis yang solid dapat
dikembangkan di satu sisi, sementara di sisi lain beralih ke pengaturan
memanfaatkan konsensus di antara kelompok-kelompok yang terkena dampak
berbagai (mempersiapkan, pengguna, dan auditor) dengan cara sistem
memorandum diskusi dan draft paparan. Pendekatan ini, tentu saja, akan penuh
dengan kesulitan tersendiri.
Archer, sebagai lawan Dopuch dan Sunder, tidak sama sekali menentang
kerangka konseptual. Archer, pada kenyataannya menikmati penggunaan
kerangka konseptual tetapi berharap bahwa itu akan menjadi lebih sistematis dan
filosofis (yurisprudensi) dalam penyusunan nya. Kerangka konseptual bukan
merupakan landasan utama dalam arti klasik tapi titik acuan dalam jaringan
standar dan praktik akuntansi yang berfungsi untuk "mengatur" tentang mereka
berpikir. Power akan menggunakan kombinasi dasarnya penalaran deduktif dan
induktif untuk menentukan standar akuntansi dengan kerangka kerja konseptual
memainkan parsial dalam penentuan standar akuntansi. Aspek deduktif
pendekatan Power akan menjadi kerangka kerja konseptual tetapi akan digunakan

11
dalam hubungannya dengan "diterima praktik akuntansi" yang akan menjadi
aspek induktif proses penetapan standar.
Archer dan Power memberikan kritik yang berguna untuk pembangunan
kerangka kerja konseptual. Namun, kami memiliki kerangka konseptual dan
masalahnya adalah bagaimana hal itu dapat ditingkatkan sehingga akan
melakukan peran yang lebih berguna dalam proses penetapan standar. Pendekatan
evolusioner ini tentunya tidak bertentangan dengan kedua Archer dan Power dan
mewujudkan pendekatan codificational dibahas oleh GAA. Secara khusus,
pendekatan evolusioner untuk kerangka kerja konseptual bisa memiliki kedua
aspek induktif dan deduktif mirip dengan saran Power. Bagaimanapun, kami
percaya bahwa kerangka konseptual diperbarui akan bermanfaat untuk proses
penetapan standar.

4. Penelitian Empiris Pada Kerangka Konseptual


Telah ada beberapa penelitian empiris pada kerangka konseptual. Dalam
sebuah percobaan yang melibatkan 28 mantan anggota FASB dan APB yang
mencoba untuk menggunakan karakteristik kualitatif SFAC No 02, hanya
veriability dan biaya. Meskipun hasil ini tidak menggembirakan, para peneliti
mencatat bahwa pemahaman konsep sebelum publikasi SFAC No.02 bisa saja
jauh lebih rendah. Studi lain berkaitan dengan pentingnya karakteristik kualitatif
SFAC No.02 tiga kelompok: mempersiapkan, auditor, dan pengguna. Sampel
yang dipilih adalah 600 CPA di Pennsylvania yang diidentifikasi, berdasarkan
sebagian besar pengalaman kerja mereka sebagai pembuat, auditor, atau pengguna
(55 persen responden diidentifikasi sebagai auditor dengan pengingat merata
antara dua kategori lainnya).
Pengguna dan mempersiapkan memberi bobot lebih untuk relevansi dari
auditor. Hasil tidak berbeda secara signifikan antara ketiga kelompok dalam
kategori keandalan meskipun auditor memberikan lebih penting untuk netralitas
dari urutan dua kelompok. Keandalan adalah lebih penting bagi auditor
dibandingkan adalah relevansi. Materialitas, sebagai kendala bahkan dengan
relevansi dan keandalan dalam setiap dari tiga kelompok.

12
REFERENSI

Wolk, Harry I., Michael G. Tearney, James L. Dodd. 2001. Accounting Theory “A
Conceptual and Institutional Approach” Fifth Edition. USA: South-Western
College Publishing.

13