Anda di halaman 1dari 33

MATA KULIAH: DOSEN PENGAMPU:

STUDI KELAYAKAN BISNIS SEHANI SE,. MM

“ LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS”

DISUSUN OLEH:

ICHA WULANDARI 11771201766

Manajemen 5-E
Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial
UIN SUSKA RIAU
Tahun Akademik 2019/2020
LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS “BU ATIK CATERING”
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Bisnis katering merupakan salah satu bisnis rumahan yang paling menguntungkan dengan
potensi ekspansi dan pertumbuhan yang tinggi. Ini sangat baik secara finansial dan menyenangkan.
Bisnis katering membutuhkan stamina ekstra, kemampuan bekerja di bawah tekanan, dan
keterampilan interpersonal yang sangat baik. Keberhasilan Anda dalam bisnis ini akan sangat
tergantung pada reputasi Anda. Permintaan terhadap katering terus meningkat selama bertahun-
tahun. Pemicunya adalah semakin meningkatnya jumlah rumah tangga berpendapatan tinggi,
angka pernikahan, acara perusahaan, dan sekolah yang menyediakan makanan untuk muridnya.
Meningkatnya jumlah ibu yang menggunakan jasa katering untuk melayani pesta ulang tahun,
kelulusan, serta resepsi pernikahan karena alasan sederhana. Bahkan konsep makan perlahan-lahan
diubah oleh bisnis katering: daripada pergi ke restoran untuk memakan makanan terbaik, keluarga
dapat menggunakan jasa katering untuk menyantap makanan yang sama di rumah.

Potensi pendapatan dari bisnis katering tergantung pada ukuran acara yang dilayani.
Seperti bisnis lain, katering membutuhkan manajemen dan keterampilan organisasi bisnis yang
baik untuk berhasil. Kemampuan Anda menjaga biaya operasi sambil mempertahankan layanan
berkualitas tinggi juga penting. Banyak orang yang mengatakan bahwa keuntungan dalam bisnis
katering adalah yang terbaik di industri makanan dan minuman. Untuk mengurangi biaya, Anda
dapat menggunakan rumah sebagai kantor, kemudian mempekerjakan karyawan dan menyewa
dapur dari restoran terdekat. Dengan sifatnya yang musiman, katering biasanya tidak memerlukan
karyawan yang banyak sepanjang tahun. Namun, yang terpenting adalah bisnis tidak hanya
menyediakan makanan besar namun juga kualitas layanan. Staf katering harus merespon
kebutuhan klien, fleksibel dan profesional.

B. Profil pemilik usaha


Nama Pemilik Usaha : Icha Wulandari
Jenis kelamin : Perempuan
Tempat/ tanggal Lahir : Air molek/ 12 mei 1999
Hoby : Bersepeda , Watching Movie
Motto : “kebaikan tidak akan datang secara tiba-tiba”
Nama usaha : Bu Atik Catering
No. HP/WA : 085376997992
Alamat : Jl. Jend.Soedirman, Batu gajah, Air Molek, INHU, RIAU
C. Tujuan Usaha :
1. membantu konsumen mendapatkan makanan. Terutama sekolah-sekolah yang
menyediakan makanan menggunakan jasa catering.
2. Mendapatkan keuntungan
3. Mengembangkan potensi Boga
4. Menambah penghasilan

D. Visi usaha

Menjadikan usaha catering yang aman, terbaik dan terpercaya dalam menyediakan makanan sehat
dengan rasa yang berkualitas.

E. Misi Usaha
 Menyediakan makanan halal
 memberikan pelayanan pemesanan terbaik ramah professional
 mengutamakan kualitas halal dan kebersihan dengan berbagai variasi menu makanan.
BAB II

ASPEK HUKUM

A. legalitas usaha

Dari segi legalitas usaha, unit usaha kami memiliki beberapa dokumen badan hukum untuk
melaksanakan usaha bisnis sebagai bekal agar usaha yang dilaksanakan berjalan lancar di
kemudian hari. Beberapa dokumen hukum yang dimiliki berkaitan dengan aspek hukum adalah :

1. Tanda Daftar Perusahaan

Usaha catering ini memiliki izin usaha dari dinas perdagangan dan sudah terdaftar sebagai pelaku
usaha catering “bu atik catering” sesuai dengan UU No.3/1982 tentang wajib daftar
perusahaan/perdagangan.
Buk Atik Catering

Icha Wulandari

Jl. Jend. Sudirman, batugajah, airmolek, inhu, Riau

085376997992

Jasa Penyediaan Makanan dan Minuman

2. Nomor Pajak Wajib Pajak


Sebagai unit bisnis,saya juga mendaftarkan NPWP atas aktiva usaha saya ke departemen
perpajakan setempat. NPWP merupakan nomor yang diberikan kepada wajib pajak sebagai sarana
dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas bagi
wajib pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.
ICHA WULANDARI

NIK : 1402045205990001

SUMBERSARI RT.003/RW.001, AIRMOLEK 1 INHU

06 OKTOBER 2019

3. Bukti Diri

4. Surat Izin Usaha Perdagangan

Surat Izin Usaha Perdagangan, yang biasa disebut SIUP, adalah Surat Izin untuk dapat
melaksanakan kegiatan usaha perdagangan. Setiap perusahaan, koperasi, persekutuan maupun
perusahaan perseorangan, yang melakukan kegiatan usaha perdagangan wajib memperoleh SIUP
yang diterbitkan berdasarkan domisili perusahaan dan berlaku di seluruh wilayah Republik
Indonesia.
BUK ATIK CATERING
ICHA WULANDARI
Jl. Jend.Sudirman Air Molek INHU RIAU
085376997992

MAKANAN DAN MINUMAN

06 OKTOBER 2019

5. Surat Izin Tempat Usaha

SITU adalah surat yang sengaja dibuat untuk memperoleh izin sebuah usaha disebuah tempat
atau lokasi usaha agar tidak menimbulkan gangguan atau kerugian pada semua pihak yang terkait.
BUK ATIK CATERING
Jl. Jend.Soedirman, Batugajah, Airmolek,
INHU RIAU

MAKANAN DAN MINUMAN


ICHA WULANDARI

06 OKTOBER 2024

06 OKTOBER 2019

6. Akta pendiri pemilik


BU ATIK CATERING

06 OKTOBER 2019

BU ATIK CATERING
ICHA WULANDARI DAN DWI SUKOWATI

Usaha perorangan yang bertempat di Jl. Jend Soedirman, Air Molek

BU ATIK CATERING

a. Membantu konsumen mendapatkan makanan. Terutama sekolah-sekolah


yang menyediakan makanan menggunakan jasa catering.
b. Mendapatkan keuntungan
c. Mengembangkan potensi Boga
d. Menambah penghasilan

BU ATIK CATERING

Sekolah – sekolah, acara, serta rumah tangga.

BU ATIK CATERING

Icha wulandari dan dwi sukowati

ICHA WULANDARI 50% (PERALATAN & DANA USAHA)

DWI SUKOWATI 50% (PERALATAN & DANA USAHA)


BAB III

ASPEK PASAR DAN PEMASARAN

A. Segmen Pasar, Target Pasar dan Positioning


1. Segmen Pasar

Untuk membangun bisnis catering menjadi salah satu catering ternama dan terbaik secara
langsung membidik Kota Air Molek dijadikan segmentasi dari segi segmentasi Geografi
dan bagi masyarakat khususnya sekolah Taman Kanak-kanak dibidik untuk segmentasi segi
Demografi. Sementara itu, dari segi Psikografi bisnis ini membidik masyarakat yang ingin
memulai hidup lebih sehat dan higienis dan masyarakat yang suka terhadap masakan rumahan
yang dipasarkan oleh kita baik dari segi kualitas maupun pelayanan yang diberikan.
Sedangkan dari segi segmentasi perilaku membidik masyarakat ataupun konsumen yang
mengetahui manfaat dan kelebihan yang diberikan oleh beras merah.

2. Targetting

sasaran atau targeting yang Bu Atik Catering bidik disini khususnya sekolah yang
memerlukan jasa catering yang saya pasarkan secara langsung.

3. Positioning
Bu Atik catering memberikan kelebihan dari segi varian menu yang banyak, memiliki
2 varian beras yaitu beras merah dan beras putih, bagi yang menyukai masakan pedas dapat
memesan level pedas yang diinginkan serta menggunakan bahan terbaik yang aman untuk
dikonsumsi setiap hari.

Untuk mengetahui layak atau tidak nya usaha ini, pertama saya akan melakukan kajian aspek
pasar dan pemasaran. Berikut rinciaan nya :

1. POTENSI PASAR
Bu Atik Catering memiliki potensi pasar yang bagus, karena di lingkungan sekitar dan pasaran
saat ini bisa dibilang tidak banyak yang menjual jenis produk yang sama. Selain konsumen dapat
menghemat waktu dan tenaga, mereka juga dapat menghemat uang untuk makan siangnya. Karena
biasanya tempat makan siang di lokasi perkantoran atau pertokoan di pusat bisnis harganya cukup
mahal. Sedangkan untuk harga yang lebih terjangkau lokasinya agak jauh. Jadi akan lebih praktis
untuk menggunakan jasa Bu Atik Catering. sehingga memungkinkan untuk menguasai pasar
dalam menjual menu makanan untuk tersebut.

2. PELUANG PASAR
 Memudahkan bagi para karyawan perkantoran untuk menemukan makanan yang sesuai
dengan lidah mereka.
 Trend saat ini yang lebih ke arah makanan sehat.
 Menciptakan dan mengembangkan menu atau produk baru jenis makanan.
 Pengembangan secara terus menerus ke pangsa pasar orang dewasa serta anak muda.
 Pertumbuhan iklan di internet karena penggunaan internet telah meningkat.
 Kerjasama dengan berbagai pihak

3. RENCANA PENJUALAN
Untuk awal pembukaan bu atik catering kami menargetkan penjualan untuk setiap rantang nya
sebesar 50 porsi per harinya, namun setelah catering box dibuka selama 3 bulan kami menargetkan
kenaikan penjualan yaitu minimal 100 porsi per hari nya. Dan untuk jangka panjang nya kami
menargetkan pembukaan di beberapa daerah Air Molek, sehingga penjualan akan semakin
meningkat.

4. RENCANA STRATEGI PEMASARAN


 Product
Bu Atik catering adalah catering yang menyediakan makanan dan minuman yang mempunyai
“Rasa” namun harga terjangkau.

 Price
Penentuan harga didapat dari metode markup pricing, yang presentase labanya di tentukan dengan
mempertimbangkan market place sesuai dengan daya beli konsumen.

 Place
Lokasi pendirian usaha untuk pendistribusian kepada pelanggan tersebut berada di lokasi strategis
dan mudah akses bagi target pasar , yaitu daerah perumahan dan sekolah.

 Promotion
Secara umum, program promosi dari market wide adalah program advertising melalui internet.
Strategi promosi yang dilakukan meliputi :
- Advertising, yaitu melalui Below the line : spanduk, poster, brosur, standing banner,
hanging mobile
- E-commerce, atau melalui jaringan internet dan jejaring sosial, contohnya facebook,
twitter, web atau html, blog, dan lain sebagainya.
- Show case, yaitu berupa merchandise bu atik catering .
- Event yang dilaksanakan di bu atik catering yang dapat dijadikan sarana promosi yang
merupakan kerjasama dengan perusahaan.

 Saluran distribusi
Bu atik catering menggunakan chanel distribusi langsung yaitu dari produsen ke konsumen,
sehingga memudahkan dalam melayani para pelanggan. Selain itu kami juga menyediakan jasa
delivery order, cukup dengan menghubungi costumer service kami, dengan pembelian minimal 3
box untuk daerah pemesanan.
BAB IV
ASPEK KEUANGAN

Dalam perencanaan usaha ini, modal yang digunakan adalah hasil dana pribadi yang akan
ditambahkan dengan modal hasil pinjaman.

Modal Awal

No Uraian Jumlah

1. Modal Awal Rp.5.000.000


2. Kompor Gas Rp.400.000
3. Wajan Besar Rp.150.000
4. Wajan Kecil Rp.80.000
5. Panci Besar Rp.100.000
6. Panci Kecil Rp.60.000
7. Baskom Rp.50.000
8. Oven Rp.600.000
9. Tabung Gas Rp.300.000
10. Aneka Peralatan Kecil Lainnya Rp.50.000

JUMLAH Rp.6.740.000

Modal Pokok (HPP)

Modal Pokok Nasi Box

No Uraian Jumlah

1. Nasi (1/5 x 7000) Rp.1500


2. Ayam Panggang (1/4 x 20.000) Rp.5000
3. Capcay Rp.1500
4. Oseng Tempe Rp.1000
5. Krupuk+sambal Rp1000
6. Buah Rp.1500
JUMLAH Rp.11.500

Harga Jual

Jenis Harga Nilai

1. Harga Tertinggi Rp.25.000


2. Harga Standart Rp.17.500
3. Harga Terendah Rp.10.000
4. Harga Pesaing Rp.17.500
5. Harga Jual Rp.15.000

Proyeksi Penjualan dalam 1 bulan

Minimal mendapat 4 kali pesanan

a. 2 x Partai Besar (Minimal 200 porsi @ Rp.15.000)


2 x (200 porsi x Rp.15.000) = Rp.6.000.000
b. 2 x Partai Kecil (Minimal 50 porsi @ Rp.15.000)
2 x (50 porsi x Rp.15.000) = Rp.1.500.000

Perkiraan pendapatan minimal 1 bulan = Rp.7.500.000

Jurnal Transaksi dalam 1 bulan

1. Biaya Angkut (4 @ Rp.40.000) = Rp.160.000


Kas Rp.160.000
2. Biaya Tenaga Kerja (5 orang @ Rp.50.000 x 4 Pesanan) = Rp.1.000.000
Kas Rp.1.000.000
3. Biaya Bahan Baku (@ Rp.11.500) Rp.11.500 x 500 Porsi = Rp.5.750.000
Biaya bahan baku =Rp.5.750.000
Kas Rp.5.750.000

Pendapatan

a. 2 x Partai Besar (Minimal 200 porsi @ Rp.15.000)


2 x (200 porsi x Rp.15.000) = Rp.6.000.000
b. 2 x Partai Kecil (Minimal 50 porsi @ Rp.15.000)
2 x (50 porsi x Rp.15.000)= Rp.1.500.000

Pendapatan minimal 1 bulan = Rp.7.500.000

Biaya-Biaya

1. Biaya Angkut Rp.160.000


2. Biaya Tenaga Kerja Rp.1.000.000
3. Biaya Bahan Baku Rp.5.750.000

Jumlah Biaya-Biaya Rp.6.910.000

Laba

Laba = (Pendapatan – Biaya-Biaya)

=Rp.7.500.000 – Rp.6.910.000

= Rp.590.000
BAB V

ASPEK TEKNIS DAN OPERASIONAL

Metode penilaian lokasi:

1. Metode penilaian hasil value

No Kebutuhan Nilai lokasi Sumbersari Batu gajah Candirejo


yang dieal
1 Pasar 40 35 25 20
2 Bahan baku 30 25 20 15
3 transportasi 15 13 7 8
4 Tenaga kerja 10 9 10 11
5 lainnya 5 5 4 4
Jumlah 100 87 66 58

Berdasarkan metode penilaian hasil value maka lokasi yang tertinggi nilainya dipilih yaitu daerah
sumbersari.

2. Metode perbandingan biaya

No Jenis biaya Lokasi


sumbersari batugajah candirejo
1 Bahan baku 150.000 150.000 150.000
2 Bahan bakar dan listrik 7000 7000 7000
3 Biaya operasi 124.000 125.000 125.500
4 Biaya umum 50.000 50.000 50.000
5 Biaya lainnya 10.000 10.000 10.000
Jumlah 341.000 342.000 342.500

Berdasarkan metode perbandingan biaya maka lokasi daerah yang dipilih adalah Sumbersari
dengan biaya termurah, yaitu hanya Rp 341.000 perhari
3. Metode analisis ekonomi

No Jenis biaya Lokasi


Sumbersari Batu gajah candirejo
1 Biaya gaji 3.000.000 3.000.000 3.000.000
2 Biaya pemasaran 200.000 210.000 215.000
3 Biaya transportasi 200.000 200.000 200.000
4 Biaya gas 100.000 150.000 150.000
5 Biaya air telp & listrik 200.000 200.000 200.000
Total biaya operasi 3.700.000 3.760.000 3.765.000
6 perumahan Baik Baik Baik
7 Sikap masyarakat Baik Baik baik

Berdasarkan metode yang dipilih dengan metode analisis ekonomi adalah daerah sumbersari.

Luas Produksi

Penentuan luas produksi adalah berkaitan dengan berapa jumlah produksi yang dihasilkan
dalam waktu tertentu dengan mempertimbangkan kapasitas teknis dan peralatan yang dimiliki
serta biaya yang paling efisien. Luas produksi dapat dilihat dari segi ekonomis dan segi teknis.
Dari segi ekonomis yang dilihat adalah berapa yang paling efisien. Sedangkan, dari segi teknisnya
yang dilihat adalah jumlah produk yang dihasilkan atas dasar kemampuan mesin dan peralatan
serta persyaratan teknis. Dari segi teknis, usaha ini membutuhkan luas ruang usaha yaitu sebsar 80
meter persegi.

Tata letak (layout)

Kompor westafel
meja

meja

Meja perkakas kulkas


ECONOMIC ORDER QUANTITY

Sebuah acara memesan makanan sebanyak 50 porsi dengan biaya pemesanan Rp. 5000 perporsi
sedangkan biaya penyimpanan Rp. 1000 perpesanan. Anda diminta untuk menghitung pesanan
paling ekonomis dengan EOQ.

Jawab :

D/ Th = 50 porsi

CC = Rp. 5000 perporsi

OC = Rp. 1000 perpesanan

2.D.OC
Q
CC

2 x26x 50.000
x 1000x5
Q
65000
Q  1020
.000

Q  100
4,47 =5

Jadi, pesanan yang paling ekonomis adalah 5 unit

TC = Q/2 x CC + D/Q x OC

TC = 5/2 x 5000 + 50/5 x 1000

TC = RP 22.500

Jumlah biaya yang dikeluarkan untuk pesanan 5 unit adalah Rp. 62.500,-

Jika D diukur dengan rupiah, maka CC dan Q juga diukur dengan rupiah, dengan menggunakan
rumusdi atas maka diperoleh hasilnya sebagai berikut :
Harga perporsi Rp 35.000

Order optimal dalam rupiah = harga perporsi x Q = 35.000 x 5 = Rp 175.000


EOQ dengan kapasitas lebih
Bu atik catering bergerak dalam bidang usaha kuliner (catering), bermaksud mengubah
metode persediaannya, mengingat selama ini sering kali terjadi keterlambatan dan tidak efisiennya
biaya yang telah dikeluarkan.
Metode yang digunakan adalah untuk menentukan berapa biaya yang paling ekonomis
untuk setiap kali pesan serta tidak akan terjadi keterlambatan seperti masa lalu.
Data yang diperoleh adalah sebagai berikut :
Demand (D) = 5 porsi setiap hari
Kemapuan produksi (P) = 10 porsi
Ordering Cost = Rp. 5000,-
Carrying Cost = Rp. 1000-
a. Berapa EOQ dalam unit dan rupiah
Jawab :
a. Qo = √ 2DP/(P-D) x OC/CC
Qo = √2x5x10/(10-5) x 5000/1000
Qo = √20 x 5 = √100 = 10 porsi
TC = Qo(P-D)/2P x CC + D/P x OC
TC = 10 (10-5) /2.10 x 1000 + 5/10 x 5000
TC = 2500 + 2500 = Rp 5000
Jika Q nya sbesar 20, maka:
TC = 20 (10-5) /2.10 x 1000 + 5/10 x 5000
TC = 5000 + 2500 = Rp 7500
Kesimpulan bandingkan TC Qo = 10 dengan Q = 20 dapat menghemat Rp 7500 – Rp 5000 =Rp
2500

Safety stock
Rumus safety stock:
Safety Stock = (Pemakaian Maksimum – Pemakaian Rata-Rata) Lead Time
Misalkan bu Atik Catering memperkirakan pemakaian maksimum bahan-bahan perminggu
sebesar 650 kg, sedangkan pemakaian rata-ratanya sebesar 500 kg dan lamanya lead time 2
minggu, maka data-data tersebut safety stock sebesar:

Safety Stock = (650 – 500) 2 = 300 Kg

Reorder Point (ROP)

Reorder Point = (LD x AU) + SS

LD = Lead Time

AU = Average Usage = Pemakaian rata-rata

SS = Safety Stock

Contoh Soal:

Bu Atik catering menetapkan lead time bahan baku A selama 4 minggu, pemakaian ratarata sebesar
250 Kg perminggu, safety stock yang ditaksir sebesar pemakaian ratarata untuk 2 minggu. Dari
data ini, maka reorder pointnya adalah sebagai berikut :

Reorder Point = (4 x 250) + (2 x 250) = 1.500


BAB VI

ASPEK MANAJEMEN DAN ORGANISASI

A. ASPEK MANAJEMEN
1. Perencanaan
Program Kerja

Usaha catering ini merupakan suatu jenis usaha menengah milik perorangan.Usaha ini
dilakasanakan atau dijalankan 2 orang karyawan, dengan 1 orang pemilik.

Perencanaan Kegiatan atau Penjadwalan kegiatan

Sebelum usaha grosir ini menjalankan kegiatannya, dibuat suatu perencanaan kegiatan atau
jadwal kegiatan apa saja yang akan dilakukan.

Tabel Jadwal Kegiatan

no Kegiatan April Mei Juni


I II III IV I II III IV I II III IV
1 Persiapan awal
2 Penyediaan
peralatan &
perlengkapan
3 Perekrutan
Karyawan
4 Pembelian
barang dan
penyusunan
5 Grand Opening
6 Penjualan Produk

2. Pengorganisasian
Pemisahan tugas dan tanggung jawab juga merupakan aspek penting dalam suatu
perusahaan atau entitas.Agar keduanya berjalan dengan baik maka perlu dibangun suatu hirarki
system organisasi. Struktur organisasi ini adalah sebagai berikut:
Tugas dan wewenang dari masing-masing bagian adalah sebagi berikut:
a) Pemilik
Tugasnya adalah :
· Mewakili dalam lingkup professionalisme
· Mengawasi jalannya kegiatan
Wewenang :
· Mengangkat dan memperhentikan karyawan
· Memutuskan kebijakan – kebijakan yang akan diambil
b) Bagian Pemasaran
Tugas :
· Memasarkan usaha grosir pada masyarakat dan konsumen
· Menentukan daerah – daerah pemasaran
Wewenang :
· Memberikan diskon apabila konsumen membeli dalam jumlah yang besar
c) Bagian Keuangan
Tugas :
· Mengelola keuangan usaha
Wewenang :
· Mengambil keputusan yang terkait dengan kondisi keuangan usaha
d) Kebersihan
Tugas :
· Menjaga kebersihan dan menjamin kenyamanan konsumen
Wewenang :
· Memutuskan desain produk yang akan di buat
e) Karyawan
Tugas :
· Melayani konsumen di outlet penjualan
1. Aspek Sumber Daya Manusia
Perencanaan Sumber Daya Manusia
Usaha catering ini merupakan suatu jenis usaha menengah dengan bentuk perorangan dan
bersifat rumahan. Usaha ini dilakasanakan atau dijalankan 3 orang, dengan 1 orang pemilik dan 2
orang untuk membantu masak-masaknya.
Kualifikasi masing-masing tenaga kerja yaitu :
Keuangan : - Bertanggungjawab dalam keuangan usaha
Mempunyai keterampilan dalam mengelola keuangan usaha (mencatat pendapatan dan
biaya usaha
Pemasaran : - Mampu mengkoordinasi
Mempunyai keterapilan untuk memperkirakan jumlah permintaan dan penawaran yang ada
di pasar serta menentukan target-target pemasaran.
Karyawan
1. Pendidikan min SMA/SMK
2. Wanita usia 18-30 tahun
3. Mempunyai keterampilan dalam bidang pelayanan konsumen
4. Rajin dan pekerja keras
5. Ramah

Analisis Pekerjaan
Analisis pekerjaan dilakukan untuk mengetahui perkembangan dan kemajuan usaha. Hal-
hal yang dilakukan dalam analisis pekerjaan antara lain :
1. Memeriksa proses pemasukan dan pengeluaran
2. Memeriksa produk-produk dengan penjualan tercepat
3. Memeriksa ketersediaan bahan dengan banyaknya permintaan

Kompensasi
Kompensasi dapat diberikan atau didapatkan oleh pekerja atau pun karyawan yang ada di
usaha grosir ini, ketika mereka bisa memenuhi target jam kerja ataupun mengganti hari. Jumlah
ataupun jenis kompensasi yang di dapat karyawan atau yang diberikan oleh usaha ini tergantung
dengan jam kerja mereka.
Pemberhentian
Pemutusan hubungan kerja (PHK) dapat terjadi oleh berbagai sebab, antara lain karena
keputusan perusahaan (pemilik), keinginan karyawan, kontrak kerja, meninggal dunia dan
sebagainya. Adapun pesangon yang diberikan adalah 50 % apabila karyawan diberhentikan oleh
perusahaan dan 25 % dari gaji apabila karyawan tersebut berhenti karena keinginannya sendiri.
BAB VII

ASPEK EKONOMI DAN ILMU SOSIAL

ASPEK EKONOMI DAN SOSIAL

A. Aspek ekonomi
1. Dapat meningkatkan ekonomi rumah tangga melalui :
a. Peningkatan tingkat pendapatan keluarga
Dengan adanya suatu usaha yang akan saya dirikan akan memberikan peningkatan
kepada masyarakat, terutama bagi mereka yang dapat diterima bekerja di Bu Atik
Catering
b. Perubahan pola nafkah
Di beberapa wilayah kehadiran suatu usaha baru akan mengubah pola hidup
masyarakat tersebut. Misalnya, semua masyarakat daerah tersebut hidup sebagai
petani, dengan kehadiran suatu usaha baru yang mengubah pola pikir masyarakat
sana untuk lebih maju dan beralih profesi menjadi karyawan.
c. Adanya pola nafkah ganda
Bagi masyarakat di sekitar lokasi usaha bisa mempertahankan pekerjaan tetap nya
sebagai petani, mereka bisa bekerja sebagai karyawan, sehingga masyarakat
memperoleh penghasilan ganda.

2. Meningkatkan perekonomian pemerintah melalui:


a. Meningkatkan peluang dan kesempatan kerja bagi masyarakat
Usaha ini menghasilkan produk-produk yang berkualitas terutama pada makanan.
Dengan adanya usaha baru ini otomatis memerlukan karyawan yang dapat
memperlancarkan kegiatan usaha ini dan dapat memberikan kesempatan kerja bagi
masyarakat sekitar.
b. Menambah pusat-puasat pertumbuhan ekonomi di daerah tertentu
Bagi daerah yang masih belum berkembang dengan adanya suatu usaha baru yang
mengakibakan daerah tersebut menjadi lebih berkembang dari sebelumnya dan
mengubah pola pikir masyarkat itu lebih maju.
c. Menyediakan fasilitas umum yang sagat dibutuhkan masyarakat
Usaha ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar karena dengan
adanya suatu usaha dapat pula memberikan fasilitas bagi masyarakat. Misalnya,
bagi masyarakat sana yang tidaka memiliki lampu jalan dengan adanya suatu usaha
atau proyek yang baru dibangun yang menyebabkan seorang pengusaha tersebut
memberikan lampu jalan di sekitarnya supaya usahanya berjalan dengan lancar.
d. Menghemat devisa
Usaha dari Bu Atik Catering ini hanya menggunakan bahan baku dan tenaga kerja
dalam negri. Oleh karena itu mengurangi penggunaan barang impor. Karena
memprioritaskan negara sendiri lebih bagus
e. Menambah pendapatan nasional
Karena produk ini bisa diproduksi dan dikonsumsi didalam negri sehingga impor
terhadap suatu produk dan biaya-biaya yang dibebankan lainnya berkurang bahkan
tidak ada samsekali
f. Memperoleh pendapatan berupa pajak
Setiap suatu usaha pasti akan dikenakan pajak baik, pajak bangunan maupun pajak
dari usaha tersebut. Yang menyebabkan adanya pendapatan yang diperoleh suatu
negara melalui pajak.
3. Menggali, mengatur dan menggunakan ekonomi sumber daya alam melalui
a. Menggunakan sumber daya lokal
Perusahaan ini tentunya memerlukan bahan baku untuk bisa menghasilakan sebuah
produk. Disini bahan baku yang dingunakan dalam pembuatan tas ini berasal dari
dalam negri dengan kualitas yang tidak kalah bermutu dengan produk luar negri.
Dengan kata lain usaha ini tidak perlu mengimpor bahan baku dari luar untuk
mendapatkan kualitas yang tinggi dikarenakan di Indonesia sendiri sudah tersedia
bahan baku yang memenuhi standar kualitas yang perusahaan tetapkan.
b. Penggunaan lahan efesien dan efektif
dengan adanya suatu usaha yang baru dibangun di tempat suatu daerah yang
lahannya di biarkan begitu saja. Dengan adanya suatu usaha ini lahan di daerah
tersebut lebih bermanfaat karena usaha ini akan menguntukngkan juga bagi pihak
sekitar.
c. Menumbuhkan industri lain
Dengan adanya bisnis baru ini, mengakibatkan atau diharpkan dapat merangsang
masyarakat setempat untuk menubuhkan industri pendukung lainnya. Seperti
industri yang menyediakan bahan baku ataupun industri dagang lainnya. Inilah
salah satu bukti positif adanya kegiatan ini.

B. Aspek Sosial
tujuan utama perusahaan adalah mencari keuntungan. Perusahaan tidak dapat hidup
sendirian, perusahaan hidup bersama-sama dengan komponen lain, salah satu komponen
lain yang dimksud adalah lembaga sosial sehingga dalam rangka keseimbangan tadi,
hendaknya perusahaan memiliki tanggung jawab sosial.

1. Perusahaan sebagai lembaga sosial


Sebuah perusahaan melaksanakan bermacam kegiatan dalam waktu bersamaan.
Misalnya usaha kerajianan ini dapat diproduksi bahan baku menjadi berbagai macam
produk jadi dan terus langsung dipasarkan kekonsumen dengan pelayanan jasa yang
terbaik yang dapat perusahaan berikan.
2. Perubahan kondisi sosial yang kompleks
Di sewaktu-watu konsumen sangant ingin memesan makanan yang rasanya rumahan,
maka konsumen tidak perlu mengeluarkan biaya yang terlalu mahal.
3. Perubahan pada masyarakat pada prualistik
Masyarakta prualistik adalah sebuah kehidupan berbagai kelompok yang mempengruhi
lingkungan perusahaan dalam mendapatkan harapan-harapan sosial, ekonomi, dan
politik. Masing-masing kelompok berusaha mengembangkan diri supaya fugsi sistem
itu efektif. Berkaitan dengan yang di atas, hendaknya bisinis memiliki manfaat-manfaat
sosial yang hendaknya diterima oleh masyarakat, seperti: membuka lapangan
pekerjaan, meningkatkan mutu hidup, memberikan tren positif dan berpengaruh positif
pada masyarakat.

C. Peningkatan pendapatan nasional


Ditinjau dari aspek ekonomi salah satu kelayakan usaha atau dapat dilihat dari
kemampuan investasi tersebut dalam meningkatkan pendapatan nasional atau daerah
melalui peningkatan PDB dan PAD. Artinya, dengan adanya investasi akan berpengaruh
terhadap peningkatan pendapatan secara nasional dan pendapatan daerah di mana investasi
tersebut dilakukan. Kemudian kelayakan lain adalah naiknya income per capita masyarakat
melalui peningkatan pendapatan seiring dengan tumbuhnya sector ekonomi demikian pula
sebaliknya. Untuk menghitung Pendapatan Nasional dapat dilakukan melalui 3
pendekatan, yaitu :
• Pendekatan produksi (production approach)
• Pendekatan pengeluaran (expenditure approach)
• Pendekatan pendapatan (income approach)

PENDAPATAN NASIONAL

Pendapatan nasional merupakan jumlah rata-rata pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah
tangga keluarga (RTK) pada suatu negara dari penyerahan berbagai faktor produksi dalam satu
periode atau selama satu tahun.

Pendapatan nasional adalah salah satu indikator untuk dapat mengukur lajunya tingkat
pembangunan dan perkembangan kesejahteraan pada suatu Negara dari waktu ke waktu. Dengan
pendapatan nasional juga dapat diketahui arah, tujuan, dan struktur perekonomian suatu Negara.

Metode perhitungan pendapatan nasional merupakan salah satu cara untuk menentukan jumlah
atau besar dari nilai pendapatan nasional tersebut. Selain untuk mengetahui jumlah pendapatan
nasional suatu negara, metode perhitungan pendapatan nasional juga bisa dijadikan alat evaluasi.
Di mana, Negara bisa menilai dan mengevaluasi kinerja para sumber daya manusianya dan
mengukur produktivitas negaranya.
BAB VIII
ASPEK AMDAL

A. Pengertian AMDAL
AMDAL Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) pertama kali diperkenalkan pada
tahun oleh National Environmental Policy Act di Amerika Serikat.Di Amerika Serikat AMDAL
merupakan keharusan untuk rencana kebijaksanaan dan undang-undang yang diperkirakan akan
mempunyai dampak penting terhadap lingkungan (National Enviromental Policy Act, 1969).
Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu
usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses
pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan di Indonesia. AMDAL
ini dibuat saat perencanaan suatu proyek yang diperkirakan akan memberikan pengaruh terhadap
lingkungan hidup di sekitarnya. Yang dimaksud lingkungan hidup di sini adalah aspek abiotik,
biotik dan kultural.
Dasar hukum AMDAL di Indonesia adalah Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 2012 tentang "Izin
Lingkungan Hidup" yang merupakan pengganti PP 27 Tahun 1999 tentang Amdal.Kebijaksanaan
nasional pengelolaan lingkungan hidup menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang
Pengelolaan Lingkungan Hidup adalah, pengelolaan lingkungan hidup diselenggarakan atas
tanggungjawab negara, asas pembangunan berkelanjutan dan asas manfaat untuk mewujudkan
pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup dalam rangka pembangunan
manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya, yaitu
terciptanya keselarasan, keserasian dan keseimbangan antara manusia dengan lingkungan, antara
manusia dengan Tuhan yang Maha Esa, manusia dengan manusia; terjaminnya kepentingan
generasi saat ini dan akan datang; tercapainya kelestarian fungsi lingkungan hidup serta
terkendalinya pemanfaatan sumberdaya secara bijaksana.
Sesuai UU No. 23 tahun 1997, dinyatakan bahwa kegiatan yang diprakirakan dapat menimbulkan
suatu dampak besar dan penting pada lingkungan dan sekitarnya diwajibkan melakukan studi
tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Peraturan pelaksanaa dari Undang-
Undang ini dituangkan di dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 27 Tahun 1999
tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan.
Diperlukannya studi kelayakan Amdal karena dalam undang-undang dan peraturan pemerintah
serta menjaga lingkungan dari operasi proyek kegiatan industri atau kegiatan-kegiatan yang dapat
menyebabkan kerusakan lingkungan
B. FUNGSI AMDAL
Bahan bagi perencanaan pembangunan wilayah
Membantu proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan hidup dari rencana usaha
dan atau kegiatan
Memberi masukan untuk penyusunan disain rinci teknis dari rencana usaha dan atau kegiatan
Memberi masukan untuk penyusunan rencana pengelola dan pemantauan lingkungan hidup
Memberi informasi bagi masyarakat atas dampak ditimbulkan dari suatu rencana usaha dann atau
kegiatan
Awal dari rekomendasi tentang izin usaha
Sebagai Scientific Document dan Legal Document
Izin Kelayakan Lingkungan
Menunjukkan tempat pembangunan yang layak pada suatu wilayah beserta pengaruhnya
Sebagai masukan dengan pertimbangan yang lebih luas bagi perencanaan dan pengambilan
keputusan sejak awal dan arahan atau pedoman bagi pelaksanaan rencana kegiatan pembangunan
termasuk rencana pengelolaan lingkungan dan rencana pemantauan

C. Tujuan Amdal
Tujuan secara umum AMDAL adalah menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan serta
menekan pencemar an sehingga dampak negatifnya menjadi serendah mungkin. Dengan demikian
AMDAL diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang pelaksanaan rencana kegiatan
yang mempunyai dampak terhadap lingkungan hidup
Menganalisa kondisi lingkungan operasional, lingkungan industri & lingkungan jauh agar
memperoleh jawaban apakah kondisi memungkinkan untuk menjalankan ide bisnis.
Menganalisa dampak positif dan negatif yang mungkin terjadi terhadap organisasi.
Menganalisa usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk meminimalkan dampak negatif bisnis
terhadap lingkungan.
Pihak-pihak yang berkepentingan dalam proses AMDAL adalah Pemerintah, pemrakarsa,
masyarakat yang berkepentingan. Peran masing-masing pemangku kepentingan tersebut secara
lebih lengkap adalah sebagai berikut:
Pemerintah:
Pemerintah berkewajiban memberikan keputusan apakah suatu rencana kegiatan layak atau tidak
layak lingkungan. Keputusan kelayakan lingkungan ini dimaksudkan untuk melindungi
kepentingan rakyat dan kesesuaian dengan kebijakan pembangunan berkelanjutan. Untuk
mengambil keputusan, pemerintah memerlukan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan,
baik yang berasal dan pemilik kegiatan/pemrakarsa maupun dari pihak-pihak lain yang
berkepentingan. Informasi tersebut disusun secara sistematis dalam dokumen AMDAL. Dokumen
ini dinilai oleh Komisi Penilai AMDAL untuk menentukan apakah informasi yang terdapat
didalamnya telah dapat digunakan untuk pengambilan keputusan dan untuk menilai apakah
rencana kegiatan tersebut dapat dinyatakan layak atau tidak layak berdasarkan suatu kriteria
kelayakan lingkungan yang telah ditetapkan oleh Peraturan Pemerintah.
Pemrakarsa:
Orang atau badan hukum yang bertanggung jawab atas suatu rencana usaha dan atau kegiatan yang
akan dilaksanakan. Pemrakarsa inilah yang berkewajiban melaksanakan kajian AMDAL.
Meskipun pemrakarsa dapat menunjuk pihak lain (seperti konsultan lingkungan hidup) untuk
membantu melaksanakan kajian AMDAL, namun tanggung jawab terhadap hasil kajian dan
pelaksanaan ketentuan-ketentuan AMDAL tetap di tangan pemrakarsa kegiatan.
Masyarakat yang Berkepentingan
Masyarakat yang berkepentingan adalah masyarakat yang terpengaruh oleh segala bentuk
keputusan dalam proses AMDAL. Masyarakat mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam
AMDAL yang setara dengan kedudukan pihak-pihak lain yang terlibat dalam AMDAL. Di dalam
kajian AMDAL, masyarakat bukan obyek kajian namun merupakan subyek yang ikut serta dalam
proses pengambilan keputusan tentang hal-hal yang berkaitan dengan AMDAL. Dalam proses ini
masyarakat menyampaikan aspirasi,kebutuhan, nilai-nilai yang dimiliki masyarakat dan usulan-
usulan penyelesaian masalah untuk memperoleh keputusan terbaik.
Dalam proses AMDAL masyarakat dibedakan menjadi dua kategori, yaitu;
Masyarakat terkena dampak: masyarakat yang akan merasakan dampak dan adanya rencana
kegiatan (orang atau kelompok yang diuntungkan(beneficiary groups), dan orang atau kelompok
yang dirugikan (at-risk groups)
Masyarakat Pemerhati: masyarakat yang tidak terkena dampak dari suatu rencana kegiatan, tetapi
mempunyai perhatianterhadap kegiatan maupun dampak-dampak lingkungan yang ditimbulkan.