Anda di halaman 1dari 19

MATERI 16

LIABILITAS JANGKA PANJANG

A. Tujuan Pembelajaran

Pada bab ini akan dijelaskan tentang Liabilitas Jangka Panjang, setelah
mempelajari bab ini Anda diharapkan mampu:
16.1 Memahami definisi Liabilitas Jangka Peanjang
16.2 Memahami perhitungan Utang Obligasi
16.3 Memahami perhitungan Utang Wesel Jangka Panjang

A. Uraian Materi

Tujuan Pembelajaran 16.1 :


Memahami definisi Liabilitas Jangka Panjang

Liabilitas jangka panjang adalah liabilitas yang jatuh tempo tidak dalam satu
tahun ke depan. Sebagai contoh, jika perusahaan menyusun laporan posisi
keuangan pada tanggal 31 Desember 20X7, maka yang disajikan sebagai
liabilitas jangka panjang dalam laporan posisi keuangan adalah liabilitas
yang jatuh tempo setelah tanggak 31 Desember 20X8.

1. Utang Obligasi
Utang obligasi adalah liabilitas jangkanpanjang yang secara legal
dibuktikan dengan penerbitan sertifikat obligasi oleh pihak peminjam dan
diserahkan kepada pihak yang memberi pinjaman. Dalam sertifikat
obligasi tersebut tercantum nilai nominal obligasi, bunga nominal
obligasi, tanggal obligasi diterbitkan, tanggal pembayaran bunga, dan
tanggal jatuh tempo obligasi.

Jenis-jenis obligasi
Jenis obligasi antara lain:
1. Obligasi berseri, yaitu obligasi yang jatuh tempo secara bertahap.
Contoh:
Obligasi nilai nominal Rp100.000.000 diterbitkan pada tanggal 1
Januari 20X7. Obligasi akan dilunasi sebanyak 4 kali, mulai 1 Januari
20X8. Jadi,setiap tahun obligasi jatuh tempo sebesar Rp25.000.000.
2. Callable bond, yaitu obligasi yang dapat dilunasi oleh penerbit
sebeum jatuh tempo.
3. Obiligasi konversi, yaitu obligasi yang dapat dikonversi menjadi surat
berharga lain (biasanya saham). Pemegang saham obligasi konversi
dapat memilih untuk menerima pelunasan berupa kas pada saat
obligasi jatuh tempo atau memilih untuk mengkonversi obligasi
menjadi saham.
4. Obiligasi teregristrasi, yaitu obligasi yang diterbitkan atas nama
pemberi pinjaman. Jika pemberi pinjaman menjual obligasinya ke
pihak ketiga, Maka penerbit obiligasi perlu menerbitkan baru atas
nama pemilik yang baru.

5. Obligasi dengan kupon (obligasi atss unjuk) yaitu obligasi yang


diterbitkan tanpa nama pemberi pinjaman, sehingga obligasi ini dapat
langsung dipindahtangankan saat obligasi diperjualbelikan.
2. Penilaian Obligasi
Nilai Obligasi pada saat obligasi dijual sebenarnya meruakan present
value (nilai kini) dari semua aliran kas sepanjang umur obligasi.
Contoh :
PT Savira menerbitkan oligasi senilaiRp100.000.000 pada tanggal 1
Januari 20X4. Tempo obligasi 5 tahun dengan bunga 6%. Tingkat bunga
pasar pada tanggak penerbitan obligasi adalah 6%. Bunga dibayarkan
sekali dalam setahun, setiap tanggal 31 Desember.
Aliran kas sepanjang umur obligasi bagi PT Savira adalah:
1. Pada tanggal 1 Januari 20X9, PT Savira akan mengeluarkan kas
sejumlah Rp.100.000.000.
2. Setiap tanggal 1 Januari, selama 5 tahun 20X5, PT Savira akan
mengeluarkan kas sejumlah Rp6.000.000 sebagai bunga kepada
pemegang obligasi. Kas senilai Rp6.000.000 ini merupakan bunag 6%
dari nilai nominal obligasi (Rp.100.000.000).
Tanggal Pembayarn Tahunan Pelunasan Pokok
Pinjaman
1 Januari 20X5 Rp6.000.000
1 Januari 20X6 Rp.6.000.000
1 Januari 20X7 Rp6.000.000
1 Januari 20X8 Rp6.000.000
1 Januari 20X9 Rp6.000.000 Rp.100.000.000

Setelah mengidetifikasi aliran kas sepanjang umur obligasi selanjutnya kita


harus menghitungkan presnt value dari aliran kas tersebut. Tingkat Bungan
yang dipakai untuk mendiskonto uatng obligasi adalah tingkata bunga pasar
yang berlaku pada tanggak penerbitan obligasi. Tingkat Bungan pasar
mengiditifikasikan tingkat bunga yang diharapkan atau tingkat return yang
diharapkn (yield) investor. Jadi, kita menggunakan tingkat bunga 6%.
Present value oblgasi adalah hasil penjumlahan dari present value pelunasa
pokok pinjaman ditambah present value dari pembayaran bunga tahunan.
Untuk menghitunga present value dari pelunsan pokok pinjaman, kita
gunakan PV Factor 0,74725817 tabel 5.2 Present Value of 1, kolom i= 6%,
baris n=5 kIta mengunakan taber tersebut Karena hanya ad satu aliran kas
yang akan terjadi lima tahun dari 1 Januari 20X4.
Selanjutnya untuk menghitung present value dari pembayaran bunga
tahunan, kita gunakan PV-OA factor 4,21236379 yang diperoleh dari tabel
5.4 Present Value of An Ordinary Annuity of 1, kolom i=6% baris n=5. Kita
memilih tabel tersebut karena aliran kas penerimaan bunga sebesar
Rp6.000.000 terjadi pada setiap akhir periode selama 5 tahun. Dengan
demikian, perhitungan present value (harga jual) obligasi tersebut,

Present value dari pelunasan pokok pinjaman Rp 100.000.000 x 0.74725817


= 74.725.817
Present value dari pembayaran bunga tahunan Rp6.000.000 x 4,21236379 =
25.274.183
Present value (harga jual ) obligasi
100.000.000

Besarnya present value obligasi adalah Rp100.000.000. Present value


oblgasi sama dengan nilai nominal obligasi (Rp100.000.000) karena tingkat
bunga obligasi yang ditetapkan. Jadi tingkat bunga pasar sama dengan
tingkat Bunga obligasi yang ditetapkan, maka obligasi dijual sebesar nilai
nominal.
Diskonto Obligasi
Jika tingkat bunga pasar berbda dari tingkat bunga obligasi yang ditetapkan,
maka present value obligasi akan berbeda dari nilai nominalnya. Perbedaan
antara nilai nominal dan present value obligasi inilah yang menentukan hrga
obligasi. Perbedaan ini disebut sebagai diskonto atau premi,
a. Jika obligasi dijual lebih rendah daripada nilai nominalnya, maka obligasi
dijual dengan diskonto,
b. Jika obligasi dijual lebi tinggi daripada nilai nominalnya, maka obligasi
dijual dengan premi.
Tingkat bunga yang sebenarnya diperoleh pemegang obligasi disebut
yield atau bunga pasar. Obligasi dijual dengan diskonto jika bunga pasar
lebih tinggi daripada bunga nominal obligasi. Sebaliknya, obligasi dijuak
dengan premi jika bunga pasar lebih rendah daripada Bungan nominal
obligasi.

Premi Obligasi
Seperti telah dibahas diatas, jika obligasi dijual lebih tinggi daripada nilai
nominalnya, maka obligasi di jual dengan premi. Oblgasi dijual dengan
premi jika bunga pasar leih rendah daripada bunga nominal obligasi,

Mencatat Utang Obligasi


Pada saat penerbitan obigasi harus dicatat sebesar nilai transaksi (nilai
wajar pembayaran yang diterima). Nilai wajar tersebut ditambah dengan
biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan
penerbitan obligasi tersebut. Biaya transaksi meliputi fee dan komisi
yang dibayarkan kea gen (termasuk karyawan yang berperan sebagai
agen penjual), konsultan, perantara efek, pungutan wajib yang dilakukan
oleh pihak regulator dan bursa efek, serta pajak dn bea yang dikenakan
atas transfer yang dilakukan. Biaya transaksi tidka termasuk premium
atau diskonto, biaya pendanaan, biaya administrasi, atau biaya
penyimpanan internal.
Contoh:
PT Alamsyah menerbitkan obligasi, nilai nominal Rp100.000.000 dengan
tingkat bunga 10% pada tanggal 1 Januari 20X5, Termin obligasi adalah
3 tahun. Bunga dibayarkan dua kali dalam setahun, setiap tanggal 1 Juli
dan 1 Januari. Tingkat bunga pasa pada saat itu adalah, 9%. Obligasi
tersebut terjual dengan harga Rp.102.578.936,40.
Jurnal yang dibuat PT Alamsyah pada tanggal 1 Januari 20X5 saat
penerbitan obligasi:
Kas 102.578.936,40
Utang Obligasi 102.578.936,40

Oleh karena pada conto diatas tidak terdapat biaya fee, komisi dan
sebagainya, maka utang oblgasi tersebut dictat sebesar nilai wajarnya.
Nilai wajar tersbut diperoleh dari hasil perhitungan present value oblgasi
dengan menggunakan tingkat bunga pasar yang berlaku, seperti yang
dibahas dalam penilaian obligasim diskonto obligasi dan premi obligasi.

Metode Suku Bunga Efektif


PSAK menetapkan bahwa setelah pengakuan awal, obliasi harus dicatat
sebesar biaya perolehan yang diamortisasi dengan metode suku bunga
ekeftif. Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk
menghitung biaya perolehan diamortisasi dari liabilitas keuangan dan
mengalokasikan beba bunga selama periode yang relevan. Suku bunga
efektif aldaha suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi
pembayaran kas masa depan selama perkiraan umur dari instrument
keuangan.

Pencatatan Bunga
Contoh PT Alamsyah tanggal 1 Juli 20X5 PT Alamsyah membayar
bunga kepada pemegang obligasi. Bunga dibayarkn untuk setengah
tahun, yaitu sebesar Rp5.000.000. Pada saat mencatat pembayaran bunga,
PT Alamsyah pada tanggal 1 Juli 20X5.

Beban Bunga 4.616052,14


Utang obligasi 383.947,86
Kas 5.000.000
Pelunasan Utang Obligasi pada saat jatuh tempo
PT Alasyah menerbitakn obligasi dengan nilai nominal Rp 100.000.000
dan tingkat bunga 10% pada tanggal 1 Januari 20X5. Termin obligasi
adalah 3 tahun. Bunga dibayarkan dua kali dalam setahun, setiap tanngak
1 Juli dan 1 Januari. Tingkat Bunga pasar pad asaat itu adalah 9%.
Hanya saja, pelunasan obligasi dilakukan sebelum tanggal jatuh tempo,
yaitu pada tanggal 1 Juali 20X6. PT SAlamsyah meulnasi obligasi pada
kurs 101. Artinya PT Alamsyh akan mengeluarkan kas untuk melunasi
obligasi sejumlah Rp101.000.000 (101% x Rp100.000.000).
Pada tanggal 1 Juli 20X6 (lihat tabel amortisasi), nilai buku obligasi
adalah Rp101.374.482. Dengan demikian, utang senilai Rp 101.374.482
dilunasi sebesar Rp101.000.000. PT Alamsyah mengeluarkan uang lebih
sedikit dari jumlah utang yang tercatat, sehingga PT Alamsyah mengakui
keuntungan.
Jurnal yang dibuat PT Alamsyah untuk mencatat pelunasan uatng
tersebut pada tanggal 1 Juli 20X6.

Utang Obligasi 101.374.482,36


Kas 101.000.000,00
Keuntungn atas Pelunasan Utang 374.482,36

Pelunasan Utang dengan Penyerahan Aset


Daalm penyerahan asset CV Datuk Raya, hasil pelepasan neto adalah
sebesar Rp.225.000.000 dan jmlah tercatat tanah adalah Rp40.000.000,
sehingga keuntungan yang diakui sebesar Rp185.000.000. Utang CV
Datuk Raya senilai Rp200.000.000 lunas dengan penyerahan asset senilai
Rp225.000.000 sehingga CV Datuk Raya mengalami kerugian sebsar
Rp25.000.000.
Jurnal yang dibuat CV Datuk Raya untuk mencatat pelunasan utang
dengan penyerahan tanah tersebut:
Utang Obligasi 200.000.000
Rugi atas pelunasan utang 25.000.000
Tanah 40.000.000
Keuntungan atas Pelaporan Tanah 185.000.000

Pelunasan Utang Obligasi dengan Penyerahan Ekuitas


Selain dengan kas atau menyerahkan asset, utang bisa juga dilunasi
dengan penerbitan saham baru. Dengan memperoleh saham, kreditur
berubah status menjadi pemilik.
Contoh :
PT Alam Suasa berutang ke PT Arung Jagad sebsar Rp. 240.000.000.
Utang ini jatuh tempo pada tanggal 1 Januari 20X5. Pada saat pelunasan,
PT Arung Jagad dan PT Alam Suasa sepakat bahwa utang ini akan
dilunasi dengan penerbitan saham biaasa oleh PT Alam sSuasa. Jumlah
saham biasa yang akan diterbitkan adalah 60.000 lembar. Harga pasar
saham adalah Rp 4.500 per lembar dan nilai nominal saham adalah Rp
1.500 perlembar.
Sesuai PSAK tentang Pembayara Berbasis Sham, dalam pembayaran
dengan menggunakan ekuitas, transaksi sebesar nilai wajar dari ekuitas
yang diberikan jika barang atau jasa yang diterima tidak dapat diukur
dengan andal.
Jurnal untuk mencatat penerbitan saham dan pelunasan utang tersebut:
Utang Obligasi 240.000.000
Rugi atas Pelunasan Utang 30.000.000
Saham Biasa 90.000.000
Premi Saham Biasa 180.000.000

Nilai wajar saham yang diserahkan sebesar Rp.270.000.000 (60.000x Rp


4.500). Dari total Rp270.000.000 ini, nilai nominal saham sebesar Rp
90.000.000 (60.000 x Rp1.500) dicatat dalam Akun Saham Biasa dan
sisanya sebesar Rp 180.000.000 dicatat dalam Akun Premi Saham Biasa.
PT Alam Suasa mengalai kerugian pelunasan utang sebesar
Rp30.000.000 karena untuk melunasi utang sebesar Rp240.000.000 PT
Alam Suasa menyerahkan saham senilai Rp270.000.000.

Restrukturisasi Utang
Dalam jangak waktu pinjaman, terdapat kemungkinan perusahaan
peminjam mengalami kesulitan keuangan. Untuk meminimalkan dan
sekaligus memperingan beban bagi perusaaan peminjam, pemberi
pinjaman bersedia melakukan restrukturisasi utang. Diharapkan
keringanan ini dapat mempermudah penerima pinjaman untuk
menyelesaikan kewajibannya.
Restrukturisasi utang dapat berupa:
1. Pengurangan pokok pinjaman
2. Penurunan tingkat bunga,
3. Perpanjangan tanggal jatuh tempo atau
4. Kombinasi dari ketiga hal diatas.
Jika restrukturisasi utang menghasilkan utang dengan persyaratan
yang berbeda secara substansial dengan utangnya semula, maka
restrukturisasi utang dicatat sebagai penghapusan liabilitas keuangan
yang lama dan pengakuan liabilitas keuangan yang baru.
Selisih antara jumlah tercatat liabilitas keuangan (atau bagian
dari liabilitas keuangan) yang berakhir dan jumlah yang dibayarkan
(termasuk asset non kas yang ditransfer dan liabilitas yang
ditanggung) diakui dalam laporan laba rugi.
Tanggal Penjualan Obligas berbeda dengan Tanggal Pembayaran
Bunga
Apabila obliasi dijual tidak tepat pada saat pembayaran bunga, maka
aks yng diterima oleh penerbit obligasi adalah sebesar nilai wajar
obligasi dan bunga akrual. Bunga akrual adalah bunga obligasi antara
tanggal obligasi dan tanggal penjualan obligasi. Misalnya obligasi
tanggal 1 Januari 20X7 dijual pada tanggal 1 Maret 20X7 . Bunga
dibayarkan setiap 6 bulan. Jadi sebenarnya pemegang obligasi hanya
menerima bunga 4 bulan.
Contoh 1 :
Obligasi dengan nilai nominal Rp100.000.000 tertanggal 1 Januari
20X7, dengan bunga 6%, terjual pada tanggal 1 Mare 20X7, sebesar
nilai nominal
Perhitungan kas yang akan diterima oleh penerbit obligasi:
Nilai wajar obligasi 100.000.000
Bunga akrual (1 Januari 1 Maret 2017)2/12x 6%X 100.000.000
1.000.000
101.000.000
Jurnal yangh dibuat oleh penerbit obligasi pada saat penjualan
obligasi tanggal 1 Maret 20X7

Kas 101.000.000
Utang Obligasi 100.000.000
Beban Bunga 1.000.000

Selanjutnya pada tanggal 1 Julia 20X7, penerbit obligasi mencatat


jurnal pembayaran bunga:
Beban Bunga 3.000.000
Kas 3.000.000
Dari dua jurnal dia atas tampak beban bunga pertama kali dikredit
sebesar Rp1.000.000 dna berikutnya di debit Rp3.000.000. Jadi,
beban bunga neto adalah debit sebesar Rp2.000.000
Dengan cara ini, penerbit obligasi lebih mudah dalam melakukan
pembayaran bunga. Setiap investor akan mendapat bunga penuh untuk
enam bulan tanpa memperhitungkan sejaka kapan obligasi berada di
tangan investor tersebut.

Mencatat Obligasi dengan Nilai wajar


PASAK 55 tentang Pengakuan dan Pengukuran Instrumen Keuangan
menyatakan bahwa seluruh liabilitas keuangan diukur pada biaya
erolehan diamrotisasi dengan menggunakan suku bunga efektif,
kecuali untuk liabilitas keuangn yang diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi,. Untuk dapat diukur pada nilai wajar melalui laba rugi,
obligasi tersebut harus merupakan obligasi yang aktif diperdagangkan
di pasar modal. Keuntungan atau kerugian asset keuangan yang
diklasifikasikan sebagai diukur pada niali wajar melalui laba rugi
diakui dalam laporan laba rugi.
Contoh :
PT Ayu Manikam menerbitkan obligasi dengan nilai nominal
Rp.100.000.000. Termin obligasi 4 tahun dan tingkat bunga 6%.
Obligasi diterbitkan sebesar nilai nominal pada tanggal 1 Januari
20X7. Bunga obligasi dibayarkan setiap tanggal 31 Desember.
Obligasi aktif diperdagangkan di pasar modal sehingga PT Ayu
Manikam memutuskan untuk mencatat obligasi tersebut pada nilai
wajar melalui laba rugi.
Jurnl yang dibuat PT Ayu Manikam pada tanggal 1 Januari 20X7, saat
obligasi diterbitkan:
Kas 100.000.000
Utang Obligasi 100.000.000
Besarnya bunga yang dibayar adalah Rp6.000.000 (6% x
Rp100.000.000), maka perusahaan tidka perlu mencatat amortisasi
utang obligasi walaupun obligasi diterbitkan pada nilai yang berbeda
dengan nilai nominal.
Pada setiap tanggal pelaporan keuanganm perusahaan harus mencatat
laba atau rugi kepemilikan obligasi yang belum terealisasi (dihitung
dari selisih antara nilai obligasi tercata dan nilai pasar obligasi pada
tanggal pelaporan keuangan).

Tujuan Pembelajran 16.3:


Memahami Utang Wesel Jangka Panjang

Cara mencatat utang wesel jangka panjang pada dasarnya sama seperti
utang obligasi. Berikut disajikan contoh utang wesel jangka panjang
untuk kasus tanpa bunga, wesel denga bunga,da wesel yang
dikeluarkan untuk pembelian asset.

Wesel dengan Bunga Diterbitkan Sebesar Nilai Nominal


Pada tanggal 1Januari 20X7, PT Anugerah meminjam uan ke PT
Tanah Impian sebesar Rp80.000.000 dengan menerbitkan wesel,
tempo 3 tahun, bunga 6%. Tingkat bunga pasar 6%. PT anugerah
menerima kas sebesar nilai nominal wesel. Bunga yang dibayarkan
setiap tanggak 1 Januari.
Jurnal yang dibuat PT anugerah Perkasa pada saat menerima pinjaman
dan menerbitkan wesel:
Kas ` 80.000..000
Utang Wesel 80.000.000
Pada tanggal 31 Desember 20X7, PT Anugerah menccatat bunga
akrual sebagai beban bunga untuk tahun 20X7. Bunga ini dicatat
sebagai utang karena bunga baru akan dibayarkan pada tanggal 1
Januari 20X8.

Beban Bunga 4.800.000


Utang Bunga 4.800.000
Bunga = 6% x Rp80.000.000 = Rp4.800.000

Wesel dengan Bunga diterbitkan tidak sebesar Nili Nominal


Pada tanggal 1 Januari 20X7, CV Bangun Jaya meminjam uang ke PT
Andika Raya dnegan menrbitkan wesel dengan nilai nominal Rp
120.000.000, bunga 5% dan tempo 2 tahun. Bunga dibayarkan setiap
tanggal 30 Juni dan 31 Desember. Tingkat bunga pasar saat
penerbitan wesel adalah 6%.
Tingkat bunga pasar yang berbeda dengan tingkat bunga nominal
membuat wesel tidak dicatat sebesar nilai nominalya, Biasanya
pemberi pinjaman akan menyerahkan kas sebesar present value wesel.
Besarnya present value wesel adalah:
Present value utang wesel (Rp120.000.000 x 0.88848705)
106.618.446,00
Present value bunga utang wesel (Rp 3.000.000 x 3.71709840)
11.151.295,20
Present value wesel
117.769.741,20

Pada saat menerima pinjaman , CV Bangun Perkasa mencatat :


Kas 117.769.741,20
Utang Wesel 117.769.741,20

Pasa setiap periode pembayaran bunga, CV Bangun Perkasa mencatat


pembayaran bunga dan amortisasi utang wesel pada tanggal 30 Juni
20X7:
Beban Bunga 3.533.092,24
Utang Wesel 533.092,24
Kas 3.000.000

Wesel Tanpa Bunga


Wesel tanpa bunga sebenarnya hanya tidak secara eksplisit
menyatakan bunga, namuan tetap mengandung unsur bunga. Hanya
saja, dari tahun ke tahun wesel ini tidak mewajibkan peminjam untuk
membayara bunga.
Contoh:
Pada tanggal 1 Januari 20X6, PT jaya makmur meminjam uang
Rp100.000.000 kepada PT Kharisma Putra dengan menerbitkan
wesel. Nilai nominal wesel Rp119.101.600, tempo 3 tahun dan tanpa
bunga. Tingkat bunga pasar yang berlaku adalah 6%.
Kas yang diterima PT Jaya Makmur sebeanrnya merupakan present
value dari utang wesel dengan bunga pasar sebagai tingkat diskonto.
Present value utang wesel tersebut adalah :
Present value utang wesel 119.101.600 x 0,83961928 100.000.000
Present value bunga utang wesel 0
Present value wesel 100.000.000

Jurnal yang dibuat oleh PT Jaya Makmur untuk mencatat utang wesel:
Kas 100.000.000
Utang Wesel 100.000.000

Setiap tanggal 31 Desember, PT Jaya Makmur mencatat bunga akrual


dan amortisasi utang wesel.
Jurnal pencatatan bunga akrual pad atanggal 31 Desember 20X6.

Beban Bunga 6.000.000


Utang Wesel 6.000.000

Wesel untuk Membeli Aset


PSAK 16 tentang asset teta menyatakan bahwa biaya perolehan asset
tetap diukur sebesar harga tunai pada tanggal pembelian. Jika
pembayaran ditangguhkan (misalnya, membeli asset dengan
menyerahkan utang wesel), maka perbedaan antara harga tunai
dengan total pembayaran diakui sebagai beban bunga selama periode
kredit.
Contoh:
Pada tanggal 1 Januari 20X7, PT Karunia Jaya membeli sebuah mesin
dari PT Iron Pusaka, Hrga Tunai mesin tersebut adalah
Rp175.000.000. PT Iron Pusaka sepakat untuk menerima wesel
dengan nilai nominal Rp196.630.000, tempo 2 tahun, tanpa bunga.
Tingkat bunga pasar untuk utang serupa pada saat itu adalah 6%.
Selisij dari jumlah yang dibayar (Rp196.630.000) dengan nilai tunai
mesin (Rp175.000.000) sebenarnya merupakan unsur bunga
PT Karunia Jaya mencatat pembelian asset dan penyerahan wesel
dengan jurnal:
Mesin 175.000.000
Utang Wesel 175.000.000

Jurnal untuk mencatat pengakuan bunga pada tanggal 31 Desember


20X7:
Beban Bunga 10.500.000
Utang Wesel 10.500.000

SOAL LATIHAN
1. PT Semesta Alam menerbitkan obligasi, nilai nominal
Rp.200.000.000 dengan tingkat bunga 11% pada tanggal 1 Januari
20X4. Termin obligasi adalah 5 tahun. Bunga dibayarkan dua kali
setahun, setiap tanggal 1 Juli dan 1 Januari. Tingkat bunga pasar
pada saat itu adalah 10%.Obligasi tersebut terjual dengan harga
Rp207.721.734,23.
a. Buatlah jurnal pada tanggal 1 Januari 20X4 saat penerbitan
obligasi:
b. Buatlah jurnal pada tanggal 1 Juli 20X4, saat pembayaran
bunga
c. Buatlah jurnal pada tanngal 1 Juli 2014, saat pembayaran
bunga.
d. Buatlah jurnal penyesuaian pada tanggal 31 Desember 20X4
untuk mengakui beban bunga sementara kedua tahun 18.\
e. Buatlah jurnal pada saat membayar bunga kepada pemegang
obligasi tanggal 1 Januari 20X5.

2. Pada tanggal 1 Januari 20X7, CV Maju Terus meminjam uang ke


PT Merdeka dengan menerbitkan wesel yang nilai nominalnya
Rp200.000.000, bunga 8% dan tempo 2 tahun. Bunga dibayarkan
setiap tanggal 30 Juni dan 31 Desember.Tingkat bunga pasar saat
penerbitan wesel adalah 10%.
a. Hitunglah besarnya present value wesel.
b. Buatlah jurnal pada saat CV Maju Terus menerima pinjaman
c. Buatlah tabel amortisasi yang terkait dengan utang wesel
tersebut.
d. Buatlah jurnal pada tanggal 30 Juni 20X7, saat pembayaran bu

D. DAFTAR PUSTAKA

Diana, Anastasia, dkk.2017.Akuntansi Keuangan Menengah


Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Terbaru.
Yogyakarta: CV Andi Offset.

Wasfield Weygandt, Kieso.2017. Akuntansi Keuangan


Menengah Intermediate Acconting edisi IFRS. Jakarta:
Salemba Empat.