Anda di halaman 1dari 9

HUKUM BACAAN NUN SUKUN DAN TANWIN

Hanifah Aprilia, Ngatno

Program Studi Pedidikan Agama Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas


Nahdlatul Ulama Surakarta

Jl. Dr. Wahidin 05/VI Surakarta 57141

A. Pengertian dan Pembagian Hukum Bacaan Nun Sukun dan Tanwin


Tanwin yaitu suara nun mati yang terdapat pada akhirnya kalimah
isim, tidak ada tulisannya atau tidak berupa huruf.1 Dalam pengertian lain,
tanwin merupakan nun mati yang terletak di akhir isim dimana terlihat ketika

diucapkan dan hilang ketika ditulis dan ketika waqof, seperti lafadz: ‫ىًَس ٍي هع‬

ً ‫ ىًَس ٍيػعا ب‬,‫ ىع ًليم‬. Sedangkan nun sukun atau disebut juga nun sakinah adalah
‫ص ٍيػ ىرا‬ ‫ن ى‬ ٍ
nun mati yang tetap ketika diucap dan ditulis dan ketika waqof, sama juga

terdapat pada huruf, seperti lafadz: ‫ ; ىع ٍن‬atau pada isim, seperti lafadz: ‫;أىنٍػ ىه ٍار‬

atau pada fi‟il, seperti lafadz: ‫ن‬


ٍ‫ص‬‫ي‬.
2

Sedangkan Hukum bacaan Nun Mati merupakan hukum dalam


membaca Al-Qur‟an yang ditandai dengan bertemunya nun mati dengan
huruf-huruf hijaiyah yang dua puluh delapan. Di mana, cara melafalkan
hurufnya berbeda sesuai dengan hukum tajwid yang telah ditetapkan.3
B. Pengertian dan Contoh dari Pembagian Hukum Bacaan Nun Sukun dan
Tanwin
Nun mati dan tanwin jika bertemu huruf hijaiyah 28 itu terbagi

menjadi 5 macam bacaan: Ada yang dibaca idhhar ‫إًظٍ ىه ٍار‬, idghom ma'al

1
Maftuh bin Basthul birri, Risalah Fathul Mannan li tashhiii qiroatil Qur’an, hlm. 100
2
Said bin Said bin Nabhan al- Hadhrami, terj. Ahmad Muthohhar ibn Abdurrahman al- Maraqi al-
Samarani, Syifaul Janan fi Tarjamati Hidayatish Shibyan, hlm. 4
3
Hasmidar, Meningkatkan Kemampuan Menerapkan Hukum Bacaan Nun MatiMelalui Drill Siswa
Kelas VII Mts Al-Muttaqin Pekanbaru (Skripsi), hlm. 11

1
ghunnah ‫إً ٍدغى ٍاـ ىم ىع الٍغينَّ ٍه‬ (idghom bighunnah ‫)إً ٍدغى ٍاـ بًغين وَّة‬, idghom bighoiril

ghunnah ‫( إً ٍدغى ٍاـ بًغى ًٍْي الٍغينَّ ٍه‬idghom bilaghunnah ‫)إً ٍدغى ٍاـ بًىلغين وَّة‬, iqlab ‫ب‬
ٍ ‫إًق ىٍل‬, dan

ٍ ‫إً ٍخ ىف‬.
ikhfa ‫اء‬ 456

1. ٍ ‫إًظ ىٍه‬
Idhhar ‫ار‬

Pengertian idhhar menurut bahasa adalah albayan (jelas) dan


adapun pengertian idhhar menurut istilah adalah mengeluarkan setiap
huruf dari makhrojnya dengan tanpa ghunnah (dengung).7 Ketika ada
tanwin dan nun mati bertemu dengan salah satu huruf halaq

(tenggorokan) yang enam, yaitu: hamzah (‫)ء‬, ha (‫)هػ‬, ha (‫)ح‬, kho (‫)خ‬, „ain

‫( )إًظ ى‬nun mati dan tanwinnya


(‫)ع‬, ghoin (‫)غ‬, wajib dibaca idhhar (‫ٍهار‬

dibaca jelas).8 Hal ini disebab jauhnya makhroj antara nun dan huruf
halaq, tidak ada jalan untuk mengidghomkan. Bisanya idghom kalau
dekat makhrojnya.9
Tabel 1. Contoh Bacaan Idhhar10
Contoh Huruf
ً
‫ ىر يس ٍو هؿ أىم ٍ ي‬،‫آم ىن‬
‫ يىػ ٍنأى ٍك ىف‬،‫ي‬ ‫ىم ٍن ى‬ ‫ء‬

‫ جر و‬،‫إً ٍف هو‬
‫ يىػ ٍنػ ىه ٍو ىف‬،‫ؼ ىها ور‬ ‫ق‬
‫يى يي‬

4
Maftuh bin Basthul birri, Risalah Fathul Mannan li tashhiii qiroatil Qur’an, hlm. 100
5
Said bin Said bin Nabhan al- Hadhrami, terj. Ahmad Muthohhar ibn Abdurrahman al- Maraqi al-
Samarani, Syifaul Janan fi Tarjamati Hidayatish Shibyan, hlm. 5
6
As‟ad Humam, Cara Cepat Belajar Tajwid Praktis, hlm. 7
7
Syaikh Muhammad Al-Mahmud, terj. Hasan ibn Idrus Al „Athos Pekalongan, Hidayatul
Mustafid fi Ahkamit Tajwid, hlm. 7
8
Said bin Said bin Nabhan al- Hadhrami, terj. Ahmad Muthohhar ibn Abdurrahman al- Maraqi al-
Samarani, Syifaul Janan fi Tarjamati Hidayatish Shibyan, hlm. 6
9
Maftuh bin Basthul birri, Risalah Fathul Mannan li tashhiii qiroatil Qur’an, hlm. 100
10
Syaikh Muhammad Al-Mahmud, terj. Hasan ibn Idrus Al „Athos Pekalongan, Hidayatul
Mustafid fi Ahkamit Tajwid, hlm. 8

2
‫ يىػ ٍن ًحتيػ ٍو ىف‬،‫ ىعلً ٍي هم ىح ًك ٍي هم‬،‫سنى وة‬ ً
‫م ٍن ىح ى‬ ‫ح‬

ً ‫ قىػوهـ ىخ‬،‫ًمن ىخ ٍوْي‬


‫ ىكالٍ يم ٍن ىخنً ىقةي‬،‫ص يم ٍو ىف‬ ‫خ‬
ٍ ٍ

‫ يىػ ٍن ًع يق‬،‫ ىًَس ٍي هع ىع ًل ٍي هم‬،‫ًم ٍن ًع ٍل وم‬ ‫ع‬

‫سييػ ٍن ًغ ي‬ ً ً
‫ض ٍو ىف‬ ‫ فى ى‬،‫ ىع ًزيٍػ هز غى يف ٍوهر‬،‫م ٍن غ وٌل‬ ‫غ‬

2. ‫بًغين و‬
Idghom Bighunnah ‫َّة‬ ‫إً ٍدغى ٍاـ‬
Idghom itu secara bahasa adalah memasukan sesuatu kedalam
sesuatu dan adapun secara istilah maka idghom itu adalah bertemunya
huruf yang bersukun dengan huruf yang berharakat yang mana keduanya
menjadi satu huruf yang ditasydid, yang lisan itu mengucapan disisinya
dengan satu kali pengucapan. Huruf-hurufnya ada 6 huruf, yang huruf

tersebut dikumpulkan dalam ucapan ‫يىػ ٍرًملي ٍو ىف‬. Huruf-huruf idghom ini

dibagi dua bagian, yaitu dengan dengung dan dinamakan idgham naqish
dan dengan tanpa dengung dan dinamakan idgham kamil maka huruf ya

(‫(م‬, wawu (‫)ك‬, mim (‫)ـ‬, dan nun (‫ )ف‬dengan dengung dan huruf lam (‫)ؿ‬

dan ra (‫ )ر‬dengan tanpa dengung.11

Jika ada tanwin atau nuun mati (sukun) bertemu (diikuti) oleh

salah satu huruf yang empat yang berkumpul dalam kata ‫ يىػ ٍن يم ٍو‬maka harus

dibaca Idghom bighunnah (memasukkan huruf awal pada huruf kedua


agar menjadi satu suara yang seolah bertasydid dengan berdengung).12
Alasannya harus mendengung karena untuk menunjukkan huruf yang

11
Syaikh Muhammad Al-Mahmud, terj. Hasan ibn Idrus Al „Athos Pekalongan, Hidayatul
Mustafid fi Ahkamit Tajwid, hlm. 9
12
Said bin Said bin Nabhan al- Hadhrami, terj. Ahmad Muthohhar ibn Abdurrahman al- Maraqi
al-Samarani, Syifaul Janan fi Tarjamati Hidayatish Shibyan, hlm. 7

3
diidghomkan.13 Khusus ya (‫ (م‬dan wawu (‫ )ك‬idghomnya dinamakan pula

dengan ‫ص‬ ً
ٍ ‫ىَنق‬ ‫( إً ٍدغىا ٍـ‬tidak sempurna) atau ‫( غىٍيػ ير ىك ًامل‬kurang).14
Tabel 2. Contoh Bacaan Idghom Bighunnah15
Contoh Huruf

‫قووـ يػي ٍؤًمنيػ ٍو ىف‬ً


ٍ ‫ ل‬،‫أى ٍف يىػ يق ٍو يؿ‬ ‫م‬

‫ يه ندل ىكىر ٍحى نة‬،‫ًم ٍن ىكىرآئً ًه ٍم‬ ‫ك‬

‫ يه ندل ًم ٍن ىرًبً ٍم‬،‫ًم ٍن ىم ٍل ىجوإ‬ ‫ـ‬

‫ ًحطَّةه نىػغٍ ًف ٍر‬،‫إً ٍف نىػ يق ٍو يؿ‬ ‫ف‬

Syarat bacaan idghom bighunnah yaitu tidak kumpul dalam satu


kalimat. Jika (nun sukun/tanwin bertemu huruf ini) dalam satu kata,
maka jangan didengungkan,16 kalau dalam satu kalimat tidak boleh
dibaca idghom sebab akan menyamai kalimat lain (binak mudhoaf).
Dalam Al-Qur‟an hanya terdapat empat lafadh yang wajib idhhar yaitu:17

‫قً ٍنػ ىوا هف‬ ً


‫ص ٍنػ ىوا هف‬ ‫بػيٍنػيىا هف‬ ‫الدنٍػيىا‬

3. ‫بًىلغين و‬
Idghom Bilaghunnah ‫َّة‬ ‫إً ٍدغى ٍاـ‬

13
Maftuh bin Basthul birri, Risalah Fathul Mannan li tashhiii qiroatil Qur’an, hlm. 101
14
As‟ad Humam, Cara Cepat Belajar Tajwid Praktis, hlm. 8
15
Syaikh Muhammad Al-Mahmud, terj. Hasan ibn Idrus Al „Athos Pekalongan, Hidayatul
Mustafid fi Ahkamit Tajwid, hlm. 10
16
Syekh Sulaiman bin Husain bin Muhammad Al-Jamzury, terj. Kyai Ahmad Muthohar bin
Abdurrahman Al-Maraqy, Terjemah Tuhfatul Athfal, hlm. 8
17
Maftuh bin Basthul birri, Risalah Fathul Mannan li tashhiii qiroatil Qur’an, hlm. 101

4
Jenis yang kedua adalah idghom bilaa (bighoiri) ghunnah yaitu

untuk huruf lam (‫ )ؿ‬dan ra (‫ )ر‬yang dibaca Takrir (bergetar).18 Jika ada

tanwin atau nun mati atau sukun bertemu atau diikuti salah satu huruf

dua (‫ر‬ ،‫)ؿ‬, maka harus dibaca Idghom bilaghunnah (Idghom dengan

tanpa berdengung).19 Sebab dekatnya makhroj antara nun dengan lam


dan ro, maka idghomnya dapat tam, yaitu tanpa ghunnah.
Tabel 3. Contoh Bacaan Idghom Bilaghunnah
Contoh Huruf

‫قي‬ ً ٍ ًٌ‫يػيبىػ‬
‫ يه ندل ل ٍل يمتَّ ى‬،‫ي لىنىا‬ ‫ؿ‬

‫ غى يف ٍوهر ىرًح ٍي هم‬،‫ًم ٍن ىرٌبًً ٍم‬ ‫ر‬

4. ٍ ‫إًق ىٍل‬
Iqlab ‫ب‬

Iqlab secara bahasa adalah mengubah sesuatu dari keadaannya


semula dan secara istilah maka iqlab itu adalah menjadikan suatu huruf
pada tempat huruf yang lain serta menjaga ghunnah. Huruf iqlab ada satu

huruf, yaitu huruf ba (‫)ب‬.20 Apabila ada tanwin dan nun sukun bertemu

ba (‫)ب‬, maka wajib dibaca iqlab (tanwin dan nun mati gantilah ke mim

mati (sukun),21 yang didengungkan serta disamarkan.22 Karena sukar


membaca ghunnahnya nun mati yang kemudian terus menutup bibir

18
Syekh Sulaiman bin Husain bin Muhammad Al-Jamzury, terj. Kyai Ahmad Muthohar bin
Abdurrahman Al-Maraqy, Terjemah Tuhfatul Athfal, hlm. 7
19
Said bin Said bin Nabhan al- Hadhrami, terj. Ahmad Muthohhar ibn Abdurrahman al- Maraqi
al-Samarani, Syifaul Janan fi Tarjamati Hidayatish Shibyan, hlm. 8
20
Syaikh Muhammad Al-Mahmud, terj. Hasan ibn Idrus Al „Athos Pekalongan, Hidayatul
Mustafid fi Ahkamit Tajwid, hlm. 11
21
Said bin Said bin Nabhan al- Hadhrami, terj. Ahmad Muthohhar ibn Abdurrahman al- Maraqi
al-Samarani, Syifaul Janan fi Tarjamati Hidayatish Shibyan, hlm. 8
22
Syekh Sulaiman bin Husain bin Muhammad Al-Jamzury, terj. Kyai Ahmad Muthohar bin
Abdurrahman Al-Maraqy, Terjemah Tuhfatul Athfal, hlm. 8

5
untuk membaca ba. Dan tidak bisa diidghomkan sebab berbeda
makhrojnya. Maka kemudian diganti mim karena mim makhrojnya sama
dengan ba dan menyamai ghunnah dengan nun, untuk meringankan
pembacaan (lit takhfif).23
Tabel 4. Contoh Bacaan Iqlab
Contoh Huruf

‫ت لى يك ٍم‬ ً ‫ ىًَس ٍي هع ب‬،‫ًمن بػ ٍع ًد‬


‫ يىػ ٍنبً ي‬،‫ أىلًٍي هم ًبىا ىكانػي ٍوا‬،‫ص ٍيػ هر‬ ‫ب‬
‫ى‬ ‫ٍى‬

5. ٍ ‫إً ٍخ ىف‬
Ikhfa ‫اء‬

Ikhfa secara bahasa adalah menutup dan secara istilah maka ikhfa
itu adalah ungkapan tentang pengucapan suatu huruf yang bersukun yang
kosong dari tasydid atas suatu sifat antara idhhar dan idgham serta
tetapnya adanya ghunnah pada huruf yang pertama, yaitu nun sukun dan
tanwin.24 Maksudnya ikhfa ialah bacaan antara idhhar dan idghom
dengan berdengung dan tidak ditasydidkan.25 Huruf-huruf ikhfa ada 15
yang terletak diawal-awal kalimat bait syair ini:26

‫ض ٍع ظىالً نما‬
‫ص قى ٍد ىَسىا – يد ٍـ طىيًٌبنا ًز ٍد ًف تيػ ىقى ى‬
‫اد ىش ٍخ ه‬
‫ف ذىاثىػنىا يك ٍم ىج ى‬ ً
ٍ ‫ص‬

“bersifatlah dengan sifat orang yang punya sifat pujian betapa banyak
orang sungguh dia itu mulia – senantiasa dalam kebaikan tambahlah
dalam ketaqwaan letakanlah perbuatan kedhaliman”

Bacaan ikhfa apabila ada tanwin dan nun mati bertemu dengan 15

huruf yaitu: shad (‫)ص‬, dzal (‫)ذ‬, tsa (‫)ث‬, kaf (‫)ؾ‬, jim (‫)ج‬, syin (‫)ش‬, qaf

23
Maftuh bin Basthul birri, Risalah Fathul Mannan li tashhiii qiroatil Qur’an, hlm. 102
24
Syaikh Muhammad Al-Mahmud, terj. Hasan ibn Idrus Al „Athos Pekalongan, Muraja’ah
Hidayatul Mustafid fi Ahkamit Tajwid, hlm. 12
25
Maftuh bin Basthul birri, Risalah Fathul Mannan li tashhiii qiroatil Qur’an, hlm. 102
26
Syaikh Muhammad Al-Mahmud, terj. Hasan ibn Idrus Al „Athos Pekalongan, Hidayatul
Mustafid fi Ahkamit Tajwid, hlm. 12

6
‫‪),‬ظ( ‪), dha‬ض( ‪), dhad‬ت( ‪), ta‬ؼ( ‪), fa‬ز( ‪), zain‬ط( ‪), tha‬د( ‪), dal‬س( ‪), sin‬ؽ(‬

‫‪dengan menyamarkan bacaan antara idhhar dan idghom tanpa tasydid‬‬


‫‪dengan cara berdengung.‬‬

‫‪Tabel 5. Contoh Bacaan Ikhfa27‬‬

‫‪Contoh‬‬ ‫‪Huruf‬‬

‫ص ىدقيػ ٍوا‬ ‫ص ٍرىَن‪ً ،‬ر ىج ه‬


‫اؿ ى‬ ‫اينٍ ي‬ ‫ص‬

‫ص ىو ناب ىذالً ى‬
‫ك‬ ‫ً‬
‫يم ٍنذ هر‪ ،‬ى‬ ‫ذ‬

‫ب‬ ‫ً‬ ‫ً‬


‫اب ىَثق ه‬
‫ىم ٍنػثيػ ٍونرا‪ ،‬ش ىه ه‬ ‫ث‬
‫ً‬
‫ا ٍف يك ٍنػتي ٍم‪ ،‬يم ٍش ًر هؾ ىك َّذ ه‬
‫اب‬ ‫ؾ‬

‫ي ىجا ًريىةه‬
‫اء‪ ،‬ىع ٍه‬
‫ىم ٍن ىج ى‬ ‫ج‬

‫يػيٍن ًش يئ‪ ،‬لًنىػ ٍف و‬


‫س ىش ٍيػئىا‬ ‫ش‬

‫ًم ٍن قىػ ٍب ًل‪ ،‬ىسلى هـ قىػ ٍولن‬ ‫ؽ‬

‫ًم ٍن يس يه ٍوًلىا‪ ،‬بًىقل و‬


‫ٍب ىسلً ٍي وم‬ ‫س‬

‫ادا‪ ،‬قً ٍنػ ىوا هف ىدانًيىةه‬


‫اىنٍ ىد ن‬ ‫د‬

‫اًنٍطىلً يق ٍوا‪ ،‬بىػ ٍل ىدةه طىيًٌبىةه‬ ‫ط‬

‫سا ىزكًيًّا‬
‫اىنٍػ ىزلٍنىا‪ ،‬نىػ ٍف ن‬ ‫ز‬

‫لًييػ ٍن ًف يق ٍوا‪ ،‬ىخالً ندا فً ٍيػ ىها‬ ‫ؼ‬

‫‪27‬‬
‫‪Said bin Said bin Nabhan al- Hadhrami, terj. Ahmad Muthohhar ibn Abdurrahman al- Maraqi‬‬
‫‪al-Samarani, Syifaul Janan fi Tarjamati Hidayatish Shibyan, hlm. 9-10‬‬

‫‪7‬‬
‫ ىجن وَّة ىَتٍ ًر ٍم‬،‫ًم ٍن ىَتٍتً ىها‬ ‫ت‬

‫ يكلًّ ى‬،‫ض‬
‫ض ىربٍػنىا‬ ‫ض ٍو و‬
‫ىم ٍن ي‬ ‫ض‬

ً ‫ قيػرا ظى‬،‫يػ ٍنظيرك ىف‬


‫اه ىرنة‬ ‫ظ‬
‫ى يٍ ن‬

Ada tiga tingkatan ikhfa, diantaranya:28

a. Ikhfa ‫ أى ٍعلىى‬atau ‫ٍرب‬


‫ أىقػ ى‬yaitu nun mati dan tanwin jika bertemu dengan
‫ت د ط‬.Cara pengucapannya ketika menyuarakan nun mati, ujung

lidah hampir menyentuh pangkal dua gigi atas sesuai posisi makhraj

‫ت د ط‬.

b. Ikhfa ‫أ ٍىك ىسط‬ yaitu nun mati dan tanwin jika bertemu dengan salah

satu dari 10 huruf ikhfa‟ (‫ث‬ ‫)ؼ ظ ض ص ش س ز ذ ج‬, pada waktu


mengucapannya nun sukun, sikap lidah/bibir dipersiapkan
menempati makhraj huruf yang dihadapi.

c. Ikhfa ‫أى ٍد ٰن‬ atau ‫أبٍػ ىعد‬ yaitu nun mati dan tanwin bila bertemu dengan

‫ؽ ؾ‬, cara pengucapannya menjadi seperti “ng”.

Alasan wajib dibaca ikhfa karena huruf-huruf tersebut tersebut itu


teradap nun mati atau tanwin tidak jauh hukumnya dengan ketika
bertemu huruf halaq, maka kemudian diberi hukum idhhar. Dan huruf-
huruf tersebut tehadap nun mati atau tanwin juga dekat makhrojnya, akan
tetapi tidak terlalu dekat yang sehingga dapat dibaca idghom, maka

28
As‟ad Humam, Cara Cepat Belajar Tajwid Praktis, hlm. 11-13

8
kemudian juga diberi hukum idghom. Diberi hukum kedua-duanya ini
yang namanya bacaan ikhfa (bacaan antara idhhar dan idghom, tidak
idhhar dan tidak idghom bahkan tengah-tengahnya). Sedang bedanya
ikhfa dan idghom, kalau ikhfa tidak dengan tasydid, idghom huruf yang
awal masuk menjadi huruf kedua atau bertasydid.29

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan menerapkan


hukum bacaan nun mati adalah kemampuan melafalkan hukum-hukum
bacaan nun mati sesuai tajwid yang telah ditetapkan dengan baik dan benar
sehingga tidak merubah makna yang sebenarnya.30

REFERENSI

Birri, Maftuh bin Basthul, Risalah Fathul Mannan li tashhiii qiroatil Qur’an,
Kediri: Madrasah Murottilil Qur‟an PP Lirboyo, 2000.

Hadhrami, Said bin Said bin Nabhan al, Syifaul Janan fi Tarjamati Hidayatish
Shibyan, terj. Ahmad Muthohhar ibn Abdurrahman al- Maraqi al-
Samarani, Surabaya: Almaktabatul „Ashriyyah, 1391 H.

Hasmidar, Meningkatkan Kemampuan Menerapkan Hukum Bacaan Nun


MatiMelalui Drill Siswa Kelas VII Mts Al-Muttaqin Pekanbaru (Skripsi),
Pekanbaru: UIN Sultan Syarif Kasim Riau, 2010.

Humam, As‟ad, Cara Cepat Belajar Tajwid Praktis, Yogyakarta: Team Tadarus
AMM, 2005.

Jamzury, Syekh Sulaiman bin Husain bin Muhammad Al, Terjemah Tuhfatul
Athfal, terj. Kyai Ahmad Muthohar bin Abdurrahman Al-Maraqy,
Semarang: Toha Putra, 1381 H.

Mahmud, Syaikh Muhammad Al, Hidayatul Mustafid fi Ahkamit Tajwid, terj.


Hasan ibn Idrus Al „Athos Pekalongan, Surabaya: Al-Miftah, tth.

29
Maftuh bin Basthul birri, Risalah Fathul Mannan li tashhiii qiroatil Qur’an, hlm. 103
30
Hasmidar, Meningkatkan Kemampuan Menerapkan Hukum Bacaan Nun MatiMelalui Drill
Siswa Kelas VII Mts Al-Muttaqin Pekanbaru (Skripsi), hlm. 13