Anda di halaman 1dari 19

Nama : Randiansah

Kelas : TT-5B

NIM : 1317030069

1. Jelaskan perkembangan evolusi teknologi seluler !

Jawab :

G berarti Generation dan berhubungan dengan kecepatan transmisi data

o 1G - Original analog cellular untuk suara (AMPS, NMT, TACS)


14,4Kbps
o 2G - Digital narrowband circuit data (TDMA, CDMA) 9-14,4Kbps
o 2,5G - Paket data 2G (GPRS, EDGE) 20-40Kbps
o 3G - Digital broadband packet data (CDMA, EV-DO, UMTS, EDGE)
500-700Kbps
o 3,5G - Pengganti EDGE >> HSPA 1-3Mbps dan HSDPA up to 7,2Mbps
o 4G - Digital broadband packet data untuk semua IP (Wi-Fi, WIMAX,
LTE) 3-5 Mbps
a. Teknologi 1G
Teknologi 1G merupakan generasi pertama yang mulai dikenalkan pada
tahun1970-an tetapi, baru efektif digunakan tahun 80-an. Teknologi seluler 1G ini
bekerja menggunakan transmisi sinyal analog yang hanya mampu untuk
melakukan kegiatan panggilan telepon. Teknologi 1G ini mempunyai peran yang
cukup besar untuk membantu pertumbuhan pasar ponsel ataupun sering disebut
pada saat itu telepon genggam. Yang populer pada saat itu adalah Motorola
DynaTAC.
b. Teknologi 2G
Teknologi 2G merupakan generasi kedua yang mulai dikenalkan pada
tahun 1990. Penandaan yang paling menonjol dari teknologi 2G adalah
penggunaan sinyal radio. Bila pada generasi pertama, teknologi yang digunakan
adalah teknologi sinyal analog, maka pada generasi kedua ini menggunakan sinyal
digital yang telah mendukung panggilan suara, SMS dan juga MMS. Kemudian,
teknologi 2G ini memiliki fitur CSD sehingga transfer data lebih cepat, sekitar
14,4 Kbps. Lalu, teknologi 2G dikembangkan menjadi 2,5G dan 2,75G yang
berkecepatan 50 Kbps dan dikembangkan lagi menjadi EDGE yang berkecepatan
maksimal 1Mbps.
c. Teknologi 3G
Teknologi 3G merupakan generasi ketiga yang mulai dikenalkan pada
tahun 1998. Teknologi 3G merupakan mobile broadband yang pertama. Selain
punya kemampuan yang sama seperti generasi sebelumnya, teknologi ini
mempunyai kemampuan transfer audio, grafis dan video, untuk keperluan video
streaming dan juga video call. Pada awalnya teknologi 3G ini hanya mempunyai
kecepatan hingga 2Mbps, dan kemudian dikembangkan lagi menjadi 3,5G HSPA
dengan kecepatan DL sampai 14Mbps dan kecepatan UL hingga 5,76Mbps.
Kemudian, berkembang lagi menjadi teknologi 3,75G HSPA+ dengan kecepatan
maksimal DL hingga 168Mbps dan kecepatan maksimal UL sampai 22Mbps.
d. Teknologi 4G
Teknologi 4G merupakan generasi keempat yang mulai dikenalkan pada
tahun 2009. Teknologi 4G ini disebut LTE (Long Term Evolution), yang
ditemukan oleh Khoirul Anwar asal Indonesia yang telah menetap di Jepang
selama 12 tahun dan menjadi peneliti di JAIST (Japan Advanced Institute of
Science and Technology School of Information Science). Teknologi 4G LTE ini
mempunyai kecepatan DL sampai 100Mbps dan UL sampai 50Mbps. Kecepatan
itu masih bisa menjadi jauh lebih cepat sesuai rilis kategori yang dipakai oleh
operator tersebut, kecepatan tersebut secara teori di tentukan dari LTE Cat1
hingga LTE Cat8 seperti tabel di bawah ini:

2. Gambarkan dan jelaskan detail arsitektur 4G

Jawab :

Global System for Mobile Communication (GSM) merupakan sistem


teknologi seluler yang paling banyak dipakai pada saat ini. GSM merupakan
teknologi seluler generasi ke-2 (2G). Teknologi ini mengadopsi sistem modulasi
digital, kapasitas lebih besar, kualitas suara dan sekuritas yang lebih baik jika
dibandingkan teknologi seluler generasi pertama AMPS (1G) yang masih analog.
Pada teknologi ini satu pita frekuensi tertentu displit ke dalam beberapa time slot.
Oleh karena itu, beberapa panggilan bisa berlangsung di kanal frekuensi yang
sama tetapi pada suatu time slot yang berbeda – beda. Teknologi ini beroperasi
pada frekuensi 900 MHz (GSM 900). Pengembangan teknologi GSM ini mulai
berekspansi pada frekuensi 1800 MHz yang lebih dikenal DCS 1800. GSM
mampu mentrasmisikan voice dan data, namun bit ratenya masih kecil yaitu
sekitar 9,6 kbps. Dimana dengan bit rate seperti itu hanya data-data yang
mempunyai bit rate rendah seperti SMS saja yang bisa dikirimkan. Komunikasi
pada GSM berbasiskan circuit switch, yaitu dalam satu timeslot hanya dimiliki 1
user, jadi ibarat jalan tol milik pribadi.
Arsitektur jaringan
Arsitektur Jaringan GSM terdiri dari 3 bagiaan utama :
1. Switching Subsystem (SSS) = Network Switching Subsystem (NSS)
2. Radio Subsystem (RSS) = Base Station Subsystem (BSS) & Mobile
Station (MS)
3. Operation & Maintenance System (OMS)

Radio Sub System


Radio Sub system merupakan sistem perangkat yang menghubungkan
pelanggan dengan sistem sentral. Radio Sub system terdiri dari 3 komponen:
1. Mobile Station (MS)
MS merupakan perangkat yang digunakan oleh pelanggan untuk dapat
memperoleh layanan komunikasi bergerak. Bahasa awamnya, MS adalah
Handphone yang kita pakai sekarang. MS dilengkapi dengan sebuah smart
card yang dikenal dengan SIM card ( Subscriber Identity Module ) yang berisi
nomor identitas pelanggan.
2. Base Station System (BSS)
Terdiri dari tiga bagian:
1. Base Transceiver Station (BTS)
BTS merupakan perangkat pemancar dan penerima yang memberikan sinyal
radio pada mobile station (MS). Dalam BTS terdapat kanal trafik, kanal
broadcast, kanal kontrol yang digunakan untuk komunikasi.
REPORT THIS AD
2. Base Station Controller (BSC)
BSC membawahi satu atau lebih BTS serta mengatur trafik yang datang dan
pergi dari BSC menuju MSC atau BTS. BSC mengelola sumber radio dalam
pemberian frekuensi untuk setiap BTS dan mengatur handover ketika mobile
station melewati batas antar sel.
3. Transcoding and Rate Adaption Unit (TRAU)
TRAU berfungsi untuk pengkodean pembicaraan (speech transcoding) dari
BSC ke MSC dan sebaliknya serta melakukan penyesuaian kecepatan (rate
adaption) data atau suara dari 64 Kbps yang keluar dari MSC menjadi 16 Kbps
yang menuju BSC untuk efisiensi kanal transmisi.

Switching Sub System


Switcing Sub System Merupakan gabungan perangkat-perangkat yang saling
terkait guna mendukung fungsi switching dan database pelanggan, terdiri dari
beberapa bagian yaitu :
1. Mobile Switching Center (MSC)
MSC mempunyai fungsi utama sebagai sentral penyambungan, yang juga bisa
memberikan fungsi-fungsi lain. MSC terhubung ke BSS dan jaringan luar
seperti MSC lain, PSTN, PLMN, ISDN dan lain-lain.
2. Home Location Register (HLR)
HLR merupakan database yang berisi data pelanggan yang tetap. Data tersebut
antara lain, layanan pelanggan, layanan tambahan dan informasi mengenai
lokasi pelanggan yang paling akhir ( up date ).
3. Visitor Location Register (VLR)
VLR merupakan database yang berisi informasi sementara mengenai
pelanggan yang tidak terdaftar pada suatu MSC yang memasuki area MSC
tersebut.
4. Authentication Center (AuC)
AuC berisi database yang menyimpan informasi rahasia yang disimpan dalam
bentuk format kode. AuC digunakan untuk mengontrol penggunaan jaringan
yang sah dan mencegah semua pelanggan yang melakukan kecurangan.

5. Equipment Identity Register (EIR)


EIR berisi database terpusat yang berguna untuk validasi International Mobile
Equipment Identity(IMEI).

3. Gambarkan dan jelaskan dengan detail arsitektur 3G !

Jawab :

Gambar 3. Diagram blok arsitektur 3G

1. UE (User Equipment)
User Equipment merupakan perangkat yang digunakan oleh pelanggan
untuk dapat memperoleh layanan komunikasi bergerak. UE dilengkapi
dengan smart card yang dikenal dengan nama USIM (UMTS Subscriber Identity
Module) yang berisi nomor identitas pelanggan dan juga algoritma security untuk
keamanan seperti authentication algorithm dan algoritma enkripsi. Selain
terdapat USIM, UE juga dilengkapi dengan ME (Mobile Equipment) yang
berfungsi sebagai terminal radio yang digunakan untuk komunikasi lewat radio.

2. UTRAN (UMTS Terresterial Radio Access Network)

Gambar 4. Diagram UTRAN

Di dalam UTRAN terdapat beberapa elemen jaringan yang baru dibandingkan dengan
teknologi 2G yang ada saat ini, di antaranya adalah node B dan RNC (Radio Network
Controller).

a. RNC (Radio Network Controller)

RNC bertanggung jawab mengontrol radio resources pada UTRAN yang


membawahi beberapa Node B, menghubungkan CN (Core Network) dengan user,
dan merupakan tempat berakhirnya protokol RRC (Radio Resource Control) yang
mendefinisikan pesan dan prosedur antara mobile user dengan UTRAN.

b. Node B

Node B sama dengan Base Station di dalam jaringan GSM. Node B


merupakan perangkat pemancar dan penerima yang memberikan pelayanan radio
kepada UE. Fungsi utama node B adalah melakukan proses pada layer 1 antara
lain : channel coding, interleaving, spreading, de-spreading, modulasi,
demodulasi dan lain-lain. Node B juga melakukan beberapa operasi RRM (Radio
Resouce Management), seperti handover dan power control

3. CN (Core Network)

Gambar 5. Diagram Core Network

Core Network berfungsi sebagai switching pada jaringan UMTS, memanajeman jaringan
serta sebagai interface antara jaringan UMTS dengan jaringan yang lainnya.
Komponen Core Network UMTS terdiri dari :

a. MSC (Mobile Switching Center)

MSC didesain sebagai switching untuk layanan berbasis circuit switch seperti video,
video call.
b. VLR (Visitor Location Register)
VLR merupakan database yang berisi informasi sementara mengenai pelanggan terutama
mengenai lokasi dari pelanggan pada cakupan area jaringan.

c. HLR (Home Location Register)


HLR merupakan database yang berisi data-data pelanggan yang tetap. Data-data tersebut
antara lain berisi layanan pelanggan, service tambahan serta informasi mengenai lokasi
pelanggan yang paling akhir (Update Location)

d. SGSN ( Serving GPRS Support Node)

SGSN merupakan gerbang penghubung jaringan BSS/BTS ke jaringan GPRS. Fungsi


SGSN adalah sebagai berikut :
- Mengantarkan packet data ke MS
- Update pelanggan ke HLR
- Registrasi pelanggan baru
e. GGSN ( Gateway GPRS Support Node )

GGSN berfungsi sebagai gerbang penghubung dari jaringan GPRS ke jaringan paket data
standard (PDN). GGSN berfungsi dalam menyediakan fasilitas internetworking dengan
eksternal packet-switch network dan dihubungkan dengan SGSN via Internet
Protokol (IP). GGSN akan berperan antarmuka logik bagi PDN, dimana GGSN akan
memancarkan dan menerima paket data dari SGSN atau PDN.

Selain itu juga terdapat beberapa interface baru, seperti : Uu, Iu, Iub, Iur. Antara UE dan
UTRAN terdapat interface Uu. Di dalam UTRAN terdapat interface Iub yang
menghubungkan Node B dan RNC, Interface Iur yang menghubungkan antar RNC,
sedangkan UTRAN dan CN dihubungkan oleh interface Iu. Protokol pada interface Uu
dan Iu dibagi menjadi dua sesuai fungsinya, yaitu bagian control plane dan user plane.
Bagian user plane merupakan protocol yang mengimplementasikan layanan Radio
Access Bearer (RAB), misalnya membawa ata user melalui Access Stratum (AS).
Sedangkan control plane berfungsi mengontrol RAB dan koneksi antara mobile
user dengan jaringan dari aspek : jenis layanan yang diminta, pengontrolan sumber daya
transmisi , handover , mekanisme transfer Non Access Stratum (NAS) seperti Mobility
Management (MM), Connection Management (CM), Session Management (SM), dan
lain-lain.

4. Gambarkan & jelaskan dengan detail arsitektur 4G!


Jawab :
Arsitektur LTE dikenal dengan suatu istilah SAE (System Architecture Evolution)
yang menggambarkan suatu evolusi arsitektur dibandingkan dengan teknologi
sebelumnya. Secara keseluruhan LTE mengadopsi teknologi EPS (Evolved Packet
System). Didalamnya terdapat tiga komponen penting yaitu UE (User Equipment), E-
UTRAN (Evolved UMTS Terrestial Radio Access Network), dan EPC (Evolved Packet
Core).

Gambar 6. Arsitektur LTE

User Equipment (UE)

User equipment adalah perangkat dalam LTE yang terletak paling ujung dan
berdekatan dengan user. Peruntukan UE pada LTE tidak berbeda dengan UE pada UMTS
atau teknologi sebelumnya.

E-UTRAN

Evolved UMTS Terresterial Radio Access Network atau E-UTRAN adalah sistem
arsitektur LTE yang memiliki fungsi menangani sisi radio akses dari UE ke jaringan core.
Berbeda dari teknologi sebelumnya yang memisahkan Node B dan RNC menjadi elemen
tersendiri, pada sistem LTE E-UTRAN hanya terdapat satu komponen yakni Evolved
Node B (eNode B) yang telah emnggabungkan fungsi keduanya. eNode B secara fisik
adalah suatu base station yang terletak dipermukaan bumi (BTS Greenfield) atau
ditempatkan diatas gedung-gedung (BTS roof top).
Evolved Packet Core (EPC)

EPC adalah sebuah system yang baru dalam evolusi arsitektur komunikasi seluler,
sebuah system dimana pada bagian core network menggunakan all-IP. EPC menyediakan
fungsionalitas core mobile yang pada generasi sebelumnya (2G, 3G) memliki dua bagian
yang terpisah yaitu Circuit switch (CS) untuk voice dan Packet Switch (PS) untuk data.
EPC sangat penting untuk layanan pengiriman IP secara end to end pada LTE. Selain itu,
berperan dalam memungkinkan pengenalan model bisnis baru, seperti konten dan
penyedia aplikasi. EPC terdiri dari MME (Mobility Management Entity), SGW (Serving
Gateway), HSS (Home Subscription Service), PCRF (Policy and Charging Rules
Function), dan PDN-GW (Packet Data Network Gateway). Berikut penjelasan
singkatnya:

a. Mobility Management Entity (MME)

MME merupakan elemen control utama yang terdapat pada EPC. Biasanya pelayanan
MME pada lokasi keamanan operator. Pengoperasiannya hanya pada control plane dan
tidak meliputi data user plane. Fungsi utama MME pada arsitektur jaringan LTE adalah
sebagai authentication dan security, mobility management, managing subscription profile
dan service connectivity.

b. Home Subscription Service (HSS)

HSS merupakan tempat penyimpanan data pelanggan untuk semua data permanen
user. HSS juga menyimpan lokasi user pada level yang dikunjungi node pengontrol
jaringan. Seperti MME, HSS adalah server database yang dipelihara secara terpusat
pada premises home operator.

c. Serving Gateway (S-GW)

Pada arsitektur jaringan LTE, level fungsi tertinggi S-GW adalah jembatan antara
manajemen dan switching user plane. S-GW merupakan bagian dari infrastruktur jaringan
sebagai pusat operasioanal dan maintenance. Peranan S-GW sangat sedikit pada fungsi
pengontrolan. Hanya bertanggungjawab pada sumbernya sendiri dan mengalokasikannya
berdasarkan permintaan MME, P-GW, atau PCRF, yang memerlukan set-up, modifikasi
atau penjelasan pada UE.
d. Packet Data Network Gateway (PDN-GW)

Sama halnya dengan SGW, PDN-GW adalah komponen penting pada LTE untuk
melakukan terminasi dengan Packet Data Network (PDN). Adapun PDN GW
mendukung policy enforcement feature, packet filtering, charging support pada LTE,
trafik data dibawa oleh koneksi virtual yang disebut dengan service data flows (SDFs).

e. Policy and Charging Rules Function (PCRF)

PCRF merupakan bagian dari arsitektur jaringan yang mengumpulkan informasi dari
dan ke jaringan, sistem pendukung operasional, dan sumber lainnya seperti portal
secara real time, yang mendukung pembentukan aturan dan kemudian secara otomatis
membuat keputusan kebijakan untuk setiap pelanggan aktif di jaringan. Jaringan seperti
ini mungkin menawarkan beberapa layanan, kualitas layanan (Quality of services), dan
aturan pengisian. PCRF dapat menyediakan jaringan solusi wireline dan wireless dan
juga dapat mngaktifkan pendekatan multidimensi yang membantu dalam menciptakan hal
yang menguntungkan dan platform inovatif untuk operator. PCRF juga dapat
diintegrasikan dengan platform yang berbeda seperti penagihan, rating, pengisian, dan
basis pelanggan atau juga dapat digunakan sebagai entitas mandiri.

5. Sebutkan dan jelaskan tipe-tipe handover pada komunikasi seluler !

Jawab :

Secara umum mekanisme handover dibagi menjadi dua macam yaitu:

1. Make Before Break, pada mekanisme ini, sebelum MS terhubung dan dilayani oleh
cell yang baru, maka hubungan dengan cell lama tidak akan diputus. Hubungan dengan
cell lama hanya akan diputus bila kekuatan sinyal dari cell lama semakin melemah
sehingga akhirnya MS tidak mendapat sinyal dari cell lama.

2. Break Before Make, pada mekanisme ini, MS akan memutuskan hubungan dengan
cell lama walupun hubungan dengan cell baru belum tercapai. Akibatnya akan ada
suatu periode waktu yang singkat dimana MS tidak dilayani oleh cell manapun. User
akan merasakan akibat dari hal ini dalam bentuk terputusnya pembicaraanya sesaat.

a) Hard Handoff
Tipe ini menggunakan metode breakbefore-make yang berarti harus terjadi
pemutusan hubungan dengan kanal trafik lama sebelum terjadi hubungan dengan
kanal trafik yang baru. Hard handoff dimaksudkan untuk meminimalkan
gangguan panggilan dan dilakukan oleh jaringan selama panggilan berlangsung.
Hard handoff terjadi antara sektor atau sel dengan frekuensi pembawa yang
berbeda. Hard handoff terjadi pada saat frekuensi kanal CDMA yang berbeda atau
antara MSC yang berbeda.

Gambar 7. Hard Handoff


b) Soft Handoff
Soft handoff/intercell merupakan handoff yang terjadi antar sel dengan frekuensi
pembawa yang sama, dimana MS memulai komunikasi dan membentuk hubungan
dengan BTS yang baru terlebih dahulu sebelum memutuskan hubungan dengan
BTS asal. Hubungan akan diputuskan jika proses penyambungan dengan BTS
yang baru telah mantap untuk menghindari drop call. Metode ini termasuk jenis
make-before-break.

Gambar 8. Soft Handoff

c) Softer Handoff
Softer handoff/intersector yaitu handoff yang terjadi antar sektor dalam satu sel
dengan frekuensi kanal CDMA dan BTS yang sama. Ini berarti bahwa user
berpindah dari satu sektor ke sektor lain pada sel yang sama. Rake receiver pada
BTS mengkombinasikan versi frame suara yang terbaik dari antena yang berbeda-
beda pada dua sector tersebut dan menjadikan frame trafik tunggal. Handoff ini
juga berbasis pada metode make before break.

Gambar 9. Softer Handoff

d) Soft-Softer Handoff
Soft-softer handoff yaitu tipe handoff saat MS berkomunikasi dengan dua sektor
dalam satu sel dan satu sektor dari sel lain. Sumber jaringan yang dibutuhkan
untuk tipe handoff ini yaitu sumber untuk two-way soft handoff antara sel a dan b
dan juga sumber untuk softer handoff pada sel b. Pada keadaan ini akan terjadi
soft handoff antar sel dan softer handoff dalam satu sel dalam waktu bersamaan.

Gambar 10. Soft-Softer Handoff

6. Apa faktor-faktor penyebab gagal terjadinya handover?

Jawab :
Pada saat handover terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan
terjadinya kegagalan. Faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan handover
antara lain:

 Peningkatan jumlah panggilan (call_attemp)Jumlah panggilan (call_attemp)


yang berlangsung dalam sistem komunikasi selular dapat mempengaruhi
tingkat kegagalanyang terjadi pada handover.
 Interferensi. Gangguan yang disebabkan karena adanya sinyal lain yang tidak
dikehendaki yang frekuensinya sama atau hampir sama dan dayanya cukup
besar yang masuk bersama dengan sinyal yang seharusnya diterima. Dalam
sistem komunikasi selular dapat dimungkinkan terjadi penggunaan frekuensi
yang sama pada dua atau lebih kanal. Sehingga dapat mempengaruhi
proses handover yang berlangsung.
 Propagasi. Propagasi adalah pelemahan yang diperkirakan akan
dialami sinyal dari Base Station (BS) ke mobile station (MS). Hal ini disebabkan
adanya pergerakan dari MS yang menyebabkan kuat sinyal yang
diterima MS bervariasi.
 Fading. Perubahan kuat sinyal yang terjadi akibat gangguan propagasi,
seperti adanya pemantulan yang disebabkan oleh kontur alam, gedung, rumah
dan lain-lain

7. Jelaskan secara singkat tentang kanal fisik dan kanal logik pada sistem GSM!

Jawab :

Pada jaringan GSM terdapat hirarki TDMA yang terdiri dari dua jenis
kanal yaitu kanal fisik dan kanal logika seperti pada gambar di bawah ini.
Gambar 11. Hirarki TDMA

Kanal Fisik (Physical Channel )

Kanal fisik pada didefinisikan sebagai suatu timeslot. Frame TDMA ini membawa
satu frekuensi pembawa (frequency carrier) yang berisi 8 timeslot dengan bandwidth
200 kHz dan disebut Kanal Frekuensi Radio (Radio Frequency Channel). Frame
TDMA ini terdiri dari 8 timeslot. Timeslot ini yang digunakan untuk membawa data
dan suara, setiap timeslot mempunyai kecepatan 0,577 ms, jadi satu frame
mempunyai kecepatan 8 x 0,577 ms = 4,615 ms

Kanal Logika

Kanal logika digunakan sebagai informasi (suara, signaling dan data). Kanal logika
terbagi menjadi dua yaitu kanal bersama (common channel CCH) dank anal control
yang ditentukan (Dedicated Channel DCH). Kanal-kanal tersebut mempunyai fungsi
yang berbeda-beda.

8. Sebutkan 5 kanal logik pada sistem GSM dan fungsinya masing-masing!

Jawab :

Kanal Logic
- Kanal logik ditumpangkan pada kanal fisik.
- Keluarga kanal logic pada GSM adalah sebagai berikut :
Gambar 12. Kanal Logic GSM
a. Traffic Channel (TCH)
 TCH/F (Traffic Channel Full Rate)
 Suara : 13 kbps (gross rate = 22,8 kbps)
 Data : 9,6 kbps; 4,8 kbps; 2,4 kbps
 TCH/H (Traffic Channel Half Rate)
 Suara : gross rate = 11,4 kbps
 Data : 4,8 kbps; 2,4 kbps
b. Control Channel (CCH)
 Broadcast Channel (BCH)
 Frequency Correction Channel (FCCH)
Arah downlink, point to multipoint, sinkronisasi frekuensi MS,
gelombang sinus.
 Syncronization Channel (SCH)
Arah downlink, point to multipoint, TDMA frame structure
(sinkronisasi frame), info Base Station Identity Code (BSIC)
 Broadcast Control Channel (BCCH)
Arah downlink, point to multipoint, informasi LAI, informasi power
output maksimum MS, informasi BCCH carrier sel yang berdekatan.
 Common Control Channel (CCCH)
 Paging Channel (PCH)
Arah downlink, point to multipoint, paging message (IMSI/TMSI)
 Access Grant Channel (AGCH)
Downlink, point to point, menyediakan kanal signaling (SDCCH)
 Random Access Channel (RACH)
Uplink, point to point, MS call setup
 Dedicated Control Channel (DCCH)
 Associated Control Channel (ACCH)
- SACCH : downlink (MS power output, timing advanced), uplink
(MS measurement data); point to point.
- FACCH : downlink, uplink; point to point; handover; stealing mode
(pengganti sementara TCH)
 Stand Alone Dedicated Control Channel (SDCCH)
Downlink, uplink; point to point; call setup; authentification; location
update; short message, cell broadcast; menyediakan TCH
c. Cell Broadcast Channel (CBCH) untuk cell broadcast
DAFTAR PUSTAKA

Siska. 2015. Perkembangan Teknologi Seluler 1G Sampai 4G LTE.


http://www.berbagiteknologi.com/1043/perkembangan-teknologi-seluler-1g-sampai-4g-
lte/. Diakses pada 26 Oktober 2019

Telecompreneur. 2014. Mengenal Arsitektur Jaringan GSM.


https://telecompreneur.wordpress.com/2014/03/27/mengenal-arsitektur-
jaringan-gsm/. Diakses pada 26 Oktober 2019

Anonym. 2016. Arsitektur Jaringan 3G. www.tersimpel.blogspot.com. Diakses pada


26 Oktober 2019

Anonym. 2015. Arsitektur LTE. www.teknologi-4g-lte.blogspot.com. Diakses pada


26 Oktober 2019

Prihatmoko, Galuh. 2009. Handover dan Macamnya.


http://fosilonblog.blogspot.com/2009/05/handover-dan-macam2nya-handover-
adalah.html. Diakses pada 26 Oktober 2019

Pratista, Hayu. Mekanisme Handover pada system telekomunikasi CDMA.


https://docplayer.info/48700451-Mekanisme-handover-pada-sistem-telekomunikasi-
cdma.html. Diakses pada 26 Oktober 2019.

Wijaya, Anwar. Jaringan GSM.


https://www.academia.edu/12479783/makalah_jaringan_GSM. Diakses pada 26
Oktober 2019.

Telkom, Institut Bandung. 2012. Modul 10. Konsep Kanal Fisik dan
Logik pada Sistem Selluler. https://docplayer.info/215311-Modul-10-konsep-kanal-
fisik-dan-logik-pada-sistem-selluler.html . Diakses pada 26 Oktober 2019.