Anda di halaman 1dari 4

KERANGKA ACUAN KERJA (TERM OF REFERENCE)

DAK NON FISIK ( BOK PUSKESMAS TEGALSIWALAN)


TAHUN ANGGARAN 2020

Urusan Pemerintahan : (1) Urusan Wajib Pelayanan Dasar


Unit Organisasi : (1.02.1.02.01.01) Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo
Program : (1.02.1.02.01.01.19 ) Program Promosi Kesehatan dan
Pemberdayaan Masyarakat.
Hasil ( Outcome) : 1. Penurunan AKI /AKN, Penurunan Stunting, Cakupan
Imunisasi, Penanganan Kasus TB, Penanganan PTM
2. Presentase Cakupan SPM Bidang Kesehatan
Kegiatan : Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Puskesmas
Indikator Kinerja Kegiatan : Jumlah Jaringan dan UKBM di wilayah kerja Puskesmas yang
mendapatkan Bantuan Operasional Kesehatan dan
menyelenggarakan lokakarya mini untuk menunjang pencapaian
standart pelayanan minimal
Jenis Keluaran (Output ) : Bantuan Operasional Kesehatan Puskesmas
Volume Keluaran (Output) : 1
Satuan Ukur Keluaran(Output) : Laporan

A. LATAR BELAKANG
1. Dasar Hukum
 Undang-undang nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara
Pemerintahan Pusat dan Pemerintahan Daerah;
 Undang-Undang Nomor: 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;
 Undang-undang nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah;
 Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan
Antara Pemerintahan, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah
Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737)
 Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 3 Tahun 2019, tentang
Petunjuk Tehnis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Non Fisik Bidang Kesehatan.

2. Gambaran Umum Singkat


Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional
dalam rangka mewujudkan visi misi Presiden dan implementasi Nawa Cita yang ke lima
yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Untuk mewujudkan derajat
kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, diselenggarakan upaya kesehatan
perorangan dan upaya kesehatan masyarakat, dengan pendekatan promotif, preventif,
tanpa meninggalkan kuratif dan rehabilitative secara terpadu, menyeluruh dan
berkesinambungan. Dalam konsep pembangunan nasional, Program Indonesia Sehat
bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kemauan dan kemanpuan hidup sehat bagi
setiap orang dalam lingkungan yang sehat agar terwujud derajat kesehatan masyarakat
yang optimal melalui terciptanya perilaku hidup sehat.
Menurut undang-undang nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan daerah,
dalam pasal 298 ayat (7) menyebutkan belanja DAK diprioritaskan untuk mendanai
kegiatan fisik dan dapat digunakan untuk kegiatan non fisik. Dana Alokasi Khusus Non
Fisik Bidang Kesehatan adalah dana yang bersumberdana dari APBN yang dialokasikan
untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan yang difokuskan pada
penurunan angka kematian ibu, bayi dan anak, penanggulangan masalah gizi, serta
pencegahan penyakit dan penyehatan lingkungan.
Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Adalah salah satu bantuan dana dari
pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dalam membantu pemerintahan kabupaten
dan pemerintahan kota melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai Standar Pelayanan
Minimal (SPM) Kesehatan dengan meningkatkan kinerja Puskesmas dan jaringannya serta
Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) dalam menyelenggarakan
pelayanan kesehatan promotif dan preventif.
Saat ini juga masih ditemukan berbagai masalah yang dihadapi oleh Puskesmas
dan jaringannya dalam upayameningkatkan status kesehatan masyarakat. Beberapa
masalah tersebut antara lain ketersediaan dan distribusi tenaga kesehatan yang belum
merata, ketersediaan peralatan kesehatan yang masih perlu ditingkatkan, keterbatasan
obatobatan dan logistik lainnya, keterbatasan biaya operasional untuk pelayanan
kesehatan, manajemen Puskesmas yang masih perlu dibenahi, serta kemampuan dan
keterampilan tenaga kesehatan yang masih perlu ditingkatkan.
Masalah lain yang muncul adalah masih terjadinya disparitas antar berbagai
determinan sosial di masyarakat yang meliputi perbedaan antar wilayah, antar
pendidikan masyarakat, antar sosial ekonomi masyarakat, dan determinan sosial lainnya.
Adanya masalah-masalah tersebut tentu dapat berpengaruh pada hasil penyelenggaraan
upaya kesehatan yang menjadi tugas dan fungsi Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan
kesehatan primer.
Dari berbagai masalah di atas, salah satu masalah yang cukup mengemuka adalah
pembiayaan untuk pelayanan kesehatan di Puskesmas, khususnya biaya operasional
pelayanan yang disediakan oleh pemerintah daerah. Saat ini biaya operasional pelayanan
yang disediakan oleh pemerintah daerah sangat beragam. Beberapa pemerintah daerah
mampu mencukupi kebutuhan biaya operasional kesehatan Puskesmas di daerahnya. Di
saat yang sama, tidak sedikit pula pemerintah daerah yang masih sangat terbatas dalam
hal alokasi untuk biaya operasional Puskesmas di daerahnya.

3. Alasan Kegiatan Dilaksanakan


BOK sebagai dukungan pembiayaan di Puskesmas, ditujukan untuk membantu
membiayai berbagai upaya kesehatan yang bersifat promotif dan preventif, dalam upaya
meningkatkan pencapaian target yang diamanatkan dalam Standar Pelayanan Minimal
(SPM) Bidang Kesehatan, sebagai tolok ukur urusan kewenangan wajib bidang
kesehatan yang telah dilimpahkan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah daerah.
Puskesmas sebagai salah satu pelaksana pelayanan bidang kesehatan juga mengemban
amanat untuk mencapai target tersebut sehingga masyarakat akan mendapat pelayanan
kesehatan yang semakin merata, berkualitas, dan berkeadilan.

B. TUJUAN
BOK Puskesmas bertujuan :
Umum :
Meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan masyarakat utamannya promotif dan
preventif di wilayah kerja Puskesmas
Khusus :
1) Menyelenggarakan pelayanan promotif dan preventif utamannya di luar gedung
puskesmas.
2) Menyelenggarakan fungsi manajemen puskesmas, dan
3) Menyelenggarakan pemberdayaan masyarakat di wilayah kerjanya.

C. PENERIMA MANFAAT
Penerima manfaat dari Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) adalah puskesmas
dapat dukungan dana untuk melaksanakan upaya kesehatan yang bersifat promotif dan
preventif dalam upaya meningkatkan pencapaian target SPM dan kinerja puskesmas.

D. MENU DAN RINCIAN KEGIATAN


Menu dan rincian kegiatan BOK di Puskesmas di Rencana Anggaran Belanja (RAB) dalam
bentuk 1 paket.

E. STRATEGI PENCAPAIAN OUTPUT


1. Metode Pelaksanaan
BOK untuk Puskesmas tahun 2020 dilaksanakan oleh Puskesmas , Jaringannya dan
UKBM.
2. Tahapan Pelaksanaan
Tahapan Pelaksanaan BOK tahun 2020 adalah sebagai berikut:
a. Persiapan : Pengajuan untuk Pengelola BOK Puskesmas untuk mendapat SK dari
Dinkes
b. Pelaksanaan kegiatan BOK Puskesmas tahun 2020.
c. Pelaporan setelah kegiatan dilaksanakan secara berkala

3. Kelembagaan Pelaksanaan DAK di Daerah


Pelaksanaan kegiatan DAK Non Fisik BOK Puskesmas adalah Puskesmas

F. INDIKASI KEBUTUHAN DANA


Biaya pelaksanaan kegiatan ini dibebankan pada DIPA Puskesmas Tegalsiwalan Tahun 2020
sebesar Rp. 800.164.000,- (Delapan ratus Juta seratus Enam Puluh Empat Ribu Rupiah),
dengan rincian sebagai berikut :
NO URAIAN Jumlah Dana ( Rp.)
1. UKM Primer (PIS-PK,UKM Essensial, Pengembangan,
Fungsi Manajemen Puskesmas 636.109.100
2. Pemicuan STBM Desa Lokus 22.254.900
3. Dukungan Operasional UKM Tim Nusantara Sehat 0
4. Penyediaan Tenaga dengan Perjanjian Kinerja 22.200.000
JUMLAH 680.564.000

Dengan RAB Terlampir.

Probolinggo, 06 Agustus 2019


KEPALA PUSKESMAS TEGALSIWALAN.
KABUPATEN PROBOLINGGO

_ARIF EKO TRILIANTO, SKM_


NIP.19831003 201001 1 009