Anda di halaman 1dari 2

SUPPORI®

SUPPOSITORIA IBUPROFEN
Komposisi :
Tiap Suppositoria mengandung Ibuprofen 400 mg

Farmakologi :
Ibuprofen memiliki aksi farmakologi yang sama seperti NSAIAS,sebagai anti inflamatory, antipiretik dan
aktivitas analgesik.

Farmakokinetik :
- Ibuprofen cepat diabsorpsi setelah konsumsi per oral. Bioavailabilitas obatnya adalah 80%.
- Ibuprofen secara cepat dimetabolisme didalam hati.
- Ibuprofen didistribusikan ke seluruh jaringan tubuh,terutama terkonsentrasi dalam cairan sinovial.

Farmakodinamik
Secara umum kerja ibuprofen sebagai antiinflamasi, analgesic dan antipiretik adalah dengan cara inhibisi
pada jalur produksi prostanoids, seperti prostaglandin E2 (PGE2) dan prostaglandin I2 (PGI2), yang
bertanggung jawab dalam mencetuskan rasa nyeri, inflamasi dan demam.

Indikasi :
Meringankan nyeri ringan sampai sedang.

Kontraindikasi :
Penderita ulkus peptikum, riwayat hipersensitivitas terhadap ibuprofen.

Mekanisme Kerja:
Ibuprofen bekerja dengan cara menghambar enzim siklooksigenase sehingga konversi asam arakhidonat
menjadi terganggu.

Interaksi Obat :
Dengan antikoagulan dan trombolytic agents.

Efek Samping :
Sakit dan nyeri pada bagian perut dan adanya gangguan pada bagian pencernaan.

Perhatiandanperingatan:
Hati-hati penggunaan pada penderita lupus eritemanosus sistemik.

Cara Pemakaian :
1. Cucilah tangan anda dengan sabun. Jika suppositoria melunak, taruhlah di dalam air
dingin atau masukan kedalam lemari pendingin selama 30 menit supaya mengeras
kembali sebelum dibuka bungkusnya. Buka bungkus suppositoria.
2. Suppositoria dikeluarkan dari kemasan dan basahi sedikit dengan air bersih.
3. Atur posisi tubuh berbaring menyamping dengan kaki bagian bawah diluruskan,
sementara kaki bagaian atas ditekuk kearah perut.
4. Angkat bagian atas dubur untuk menjangkau bagian anus.
5. Masukkan suppositoria, ditekan dan ditahan dengan jari telunjuk sampa ibetul-betul
masuk kebagian ititsfinkter rectum (sekitar 0,25 inchi-1 inchi dari lubang dubur). Jika
tidak dimasukan sampai bagian otot sfinkter, suppositoria akan terdorong keluar lagi dari
lubang dubur.
6. Tahan posisi tubuh agar tetap berbaring menyamping dengan kedua kaki menutup selama
kurang lebih 5 menit untuk menghidari suppositoria terdorong ke luar.
7. Lalu cucilah tangan anda dengan sabun untuk membersihkan obat yang mungkin
menempel.

Aturan pakai :
Dimasukan dalam kedalam dubur tiap 4-6 jam sehari satu suppositoria

Isi :
3 Suppositoria

Wadah dan Penyimpanan :


Dalam wadah tertutup rapat,simpan di dalam lemari pendingin (± 4oC)

Kemasan : Dus

No.Reg : DKL1910310253A1

Diproduksi oleh :
PT. MAJU JAYA
Jakarta-Indonesia

HARUS DENGAN RESEP DOKTER