Anda di halaman 1dari 51

BAB 4

PERMASALAHAN KESEHATAN KOMUNITAS

Lembar Kerja 2

RESUME PERMASALAHAN

Status Kesehatan

STATUS KESEHATAN

NO PERMASALAHAN KOMENTAR

1. ISPA menduduki  Psikobiologik


peringkat 1 dari 8  Daya tahan tubuh yang rendah
penyakit terbanyak  Lingkungan / Environment
 Tempattinggal terletak di wilayah perumahan
yang berada ditepi jalan raya tempat lalu lalang
kendaraan bermotor serta ventilasi rumah yang
kurang baik.
 Daya tahan tubuh penduduk kelurahan
mojoroto mudah menurun terkait dengan
perubahan cuaca yang tidak menentu periode 1
tahun ini.
 Pelayanan Kesehatan / Health services
 Kurang aktifnya tenaga kesehatan dalam
melakukan upaya penyuluhan tentang gejala
ISPA, dan informasi tentang penyakit ISPA
dan pencegahan.
 Perilaku / Life styles
 Kurangnya kesadaran penderita ISPA dalam
menggunakan pelindung diri untuk mencegah
penularan dan kurangnya kesadaran warga
untuk melaksanakan PHBS.
 Kurangnya mengonsumsi makanan bergizi
dan olahraga untuk meningkatkan imunitas.
 Kurangnya kesadaran masyarakat dalam
menggunakan masker untuk upaya
pencegahan penyakit.
Upaya Kesehatan

23
KESEHATAN IBU dan ANAK

KESEHATAN IBU

No. PERMASALAHAN KOMENTAR

1. KESEHATAN IBU 1) Psikobiologik


HAMIL K1  Rendahnya pemahaman ibu mengenai manfaat dari
(kesenjangan -10 %) kontrol kehamilan secara rutin.
2) Lingkungan/ Environment
 Kurangnya motivasi dan dukungan keluarga untuk
kontrol kehamilan
3) Pelayanan Kesehatan/ Health services
 Kurang aktifnya tenaga kesehatan dalam
melakukan upaya penyuluhan tentang kegawat
daruratan saat melahirkan.
4) Perilaku/ Life styles
 Kurangnya kesadaran ibu hamil untuk meluangkan
waktu untuk kontrol kehamilan di bidan atau
dokter.
 Kurangnya kesadaran ibu tentang pentingnya
memeriksakan kehamilan pada bidan setempat.
2. KESEHATAN IBU 1) Psikobiologik
HAMIL K4  Rendahnya pemahaman ibu mengenai manfaat dari
(kesenjanga -2,3%) kontrol kehamilan secara rutin.
2) Lingkungan / Environment
 Kurangnya motivasi dan dukungan keluarga untuk
kontrol kehamilan
3) Pelayanan Kesehatan / Health services
 Kurang aktifnya tenaga kesehatan dalam
melakukan upaya penyuluhan tentang kegawat
daruratan saat melahirkan.
4) Perilaku / Life styles
 Kurangnya kesadaran ibu hamil untuk meluangkan
waktu untuk kontrol kehamilan di bidan atau
dokter.
3. DETEKSI RESTI 1) Psikobiologik
OLEH  Pengetahuan ibu tentang kehamilan resiko tinggi
MASYARAKAT masih rendah.
(kesenjangan -18%) 2) Lingkungan / Environment
 Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai
resiko tinggi pada kehamilan, kapan dikatakan

24
resiko tinggi, apa yang harus dilakukan, kapan
harus dilaoprkan ke puskesas.
3) Pelayanan Kesehatan / Health services
 Kurang pembinaan terhadap kader untuk
mendeteksi ibu hamil, mengenai kehamilan resiko
tinggi.
4) Perilaku / Life styles
 Kurangnya kesadaran ibu hamil untuk meluangkan
waktu untuk kontrol kehamilan di bidan atau
dokter.
4. PEMBERIAN 1) Psikobiologik
TABLET FE 1  Pengetahuan ibu tentang pentingan tablet Fe
(Kesenjangan -14,6 terhadap kesehatan ibu dan janinnya.
%) 2) Lingkungan / Environment
 Kurnagnya pengetahuan orang sekitar mengenai
pentingnya pemberian tablet fe pada kehamilan,
waktu pemberiannya, dan komplikasi yang dpata
terjadi jika tablet fe tidak diberikan atau dikonsumsi
secara rutin sesuai petunjuk dokter.
3) Pelayanan Kesehatan / Health services
 Rendahnya deteksi ibu yang belum mendapatkan
tablet fe.
4) Perilaku / Life style
 Rendahnya kesedaran untuk mlakukan preventif
terhadap komplikasi yang mungkirn terjadi.
5. PEMBERIAN 1) Psikobiologik
TABLET FE 2  Pengetahuan ibu tentang pentingan tablet Fe
(Kesenjangan -17%) terhadap kesehatan ibu dan janinnya.
2) Lingkungan / Environment
 Kurnagnya pengetahuan orang sekitar mengenai
pentingnya pemberian tablet fe pada kehamilan,
waktu pemberiannya, dan komplikasi yang dpata
terjadi jika tablet fe tidak diberikan atau dikonsumsi
secara rutin sesuai petunjuk dokter.
3) Pelayanan Kesehatan / Health services
 Rendahnya deteksi ibu yang belum mendapatkan
tablet fe.
4) Perilaku / Life styles
 Rendahnya kesedaran untuk mlakukan preventif
terhadap komplikasi yang mungkirn terjadi.
6. IBU BERSALIN 1) Psikobiologik
DITOLONG

25
TENAGA  Pengetahuan ibu hamil mengenai dampak negative
KESEHATAN apabila persalinan ditolong bukan oleh tenaga
(kesenjangan -15,6%) kesehatan masih kurang, pengetahuan ibu
mengenai komplikasi yang dapat terjadi saat
persalinan juga masi rendah.
2) Lingkungan / Environment
 Kurangnya motivasi dan dukungan, serta
pengtahuankeluarga untuk melakukan perencanaan
persalinan yang dibantu oleh tenaga kesehatan.
 Masih berpatokan dengan kebudayaan
3) Pelayanan Kesehatan / Health services
 Kurang sumber daya tenaga kesehatan dalam
melakukan upaya promosi kesehatan tentang
kegawat daruratan saat melahirkan.
4) Perilaku / Life styles
 Kurangnya kesadaran ibu hamil untuk
mempersiapkan persalinan.
7. PERSALINAN 1) Psikobiologik
NAKES DI  Pengetahuan ibu hamil mengenai komplikasi yang
FASILITAS dapat terjadi saat persalinan juga masi rendah,
KESEHATAN sehingga ibu tidak merasa penting untuk
(Kesenjangan -15,6) melahirkan di fasilitas kesehatan yang ada.
2) Lingkungan / Environment
 Kurangnya motivasi dan dukungan, serta
pengtahuan keluarga untuk melakukan
perencanaan persalinan agar dilakukan difasilitas
kesehatan.
 Masih berpatokan dengan kebudayaan
3) Pelayanan Kesehatan / Health services
 Kurang informasi dari tenaga kesehatan untuk
mengajak serta menjelaskan kompikasi yang
mungkin terjadi saat persalinan sehingga perlu
untuk melakukan proses persalinan di fasilitas
kesehatan..
4) Perilaku / Life styles
 Kurangnya kesadaran ibu hamil untuk
mempersiapkan persalinan.
8. PELAYANAN 
NIFAS( kesenjangan
-14,48 %)

26
9. CAKUPAN BUFAS 1) Psikobiologik
DENGAN VIT A  Pengetahuan ibu mengenai manfaat dan dampak
( kesenjangan – 48%) mengkonsumsi vitamin A
2) Lingkungan / Environment
 Kurangnya motivasi dan dukungan, serta
pengtahuan keluarga tentang manfaat konsumsi
vitamin A.
3) Pelayanan Kesehatan / Health services
 Kurang informasi dari tenaga kesehatan dalam
memberikan penyuluhan tentang manfaat konsumsi
vitamin A.
4) Perilaku / Life styles
 Kurangnya kesadaran keluarga untuk memenuhi
kebutuhan vitamin A
KESEHATAN ANAK

1. KN 1( kesenjangan - .
0,09)
2. Asi eksklusif
(kesenjangan -75,3)
KELUARGA BERENCANA

NO. PERMASALAHAN KOMENTAR

1. CAKUPAN 1) Psikobiologik
PESERTA KB  Pengetahuan ibu mengenai manfaat, tujuan serta
BARU jenis KB masi rendah
(Kesenjangan -4,9%) 2) Lingkungan / Environment
 Kurangnya motivasi, dukungan dan pengetahuan
keluarga tentang Keluarga berencana.
 Terdapat isu-isu yang mengaitkan program
keluarga berencana tidak sejalan dengan ajaran
agama dan tradisi
3) Pelayanan Kesehatan / Health services
 Kurang aktifnya tenaga kesehatan dalam
melakukan upaya promosi kesehatan tentang
program keluarga berencana.
4) Perilaku / Life styles
 Kurangnya perencanaan jangka panjang dari suami
istri tentang perencanaan dalam membangun
keluarga.

27
IMUNISASI

NO. PERMASALAHAN KOMENTAR

1. IMUNISASI 1) Psikobiologik
CAMPAK  Pengetahuan keluarga mengenai prnyakit campak
(Kesenjangan -8,4%) serta pentingnya imunisasi sebagai preventif.
2) Lingkungan / Environment
 Kurangnya motivasi dan dukungan keluarga untuk
menjaga kesehatan anak.
3) Pelayanan Kesehatan / Health services
 Kurang aktifnya tenaga kesehatan dalam
melakukan upaya promosi kesehatan tentang
pentingnya imunisasi.
4) Perilaku / Life styles
 Kurangnya kesadaran ibu untuk meluangkan waktu
datang di posyandu atau puskesmas sesuai jadwal
anak untuk imunisasi
2. IMUNISASI 1. Psikobiologik
DPT-HB1  Pengetahuan keluarga mengenai prnyakit serta
(Kesenjangan -8%) pentingnya imunisasi sebagai preventif.
2. Lingkungan / Environment
 Kurangnya motivasi dan dukungan keluarga untuk
menjaga kesehatan anak.
3. Pelayanan Kesehatan / Health services
 Kurang aktifnya tenaga kesehatan dalam
melakukan upaya promosi kesehatan tentang
pentingnya imunisasi.
4. Perilaku / Life styles
 Kurangnya kesadaran ibu untuk meluangkan waktu
datang di posyandu atau puskesmas sesuai jadwal
anak untuk imunisasi
3. IMUNISASI 1. Psikobiologik
DPT-HB3  Pengetahuan keluarga mengenai prnyakit serta
(Kesenjangan -1,3%) pentingnya imunisasi sebagai preventif.
2. Lingkungan / Environment
 Kurangnya motivasi dan dukungan keluarga untuk
menjaga kesehatan anak.
3. Pelayanan Kesehatan / Health services
 Kurang aktifnya tenaga kesehatan dalam
melakukan upaya promosi kesehatan tentang
pentingnya imunisasi.

28
4. Perilaku / Life styles
 Kurangnya kesadaran ibu untuk meluangkan waktu
datang di posyandu atau puskesmas sesuai jadwal
anak untuk imunisasi
4. IMUNISASI 1. Psikobiologik
BCG  Pengetahuan keluarga mengenai prnyakit serta
(Kesenjangan -8,1%) pentingnya imunisasi sebagai preventif.
2. Lingkungan / Environment
 Kurangnya motivasi dan dukungan keluarga untuk
menjaga kesehatan anak.
3. Pelayanan Kesehatan / Health services
 Kurang aktifnya tenaga kesehatan dalam
melakukan upaya promosi kesehatan tentang
pentingnya imunisasi.
4. Perilaku / Life styles
 Kurangnya kesadaran ibu untuk meluangkan waktu
datang di posyandu atau puskesmas sesuai jadwal
anak untuk imunisasi
5. IMUNISASI 1. Psikobiologik
BCG  Pengetahuan keluarga mengenai prnyakit serta
(Kesenjangan -8,1%) pentingnya imunisasi sebagai preventif.
2. Lingkungan / Environment
 Kurangnya motivasi dan dukungan keluarga untuk
menjaga kesehatan anak.
3. Pelayanan Kesehatan / Health services
 Kurang aktifnya tenaga kesehatan dalam
melakukan upaya promosi kesehatan tentang
pentingnya imunisasi.
4. Perilaku / Life styles
 Kurangnya kesadaran ibu untuk meluangkan waktu
datang di posyandu atau puskesmas sesuai jadwal
anak untuk imunisasi
GIZI

1. PARTISIPASI 1) Psikobiologik
MASYARAKAT Tidak ada
(Kesenjangan -12,9 2) Lingkungan / Environment
%)  Kurangnya motivasi, dukungan dan pengetahuan
keluarga.
3) Pelayanan Kesehatan / Health services
 Untuk upaya penimbangan balita dan anak sendiri
secra rutin telah dilakukan, namun promosi tujuan

29
dilakukan penimbangan secara rutin tidak
dijelaskan,
4) Perilaku / Life styles
 Kurangnya kesadaran orang tua tentang manfaat
dan tujuan program posyandu.
STATUS LINGKUNGAN

1. TEMPAT SAMPAH 1) Psikobiologik


KUMULATIF  Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai
(kesenjangan - pentingnya rumah sehat
8,55%) 2) Lingkungan / Environment
 Kurangnya kesadaran masyarakat untuk memiliki
rumah sehat.
3) Pelayanan Kesehatan / Health services
 Kurang aktifnya tenaga kesehatan dalam
melakukan upaya promosi kesehatan tentang
manfaat rumah sehat.
4) Perilaku / Life styles
 Kurangnya perilaku masyarakat untuk
menciptakan kebersihan.
2. RUMAH DENGAN 1) Psikobiologik
SPAL ( kesenjangan  Kurangnya pengetahuan keluarga mengenai
– 11,34) pentingnya air bersih untuk kesehatan sehari-hari.
2) Lingkungan / Environment
 Kurangnya kesadaran masyarakat tentang penting
air bersih
3) Pelayanan Kesehatan / Health services
 Kurang aktifnya tenaga kesehatan dalam
melakukan upaya promosi kesehatan tentang
manfaat dan pengaruh penggunaan air bersih.
4) Perilaku / Life styles
 Kurangnya perilaku masyarakat untuk memenuhi
kebutuhan air bersih

RESUME FAKTOR PENGHAMBAT

1. Status Kesehatan

ISPA

NO. FAKTOR PENGHAMBAT KOMENTAR

1. Psikobiologi:  Psikobiologi:

30
Daya tahan tubuh yang rendah Kurangnya kesadaran masyarakat dalam
memelihara kesehatan, sehingga imunitas dari
tubuhnya menurun.

Faktor Perilaku Faktor Perilaku


Kurangnya kesdaran penderita  Kurangnya budaya memakai masker jika
ISPA dalam menggunakan sakit dan sebagai preventif
pelindung diri untuk mencegah  Kurangnya kesadaran masyarakat dalam
penularan dan kurangnya PHBS.
kesadaran warga melakukan  Kurangnya kesadaran dalam konsumsi
PHBS makanan dan olahraga
Kurang mengkonsumsi makanan
bergizi dan olahraga yang dapat
meningkatkan imunitas
Kurangnya kesadaran masyarakat
untuk menggunakan masker dalam
upaya pencegahan penyakit

Faktor Lingkungan Faktor lingkungan


Tempat tinggal saling berdekatan  Kondisi geografis dari kelurahan Mojoroto
dan letak wilayah perumahan yang yang berupa dataran rendah yang kering,
kebanyakan di tepi jalan raya sehingga polusi udara yang cukup tinggi
tempat lalu lalang kendaraan dan menyebabkan meningkatnya resiko
bermotor. Serta musim yang tak ISPA ditambah lagi adanya lalu lalang
tentu sehingga mempengaruhi sepeda motor
system imunitas msyarakat  Perubahan iklim dan cuaca yang tak
menentu menyebabkan system imunitas
juga terganggu
 Kurangnya ventilasi dan paparan sinar
matahari yang masuk kerumah sehingga
tidak terjadi pertukaran udara dan sinar
matahari yang kurang dapat meningkatkan
resiko terjadinya berbagai macam penyakit
kondisi rumah menjadi lembab dan
menjadikan mediasi kuman-kuman untuk
tumbuh.

Faktor Pelayanan kesehatan


 Faktor Pelayanan Kesehatan
- Kurang aktifnya tenaga
 Tenaga kesehatan seharusnya turut
kesehatan dalam melakukan
berpartisipasi untuk menurunkan ISPA
upaya penyuluhan tentang

31
gejala penyakit ISPA, dengan cara penyuluhan tentang gejala ISPA
penanganan serta pencegahan dan cara penularan
- Kurangnya tenaga medis di
Kelurahan Dandangan

2. Upaya Pelayanan Kesehatan

KESEHATAN IBU HAMIL K1 K4

NO. FAKTOR PENGHAMBAT KOMENTAR

1. Psikobiologi:  Psikobiologi:
Rendahnya pemahaman  ibu Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang
mengenai manfaat dari kontrol tanda- tanda saat hamil dan bahaya yang dapat
kehamilan secara rutin dialami oleh ibu dalam masa hamil.

Faktor Perilaku Faktor Perilaku


Kurangnya kesadaran ibu hamil Kurangnya kesadaran ibu tentang pentingnya
untuk meluangkan waktu untuk kontrol kehamilan untuk mencegah dan
kontrol kehamilan di bidan atau mengurangi reiko tidak diinginkan.
dokter
Kurangnya kesadaran ibu tentang
pentingnya memeriksakan
kehamilan pada bidan setempat

Faktor Lingkungan Faktor lingkungan


Kurangnya motivasi dan dukungan Keluarga seharusnya memberikan dukungan
keluarga untuk kontrol kehamilan dan motivasi terhadap ibu yang sedang hamil
untuk kontrol kehamilan.
Faktor Pelayanan kesehatan
Faktor Pelayanan Kesehatan
Kurang aktifnya tenaga kesehatan
dalam melakukan upaya Tenaga kesehatan seharusnya turut
penyuluhan tentang kehamilan berpartisipasi untuk meningkatkan kesadaran
serta kegawatdaruratan saat ibu hamil dengan cara penyuluhan tentang
kehamilan kehamilan dan kegawat daruratan kehamilan
serta pencegahannya.

32
DETEKSI RESTI OLEH MASYARAKAT

NO. FAKTOR PENGHAMBAT KOMENTAR

1. Fakor Psikobiologik  Fesktor Psikobiologi:


Pengetahuan ibu 
tentang Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang
kehamilan resiko tinggi masih tanda- tanda saat hamil dan bahaya yang akan
rendah dialami oleh ibu saat hamil sehingga tidak
dapat mengenali gejala kehamilan resiko
tinggi
. 
Faktor Perilaku Faktor Perilaku
Kurangnya kesadaran ibu hamil Kurangnya kesadaran ibu tentang pentingnya
untuk meluangkan waktu untuk kontrol kehamilan untuk mencegah dan
kontrol kehamilan di bidan atau mengurangi resiko tidak diinginkan.
dokter.

Faktor Lingkungan Faktor lingkungan


Kurangnya pengetahuan Peran aktif keluarga serta orang sekitar sangat
masyarakat mengenai resiko tinggi berpengaruh terhadap kesehatan ibu dan anak
pada kehamilan, kapan dikatakan
resiko tinggi, apa yang harus
dilakukan, kapan harus dilaoprkan
ke puskesas.

Faktor Pelayanan Kesehatan Faktor Pelayanan Kesehatan


Kurang pembinaan terhadap kader Tenaga kesehatan seharusnya turut
untuk mendeteksi ibu hamil, berpartisipasi untuk meningkatkan
mengenai kehamilan resiko tinggi pengetahuan kader dan ibu hamil dengan
dan memberikan pengarahan cara penyuluhan tentang kehamilan dan
mengenai kehamilan resiko tinggi kegawat daruratan kehamilan serta
pencegahannya.

TABLET Fe 1 dan Fe 3

33
NO. FAKTOR PENGHAMBAT KOMENTAR

1. Psikobiologi:  Psikobiologi:
Pengetahuan ibu tentang pentingan  Banyaknya ibu yang tidak mengetahui
tablet Fe terhadap kesehatan ibu pentingnya tablet fe dalam kehamilan yang
dan janinnya. dapat mencegah terjadinya anemia.
 Kesadaran akan pengetahuan tentang
gejala penyakit anemia pada kehamilan
yang kurang akibat tingkat pendidikan
yang rendah menyebabkan masyarakat
tidak waspada akan pentingnya melakukan
pencegahan penyakit tersebut.

Faktor Perilaku Faktor Perilaku


Rendahnya kesedaran untuk Kurangnya pengetahuan orang sekitar
mlakukan preventif terhadap mengenai pentingnya pemberian tablet fe pada
komplikasi yang mungkirn terjadi. kehamilan, waktu pemberiannya, dan
komplikasi yang dpata terjadi jika tablet fe
tidak diberikan.

Faktor lingkungan
Faktor Lingkungan
Banyaknya keluarga dari ibu-ibu hamil yang
 Kurangnya pengetahuan orang kurang melakukan dukungan penuh untuk
sekitar mengenai pentingnya mendukung pentingnya mengkonsumsi tablet
pemberian tablet fe pada fe selama kehamilan berlangsung sehingga
kehamilan, waktu pemberiannya, terdapat kesenjangan dalam penggunaan tablet
dan komplikasi yang dpata terjadi fe.
jika tablet fe tidak diberikan atau
dikonsumsi secara rutin sesuai
petunjuk dokter.

Faktor Pelayanan kesehatan Faktor Pelayanan Kesehatan


Tenaga kesehatan seharusnya turut
Rendahnya deteksi ibu yang belum berpartisipasi untuk meningkatkan kesadaran
mendapatkan tablet fe. ibu hamil yang akan melakukan persalinan
dengan cara mengadakan penyuluhan terhadap
ibu- ibu hamil.

34
KESEHATAN IBU BERSALIN YANG DITOLONG TENAGA KESEHATAN DAN
PERSALINAN DI FASILITAS KESEHATAN
NO. FAKTOR PENGHAMBAT KOMENTAR

1. Psikobiologi:  Psikobiologi:

Pengetahuan ibu hamil mengenai Kurangnya pengetahuan ibu tentang bahaya
dampak negative apabila yang akan dialami oleh ibu saat persalinan
persalinan ditolong bukan oleh sehingga tidak memilih tenaga kesehatan
tenaga kesehatan masih kurang untuk membantu persalinannya
serta pengetahuan ibu mengenai
komplikasi yang dapat terjadi saat
persalinan juga masih rendah

Faktor Perilaku Faktor Perilaku


Kurangnya kesadaran ibu hamil Ibu hamil yang akan melahirkan seharusnya
untuk mempersiapkan persalinan. mempersiapkan secara tepat dan matang dalam
persalinannya agar resiko yang dapat terjadi
dapat dicegah.
Faktor Lingkungan Faktor lingkungan
 Kurangnya motivasi dan dukungan Keluarga seharusnya memberikan dukungan
keluarga untuk merencanakan dan motivasi terhadap persiapan ibu yang akan
persalinan oleh tenaga kesehatan melakukan persalinan dibantu oleh tenaga
dan masih banyak masyarakat kesehatan di fasilitas kesehatan.
yang berpatokan dengan
kebudayaan

Faktor Pelayanan kesehatan Faktor Pelayanan Kesehatan


Tenaga kesehatan seharusnya semakin
Kurang sumber daya tenaga digerakkan untuk turut berpartisipasi dalam
kesehatan dalam melakukan upaya meningkatkan kesadaran ibu hamil yang akan
promosi kesehatan tentang melakukan persalinan dengan cara
kegawat daruratan saat melahirkan mengadakan penyuluhan terhadap ibu- ibu
dan kurangnya informasi dari hamil.
tenaga kesehatan untuk mengajak
serta menjelaskan komplikasi yang
dapat terjadi saat persalinan.

PELAYANAN NIFAS
NO. FAKTOR PENGHAMBAT KOMENTAR
2. Psikobiologik: Psikobiologik:

Pengetahuan ibu mengenai Kurangnya pengetahuan tentang komplikasi


komplikasi yang dapat terjadi saat yang dapat terjadi saat persalinan berlangsung

35
persalinan juga masih rendah sehingga para masyarakat tidak merasa perlu
sehingga ibu tidak merasa penting untuk melahirkan di fasilitas kesehatan.
untuk melahirkan di fasilitas
kesehatan yang ada.

Faktor Perilaku: Faktor Perilaku:

Kurangnya kesadaran ibu hamil Tidak adanya kesadaran tentang


untuk mempersiapkan persalinan mempersiapkan persalinan secara baik dan
matang dibantu oleh tenaga kesehatan di
fasilitas kesehatan

Faktor Lingkungan: Faktor Lingkungan:

Kurang motivasi dan dukungan Peran keluarga sangat penting dalam memberi
serta pengetahuan keluarga untuk dukungan dan motivasi pada ibu untuk
melakukan perencanaan merencanakan persalinan yang ditolong oleh
persalinan agar dilakukan di tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan
fasilitas kesehatan serta pengaruh sehingga tidak terbawa oleh cerita tetangga
cerita tetangga sekitar tentang dan budaya masih melekat.
pengalaman kurang
menyenangkan melahirkan di
tenaga kesehatan lingkungannya
dan berpatok pada buadaya
Faktor Tenaga Kesehatan:
Faktor Tenaga Kesehatan:
Tenaga kesehatan harus lebih memberi
Kurang informasi dari tenaga informasi tentang komplikasi yang mungkin
kesehatan untuk mengajak serta terjadi saat persalinan dan mengajak
menjelaskan komplikasi yang masyarakat untuk merencakan persalinan
mungkin terjadi saat persalinan dibantu tenaga kesehatan dan di fasilitas
sehingga perlu untuk melakukan kesehatan.
proses persalinan di fasilitas
kesehatan, kurang gencarnya
sosialisasi tenaga kesehatan
kepada ibu hamil tentang
keamanan bersalin di bidan

CAKUPAN BUFAS DENGAN VITAMIN A


NO. FAKTOR PENGHAMBAT KOMENTAR

36
3. Psikobiologi:  Psikobiologi:

Pengetahuan ibu yang masih Kurangnya pengetahuan orang tua dalam hal
kurang mengenai manfaat dan ini.
dampak mengkonsumsi vitamin A

Faktor Perilaku Faktor Perilaku


Kurangnya pengetahuan keluarga Keluaga tampaknya kurang terbiasa memenuhi
untuk memenuhi kebutuhan semua unsur gizi serta zat yang dibutuhkan
vitamin A balita.

Faktor lingkungan
Faktor Lingkungan Keluarga seharusnya aktif dalam upaya
 Kurangnya motivasi, dukungan menjaga gizi ibu serta kesehatan anak.
dan pengetahuan keluarga tentang
manfaat konsumsi vitamin A

 Faktor Pelayanan Kesehatan
Faktor Pelayanan kesehatan
Tenaga kesehatan seharusnya turut
Kurang informasi dari tenaga berpartisipasi untuk meningkatkan kesadaran
kesehatan dalam memberikan dan motivasi masyarakat tentang manfaat
penyuluhan tentang manfaat vitamin A.
konsumsi vitamin A

37
CAKUPAN PESERTA KB BARU

NO. FAKTOR PENGHAMBAT KOMENTAR

1. Psikobiologi:  Psikobiologi:
Pengetahuan ibu yang baru akan Masih kurangnya pasangan suami istri tentang
memakai KB masih kurang pentingnya dan manfaat menggunakan KB.

Faktor Perilaku
Kurangnya pengetahuan suami Faktor Perilaku
istri tentang perencanaan dalam Masih kurangnya pasangan suami istri tentang
membangun keluarga. pentingnya dan manfaat menggunakan KB.

Faktor Lingkungan
 Kurangnya motivasi, dukungan Faktor lingkungan
dan pengetahuan keluarga tentang Keluarga seharusnya memberikan dukungan
kehamilan. dan motivasi terhadap pasangan suami istri
untuk menggunakan KB.
Faktor Pelayanan kesehatan
 Faktor Pelayanan Kesehatan
Kurang aktifnya tenaga kesehatan Tenaga kesehatan seharusnya turut
dalam melakukan upaya promosi berpartisipasi untuk meningkatkan kesadaran
kesehatan tentang program dan motivasi masyarakat tentang manfaat
keluarga berencana. penggunaan KB dengan cara mengadakan
penyuluhan.

IMUNISASI

NO. FAKTOR PENGHAMBAT KOMENTAR

1. Psikobiologi:  Psikobiologi:
Pengetahuan keluarga mengenai Pengetahuan ibu dan keluarga merupakan
penyakit serta pentingnya imuniasi indicator penting akan terlaksananya imunisasi
sebagai preventif pada anak. Apabila ibu paham dan mengerti
pentingnya imunisasi, secara otomatis ibu pasti
akan rutin mengikuti kegiatan imunisasi di
posyandu.

38
Faktor Perilaku Faktor Perilaku
Kurangnya kesadaran ibu untuk Faktor perilaku ibu tergantung dari kesadaran
meluangkan waktunya datang ibu hal ini secara tidak langsung dipengaruhi
keposyandu atau puskesmas sesuai akan pengetahuan yang minim sehingga
jadwal anak untuk imunisasi menyebabkan kesadaran ibu minimal.

Faktor Lingkungan Faktor lingkungan


Keluarga seharusnya memberikan dukungan
Kurang motivasi dan dukungan dan motivasi terhadap kesehatan tumbuh
keluarga untuk menjaga kesehatan kembang anak.
anak

Faktor Pelayanan kesehatan


Kurangnya aktifnya 
tenaga Faktor Pelayanan Kesehatan
kesehatan dalam melakukan upaya Tenaga kesehatan seharusnya turut
promosi kesehatan tentang berpartisipasi untuk meningkatkan kesadaran
pentingnya imunisasi dan motivasi masyarakat untuk melakukan
imunisasi secara rutin.

39
KESEHATAN ANAK ( KN 1)

NO. FAKTOR PENGHAMBAT KOMENTAR


1. Psikobiologi Psikobiologi

Kurangnya pengetahuan ibu tentang Pengetahuan dan kesadaran yang kurang dari
pentingnya serta manfaat kunjungan ibu tentang pentingnya kunjungan neonatus
neonates

Faktor Perilaku Faktor Perilaku

Kebanyakan ibu tidak ingin Kurangnya pethatian serta kesibukan ibu


meluangkan waktunya untuk kunjungan membuat ibu tidak melakukan kunjungan
anak karena alasan sibuk bekerja dan neonates dan karena tingkat ekonomi yang
hanya membawa bayi/balita ke petugas rendah beberapa ibu hanya membawa bayi /
keseharan saat sakit saja karena faktor balitanya saat sakit saja.
ekonomi

Faktor Lingkungan
Faktor Lingkungan
Kurangnya dukungan dan motivasi dari
Keluarga kurang memahami pentingnya
keluarga untuk melakukan kunjunga
kunjungan neonates ehingga tidak
neonatus
memberikan dukungan penuh.
Faktor Pelayanan Kesehatan
Kurangnya penyuluhan oleh tenaga Faktor Pelayanan Kesehatan
kesehatan tentang pentingnya kunjungan Penyuluhan tentang penting dan mafaatnya
neonates serta kurang peran serta tenaga melakukan kunjungan neonates harus lebih
kesehatan dan kader dalam mengajak ditingkatkan oleh seluruh tenaga kesehatan
masyarakat untuk melakukan kunjungan dan kader
neonatus
ASI EKSKLUSIF

NO. FAKTOR PENGHAMBAT KOMENTAR

2. Psikobiologi Psikobiologi

Kurangnya pengetahuan tentang Kurangnya pengetahuan dan kesadaran ibu


pentingnya pemberian ASI eksklusif tentang manfaat ASI eksklusif
serta manfaatnya hingga usia 6 bulan

40
Faktor Perilaku Faktor Perilaku
Kurangnya kesadaran dan pengetahuan ibu
Kurangnya kesadaran untuk tentang manfaat ASI ekslusif
memberikan ASI eksklusif sampai 6 Kesibukan ibu membuat ibu tidak menyusui
bulan dan mengganti dengan susu formula
Kebanyakan pada ibu bekerja tidak Tidak mengetahui bagiaman pemberian ASI
memberikan ASI karena alasan sibu dan penyimpanan ASI yang benar
bekerja
Kurang pengetahuan tentang pemberian
dan penyimpanan ASI yang benar
Sebagian beranggapan ASInya tidak
keluar sehingga menggantinya dengan
susu formula
Faktor Lingkungan Faktor Lingkungan
Kurangnya dukungan dan motivasi Keluarga harusnya lebih memotivasi ibu
dari keluarga tentang pentingnya ASI untuk memberikan ASI eksklusif karena
eksklusif , masih adanya anggapan jika manfaatnya yang baik daripada susu formula.
susu formula lebih baik daripada ASI
eksklusif

Faktor Pelayanan Kesehatan Faktor Pelayanan Kesehatan


Kurangnya penyuluhan tentang manfaat Tenaga kesehatan lebih menggalakkan
pemberian ASI pada usia 6 bulan penyuluhan tentang bagaiaman manfaat ASI
pertama ekslkusif dan bagiaman pemberian serta
Kurangnya penyuluhan tentang penyimpanan yang benar
pemberian dan penyimpanan ASI yang
ebnar
.

41
GIZI

NO. FAKTOR PENGHAMBAT KOMENTAR

1. Faktor psikobiologi Faktor psikobiologi


 Tidak ada  Tidak ada

Faktor Perilaku Faktor Perilaku


 Paradigma masyarakat mengenai
 Kurangnya kesadaran orang posyandu yang hanya berfungsi sebagai
tua tentang manfaat dan tujuan tempat penimbangan bayi harus diubah
program posyandu karena posyandu memiliki banyak peran
 Kebanyakan ibu yang bekerja penting seperti pemberian vitamin,
tidak hadir karena alasan sibuk penilaian tumbuh kembang,sarana
bekerja. informasi serta bertukar pikiran
mengenai penyakit, dan lain lain.
 Sebaiknya ibu meluangkan waktunya
untuk menghadiri acara posyandu.
Faktor Lingkungan Faktor Lingkungan
 Kurangnya motivasi,  Ketersediaan tenaga kesehatan masih
dukungan dan pengetahuan kurang sehingga memepengaruhi
keluarga terhadap kurangnya dukungan promosi
pentingnya membawa balitanya ke
posyandu, penyuluhan tentang tumbuh
kembang balita dan penyuluhan tentang
makanan bergizi.
Faktor Pelayanan Kesehatan Faktor Pelayanan Kesehatan
 Untuk upaya penimbangan  Petugas kesehatan & kader perlu
balita dan anak sendiri secara melakukan tindakan sosialisasi secara
rutin telah dilakukan, namun aktif mengenai pentingnya membawa
promosi tujuan dilakukan bayi ke posyandu serta memberikan
penimbangan secara rutin informasi mengenai manfat posyandu
tidak diejlaskan secara jelas

TEMPAT SAMPAH KUMULATIF

NO. FAKTOR PENGHAMBAT KOMENTAR

42
1. Psikobiologi Psikobiologi
Tingkat pendidikan serta ekonomi yang rendah
Kurangnya pengetahuan berpenharuh dalam pengetahuan masyarakat
masyarakat tentang pentingnya tentang rumah sehat
rumah sehat

Faktor Perilaku Faktor Perilaku

Kurangnya perilaku masyarakat Rendahnya tingkat pendidikan dan


untuk menciptakan kebersihan pengetahuan sehingga tidak ada perilaku
menciptakan kebersihan

Faktor Lingkungan Faktor Lingkungan


Kurangnya kesadaran msyarakat Tidak adanya kesdaran serta keinginan untuk
untuk memiliki rumah sehat memiliki rumah sehat

Faktor Pelayanan Kesehatan


Faktor Pelayanan Kesehatan
Kurang aktifnya tenaga kesehatan
Keaktifan tenaga kesehatan mempengaruhi
dalam melakukan upaya promosi
tercipatnya rumah sehat masyarakat melalui
kesehatan tentang manfaat rumah
promosi yang kuat.
sehat
.

43
RUMAH DENGAN SPAL

NO. FAKTOR PENGHAMBAT KOMENTAR

1. Psikobiologi Psikobiologi

Kurangnya pengetahuan keluarga Kurangnya pendidikan sehingga pengetahuan


mengenai pentingnya air bersih keluarga tentang air bersih minimal
untuk kesehatan sehari-hari

Faktor Perilaku Faktor Perilaku

Kurangnya perilaku masyarakat Kurangnya pendidikan dan tingkat ekonomi


untuk memenuhi kebutuhan air sehingga perilaku masyarakat dalam
bersih memenuhi kebutuhan air berish kurang
Faktor Lingkungan Faktor Lingkungan
Kurangnya kesadaran masyarakat Tidak adanya kesadaran masyarakat tentang
tentang pentingnya air bersih pentingnya air bersih

Faktor Pelayanan Kesehatan


Faktor Pelayanan Kesehatan
Kurang aktifnya tenaga kesehatan
Promosi tenaga kesehatan tentang pentingnya
dalam melakukan upaya promosi
dan manfaat penggunaka air bersih masih
eksehatan tentang manfaat dan
minimal
pengaruh penggunaan air bersih .

RESUME FAKTOR PENDUKUNG

Penyajian daftar Faktor Pendukung berdasarkan data yang ada

1. Status Kesehatan

ISPA
NO. FAKTOR PENDUKUNG KOMENTAR

1.  Seluruh KK memiliki bangunan  Bangunan rumah permanen dapat


tempat tinggal permanen yaitu melindungi masyarakat dari debu /
berupa jenis rumah dengan tembok polusi dan cuaca yang mudah
(690) berubah sehingga mengurangi
 Nilai gizi berupa N/S (kenaikan berat risiko kejadian ISPA.
badan) yang baik sebesar 63.2%.

44
 Nilai kenaikan berat badan jika
dilihat dari indikator gizi yaitu
cukup baik karena berat badan
yang tetap naik membuat sistem
kekebalan tubuh baik juga.

45
2. Upaya Kesehatan

Penyajian daftar faktor pendukung dari data Upaya Kesehatan

Antenatal Care (ANC)

NO. FAKTOR PENDUKUNG KOMENTAR

1.  Bidan Kelurahan mojoroto ada 3


 Banyaknya jumlah kader kesehatan
orang yang lokasi prakteknya dapat mempermudah membantu
mudah dijangkau oleh tenaga kesehatan menyebarkan
penduduk informasi/ penyuluhan tentang
 Jumlah posyandu 17 buah manfaat dan tujuan ANC bagi ibu
 Letak puskesmas induk yang hamil dan bayi
tidak terlalu jauh  Jumlah kader kesehatan yang banyak
 Terdapat kader yang aktif dapat membantu tenaga kesehatan
untuk mengingatkan jadwal ANC
kepada ibu hamil
 Letak puskesmas induk terlalu jauh
sehingga para ibu dapat
memeriksakan kehamilan/ ANC di
lokasi yang lebih dekat yaitu
puskesmas pembantu.
 Bidan dan kader bisa melakukan
kunjungan rumah untuk
memberikan penyuluhan tentang
manfaat melakukan ANC rutin dan
sesuai jadwal.
PERSALINAN DAN NIFAS

NO. FAKTOR PENDUKUNG KOMENTAR

1.  Terdapat 1 rumah bersalin  Banyaknya jumlah kader


 Letak puskesmas induk tidak kesehatan dapat mempermudah
terlalu jauh membantu tenaga kesehatan
 Jumlah posyandu 17 buah menyebarkan informasi /
 Terdapat kader yang aktif penyuluhan tentang manfaat
persalinan dan perawatan masa
nifas di tenaga kesehatan.
 Jumlah kader kesehatan yang
banyak dapat membantu tenaga

46
kesehatan untuk mengingatkan
bila sudah mendekati hari
persalian dan perawatan masa
nifas
 Puskesmas induk yang tidak
meyediakan tindakan persalinan
sehingga ibu yang ingin
melahirkan memilih di bidan atau
rumah sakit yang dekat.
 Bidan, perawat dan kader bisa
melakukan kunjungan rumah
untuk memberikan penyuluhan
tentang pentingnya melakukan
persalinan pada tenaga kesehatan
yang ada yaitu bidan atau dokter.
KESEHATAN ANAK

No. FAKTOR PENDUKUNG KOMENTAR

 Terdapat 1 rumah bersalin  Faktor Perilaku


 Letak puskesmas induk yang - Pendidikan yang cukup baik ini
tidak terlalu jauh menentukan tingkat kesadaran
 Jumlah posyandu 17 buah dan pengetahuan ibu tentang
 Terdapat kader yang aktif pentingnya kunjungan neonates
dan asi ekslusif.
 Faktor Pelayanan Kesehatan
- Tenaga kesehatan dan kader
aktif dalam memberikan
penyuluhan pentingnya
kunjungan neonates dan asi
eksklusif.
 Bumlah posyandu yang aktif
dapat menunjang upaya
promosi kesehatan tentang
peran kunjungan neonates dan
asi eksklusif.
IMUNISASI

NO. FAKTOR PENDUKUNG KOMENTAR

47
1.  Jumlah posyandu 17 unit  Jumlah posyandu serta perawat
 Merupakan program wajib yang memadai memudahkan
pemerintah sehingga biaya gratis masyarakat untuk melakukan
imunisasi.
 Imunisasi merupakan program
pemerintah yang gratis sehingga
memudahkan masyarakat dari segi
ekonomi.
KB

NO. FAKTOR PENDUKUNG KOMENTAR

1.  Bidan Kelurahan Mojoroto ada 3  Beberapa jumlah penduduk yang


orang yang lokasi prakteknya berpendidikan cukup baik sehingga
mudah dijangkau oleh penduduk lebih mudah dalam memberikan
 Terdapat kader yang aktif penyuluhan dan pemahaman
tentang manfaat KB untuk
mendukung program pemerintah
tentang 2 anak cukup
 Kader yang aktif dapat membantu
tenaga kesehatan saat posyandu atau
kunjungan rumah dalam
memberikan penyuluhan tentang
manfaat KB.
GIZI

NO. FAKTOR PENDUKUNG KOMENTAR

1.  Jumlah perawat puskesmas  Beberapa jumlah penduduk yang


sukorame 21 orang berpendidikan cukup baik sehingga
 Terdapat kader yang aktif lebih mudah dalam memberikan
 Letak puskesmas induk dan penyuluhan dan pemahaman
puskesmas pembantu strategis tentang pentingnya gizi.
 Bidan praktek swasta berjumlah 3  Kader yang aktif dapat membantu
orang tenaga kesehatan saat posyandu atau
 Jumlah posyandu 17 unit kunjungan rumah dalam
memberikan penyuluhan.
 Jumlah posyandu dan BPM serta
perawat yang memadai
memudahkan masyarakat dalam
memantau pertumbuhan dan
perkembangan gizi anak.

48
3. Kesehatan lingkungan

TEMPAT SAMPAH KUMULATIF

NO. FAKTOR PENDUKUNG KOMENTAR

1.  Tidak ada gerobak sampah  Perlu diadakan pengadaan gerobak


maupun tong sampah tersedia sampah dan tempat sampah
komulatif lebih lanjut setiap rumah
RUMAH DENGAN SPAL

NO. FAKTOR PENDUKUNG KOMENTAR

2.  Tidak ada  Perlu promosi dan pengadaan lebih


lanjut.

49
4.2 LEMBAR KERJA 3

PENILAIAN PRIORITAS PERMASALAHAN

A. Status Kesehatan

ISPA memiliki kesenjangan sebesar 42,5%

Kriteria 6 5 4 3 2 1 Subtotal

Magnitude  2

Keseriusan  2

Feasibility  4

Lain

Indeks prioritas masalah (jumlah subtotal) 8

B. Upaya Kesehatan

ANC : didapatkan kesenjangan K1 (-10%), K4 (-14%), deteksi resti oleh masyarakat (-

18%), pemberian tablet Fe 1 (-14,6%) dan Fe 3 (17%)

Kriteria 6 5 4 3 2 1 Subtotal

Magnitude √ 3

Keseriusan √ 5

Feasibility √ 4

Lain

Indeks prioritas masalah (jumlah subtotal) 12

Ibu bersalin : didapatkan kesenjangan persalinan oleh nakes sebesar (-15,6%) dan

persalinan nakes di fasilitas kesehatan(-15,6%)

50
Kriteria 6 5 4 3 2 1 Subtotal

Magnitude √ 3

Keseriusan  4

Feasibility √ 5

Lain

Indeks prioritas masalah (jumlah subtotal) 11

Ibu nifas : didapatkan kesenjangan pelayanan nifas (-14,48%) dan persalinan nakes di

fasilitas kesehatan(-48%)

Kriteria 6 5 4 3 2 1 Subtotal

Magnitude √ 3

Keseriusan  4

Feasibility √ 5

Lain

Indeks prioritas masalah (jumlah subtotal) 11

Cakupan peserta KB Baru: didapatkan kesenjangan sebesar (-4,9%),

Kriteria 6 5 4 3 2 1 Subtotal

Magnitude √ 3

Keseriusan √ 3

Feasibility √ 3

Lain

51
Indeks prioritas masalah (jumlah subtotal) 9

52
Imunisasi campak kesenjangan sebesar (-8,4%), imuniasai DPT-HB1 (8%), imunisasi
DPT-HB2 (1,3%), BCG 8,1 % dan HBO 83,8 %

Kriteria 6 5 4 3 2 1 Subtotal

Magnitude √

Keseriusan √

Feasibility √

Lain

Indeks prioritas masalah (jumlah subtotal) 10

Gizi: didapatkan kesenjangan sebesar D/S (-12,9%)

Kriteria 6 5 4 3 2 1 Subtotal

Magnitude  3

Keseriusan  3

Feasibility √ 4

Lain

Indeks prioritas masalah (jumlah subtotal) 10

Status lingkungan : Tempat sampah kumulatif didapatkan kesenjangan sebesar (-8,55

%) dan rumah dengan SPAL didapatkan kesenjangan sebesar (-11,34 %)

Kriteria 6 5 4 3 2 1 Subtotal

Magnitude  3

Keseriusan  3

Feasibility √ 4

Lain

53
Indeks prioritas masalah (jumlah subtotal) 10

DAFTAR PRIORITAS PERMASALAHAN KELURAHAN NGLETIH

NO PERMASALAHAN INDEKS PRIORITAS


1. Ibu hamil 12
2. Ibu bersalin 11
3. Cakupan air bersih 11
4. Rumah dengan jamban sehat 11
5. Imunisasi 10
6. Gizi 10
7. Rumah sehat 10
8. Vit. A pada balita 9
9. KB peserta baru 9
10. Rumah dengan akses jamban 9
11. TPM yang memadai 9
12. ISPA 8

4.3 LEMBAR KERJA 4

PERMASALAHAN KESEHATAN, FAKTOR RESIKO, SUMBER DAYA

No Permasalahan Faktor Resiko Potensial Sumber Daya


ISPA

1. Adanya 1. Psikobiologik  Bidan desa : 3


kesenjangan pada  Daya tahan tubuh yang rendah dan orang
status kesehatan : pola hidup yang buruk  Posyandu : 20
ISPA 2. Lingkungan / Environment buah
 Tempat tinggal saling berdekatan  KIE petugas
dan letak wilayah perumahan yang kesehatan
kebanyakan di tepi jalan raya untuk aktif
tempat lalu lalang kendaraan melakukan
bermotor. penyuluhan
 Tidak menerapkan pola hidup sehat tentang gejala ,
3. Pelayanan Kesehatan / Health services pecengahan
 Kurang aktifnya tenaga kesehatan dan cara
dalam melakukan upaya penularan
penyuluhan tentang ISPA dan  Biaya: Rp.
9.307.000

54
hipertensi, dan informasi tentang  Fasilitas: LCD,
penyakit ISPA dan pencegahan laptop,
4. Perilaku / Life styles microphone,
 Kurangnya kesadaran penderita ARI sound
ISPA dalam menggunakan masker timer
untuk mencegah penularan dan  Tenaga kerja:
kurangnya kesadaran warga untuk kader, petugas,
melaksanakan PHBS dan PJ ISPA.
 Program:
kunjungan
rumah
pneumonia
(RUK 2017
halaman 7),
penyuluhan P2
ISPA (RUK
2017 halaman
8),
pemberdayaan
masyarakat
dalam PHBS
(RUK 2017
halaman 9),
penjaringan
peserta didik
(RUK 2017
halaman 10),
pembinaan
UKS/ dokter
kecil (RUK
2017 halaman
10).
2. KESEHATAN 1) Psikobiologik  Bidan desa : 3
IBU HAMIL KI  Ibu belum mengetahui jika ibu orang
DAN K4 sedang hamil  Posyandu : 20
2) Lingkungan / Environment buah
 Kurangnya motivasi dan dukungan  KIE petugas
keluarga untuk kontrol kehamilan kesehatan
3) Pelayanan Kesehatan / Health untuk aktif
services melakukan
 Kurang aktifnya tenaga kesehatan penyuluhan
dalam melakukan upaya

55
penyuluhan tentang kehamilan, dan tentang
pentingnya kontrol kehamilan kehamilan dan
ditenaga kesehatan dan pentingnya
pencegahan. kontrol
4) Perilaku / Life styles kehamilan.
 Kurangnya kesadaran ibu hamil  Biaya: Rp.
untuk meluangkan waktu untuk 12.587.0.000
kontrol kehamilan di bidan atau  Fasilitas Alat:
dokter.
flipcart dan
bantal
 Tenaga Kerja:
bidan wilayah,
kader, dan
koordinator
 Program:
pembinaan
kader P4K
(RUK 2017
halaman 1),
kelas ibu hamil
(RUK 2017
halaman 1).
3. DETEKSI RESTI 1) Psikobiologik  Bidan desa : 3
OLEH  Pengetahuan ibu tentang kehamilan orang
MASYARAKAT resiko tinggi masih rendah.  Posyandu : 20
2) Lingkungan / Environment buah
 Kurangnya pengetahuan  KIE petugas
masyarakat mengenai resiko tinggi kesehatan
pada kehamilan, kapan dikatakan untuk aktif
resiko tinggi, apa yang harus melakukan
dilakukan, kapan harus dilaoprkan penyuluhan
ke puskesas. tentang
3) Pelayanan Kesehatan / Health kehamilan dan
services pentingnya
 Kurang pembinaan terhadap kader kontrol
untuk mendeteksi ibu hamil, kehamilan.
mengenai kehamilan resiko tinggi.  Biaya: Rp.
4) Perilaku / Life styles 2.080.000
 Kurangnya kesadaran ibu hamil  Fasilitas:
untuk meluangkan waktu untuk transport kader
kontrol kehamilan di bidan atau
dokter.

56
 Tenaga Kerja:
petugas pustu
 Program:
pendampingan
kegiatan
posbindu
(RUK 2017
halaman 8),
pembinaan dan
sosialisasi
posbindu
(RUK 2017
halaman 8),
pengukuran
dan
pemeriksaan
faktor resiko
PTM (RUK
2017 halaman
8)
4. BUMIL RESTI 1) Psikobiologik  Bidan desa : 3
YANG  Pengetahuan ibu tentang kehamilan orang
DITANGANI resiko tinggi masih rendah.  Posyandu : 20
2) Lingkungan / Environment buah
 Kurnagnya pengetahuan orang  KIE petugas
sekitar mengenai resiko tinggi pada kesehatan
kehamilan, kapan dikatakan resiko untuk aktif
tinggi, apa yang harus dilakukan, melakukan
kapan harus dilaoprkan ke penyuluhan
puskesas. tentang
3) Pelayanan Kesehatan / Health kehamilan dan
services pentingnya
 Rendahnya deteksi ibu resti oleh kontrol
kader. kehamilan.
4) Perilaku / Life styles  Biaya: Rp.
 Rendahnya kesedaran untuk 22.750.000
melakukan preventif terhadap  Fasilitas:
komplikasi yang mungkirn terjadi.
raport kader,
KSPR,
fotokopi KTP
kader

57
 Tenaga Kerja:
bidan wilayah
dan kader
 Program:
pelaksanaan
P4K (RUK
2017 halaman
1),
pemantauan
ibu hamil
resiko tinggi
(RUK 2017
halaman 1)
5. KOMPLIKASI 1) Psikobiologik  Bidan desa : 3
KEBIDANAN  Pengetahuan ibu tentang orang
YANG komplikasi dalam kehamilan masih  Posyandu : 20
DITANGANI rendah. buah
2) Lingkungan / Environment  KIE petugas
 Kurangnya pengetahuan orang kesehatan
sekitar mengenai komplikasi pada untuk aktif
kehamilan melakukan
3) Pelayanan Kesehatan / Health penyuluhan
services tentang
 Rendahnya deteksi ibu resti oleh kehamilan dan
kader. pentingnya
4) Perilaku / Life styles kontrol
 Rendahnya kesedaran untuk kehamilan.
melakukan preventif terhadap  Biaya: -
komplikasi yang mungkin terjadi.
 Tenaga Kerja:
-
 Program: -
6. TABLET Fe 1) Psikobiologik  Bidan desa : 3
PADA IBU  Pengetahuan ibu tentang pentingan orang
HAMIL tablet Fe terhadap kesehatan ibu  Posyandu : 20
dan janinnya. buah
2) Lingkungan / Environment  KIE petugas
 Kurnagnya pengetahuan orang kesehatan
sekitar mengenai pentingnya untuk aktif
pemberian tablet fe pada melakukan
kehamilan, waktu pemberiannya, penyuluhan
dan komplikasi yang dpata terjadi tentang

58
jika tablet fe tidak diberikan atau kehamilan dan
dikonsumsi secara rutin sesuai pentingnya
petunjuk dokter. kontrol
3) Pelayanan Kesehatan / Health kehamilan.
services  Biaya: -
 Rendahnya deteksi ibu yang belum  Fasilitas:-
mendapatkan tablet fe. Tenaga Kerja:
4) Perilaku / Life style -
 Rendahnya kesedaran untuk
mlakukan preventif terhadap
komplikasi yang mungkirn terjadi.
7. IBU BERSALIN 1) Psikobiologik  Bidan desa : 3
DITOLONG  Pengetahuan ibu hamil yang akan orang
TENAGA melahirkan masih kurang  Posyandu : 20
KESEHATAN 2) Lingkungan / Environment buah
 Kurangnya motivasi dan dukungan  KIE petugas
keluarga untuk kontrol kehamilan kesehatan
 Masih berpatokan dengan untuk aktif
kebudayaan melakukan
3) Pelayanan Kesehatan / Health penyuluhan
services tentang
 Kurang aktifnya tenaga kesehatan kehamilan dan
dalam melakukan upaya promosi pentingnya
kesehatan tentang kegawat kontrol
daruratan saat melahirkan. kehamilan.
4) Perilaku / Life styles  Biaya: -
 Kurangnya kesadaran ibu hamil  Tenaga Kerja:
untuk mempersiapkan persalinan.
-
8. CAKUPAN VIT. 1) Psikobiologik  Bidan desa : 3
A PADA BALITA Pengetahuan ibu yang masih kurang orang
 Posyandu : 20
2) Lingkungan / Environment
buah
Kurangnya motivasi, dukungan dan
pengetahuan keluarga  KIE petugas
3) Pelayanan Kesehatan / Health kesehatan
services untuk aktif
Kurang aktifnya tenaga kesehatan melakukan
dalam melakukan upaya promosi penyuluhan
kesehatan tentang program. tentang
4) Faktor Perilaku pentingnya
Kurangnya pengetahuan keluarga vitamin A pada
mengenai manfaat vit.A balita

59
 Biaya: Rp.
9.422.000
 Fasilitas:
permainan
edukasi untuk
balita, LCD,
ATK, form,
transport
petugas.
 Tenaga Kerja:
bidan wilayah
dan kader
 Program: kelas
ibu balita 2- <5
th (RUK 2017
halaman 2),
kunjungan
neonatus
(RUK 2017
halaman 2),
pemantauan
kesehatan
neonatus
termasuk
neonatus reiko
tinggi (RUK
2017 halaman
2),
pemantauan
kesehatan anak
balita dan
prasekolah
(RUK 2017
halaman 2)
sweeping vit.
A (RUK 2017
halaman 3)
9. IMUNISASI 1) Psikobiologik  Bidan desa : 3
CAMPAK dan  Pengetahuan ibu hamil yang masih orang
DPT-HB-HiB 4 kurang  Posyandu : 20
2) Lingkungan / Environment buah

60
 Kurangnya motivasi, dukungan dan  KIE petugas
pengetahuan keluarga tentang kesehatan
kehamilan. untuk aktif
3) Pelayanan Kesehatan / Health melakukan
services penyuluhan
 Kurang aktifnya tenaga kesehatan tentang
dalam melakukan upaya promosi kehamilan dan
kesehatan tentang program pentingnya
imunisasi. kontrol
4) Perilaku / Life styles kehamilan.
 Kurangnya peran orang tua untuk  Biaya: Rp.
rutin melakukan imunisasi. 9.930.000
 Fasilitas:
vaksin, form,
leaflet,
spanduk
 Tenaga Kerja:
petugas PKM
dan pustu
 Program:
BIAS campak
(RUK 2017
halaman 4),
sweeping
BIAS campak
(RUK 2017
halaman 4),
validasi data
hasil cakupan
imunisasi
dengan PKM
(RUK 2017
halaman 4),
pertemuan
kader
posyandu
tentang PKM
(RUK 2017
halaman 4),
KIE (RUK
2017 halaman
4), pelayanan

61
imunisasi
pelaksanaan
dasar di pos
pelayanan
imunisasi
(RUK 2017
halaman 4),
surveilans
rutin PD3I
tertentu (RUK
2017 halaman
9)
10. CAKUPAN 1) Psikobiologik  Bidan desa : 3
PESERTA KB  Pengetahuan ibu hamil yang masih orang
BARU kurang  Posyandu : 20
2) Lingkungan / Environment buah
 Kurangnya motivasi, dukungan dan  KIE petugas
pengetahuan keluarga tentang kesehatan
kehamilan. untuk aktif
3) Pelayanan Kesehatan / Health melakukan
services penyuluhan
 Kurang aktifnya tenaga kesehatan tentang
dalam melakukan upaya promosi kehamilan dan
kesehatan tentang program pentingnya
keluarga berencana. kontrol
4) Perilaku / Life styles kehamilan.
 Kurangnya pengetahuan suami istri  Biaya: Rp.
tentang perencanaan dalam
7.397.000
membangun keluarga.
 Fasilitas: LCD
dan ATK
 Tenaga Kerja:
bidan, bidan
wilayah, kader
 Program:
pendataan KB
aktif (RUK
2017 halaman
2), sosialisasi
KB (RUK
2017 halaman
2)

62
11. KEBERHASILAN 1) Psikobiologik  Bidan desa : 3
PENIMBANGAN Tidak ada orang
2) Lingkungan / Environment  Posyandu : 20
 Kurangnya motivasi, dukungan dan buah
pengetahuan keluarga.  KIE petugas
3) Pelayanan Kesehatan / Health kesehatan
services untuk aktif
 Untuk upaya penimbangan balita melakukan
dan anak sendiri secra rutin telah penyuluhan
dilakukan, namun promosi tujuan tentang
dilakukan penimbangan secara kehamilan dan
rutin tidak dijelaskan, pentingnya
4) Perilaku / Life styles kontrol
 Kurangnya kesadaran orang tua kehamilan.
tentang manfaat dan tujuan
 Biaya: Rp.
program posyandu.
280.000
 Fasilitas: -
 Tenaga Kerja:
petugas
 Program:
surveilance
dan pelacakan
gizi sangat
kurang (RUK
2017 halaman
3)
12. KENAIKAN 5) Psikobiologik  Bidan desa : 3
BERAT BADAN  Kurangnya pengetahuan keluarga orang
mengenai pola makan yang sehat  Posyandu : 20
dan makan yang tepat untuk gizi
buah
anak
6) Lingkungan / Environment  KIE petugas
 Kurangnya motivasi, dukungan dan kesehatan
pengetahuan keluarga. untuk aktif
7) Pelayanan Kesehatan / Health melakukan
services penyuluhan
 Kurang aktifnya tenaga kesehatan tentang
dalam melakukan upaya promosi kehamilan dan
kesehatan tentang pola makan serta pentingnya
makanan bergizi untuk anak. kontrol
8) Perilaku / Life styles kehamilan.

63
 Kurangnya peran orangtua untuk  Biaya: Rp.
memperhatikan status gizi anak. 280.000
 Fasilitas: -
 Tenaga Kerja:
petugas
 Program:
surveilance
dan pelacakan
gizi sangat
kurang (RUK
2017 halaman
3)
13. RUMAH SEHAT 1) Psikobiologik  Posyandu : 20
 Kurangnya pengetahuan buah
masyarakat mengenai pentingnya  KIE petugas
rumah sehat
kesehatan
2) Lingkungan / Environment
 Kurangnya kesadaran masyarakat untuk aktif
untuk memiliki rumah sehat. melakukan
3) Pelayanan Kesehatan / Health penyuluhan
services tentang
pentingnya
 Kurang aktifnya tenaga kesehatan
menciptakan
dalam melakukan upaya promosi
rumah sehat.
kesehatan tentang manfaat rumah
sehat.  Biaya: Rp.
4) Perilaku / Life styles 6.540.000
 Kurangnya perilaku masyarakat  Fasilitas: -
untuk menciptakan kebersihan.  Tenaga Kerja:
PJ program
kesling
 Program:
pertemuan
kader ksling
(RUK 2017
halaman 11),
leaflet (RUK
2017 halaman
11),
pemeriksaan
kwalitas air
bersih (RUK

64
2017 halaman
11)
14. CAKUPAN AIR 1) Psikobiologik  Posyandu : 20
BERSIH  Kurangnya pengetahuan keluarga buah
mengenai pentingnya air bersih  KIE petugas
untuk kesehatan sehari-hari.
kesehatan
2) Lingkungan / Environment
 Kurangnya kesadaran masyarakat untuk aktif
tentang penting air bersih melakukan
3) Pelayanan Kesehatan / Health penyuluhan
services tentang
pentingnya air
 Kurang aktifnya tenaga kesehatan
bersih
dalam melakukan upaya promosi
kesehatan tentang manfaat dan  Biaya: Rp.
pengaruh penggunaan air bersih. 6.540.000
4) Perilaku / Life styles  Fasilitas: -
 Kurangnya perilaku masyarakat  Tenaga Kerja:
untuk memenuhi kebutuhan air PJ program
bersih kesling
 Program:
pertemuan
kader ksling
(RUK 2017
halaman 11),
leaflet (RUK
2017 halaman
11),
pemeriksaan
kwalitas air
bersih (RUK
2017 halaman
11)
15. RUMAH 1) Psikobiologik  Posyandu : 20
DENGAN AKSES  Kurangnya pengetahuan buah
JAMBAN msyarakat mengenai pentingnya  KIE petugas
jamban disetiap rumah.
kesehatan
2) Lingkungan / Environment
 Kurangnya pengetahuan untuk aktif
masyarakat tentang pentingnya melakukan
jamban dirumah. penyuluhan
3) Pelayanan Kesehatan / Health tentang
services pentingnya

65
 Kurang aktifnya tenaga kesehatan jamban
dalam melakukan upaya promosi dirumah.
kesehatan tentang pentingnya  Biaya: Rp.
jamban dirumah. 6.325.000
4) Perilaku / Life styles  Fasilitas: form
 Kurangnya kesadaran masyarakat  Tenaga Kerja:
untuk menciptakan jamban PJ program
dirumah. kesling
 Program:
inspeksi
kesehatan
lingkungan
untuk TTU
(RUK 2017
halaman 11),
pertemuan
kader kesling
(RUK 2017
halaman 11),
leaflet (RUK
2017 halaman
11),
pembinaan
pemberdayaan
termasuk
verifikasi desa
yang
melaksanakan
STBM, desa
SBS dan TTU,
TPM yang
memenuhi
syarat (RUK
2017 halaman
11)
16. RUMAH 1) Psikobiologik  Posyandu : 20
DENGAN  Rendahnya pengetahuan buah
JAMBAN SEHAT masyarakat mengenai cara  KIE petugas
menciptakan jamban sehat serta
kesehatan
manfaatnya.
2) Lingkungan / Environment untuk aktif
melakukan

66
 Kurangnya motivasi akibat penyuluhan
rendahnya pengetahuan tentang
pengetahuan keluarga. pentingnya
3) Pelayanan Kesehatan / Health jamban.
services  Biaya: Rp.
 Minimnya keaktifan tenaga 6.325.000
kesehatan dalam melakukan upaya  Fasilitas: form
promosi kesehatan tentang  Tenaga Kerja:
sosialisasi jamban sehat. PJ program
4) Perilaku / Life styles kesling
 Minimnya perilaku masyarakat  Program:
dalam upaya menciptakan jamban inspeksi
sehat kesehatan
lingkungan
untuk TTU
(RUK 2017
halaman 11),
pertemuan
kader kesling
(RUK 2017
halaman 11),
leaflet (RUK
2017 halaman
11),
pembinaan
pemberdayaan
termasuk
verifikasi desa
yang
melaksanakan
STBM, desa
SBS dan TTU,
TPM yang
memenuhi
syarat (RUK
2017 halaman
11)
17. TPM YANG 1) Psikobiologik  Posyandu : 20
MEMENUHI  Kurangnya pengetahuan keluarga buah
SYARAT mengenai dampak konsumsi  KIE petugas
makanan dari TPM yang tidak
kesehatan
memenuhi syarat.

67
2) Lingkungan / Environment untuk aktif
 Kurangnya motivasi, dukungan dan melakukan
pengetahuan mayarakat. penyuluhan
3) Pelayanan Kesehatan / Health tentang
services pentingnya
 Kurang aktifnya tenaga kesehatan memenuhi
dalam melakukan upaya promosi syarat TPM.
TPM yang layak.  Biaya: Rp.
4) Perilaku / Life styles 1.610.000
 Kurangnya perilaku masyarakat  Fasilitas: form
untuk menciptakan TPM yang  Tenaga Kerja:
memenuhi syarat..
PJ program
kesling
 Program:
inpeksi
kesehatan
lingkungan
untuk TPM
(RUK 2017
halaman 11),
pertemuan
kader (RUK
2017 halaman
11), leaflet
(RUK 2017
halaman 11),
pembinaan
pasca
pemberdayaan
termasuk
verifikasi desa
yang
melaksanakan
STBM, desa
SBS, dan TTU,
TPM yang
memenuhi
syarat (RUK
2017 halaman
11)

68
4.4 LEMBAR KERJA 5

PENILAIAN KETEPATAN INTERVENSI

Status Kesehatan
1. ISPA
NO Strategi / Intervensi P E A R L
1 Kunjungan rumah pnemonia N Y Y Y Y
(RUK halaman 7)
2 Penyuluhan P2 ISPA Y Y Y Y Y
(RUK halaman 8)
3. Pemberdayaan masyarakat dalam PHBS Y Y Y Y Y
(RUK halaman 9)
4. Penyuluhan tentang ISPA dan pencegahannya Y Y Y N Y
5. Pembagian leaflet tentang ISPA dan pencegahannya Y Y N Y Y
6. Penyuluhan serta orientasi kader tentang perilaku Perilaku N N Y Y Y
hidup bersih dan sehat (PHBS), dalam upaya memutus dan
menekan rantai penyakit ISPA
7. Pembinaan peran aktif tokoh masyarakat dalam menurunkan Y Y Y Y Y
angka kejadian ISPA

Upaya Kesehatan

1. KESEHATAN IBU
NO Strategi / Intervensi P E A R L
1. Pelaksanaan P4K Y Y N Y Y
(RUK halaman 1)
2. Pembinaan kader P4K Y Y Y Y Y
(RUK halaman 1)
3. Pemantauan ibu nifas resiko tinggi Y Y Y N Y
(RUK halaman 1)
4. Kelas ibu hamil Y Y Y N Y
(RUK halaman 1)
5. Kelas ibu balita 2 - <5 thn Y Y Y Y Y
(RUK halaman 2)
6. Penyuluhan pada masyarakat tentang pentingnya kunjungan Y N Y Y Y
ibu hamil dan mengetahui resiko-resiko tinggi pada ibu hamil
7. Pembagian leaflet pentingnya ANC Y N Y N Y
8. Pertemuan tokoh aktif msyarakat guna meningkatkan Y N Y Y N
program deteksi ibu hamil resiko tinggi
9. Pelatihan Kader mengenai deteksi dini kehamilan resiko Y N Y Y Y
tinggi

69
2. KESEHATAN ANAK
NO Strategi / Intervensi P E A R L
1. Kelas ibu balita 2< 5th Y Y Y N Y
1. Kunjungan neonatus Y Y Y Y Y
(RUK halaman 2)
2. Pemantauan kesehatan neonates termasuk neonatus resiko Y N Y Y Y
tinggi
(RUK halaman 2)
3. Pemantauan kesehatan anak balita dan prasekolah (DDTK) Y N Y N Y
(RUK halaman 2)
4. Pemantauan balita/bayi resiko tinggi Y N Y Y N
(RUK halaman 3)
5. Sweeping vitamin A Y N Y Y Y
(RUK halaman 3)
6. Penyuluhan tentang kebutuhan nutrisi bayi/balita Y Y N Y Y
7. Pelatihan kader untuk pemantauan bayi/balita resiko tinggi N N Y Y Y
8. Pertemuan tokoh masyarakat untuk sosialisasi pemantauan N Y Y N Y
kesehatan bayi/balita
9. Pembagian leaflet manfaat vit A dan nutrisi lainnya Y Y Y Y Y

3. KELUARGA BERENCANA
NO Strategi / Intervensi P E A R L
1. Pendataan KB aktif N Y N Y Y
(RUK halaman 2)
2. Sosialisasi penggunaan KB N Y Y Y Y
(RUK halaman 2)
3. Pembagian leaflet tentang manfaat dan jenis KB N Y Y N Y
4. Penyuluhan tentang metode penggunaan KB Y Y N Y Y
5. Pertemuan dengan tokoh masyarakat guna menciptakan Y Y Y Y Y
hubungan baik sehingga program KB dapat dipantau dan
berjalan lancar
6. Pelatihan Kader mengenai jenis KB Y Y Y N Y

4. IMUNISASI
NO Strategi / Intervensi P E A R L
1. BIAS Campak N Y Y Y Y
(RUK halaman 4)
2. Sweeping BIAS Campak N Y Y Y Y
(RUK halaman 4)
3. BIAS DT, TT/Td N Y Y N Y
(RUK halaman 4)
4. Sweeping DT, TT/Td Y Y Y Y Y
(RUK halaman 4)
5. Validasi data hasil cakupan imunisasi dengan PKM Y Y Y Y Y

70
(RUK halaman 4)
6. Pertemuan kader posyandu tentang imunisasi Y Y Y Y Y
(RUK halaman 4)
7. KIE imunisasi lewat media leaflet dan spanduk Y Y N Y Y
(RUK halaman 4)
8. Pelaksanaan imunisasi pelaksanaan pelayanan dasar di pos N N Y Y Y
pelayanan imunisasi
(RUK halaman 5)
9. TT WUS Y N Y Y Y
(RUK halaman 5)
10. Pertemuan kader tentang taman posyandu Y Y Y N Y
(RUK halaman 10)
11. Meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui penyuluhan Y Y Y N Y
tentang imunisasi
12. Pembagian leaflet yang menjelaskan secara singkat dan jelas Y Y N N Y
mengenai imunisasi
13. Pertemuan dengan tokoh masyarakat Y Y Y N Y
14. Pembaruan materi imunisasi dengan kader imunisasi Y Y Y Y Y

5. GIZI
NO Strategi / Intervensi P E A R L
1 Surveilance dan pengecekan gizi sangat kurang Y N Y N Y
(RUK halaman 3)
2 Pelatihan kader mengenai deteksi gizi dengan melakukan Y Y N Y Y
penimbangan berat badan secara rutin
3 Penyuluhan serta konseling kebutuhan gizi serta ASI N N Y Y Y
4 Pembagian Pamflet mengenai Kebutuhan gizi serta N Y Y N Y
pentingnya program ASI
5 Pertemuan dengan tokoh masyarakat guna meningkatkan Y Y Y Y Y
peran aktif dalam pencegahan BGM

6. KESEHATAN LINGKUNGAN
A. Rumah sehat
NO Strategi / Intervensi P E A R L
1. Pertemuan kader kesling Y N Y Y Y
(RUK halaman 11)
2. Leaflet N Y N Y Y
(RUK halaman 11)
3. Pemeriksaan kualitas air bersih Y Y N N Y
(RUK halaman 11)
4. Pembinaan pemberdayaan termasuk verifikasi desa yang Y N Y Y Y
melaksanakan STBM, desa SBS dan TTU, TPM yang
memenuhi syarat
(RUK halaman 11)

71
5. Penyuluhan serta orientasi kader tentang Perilaku hidup N Y N Y Y
bersih dan sehat (PHBS)
6. Pertemuan dengan tokoh masyarakat guna meningkatkan Y Y Y N Y
angka Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)

B. Cakupan air bersih


NO Strategi / Intervensi P E A R L
1. Pertemuan kader kesling Y N Y Y Y
(RUK halaman 11)
2. Leaflet N Y N Y Y
(RUK halaman 11)
3. Pemeriksaan kualitas air bersih Y Y N N Y
(RUK halaman 11)
4. Penyuluhan serta orientasi kader tentang Perilaku hidup N Y N Y Y
bersih dan sehat (PHBS)
5. Pertemuan dengan tokoh masyarakat guna meningkatkan Y Y Y N Y
angka Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)

C. Rumah dengan akses jamban


NO Strategi / Intervensi P E A R L
1. Inspeksi kesehatan lingkungan untuk TTU N Y Y N Y
(RUK halaman 11)
2. Pertemuan kader kesling Y N Y Y Y
(RUK halaman 11)
3. Leaflet N Y N Y Y
(RUK halaman 11)
4. Pembinaan pemberdayaan termasuk verifikasi desa yang Y N Y Y Y
melaksanakan STBM, desa SBS dan TTU, TPM yang
memenuhi syarat
(RUK halaman 11)
5. Penyuluhan serta orientasi kader tentang Perilaku hidup N Y N Y Y
bersih dan sehat (PHBS)
6. Pertemuan dengan tokoh masyarakat guna meningkatkan Y Y Y N Y
angka Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)

D. Rumah dengan jamban sehat


NO Strategi / Intervensi P E A R L
1. Inspeksi kesehatan lingkungan untuk TTU N Y Y N Y
(RUK halaman 11)
2. Pertemuan kader kesling Y N Y Y Y
(RUK halaman 11)
3. Leaflet N Y N Y Y
(RUK halaman 11)
4. Pembinaan pemberdayaan termasuk verifikasi desa yang Y N Y Y Y
melaksanakan STBM, desa SBS dan TTU, TPM yang
memenuhi syarat

72
(RUK halaman 11)
5. Penyuluhan serta orientasi kader tentang Perilaku hidup N Y N Y Y
bersih dan sehat (PHBS)
6. Pertemuan dengan tokoh masyarakat guna meningkatkan Y Y Y N Y
angka Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)

E. TPM yang memenuhi syarat


NO Strategi / Intervensi P E A R L
1. Inspeksi kesehatan lingkungan untuk TPM N Y N Y Y
(RUK halaman 11)
2. Pertemuan kader kesling Y N Y Y Y
(RUK halaman 11)
3. Leaflet N Y N Y Y
(RUK halaman 11)
4. Pembinaan pemberdayaan termasuk verifikasi desa yang Y N Y Y Y
melaksanakan STBM, desa SBS dan TTU, TPM yang
memenuhi syarat
(RUK halaman 11)
5. Penyuluhan serta orientasi kader tentang Perilaku hidup N Y N Y Y
bersih dan sehat (PHBS)
6. Pertemuan dengan tokoh masyarakat guna meningkatkan Y Y Y N Y
angka Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)

73