Anda di halaman 1dari 2

LAPORAN RESUME

RUANG PARU RSUD RATU ZALECHA MARTAPURA

Resume 1
Ny. F berusia 45 tahun dirawat di ruang Paru RSUD Ratu Zalecha
Martapura sejak 21 Juli 2019 dengan keluhan sesak disertai batuk berdahak dan
nafsu makan menurun. Saat dilakukan pengkajian pada tanggal 22 April jam
22.00 keadaan umum klien sadar penuh, klien mengeluh masih sesak disertai
batuk berdahak. Saat dilakukan pemeriksaan fisik dada auskultasi suara nafas
terdengar ronchi pada lobus kanan atas dan kiri klien. Tidak tampak tarikan
dinding dada. Klien tampak sering batuk, TD ; 90/60 mmHg, RR ; 28 kali
permenit, Nadi ; 87 kali permenit, Suhu 36,7 C, dan SpO2 88%.

Berdasarkan data tersebut perawat mengangkat masalah keperawatan


ketidakefektifan bersihan jalan nafas berhubungan dengan mukus berlebih.
Masalah klien diharapkan dapat teratasi dengan label NOC : Status pernafasan :
Kepatenan jalan nafas dengan kriteria frekuensi pernafasan normal ( 12 – 20 kali
permenit) dank lien mampu mengeluarkan sekret. Dari kriteria yang ditetapkan
intervensi yang diberikan berdasarkan label tersebut, yaitu : monitor tanda-tanda
vital dan suara nafas, posisikan klien untuk memaksimalkan ventilasi, berikan
oksigenasi, instruksikan cara melakukan batuk efektif, kolaborasi dengan tim
medis dalam pemberian terapi medis nebulizer dan obat-obatan. Hasil evaluasi
didapatkan klien mengatakan masih sesak nafas dan batuk tetapi sudah dapat
mengeluarkan secret dengan cara batuk efektif. Respirasi ; 26 kali permenit. Suara
nafas ronchi. Dari hasil evaluasi tersebut masalah belum teratasi sehingga
intervensi dilanjutkan.
Resume 2

Tn. K berusia 60 tahun dirawat di ruang Paru RSUD Ratu Zalecha


Martapura sejak 24 Juli 2019 jam 10.45 WITA dengan keadaan umum lemah,
batuk, tidak nafsu makan sejak dirumah. Saat dilakukan pengkajian pada tanggal
24 Juli 2019 jam 15.00 WITA, keadaan umum lemah kesadaran klien compos
mentis TD ; 120/80 mmHg, RR ; 25 kali permenit, Nadi 60 kali permenit, Suhu 37
C. SpO2 97%. Klien sering batuk, klien mengatakan tidak nafsu makan, dank lien
tampak kurus.

Berdasarkan data tersebut perawat mengangkat masalah keperawatan


ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan factor
biologis (TB Paru). Masalah klien diharapkan dapat teratasi dengan label NOC :
monitor nutrisi. Dari kriteria yang ditetapkan intervensi yang diberikan
berdasarkan diagnosis diatas adalah yaitu : melakukan pengkajian factor
penyebab tidak nafsu makan, menimbang BB klien dan mengukur TB klien,
menganjurkan klien untuk makan makanan yang disenangi. Hasil evaluasi
didapatkan BB klien 42 kg, TB 163 cm, klien hanya menghabiskan setengah porsi
yang dihabiskan, klien masih tampak lemah. Dari hasil evaluasi tersebut, masalah
belum teratasi sehingga intervensi dilanjutkan.