Anda di halaman 1dari 1

RINGKASAN

Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140


mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. hasil pengukuran tekanan
darah, prevalensi hipertensi pada penduduk umur 18 tahun ke atas tahun 2007 di
Indonesia adalah sebesar 31,7%. Menurut provinsi, prevalensi hipertensi tertinggi
di Kalimantan Selatan (39,6%) dan terendah di Papua Barat (20,1%). Sedangkan
jika dibandingkan dengan tahun 2013 terjadi penurunan sebesar 5,9% (dari 31,7%
menjadi 25,8%). Penatalaksaan untuk penderita hipertensi ada 2 yaitu terapi
farmakologi dan non farmakologi. Tujuan utama terapi hipertensi adalah untuk
menurunkan angka morbilitas dan mortalitasnya penderita kardiovaskuler serta
meningkatkan kualitas hidup pasien. Pengobatan antihipertensi awal harus
mempertimbangkan penentuan pemilihan obat (compelling). Golongan obat
antihipertensi antara lain Diuretik, beta blocker, angiostensin converting enzym
inhibitor (ACEI), angiotensin II receptor blocker (ARB), dan calcium channel
blocker dianggap sebagai obat antihipertensi utama dan salah satunya obat
amlodipine untuk pengendalian tekanan darah tinggi. Pengetahuan pasien terhadap
penggunaan obat amlodipine sangat berpengaruh pada kepatuhan berobat karena
semakin tinggi pengetahuan yang dimiliki oleh pasien, maka semakin tinggi pula
kesadaran untuk patuh berobat terapi amlodipine. Rumusan masalah dalam
penelitian ini adalah bagaimana pengaruh pengaruh tingkat pengetahuan terhadap
kepatuhan penggunaan obat amlodipine pada pasien hipertensi , dengan tujuan
penelitian mengetahui adanya pengaruh tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan
penggunaan obat amlodipine pada pasien hipertensi.
Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan
pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode
puposive sampling yaitu pengambilan responden yang menerima resep amlodipine
di RSUD Hanau Kalimantan Tengah dan masuk dalam kriteria inklusi. Pasien di
berikan kuisoner pertanyaan, yang meliputi kuisoner tingkat pengetahuan dan
kepatuhan. Kemudian data dianalisa dengan metode Chi-Square untuk mengetahui
adanya pengaruh tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan penggunaan obat
amlodipine pada pasien hipertensi dengan bantuan program SPSS (statistical
product for service solution). Penelitian ini dilakukan pada bulan juli-agustus 2017.
Hasil penelitian menunjukkan dari 37 responden yang diamati, untuk
pengetahuan baik 23 responden, dan kurang baik 14 responden . Untuk kepatuhan
sebanyak19 responden patuh, dan 18 responden tidak patuh. Hasil analisis
menggunakan uji Chi-Square diperoleh nilai p-value sebesar dari nilai Df= 1
(3,841), dan nilai signifikan sebesar 0,002 < 0,05.
Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang
bermakna antara pengetahuan terhadap kepatuhan penggunaan obat amlodipine
pada pasien hipertensi dengan nilai signifikasi 0,002 lebih kecil dari α 0,05. Selain
itu, hasil pengetahuan “kurang baik” beperilaku “tidak patuh” 30% (11 orang),
pengetahuan “kurang baik” beperilaku “patuh” 8% (3 orang), pengetahuan “baik”
berperilaku “tidak patuh” 16% (6 orang) dan pasien dengan pengetahuan “baik”
berperilaku “patuh” 46% (17 orang).