Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN PRAKTIKUM

0953123201

PRAKTIKUM SISTEM DIGITAL

MODUL: 9

“SHIFT REGISTER”

NAMA : VIGO AGMEL SADEWA

NIM : M0519081

KELOMPOK :3

HARI : RABU

TANGGAL : 11 DESEMBER 2019

WAKTU : 07.30-09.15

ASISTEN : M. NIBRAASUDDIIN ALEY ZULKARNAEN

PROGRAM STUDI INFORMATIKA

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

2019
Modul 9
SHIFT REGISTER
VIGO AGMEL SADEWA (M0519081) / Kelompok 3 / RABU, 11 DESEMBER 2019
Email : vigosadewa00@student.uns.ac.id
Asisten : M. NIBRAASUDDIIN ALEY ZULKARNAEN

Abstraksi— Dalam dunia sistem digital, salah satu rangkaian sekuensial yang terdiri dari gabungan dari beberapa flip-
flop adalah Register. Register digunakan sebagai penyimpan data berbenrtuk digit yang bersifat sementara. Data dalam
register dapat dibaca, digeser ataupun dihapus. Salah satu jenis register berdasarkan fungsinya adalah shift register. Shift
register adalah register yang digunakan untuk menggeser nilai data. Pada praktikum kali ini, akan diuji bagaimana shift
register 4 bit bekerja.
Kata kunci- register, geser, seri, paralel

I. PENDAHULUAN

R egister menjadi suatu hal yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan register dalam menyimpan

dan memindahkan isi dari register satu ke yang lain pada titik dan waktu dengan perintah tertentu untuk sementara
dapat menjadi hal yang berguna. Contoh pengaplikasian register geser yang terkenal yaitu pada kalkulator. Shift
register dapat dibagi menjadi 4, yaitu shift register seri ke seri, shift register seri ke paralel, shift register paralel ke
seri, dan shift register paralel ke paralel.

II. DASAR TEORI


2.1 Pengertian Register

Register geser (Shift register) merupakan salah satu piranti fungsional yang banyak digunakan
di dalam sistem digital. Pada sistem digital register geser digunakan untuk menggeser suatu data.
Pergeseran data pada register dapat dilakukan dalam dua arah yaitu ke arah LSB (Low Significant
Bit) dan ke arah MSB (Most Significant Bit). Register geser dikelompokkan sebagai rangkaian
logika, dan oleh sebab itu suatu register disusun dari flip-flop. Register geser digunakan sebagai
memori sementara dan untuk pergeseran data ke kiri atau ke kanan. Register geser dapat juga
digunakan untuk mengubah format data seri ke paralel atau sebaliknya.

Suatu metode pengidentifikasian register geser adalah bagaimana data dimuat dan dibaca dari
unit penyimpanan, seperti yang ditunjukan pada gambar diatas. Dari sistem kerja dari register
geser, register geser dapat di klasifikasikan dalam beberapa jenis sebagai berikut.

2.2 Masukan dan Keluaran Seri (Serial In Serial Out Register),


Register geser jenis ini tidak mengubah format data, karena dengan data input seri dan
dikeluarkannya dalam format seri juga, yang berubah adalah nilai dari data tersebut.

2.3 Masukan Seri Keluaran Paralel (Serial In Parallel Out Register)

Register geser ini akan menggeser data seri dan mengeluarkannya dalam format paralel
tanpa mengubah nilai data tersebut.

2.4 Masukan Paralel Keluaran Seri (Parallel In Serial Out Register)

Register geser ini hanya mengubah format data paralel menjadi serial tanpa mengubah nilai
dari data tersebut.

2.5 Masukan Paralel Keluaran Paralel (Parallel In Parallel Out Register)

Register geser tipe ini akan mengubah nilai dari data yang digeser dengan format data
tetap paralel.
III. ALAT DAN LANGKAH PERCOBAAN

3.1. Alat dan Bahan

1) Digital trainer set atau Digital Work.

3.2. Jalan Percobaan

3.2.1 Shift register seri ke seri

1) Rangkailah gerbang logika shift ke register berikut ini :

2) Sambungkan terminal input dengan switch input dan terminal output dengan lampu
LED.
3) Sambungkan terminal supply dengan +5 Volt dan ground.
4) Amati dan catat output terhadap kombinasi keadaan input.

3.2.2 Shift register seri ke paralel

1) Rangkailah gerbang logika shift register seri ke paralel berikut ini :

2) Sambungkan terminal input dengan switch input dan terminal output dengan lampu
LED.
3) Sambungkan terminal supply dengan +5 Volt dan ground.
4) Amati dan catat output terhadap kombinasi keadaan input.

3.2.3 Shift register paralel ke seri

1) Rangkailah gerbang logika shift register paralel ke seri berikut ini :

2) Sambungkan terminal input dengan switch input dan terminal output dengan lampu
LED.
3) Sambungkan terminal supply dengan +5 Volt dan ground.
4) Amati dan catat output terhadap kombinasi keadaan input.

3.2.4 Shift register paralel ke paralel

1) Rangkailah gerbang logika shift register paralel ke paralel berikut ini :

2) Sambungkan terminal input dengan switch input dan terminal output dengan lampu
LED.
3) Sambungkan terminal supply dengan +5 Volt dan ground.
4) Amati dan catat output terhadap kombinasi keadaan input.
5) Sambungkan terminal input dengan switch input ke terminal output dengan lampu
LED
6) Sambungkan terminal supply dengan +5 Volt dan ground
7) Amati dan catat output terhadap kombinasi keadaan input.
8) Sambungkan terminal input dengan switch input dan terminal output dengan lampu
LED.
9) Sambungkan terminal supply dengan +5 Volt dan ground
10) Amati dan catat output terhadap kombinasi keadaan input.
11) Sambungkan terminal input dengan switch input dan terminal output dengan lampu
LED.
12) Sambungkan terminal supply dengan +5 Volt dan ground. Amati dan catat output
terhadap kombinasi keadaan input.

Membuka aplikasi
digital works Membuat tiap rangkaian
shift register dengan
menggunakan flip-flop D
atau flip-flop J-K dan
clock dibuat manual
Menyambungkan
clock, load ground,
input dengan
switch input dan
Menjalankan rangkaian
terminal output
digital works.
dengan lampu LED
Mengamati keadaan
output terhadap keadaan
input
Membandingkan
output yang telah
dicatat sebelumnya
IV. HASIL DAN ANALISIS PERCOBAAN

1. Shift Register Seri ke Seri

Input Jumlah Q0 Q1 Q2 Ouput


Detak Clock
X 0 0 0 0 0
0 1 0 0 0 0
1 2 1 0 0 0
1 3 1 1 0 0
1 4 1 1 1 0
1 5 1 1 1 1
0 6 0 1 1 1
0 7 0 0 1 1
0 8 0 0 0 1
0 9 0 0 0 0

Berdasarkan tabel di atas, selama clock mati, nilai input berapapun tidak berpengaruh pada
Qn dan output. Ketika input dinyalakan, lalu clock berdetak, maka Q0, Q1, Q2, dan output akan
menyala secara bertahap dan urut dari Q0, Q1, dan Q2 hingga lampu output menyala pada pulsa
clock ke-5. Ketika clock berdetak dan input bernilai 0 sedangkan output sudah menyala, maka Q0,
Q1, Q2, dan output akan mati atau bernilai 0, secara bertahap dan urut dari Q0, Q1, dan Q2 hingga
output mati pada pulsa clock ke-9. Dapat dilihat, nilai dari flip-flop Q0 akan bergeser ke Q1 dan
begitu jug Q1 ke Q2 dan Q2 ke output tergantung input yang dimasukkan dan adanya detakan
clock.
2. Shift Register Seri ke Paralel.

Input Jumlah Detak P0 P1 P2 P3


Clock
X 0 0 0 0 0
0 1 0 0 0 0
1 2 1 0 0 0
1 3 1 1 0 0
1 4 1 1 1 0
1 5 1 1 1 1
0 6 0 1 1 1
0 7 0 0 1 1
0 8 0 0 0 1
0 9 0 0 0 0

Berdasarkan tabel di atas, ketika detak clock 0, maka input berapapun tidak akan
mempengaruhi output-outputnya. Ketika clock belum berdetak dan ketika input bernilai 0 dan
detak clock baru bernilai 1, maka semua outputnya tidak menyala. Ketika input menyala dan clock
berdetak, maka output akan menyala secara bertahap dan urut dari P0, P1, P2, dan P3 hingga detak
ke 5. Ketika input mati atau bernilai 0 dan clock berdetak, sedangkan kondisi sebelumnya semua
output bernilai 1, maka output akan mati secara bertahap dan urut dari P0, P1, P2, dan P3 hingga
detak clock ke 9. Kombinasi input outputnya dan cara bergesernya mirip seperti Shift Register Seri
ke Seri, tetapi output-outputnya bersifat paralel
3. Shift Register Paralel ke Seri

Load Jumlah P0 P1 P2 P3 Q0 Q1 Q2 Output


Detak
Clock
0 X 0 0 0 0 0 0 0 0
1 1 1 0 0 0 1 0 0 0
0 2 1 0 0 0 0 1 0 0
0 3 1 0 0 0 0 0 1 0
0 4 1 0 0 0 0 0 0 1
0 5 1 0 0 0 0 0 0 0
1 6 0 1 1 1 0 1 1 1
0 7 0 1 1 1 0 0 1 1
0 8 0 1 1 1 0 0 0 1
0 9 0 1 1 1 0 0 0 0

Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa pada saat Load bernilai 0, maka tidak ada
output yang menyala. Ketika load menyala, P0 menyala, dan clock berdetak, maka Q0 akan
tersambung, ketika load dimatikan sementara clock tetap berdetak maka Q1 dan Q2 akan
terhubung secara bertahap ,bergantian dan urut. Lalu, setelah berdetak sekali lagi output akan
menyala dan setelah output menyala dan clock berdetak sekali lagi, output akan mati. Begitu juga
ketika load menyala dan P1, P2, dan P3 menyala, maka Q1 dan Q2 akan terhubung dan output
menyala. Ketika load mati sementara clock tetap berdetak, maka secara bertahap, bergantian dan
urut, Q1, Q2 lalu output akhirnya akan mati pada detak clock ke-9.
4. Shift Register Paralel ke Paralel

Load Jumlah P0 P1 P2 P3 Q0 Q1 Q2 Q3
Detak
Clock
0 X X X X X 0 0 0 0
1 1 0 0 0 0 0 0 0 0
1 2 0 0 0 1 0 0 0 1
1 3 0 0 1 0 0 0 1 0
1 4 0 0 1 1 0 0 1 1
1 5 0 1 0 0 0 1 0 0
1 6 0 1 0 1 0 1 0 1
1 7 0 1 1 0 0 1 1 0
1 8 0 1 1 1 0 1 1 1
1 9 1 0 0 0 1 0 0 0
1 10 1 0 0 1 1 0 0 1
1 11 1 0 1 0 1 0 1 0
1 12 1 0 1 1 1 0 1 1
1 13 1 1 0 0 1 1 0 0
1 14 1 1 0 1 1 1 0 1
1 15 1 1 1 0 1 1 1 0
1 16 1 1 1 1 1 1 1 1

Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat, Ouput akan menyala ketika load menyala dan
terganutung pada input P. Jika P0 menyala, maka Q0 menyala. Ketika P1 dan P2 menyala, maka
Q1 dan Q2 akan menyala.
IV.KESIMPULAN

Register geser mempunyai banyak jenis yaitu rangkaian register seri ke seri (SISO), register seri ke paralel
(SIPO), register paralel ke seri (PISO), dan register paralel ke paralel (PIPO). Yang mana tiap register tersebut
memiliki cara kerja yang berbeda beda

Kondisi load, detakan clock, dan input berpengaruh besar terhadap output. Untuk rangkaian shift register
seri ke seri dan paralel ke seri, setelah output pertama, output selanjutnya dipengaruhi oleh output sebelumnya,
sedangkan rangkaian shifter register seri ke paralel dan paralel ke paralel tidak dipengaruhi oleh ouput sebelumnya.

V. DAFTARPUSTAKA

[1] Modul 9 Shift Register Sistem Digital.


[2] Elektronika Dasar, Shift Register (Register Geser), https://elektronika-dasar.web.id/shift-register-register-geser/
(diakses pada 14 Desember 2019).
[3] PPT Modul 9, Teknik Digital : Register.
LAMPIRAN

1. Shift register seri ke seri


2. Shift register seri ke paralel
3. Shift register paralel ke seri
4. Shift register paralel ke paralel

Anda mungkin juga menyukai