Anda di halaman 1dari 7

Nama : Desi Rinjani

Nim : PO.62.20.1.16.128
Prodi : DIV KEPERAWATAN REGULER III

Kasus 2

Tn. S 60 tahun menderita DM sejak 3 tahun yang lalu pada saat melakukan pemeriksaan kesehatan untuk
keperluan berangkat haji. Saat ini pasien selalu kontrol rutin di Poli Diabetes untuk mengevaluasi kadar
glukosa darah. Pasien mengatakan tidak memiliki komplikasi, tidak terdapat luka pada kaki. Kadar glukosa
darah saat ini 150 mg/dl pasien selalu mengkonsumsi glibenklamid. Pasien hanya merasa kadang-kadang
kurang enak badan dan cepat lelah.

Aktifitas 1
Review modul patofisiologi Diabetes Mellitus tipe I tanpa komplikasi (belajar mandiri)
DM Tipe 1 ( DMT 1 = Diabetes Mellitus Tergantung Insulin ) DMT 1 merupakan DM yang tergantung
insulin. Pada DMT 1 kelainan terletak pada sel beta yang bisa idiopatik atau imunologik. Pankreas tidak
mampu mensintesis dan mensekresi insulin dalam kuantitas dan atau kualitas yang cukup, bahkan
kadang-kadang tidak ada sekresi insulin sama sekali. Jadi pada kasus ini terdapat kekurangan insulin
secara absolut (Tjokroprawiro, 2007). Pada DMT 1 biasanya reseptor insulin di jaringan perifer
kuantitas dan kualitasnya cukup atau normal ( jumlah reseptor insulin DMT 1 antara 30.000-35.000 )
jumlah reseptor insulin pada orang normal ± 35.000. sedang pada DM dengan obesitas ± 20.000
reseptor insulin (Tjokroprawiro, 2007). DMT 1, biasanya terdiagnosa sejak usia kanak-kanak. Pada
DMT 1 tubuh penderita hanya sedikit menghasilkan insulin atau bahkan sama sekali tidak
menghasilkan insulin, oleh karena itu untuk bertahan hidup penderita harus mendapat suntikan
insulin setiap harinya. DMT1 tanpa pengaturan harian, pada kondisi darurat dapat terjadi (Riskesdas,
2007).
Aktifitas 2
Identifikasi kata kunci dan data tambahan yang diperlukan pada kasus diabetes melitus tipe II tanpa komplikasi
secara mandiri

DM : Diabetes mellitus , Diabetes melitus adalah suatu keadaan didapatkan peningkatan


kadar gula darah yang kronik sebagai akibat dari gangguan pada metabolisme karbohidrat,
lemak, dan protein karena kekurangan hormone insulin.
Glibenklamid : Glibenclamide atau glyburide adalah obat yang digunakan pada
pasien diabetes tipe 2 untuk mengendalikan kadar gula (glukosa) darah yang tinggi.
Aktifitas 3
Diskusikan kata kunci dan data tambahan yang diperlukan untuk merumuskan masalah bersama
kelompok.(diisi saat diskusi bersama kelompok dan dosen)

Aktiftas 4
Identifikasi masalah keperawatan pada kasus diabetes melitus tipe II tanpa komplikasi secara mandiri berdasarkan
data subyektif dan obyektif.

- Kelelehan

Aktifitas 5
Diskusikan masalah keperawatan pada kasus diabetes melitus tipe II tanpa komplikasi yang sudah diidentifikasi
oleh individu/mandiri untuk mencapai kesepakatan kelompok.(diisi saat diskusi bersama kelompok dan
dosen)

Aktifitas 6
Identifikasi faktor penyebab masalah pada kasus diabetes melitus tipe II tanpa komplikasi
1) Kurangnya aktivitas fisik

Aktifitas 7
Identifikasi faktor penyebab masalah dan faktor risiko pada kasus diabetes melitus tipe II tanpa
komplikasi secara mandiri dengan menggunakan pohon masalah

Defisiensi insulin absolute

Lipolisis

Keletihan otot

Aktifitas 8
Diskusikan faktor penyebab masalah pada kasus diabetes melitus tipe II tanpa komplikasi yang sudah
diidentifikasi secara individu/mandiri untuk mencapai kesepakatan kelompok dengan menggunakan
pohon masalah .(diisi saat diskusi bersama kelompok dan dosen)
Aktifitas 9
Identifikasi hal-hal yang perlu dipelajari pada kasus diabetes melitus tipe II tanpa komplikasi secara mandiri

- Faktor penyebab dm tipe 2


- Tanda dan gejala
- Penanganan dan pencegahan

Aktifitas 10
Susunlah diagnosa keperawatan pada kasus diabetes melitus tipe II tanpa komplikasi secara mandiri

Dx 1 : Risiko ketidakstabilan kadar glukosa darah berhubungan dengan kadar glukosa darah
tidak terkontrol.
Dx 2 : Keletihan berhubungan dengan keletihan otot

Aktifitas 11
Diskusikan diagnosa keperawatan pada kasus diabetes melitus tipe II tanpa komplikasi yang sudah diidentifikasi
oleh individu/mandiri untuk mencapai kesepakatan kelompok.(diisi saat diskusi bersama kelompok dan
dosen)
Aktifitas 12
Identifikasi materi belajar pada kasus diabetes melitus tipe II tanpa komplikasi secara mandiri

Faktor penyebab meningkatnya kadar gula darah pada penderita dm tipe 2

Aktifitas 13
Susunlah rencana keperawatan pada kasus diabetes melitus tipe II tanpa komplikasi secara mandiri.

Dx 1 :
1. Monitor kadar gula daraah, sesuai indikasi
2. Monitor tanda dan gejala hiperglikemi: poliuria, polidipsi, polifagi, kelemahan, latergi,
malaise, pandangan kabur atau sakit kepala.
3. Monitor ketourin, sesuai indikasi.
4. Brikan insulin sesuai resep
5. Dorong asupan cairan oral
6. Batasi aktivitas ketika kadar glukosa darah lebih dari 250mg/dl, khusus jika ketourin
terjadi
7. Dorong pemantauan sendiri kadar glukosa darah
8. Intruksikan pada pasien dan keluarga mengenai manajemen diabetes
9. Fasilitasi kepatuhan terhadap diet dan regimen latihan
Dx 2 :
1. Kaji status fisiologis pasien yang menyebabkan kelelahan
2. Tentukan persepsi pasien/orang terdekat dengan pasien mengenai penyebab
kelelahan
3. Pilih intervensi untuk mengurangi kelelahan baik secara farmakologis maupun
nonfarmakologis
Aktifitas 14
Diskusikan rencana keperawatan pada kasus diabetes melitus tipe II tanpa komplikasi yang sudah diidentifikasi
secara individu/mandiri untuk mencapai kesepakatan kelompok.(diisi saat diskusi bersama kelompok dan
dosen)

Aktifitas 15
Susunlah catatan perkembangan pada kasus diabetes melitus tipe II tanpa komplikasi secara mandiri

Dx : 1
S : S : Pasien mengatakan sudah tidak merasa lelah
O:
-Gula darah puasa : 150 mg/dl
A : Masalah teratasi sebagian
P : Lanjutkan diet makan, dan pantau pemenuhan nutrisi pasien
Dx 2 :

S : klien mengatakan sudah tidak lelah lagi


O : klien terlihat dapat beraktivitas.
A : masalah teratasi sebagian
P : lanjutkan intervensi untuk mengurangi keletihan

Aktifitas 16
Diskusikan catatan perkembangan pada kasus diabetes melitus tipe II tanpa komplikasi yang sudah diidentifikasi
secara individu/mandiri untuk mencapai kesepakatan kelompok

Aktifitas 17
Buatlah dokumentasi keperawatan pada kasus diabetes melitus tipe II tanpa komplikasi secara mandiri