Anda di halaman 1dari 17

Nama : Tria Wulandary

NIM : PO.62.20.1.16.164
Mata Kuliah : KDK III DM

LOGBOOK 8.2

ASUHAN KEPERAWATAN DIABETES MELITUS KOMPLIKASI AKUT


(HIPERGLIKEMI)

Tujuan :
Pertemuan hari I
Setelah menyelesaikan modul ini, peserta didik diharapkan :
1. Mampu mengidentifikasi kata kunci pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi akut
(hiperglikemi) secara mandiri
2. Mampu mengidentifikasi masalah keperawatan pada kasus diabetes dengan komplikasi
akut (hiperglikemi) secara mandiri berdasarkan data subyektif dan data obyektif pada
kasus
3. Mampu mendiskusikan masalah keperawatan pada kasus diabetes melitus dengan
komplikasi akut (hiperglikemi) yang sudah diidentifikasi secara individu/mandiri untuk
mencapai kesepahaman kelompok
4. Mampu mengidentifikasi faktor penyebab masalah pada kasus diabetes melitus dengan
komplikasi akut (hiperglikemi)
5. Mampu mendiskusikan faktor penyebab masalah pada kasus diabetes melitus tipe dengan
komplikasi akut (hiperglikemi) yang sudah diidentifikasi secara individu/mandiri untuk
mencapai kesepakatan kelompok
6. Mampu mengidentifikasi materi belajar pada kasus diabetes melitus tipe dengan
komplikasi akut (hiperglikemi) secara mandiri

Kasus 1

Ny. ZA, Klien menderita DM sejak 10 tahun dengan terapi novomix 12-15U. Klien
mengeluh mual, badan lemah, nafas sesak dan buang air kecil terus. Hasil laboratorium
menunjukkan GDS = 628 mg/dL, A1c = 9,7%; Keton = 0.7.

Aktifitas 1
Review modul patofisiologi diabetes melitus dengan komplikasi akut (hiperglikemi)

Aktifitas 2
Identifikasi kata kunci dan data tambahan yang diperlukan pada kasus diabetes melitus
dengan komplikasi akut (hiperglikemi) secara mandiri
Kata Kunci :
1. Klien menderita DM sejak 10 tahun
2. GDS = 628 mg/dL,
3. Terapi novomix 12-15U
4. A1c = 9,7%
5. Keton = 0.7.
6. mual, badan lemah nafas sesak dan buang air kecil terus
Data Tambahan :
1. Tanda-tanda vital
2. IMT
3. Riwayat keluarga
4. Gaya Hidup (pola makan, konsumsi alkohol)
5. Aktifitas fisik
6. Riwayat minum obat serupa

Aktifitas 3
Diskusikan kata kunci dan data tambahan untuk rumusan masalah bersama kelompok
Kata Kunci :
1. Klien menderita DM sejak 10 tahun
2. GDS = 628 mg/dL,
3. Terapi novomix 12-15U
4. A1c = 9,7%
5. Keton = 0.7.
6. mual, badan lemah nafas sesak dan buang air kecil terus
Data Tambahan :
1. Tanda-tanda vital
2. IMT
3. Riwayat keluarga
4. Gaya Hidup (pola makan, konsumsi alkohol)
5. Aktifitas fisik
6. Riwayat minum obat serupa

Aktiftas 4
Identifikasi masalah keperawatan pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi akut
(hiperglikemi) secara mandiri berdasarkan data subyektif dan data obyektif pada kasus.
DS : Klien mengeluh mual, badan lemah, nafas sesak dan buang air kecil terus.
DO : GDS = 628 mg/dL, A1c = 9,7%; Keton = 0.7.
Masalah keperawatan
1. Ketidakstabilan kadar glukosa darah
2. Pola nafas tidak efektif
3. Intoleransi aktivitas
4. Resiko Defisit Nutrisi
5. Resiko Ketidakseimbangan Cairan dan Electrolit
6. Resiko Jatuh
7. Resiko Perfusi Perifer Tidak Efektif

Sumber: DPP PPNI .2017. Standar Diagnosa Keperawatan Indonesi:Definisi dan Indikator
Diagnosa Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI
Aktifitas 5
Diskusikan masalah keperawatan pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi akut
(hiperglikemi) yang sudah diidentifikasi oleh individu/mandiri untuk mencapai kesepakatan
kelompok
DS : Klien mengeluh mual, badan lemah, nafas sesak dan buang air kecil terus.
DO : GDS = 628 mg/dL, A1c = 9,7%; Keton = 0.7.
Masalah keperawatan
1. Ketidakstabilan kadar glukosa darah
2. Pola nafas tidak efektif
3. Intoleransi aktivitas
4. Resiko Defisit Nutrisi
5. Resiko Ketidakseimbangan Cairan dan Elektrolit
6. Resiko Jatuh
7. Resiko Perfusi Perifer Tidak Efektif

Sumber: DPP PPNI .2017. Standar Diagnosa Keperawatan Indonesi:Definisi dan Indikator
Diagnosa Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI

Aktifitas 4
identifikasi faktor penyebab masalah pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi akut
(hiperglikemi)

1. Penyuntikan Insulin yang tidak tepat


2. Riwayat DM
3. Riwayat Keluarga DM
4. Pola Makan
5. Kebiasaan Merokok
6. Kebiasaan Minum Alkohol
7. Pola Aktivitas
8. stress

sumber: http://lib.ui.ac.id/naskahringkas/2015-11/S52528-Eka

Aktifitas 5
Identifikasi faktor penyebab masalah dan faktor resiko pada kasus diabetes melitus dengan
komplikasi akut (hiperglikemi) secara mandiri dengan menggunakan pohon masalah.
pathway
Defisiensi Insulin Liposis meningkat

Penurunan pemakaian Penurunan BB


glucagon oleh sel

Ketidakstabilan Resiko Defisit Nutrisi


kadar gula darah GDS = 628 Hiperglikemia
mg/dl
Glycosuria
Fleksibilitas darah
merah
Osmotic deuretik
Osmotic deuretik Pelepasan O2
Osmotic deuretik
Polyuria

Hipoksia perifer Perfusi jaringan perifer


Dehidrasi tidak efektif

Ketidakseimbangan
hemokonsentrasi
Resiko ketidakseimbangan
cairan dan elektrolit
Arterosklerosi
s

Mikrovaskuler Makrovaskuler Jantung Tekanan darah lemah

Retina
Oksigen berkurang

Retinopati deabetik

Pola nafas tidak


Gangguan penglihatan
efektif

Resiko jatuh Intoleransi aktivitas Sumber:http//www.scribd.com//Pathway dan woc hiperglikemia///


Aktifitas 6
Diskusikan faktor penyebab masalah pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi akut
(hiperglikemi) yang sudah diidentifikasi secara individu/mandiri untuk mencapai kesepakatan
kelompok dengan menggunakan pohon masalah

Aktifitas 7
Identifikasi hal-hal yang perlu dipelajari pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi akut
(hiperglikemi) secara mandiri
Hal yang perlu dipelajari :
1. Definisi Hiperglikemi
2. Etiologi Hiperglikemi
3. Patofisiologi hiperglikemi
4. Tanda dan gejala hiperglikemi
5. Pencegehan hiperglikemi
6. Penetalaksanaan hiperglikemi di rumah dan di rumah sakit
Pertemuan hari II
Setelah menyelesaikan modul ini, peserta didik diharapkan :
1. Mampu menyusun diagnosis keperawatan pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi
akut (hiperglikemi) secara mandiri
2. Mampu mendiskusikan diagnosis keperawatan pada kasus diabetes melitus dengan
komplikasi akut (hiperglikemi) yang sudah diidentifikasi secara individu/mandiri untuk
mencapai kesepahaman kelompok
3. Mampu mengidentifikasi materi belajar pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi
akut (hiperglikemi) secara mandiri

Aktifitas 1
Susunlah diagnosis keperawatan pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi akut
(hiperglikemi) secara mandiri
1. Ketidakstabilan kadar glukosa darah berhubungan dengan penggunaan insulin atau
obat hipoglikemik oral
2. Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan penurunan energi
3. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan
4. Risiko deficit nutrisi berhubungan dengan factor psikologis
5. Risiko ketidakseimbangan cairan berhubungan dengan poliuria
6. Risiko jatuh berhubungan dengan perubahan kadar glukosa darah
7. Risiko perfusi perifer tidak efektif berhubungan dengan hiperglikemia

Aktifitas 2
Diskusikan diagnosis keperawatan pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi akut
(hiperglikemi) yang sudah diidentifikasi oleh individu/mandiri untuk mencapai kesepakatan
kelompok
1. Ketidakstabilan kadar glukosa darah berhubungan dengan penggunaan insulin atau
obat hipoglikemik oral
2. Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan penurunan energi
3. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan
4. Risiko deficit nutrisi berhubungan dengan factor psikologis
5. Risiko ketidakseimbangan cairan berhubungan dengan poliuria
6. Risiko jatuh berhubungan dengan perubahan kadar glukosa darah
7. Risiko perfusi perifer tidak efektif berhubungan dengan hiperglikemia

Aktifitas 3
Identifikasi materi belajar pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi akut (hiperglikemi)
secara mandiri
1. Definisi Hiperglikemi
2. Etiologi Hiperglikemi
3. Patofisiologi hiperglikemi
4. Tanda dan gejala hiperglikemi
5. Pencegehan hiperglikemi
6. Penetalaksanaan hiperglikemi di rumah dan di rumah sakit
Penggunaan terapi insulin atau obat glikemik oral pada diabetes mellitus yang tepat
Pertemuan hari III
Setelah menyelesaikan modul ini, peserta didik diharapkan :
1. Mampu menyusun rencana keperawatan pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi
akut (hiperglikemi) secara mandiri, dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a. Mampu membuat tujuan/kritereria hasil perencanaan sesuai dengan diagnosis yang
telah dimunculkan.
b. Mampu mengidentifikasi kebutuhan pengkajian fokus terhadap masalah tersebut
c. Mampu mengidentifikasi kebutuhan pendidikan kesehatan untuk pasien/keluarga
terhadap masalah tersebut
d. Mampu mengidentifikasi kebutuhan kolaborasi terhadap masalah tersebut
e. Mampu mengidentifikasi kebutuhan aktifitas lain yang menunjang pemecahan
masalah tersebut
2. Mampu berdiskusi kelompok tentang rencana keperawatan pada kasus diabetes
gestasional yang sudah diidentifikasi secara individu/mandiri
3. Mampu mendemonstrasikan tindakan pengukuran gula darah (rujuk modul nomor...)
4. Mampu melakukan regulasi insulin (rujuk modul nomor ....)
5. Mampu menyusun catatan perkembangan pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi
akut (hiperglikemi) secara mandiri
6. Mampu mendiskusikan tentang catatan perkembangan pada kasus diabetes melitus
dengan komplikasi akut (hiperglikemi) yang sudah diidentifikasi secara individu/mandiri
untuk mencapai kesepahaman kelompok
7. Mampu membuat dokumentasi keperawatan pada kasus diabetes melitus dengan
komplikasi akut (hiperglikemi) secara mandiri

Aktifitas 1
Susunlah rencana keperawatan pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi akut
(hiperglikemi) secara mandiri
Rencana keperawatan
1. Ketidakstabilan kadar glukosa darah (Hiperglikemi)
Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 1x7 jam diharapkan keadaan klien
dalam kondisinstabil dengan kriteria hasil
KH : Kadar gula darah klien dalam keadaan normal, klien tidak mengalami
hiperglikemi / hipoglikemi
Tindakan :
1) Identifikasi penyebab hiperglikemi
2) Monitor kadarglukosa darah
3) Monitor tanda dan gejala hiperglikemi
4) Monitor intake dan output cairan
5) Monitor keton urin
2. Pola nafas tidak efektif
1) Monitor pola nafas
2) Monitor bunyi napas
3) Posisikan semi fowler
4) Berikan minum hangat
5) Lakukan fisioterapi dada
6) Berikan oksigen jika perlu
7) Ajrkan teknik batuk efektif
8) Kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi
3. Intoleransi aktivitas
1) Identifikasi gangguan fungsi tubuh yang mengakibatkan kelelahan
2) Monitor kelelahan fisik dan emosional
3) Monitor pola dan jam tidur
4) Monitor lokasi dan ketidaknyamanan selama melakukan aktivitas
5) Anjurkan tirah baring
6) Anjurkan melakukan aktivitas secara bertahap
7) Anjurkan menghubungi perawat jika tanda dan gejala kelelahan tidakberkurang
8) Ajarkan strategi koping untunk mengurangi kelelahan
9) Kolaborasi dengan ahli gizi tentang cara meningkatkan asupan makanan

4. Risiko deficit nutrisi


1) Monitor asupan dan keluarnya makanan dan cairan serta kebutuhan kalori
2) Timbang berat badan secara rutin
3) Diskusikan perilaku makan dan jumlah aktivitas fisik yang sesuai
4) Rencanakan program pengobatan untuk perawatan di rumah
5) Anjurkan membuat cacatan harian tentang perasan dan situasi pemicu pengeluaran
makanan
6) Ajrkan pengaturan diet yang tepat
7) Ajarkan keterampilan koping untuk penyelesaian masalah perilaku makan
8) Kolaborasi dengan ahli gizi tentang target berat badan kebutuhan kalori dan
pilihan makanan
5. Risiko ketidakseimbangan cairan
1) Monitor status hidrasi
2) Monitor bb harian monitor bb sebelum dan sesudah dialisis
3) Monitor hasil pemeriksaan lab
4) Catat intake-output dan hitung balance cairan 24 jam
5) Berikan asupan cairan, sesuai kebutuhan
6) Berikan cairan intavena, jika perlu
7) Kolaborasi pemberian diuretic, jika perlu
6. Risiko jatuh
1) Identifikasi factor risiko jatuh
2) Identifikasi risiko jatuh
3) Identifikasi factor lingkungan
4) Monitor kemampuan berpindah dari tempat tidur ke kursi roda dan sebaliknya
5) Pasang handrail tempat tidur
6) Gunakan alat bantu berjalan
7) Anjurkan memamnggil perawat jika membutuhkan bantuan untuk berpindah
8) Anjurkan menggunakan kaos kaki yang tidak licin
9) Anjurkan berkonsentrasi untuk menjaga keseimbangan tubuh
10) Anjurkan melebarkan jarak kedua kaki untuk meningkatkan keseimbangan saat
berdiri
11) Ajakan cara menggunakan bell untuk memanggil perawat.
7. Risiko perfusi perifer tidak efektif
1) Monitor frekuensi nafas, kekuatan nadi, TD, MAP
2) Monitor status oksigenasi
3) Monitor status cairan
4) Monitor tingkat kesadaran dan respon pupil
5) Berikan oksigen untuk mempertahankan saturasi oksigen
6) Jelaskan penyebab atau factor risiko syok
7) Jelakan tanda dan gejala awal syok
8) Anjurkan melapor jika merasakan tanda dan gejala awal syok
9) Anjurkan memperbanyak asupan cairan oral
10) Kolaborasi pemberian antiimflamasi jika perlu

Aktifitas 2
Diskusikan rencana keperawatan pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi akut
(hiperglikemi) yang sudah diidentifikasi secara individu/mandiri untuk mencapai kesepakatan
kelompok
1. Ketidakstabilan kadar glukosa darah (Hiperglikemi)
Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 1x7 jam diharapkan keadaan klien
dalam kondisinstabil dengan kriteria hasil
KH : Kadar gula darah klien dalam keadaan normal, klien tidak mengalami
hiperglikemi / hipoglikemi
Tindakan :
6) Identifikasi penyebab hiperglikemi
7) Monitor kadarglukosa darah
8) Monitor tanda dan gejala hiperglikemi
9) Monitor intake dan output cairan
10) Monitor keton urin
2. Pola nafas tidak efektif
1) Monitor pola nafas
2) Monitor bunyi napas
3) Posisikan semi fowler
4) Berikan minum hangat
5) Lakukan fisioterapi dada
6) Berikan oksigen jika perlu
7) Ajrkan teknik batuk efektif
8) Kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi
3. Intoleransi aktivitas
1) Identifikasi gangguan fungsi tubuh yang mengakibatkan kelelahan
2) Monitor kelelahan fisik dan emosional
3) Monitor pola dan jam tidur
4) Monitor lokasi dan ketidaknyamanan selama melakukan aktivitas
5) Anjurkan tirah baring
6) Anjurkan melakukan aktivitas secara bertahap
7) Anjurkan menghubungi perawat jika tanda dan gejala kelelahan tidakberkurang
8) Ajarkan strategi koping untunk mengurangi kelelahan
9) Kolaborasi dengan ahli gizi tentang cara meningkatkan asupan makanan
4. Risiko deficit nutrisi
1) Monitor asupan dan keluarnya makanan dan cairan serta kebutuhan kalori
2) Timbang berat badan secara rutin
3) Diskusikan perilaku makan dan jumlah aktivitas fisik yang sesuai
4) Rencanakan program pengobatan untuk perawatan di rumah
5) Anjurkan membuat cacatan harian tentang perasan dan situasi pemicu
pengeluaran makanan
6) Anjurkan pengaturan diet yang tepat
7) Ajarkan keterampilan koping untuk penyelesaian masalah perilaku makan
8) Kolaborasi dengan ahli gizi tentang target berat badan kebutuhan kalori dan
pilihan makanan
5. Risiko ketidakseimbangan cairan
1) Monitor status hidrasi
2) Monitor bb harian monitor bb sebelum dan sesudah dialisis
3) Monitor hasil pemeriksaan lab
4) Catat intake-output dan hitung balance cairan 24 jam
5) Berikan asupan cairan, sesuai kebutuhan
6) Berikan cairan intavena, jika perlu
7) Kolaborasi pemberian diuretic, jika perlu
6. Risiko jatuh
1) Identifikasi factor risiko jatuh
2) Identifikasi risiko jatuh
3) Identifikasi factor lingkungan
4) Monitor kemampuan berpindah dari tempat tidur ke kursi roda dan sebaliknya
5) Pasang handrail tempat tidur
6) Gunakan alat bantu berjalan
7) Anjurkan memamnggil perawat jika membutuhkan bantuan untuk berpindah
8) Anjurkan menggunakan kaos kaki yang tidak licin
9) Anjurkan berkonsentrasi untuk menjaga keseimbangan tubuh
10) Anjurkan melebarkan jarak kedua kaki untuk meningkatkan keseimbangan saat
berdiri
11) Ajakan cara menggunakan bell untuk memanggil perawat.
7. Risiko perfusi perifer tidak efektif
1) Monitor frekuensi nafas, kekuatan nadi, TD, MAP
2) Monitor status oksigenasi
3) Monitor status cairan
4) Monitor tingkat kesadaran dan respon pupil
5) Berikan oksigen untuk mempertahankan saturasi oksigen
6) Jelaskan penyebab atau factor risiko syok
7) Jelakan tanda dan gejala awal syok
8) Anjurkan melapor jika merasakan tanda dan gejala awal syok
9) Anjurkan memperbanyak asupan cairan oral
10) Kolaborasi pemberian antiimflamasi jika perlu
Aktifitas 3
Susunlah catatan perkembangan pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi akut
(hiperglikemi) secara mandiri
1. Ketidakstabilan kadar glukosa darah
S: Klien menderita DM sejak 10 tahun dengan terapi novomix 12-15U
O: GDS = 628 mg/dL, A1c = 9,7%; Keton = 0.7.
A: masalah ketidakstabilan kadar glukosa darah belum teratasi
P: lanjutkan intervensi
2. Pola nafas tidak efektif
S: klien mengatakan badan lemah dan sesak nafas
O: klien tampak lemah dan terlihat nafas sesak
A: masalah pola nafas tidak efektif belum teratasi
P: lanjutan intervensi
3. Intoleransi aktivitas
S: Klien menderita DM sejak 10 tahun dengan terapi novomix 12-15U. Klien
mengeluh badan lemah, nafas sesak.
O: klien tampak lemah dan terlihat nafas sesak. GDS = 628 mg/dL, A1c = 9,7%;
Keton = 0.7.
A: masalah intoleransi aktivitas belum teratasi
P: lanjutkan intervensi

4. Risiko deficit nutrisi


S: Klien mengeluh mual, badan lemah
O: klien tampak mual dan terlihat lemah
A: masalah risiko defisit nutrisi belum teratasi
P: lanjutkan intervensi
5. Risiko ketidakseimbangan cairan
S: Klien mengeluh mual, badan lemah dan buang air kecil terus.
O: klien terlihat mual, tampak lemah GDS = 628 mg/dL, A1c = 9,7%; Keton = 0.7.
A: masalah risiko ketidakseimbangan cairan belum teratasi
P: lanjutkan intervensi

6. Risiko jatuh
S: Klien mengeluh badan lemah, nafas sesak.
O: terlihat lemah, terlihat sesak GDS = 628 mg/dL
A: masalah risiko jatuh belum teratasi
P: lanjutkan intervensi
7. Risiko perfusi perifer tidak efektif
S: Klien mengeluh badan lemah, nafas sesak.
O: tampak lemah, terlihat nafas sesak GDS = 628 mg/dL
A: masalah risik perfusi perifer tidak efektif belum teratasi
P: lanjutkan intervensi
Aktifitas 4
Diskusikan catatan perkembangan pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi akut
(hiperglikemi) yang sudah diidentifikasi secara individu/mandiri untuk mencapai kesepakatan
kelompok
1. Ketidakstabilan kadar glukosa darah
S: Klien menderita DM sejak 10 tahun dengan terapi novomix 12-15U
O: GDS = 628 mg/dL, A1c = 9,7%; Keton = 0.7.
A: masalah ketidakstabilan kadar glukosa darah belum teratasi
P: lanjutkan intervensi
2. Pola nafas tidak efektif
S: klien mengatakan badan lemah dan sesak nafas
O: klien tampak lemah dan terlihat nafas sesak
A: masalah pola nafas tidak efektif belum teratasi
P: lanjutan intervensi
3. Intoleransi aktivitas
S: Klien menderita DM sejak 10 tahun dengan terapi novomix 12-15U. Klien
mengeluh badan lemah, nafas sesak.
O: klien tampak lemah dan terlihat nafas sesak. GDS = 628 mg/dL, A1c = 9,7%;
Keton = 0.7.
A: masalah intoleransi aktivitas belum teratasi
P: lanjutkan intervensi
4. Risiko deficit nutrisi
S: Klien mengeluh mual, badan lemah
O: klien tampak mual dan terlihat lemah
A: masalah risiko defisit nutrisi belum teratasi
P: lanjutkan intervensi
5. Risiko ketidakseimbangan cairan
S: Klien mengeluh mual, badan lemah dan buang air kecil terus.
O: klien terlihat mual, tampak lemah GDS = 628 mg/dL, A1c = 9,7%; Keton = 0.7.
A: masalah risiko ketidakseimbangan cairan belum teratasi
P: lanjutkan intervensi
6. Risiko jatuh
S: Klien mengeluh badan lemah, nafas sesak.
O: terlihat lemah, terlihat sesak GDS = 628 mg/dL
A: masalah risiko jatuh belum teratasi
P: lanjutkan intervensi
7. Risiko perfusi perifer tidak efektif
S: Klien mengeluh badan lemah, nafas sesak.
O: tampak lemah, terlihat nafas sesak GDS = 628 mg/dL
A: masalah risik perfusi perifer tidak efektif belum teratasi
P: lanjutkan intervensi
Aktifitas 5
Buatlah dokumentasi keperawatan pada kasus diabetes melitus dengan komplikasi akut
(hiperglikemi) secara mandiri
1. Ketidakstabilan kadar glukosa darah
S: Klien menderita DM sejak 10 tahun dengan terapi novomix 12-15U
O: GDS = 628 mg/dL, A1c = 9,7%; Keton = 0.7.
A: masalah ketidakstabilan kadar glukosa darah belum teratasi
P: lanjutkan intervensi
2. Pola nafas tidak efektif
S: klien mengatakan badan lemah dan sesak nafas
O: klien tampak lemah dan terlihat nafas sesak
A: masalah pola nafas tidak efektif belum teratasi
P: lanjutan intervensi
3. Intoleransi aktivitas
S: Klien menderita DM sejak 10 tahun dengan terapi novomix 12-15U. Klien
mengeluh badan lemah, nafas sesak.
O: klien tampak lemah dan terlihat nafas sesak. GDS = 628 mg/dL, A1c = 9,7%;
Keton = 0.7.
A: masalah intoleransi aktivitas belum teratasi
P: lanjutkan intervensi
4. Risiko deficit nutrisi
S: Klien mengeluh mual, badan lemah
O: klien tampak mual dan terlihat lemah
A: masalah risiko defisit nutrisi belum teratasi
P: lanjutkan intervensi
5. Risiko ketidakseimbangan cairan
S: Klien mengeluh mual, badan lemah dan buang air kecil terus.
O: klien terlihat mual, tampak lemah GDS = 628 mg/dL, A1c = 9,7%; Keton = 0.7.
A: masalah risiko ketidakseimbangan cairan belum teratasi
P: lanjutkan intervensi
6. Risiko jatuh
S: Klien mengeluh badan lemah, nafas sesak.
O: terlihat lemah, terlihat sesak GDS = 628 mg/dL
A: masalah risiko jatuh belum teratasi
P: lanjutkan intervensi
7. Risiko perfusi perifer tidak efektif
S: Klien mengeluh badan lemah, nafas sesak.
O: tampak lemah, terlihat nafas sesak GDS = 628 mg/dL
A: masalah risik perfusi perifer tidak efektif belum teratasi
P: lanjutkan intervensi

Aktifitas 6
Buatlah resume jurnal reading minimal dari 1 buah artikel terkait kasus diabetes melitus
dengan komplikasi akut (hiperglikemi) dan rencana pendidikan kesehatan lengkap dengan
medianya.
No Judul Penelitian Peneliti Metode Penelitian Sasaran dan Lokasi Hasil Penelitian/Kesimpulan
1 INFLUENCE OF Setyoadi1, Heri Desain penelitian yang Sample penelitian ini adalah Kadar glukosa darah sebelum dan
NUTRITION Kristianto, Siti digunakan dalam penderita DM setelah
EDUCATION WITH Nur Afifah penelitian ini adalah pre tipe 2 yang ada dikontrol rutin diberikan edukasi nutrisi dengan metode
CALENDAR eksperimental design, dengan di Puskesmas Pakis kalender
METHOD IN one group pre test-post test Kabupaten Malang yang terdapat perubahan yang signifikan
DIABETIC design yaitu dengan diambil dengan cara dengan hasil 16
PATIENTS' BLOOD cara melakukan pre test terlebih nonprobability responden mengalami penurunan kadar
GLUCOSE dahulu sebelum dengan teknik purposive glukosa darah
diberikan intervensi, kemudian sampling dengan dan 5 responden yang mengalami
setelah diberi intervensi jumlah 21 sampel dengan peningkatan kadar
diberikan post test. Pilihan menggunakan rumus Slovin. glukosa darah setelah diberikan
desain ini untuk Kriteria inklusi sample bisa intervensi.
mengurangi drop out (DO) baca tulis, usia 40-60 tahun, Pola kesesuaian diet sebelum dan
responden selama proses tercatat di Puskesmas, dan setelah
intervensi. Penelitian ini juga bersedia menjadi diberikan edukasi nutrisi dengan metode
dilakukan follow up responden. kalender
untuk mengetahui ketepatan terdapat perubahan yang signifikan
dalam intervensi metode dengan hasil 21 responden menunjukan
kalender. perubahan dalam pola
diaetnya menjadi lebih baik dan tidak
ada yang lebih
buruk pola dietnya. Perubahan
kesesuaian diet pre
test, follow up, dan post test terdapat
perbedaan
yang signifkan.
Hubungan antara diet menggunakan
metode
kalender dengan kadar glukosa darah
sewaktu
terdapat hubungan yang signifikan.
Peneliti selanjutnya ada satu kelompok
lagi
yang tidak diberikan perlakuan, perlu
pemakaian food
model atau gambar model bahan
makanan pada saat
melakukan intervensi dan penelitian
berlangsung dan
ditambahkan catatan food recall 24 jam
karena untuk
mengidentifikasi pola makan dan jenis
makanan yang
dikonsumsi responden penelitian,
sehingga bisa
mendukung data penelitian.
Pertemuan hari III

Setelah menyelesaikan modul ini peserta didik diharapkan mampu


A. Memanfaatkan hasil-hasil penelitian dalam mengatasi masalah-masalah pada klien
diabetes melitus dengan komplikasi akut (hiperglikemi) dan pendidikan kesehatan pada
klien diabetes melitus dengan komplikasi akut (hiperglikemi)

B. Mensimulasikan pendidikan kesehatan pada klien diabetes gestasional:


1. Membuat rencana pendidikan kesehatan pada klien diabetes melitus dengan
komplikasi akut (hiperglikemi) untuk pencegahan primer, pencegahan sekunder dan
pencegahan tersier
2. Membuat media pendidikan kesehatan pada klien diabetes melitus dengan komplikasi
akut (hiperglikemi)
3. Mendemonstrasikan pendidikan kesehatan pada klien diabetes melitus dengan
komplikasi akut (hiperglikemi)
4. Mengevaluasi hasil pelaksanaan pendidikan kesehatan pada klien diabetes melitus
dengan komplikasi akut (hiperglikemi)

Aktifitas 1
1. Paparkan hasil journal reading anda tentang klien dengan diabetes melitus dengan
komplikasi akut (hiperglikemi)

2. Buatlah SAP Materi pendidikan kesehatan pada klien diabetes melitus dengan komplikasi
akut (hiperglikemi)

3. Buat media yang sesuai dengan pendidikan kesehatan yang saudara berikan
4. Demonstrasikan pendidikan kesehatan pada klien diabetes melitus dengan komplikasi akut
(hiperglikemi)

5. Diskusikan hasil pelaksanaan pendidikan kesehatan pada klien diabetes melitus dengan
komplikasi akut (hiperglikemi) dengan kelompok