Anda di halaman 1dari 180

RENCANA STRATEGIK

FAKULTAS FARMASI - ISTN


2015 - 2020

FAKULTAS FARMASI
2015

RENSTRA FAKULTAS FARMASI ISTN 2015-2020 Hal 1


KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala karuniaNya
Rencana Strategis Fakutas Farmasi-ISTN dapat disusun.
Rencana Strategis 2015 ini disusun sebagai upaya Fakultas Farmasi dalam
mengoptimalkan berbagai kegiatan pengembangan yang telah tersirat dalam
Rencana Induk Pengembangan Fakultas Farmasi 2015 yang mengacu pada
Rencana Induk Pengembangan ISTN 2015 dan Renstra ISTN 2015-2020 yang
berhubungan dengan pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, sarana dan
prasarana, kepemimpinan maupun kemahasiswaan. Dengan adanya Renstra ini
pelaksanaan pengembangan yang akan dilaksanakan di Fakultas Farmasi ISTN
lebih terpadu, efektif, efisien dan akuntabel. Rencana stategis yang akan
dilaksanakan di Fakultas Farmas ISTN periode 2015-2020. Rencana Strategis ini
selanjutnya diimplementasikan dalam bentuk Rencana Operasional (RENOP)
Fakultas Farmasi ISTN setiap tahun anggaran.
Akhirnya kita harapkan agar semua sivitas akademika Fakultas Farmasi
ISTN dapat berpedoman pada renstra ini dalam menyusun kegiatan yang
komprehensif terpadu, efektif dan akuntabel demi tercapainya visi misi yang telah
kita sepakati .
Terimakasih dan penghargaan disampaikan kepada semua pihak atas
masukannya dalam tersusunnya renstra ini. Semoga Fakultas Farmasi ISTN dapat
terus maju demi menantang kemajuan IPTEK yang terus berkembang di masa
yang akan datang.
Jakarta, Januari 2015
Dekan

Dr. Refdanita, MSi. Apt


(NIDN. 0015075902)

RENSTRA FAKULTAS FARMASI ISTN 2015-2020 Hal 2


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN........................................................................ 4
BAB II. ANALISIS................................................................................. 6
A. Faktor Internal. ....................................................................... 6
B. Faktor eksternal....................................................................11
BAB III. VISI MISI FAKULTAS FARMASI.............................................. 15
BAB IV. RENCANA STRATEGI..............................................................16
BAB V. SASARAN PROGRAM............................................................ 20
BAB VI. LINGKUP PROGRAM ............................................................ 21
BAB VII. PERFORMANCE INDIKATOR................................................ 22
BAB VIII. URAIAN PROGRAM ............................................................... 24
A. Bidang Akademik............................................................... 24
B. Bidang Organisasi, Managemen dan Keuangan............ 29
C. Bidang Kemahasiswaan..................................................... 38
D. LAMPIRAN ....................................................................... 40

RENSTRA FAKULTAS FARMASI ISTN 2015-2020 Hal 3


BAB I
PENDAHULUAN

Perubahan paradigma perguruan tinggi terlihat semakin nyata dalam


menghadapi era globalisasi, serta dapat memberikan cakrawala baru pada dunia
pendidikan. Perubahan tersebut terjadi pada bidang sains dan teknologi terutama
teknologi informasi yang bergerak ke arah teknolog digital.Perkembangan dan
kemajuan sains dan teknologi ini telah merasuk ke berbagai aspek kehidupan.
Oleh karena itu setiap perguruan tinggi dituntut untuk memiliki pedoman yang akan
menjadi landasan bagi keberlanjutan (sustainability) dan pengembangannya.
Seiring dengan bertambahnya usia ISTN yang sudah mencapai 65 tahun,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam yang berdiri sejak tahun 1983,
pada tahun 2015 dipisahkan menjadi dua Fakultas salah satunya menjadi Fakultas
Farmasi. Fakutas Farmasi-ISTN sejak itu mulai bergerak menghadapi peluang dan
sekaligus tantangan global dengan lingkungan dan tatanan yang terus berubah
secara cepat. Globalisasi, termasuk bidang pendidikan tinggi merupakan
phenomena yang tidak dapat dihindari didalam masyarakat. Oleh karena itu
penguasaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan
peluang serta tantangan yang memerlukan tanggap cepat dan strategis.
Pendayagunaan ilmu pengetahuan dan teknologi memerlukan penguasaan,
pengelolaan dan pemanfaatannya untuk kepentingan umat manusia, sehingga
penerapan ilmu dan teknologi dapat membentuk keterkaitan yang tidak
terpisahkan dan saling memperkuat kelembagaan, sumber daya dan jaringan ilmu
pengetahuan dan teknologi dalam satu kesatuan yang utuh.
Fakultas yang merupakan penyelenggara pendidikan tinggi harus
melakukan upaya perbaikan internal, dan menata kembali pengelolaan
organisasinya melalui perubahan paradigma, strategi, tata-kelola, sistem dan
prosedur, budaya organisasi, kompetensi dan irama kerja pimpinan, struktural,
dosen dan karyawannya. Walaupun dalam memperbaiki dan menata pengelolaan

RENSTRA FAKULTAS FARMASI ISTN 2015-2020 Hal 4


perguruan tinggi tidak mudah mengingat banyak dan kompleksnya masalah yang
harus diperbaiki, kenyataan ini merupakan suatu yang tidak dapat ditawar lagi
mengingat tantangan di saat ini dan masa depan akan semakin berat.
Fakultas Farmasi-ISTN sebagai penyelenggaraan pendidikan tinggi farmasi
tidak dapat berhasil tanpa adanya peningkatan mutu dan otonomi manajemen dari
masing-masing program studi secara sistemik dan berkelanjutan. Mutu
manajemen mencakup sistem dan proses penyelenggaraan yang merangsang
kreativitas, kemampuan menyelesaikan masalah dan produktivitas civitas
academica untuk menghasilkan perbaikan mutu kinerja yang semakin tinggi.
Sedangkan yang dimaksud dengan otonomi manajemen adalah pemberian
kewenangan yang lebih besar kepada setiap program studi untuk mengelola
sumberdaya yang dimilikinya, baik fisik, finansial, informasi termasuk kurikulum,
waktu, maupun sumberdaya manusia.
Saat ini ISTN sudah memiliki rencana strategik yang akan dijadikan
sebagai dasar bagi perbaikan dan perkembangan dalam menjalankan Tridharma
Perguruan Tinggi yang disebut Rencana Stategi (Renstra) ISTN 2015 – 2020.
Renstra Institut ini akan dijabarkan sebagian di Fakultas Farmasi yang dikenal
dengan Renstra Fakultas Farmasi - ISTN 2015 – 2020.

RENSTRA FAKULTAS FARMASI ISTN 2015-2020 Hal 5


BAB II
ANALISIS

Situasi perguruan tinggi saat ini tidak terlepas dari dinamika kompetisi antar
perguruan tinggi, terutama perguruan tinggi farmasi pada era globalisasi dan
lapangan kerja yang tersedia menuntut sumber daya manusia yang berkualitas
dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tinggi, sehingga lulusan
perguruan tinggi farmasi dapat diterima di dunia kerja.
Analisis ini diperlukan untuk menentukan arah Rencana Strategis Fakultas
Farmasi-ISTN dengan memperhatikan kondisi internal dan perkembangan
eksternal, sehingga dapat diidentifikasi potensi dan kelemahan yang dimiliki
Fakultas Farmasi dalam bentuk analisis SWOT, berupa kekuatan, kelemahan,
peluang dan ancaman yang dihadapi Fakultas Farmasi-ISTN saat ini.
Selanjutnya dengan menggunakan metode analisis SWOT ini, hasil
pengumpulan data dan informasi tersebut dipakai untuk memetakan kekuatan,
kelemahan, peluang dan tantangan yang dihadapi Fakultas Farmasi-ISTN ke
depan, kemudian hasil analisis ini dipakai untuk menetapkan kebijakan
pengembangan Fakultas Farmasi, dirumuskan dalam bentuk rencana strategis
maupun rencana operasional dalam program kerja tahunan.
A. Faktor Internal

Fakultas Farmasi-ISTN telah menyelenggarakan pendidikan tinggi farmasi


dengan sangat berpengalaman, secara teknis saat ini pelaksanaan proses belajar-
mengajar berjalan baik. Perkuliahan, praktikum dan ujian-ujian berjalan lancar dan
sesuai dengan jadwal kalender akademik. Produktivitas akademik pun baik,
sehingga jumlah lulusannya setiap tahun relatif tinggi.
Fakultas Farmasi-ISTN mempunyai dua Program Studi yaitu Program Studi
Farmasi dan Program Studi Profesi Apoteker didukung oleh sarana bangunan
gedung dan peralatan pendidikan yang relatif lengkap, mempunyai lahan kampus
yang luas,yaitu hampir 12 ha , serta didukung oleh dosen tetap untuk tiap program

RENSTRA FAKULTAS FARMASI ISTN 2015-2020 Hal 6


studi yang lebih dari cukup, dengan latar pendidikan rata rata S2 , bahkan dengan
kepangkatan akademik yang memadai.
Fakultas Farmasi- ISTN telah menghasilkan alumni yang telah berkarya di
berbagai bidang usaha, baik di sektor swasta maupun pemerintah. Lulusan
mempunyai masa studi relatif tepat waktu, antara 4,5-5 tahun, dengan masa
tunggu kerja antara 3–6 bulan. Hal ini menunjukkan bahwa proses pendidikan di
Fakultas Farmasi-ISTN berjalan baik dan menghasilkan lulusan yang kompeten,
karena pada umumnya mereka bisa langsung terserap di dunia kerja.
Indikator dapat dilihat dari hasil akreditasi BAN-PT yang relatif tinggi yang
diperoleh ISTN pada tahun 2015 (lihat tabel-1). Hal ini menggambarkan bahwa
pelaksanaan proses akademik pada semua program studi di Fakultas Farmasi-
ISTN telah berjalan dengan baik sebagaimana yang seharusnya.

Tabel -1: Hasil Akreditasi ISTN tahun 2015


NO PROGRAM STUDI AKREDITASI KETERANGAN
1 Farmasi B Akreditasi I 1998
2 Profesi Apoteker C Akreditasi I 2015

Fakultas Farmasi-ISTN secara umum terlihat mempunyai sejumlah


kekuatan yang bisa dikedepankan sehingga dijadikan alasan untuk tetap eksis
menyelenggarakan pendidikan tinggi farmasi, selain itu faktor faktor kelemahan
yang ada juga perlu diupayakan sehingga kelemahan yang ada bisa sekaligus
dijadikan peluang untuk memperbaikinya.
Secara umum kekuatan dan kelemahan tersebut antara lain adalah :
1. Kekuatan
a. Fasilitas fisik dan informasi yang relatif lengkap, Kelengkapan fisik
ditandai dengan kelengkapan fasilitas lahan yang luas, gedung,
peralatan laboratorium dan fasilitas non-akademik. Kelengkapan
fasilitas informasi berhubungan dengan perpustakaan, bandwith untuk
Mahasiswa, hardware IT, hotspot, dan tersedianya LAN yang dikenal
dengan ISTN-PRIMA. Khusus untuk informasi manajemen Fakultas

RENSTRA FAKULTAS FARMASI ISTN 2015-2020 Hal 7


Farmasi-ISTN dapat mengakses sistem Informasi yang dikenal dengan
ISTN-prima.
b. Reputasi baik di tingkat nasional, kekuatan ini diperlihatkan dengan
cukup banyaknya alumni yang telah menduduki posisi strategis di
berbagai instansi, baik pemerintah maupun swasta yang tersebar di
seluruh nusantara. Disamping itu, setiap tahun terdapat Mahasiswa
baru yang berasal dari berbagai daerah dan provinsi yang ada di
nusantara meskipun konsentrasi Mahasiswa baru masih didominasi
dari Jakarta. Pemanfaatan kekuatan ini secara maksimal akan
memberikan kontribusi positif untuk menghasilkan image yang baik.
c. Tenaga pendidik dengan kualifikasi dan potensi besar untuk
dikembangkan lebih lanjut. Indikasi kekuatan tenaga pendidik
diperlihatkan oleh jumlah Dosen yang memiliki kualifikasi S2 dan S3
dan telah memiliki kepangkatan akademik serta sebahagian telah
memiliki sertifikat pendidik. Jumlah ini dapat bertambah apabila
program kaderisasi dapat berjalan secara baik. Potensi kualifikasi
pendidikan ini merupakan modal berharga untuk pengembangan
kemampuan staf pengajar.
d. Komitmen dalam menjamin dan mengembangkan mutu yang tinggi,
Komitmen ini diindikasikan oleh beberapa hal, yakni adanya Unit
Penjaminan Mutu di tingkat Fakultas, adanya Monitoring dan Evaluasi
dalam mengembangkan mutu.
e. Komunikasi dan kerjasama dengan pihak luar baik dalam aspek
akademik, riset dan pengabdian kepada masyarakat semakin
meningkat, termasuk dengan lembaga-lembaga sertifikasi profesi dan
industri;

2. Kelemahan
Berdasarkan analisis yang komprehensif yang telah dilakukan terhadap
masalah-masalah internal yang terjadi di ISTN pada umumnya dan khususnya di

RENSTRA FAKULTAS FARMASI ISTN 2015-2020 Hal 8


Fakultas Farmasi-ISTN, maka dapat diidentifikasi beberapa masalah-pokok yang
harus segera diselesaikan sebagai berikut:
1. Pengembangan ISTN yang relatif terhambat
Kondisi ISTN sangat terasa dampaknya terhadap masalah internal di
Fakultas Farmasi-ISTN, salah satu masalah internal yang utama ditemukan adalah
bahwa ISTN bergantung kepada tuition fee, yaitu seluruh pendanaan baik dana
operasional atau dana dalam melaksanakan tridarma perguruan bergantung
sepenuhnya kepada dana dari mahasiswa.
2. Kondisi peralatan yang sudah relatif tua
Pengadaan alat tentu membutuhkan dana yang sangat besar, oleh karena
itu peremajaan alat praktikum dan pengadaan alat mengalami keterlambatan.
3. Kondisi bangunan yang sudah lama
Kampus ISTN mempunyai lahan yang cukup luas,yaitu hampir 12 ha, juga
mempunyai sarana bangunan gedung dan peralatan pendidikan yang relatif
lengkap namun sudah berumur cukup tua, sehingga membutuhkan dana yang
cukup besar untuk memperbaikinya.
4. Struktur kurikulum yang kurang memadai
Kurikulum dan silabus merupakan “jiwa” dari suatu perguruan tinggi, yang
akan menentukan profil keilmuan dan kemampuan yang dikuasai oleh lulusannya.
Kalau kurikulum yang dijalankan di Fakultas Farmasi-ISTN saat ini ditelaah, maka
ada beberapa kondisi yang ditemukan, antara lain: bahwa struktur kurikulum yang
dipakai di Fakultas Farmasi-ISTN saat ini dapat dianggap “kurang tanggap dengan
kebutuhan dan perkembangan”', yakni kurang dapat menjawab tantangan
kebutuhan masyarakat sekaligus tuntutan akademik serta tidak sesuai dengan
perkembangan teknologi dan kebutuhan industri/lapangan kerja saat ini. Struktur
kurikulum Fakultas Farmasi-ISTN tersebut pada dasarnya terdiri dari banyak mata
kuliah, yang masing-masing cenderung mempunyai sks yang besar, namun pada
dasarnya kurang kuat untuk dikembangkan lebih lanjut ke dunia praktek atau ke
jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

RENSTRA FAKULTAS FARMASI ISTN 2015-2020 Hal 9


5. Suasana akademik yang cukup memadai
Suasana akademik (academic-atmosphere) juga cukup berkembang di
Fakultas Farmasi-ISTN, sehingga seminar, diskusi dan penelitian ilmiah di ISTN,
baik yang bersifat internal maupun ekstemal, cukup memadai.
6. Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat
Perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan penelitian dan
pengabdian kepada masyarakat disamping melaksanakan pendidikan
sebagaimana diamanahkan oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional Pasal 20. Sejalan dengan kewajiban tersebut,
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi Pasal 45
menegaskan bahwa penelitian di perguruan tinggi diarahkan untuk
mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta meningkatkan
kesejahteraan masyarakat dan daya saing bangsa. Dalam pasal tersebut juga
ditegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan kegiatan sivitas
akademika dalam mengamalkan dan membudayakan ilmu pengetahuan dan
teknologi untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan
bangsa.
Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Fakultas
Farmasi dengan dana mandiri dan institusi, sehingga jumlahnya relatif cukup. Hal
ini tentu berdampak pada karya ilmiah dosen yang jumlahnya juga relatif cukup.
7. Hal lain yang masih perlu peningkatan pelaksanaannya pada Fakultas Farmasi
antara lain Kuantitas pengajar, Kalau dilihat dari segi kuantitas, jumlah staf
pengajar tetap yang dimiliki oleh Fakultas Farmasi-ISTN saat ini perlu
penambahan . Dosen yang tersedia banyak yang memasuki usia pensiun dan
juga dosen yang tersedia tersebar tidak merata pada setiap kelompok bidang ilmu.
Pada saat ini komposisi dosen menurut usia di Fakultas Farmasi-ISTN sangat
tidak seimbang dan tidak ideal sehingga dapat membahayakan sustainability ISTN
untuk jangka menengah dan panjang. Kepangkatan dosen juga merupakan
masalah yang perlu diperhatikan, rata-rata dosen punya kepangkatan AA dan

RENSTRA FAKULTAS FARMASI ISTN 2015-2020 Hal 10


bahkan ada yang belum punya kepangkatan. Pendidikan lanjut dosen yang belum
merata, dosen berpendidikan S3 masih perlu ditingkatkan. Hal ini tentu akan
7.Jaminan mutu internal belum efektif dalam pelaksanaannya pada Fakultas
Farmasi-ISTN, keadaan ini perlu mendapat perhatian lebih lanjut karena mutu
program studi sangat menentukan dalam menjamin lulusan yang kompeten.
8. Tugas dosen pada tridhama perguruan tinggi dalam melakukan penelitian.
Hasil penelitian seyogianya harus di publikasi dalam jurnal nasional dan jurnal
nasional terakreditasi bahkan internasional. Kemampuan menulis artikel dosen
masih rendah dan Fakultas Farmasi belum mempuyai journal OJS dan jurnal
terakreditasi, sehingga menyulitkan dosen untuk mempublikasi hasil penelitian.

B. Faktor Eksternal
Secara umum faktor kondisi eksternal adalah adanya sejumlah peluang
dan tantangan yang perlu disikapi secara proporsional dan diakomodasi dalam
penyusunan rencana strategis mendatang secara garis besar antara lain adalah :

1. Peluang
b. Jumlah lulusan SMU tiap tahun yang cukup banyak dan berkualitas sehingga
dapat meningkatkan mutu dan kualitas mahasiswa yang diterima.
c. Pertumbuhan ekonomi yang meningkat secara cepat apabila didukung oleh
penguasaan ilmu dan teknologi
d. Dalam waktu 5 tahun mendatang akan lebih banyak dibangun tempat-tempat
pelayanan kesehatan yang banyak membutuhkan tenaga farmasis
e. Menjalin kerjasama pendidikan dengan instansi lain dan kerjasa dengan
lembaga lain dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
f. Menjalin kerjasama riset dan mengembangkan IPTEKS yang spesifik,
berdasarkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang
memungkinkan Fakultas Farmasi untuk mengakses informasi tentang

RENSTRA FAKULTAS FARMASI ISTN 2015-2020 Hal 11


perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sebanyak-banyaknya dan
mempublikasikan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi seluas-luasnya.

2. Ancaman
a. Pertumbuhan Perguruan Tinggi lain, yaitu tersediannya banyak peluang
masyarakat untuk membuka dan mengembangkan perguruan tinggi telah
mendorong pertumbuhan perguruan tinggi, baik dari segi jumlah, jenis
maupun kualitas. Pada keadaan sekarang terdapat pertumbuhan prodi
farmasi yang sangat cepat dengan fasilitas yang lebih modern.
b. Masuknya perguruan tinggi asing ke Indonsia
c. Masuk tenaga kerja bidang kesehatan dari negara lain
d. Adanya persepsi sebagian masyarakat yang berpandangan terhadap sarjana
farmasi sulit mencari kerja.
e. Menurunnya daya beli masyarakat.
f. Standarisasi Industri, Dunia industri telah menerapkan standar ISO, oleh
karena itu Fakultas Farmasi-ISTN harus mampu menyesuaikan dan
mengantisipasi kurikulumnya yang adaptif dengan kebutuhan dunia
kesehatan dan dunia industri.
g. Rencana pemberlakuan Kurikulum berbasis KKNI, memberikan tantangan
agar Fakultas Farmas-ISTN mampu terus mengembangkan kurikulum yang
sustainable.
h. Standarisasi dunia industri.
Dengan perkembangan paradigma saat ini, diupayakan agar semua
peluang dan tantangan yang ada dapat dimanfaatkan dan diatasi, sehingga
melalui segala upaya yang telah dilakukan dapat mengatasi faktor eksternal
seperti yang diuraikan di atas, dengan segala keterbatasan ISTN sebagai
perguruan tinggi yang telah berusia yang sudah relatif tua. Dengan
pengalaman dan eksistensi ISTN selama ini, diharapkan dapat menarik
minimum 1% dari lulusan SLTA se Jabodetabek untuk berkuliah di ISTN. Hal
ini merupakan tantangan besar dan harus segera dicari jalan keluarnya.

RENSTRA FAKULTAS FARMASI ISTN 2015-2020 Hal 12


Berdasarkan analisis yang komprehensif yang telah dilakukan
terhadap masalah-masalah internal yang terjadi di ISTN pada umumnya dan
khususnya di Fakultas Farmasi-ISTN, maka dapat diidentifikasi beberapa
masalah-pokok yang harus segera diselesaikan sebagai berikut:
a. Manajemen ISTN harus cepat tanggap melihat banyaknya perguruan tinggi
swasta baru dan modern, yang saat ini telah berdiri di Jakarta. ISTN
diharapkan dapat pula menawarkan program-program pendidikan yang up-
to-date dan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan jaman, di mana
sebagian di antaranya melakukan kerjasama dengan PT asing. ISTN perlu
mengambil langkah-langkah terobosan untuk segera memperbaiki keadaan
dirinya sehingga siap bersaing dengan PTS-PTS yang lebih modern, dan
pada akhirnya ISTN dapat diminati oleh para lulusan SMU/SMK.
b. Struktur kurikulum harus diperbaiki sehingga sesuai dengan perkembangan
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan dapat menjawab tantangan kebutuhan
masyarakat sekaligus tuntutan akademik serta sesuai dengan
perkembangan teknologi dan kebutuhan industri/lapangan kerja saat ini.
c. Relevansi kurikulum dan silabus dengan perkembangan teknologi di dunia
masih relatif rendah harus segera diatasi dengan pemutahiran peralatan
pembelajaran pendukung kurikulum harus dapat mengikuti perkembangan
teknologi terkini yang berbasis elektronik dan komputer.
d. Suasana akademik (academic-atmosphere) harus di tingkatkan dan
diperbaiki dengan memotivasi dosen, mahasiswa untuk melaksanakan
seminar, diskusi dan penelitian ilmiah di ISTN, baik yang bersifat internal
maupun ekstemal, masih perlu digalakkan.
e. Memotivasi dosen untuk membuat proposal penelitian dan pengabdian
kepada masyarakat yang baik untuk memperoleh dana internal maupun
dana Hibah dari instansi pemerintah. Fakultas Farmasi memfasilitasi dengan
mengadakan pelatihan bekerjasama dengan LP2M yaitu cara membuat
proposal yang berkualitas sesuai standar yang telah ditetapkan oleh mitra.

RENSTRA FAKULTAS FARMASI ISTN 2015-2020 Hal 13


f. Hal lain yang perlu diantisipasi adalah pada saat ini “komposisi dosen
menurut usia” di ISTN kurang seimbang dan kurang ideal sehingga dapat
membahayakan sustainability ISTN untuk jangka menengah dan panjang.
Untuk itu Fakultas Farmasi akan melakukan rekrutmen bagi dosen muda
yang baru, sesuai dengan kelompok bidang ilmu.
g. Pola jaminan mutu Fakultas Farmasi-ISTN juga harus diperbaiki. Fakultas
Farmasi-ISTN harus mempunyai gugus kendali mutu, dan mengusulkan
kepihak institusi.

RENSTRA FAKULTAS FARMASI ISTN 2015-2020 Hal 14


BAB III
VISI-MISI
Visi :
Menjadi Fakultas Farmasi yang unggul dan berdaya saing tinggi berbasis riset dan
inovasi demi kejayaan dan kesejahteraan manusia Indonesia di era global pada
tahun 2025.
Misi :
a. Menyelenggarakan kegiatan pendidikan tinggi bidang farmasi dengan
senantiasa meningkatkan kualitasnya dalam rangka meningkatkan daya
saing bangsa;
b. Menyelenggarakan kegiatan riset dan inovasi serta melakukan publikasinya
sebagai upaya pengembangan farmasi dengan senantiasa meningkatkan
kualitasnya melalui cara-cara yang mengedepankan tata nilai, etika, norma,
dan budaya;
c. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat dengan senantiasa
meningkatkan kualitasnya sebagai upaya penerapan dan pengembangan
farmasi dan
d. Menyelenggarakan tata kelola, profesionalisme, akuntabilitas dan
kemandirian penyelenggaraan perguruan tinggi dengan senantiasa
meningkatkan kualitasnya
Tujuan :
a. Menghasilkan sumber daya manusia yang cerdas, berakhlak mulia,
beretika, kompeten dan berdaya saing tinggi serta mampu mengembangkan
farmasi baik di tingkat nasional maupun internasional;
b. Menghasilkan riset unggulan dan inovasi yang mendorong pengembangan
farmasi dalam skala nasional maupun internasional;
c. Menghasilkan karya .pengabdian kepada masyarakat yang membantu
memberdayakan mereka agar mampu menyelesaikan masalah secara
cerdas, mandiri dan berkelanjutan; dan

RENSTRA FAKULTAS FARMASI ISTN 2015-2020 Hal 15


d. Mewujudkan independensi fakultas secara adaptif, kreatif, produktif dan
berkualitas untuk menjawab tuntutan perkembangan zaman yang
berdampak terhadap kemandirian dan daya saing bangsa.
Sasaran :
1) Meningkatnya kualitas akademik lulusan yang tercermin pada ketepatan
penyelesaian studi, indeks prestasi komulatif dan lama masa tunggu kerja;
2) Terserapnya semua lulusan di dunia kerja di bidang kefarmasian dan diluar
bidang kefarmasian
3) Tersedianya kurikulum yang memenuhi kebutuhan masyarakat, dunia
kefarmasian dan dunia kerja diluar kefarmasian.
4) Tersedianya SDM yang berkualitas, profesional dan berdaya saing tinggi di
bidang farmasi.
5) Bermanfaatnya hasil penelitian bidang farmasi di Masyarakat;
6) Diperolehnya paten dan Hak Kekayaan Intelektual lainnya oleh para Sivitas
Akademika Fakultas Farmasi
7) Meningkatnya jumlah karya ilmiah yang diterbitkan pada jurnal lokal,
nasional terakreditasi dan internasional;
8) Meningkatnya jumlah kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dibuat
oleh Fakultas Farmasi;
9) Meningkatnya jumlah peminat pada program Studi Farmasi dan Apoteker;
10) Terselenggaranya sistem tata kelola yang kredibel, akuntabel, transparan,
bertanggung jawab dan adil;
11) Tercapainya peningkatan kualitas dan kuantitas sarana-prasarana
pendidikan.

RENSTRA FAKULTAS FARMASI ISTN 2015-2020 Hal 16


BAB IV
RENCANA STRATEGI

Pada tahap awal Fakultas Farmasi-ISTN akan melakukan langkah strategis


melalui program perubahan menuju perbaikan untuk mencapai Visi M-isi Fakultas
yang telah ditetapkan adalah dengan melakukan perbaikan terhadap bidang-
bidang yang tidak memerlukan dana besar antara lain:
(1) Peningkatan program pendidikan dan mutu layanan
a. Meningkatkan mutu calon mahasiswa dengan meningkatkan seleksi calon
mahasiswa dengan berbagai skema sehingga dihasilkan calon mahasiswa
yang lebih baik.
b. Memfasilitasi tenaga pendidik bersertifikat dengan berbagai program
pengembangan dalam upaya peningkatan mutu dan keterampilan dalam
proses belajar mengajar.
c. Penyempunaan perangkat lunak akademik kurikulum dan silabus menjadi
kurikulum berbasis KKNI.
d. Meningkatkan mutu bahan ajar dan metode pembelajaran efektif dalam
upaya pemenuhan capaian pembelajaran (learning outcomes) berbasis
KKNI.
e. Mendekatkan Mahasiswa dengan wahana penerapan keilmuan dan dunia
kerja dengan upaya mengembangkan cakupan kerjasama dengan institusi
mitra dalam kegiatan praktek kerja profesi apoteker, kegiatan penelitian dan
pengabdian kepada masyarakat.
(2) Peningkatan efisiensi dan mutu layanan pendidikan, dengan upaya:
a. Perbaikan pada sistem dan prosedur pengelolaan akademik termasuk
pelaksanaan audit akademik.
b. Meningkatkan mutu serta jumlah fasilitas dan infrastruktur pendidikan
untuk mendukung proses belajar yang efektif serta adanya adanya gugus
kendali mutu tingkat fakultas

RENSTRA FAKULTAS FARMASI ISTN 2015-2020 Hal 17


c. Mewujudkan suasana akademik (academic-atmosphere) yang kondusif
untuk pengembangan karya-karya ilmiah serta pembinaan karier akademik
yang adil dan sehat bagi para dosen serta karyawan lainnya.
d. Meningkatkan dan memotivasi dosen melanjutkan pendidikan Strata 3 serta
menambah jumlah dosen dengan pendidikan Strata 2
e. Mendorong optimalisasi kapasitas organisasi pelaksana program
pendidikan untuk peningkatan kualitas kegiatan akademik.
(3) Peningkatan mutu penelitian melalui upaya :
a. Meningkatkan perolehan dana pengabdian masyarakat dari instansi luar
seperti Kemenristek Dikti, Pemerintahan Daerah dll
b. Meningkatkan kerjasama penelitian dan pengabdian masyarakat dengan
instansi luar ISTN
c. Meningkatkan Jurnal Ilmiah menjadi OJS dan terakreditasi
d. Penyempurnaan fasilitas belajar dan laboratorium
Perubahan ini haruslah dilaksanakan dengan mendayagunakan secara
optimal seluruh sumber-sumber yang saat ini dimiliki oleh Fakultas Farmasi-ISTN,
khususnya SDM yang ada, meskipun kualitasnya juga harus terus ditingkatkan.
Prinsip-prinsip utama yang dijadikan pegangan dalam penerapan paradigma baru
ini adalah:
1. Peningkatan apresiasi atas motivasi individu :
a Profesionalisme
b. Inisiatif
c. Kesejawatan (Peer system)
d. Mewujudkan “merit based system”
2. Penerapan prinsip-prinsip “good corporate governance practices”
a. Transparancy
b. Accountability
c. Participation
d. Fairness

RENSTRA FAKULTAS FARMASI ISTN 2015-2020 Hal 18


3. Desentralisasi, keterpaduan dan kebersamaan, dengan memberikan
kesempatan sampai pada unit yang terkecil untuk mengembangkan
perencanaannya sendiri serta memberikan tanggung jawab kepadanya untuk
melaksanakan rencana tersebut.

RENSTRA FAKULTAS FARMASI ISTN 2015-2020 Hal 19


BAB V
SASARAN PROGRAM

Sasaran dari program perubahan menuju perbaikan untuk mewujudkan


Visi Fakultas Farmasi-ISTN ini adalah terwujudnya proses pendidikan sarjana
S1 dsn Profesi yang baik, relevan dan modern sehingga dapat menghasilkan
lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemajuan teknologi, serta
mempunyai profil keilmuan.
Adapun profil keilmuan yang diinginkan adalah:
1. Memiliki ilmu dasar dan terapannya yang kuat, untuk dapat dikembangkan
lebih lanjut di dunia kerja atau pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
2. Memiliki kemampuan yang tinggi dalam memanfaatkan komputer dalam
menyelesaikan tugas-tugasnya.
3. Memiliki pengetahuan dalam technopreneurship sebagai bekal untuk
mengembangkan kewiraswastaan dirinya.

Perwujudan sasaran ini dilakukan terutama sekali dengan melakukan


restrukturisasi pada kurikulum Fakultas Farmasi-ISTN.

RENSTRA FAKULTAS FARMASI ISTN 2015-2020 Hal 20


BAB VI
LINGKUP PROGRAM

Meskipun telah diuraikan di atas bahwa objek perubahan dalam


program “perubahan menuju perbaikan” ini adalah peningkatan pada SDM
khususnya para dosen serta pada penyempumaan perangkat-lunak
pendidikan, namun lingkup dari perubahan ini akan mencakup seluruh aspek-
aspek operasional Fakultas Farmasi antara lain:
1. Meningkatkan proses dan kinerja bidang akademik melalui peningkatkan
produktivitas lulusan, kualitas lulusan dan relevansi .
2. Meningkatkan proses dan kinerja organisasi dan manajemen
3. Meningkatkan proses dan kinerja Bidang keuangan
4. Meningkatkan proses dan kinerja Bidang kemahasiswaan
5. Meningkatkan proses dan kinerja Bidang Kerjasama, Penelitian dan
Pengabdian masyarakat
Oleh karena itu proses perubahan ini harus dilakukan bersama oleh
seluruh jajaran Fakultas Farmasi, yang akan dilakukan dengan perencanaan
yang baik, dilaksanakan secara bertahap dan terpadu.

RENSTRA FAKULTAS FARMASI ISTN 2015-2020 Hal 21


BAB VII
PERFORMANCE INDICATOR

Secara teknis proses perubahan ini akan dilakukan untuk mencapai


hasil pencapaian kinerja pada aspek:
1. Productivity:
a Memperpendek masa belajar mahasiswa (length of study)
b. Meningkatkan metode pengajaran oleh dosen
c. Penyempurnaan Sistem Informasi Manajemen.
2. Quality:
a. Penyempumaan kurikulum
b. Penerapan audit akademik
c. Penyempurnaan laboratorium
d. Penyempurnaan perpustakaan.
3. Relevancy:
a. Penyesuaian kurikulum dengan kebutuhan industri dalam negeri dan
kemajuan teknologi.
b. Peningkatan kerjasama dengan industri
c. Peningkatan kemampuan berkomunikasi secara efektif.
4. Efficiency dan Efechity
a. meningkatnya efisiensi dan efektivitas proses pendidikan
b. meningkatnya efisiensi dan efektivitas pengelolaan pendidikan
5. Good corporate governance
a. meningkatnya kualitas manajemen dengan prinsip good corporate
governance
b. meningkatnya kualitas pengelolaan pendidikan
Sasaran teknis ini nantinya akan menjadi sasaran yang terukur, yang
akan bisa menjadi indikator kinerja dan keberhasilan pelaksanaan keseluruhan
program ini. Pada saat ini target kuantitatif yang ingin dicapai dalam program ini

RENSTRA FAKULTAS FARMASI ISTN 2015-2020 Hal 22


belum dapat ditentukan, namun diharapkan Fakultas Farmasi-ISTN akan dapat
mencapai nilai standar yang umum dipakai di Indonesia.

RENSTRA FAKULTAS FARMASI ISTN 2015-2020 Hal 23


BAB VIII
URAIAN PROGRAM

Program “perubahan menuju perbaikan” guna mencapai Visi Fakultas


Farmasi - ISTN ini merupakan suatu program yang besar dan komprehensif.
Pelaksanaannya akan melibatkan seluruh unsur baik di jajaran Fakultas Farmasi
maupun ISTN. Oleh karena itu program ini hanya akan berhasil apabila didukung
oleh komitmen yang kuat dari seluruh unsur Sivitas Akademika ISTN, termasuk
juga dukungan dari Pengurus Yayasan Perguruan CIKINI. Program ini akan
dilakukan secara bertahap, dilaksanakan secara paralel oleh semua unit terkait,
dengan koordinasi yang kuat dari seluruh unsur pimpinan ISTN.
Pelaksanaan program ini diperkirakan dapat dilakukan dalam waktu 5
lima tahun, sehingga pada tahun 2015-2020 diharapkan seluruh program dapat
terlaksana dengan baik. Namun apabila komitmen dari seluruh civitas akademika
Fakultas Farmasi -ISTN untuk bersama mensukseskan program ini sangat kuat,
maka diperkirakan waktu penerapannya akan dapat dipersingkat.
Berikut ini secara garis besar uraian yang lebih terinci mengenai
langkah-langkah perubahan yang harus dilakukan, untuk masing-masing bidang,
yaitu :
A. Bidang AKADEMIK.
1. Penyempurnaan Kurikulum, yang terdiri dari :
a. Restrukturisasi kurikulum,
Melakukan restrukturisasi dan penyederhanaan struktur kurikulum S1
dan Apoteker dengan tujuan untuk memperkuat penguasaan Ilmu Dasar
dan Ilmu Terapan yang mampu dikembangkan lebih lanjut baik di
lapangan pekerjaan maupun di pendidikan strata yang lebih tinggi.
Restrukturisasi dilakukan dengan pendekatan antara lain :
1) Menata kembali struktur dan komposisi mata kuliah-mata kuliah
untuk dasar sains,dasar fakultas, progaram studi dan mata kuliah
untuk memperkuat penguasaan dalam disiplin Ilmu Dasar dan Ilmu

RENSTRA FAKULTAS FARMASI ISTN 2015-2020 Hal 24


Terapan tertentu (back to basic) dan menghilangkan program
peminatan.
2) Keahlian spesifik diberikan dalam kelompok mata kuliah pilihan..
3) Melakukan penyelarasan antara kurikulum .
4) Menyelenggarakan kuliah bersama lintas fakultas untuk pelajaran
ilmu-ilmu dasar dan ilmu terapan.
b. Meningkatkan Competitiveness lulusan
Agar lulusan Fakultas Farmasi -ISTN bisa mempunyai Competitiveness
yang tinggi dalam memasuki lapangan kerja di era globalisasi, maka
komposisi matakuliah dalam kurikulum dan content dari silabus harus
disusun sedemikian agar lulusan Fakultas Farmasi-ISTN akan
mempunyai profil :
a. Mempunyai pengetahuan dasar kefarmasian dan ilmu terapan yang
kuat.
b. Mampu memanfaatkan komputer dan teknologi informasi dalam
menerapkan ilmu yang dikuasainya.
c. Mampu berkomunikasi secara efektif.
d. Mampu menguasai ’Technopreneurship’.
Implementasi dari elemen ’Relevansi’ dimasukkan ke dalam kurikulum
mata kuliah-mata kuliah pilihan dengan materi yang diajarkan adalah ilmu
pengetahuan dan kefarmasian yang dibutuhkan dalam kesehatan saat ini.
2. Peningkatan kualitas akademik dan pengajaran
a. Pembentukan Kelompok Bidang Ilmu
Untuk memelihara dan meningkatkan penguasaan suatu cabang
Ilmu tertentu yang diajarkan, maka dibentuk Kelompok Bidang Ilmu
(KBI) yang merupakan kumpulan dari ilmu ilmu kefarmasian dan ilmu
pendukung. Staf Pengajar yang mempunyai minat/spesialisasi dalam
lingkup cabang ilmu yang sama dan bertugas untuk mengajar salah
satu mata kuliah yang tercakup dalam cabang ilmu tersebut. Dengan
pembentukan KBI ini, maka pemeliharaan serta pengembangan suatu

RENSTRA FAKULTAS FARMASI ISTN 2015-2020 Hal 25


cabang ilmu di Fakultas Farmas-ISTN akan dilakukan dengan sistim
Kekerabatan (Peer system) yang didasari pada kepakaran. Di dalam
KBI inilah dibahas dan dikembangkan materi & silabus dari mata kuliah-
mata kuliah yang dikelolanya, penentuan dosen yang akan memberi
kuliah, bimbingan tugas akhir serta penelitian. Pengembangan karier
dan kepakaran setiap Staf Pengajar dibina dalam KBI masing-masing.
Selain membina Staf Pengajar, KBI juga membina laboratorium-
laboratorium yang berada dalam cakupan cabang ilmu tersebut.
b. Pembinaan dan Peningkatan Materi Pengajaran
Ketua KBI bertanggung jawab dalam membina anggota,
mengembangkan materi kuliah dan laboratorium yang berada dalam
cakupan kelompoknya. Sebagai kelompok pakar dalam cabang ilmu
tersebut, ketua KBI secara berkesinambungan melakukan monitoring
atas kualitas pelaksanaan kuliah-kuliahnya, me-review hasil-hasilnya
serta melakukan updating terhadap materi perkuliahannya.
c. Peningkatan kualitas dan Teknik Pengajaran
Agar kuliah dapat berjalan dengan efektif maka penguasaan cara,
metode dan teknik mengajar dari seluruh staf pengajar harus
ditingkatkan. Proses belajar mengajar yang biasanya berupa ‘one way
lecturing’ harus ditingkatkan menjadi ‘student centered learning’.
Tersedianya fasilitas komputer di ISTN harus dimanfaatkan secara
optimal dalam pelaksanaan pengajaran.
d. Peningkatan motivasi belajar mahasiswa
Menciptakan suasana kompetitif yang dapat mendorong
peningkatan motivasi berprestasi akademik mahasiswa melalui
penerapan bimbingan dan konseling, meningkatkan disiplin akademik
mahasiswa dan penerapan secara bertahap peraturan batas waktu
studi, dan evaluasi 2 tahunan. Mengusahakan beasiswa kepada
mahasiswa yang berprestasi.

RENSTRA FAKULTAS FARMASI ISTN 2015-2020 Hal 26


3. Penjaminan Mutu Akademik
a. Pembentukan Badan Penjaminan Mutu Akademik
Untuk memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan
akademik di ISTN, perlu dibentuk Badan Penjaminan Mutu Akademik
sebagai suatu badan otonomi yang bertanggungjawab langsung kepada
Rektor. Badan ini bertugas untuk melaksanakan Audit Akademik dan
akan melakukan monitoring secara berkesinambungan untuk mengukur
kinerja dan proses pelaksanaan pengajaran yang dilakukan oleh dosen
dan kepuasan dari pengguna lulusan. Hasil pengukuran ini merupakan
masukan utama dalam upaya ISTN untuk meningkatkan kualitas
akademik.
b. Penyusunan Sistem Penjaminan Mutu
Untuk memastikan bahwa semua karakteristik dan kinerja yang
diharapkan telah sesuai dengan standar mutu atau persyaratan yang
telah ditetapkan maka perlu disusun suatu manual atau dokumen yang
jelas dan terinci.
c. Penerapan Sistem Penjaminan Mutu
Untuk menghasilkan kinerja yang baik bagi para dosen serta dapat
meningkatkan kualitas pengajaran secara berkelanjutan maka
penerapan penjaminan mutu khususnya yang terkait dengan sistem
pembelajaran harus diterapkan secara konsisten. Monitoring
pelaksanaan sangat penting dilakukan oleh Badan Penjaminan Mutu.
Selanjutnya diikuti audit oleh Tim Audit yang telah dibentuk. Dan pada
akhir tahun akademik dilakukan evaluasi melalui rapat Evaluasi
Manajemen untuk menetapkan perbaikan, pemberian sanksi maupun
penghargaan kepada para dosen.

RENSTRA FAKULTAS FARMASI ISTN 2015-2020 Hal 27


4. Menjadikan ISTN sebagai ”Cyber Campus”
4.1. Penyempurnaan Sarana Perangkat Keras Komputer &
Komunikasi untuk Mendukung Terwujudnya Cyber Campus.
Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi di dunia,
maka untuk dapat menjadikan ISTN sebagai institusi pendidikan
tinggi di bidang teknologi yang kompetitif dan modern, mau tidak
mau, ISTN harus menjadikan komputer sebagai bagian yang tidak
terpisahkan dalam seluruh tahap proses pendidikannya. Untuk itu
seluruh dosen harus dihimbau dan dilatih untuk mampu menguasai
teknologi informasi dan memanfaatkannya dalam pelaksanaan
tugas sehari-hari seperti dalam tugas mengajar, penelitian atau
pengembangan diri.
Di samping itu para mahasiswa juga perlu dilatih untuk mampu
memanfaatkan perangkat teknologi informasi dalam menyelesaikan
tugas-tugasnya. Gedung serta peralatan komputer yang terdapat di
dalam gedung Pusat Teknologi Informasi yang dibangun dengan
dana bantuan Pemerintah DKI merupakan ‘modal awal’ dari
terwujudnya Cyber Campus. Untuk dapat membangun Cyber
Campus yang sesungguhnya maka perangkat keras yang telah ada
harus dilengkapi dengan antara lain :
1) Peralatan komunikasi data yang reliable seperti jaringan fiber
optic yang menghubungkan gedung Rektorat dengan fakultas-
fakultas.
2) Peralatan komunikasi data nirkabel yang memungkinkan
seseorang mengakses Internet dari segala tempat di lingkungan
kampus tanpa harus melalui jaringan kabel telepon.
3) Peralatan komputer dan server yang memungkinkan
terbentuknya jaringan pengolahan data dalam konfigurasi
‘Distributed Data Processing’ antara Rektorat dan Fakultas.

RENSTRA FAKULTAS FARMASI ISTN 2015-2020 Hal 28


4.2. Mewujudkan Masyarakat Ilmiah berbasis Teknologi Informasi
di ISTN.
Pada era ini, komputer sudah merupakan bagian kehidupan
sehari-hari di masyarakat, khususnya dalam masyarakat ilmiah.
Disadari sepenuhnya bahwa karena berbagai alasan, penggunaan
sarana komputer di ISTN baik. Karena itu, untuk dapat membawa
ISTN masuk ke dalam masyarakat ilmiah dengan baik, maka
penggunaan komputer di lingkungan ISTN harus lebih ditingkatkan
khususnya di kalangan Staf Pengajar baik dalam kegiatan sehari-hari
maupun dalam pelaksanaan pengajaran. Untuk mencapai hal
tersebut, perlu lebih ditingkatkan kursus dan latihan untuk
penggunaan berbagai software dan internet.
4.3. Penyempurnaan ISTN PRIMA
ISTN PRIMA merupakan program aplikasi komputer yang
dirancang untuk mewujudkan ’Integrated Management Information
System’ yang akan meningkatkan efisiensi dan efiktivitas pengelolaan
administrasi akademik, keuangan dan umum. Sub-sistem Akademik
yang baru saja diuji cobakan merupakan sub sistem yang pertama.
Sub-sistem ini harus dikembangkan lebih lanjut pada sub-sistem
lainnya yang meliputi antara lain :
1) sub-sistem Keuangan & Akuntansi
2) sub-sistem Personalia
3) sub-sistem Perlengkapan.
4) sub-sistem Perpustakaan

B. Bidang Oganisasi, Manajemen, dan Keuangan


1. Membangun nilai dan budaya (VALUE AND CULTURE) Fakultas
Farmasi- ISTN
Era reformasi dan globalisasi cenderung mengakibatkan ISTN
kehilangan jati diri serta nilai-nilai budaya ISTN yang pernah dimiliki

RENSTRA FAKULTAS FARMASI ISTN 2015-2020 Hal 29


sehingga menyebabkan hilangnya kepercayaan terhadap kemampuan diri
untuk dapat tumbuh dan berkembang menuju kejayaan.
Upaya-upaya yang diperlukan untuk mewujudkan kembali suasana
kehidupan kampus ISTN yang memiliki nilai-nilai budaya kampus dan etika
ilmiah yang professional dan didasari pada asas kekeluargaan, kekerabatan
serta dijiwai dengan rasa nasionalisme di dalam mencapai keunggulan,
dengan saling menghormati dan mempunyai rasa kepedulian yang tinggi,
serta dapat menciptakan iklim kompetitif yang sehat. Maksud tersebut
dilakukan dengan menggali, memantapkan serta menyebarluaskan nilai-
nilai dan budaya Fakultas Farmasi -ISTN.
2. Pemantapan pola pengelolaan organisasi dan manajemen Fakultas
Farmasi -ISTN
a. Re-strukturisasi dan re-vitalisasi struktur organisasi
Struktur organisasi yang ada saat ini rancu antara jalur akdemik
dan jalur manajemen sehingga kurang menghasilkan kinerja yang
tinggi serta cenderung birokratis, kurang profesional dan tumpang
tindih. Oleh sebab itu perlu diwujudkan struktur organisasi yang secara
tegas memisahkan antara otoritas manajemen dengan otoritas
akademik yang dapat bekerja secara efisien, efektif dan profesional,
serta dapat mencerminkan kewibawaan organisasi dalam
penyelengaraan pekerjaan sehari-hari. .
b. Desentralisasi yang terpadu (integrated decentralization)
Untuk memacu perkembangan dan pertumbuhan yang dinamis
dari ISTN di masa mendatang, maka sebagai kelanjutan dari program
‘Empowering Fakultas’, harus disusun suatu pola manajemen terpadu
yang mendorong agar fakultas-fakultas sebagai satuan pelaksana
pendidikan, dapat secara aktif berupaya mengembangkan dirinya. Di
masa lalu, fakultas lebih banyak bersikap pasif dan berorientasi ‘inward
looking’ sekedar untuk melaksanakan pengarahan-pengarahan yang
diberikan oleh Rektorat. Dalam pola manajemen yang baru ini, akan

RENSTRA FAKULTAS FARMASI ISTN 2015-2020 Hal 30


diterapkan sistem ‘desentralisasi’ namun tetap dalam satu satuan ISTN
yang terpadu. Dengan sistem ini Fakultas diharapkan dapat
melakukan perencanaan dan pelaksanaan operasional yang mandiri
di bawah koordinasi Institut. Fakultas bahkan diharapkan dapat
mencari sumber-sumber dana sendiri di luar dana yang telah
dialokasikan oleh Institut.
Untuk menjamin agar pola manjemen ini dapat diterapkan
dengan baik, maka pelaksanaannya harus berpegang pada prinsip
‘Good Corporate Governance’ yaitu Transparancy, Accountability,
Participation, dan Fairness. Selain itu sistem yang dirancang ini harus
mempunyai mekanisme ‘Check & balance’ yang baik .
Dengan penerapan pola ini, diharapkan terjadi kompetisi yang
sehat dan positif antar Fakultas untuk mendorong perkembangan
serta kemajuan yang lebih cepat pada masing-masing Fakultas.
c. Restrukturisasi sistem reward and punishment berdasarkan
prestasi.
Suasana kerja yang terjadi selama ini cenderung
menumbuhkan iklim yang kurang sehat di dalam berkarier, sehingga
dirasakan para pekerja tidak memiliki prospek dan masa depan yang
jelas yang menimbulkan rasa ketidakadilan yang memperlemah
semangat kerja.
Untuk itu diperlukan suatu Reward and punishment system
berdasarkan prestasi akademik ataupun prestasi kerja, sehingga
tercipta rasa tanggung jawab yang tinggi didalam melaksanakan tugas
dan kewajiban yang diemban.
Hal tersebut dimaksudkan untuk mewujudkan suasana kerja
yang bergairah serta tumbuhnya rasa keadilan dan iklim kompetitif
pada setiap individu. Kondisi ini dimaksudkan untuk dapat memberikan
motivasi kerja dan selanjutnya akan menumbuhkan inovasi serta
kreativitas untuk berkarier, berprestasi, dan bersaing secara sehat.

RENSTRA FAKULTAS FARMASI ISTN 2015-2020 Hal 31


3. Pembinaan personalis dan efisiensi
a. Streamlining komposisi Staf Pengajar dan Penegasan Status
Kepegawaian.
Pada saat ini, jumlah Staf Pengajar tetap yang dimiliki ISTN
sangat besar dibandingkan dengan jumlah mahasiswa terdaftar atau
juga bila dibandingkan dengan jumlah mata kuliah yang harus dikelola.
Hal ini diakibatkan oleh banyaknya Staf Pengajar tetap yang direkrut di
masa ‘kejayaan’ ISTN di pertengahan tahun 90an, di mana student
body mencapai hampir 10.000 mahasiswa. Kondisi ‘over staff’ ini
menimbulkan in-efisiensi serta mengakibatkan tingginya biaya personel
dan kurang kondusifnya suasana kerja. Secara teori, masalah
semacam ini bisa dipecahkan dengan proses rasionalisasi. Namun di
ISTN rasionalisasi harus dilakukan dengan hati-hati dan diutamakan
kepada mereka yang benar-benar tidak berprestasi atau yang telah
melalaikan tugas-tugasnya sebagai dosen.
Selain dari banyaknya Staf Pengajar tetap, kondisi yang juga
mengancam kesinambungan (sustainability) kehidupan ISTN ke
depan adalah komposisi umur dari Staf Pengajar Tetap yang ada saat
ini, relatif berumur lebih dari 40 tahun. Bila kondisi ini tidak diperbaiki,
maka dalam 10 tahun mendatang, ISTN akan kehilangan lebih dari
separuh Staf Pengajar Tetapnya tanpa ada Staf Pengajar muda yang
siap untuk menggantikan.
Untuk mengantisipasi terjadinya keadaan yang buruk tersebut,
maka meskipun saat ini jumlah Staf Pengajar Tetap sudah terlalu
banyak, masing-masing Fakultas/Program Studi tetap harus
melakukan rekrutmen Dosen Muda dalam jumlah yang terbatas,
sesuai dengan perencanaan yang dibuat oleh masing-masing
Kelompok Bidang Ilmu (KBI).
b. Rekruitmen dan pengkaderan tenaga akademik

RENSTRA FAKULTAS FARMASI ISTN 2015-2020 Hal 32


Komposisi jumlah, umur, asal usul lulusan dan kualifikasi SDM
saat ini tidak proporsional sehingga menghawatirkan terhadap
keberlanjutan pengelolaan ISTN di masa akan datang dalam
menghadapi persaingan yang semakin ketat. Untuk itu dilakukan
perbaikan komposisi melalui recruitment tenaga muda yang berasal
dari berbagai perguruan tinggi (minimize inbreeding), reposisi dan
promosi kepangkatan akademik. Perencanaan dan pengkaderan SDM
bidang akademik (man power planning) disusun oleh kelompok bidang
ilmu/KBI berdasarkan rencana pengembangan masing-masing
kelompok ilmu. Untuk dapat meningkatkan kualitas akademik Fakultas
Farmasi-ISTN, maka Staf Pengajar yang ada harus senantiasa
ditingkatkan kemampuan ilmiahnya, baik melalui pendidikan di jenjang
akademik yang lebih tinggi ( S2 dan S3) maupun melalui seminar-
seminar. Perencanaan untuk peningkatan kualitas para Staf Pengajar
ini dilakukan oleh KBI.

RENSTRA FAKULTAS FARMASI ISTN 2015-2020 Hal 33


c. Peninjauan kembali terhadap ketentuan tentang pengeluaran
belanja pegawai.
Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas
pengelolaan dan pengaturan belanja pegawai, meliputi honorarium,
upah lembur karyawan, perjalanan dinas, representasi
d. Peningkatan kualitas manajemen (SDM) di Fakultas Farmasi -
ISTN
Program ini dimaksudkan untuk mencapai efektivitas kerja
para karyawan nonedukatif yang dilakukan melalui pelatihan
manajemen, training, workshop, dan peningkatan motivasi kerja.
e. Streamlining & peningkatan kualitas staf administrasi
Kondisi dan komposisi Staf Administrasi Fakultas Farmasi -
ISTN juga tidak jauh berbeda dengan kondisi Staf Pengajar. Faktor
lain yang memprihatinkan dalam komposisi Staf Administrasi adalah
bahwa sebagian besar dari mereka hanya berpendidikan SLTA,
sehingga sulit untuk ditingkatkan kemampuannya. Karenanya perlu
untuk segera dilakukan perencanaan untuk melakukan streamlining,
peremajaan dan upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas serta
kemampuann mereka.
f. Peningkatan kualitas sistim keuangan
Dilakukan perbaikan kualitas pengelolaan terhadap
perencanaan anggaran, sistem pelaporan, penyesuaian sistem
penggajian, sistem akuntansi & pembukuan, Pengelolaan transaksi
Keuangan internal dengan sistem ‘Tanpa Tunai’/Moneyless,
Pengelolaan keuangan yang baik dan transparan merupakan
salah satu kunci utama untuk mencegah terjadinya ‘keresahan’ di
kalangan Sivitas Akademika Institut dalam menghadapi dan
menerapkan perubahan yang akan dilakukan. Oleh karena itu sistem
akuntansi dan pelaporan harus dibuat baik, agar tidak ada isu-isu
negatif tentang arah dari perubahan yang akan dilakukan oleh Institut.

RENSTRA FAKULTAS FARMASI ISTN 2015-2020 Hal 34


Meskipun pola manajemen yang akan diterapkan di ISTN
diarahkan ke desentralisasi, tetapi sistem akuntansi dan
pembukuannya justru dibuat terpusat. Hal ini adalah sesuai dengan
prinsip ‘Good Governance’ yang akan diterapkan, serta mengingat
pula bahwa ISTN merupakan satu satuan utuh yang harus
mempertanggungjawabkan pengelolaan keuangannya kepada
stakeholder. Dalam penyusunan sistem ini, keseluruhan ISTN
merupakan satu sistem sedangkan Fakultas, Prodi, unit-unit usaha,
merupakan sub-sistem yang terpadu. Untuk dapat melaksanakan
sistem ini dengan baik, maka harus dimanfaatkan secara optimal
dukungan Teknologi Informasi dan dirancang sebagai bagian dari
sistem ISTN-PRIMA.
Sampai saat ini hampir semua transaksi keuangan internal
ISTN, mulai dari penerimaan uang SPP dari mahasiswa, pembayaran
gaji pegawai, pembayaran untuk pembelian barang dll, dilakukan
dengan cara tunai. Cara ini memang dianggap praktis dan lebih cepat,
namun kuno dan sangat rawan terhadap kemungkinan
penyelewengan. Oleh sebab itu perlu segera dirancang sistem
pengelolaan transaksi keuangan ‘Tanpa Tunai’ dengan memanfaatkan
jasa Perbankan.
4. Pengelolaan dana operasional fakultas
a. Sumber dana fakultas
Pendapatan Asli Fakultas (PAF) adalah bagian dari
penerimaan institut yang peruntukannya memang secara spesifik
ditentukan untuk melaksanakan suatu kegiatan tertentu di Fakultas
misalnya Biaya Laboratorium dari mahasiswa, uang SPP, dll. Jenis-
jenis penerimaan yang masuk kategori PAF serta pembagian
prosentasenya antara Institusi & Fakultas harus segera ditentukan.
Sebagai konsekuensi dari pelaksanaan pola desentralisasi yang
terpadu, maka Fakultas akan diberi kewenangan untuk mengelola

RENSTRA FAKULTAS FARMASI ISTN 2015-2020 Hal 35


sendiri dana operasionalnya. Dana yang akan dikelola oleh Fakultas
berasal dari Dana Rutin yang telah dialokasikan kepada Fakultas
tersebut ditambah dengan bagian dari anggaran penerimaan Institut
yang masuk dalam kategori PAF. Tata cara penggunaan serta
pertanggungjawaban dari pengelolaan dana operasional oleh Fakultas
harus segera disusun.
b. Pengawasan melekat
Dengan diberikannya kewenangan kepada Fakultas untuk
mengelola sendiri dana operasional dan PAF, maka harus disusun
suatu mekanisme pengawasan atas penggunaan dana tersebut.
Pengawasan pada tingkat pertama dilakukan di dalam organisasi
Fakultas sendiri dan merupakan sistem Pengawasan Melekat. Untuk
itu ditetapkan bahwa unit kerja yang harus melakukan pengawasan
tersebut adalah Komisi Audit yang dibentuk oleh Senat Fakultas.
Pada tingkatan berikutnya, pengawasan dilakukan oleh Komisi Audit
pada tingkat Institut. Prosedur pertanggungjawaban dan pengawasan
atas penggunaan dana tersebut juga harus disusun sistem auditnya.
c. Pembenahan sistem pengelolaan keuangan ISTN
Pengelolaan keuangan merupakan issue sensitif bagi semua
jajaran pada suatu institusi. Transparansi pengelolaan keuangan oleh
setiap unit kerja yang ada merupakan suatu kebutuhan mutlak di
dalam organisasi. Oleh karena itu audit keuangan merupakan suatu
proses yang harus dilaksanakan. Pelaksanaan audit dilakukan oleh
suatu tim tetap terstruktur pada tingkat Institut dan Fakultas. Kegiatan
audit ini merupakan kegiatan rutin keuangan, guna menciptakan
suasana saling percaya dan mencegah munculnya rumor yang tidak
bertanggung jawab.
Selama ini kegiatan pertanggungjawaban belum sepenuhnya
dilaksanakan, terutama yang berkaitan dengan penggunaan uang
Kas Bon (uang untuk dipertanggungjawabkan/UUDP), Audit

RENSTRA FAKULTAS FARMASI ISTN 2015-2020 Hal 36


keuangan selalu terkendala dengan adanya UUDP yang belum
dipertanggungjawabkan.
Laporan keuangan selalu terkendala dengan masalah pajak
penghasilan dari dosen, karena belum terintegrasinya sistem
keuangan yang ada di kelas reguler dengan kelas duplikasi yang
mengakibatkan penghasilan kena pajak dari para staff pengajar tidak
dapat diketahui secara pasti.
Untuk kedepan maka diperlukan pola keuangan yang
terintegrasi melalui satu pintu di Institut/Yayasan sehingga
diharapkan sistem keuangan yang merupakan amanat dari para
orang tua mahasiswa dapat dipertanggungjawabkan dengan baik
(dunia dan akhirat) melalui audit yang benar yang dapat
dipertanggungjawabkan.
5. Pembenahan sistim pengelolaan asset Institut
a. Penataan katalog dan inventarisasi pengelolaan asset
Untuk menyelenggarakan kegiatan proses belajar mengajar, ISTN
mempunyai cukup banyak asset yang terdistribusi ke semua Fakultas,
Prodi, laboratorium dan unit unit lainnya. Asset ini merupakan milik
institut sekaligus inventaris yang digunakan untuk kelangsungan proses
belajar mengajar yang dari waktu ke waktu mengalami perubahan, baik
pengurangan karena umur teknisnya yang kedaluarsa maupun
penambahan asset baru. Sehubungan dengan itu maka diprogramkan
untuk melakukan pendataan ulang dan inventarisasi semua asset, baik
yang bergerak maupun tidak bergerak.

b. Penyusunan standard operasi pengelolaan asset


Untuk memudahkan pengelolaan asset selanjutnya, maka
diprogramkan pembuatan standard operasi pengelolaan asset dalam
bentuk manual book sehingga semua pimpinan unit dapat mengetahui
keberadaan dan kondisi asset yang ada di dalam unitnya.

RENSTRA FAKULTAS FARMASI ISTN 2015-2020 Hal 37


C. Bidang kemahasiswaan
1. Menata kembali organisasi kemahsiswaan ISTN
Setelah berakhirnya aksi-aksi reformasi mahasiswa di awal
dekade 2000an, para mahasiswa ISTN kehilangan arah dan mengalami
kesulitan dalam mereposisikan diri dalam penyesuaian dengan
paradigma kehidupan politik baru di Indonesia. Dalam aksi-aksinya
semasa Reformasi, para mahasiswa ini selalu menyatakan bahwa
mereka memperjuangkan terwujudnya tatanan masyarakat yang
demokratis.
Namun nyatanya mahasiswa ISTN tidak mampu untuk
mewujudkan demokrasi bagi dirinya sendiri dan tetap ingin bergerak
dalam tatanan yang anarkis sehingga harus diberikan pembatasan-
pembatasan yang tegas oleh Institut. Kondisi semacam ini
menyebabkan kehidupan mahasiswa ISTN selama hampir 5 tahun
terakhir ini menjadi stagnan, kecuali beberapa kegiatan sporadis di
tingkat Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) atau Unit Kegiatan
Mahasiswa (UKM). Dalam keadaan bagaimanapun, harus disadari
bahwa mahasiswa adalah generasi muda yang harus dipersiapkan untuk
menjadi pemimpin di masa depan.
Oleh karena itu menjadi tanggungjawab Institut selain mendidik
dalam bidang keilmuan, juga melatih mereka dalam bermasyarakat dan
berorganisasi. Untuk itu maka Institut berkewajiban untuk membantu
para mahasiswa dalam menata kembali organisasi kemahasiswaan
ISTN yang otonom, sehat, demokratis dan sesuai dengan tatacara dan
perilaku kehidupan kemahasiswaan yang seharusnya ada di Perguruan
Tinggi.

RENSTRA FAKULTAS FARMASI ISTN 2015-2020 Hal 38


2. Mewujudkan suasana ilmiah di lingkungan mahasiswa
Dalam suatu Perguruan Tinggi, suasana ilmiah tidak hanya hidup
di kalangan Staf Pengajar, tetapi juga harus hidup di lingkungan
mahasiswa. Oleh karena itu harus dirancang program-program
kemahasiswaan yang kreatif dan kompetitif yang mendorong
tumbuhnya suasana ilmiah di kalangan mahasiswa.
Harus diciptakan suasana di mana mahasiswa dapat merasa
bangga apabila dapat melakukan kegiatan atau prestasi yang bersifat
ilmiah.
3. Meningkatkan Prestasi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) merupakan wadah bagi
mahasiswa untuk menyalurkan minat dan bakatnya dalam berbagai
bidang. Namun harus didorong agar kegiatannya dapat mencapai
prestasi yang tinggi dan membanggakan.
Disadari sepenuhnya bahwa kegiatan-kegiatan tersebut
membutuhkan dana yang tidak sedikit, sementara dana Institut sangat
terbatas. Oleh karena itu salah satu jalan keluarnya adalah setiap unit
kegiatan harus mencari ‘Bapak Angkat’ yang terdiri dari alumni yang
dulunya mempunyai minat dalam kegiatan itu.
Dengan koordinasi oleh Institut, Bapak Angkat ini diharapkan
dapat menyumbang dana dan/atau fasilitas latihan sehingga dapat
menghasilkan prestasi yang tinggi.
4. Mengupayakan fasilitas gedung / ruang sebagai sarana kegiatan
kemahasiswaan
Untuk mendukung terwujudnya kehidupan kemahasiswaan yang
sehat di Fakultas Farmasi -ISTN, kepada mereka perlu disediakan sarana
berupa gedung/ruang yang khusus diperuntukkan sebagai sarana
kegiatan kemahasiswaan. Selain itu perlu juga dibangun fasilitas
pendukung lainnya seperti kantin, toko alat-alat belajar & fotocopy dll.

RENSTRA FAKULTAS FARMASI ISTN 2015-2020 Hal 39


RENCANA SUMBER DANA
Rencana Pelaksanaan Setiap
Alternatif Sumber Dana (Asal dan rp)
tahun (2015-2020)
No Rincian Kegiatan
Kegiatan
Rutin (Rp) Dikti / Non Dikti Ganjil Genap keterangan

1 Pemantapan (1) Penyempurnaan Kurikulum berbasis 20.000.000 30.000.000 X X


Pelaksanaan KKNI
KKNI dan SCL (2) Penyusunan Rancangan Format 20.000.000 30.000.000 X X
melalui Pembelajaran dan Penugasan
(3) Peningkatan dan pemantapan 7.500.000 50.000.000 X X
pelaksanaan SCL
(4) Pembentukan Pusat Sumber belajar 12.000.000 120.000.000 X X
(5) Peningkatan kualitas sarana SCL 60.000.000 100.000.000 X X
(6) Pelaksanaan Penjaminan mutu 6.000.000 50.000.000 X X
2 Peningkatan (1) Penetapan STP kegiatan pemasaran 25.000.000 100.000.000 X X
jumlah student ISTN
body pada semua (2) Peningkatan kualitas promosi dan 25.000.000 150.000.000 X X
program studi, marketing secara Ofensif
melalui: (3) Perluasan Skema penerimaan 5.000.000 25.000.000 X X
mahasiswa baru
(4) Perluasan jejaring beasiswa 5.000.000 125.000.000 X X
3 Peningkatan (1) Penetapan Man power planning 6.000.000 X X X
(2) Pengembangan tenaga pendidik
kualitas SDM
melalui:
melalui: a. Pendidikan lanjut S2 dan/atau S3, 100.000.000 X X X
b.Peningkatan kemampuan pedagogik 50.000.000 X X X
melalui penguasaan SCL dan
penggunaan media ajar,
c.Peningkatan kepangkatan/jabatan 10.000.000 X X X
akademik,
d. Sertifikasi Dosen 25.000.000 X X X
(3) Pengembangan tenaga kependidikan
melalui:
a. Rekruitmen sesuai dengan
15.000.000 X
kompetensi dan strata pendidikan,
b. Peningkatan skill melalui
15.000.000 X
workshop, training,

4 Peningkatan sarana (1) Penetapan standar sarana dan 50.000.000 350.000.000 X X


dan prasarana prasarana proses pembelajaran
pendukung (2) Penetapan stándar sarana dan 150.000.000 250.000.000 X X
pembelajaran prasarana kerja
melalui: (3) Penetapan jadwal Perawatan 100.000.000 15.000.000 X X
Ruang kelas: Interior , backdrop,
plafon, jaringan listrik,
dan pencahayaan,
(4) Penetapan jadwal penambahan 5.000.000 5.000.000 X X
media dan peralatan
pembelajaran,
(5) Penetapan jadwal penambahan dan 5.000.000
perawatan ruang
5 Peningkatan (1) Pemetaan suasana akademik 25.000.000 100.000.000 X X
suasana akademik (2) Penetapan jadwal seminar Ilmiah 15.000.000 125.000.000 X X
melalui: pada tiap Fakultas
. (3) Penetapan jadwal Diskusi Ilmiah 15.000.000 125.000.000 X X
pada tiap Program Studi
(4) Penetapan jadwal Workshop pada 5.000.000 30.000.000 X X
semua Prodi
(5) Peningkatan mutu interaksi dosen, 15.000.000 25.000.000 X X
mahasiswa dan karyawan,
(6) Peningkatan mutu dan kuantitas 125.000.000 125.000.000 X X
literatur,
(7) Peningkatan mutu penggunaan 15.000.000 125.000.000 X X
laboratorium dan perpustakaan

6. Pencapaian (1) Pemetaan standar minimal 15.000.000 5.000.000 X X


standard minimal laboratorium
laboratorium:

7. Peningkatan (1) Penetapan sasaran, program dan 5.000.000 X X


Kinerja melalui: Indikator kinerja
(2) Penerapan Indeks Kinerja Tenaga 15.000.000 X X
Pendidikan dan Kependidikan
(3) Penerapan Reward dan Apresiasi 15.000.000 X X
(4) Pemantauan dan Evaluasi status 45.000.000 X
fungsional, golongan, kepangkatan,
gaji pokok, tunjangan (Atribut
kepegawaian
(5) Penetapan Peningkatan take home 150.000.000 X
pay
8. Efisiensi dan (1) Pemetaan efisiensi dan produktivitas 5.000.000 X X
produktivitas pendidikan
lulusan dilakukan (2) Peningkatan jumlah dan mutu 5.000.000 X X
melalui: lulusan,
(3) Peningkatan IPK Lulusan, 5.000.000 X X
(4) Pemantauan dan evaluasi masa studi 5.000.000 X X
9. Penelitian dan (1) Pemetaan Pelaksanaan penelitian 5.000.000 X X
(2) Pelaksanaan pelatihan manajemen 5.000.000 10.000.000 X X
Karya Ilmiah
dan metodologi penelitian,
(3) Penerapan hasil penelitian untuk 5.000.000 50.000.000 X X
meningkatkan mutu pembelajaran,
(4) Pengembangan jejaring penelitian 5.000.000 250.00.000 X X
kerjasama dengan berbagai lembaga
dan perguruan tinggi,
(5) Peningkatan penulisan jurnal 25.000.000 125.000.000 X X
(6) Penyelenggaraan seminar ilmiah 25.000.000 250.000.000 X X
(7) Penerbitan Jurnal Ilmiah secara 25.000.000 250.000.000 X X
berkala
(8) Penyusunan buku panduan 25.000.000
penyelenggaraan penelitian 25.000.000 X X
(9) Penerbitan buku karya ilmiah 25.000.000
unggulan ISTN
(10) Akreditasi Jurnal Ilmiah 15.000.000
10. Pengabdian pada (1) Pemetaan Pelaksanaan Pengabdian 5.000.000 50.000.000 X X
masyarakat. Pada masyarakat
(2) Peningkatan kemampuan teknis 15.000.000 75.000.000 X X
Dosen dalam melaksanakan
pengabdian kepada masyarakat
melalui penataran dan pelatihan
(3) Peningkatan kerjasama dengan 5.000.000 75.000.000 X X
lembaga pendidikan, pemerintah
penyedia jasa/industri, dan
masyarakat sekitar
(4) Penerbitan buku panduan 5.000.000 75.000.000 X X
penyelenggaraan pengabdian pada
masyarakat;
(5) Penerbitan profil potensi ISTN 5.000.000 75.000.000 X X
(6) Pembentukan Carrier center 5.000.000 75.000.000 X X
(7) Penerbitan buku profil pengabdian 25.000.000 75.000.000 X X
pada masyarakat
11. Pengembangan (1) Pemetaan Pemakaian TIK 5.000.000 125.000.000 X X
kampus berbasis (2) Pemanfaatan teknologi informasi 5.000.000 250.000.000 X X
TIK dan komunikasi dalam semua
bidang,
(3) Pengembangan kerjasama dengan 5.000.000 250.000.000 X X
penyedia jasa yang bergerak dalam
bidang Teknologi Informasi,
(4) Peningkatan layanan informasi 5.000.000 X X
akademik dan non akademik melalui
pengembangan sistem informasi.
12. Penataan dan (1) Pemetaan dokumen unit kerja 5.000.000 X
Penigkatan Fungsi (2) Pelaksanaan assesment unit kerja 15.000.000 X
Sistem Manajemen (3) Pengembangan sistem dan 15.000.000 150.000.000 X
dan Kelembagaan, dokumentasi unit kerja
(4) Peningkatan kualitas dan kuantitas 25.000.000 250.000.000 X X
jumlah prodi yang terakreditasi,
(5) Penataan dan pengembangan 15.000.000 75.000.000 X X
manajemen internal untuk mencapai
efisiensi dan efektifitas
organisasi,

13. Peningkatan (1) Pemetaan Daya Saing Institusi, 15.000.000 150.000.000 X X


Kemampuan Daya Fakultas dan program studi
Saing, melalui: (2) Penguasaan Teknologi Informasi 15.000.000 150.000.000 X X
dan Komunikasi,
(3) Penguasaan Bahasa Inggris dosen 15.000.000 150.000.000 X X
dan mahasiswa,
(4) Penguasaan Softskills dosen dan 15.000.000 150.000.000 X X
mahasiswa ,
(5) Penguasaan Technopreuneship, 15.000.000 75.000.000 X X
(6) Penguasaan kompetensi melalui 15.000.000 75.000.000 X X
sertifikasi
14 Pengembangan Menengah (UMKM) serta koperasi 25.000.000 250.000.000 X X
komunitas melalui: X X
25.000.000 250.000.000
Pengembangan (1)Pemetaan potensi masyarakat
Usaha Mikro, (2) Pelatihan bidang: IPTEK Tepat guna, 25.000.000 120.000.000 X X
Kecil, dan (3) Pengelolaan manajemen usaha dan X X
25.000.000 150.000.000
permodalan, X X
(4)Pembinaan UMKM masyarakat 25.000.000 150.000.000
15. Peningkatan (1) Pemetaan kegiatan kerjasama 5.000.000 150.000.000 X X
Kerjasama: (2) Kerjasama dengan lembaga 350.000.000 X X
15.000.000
pendidikan, lembaga penelitian, dan
industri/penyedia jasa, 50.000.000 500.000.000 X X
(3) Rintisan kerjasama dengan PTAsing
16. Pemantapan (1) Penetapan pengembangan softskill 5.000.000 50.000.000 X X
pengembangan (2) Dosen 15.000.000 75.000.000 X X
Softskills (3) Mahasiswa 15.000.000 75.000.000 X X
(4) Karyawan 15.000.000 75.000.000 X X

17. Pelaksanaan (1) Penetapan Pelaksanaan Penjaminan 5.000.000 X X


Penjaminan Mutu Mutu
(2) Pengendalian dokumen [manual, 5.000.000 X X
prosedur, instruksi kerja],
(3) (3) Pengendalian rekaman [bukti 5.000.000 X X
kegiatan suatu proses],
(4) Pengendalian output yang tidak 5.000.000 X X
sesuai rencana mutu,
(5) Audit internal secara berkala, 5.000.000 X X
(6) Tindakan perbaikan dan pencegahan 5.000.000 X X
terhadap output suatu rencana mutu,
(7) Monitoring dan evaluasi program 5.000.000 X X
pendidikan,
(8) Perencanaan dan pengembangan 5.000.000 25.000.000 X X
metode pembelajaran, penyusunan
modul/buku ajar
18. Peningkatan dan (1) Pemetaan kondisi fungsional gedung 5.000.000 50.000.000 X X
Perbaikan Gedung ISTN
di lingkungan (2) Penetapan jadwa & pelaksanaan 15.000.000 500.000.00 X X
ISTN perbaikan Gedung di ISTN
(3)Penataan Lansekap dan Lingkungan 5.000.000 150.000.000 X X
kampus
19. Pengembangan (1) Pemetaan dana dan alokasi dana 5.000.000 50.000.000 X X
Skema Pendanaan, (2) Skenario pendanaan 25.000.000 100.000.000 X X
melalui: (3) Optimalisasi Pengembangan Usaha, 25.000.000 100.000.000 X X
(4) Pemanfaatan knowlege base 25.000.000 100.000.000 X X
interprise
(5) Perluasan jejaring kerjasama 25.000.000 175.000.000 X X
(6) Peningkatan kualitas Penyusunan
Proposal,
a. Untuk berbagai Program Hibah 15.000.000 150.000.000 X X
Kompetisi di Dikti,
b. Untuk Pemerintah Provinsi DKI 15.000.000 150.000.000 X X
dan Pemda lain,
c. Untuk berbagai Departemen dan 10.000.000 50.000.000 X X
Instansi,
d. Untuk berbagai Perusahaan 20.000.000 100.000.000 X X
Swasta dan BUMN
e. Untuk Alumni (Institusi maupun 15.000.000 50.000.000 X X
perorangan)
f. Perusahaan asing 50.000.000 500.000.000 X X
RENCANA STRATEGIK FAKULTAS FARMASI 2015 - 2020
Institut Sains dan Teknologi Nasional
I. BIDANG AKADEMIK.
PERFORMANCE TARGET
No PROGRAM SUB-PROGRAM S A S A R A N KEGIATAN
INDICATOR WAKTU

A PENINGKATAN 1. Perbaikan Citra Mengupayakan peningkatan citra ISTN sebagai 1. Pemberdayaan SDM dan unit kerja Meningkatnya citra ISTN sebagai 2015
STUDENT BODY perguruan tinggi sains dan teknologi dalam upaya dalam bidang pelayanan perguruan tinggi di bidang sains
peningkatan student body dan teknologi yang handal
2. Mengikuti event lokal dan nasional

3. Sosialisasi keberadaan ISTN ke


instansi dan sekolah di
Jabodetabek

4. Kerjasama dengan alumni dalam


bidang publikasi

1
2. Strategi PMB Mengupayakan strategi Penerimaan Mahasiswa 1. Membentuk Lembaga Komunikasi Meningkatnya jumlah mahasiswa 2015 - 2020
Baru yang efektif, efisien dan ‘kena sasaran’ dalam Publik dan Pemasaran bagi baru sampai dengan 200 %
upaya peningkatan student body keperluan Penerimaan Mahasiswa
Baru
2. Menyusun Rencana Tindak (action
plan)
3. Membangun jejaring yang kuat
dengan lembaga-lembaga terkait
4. Menyusun Profil ISTN
5. Membuat kerjasama dengan
sejumlah SLTA
6. Melakukan survey dan analisis
pasar yang cermat dan akurat

Place :
Memperbaiki dan melengkapi fasilitas ,
sarana dan prasarana kampus

Price :
Menyusun tuition fee yang kompetitif,
memiliki penawaran yang menarik dan
sistem pembayaran yang mudah

Product :
1. Meningkatkan kualitas lulusan
2. Memperpendek masa studi
3. Meningkatkan jumlah lulusan
4. Mempersingkat waktu tunggu
bekerja

2
PERFORMANCE TARGET
No PROGRAM SUB-PROGRAM S A S A R A N KEGIATAN
INDICATOR WAKTU

A PENINGKATAN 2. Strategi PMB Mengupayakan strategi Penerimaan Mahasiswa Publikasi : 2015 – 2020
STUDENT BODY Baru yang efektif, efisien dan ‘kena sasaran’ dalam Menyelenggarakan publikasi yang
upaya peningkatan student body melibatkan semua unit dan sivitas
akademika

Promosi :
1. Menyelenggarakan promosi secara
langsung dan tidak langsung

2. SDM promosi memiliki penampilan


dan kinerja yang profesional

3
B. PENYEMPURNAAN 1 Restrukturisasi Melakukan restrukturisasi dan penyederhanaan 1. Membentuk tim kurikulum dari 1.Tersusun Kurikulum KKNI di 2016
KURIKULUM Kurikulum struktur kurikulum Program Sarjana dengan tujuan tingkat Fakultas sampai ke tingkat semua program studi
untuk memperkuat penguasaan ilmu dasar yang program studi.
mampu dikembangkan lebih lanjut baik di lapangan 2. Menyusun panduan mencakup visi, 2.Diterbitkannya SK Rektor 2015
pekerjaan maupun di pendidikan strata yang lebih misi, tujuan, sasaran, serta struktur tentang perubahan kurikulum
tinggi. dan kerangka kurikulum.
3. Menetapkan mata kuliah-mata 3.Tersusun Buku Pedoman
kuliah dasar Institut dan Fakultas. Kurikulum di semua program
4. Menetapkan mata kuliah-mata studi dengan SK Rektor 2016
kuliah spesifik program studi
termasuk praktikum serta mata 4.Tersusun Buku Pedoman
kuliah pilihan di bawah koordinasi Akademik di tingkat institut dan 2016
KBI, yang didasari pada relevansi fakultas
kurikulum terhadap kebutuhan
pasar. 5.Terimplementasi Kurikulum
5. Menyusun silabus dan RKPS untuk Perguruan Tinggi di semua 2016
setiap mata kuliah di bawah program studi
koordinasi KBI.
6. Menyusun pola aturan peralihan
kurikulum.
7. Menyusun peraturan dan ketentuan
akademik yang baru.
8. Menetapkan mata kuliah yang
sejalan dengan profil lulusan

4
PERFORMANCE TARGET
No PROGRAM SUB-PROGRAM S A S A R A N KEGIATAN
INDICATOR WAKTU

B. PENYEMPURNAAN 2. Meningkatkan Kurikulum disusun agar lulusan ISTN bisa 1. Menyiapkan SDM yang mampu 1. Dokumen identifikasi kebutuhan 2016
KURIKULUM ‘Competitiveness’ mempunyai ‘Competitiveness’ yang tinggi dalam menyusun Kurikulum Berbasis industri dan masyarakat di
dan ‘Relevansi’ memasuki lapangan kerja di era Globalisasi, Kompetensi semua program studi
lulusan. 2. Meningkatkan kualitas pengajar di
Kurikulum disusun agar lulusan ISTN mempunyai bidang Dasar Sains & Engineering, 2. Tersedianya matakuliah pilihan 2016
profil : Komputer, Bahasa Inggris dan yang memiliki relevansi dengan
a. Mempunyai pengetahuan ‘Dasar Sains dan Technoprenership kebutuhan di semua program
Engineering’ yang kuat. 3. Meningkatkan kerja sama dengan studi
b. Mampu memanfaatkan komputer dalam Perusahaan/Industri, Asosiasi
menerapkan ilmu yang dikuasainya. Profesi, Lembaga Pendidikan, kantor 3. Terwujudnya profil lulusan ISTN 2016
c. Mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Pemerintah maupun Swasta dalam memiliki pengetahuan dasar
d. Mampu menguasai ‘Technopreneurship’ bidang pengajaran dan sains dan engineering,
pengembangan kurikulum memanfaatkan komputer dalam
Kurikulum berisi elemen ‘Relevansi’ yakni penerapan ilmunya,
matakuliah-matakuliah pilihan di mana bisa diajarkan berkomunikasi dalam bahasa
teknologi-teknologi baru yang dibutuhkan dalam inggris dan menguasai
pembangunan saat ini. technopreneurship

C. PENINGKATAN 1.Pembentukan 1. Pembentukan Kelompok Bidang lmu (KBI) sebagai 1. Membuat pedoman dalam rangka 1.Tersusunnya pedoman kerja 2016
KUALITAS AKADEMIK Kelompok Ilmu wahana pembinaan suatu cabang Ilmu tertentu pembentukan KBI KBI di seluruh program studi
& PENGAJARAN (KI) untuk memelihara dan meningkatkan penguasaan
ISTN atas suatu Cabang Ilmu tertentu yang 2. Membentuk KBI di tingkat Jurusan, 2.Terbentuknya KBI di seluruh 2016
diajarkan, Fakultas dan Institut. program studi

2. Difungsikannya KBI sebagai struktur pokok dari 3. Mengesahkan KBI yang telah 3.Terselenggaranya fungsi KBI 2016
suatu jurusan tertentu dan merupakan wahana terbentuk dalam suatu SK Rektor. secara optimal
untuk penyusunan dan pelaksanaan program
kerja, penelitian, seminar, dan man-power
planning.

3. KBI dapat menjadi cikal bakal bagi pembukaan


program studi di Progam Magister dan Doktor atau
untuk membuka program studi baru di Progam
Sarjana dan Diploma.

5
PERFORMANCE TARGET
No PROGRAM SUB-PROGRAM S A S A R A N KEGIATAN
INDICATOR WAKTU

C. PENINGKATAN 2.Pembinaan dan Difungsikannya KBI untuk bertanggung jawab dalam 1. Membuat buku pedoman 1. Tersusunnya Buku Pedoman 2017
KUALITAS AKADEMIK peningkatan membina anggota, mengembangkan materi kuliah pelaksanaan KBI di lingkungan FSTI KBI
& PENGAJARAN materi dan laboratorium yang berada dalam cakupan 2. Pembinaan tenaga pengajar melalui 2017
pengajaran kelompoknya. KBI masing-masing 2. Tersusunnya pedoman
3. Mendatangkan guest lecture dari pembinaan dan peningkatan
dunia industri materi pengajaran

3.Peningkatan 1. Mengupayakan peningkatan penguasaan cara, 1. Melakukan pelatihan teknologi 1. Meningkatnya pelatihan 2015-2020
kualitas & teknik metode dan teknik mengajar dari seluruh staf pembelajaran yang mutakir. teknologi pembelajaran per
pengajaran. pengajar 2. Menyelenggarakan pelatihan cara tahun akademik
mengajar yang baik 2015-2020
2. Menerapkan proses belajar mengajar ‘student 3. Melakukan penilaian kepada setiap 2. Meningkatnya pelatihan
centered learning’ tenaga pengajar dalam metode pengajaran per tahun
melaksanakan pengajaran akademik 2015-2020
3. Mengembangkan metode pembelajaran antara 4. Memanfaatkan komputer di gedung
lain dalam bentuk e-learning atau multi resource IT untuk proses belajar mengajar. 3. Meningkatnya kemampuan
learning. 5. Merintis metode pembelajaran e- tenaga pengajar dalam
learning kualitas dan teknik pengajaran 2015-2020

4. Meningkatnya pemanfaatan
fasilitas IT untuk proses
belajar mengajar

6
4.Peningkatan Menciptakan suasana kompetitif yang dapat 1. Menyiapkan beasiswa intern 1. Meningkatnya fasilitas 2015-2020
motivasi belajar mendorong peningkatan motivasi berprestasi 2. Mencari beasiswa extern beasiswa bagi mahasiswa
mahasiswa akademik mahasiswa melalui penerapan bimbingan 3. Membuat penelitian dosen dan berprestasi per tahun
dan konseling, meningkatkan disiplin akademik mahasiswa akademik
mahasiswa dan penerapan secara bertahap 4. Melaksanakan Peraturan Akademik
peraturan batas waktu studi, dan evaluasi 2 tahunan. tentang masa studi dan evaluasi 2. Meningkatnya wadah 2015-2020
Mengusahakan beasiswa kepada mahasiswa yang belajar serta melakukan sosialisasi kompetisi bagi mahasiswa
berprestasi. 5. Meningkatkan peran Penasehat (pameran karya ilmiah, lomba
Akademik dalam rangka penerapan karya ilmiah)
Bimbingan dan Konseling.
3. Meningkatnya kunjungan ke 2015-2020
industri

4. Meningkatnya peran
Penasehat Akademik 2015-2020

7
PERFORMANCE TARGET
No PROGRAM SUB-PROGRAM S A S A R A N KEGIATAN
INDICATOR WAKTU

D. PENINGKATAN 1. Peningkatan Mengupayakan peningkatan penguasaan metodologi 1. Melaksanakan penelitian kelompok 1. Meningkatnya jumlah hasil 2015-2020
KUALITAS BIDANG Kualitas Staf penelitian dan hasrat untuk meneliti di kalangan staf penelitian
PENELITIAN DAN Pengajar di bidang pengajar 2. Melaksanakan penelitian mandiri
PENGABDIAN Penelitian 2. Meningkatnya jumlah hibah 2015-2020
MASYARAKAT 3. Melaksanakan penelitian bersama penelitian
dengan mahasiswa
3. Meningkatnya jumlah publikasi 2015-2020
4. Melakukan kerjasama penelitian ilmiah
dengan lembaga lain
4. Meningkatnya kemampuan 2015-2020
5. Mengikuti lomba hibah kompetisi dosen dalam penelitian
penelitian

6. Mempublikasikan hasil penelitian

7. Menyelenggarakan pelatihan metode


penelitian

2. Peningkatan Mengupayakan peningkatan penguasaan metodologi 1.Melaksanakan pengabdian 1. Meningkatnya jumlah hasil
Kualitas Staf dan hasrat untuk menyelenggarakan kegiatan masyarakat yang terprogram pengabdian masyarakat 2015-2020
Pengajar di bidang pengabdian kepada masyarakat di kalangan staf
Pengabdian pengajar 3.Melaksanakan pengabdian 2. Meningkatnya jumlah bantuan 2015-2020
Masyarakat masyarakat bersama dengan pengabdian masyarakat
mahasiswa
3. Meningkatnya kemampuan 2015-2020
4.Melakukan kerjasama pengabdian dosen dalam pengabdian
dengan lembaga lain masyarakat

8
E. PENJAMINAN MUTU 1. Pembentukan Membentuk Badan Penjaminan Mutu Akademik 1. Menyiapkan dan melengkapi Terlaksananya Badan Penjaminan
AKADEMIK. Badan sebagai yang bertugas untuk melaksanakan Audit organisasi Penjaminan Mutu Mutu Akademik di tingkat institut, 2015-2020
Penjaminan Mutu Akademik dan melakukan monitoring secara Akademik Tingkat Institut. Fakultas dan Program Studi
Akademik berkesinambungan untuk mengukur kinerja dan 2. Menyiapkan Organisasi dan SDM
proses pelaksanaan pengajaran yang dilakukan oleh penjaminan Mutu Fakultas dan
dosen dan kepuasan dari pengguna lulusan. Program Studi

9
PERFORMANCE TARGET
No PROGRAM SUB-PROGRAM S A S A R A N KEGIATAN
INDICATOR WAKTU

E. PENJAMINAN MUTU 2.Penyusunan Menyusun suatu manual atau dokumen yang jelas 1. Menyiapkan sasaran mutu tingkat 1. Tersusunnya Piagam
AKADEMIK. Sistem Penjaminan dan terinci sebagai standard baku untuk Institut untuk disahkan oleh Senat (Pedoman) Sistem 2015-2020
Mutu memastikan bahwa semua karakteristik dan kinerja Institut Penjaminan Mutu
yang diharapkan telah sesuai dengan standar mutu 2.Menyiapkan sasaran mutu tingkat
atau persyaratan yang telah ditetapkan . Program Studi untuk ditetapkan oleh 2. Tersusunnya Standard 2015-2020
Rektor Penjaminan Mutu
3. Menyiapkan Manual dan Prosedur
Penjaminan Mutu 3. Tersusunnya Manual Prosedur 2015-2020
4. Menyiapkan SDM sebagai asesor Penjaminan Mutu
penjaminan mutu internal
5 Melakukan konsultasi, sosialisasi dan 4. Tersusunnya Kode Etik 2015-2020
advokasi, tentang Sistem Penjaminan Mutu
Penjaminan Mutu di lingkungan ISTN

3. Penerapan 1. Menerapkan sistem penjaminan mutu agar 1. Sosialisasi Sistem Penjaminan Mutu 1.Tersusunnya Dokumen 2015
Sistem Penjaminan dapat meningkatkan kualitas pengajaran (SPM) Penjaminan Mutu :
Mutu
2. Menggunakan hasil evaluasi penjaminan mutu 2. Implementasi SPM a. Sistem Mutu (SM)
untuk menetapkan perbaikan, pemberian sanksi b. Manual Mutu (MM)
maupun penghargaan kepada para dosen. 3. Melaksanakan monitoring, asesmen c. Manual Prosedur (MP)
dan evaluasi Penjaminan Mutu d. Instruksi Kerja (IK)
Internal secara periodik dan e. Dokumen Pendukung (DP)
berkelanjutan f. Borang (BO)

2.Terselenggaranya penerapan 2015


Sistem Penjaminan Mutu

10
PERFORMANCE TARGET
No PROGRAM SUB-PROGRAM S A S A R A N KEGIATAN
INDICATOR WAKTU

F. MENJADIKAN ISTN 1. Penyempurnaan 1. Menjadikan komputer sebagai bagian yang tidak 1. Membangun jaringan komputer 1. Meningkatnya fasilitas komputer 2015-2020
SEBAGAI ‘CYBER Sarana perangkat terpisahkan dalam seluruh tahap proses berbasis Teknologi Informasi dan dan terwujudnya Cyber
CAMPUS’. keras komputer & pendidikan di ISTN . Komunikasi (TIK) Campus di ISTN
komunikasi untuk 2. Memperkuat infrastuktur TIK dengan
mendukung 2. Membangun terwujudnya Cyber Campus dengan mencari tambahan dana dari luar 2. Meningkatnya budaya di
terwujudnya melengkapi sarana prasarana TIK. ISTN kalangan staf pengajar dalam
Cyber Campus. 3. Pengembangkan aplikasi TIK untuk memanfaatkan sarana
keperluan akademik, manajemen, teknologi informasi
keuangan dan SDM
4. Membangun aplikasi sistem informasi 3. Telah digunakannya sistem e-
berbasis TIK untuk keperluan learning untuk melengkapi
pembelajaran yang dikenal dengan e- kegiatan belajar mangajar
learning termasuk pembelaran jarak
jauh melalui video confrence
5. Memberdayakan komputer di Pusat
Teknologi Informasi untuk keperluan
pengajaran dan pelatihan
6. Melengkapi sistim pembelajaran
dengan e-learning

2. Mewujudkan Menggalakkan penggunaaan IT di kalangan staf 1. Mengadakan media pengajaran Meningkatnya penggunaan 2015-2016
Masyarakat Ilmiah pengajar dalam rangka mewujudkan masyarakat berbasis computer pada setiap fasilitas teknologi informasi di
berbasis teknologi Ilmiah berbasis Teknologi Informasi di ISTN. program studi (PC, Laptop, LCD, dll) kalangan staf pengajar
Informasi di ISTN. 2. Menyelenggarakn pelatihan kepada
dosen dalam penggunaan internet,
software dan cara pengajaran
menggunakan IT, serta e-learning
3. Mengembangkan jaringan internet
nirkabel

11
PERFORMANCE TARGET
No PROGRAM SUB-PROGRAM S A S A R A N KEGIATAN
INDICATOR WAKTU
MENJADIKAN ISTN 3.Penyempurnaan Mengembangkan dan mengimplementasikan 1. Menyiapkan SDM yang memiliki 1. Terlaksananya penggunaan 2016
SEBAGAI ‘CYBER Aplikasi ISTN program aplikasi komputer yang dirancang untuk latar belakang pendidikan IT untuk seluruh sub sistem aplikasi
CAMPUS’. PRIMA mewujudkan ’Integrated Management Information mengembangkan ISTN PRIMA (akademik, keuangan,
System’ yang akan meningkatkan efisiensi dan 2. Mengembangkan aplikasi komputer personalia, perlengkapan dan
efiktivitas pengelolaan administrasi akademik, untuk sistem akademik bagi semua perpustakaan) di ISTN
keuangan dan umum serta perpustakaan. program studi dan jenjang baik kelas
regular maupun kelas duplikasi 2. Diterbitkannya buku pedoman 2016
3. Mengembangkan aplikasi komputer penggunaan aplikasi
untuk sistem Keuangan, Akuntansi
dan Personalia.
4. Mengembangkan penggunaan
komputer untuk sistem Perlengkapan
dan Perpustakaan
5. Menyusun buku pedoman
penggunaan aplikasi

G. PEMBENTUKAN 1.Pembukaan 1. Meningkatkan relevansi antara ISTN dengan 1.Mengajukan ijin pembukaan 1. Terbitnya ijin operasional 2015-2020
FAKULTAS BARU Fakultas dan kebutuhan masyarakat dan industri melalui Program Studi baru Program Studi baru untuk
Pogram Studi baru pembukaan Fakultas dan Program Studi baru minimal 8 Program Studi
dalam program studi yang dibutuhkan masyarakat. 2.Menerbitkan SK pembentukan
Fakultas Sains dan Teknologi 2. Terbentuknya Fakultas Sains 2015
2. Meningkatkan citra ISTN sebagai Institut Informasi , dan Fakultas Farmasi dan Teknologi Informasi, dan
Pendidikan Tinggi yang ‘up to date’ sehingga Fakultas Farmasi
dapat menarik minat bagi lebih banyak lulusan
SLTA untuk masuk ke ISTN. 3. Beroperasinya Program Studi 2016
dan Fakultas baru

12
H. PEREMAJAAN DAN 1.Pemeliharaan Melakukan pemeliharaan peralatan laboratorium 1. Mengupayakan perbaikan peralatan Meningkatnya kinerja laboratorium 2015-2020
EFISIENSI peralatan melalui pengelolaan biaya praktikum yang telah laboratorium di semua Program
LABORATORIUM Laboratorium dibayarkan mahasiswa atau melalui pemanfaatan Studi
pengkaryaan peralatan dengan pihak luar . 2. Menetapkan SK yang mengatur
kegiatan di lab dan penggunaan
dana dan pertanggungjawaban.
3. Menetapkan SK Tentang
Penerapan Biaya Praktikum
4. Sosialisasi kepada Fakultas, Prodi
dan Lab.

13
PERFORMANCE TARGET
No PROGRAM SUB-PROGRAM S A S A R A N KEGIATAN
INDIKATOR WAKTU

H. PEREMAJAAN DAN 2.Peremajaan, Mengupayakan bantuan peningkatan peralatan dari 1. Menyusun proposal untuk mengikuti Meningkatnya kualitas dan 2015-2020
EFISIENSI pengadaan dan pihak luar berupa hibah dari Pemerintah, bantuan program hibah kuantitas peralatan laboratorium
LABORATORIUM peningkatan dari Perusahaan Swasta dalam kerangka kerjasama 2. Mencari informasi ke DIKTI dan
peralatan serta atau bantuan lain. kantor pemerintah yang lain tentang
efisiensi dana hibah
Laboratorium 3. Mengikuti Program Hibah khususnya
yang dilaksanakan oleh Dikti

I. PENGEMBANGAN 1.Penambahan 1. Mengupayakan penambahan buku dan jurnal 1. Mencari bantuan ke instansi 1. Meningkatnya koleksi buku dan 2015-2020
PERPUSTAKAAN koleksi Buku melalui bantuan, serta mencoba mencari pemerintah khususnya DIKTI untuk jurnal ilmiah
terobosan dengan memanfaatkan TIK menambah referensi buku
perpustakaan 2.Meningkatnya pengguna/
2. Mengupayakan penyusunan jaringan TIK dengan 2. Memperkuat jaringan TIK antara lain pengunjung perpustakaan
perpustakaan lain di dalam dan luar negeri agar dengan mengikuti Hibah Bersaing
dapat mengakses koleksi buku mereka. yang diselenggarakan oleh DIKTI
maupun instansi lain
3. Membangun jaringan Perpustakaan
berbasis TIK
4. Menghubungkan jaringan ISTN
dengan perguruan tinggi yang lain

2. Penerbitan buku Mengupayakan penggiatan penulisan buku oleh 1.Menghidupkan lembaga atau unit Meningkatnya jumlah terbitan 2015-2020
dosen untuk diterbitkan penerbitan buku buku ISTN
2. Menyusun aturan dan mekanisme
penerbitan buku
3. Mempublikasikan penerbitan

14
15
II. BIDANG ORGANISASI, MANAJEMEN, & KEUANGAN.

PERFORMANCE TARGET
No PROGRAM SUB-PROGRAM S A S A R A N KEGIATAN
INDICATOR WAKTU

A MEMBANGUN NILAI- Menggali, memantapkan Mewujudkan kembali suasana kehidupan kampus 1. Menggali dan merumuskan kembali 1.Terwujudnya good corporate 2015-2020
NILAI DAN BUDAYA serta menyebar luaskan ISTN yang memiliki nilai-nilai budaya kampus dan nilai-nilai budaya ISTN. culture di ISTN.
(VALUE AND CULTURE) nilai-nilai dan budaya etika ilmiah yang profesional dan didasari pada 2. Menyempurnakan Visi dan Misi
ISTN ISTN asas kekeluargaan, kekerabatan serta dijiwai ISTN dan derivasinya di tingkat 2. Terwujudnya suasana kehidupan
dengan rasa nasionalisme di dalam mencapai Fakultas dan Program Studi. kampus yang kondusif 2015-2020
keunggulan, dengan saling menghormati dan 3. Mensosialisasikan pencapaian Visi berdasarkan pada semangat
mempunyai rasa kepedulian yang tinggi, serta dan Misi ISTN yang dijiwai oleh jati kebersamaan.
dapat menciptakan iklim kompetisi yang sehat. diri dan nilai–nilai budaya ISTN di
lingkungan sivitas akademika. 3.Terwujudnya suasana harmonis
4. Menumbuhkan etos kerja yang dapat antara civitas akademika dalam 2015-2020
menggugah sivitas akademika kehidupan sehari-hari dalam
untuk menciptakan suasana kerja lingkungan kampus.
yang sehat dan berprestasi di
kalangan staf pengajar dan
karyawan serta meningkatkan
motivasi belajar di kalangan
mahasiswa.
5. Menyebarluaskan berbagai motto
dan slogan yang menggambarkan
nilai-nilai budaya ISTN serta
melaksanakan kegiatan-kegiatan
yang dapat menjadi tradisi agar
terwujud penghayatan nilai-nilai
budaya ISTN.

16
PERFORMANCE TARGET
No PROGRAM SUB-PROGRAM S A S A R A N KEGIATAN
INDICATOR WAKTU
B PEMANTAPAN POLA 1.Re-strukturisasi dan Melakukan restrukrisasi terhadap struktur organisasi 1.Penyesuaian Statuta ISTN 1.Tersusunnya statuta baru. 2015
PENGELOLAAN re-vitalisasi struktur yang ada saat ini untuk menuju Visi yang ISTN yang 2.Menata kembali struktur organisasi
INTERNAL ISTN. organisasi telah ditetapkan. Dari restrukturisasi ini diwujudkan ISTN. 2.Tersusunnya struktur 2016-2020
(ORGANISASI & struktur organisasi yang secara tegas memisahkan 3.Merumuskan pola pengelolaan organisasi baru yang ramping
MANAJEMEN) antara otoritas manajemen dengan otoritas akademik organisasi di ISTN yang dijiwai dengan dan efektif yang
yang dapat bekerja secara efisien, efektif dan prinsip-prinsip “Good Corporate mencerminkan rofesionalisme
professional, serta dapat mencerminkan kewibawaan University”. dalam berkarir
organisasi dalam penyelengaraan pekerjaan sehari- 4.Menyusun perangkat organisasi baik di
hari. tingkat Institut maupun di tingkat 3.Meningkatnya suasana kerja 2015-2020
Pemisahan ini dimaksudkan agar profesionalitas di fakultas yang dapat menunjang yang kondusif, disiplin,
bidang manajemen dan profesionalitas di bidang terlaksananya butir 1 dan 2. semangat kerja dan
akademik dapat berkembang secara proporsional. 5.Memberikan pembekalan mengenai kekompakan di antara
perubahan paradigma di dalam pola karyawan.
pengelolaan ISTN kepada seluruh
jajaran pimpinan struktural ISTN agar 4.Meningkatnya “integrasi” 2015-2020
dapat melaksanakannya dengan sikap pengelolaan semua program
profesional dan berwawasan luas. studi dan jenjang
6.Menata kembali eselonisasi jabatan
struktural.
7.Memantapkan kualifikasi persyaratan
calon pejabat dilingkungan ISTN.
8.Perampingan organisasi Jabatan
Struktural ISTN dari mulai tingkat
Rektorat sampai dengan jurusan.
9.Penyusunan Job Description yang
baru.

17
PERFORMANCE TARGET
No PROGRAM SUB-PROGRAM S A S A R A N KEGIATAN
INDICATOR WAKTU
B PEMANTAPAN POLA 2.Desentralisasi yang Mengarahkan Fakultas untuk melakukan 1.Pemberlakuan “empowering” Fakultas 1. Adanya rambu rambu tentang 2017
PENGELOLAAN terpadu (integrated empowering dengan prinsip good corporate pelaksanaan empowering
INTERNAL ISTN. decentralization) governance 2.Merumuskan kembali tugas, fakultas
(ORGANISASI & wewenang dan tanggung jawab
MANAJEMEN) dengan mempertegas pembagian 2. Diterbitkannya keputusan rektor 2016-2017
otoritas manajemen dan otoritas tentang tugas, wewenang dan
akademik dalam struktur organisasi tanggung jawab struktural
ISTN
3. Terbentuknya komisi audit di 2016-2018
3.Pembentukan Komisi Audit di setiap setiap Fakultas.
Fakultas.
4. Adanya program kerja tahunan 2015-2020
4.Penyusunan rencana kerja tahunan di setiap fakultas.
Fakultas yang berkaitan dengan Tri
Dharma Perguruan Tinggi yang 5. Adanya pertanggungjawaban 2015-2020
disahkan oleh rapat senat fakultas Dekan dalam setiap akhir tahun
akademik.

18
No P R O G R A M SUB-PROGRAM S A S A R A N KEGIATAN PERFORMANCE INDICATOR TARGET
WAKTU

B PEMANTAPAN POLA 3.Restrukturisasi Membuat peraturan yang sejalan dengan prinsip 1.Mendfinisikan kategori dan klasifikasi Meningkatnya suasana kerja yang 2015-2020
PENGELOLAAN sistem reward and good coorporate governance dalam pemberian jenis reward dan punishment. kondusif di kalangan pegawai
INTERNAL ISTN. punishment reward and punishment untuk memberikan motivasi edukatif dan non-edukatif
(ORGANISASI & berdasarkan kerja. 2.Menetapkan bentuk kegiatan dan
MANAJEMEN) prestasi. kriteria yang tepat untuk digunakan
sebagai dasar dalam pemberian
reward and punishment bagi pegawai
edukatif dan non-edukatif.

3.Menetapkan mekanisme penilaian


dan pemberian reward and
punishment termasuk re-evaluasi
terhadap DP3.

4.Menyusun perangkat lunak maupun


keras untuk menunjang
terlaksananya reward and
punishment.

5.Memberlakukan sistem presensi


kehadiran.

6.Memberlakukan sanksi dan


pemberian insentif.

7.Membuat kriteria tolok ukur prestasi


kerja.

19
PERFORMANCE TARGET
No PROGRAM SUB-PROGRAM S A S A R A N KEGIATAN
INDIKATOR WAKTU
C. PEMBINAAN 1. Streamlining Menyesuaikan jumlah SDM sesuai kebutuhan dan 1.Menetapkan kebutuhan tenaga 1.Tercapainya komposisi serta 2015 -2020
PERSONALIA dan komposisi Staf kurikulum serta keberlanjutan institusi. pengajar berdasarkan kurikulum rasionalitas jumlah tenaga
EFISIENSI Pengajar dan yang baru dan prediksi besarnya edukatif dan non-edukatif
Penegasan student body. dengan jumlah mahasiswa
Status 2.Menetapkan rasio jumlah staf sesuai kebutuhan
Kepegawaian pengajar tetap dan honorer
berdasarkan kualifikasi, kompetensi 2.Terwujudnya sistem kaderisasi 2015-2020
dan kepangkatan akademik serta tenaga edukatif dan non-
umur. edukatif secara profesional
3. Melakukan rasionalisasi jumlah staf
pengajar honorer sesuai kebutuhan. 3.Terwujudnya SDM yang bekerja
4. Melaksanakan purna bakti bagi staf secara profesional dan memiliki 2015-2020
pengajar yang sudah memasuki kemampuan yang optimal
batas usia dan melakukan sesuai bidangnya masing-
rekrutmen tenaga baru sesuai masing
kebutuhan.
5.Menyiapkan dana untuk 4.Terwujudnya ketentuan baru
melaksanakan rasionalisasi. tentang peraturan kerja tenaga 2016-2018
6.Optimalisasi tenaga dosen purna edukatif dan non-edukatif purna
waktu, mengurangi beban mengajar waktu.
dosen honor.
7.Melakukan perencanaan bidang
pengajaran jangka panjang untuk
mengantisipasi kebutuhan SDM.
8.Membuat kriteria dan persyaratan
dosen yang dapat diterima di ISTN.
9.Melaksanakan rekrutmen Dosen
yunior.
10. Membuat peraturan kerja yang
berkaitan dengan disiplin dan tata
tertib bagi dosen tetap purna waktu.

20
PERFORMANCE TARGET
No PROGRAM SUB-PROGRAM S A S A R A N KEGIATAN
INDICATOR WAKTU
C. PEMBINAAN 2. Penetapan Beban Membuat peraturan tentang beban kerja 1. Memberikan uraian kerja bagi pejabat 1.Terimplementasinya kegiatan
PERSONALIA dan Kerja struktural yang diangkat sebagai dasar sesuai dengan job discription 2016-2020
EFISIENSI penilaian kinerja dan evaluasi
Mengatur pelaksanaan tugas lain-lain 2.Terlaksananya penilaian kinerja
di dalam jam kerja. dan evaluasi terhadap pejabat
2. Mengatur Pelaksanaan tugas lain-lain struktural
di dalam jam kerja.
3. Mengatur honor tambahan diluar jam
kerja/hari libur/hari besar

Membuat peratuan tentang alokasi dan pengeluaran 1.Membuat peraturan baru tentang Meningkatnya efisiensi anggaran 2015-2020
anggaran Pengeluaran Belanja Pegawai.
2.Membuat peraturan baru tentang
Pengeluaran lembur

4. Rekruitment dan Melakukan perbaikan komposisi SDM dan 1.Menyusun mekanisme rekrutmen staf
Pengkaderan peningkatan tenaga akademik melalui recruitment pengajar
Tenaga Akademik tenaga muda dan kaderisasi staf yang telah ada. 2.Pengiriman studi lanjut bagi staf 2015-2020
pengajar
3.Mengadakan pendidikan lanjutan
4.Mengadakan pelatihan-pelatihan
5.Merangsang dosen untuk menulis
6.Mengadakan kerja sama dengan
Perguruan Tinggi lain
7.Kaderisasi dosen-dosen muda

21
PERFORMANCE TARGET
No PROGRAM SUB-PROGRAM S A S A R A N KEGIATAN
INDICATOR WAKTU
C. PEMBINAAN 5. Peningkatan Tercapainya efektivitas kerja melalui manajemen, Mengadakan pelatihan, lokakarya, dan 2015-2020
PERSONALIA dan kualitas manajemen training, workshop, motivasi kerja outbond
EFISIENSI (SDM) di ISTN

6. Streamlining & Menyesuaikan jumlah dan komposisi Staf a. Restrukturisasi organisasi ISTN, 2015-2020
peningkatan kualitas Administrasi ISTN sejalan dengan komposisi Staf penciutan jumlah jabatan
Staf Administrasi Pengajar serta meningkatkan kemampuan staf b. Melaksanakan kegiatan pelatihan
administrasi yang telah ada. dan kursus pendek
c. Menetapkan kebijakan baru tentang
operasional dan struktur
kepegawaian menuju sistem yang
lebih profesional
d. Rasionalisasi karyawan
sesuai dengan struktur organisasi
baru

D Sistem Keuangan/ 1. Perencanaan Perumusan sistem keuangan ISTN


Anggaran Anggaran secara terintegrasi melalui satu pintu
Perumusan sistem perencanaan
anggaran di lingkungan ISTN

2. Sistem Pelaporan Perumusan sistem pertanggung


jawaban keuangan dilingkungan ISTN

3 3. Penyesuaian Meningkatkan kesejahteraan melalui peninjauan a. Mereformulasi sistem penggajian Meningkatnya pendapatan secara
Sistem Penggajian kembali struktur penggajian disesuaikan dengan b. Membuat konsep draft alternatif proporsional dalam penerimaan 2015
kondisi yang ada. sistem penggajian pegawai honorarium/gaji dengan minimum
penghasilan di atas UMR/UMK

22
PERFORMANCE TARGET
No PROGRAM SUB-PROGRAM S A S A R A N KEGIATAN
INDICATOR WAKTU
D Sistem Keuangan/ 4. Sistem Akuntansi Meningkatkan sistem pengelolaan keuangan yang a. Pembentukan tim kerja Terwujudnya sistem komputerisasi 2015-2020
Anggaran & Pembukuan. baik dan transparan di lingkungan institut. b. Evaluasi/Inventarisasi sistem keuangan
akuntansi yang ada Berjalannya sistem keuangan
c. Penyusunan draft sistem akuntansi secara terintegrasi di seluruh
dan pembukuan berdasarkan jajaran manajemen ISTN
organisasi ISTN yang baru dan ISTN
“Prima”. Pengelolaan keuangan (cash in
d. Sosialisasi pada semua jajaran cash out) dalam satu pintu
keuangan ISTN (rekening)
e. Implementasi sistem baru
f. Pelatihan sistem operasional
keuangan
g. Penyusunan Sistem Akuntansi dan
Pembukuan yang terpadu
5.Pengelolaan Menerapkan sistem pengelolaan transaksi keuangan a. Melakukan kerja sama dengan Bank Berlakunya sistim pembayaran 2015 – 2020
transaksi keuangan ‘Tanpa Tunai’ dengan memanfaatkan jasa b. Pembuatan prosedur dan perangkat Tanpa Tunai / Moneyless
internal dengan Perbankan. operasional sistem keuangan baru
sistem ‘Tanpa c. Sosialisasi kepada semua jajaran Terlaksananya pembayaran dengan
Tunai’/Moneyless mengenai sistem transaksi baru auto debet (co-branding)
keuangan di ISTN
d. Penerbitan SK Rektor tentang
pemberlakuan sistem baru
e. Implementasi sistim transasksi
keuangan yang baru (moneyless)

23
PERFORMANCE TARGET
No PROGRAM SUB-PROGRAM S A S A R A N KEGIATAN
INDICATOR WAKTU
D Sistem Keuangan/ 6.Penggunaan Sejalan dengan penerapan pola manajemen a. Penyusunan strategi dan panduan Terwujudnya tertib administrasi dan 2015-2018
Anggaran Account Terpadu desentralisasi yang terpadu, maka etiap unit kegiatan operasional keuangan di ISTN displin anggaran
mulai dari Fakultas, Jurusan, elas Duplikasi, Badan b. Pembukaan rekening account dan
dan lain-lain akan dapat mengelola sendiri dana- sub-account.
dana yang dialokasikan atau yang diperoleh dari c. Penerbitan SK Rektor tentang sistem
usahanya sendiri. Untuk dapat menerapkan system penggunaan account bank oleh
akuntansi dan pembukuan yang terpadu serta untuk jajaran yang ada di ISTN
mempermudah proses konsolidasi dan rekonsiliasi d. Pemberlakuan sistem baru
keuangan, maka disusun sistem penggunaan penggunaan account bank BII
Account Terpadu di mana ISTN mempunyai Account
Induk pada 1 atau 2 Bank dan masing-masing unit
kerja mempunyai Sub-Account pada Bank tersebut.
Dengan sistem ini maka unit kerja bisa dengan
flexible mengatur keuangannya, sementara
konsolidasi dan rekonsiliasi oleh pusat dapat mudah
dilakukan.

24
E. PENGELOLAAN DANA 1. Sumber-sumber Pendapatan Asli Fakultas (PAF) adalah bagian dari a. Pembentukan tim kerja Peningkatan aktivitas karyawan 2015 - 2020
OPERASIONAL OLEH dana Fakultas penerimaan Institut yang peruntukannya memang b. Penyusunan buku panduan tentang dam dosen dalam menjalankan
FAKULTAS. secara spesifik ditentukan untuk melaksanakan operasional pendapatan asli kegiatan di kampus
suatu kegiatan tertentu di Fakultas misalnya biaya fakultas/PAF
Laboratorium dari mahasiswa, uang SP, bagian dari c. Sosialisasi pada jajaran pimpinan Peningkatan pendapatan dan
kontribusi Sekolah Duplikasi dan lain-lain. Jenis- ISTN pelayanan di setiap fakultas 2015 -2020
jenis penerimaan yang masuk katagori PAF serta d. Penerbitan SK tentang operasional
pembagian prosentasenya antara Institut & Fakultas pendapatan asli fakultas
harus segera ditentukan. e. Implementasi PAF
Sebagai konsekuensi dari pelaksanaan pola f. Membuka kelas khusus karyawan di
desentralisasi yang terpadu, maka Fakultas akan kampus Srengseng bekerja sama
diberi kewenangan untuk mengelola sendiri dana dengan konsultan pemasaran.
operasionalnya. Dana yang akan dikelola oleh g. Mengaktifkan excess capacity dari
Fakultas berasal dari Dana Rutin yang telah fakultas (laboratorium, bengkel,
dialokasikan kepada Fakultas tersebut ditambah tenaga ahli, pelatihan, konsultasi dll)
dengan bagian dari anggaran penerimaan Institut h. Menyusun aturan pembagian
yang masuk dalam kategori PAF. Tata cara prosentase biaya dari kelas duplikasi
penggunaan serta pertanggungjawaban dari dan PAF
pengelolaan dana operasional oleh Fakultas harus i. Menyusun pola pengelolaan dana
segera disusun. fakultas

25
PERFORMANCE TARGET
No PROGRAM SUB-PROGRAM S A S A R A N KEGIATAN
INDIKATOR WAKTU
E. PENGELOLAAN DANA 2. Pengawasan Dengan diberikannya kewenangan kepada Fakultas 1.Pembentukan tim penyusun panduan 1.Terciptanya suasana tertib,
OPERASIONAL OLEH Melekat untuk mengelola sendiri dana operasional dan PAF, sistem pengawasan keuangan melekat disiplin dan loyalitas karyawan 2015 - 2020
FAKULTAS. maka harus disusun suatu mekanisme pengawasan di setiap jajaran dalam bekerja
atas penggunaan dana tersebut. Pengawasan pada 2.Penyusunan draft panduan sistem
tingkat pertama dilakukan di dalam organisasi pengawasan 2.Terciptanya suasana
Fakultas sendiri dan merupakan system 3.Penerbitan SK tentang sistem keharmonisan hubungan antra 2015 - 2020
Pengawasan Melekat. Untuk itu ditetapkan bahwa pengawasan keuangan atasan dan bawahan dan
unit kerja yang harus melakukan pengawasan 4.Implementasi sebaliknya
tersebut adalah Komisi Audit yang dibentuk oleh 5.Pemberlakuan Sistem Penilaian Indeks
Senat Fakultas. Pada tingkatan berikutnya, Prestasi Kinerja Dosen dan Karyawan 3.Peningkatan prestasi kerja dosen 2015 - 2020
pengawasan dilakukan oleh Komisi Audit pada 6.Mengaktifkan peran Komisi Audit / karyawan
tingkat Institut. Prosedur pertanggungjawaban dan 7.Menyusun mekanisme proses audit di
pengawasan atas penggunaan dana tersebut juga tingkat fakultas dan institut
harus disusun sistem auditnya.

26
F. AUDIT KEUANGAN Pembenahan Sistem Meningkatkan sistem pengelolaan keuangan 1.Pembentukan tim penyusun panduan 1.Terwujudnya sistem pelaporan
Pengelolaan merupakan issue sensitif bagi semua jajaran pada sistim audit di ISTN dan pengelolaan keuangan yang 2015-2020
Keuangan ISTN suatu institusi. Transparansi pengelolaan baik dan dapat dipertanggung
keuanganoleh setiap unit kerja yang ada merupakan 2.Penyusunan buku panduan sistim audit jawabkan
suatu kebutuhan mutlak di dalam organisasi. Oleh keuangan secara terpadu di tingkat
karena itu audit keuangan merupakan suatu proses Institut dan fakultas. 2.Berjalannya sistem pertanggung
yang harus dilaksanakan. Pelaksanaan audit jawaban keuangan secara
dilakukan oleh suatu tim tetap terstruktur pada 3.Penerbitan SK Rektor tentang berjenjang sesuai prosedur
tingkat Institut dan Fakultas. Kegiatan audit ini pemberlakuan sistem audit di ISTN keuangan yang baku
merupakan kegiatan rutin keuangan, guna 2015-2020
menciptakan susana saling percaya dan mencegah 3.Terwujudnya sistem keuangan
4.Implementasi
munculnya fitnah-fitnah yang tidak satu pintu yang dikelola oleh
bertanggungjawab. Yayasan
Selama ini kegiatan pertanggungjawaban belum 5.Pelaksanaan sistem keuangan satu
sepenuhnya dilaksanakan, terutama yang berkaitan pintu
dengan penggunaan uang Kas Bon (uang untuk
dipertanggungjawabkan/UUDP), Audit keuangan 6.Penerapan laporan sistem keuangan 2015-2017
selalu terkendala dengan adanya UUDP yang belum terpadu
dipertanggungjawabkan.
Laporan keuangan ISTN selalu bermasalah 7.Pengaturan kembali/pembatasan
berkaitan dengan masalah pajak penghasilan dari penggunaan UUDP (kas bon)
Dosen, karena belum terintegrasinya sistem
keuangan yang ada di kelas reguler dengan kelas 8.Pendataan penerimaan
duplikasi yang mengakibatkan penghasilan kena honorarium/gaji karyawan ISTN,
pajak dari para staff pengajar tidak dapat diketahui sentralisasi informasi keuangan
secara pasti.
Untuk kedepan maka diperlukan pola keuangan yang
terintegrasi melalui satu pintu di Institut/Yayasan
sehingga diharapkan sistem keuangan yang
merupakan amanat dari para orang tua mahasiswa
dapat dipertanggungjawabkan dengan baik (dunia
dan akhirat) melalui audit yang benar yang dapat
dipertanggungjawabkan.

27
III. BIDANG KEMAHASISWAAN.
PERFORMANCE TARGET
No PROGRAM SUB-PROGRAM S A S A R A N KEGIATAN
INDIKATOR WAKTU

REVITALISASI Menata kembali Menata kembali organisasi kemahasiswaan 1. Menyusun panduan yang memuat Disahkannya beberapa surat Tahun 2015
KEHIDUPAN Organisasi ISTN yang otonom, sehat, demokratis dan batasan-batasan yang tegas dan keputusan dan surat edaran
KEMAHASISWAAN Kemahasiswaan sesuai dengan tatacara dan perilaku kehidupan jelas untuk semua kegiatan Rektor tersebut di bawah ini :
kemahasiswaan yang seharusnya ada di mahasiswa pada tingkat Jurusan,
ISTN
Perguruan Tinggi. Fakultas dan Institut a. SK Rektor tentang Pedoman
Tata Tertib Kehidupan Kampus
b. SK Rektor tentang Tata Tertib
Kemahasiswaan
c. SK Rektor tentang Penggunaan
Sarana & Prasarana Kampus
d. SK Rektor tentang Pedoman
Tata Upacara Akademik dan
Tata Busana Akademik
e. SK Rektor tentang Kebebasan
Mahasiswa Mengeluarkan
pendapat
f. SK Rektor tentang Pemilihan
Mahasiswa Berprestasi dan
Penerimaan Beasiswa
g. SE Rektor tentang Tata Tertib
UTS dan UAS di ISTN
h. SE Rektor tentang
Pelaksanaan Tata Tertib
Kemahasiswaan di Lingkungan
Kampus ISTN.
i. SE Rektor tentang Waktu
beraktivitas dan Penggunaan
Ruang ISTN

28
PERFORMANCE TARGET
No PROGRAM SUB-PROGRAM S A S A R A N KEGIATAN
INDICATOR WAKTU
Meningkatnya prestasi di
REVITALISASI 1. Menata kembali Menata kembali organisasi kemahasiswaan 2. Menyelenggarakan dan mengikuti bidang ekstra-kurukuler dan
kompetisi di bidang ekstra- Tahun 2015
KEHIDUPAN Organisasi ISTN yang otonom, sehat, demokratis dan kurukuler dan intra-kurikuler
intra-kurikuler
KEMAHASISWAAN Kemahsiswaan sesuai dengan tatacara dan perilaku 3. Melakukan pendataan ulang
ISTN kehidupan kemahasiswaan yang seluruh Unit Kegiatan Mahasiswa Adanya data-data organisasi
seharusnya ada di Perguruan Tinggi. (UKM) dan Himpunan Mahasiswa dan aktivitas seluruh UKM dan Tahun 2017
Jurusan (HMJ) yang ada secara HMJ secara online
online
4. Melakukan koordinasi dengan Meningkatnya kualitas
para ketua angkatan dan para hubungan antara pimpinan
Ketua Himpunan Mahasiswa dengan lembaga mahasiswa Tahun 2015
Jurusan dan Ketua Unit Kegiatan melalui koordinasi secara
Mahasiswa yang ada. terprogram dan terjadwal
5. Menyusunkan sistem manajemen Adanya pedoman manajemen
pengelolaan & pelaporan dana pengelolan dan pelaporan Tahun 2015
kemahasiswaan dana kemahasiswaan
6 Mengperbaharui data prestasi
Adanya data prestasi seluruh
yang telah dicapai 3 tahun
UKM dan HMJ secara online
Tahun 2015
terakhir secara online
7. Menyelenggarakan koordinasi
Terbentuknya organisasi
intuk menyusun struktur dan
kemahasiswaan di tingkat
organisasi kemahasiswaan tingkat
Jurusan, Fakultas dan Institut
Institut hingga tingkat Jurusan Tahun 2015
berdasarkan AD-ART yang
(untuk intra maupun ekstra
telah disahkan.
kurikuler)
8. Membuat inventarisasi sarana dan Adanya data inventarisasi
prasarana kemahasiswaan sarana dan parsarana seluruh
secara online organisasi kemahasiswaan
Tahun 2017
secara online

2. Mewujudkan Menghidupkan suasana ilmiah di lingkungan 1. Menciptakan suasana yang Meningkatnya kegiatan
ilmiah di kalangan mahasiswa seminar ilmiah, diskusi, lomba
suasana ilmiah di mahasiswa agar mahasiswa dapat merasa ilmiah dilingkungan mahasiswa
2. Membentuk tim atau klub atau
lingkungan bangga apabila dapat melakukan kegiatan unit kegiatan mahasiswa di Adanya UKM baru di bidang Tahun 2015
mahasiswa atau prestasi yang bersifat ilmiah. bidang sains dan teknologi sains dan teknologi sesuai
dengan bidang ilmunya
3. Menerbitkan majalah ilmiah Adanya UKM baru di bidang
mahasiswa penerbitan majalah

29
PERFORMANCE TARGET
No PROGRAM SUB-PROGRAM S A S A R A N KEGIATAN
INDICATOR WAKTU
Menghidupkan suasana ilmiah di lingkungan
III REVITALISASI 2. Mewujudkan mahasiswa agar mahasiswa dapat merasa 1) Melakukan studi banding dan Meningkatnya kegiatan studi Tahun 2016
kunjungan ke industri banding ke industri terkait
KEHIDUPAN suasana ilmiah di bangga apabila dapat melakukan kegiatan
KEMAHASISWAAN lingkungan atau prestasi yang bersifat ilmiah. 2) Melaksanakan lomba karya ilmiah Meningkatnya kegiatan lomba
mahasiswa mahasiswa antar program studi ilmiah antar lembaga Tahun 2016
atau fakultas atau perorangan mahasiswa di lingkungan
kampus ISTN

3. Meningkatkan Mendorong Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) 1) Memberikan beasiswa bagi Meningkatnya jumlah penerima
prestasi Unit sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mahasiswa yang berprestasi di beasiswa bagi mahasiswa Tahun 2015
bidang intra dan ekstra kurikuler yang berprestasi di bidang intra
Kegiatan menyalurkan minat dan bakatnya dalam dan ekstra kurikuler
Mahasiswa berbagai bidang agar mencapai prestasi 2) Memberi penghargaan kepada Adanya penghargaan bagi
(UKM). yang tinggi dan membanggakan. mahasiswa yang berprestasi mahasiswa dan dosen
secara berjenjang sesuai pembina yang berprestasi Tahun 2016
tingkatannya secara berjenjang sesuai
tingkatannya
3) Memberi bobot sks kepada Dimasukannya
mahasiswa yang berprestasi kegiatan/prestasi mahasiswa
tingkat propinsi, nasional atau dalam kurikulum yang baru
Tahun 2015
internasional dengan memiliki bobot 3 sks
4) Memfasilitasi pertemuan dengan meningkatnya keterlibatan
para alumni yang hobinya di alumni dalam pembinaan
bidang olah raga terkait dan bakat prestasi mahasiswa di bidang
2015-2020
yang lain sains dan olahraga
Terjalinnya koordinasi yang
5) Memfasilitasi koordinasi dengan
baik dengan induk organisasi
induk organisasi di tingkat daerah
di tingkat daerah maupun
Tahun 2015
maupun nasional
nasional
6) Memfasilitasi koordinasi dengan Meningkatnya jumlah bapak
alumni, instansi swasta maupun angkat dari alumni, instansi
pemerintah yang berminat swasta maupun pemerintah di
Tahun 2017
menjadi bapak angkat bidang sains dan olahraga

30
PERFORMANCE TARGET
No PROGRAM SUB-PROGRAM S A S A R A N KEGIATAN
INDICATOR WAKTU

REVITALISASI 4. Menyediakan Penyediaan sarana berupa gedung/ruang 1) Menjalin kerjasama dengan Meningkatnya jumlah fasilitas
Pemprov DKI dan instansi lain hasil bantuan Pemprov DKI Tahun 2017
KEHIDUPAN fasilitas Gedung / yang khusus diperuntukkan sebagai sarana dalam penyediaan fasilitas dan instansi lain
KEMAHASISWAAN ruang sebagai kegiatan kemahasiswaan serta fasilitas olahraga
sarana kegiatan pendukung lainnya seperti kantin, toko alat- 2) Menjalin kerjasama dengan
terbangunnya student centre
kemahasiswaan alat belajar & fotocopy dll. alumni dan instansi lain untuk
yang representatif.
Tahun 2018
pembuatan student centre
Adanya kantin/ kafetaria
3) Menyediakan sarana kantin kampus yang sehat dan Tahun 2018
representatif.
4) Meyediakan fasilitas koperasi / Adanya koperasi mahasiswa
Tahun 2019
bursa mahasiswa atau badan usaha lainya

31
IV. BIDANG KEERJASAMA.
PERFORMANCE TARGET
No PROGRAM SUB-PROGRAM S A S A R A N KEGIATAN
INDIKATOR WAKTU

A KERJASAMA DENGAN 1. Kerjasama dengan Menggalang dan meningkatkan kerjasama antara 1. Mereview MoU yang sudah ada 1. Tersusunnya pola dan aturan 2017
PIHAK LUAR ISTN Dunia Usaha dan ISTN dengan Dunia Usaha dan Industri untuk 2. Menindaklanjuti MoU dengan kerjasama dalam bentuk
Industri. menjaga relevansi antara pendidikan yang program nyata keputusan rektor
dilaksanakan di ISTN dengan kebutuhan nyata di 3. Menyiapkan aturan pelaksanaan 2. Meningkatnya kerjasama de- 2015-2020
lapangan, antara lain dalam bidang-bidang : 4. Menyusun panduan pelaksanaan ngan dunia usaha dan industr
1. Membuka Program Pendidikan (Jurusan/Program kegiatan yang berlaku di ISTN sesuai kompetensi ISTN
studi) baru, sesuai dengan kebutuhan Industri. 5. Menetapkan bidang usaha yang
Dalam kerjasama semacam ini, ISTN akan relevan bagi kegiatan yang akan
menjadi pelaksana pendidikan sedangkan Industri dilaksanakan.
akan menyediakan peralatan laboratorium dan 6. Menyusun pola kerjasama yang
sarana praktek. dilakukan dengan pihak luar ISTN.
2. Menyelenggarakan pelatihan dengan topik-topik 7. Menyusun pola aturan peralihan
yang dibutuhkan oleh Dunia Usaha dan Industri. yang diberlakukan bagi seluruh
3. Menyelenggarakan jasa pelatihan untuk sertifikasi sivitas akademika ISTN
pada bidang/profesi tertentu. 8. Menyusun peraturan dan ketentuan
4. Melaksanakan penelitian dan kegiatan pengabdian akademik yang disesuaikan
masyarakat secara bersama dengan kebutuhan kerja-sama .
5. Melaksanaan Program Magang Kerja melalui 9. Melakukan kerjasama dengan
program CO-OP Dunia Usaha dan Industri sesuai
6. Mendirikan placement center bagi mahasiswa dan dengan kompetensi ISTN
lulusan ISTN.
7. Melaksanakan rekruitment tenaga kerja
bekerjasama dengan instansi yang membutuhkan

32
PERFORMANCE TARGET
No PROGRAM SUB-PROGRAM S A S A R A N KEGIATAN
INDIKATOR WAKTU
A KERJASAMA DENGAN 2.Kerjasama dengan Melakukan kerjasama dengan Perguruan Tinggi lain 1.Membuat kerjasama dengan 1. Terjalinnya kerjasama penga- 2015-2020
PIHAK LUAR ISTN Perguruan Tinggi di Indonesia maupun di luar negeri dalam upaya perguruan tinggi baik di dalam jaran, penelitian, dan pe-
lain baik dalam untuk meningkatkan kualitas keilmuan di ISTN. negeri maupun luar negeri ngabdian masyarakat de-ngan
maupun luar negeri. Antara lain dalam bentuk seperti pelaksanaan 2.Mengirim para SDM muda untuk perguruan tinggi dalam maupun
penelitian bersama, menyelenggarakan course atau mengikuti studi lanjut. luar negeri
seminar bersama, mengundang pakar-pakar mereka 3.Melakukan kerjasama di bidang 2. Terselenggaranya pertukaran 2015-2020
untuk mengajar di ISTN sebagai Dosen Tamu dan pengajaran, penelitian, dan (sharing) keilmuwan dan
lain-lain. pengabdian masyarakat. kepakaran dengan perguruan
4.Melakukan kerjasama pertukaran tinggi lainnya
(sharing) kepakaran dengan
Perguruan Tinggi lainnya

33
PERFORMANCE TARGET
No PROGRAM SUB-PROGRAM S A S A R A N KEGIATAN
INDIKATOR WAKTU
B PENDIDIKAN FORMAL 3. Peningkatan Meningkatkan kemampuan seluruh staf pengajar 1. Melakukan pelatihan teknologi 1. Terjadinya perubahan kearah 2015 – 2020
kualitas dan dalam penguasaan cara, metode dan teknik pembelajaran yang mutahir. teknik pengajaran mutahir
teknik penga- mengajar agar kuliah dapat berjalan dengan efektif. 2. Memperkenalkan cara-cara baru 2. Terlaksananya pembelajaran 2016
jaran. bagi pelaksanaan pembelajaran, dengan menggunakan intranet,
Mengupayakan proses belajar mengajar yang misalnya melalui intranet, internet, internet, dan media audio-video
biasanya berupa ‘one way lecturing’ menjadi maupun media audio dan video lainnya.
‘student centered learning’. lainnya.

Mengupayakan pemanfaatan fasilitas komputer di


ISTN secara optimal dalam pelaksanaan pengajaran.

Mengembangkan metode pembelajaran antara lain


dalam bentuk e-learning atau multi resource learning.

C PENDIDIKAN VOKASI 1. Pembukaan Kelas Mengupayakan pembukaan dan pemberdayaan 1. Menyiapkan proposal pembukaan Terbentuknya kelas vokasi di 2015-2020
(KURSUS DAN Vokasi Baru kelas vokasi (kursus dan pelatihan) baru yang sesuai kelas vokasi baru, baik secara berbagai bidang baik atas inisiatif
PELATIHAN) dengan kebisaan/kompetensi ISTN langsung ataupun melalui sendiri maupun permintaan pihak
kerjasama dengan pihak luar luar ISTN
2. Menyiapkan pelaksanaan kelas
vokasi sesuai dengan permintaan,
bila dilakukan kerjasama dengan
pihak luar.

2. Pembinaan dan Mengupayakan pembinaan akademis terhadap Kelas 1. Melakukan pembinaan secara Terjaganya kesinambungan kelas 2015-2020
Peningkatan Duplikasi oleh otoritas akademis terkait yang secara berkesinambungan bagi vokasi dan adanya usaha promosi
Pelaksanaan berkesinambungan melakukan monitoring atas keberlanjutan kelas vokasi tersebut secara berkala bagi rekrutmen
Pengajaran kualitas pelaksanaan perkuliahan, serta me-review 2. Melaksanakan perbaikan ma- peserta latih.
hasil-hasilnya dan melakukan updating terhadap najemen pelaksanaan agar
materi perkuliahannya. Adapun Manajer Eksekutif memperoleh peserta yang cukup
bertanggung jawab dalam pengelolaan manajemen signifikan
pelaksanaan pengajaran.

34
PERFORMANCE TARGET
No PROGRAM SUB-PROGRAM S A S A R A N KEGIATAN
INDIKATOR WAKTU
C PENDIDIKAN VOKASI 3. Peningkatan Mengupayakan peningkatan kemampuan Instruktur 1. Melakukan pelatihan teknik Adanya inovasi baru didalam 2015-2020
(KURSUS DAN kualitas dan dalam memberikan materi dapat dilakukan dengan pengajaran dengan teknologi pelaksanaan kegiatan
PELATIHAN) teknik menyelenggarakan kursus-kursus yang spesifik pelatihan yang mutakir. tarining/pelatihan
pengajaran. dalam mengajar dan dalam menggunakan teknologi 2. Memperkenalkan cara-cara baru
pengajaran yang modern, antara lain dalam bentuk bagi pelaksanaan pelatihan,
e-learning atau multi resources learning. misalnya melalui intranet, internet,
maupun media audio dan video.

D BIDANG JASA 1. Pembentukan Mengupayakan pemanfaatan kepakaran / keilmuan 1. Melakukan kerjasama dengan 1. Terlaksananya kerjasama di 2015-2020
SERTIFIKASI Pelaksana Jasa para SDM di ISTN, dengan melakukan kerjasama Asosiasi Profesi sesuai dengan bidang jasa sertifikasi keahlian
Sertifikasi dengan Asosiasi Profesi di Indonesia dan di luar kompetensi ISTN. dengan pihak-pihak tertentu
negeri di dalam pemberian jasa pelatihan sertifikasi. 2. Melakukan kerjasama dengan bagi pengembangan tenaga
perusahaan pengiriman tenaga kerja dalam maupun luar negeri
kerja Indonesia 2. Terbentuknya badan sertifikasi
3. Melakukan kerjasama dengan di ISTN
instansi terkait untuk pelaksanaan
sertifikasi keahlian tertentu

35
PERFORMANCE TARGET
No PROGRAM SUB-PROGRAM S A S A R A N KEGIATAN
INDIKATOR WAKTU
F BIDANG PELAYANAN 1. Pelaksanaan Mengupayakan pemanfaatan peralatan dan 1. Membuat panduan pelayanan dan 1. Tersusunnya panduan pelak- 2015
DAN PEMANFAATAN kerjasama perangkat keras program Hibah Kompetisi Inherent pemanfaatan TIK di ISTN sanaan pelayanan dalam
FASILITAS Pelayanan dan K-3 , antara lain : 2. Melakukan kerjasama dengan pemanfaatan fasilitas TIK ISTN
Pemanfaatan a. Peralatan komunikasi data yang reliable dengan instansi lain bidang pemanfaatan 2. Terlaksananya pelayanan dan 2015-2020
Fasilitas TIK ISTN backbone jaringan fiber optic yang TIK ISTN. pemanfaatan TIK bagi
menghubungkan seluruh kampus dapat 3. Melakukan kerjasama dengan kebutuhan sivitas akademika
dimanfaatkan semaksimal mungkin. Perguruan Tinggi di Indonesia yang ISTN
b. Peralatan komunikasi data nirkabel yang ada telah telah terhubung dengan jaringan 3. Terlaksananya kerjasama 2015-2020
memungkinkan seseorang mengakses Internet Inherent menguntungkan dengan pihak
dari segala tempat di lingkungan kampus tanpa 4. Melakukan kerjasama dengan luar dibidang pelayanan dan
harus melalui jaringan kabel tilpon. perusahaan jasa di bidang pemanfaatan TIK ISTN
c. Fasilitas jaringan komputer yang memungkinkan pemanfaatan TIK sesuai dengan 4. Terlaksananya kerjasama 2015-2020
dilaksanakannya kegiatan intranet, internet, dan kompetensi ISTN. pendidikan dan pengajaran
pemanfaatan jaringan inherent bagi penyelesaian 5. Melakukan kerjasama pendidikan dengan perguruan tinggi lainnya
tugas-tugas dosen maupun mahasiswa. dan pengajaran dengan meman- didalam pemanfaatan TIK ISTN
faatkan TIK ISTN
Melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan
pelayanan dan pemanfaatan TIK ISTN yang telah
ada .

36
2. Pelaksanaan Mengupayakan kerjasama dengan pihak instansi di 1. Membuat panduan pemanfaatan 1. Tersusunnya panduan pelak- 2015-2020
kerjasama bagi luar ISTN dalam pemanfaatan fasilitas yang ada di fasilitas laboratorium dan sanaan pemanfaatan fasilitas
pemanfaatan ISTN ,baik dalam bidang pendidikan, maupun dalam pengajaran di ISTN laboratorium dan pengajaran di
fasilitas penga- bidang lain yang terkait dengan proyek. 2. Melakukan kerjasama dengan ISTN
jaran di ISTN instansi lain bidang pemanfaatan 2. Terlaksananya kerjasama
pada saat tidak fasilitas laboratorium dan menguntungkan dengan pihak 2015-2020
terpakai (idle) pengajaran ISTN. luar melalui pemanfaatan
3. Melakukan kerjasama dengan laboratorium dan fasilitas
Perguruan Tinggi Swasta di bidang pengajaran lainnya di ISTN
pemanfaatan fasilitas laboratorium 3. Terlaksananya kerjasama
dan pengajaran ISTN untuk pendidikan dan pengajaran
keperluan pendidikan dengan perguruan tinggi lainnya
4. Melakukan kerjasama dengan didalam pemanfaatan
instansi lain atau perusahaan lain laboratorium dan fasilitas
terhadap pemanfaatan fasilitas pengajaran ISTN
laboratorium dan pengajaran ISTN
untuk keperluan proyek

37
PERFORMANCE TARGET
No PROGRAM SUB-PROGRAM S A S A R A N KEGIATAN
INDIKATOR WAKTU
G KERJASAMA DI BIDANG Pelaksanaan Mengupayakan peningkatan kualitas keilmuan di 1. Melakukan kerjasama dengan 1. Terjalinnya kerjasama de-ngan 2015-2020
E-LEARNING DAN E- Kerjasama ISTN, dengan melakukan kerjasama dengan instansi lain melalui teleconference instansi lain, perguruan tinggi
LIBRARY Pelayanan dan Perguruan Tinggi lain di Indonesia dan di luar negeri. atau e-learning. dalam dan luar negeri, dalam
Pemanfaatan 2. Melakukan kerjasama dengan pertukaran informasi melalui
Fasilitas TIK ISTN Merencanakan kerjasama dalam berbagai bentuk Perguruan Tinggi di Indonesia yang kegiatan e-library dan e-
seperti pelaksanaan e-learning. seminar bersama terhubung dengan jaringan Inherent learning
dan mengundang pakar-pakar untuk memberi melalui e-learning dan e-library 2. Terlaksananya kegiatan pem- 2015-2020
pengajaran melalui teleconference di ISTN. 3. Melakukan kerjasama pendidikan belajaran jarak jauh
dan pengajaran dengan instansi
Membuat networking yang didasarkan pada lain melalui pembelajaran jarak jauh
kepakaran dengan masyarakat ilmiah dalam dan luar (e-learning / teleconference)
negeri melalui kegiatan kerjasama.

I BIDANG PENGGIATAN Pelaksanaan Meningkatkan kualitas sarana/prasarana pengajaran, 1. Menyelenggarakan pelatihan 1. Meningkatnya jumlah proposal 2015-2020
PROGRAM HIBAH DARI pembuatan kepakaran dan keilmuan di ISTN, serta peningkatan pembuatan proposal hibah hibah kompetisil oleh unit-unit
PEMERINTAH proposal untuk teknik pengajaran, melalui penggiatan pembuatan kompetisi bagi tenaga edukatip kerja di ISTN yang dikirimkan
mendapatkan hibah proposal untuk mendapatkan dana melalui hibah disemua unit-unit di ISTN. ke pemberi dana.
kompetisi dari kompetisi dari pemerintah. 2. Membuat proposal bagi keperluan 2. Meningkatnya jumlah hibah 2015-2020
pemerintah mendapatkan hibah kompetisi . kompetisi yang dimenangkan
3. Terlaksananya keberlanjutan 2015-2020
program hibah kompetisi yang
telah didapat ISTN pada tahun-
tahun sebelumnya

38
PERFORMANCE TARGET
No PROGRAM SUB-PROGRAM S A S A R A N KEGIATAN
INDIKATOR WAKTU
J BIDANG KERJASAMA Pelaksanaan Mengupayakan peningkatan kualitas 1. Melakukan kerjasama dengan 1. Terjalinnya kerjasama dengan 2015-2016
DENGAN ALUMNI kerjasama dengan sarana/prasarana pengajaran, kepakaran dan Alumni ISTN bagi peningkatan Ikatan Alumni ISTN bagi
alumni bagi keilmuan di ISTN, peningkatan teknik pengajaran, kualitas SDM di ISTN baik melalui peningkatan kualitas SDM ISTN 2015-2020
kegiatan serta peningkatan kegiatan kemahasiswaan dengan seminar/workshop di dalam 2. Terlaksananya kerjasama de-
pendidikan, melakukan kerjasama dengan alumni untuk maupun luar negeri ngan Ikatan Alumni ISTN
pengajaran, dan mendapatkan bantuan baik moril maupun materiel 2. Melakukan kerjasama dengan dibidang peningkatan ke-
kemahasiswaan bagi terlaksananya kegiatan tersebut. Alumni ISTN bagi peningkatan ilmuwan pratisi di lapangan
kualitas SDM di ISTN di bidang kerja bagi Dosen dan 2015-2020
keilmuwan lapangan (praktis) mahasiswa
melalui Guest Lecture dan Magang 3. Terjalinnya kerjasama pelak-
Kerja sanaan kegiatan mahasiswa
3. Melakukan kerjasama dengan melalui magang kerja dan
Alumni ISTN bagi pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan
kegiatan kemahasiswaan terutama persiapan kerja bagi para
yang berkaitan dengan persiapan lulusan ISTN
kerja bagi lulusan

K PENEMPATAN Pembentukan Mengupayakan penyaluran lulusan dengan 1. Menyusun pola dan aturan pe- 1. Tersusunnya pedoman pelak- 2015-2020
KERJA DAN LEMBAGA ISTN melakukan kerjasama dengan berbagai pihak. laksanaan lembaga ISTN KARIER sanaan lembaga ISTN KARIER
PEMBINAAN KARIER KARIER 2. Mensosialisasikan keberadaan 2. Terbentuknya lambaga ISTN
lembaga ISTN KARIER KARIER
3. Menjalin kerjasama dengan 3. Tersalurkannya lulusan kedu-
berbagai pihak terkait bagi nia kerja
kebutuhan ISTN KARIER

39
PERFORMANCE TARGET
No PROGRAM SUB-PROGRAM S A S A R A N KEGIATAN
INDIKATOR WAKTU
B PEMANTAPAN POLA 2. Pemantapan Mengarahkan pengelolaan sesuai perencanaan dana. Menyusun rencana kerja ISTN 2015-2020
PENGELOLAAN Manajemen yang prinsip good corporate gorvernance berdasarkan masukan program kerja Adanya program kerja dan RAB
INTERNAL ISTN. terpadu unit tahunan ISTN
(ORGANISASI & b. Menyusun rencana anggaran Belanja
MANAJEMEN) tahunan ISTN berdasarkan masukan Adanya evaluasi tahunan terhadap
RAB unit yang disyahkan oleh senat program kerja dan RAB ISTN
institut

3. Desentralisasi yang Mengarahkan Fakultas untuk melakukanc. Memberlakukan “impowering” Fakultas Adanya rambu rambu tentang 2015
terpadu (integrated empowering dengan prinsip good corporated. Merumuskan kembali tugas, wewenang pelaksanaan empowering fakultas
decentralization) gorvernance dan tanggung jawab dengan
mempertegas pembagian otoritas Diterbitkannya keputusan rektor
manajemen dan otoritas akademik tentang tugas, wewenang dan 2015 - 2020
dalam struktur organisasi ISTN. tanggung jawab struktural

e. Membentuk Komisi Audit di setiap Terbentuknya komisi audit di setiap


Fakultas Fakultas.

f. Menyusun rencana kerja tahunan Adanya program kerja tahunan


Fakultas yang berkaitan dengan Tri disetiap fakultas
Dharma Perguruan Tinggi yang
disahkan oleh rapat senat fakultas
Adanya pertanggungjawaban
Dekan dalam setiap akhir tahun
akademik.

40
4. Restrukturisasi Membuat peraturan yang sejalan dengan prinsipa. Mendefinisikan kategori dan klasifikasi .Meningkatnya suasana kerja yang
sistem reward and good coorporate governance dalam pemberian jenis reward dan punishment. kondusif 2016
punishment reward and punishment untuk memberikan motivasib. Menetapkan bentuk kegiatan dan
berdasarkan prestasi. kerja. kriteria yang tepat untuk digunakan
sebagai dasar dalam pemberian reward
dan punishment bagi pegawai edukatif
dan non-edukatif.
c. Menetapkan mekanisme penilaian dan
pemberian reward/punishment
termasuk re-evaluasi terhadap DP3.
d. Menyusun perangkat lunak maupun
keras untuk menunjang terlaksananya
reward dan punishment.
e. Memberlakukan sistem presensi
kehadiran
f. .Memberlakukan sanksi dan pemberian
insentif
g. Membuat kriteria tolok ukur prestasi
kerja

41
Scanned by CamScanner
Scanned by CamScanner
RENCANA PROGRAM KEGIATAN
PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER
INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI
NASIONAL

FARMASI INDUSTRI

A. PERENCANAAN PEMBELAJARAN

1. Deskripsi singkat mata kuliah Farmakoterapi


Mata kuliah Farmasi Industri secara keseluruhan membahas tentang konsep
praformulasi dilanjutkan dengan produksi skala industry, pengertian validasi,
kalibrasi, alasan dan tujuan validasi Industri Farmasi, macam validasi, obyek
validasi dan tahap validasi, pokok-pokok bahasan perencanaan produki,
manajemen material dan proses produksi
.
2. Tujuan pembelajaran
Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diharapkan dapat memahami
teori dasar perecanaan produksi, manajemen material (pengadaan dan
pengendalian persediaan), dan proses produksi di industri farmasi, tentang
validasi, kalibrasi, alasan dan tujuan validasi Industri Farmasi, macam validasi,
obyek validasi dan tahap validasi sehingga dapat menilai peran pentingnya
validasi dalam pembuatan sediaan farmasi yang bermutu di Industri Farmasi

3. Tujuan pembelajaran khusus


Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu :
a. Menjelaskan teori dasar sistem perencanaan produksi, pengadaan material dan
jasa, pengendalian persediaan, dan proses produksi.
b. Menjelaskan tahapan-tahapan dalam sistem perencanaan produksi setelah
munculnya permintaan marketing seperti perencanaan agregat, perencanaan
terinci, dan implementasi serta pengawasan sistem perencanaan produksi.

1
c. Menjelaskan perencanaan kebutuhan bahan, perencanaan kebutuhan kapasitas
dan manfaat sistem material requirement planning (MRP) yang diperlukan
dalam perencanaan terinci, serta mengevaluasinya.
d. Menjelaskan manfaat analisis break even point (BEP).
e. Menjelaskan tujuan pengadaan bahan, produk maupun jasa.
f. Mengevaluasi pemasok/vendor/supplier.
g. Membedakan persediaan dan sistem persediaan.
h. Menjelaskan jenis, fungsi serta biaya yang terlibat dalam persediaan.
i. Menjelaskan berbagai model persediaan seperti Economic Order Quantity
(EOQ), Stokastik, MRP, dan Pareto (analisis ABC).
j. Menghitung nilai persediaan dengan berbagai metode seperti FIFO (First In
First Out), LIFO (Last In First Out), WAC (Weighted Average Cost) maupun
SC (Standard Cost).
k. Menjelaskan mekanisme penerimaan bahan/produk di gudang.
l. Menjelaskan berbagai hal yang harus diperhatikan dalam penyimpanan bahan
aktif, eksipien dan bahan pengemas.
m. Menjelaskan faktor-faktor pendukung dalam proses produksi sediaan farmasi
n. Menjelaskan tahapan dalam proses produksi serta pentingnya validasi proses
o. Menjelaskan pengertian validasi, alasan dilakukan validasi dan jaminan
kualitas serta lingkupnya.
p. Menjelaskan parameter kritis, rentang nilai dan uji parameter kritis yang perlu
difahami dalam melakukan validasi, validasi proses sediaan non steril dan
steril.
q. Menjelaskan pelepasan obat dari sediaan farmasi steril.
r. Menjelaskan macam validasi (proses) parameter penerimaan sehingga dapat
memahami peran pentingnya validasi dalam pembuatan sediaan farmasi.
s. Menjelaskan macam obyek validasi, cara validasi obyek dan langkah-langkah
yang diperlukan dalam validasi.
t. Menjelaskan tentang tahap-tahap yang perlu dilakukan dalam validasi.
u. Menjelaskan dan memilih berbagai cara untuk mencegah terjadinya
kontaminasi silang selama proses produksi.
v. Menjelaskan berbagi pengendalian mutu selama dalam proses produksi (in
process control)
w. Menjelaskan metode pengolahan limbah industri farmasi.

2
B. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

1. Jadwal Kegiatan Mingguan

Minggu Topik/Pokok Substansi materi Metode Fasilitas


ke- Bahasan Pembelajar
an
I Pendahuluan - Peran Farmasi di Industri Farmasi Ceramah, LCD
- Aspek-aspek Industri Farmasi diskusi dan viewer,
- Manajemen/Organisasi Industri Farmasi Tanya jawab Laptop,
whiteboard
II Perencanaan produksi - Sistem PPIC: Perencanaan agregat, Ceramah LCD
perencanaan terinci, dan implementasi serta diskusi dan viewer,
pengawasan sistem perencanaan produksi. Tanya jawab Laptop,
- Perencanaan kebutuhan bahan, perencanaan whiteboard
kebutuhan kapasitas dan sistem material
requirement planning (MRP).
- Analisis break even point (BEP).
III Manajemen material - Tujuan pengadaan bahan, produk maupun jasa. Ceramah LCD
- Membeli atau membuat sendiri bahan, produk diskusi dan viewer,
atau jasa. Tanya jawab Laptop,
- Arus informasi dalam pengadaan. whiteboard
- Mengevaluasi pemasok/ vendor/supplier.
- Persediaan dan sistem persediaan.
- Jenis, fungsi serta biaya yang terlibat dalam
persediaan.
- Model persediaan Economic Order Quantity
(EOQ), Stokastik, MRP dan Pareto (analisis
ABC).
- Nilai persediaan: Metode FIFO, LIFO, WAC
dan SC.
- Penerimaan dan penyimpanan bahan aktif,
eksipien dan bahan pengemas.
IV Analisis Proses - Faktor-faktor pendukung proses. Ceramah LCD
produksi - Tahapan dalam proses produksi dan validasi viewer,
proses. Laptop,
- Pencegahan kontaminasi silang selama proses whiteboard
produksi.
V Quality Control - Pengendalian mutu selama dalam proses Ceramah LCD
produksi (in process control) diskusi dan viewer,

3
- Definisi dan manfaat produktivitas; saving Tanya jawab Laptop,
analysis. whiteboard
VI Pemasaran Obat - Kekhususan obat dalam hal penerapan Ceramah LCD
manajemen pemasaran, organisasi pemasaran, diskusi dan viewer,
pangsa pasar , dlsb Tanya jawab Laptop,
whiteboard
VII Ujian Tengah Semester
VIII Pendahuluan Quality - Definisi kalibrasi Ceramah LCD
Assurance - Persyaratan validasi diskusi dan viewer,
- Alasan validasi Tanya jawab Laptop,
- Jaminan Kualitas whiteboard
IX Tujuan Validasi - Parameter kritis Ceramah LCD
- Rentang nilai diskusi dan viewer,
- Uji parameter kritis Tanya jawab Laptop,
- validasi proses sediaan padat (non steril) whiteboard
- Validasi proses sediaan steril
X Pilihan validasi - Macam validasi Ceramah LCD
- Pilhan validasi diskusi dan viewer,
- Parameter penerimaan Tanya jawab Laptop,
whiteboard
XI Obyek validasi, tahap - Macam obyek validasi Ceramah LCD
validasi - Cara validasi obyek diskusi dan viewer,
- Langkah-langkah dalam proses validasi Tanya jawab Laptop,
whiteboard
XII Pengolahan Limbah Sistem Pengolahan limbah industry farmasi Ceramah LCD
Industri Metode pengolahan limbah industri farmasi. diskusi dan viewer,
Tanya jawab Laptop,
whiteboard
XIII Ujian Akhir Semester

2. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan

Pembelajaran dilakukan dengan tatap muka dikelas yaitu dosen menerangkan


materi dan dilanjutkan dengan tanya jawab antara dosen dan mahasiswa. Bentuk
kegiatan lain yaitu diskusi dan pemberian tugas mandiri yang bersifat wajib
untuk mempersiapkan diskusi kelompok.

4
C. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN

1. Hasil Pembelajaran
Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang
diperoleh selama proses pembelajaran. Komponen evaluasi antara lain meliputi
aktivitas diskusi (keaktifan bertanya, menjawab dan penguasaan materi),
komponen pemahaman dan keterampilan meliputi tugas-tugas yang diberikan
pada setiap pokok bahasan, ujian tengah semester, dan ujian akhir semester.
Monitoring dan umpan balik dari mahasiswa terhadap kegiatan pembelajaran
diberikan melalui kuesioner yang diisi oleh mahasiswa. Hasil kuesioner serta
kritik dan saran dari mahasiswa tersebut diharapkan dapat menjadi evaluasi dan
perbaikan proses pembelajaran selanjutnya. Keseluruhan materi kuliah
merupakan penunjang kerja praktek di Industri

2. Penilaian (assessment) )

Aspek penilaian Unsur Penilaian Presentase


(%)

Pemaham Tugas mandiri 10 - 20


Ujian Tengah Semester 20 - 30
Ujian Akhir Semester 20 - 40
Soft Skills Kreativitas dalam diskusi, Membuat
resume, Kedisiplinan pengumpulan 10 - 30
tugas, Presentasi, Partisipasi di kelas,
dsb
Jumlah 100

3. Konversi Nilai Angka ke dalam Nilai Huruf

Rentang Nilai Angka Mutu


100-80 A
65-79 B
56-64 C
45-55 D
0-44 E

5
D. DAFTAR PUSTAKA

1. Anonim, 2001, Pedoman Cara Pembuatan Obat Yang Baik, Badan Pengawasan
Obat dan Makanan, Jakarta
2. Anonim, 2001, Petunjuk Operasional Penerapan Cara Pembuatan Obat yang
Baik, Badan Pengawasan Obat dan Makanan, Jakarta
3. Berry, IR., and Nash, RA., ( eds ), 1993, Pharmaceutical Process Validation, 2
nd Ed, Marcell Dekker, Inc., New York, Basel
4. Carleton, FJ, and Agallo, JP., (eds), 1999, Validation of Pharmaceutical Process,
Sterile Products, 2 nd Ed., Marcel Dekker, Inc.,New York, Basel
5. Swartz, ME., and Krull, IS., 1997, Analytical Method Development and
Validation, Marcel Dekker, Inc.,New York, Basel
6. Lachman, L., Lieberman, H.A. And Kanig, J.L., 1996 “The Theory and practice
of Industrial Pharmacy ”, Lea & Fibriger, Philadelphia 1996.
7. Cjemaro, A.R.(Ed.), 1995, “Remington : The Science and Practice of Pharmacy”,
19 th Ed, Mack Publ.Eo., Easton.
8. Carstensan, J.T., 1990,”Drug Stability,”Marcel Dekker Inc., New York, Basel.
9. Handoko TH, 2000, Dasar-dasar Manajemen Produksi dan Operasi, Edisi 1,
BPFE, Yogyakarta.
10. Assauri S, 1999, Manajemen Produksi dan Operasi, Edisi Revisi, LPFEUI,
Jakarta.
11. -----, 2006, Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik, BPOM, Jakarta.
12. -----, 2009, Petunjuk Operasional Penerapan CPOB, BPOM, Jakarta.
13. Cheremisinoff NP, 2002, Handbook of Water & Wastewater Treatment and
Technologies, Butterworth-Heinemann, Boston

6
RENCANA PROGRAM KEGIATAN
PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER
INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL
COMPOUNDING dan DISPENSING

A. PERENCANAAN PEMBELAJARAN

1. Deskripsi Singkat Mata Kuliah


Mata kuliah Compounding dan Dispensing secara keseluruhan berisi materi tentang praktek
Apoteker yang menyangkut Compounding dan Dispensing, fungsi apoteker dan praktek
kefarmasian, pengobatan rasional, langkah-langkah compounding, medication error dan
pengatasannya, teknis compounding, penentuan beyond-use date, pendosisan obat pada kondisi
khusus, dan aspek-aspek khusus dalam praktek Compounding dan Dispensing, seperti skrining
obat dan pengatasan permasalahan aspek administrative, farmasetis, dan klinis.

2. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa memahami dan menguasai arti penting
Compounding dan Dispensing dalam praktek Apoteker, fungsi apoteker dan praktek kefarmasian
pemberian obat rasional secara individual, identifikasi medication error dan pengatasannya,
penentuan dosis dan beyond-use date obat yang diberikan pada pasien, dan penyelesaian problema
terapi obat berdasarkan aspek administratif, farmasetis dan klinis.

3. Tujuan Pembelajaran Khusus


Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu :
a. Memahami peranan Compounding dan Dispensing dalam praktek sebagai profesi Apoteker
b. Memahami Praktek kefarmasian dan fungsi apoteker.
c. Memahami prinsip-prinsip pengobatan rasional dan masalah-masalah dalam terapi obat.
d. Mengaplikasikan penentuan pendosisan berdasar pada kondisi pasien, penyakit, dan adanya
interaksi obat.
e. Mampu mengidentifikasikan medication error, mengetahui dan memahami cara-cara
mengatasinya.
f. Mengaplikasikan penentuan beyond-use date terhadap obat yang diberikan pada pasien.
g. Mengaplikasikan teknik-teknik penyelesaian permasalahan yang berhubungan dengan aspek
admistratif, farmasetis, dan klinis dalam pemberian obat pada pasien.
1
h. Mampu menyelesaikan problema pembuatan sediaan-sediaan tertentu yaitu sediaan cair, semi
solid dan solid.

B. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

1. Jadwal Kegiatan Mingguan


Minggu Topik/Pokok Substansi Materi Metode Fasilitas
ke- Bahasan Pembelajaran
I Pendahuluan - Pengertian compounding, dispensing dan Ceramah dan LCD viewer,
Praktek Farmasi peranan apoteker tanya jawab laptop,
- Proses dalam dispensing whiteboard
- Step-step dalam proses compounding
II Fungsi Apoteker - Karakteristik suatu profesi Ceramah dam LCD viewer,
- Farmasi sebagai profesi tanya jawab laptop,
- Fungsi-fungsi farmasis: fungsi professional, whiteboard
fungsi teknik, fungsi administrasi, fungsi
kemandirian
III Pengobatan - Tahapan dalam pengobatan rasional Ceramah dan LCD viewer,
Rasional - Berbagai bentuk intervensi terapeutik tanya jawab laptop,
- Berbagai penyebab problem terapi dengan obat whiteboard
- Pengertian resep dan peresepan rasional
IV Medication error - Definisi medication error Ceramah dan LCD viewer,
dan dispensing - Berbagai macam medication error tanya jawab laptop,
error - Berbagai tipe dan penyebab dispensing error whiteboard
- Tahap kritis dalam dispensing
- Solusi masalah dispensing error
V Teknik-teknik - Teknik menimbang dan berat minimal boleh Ceramah dan LCD viewer,
Compounding ditimbang tanya jawab laptop,
- Review perhitungan dalam compunding whiteboard
- Langkah-langkah compounding
VI Teknik-teknik - Cara compounding yang baik untuk pembuatan Ceramah dan LCD viewer,
Compounding - Berbagai sediaan obat, seperti serbuk, sediaan diskusi laptop,
cair, dan semi padat whiteboard
- Membuat sediaan obat dengan stabilitas yang
baik
VII Beyond-use Date - Perlurnya beyond-use date dalam compounding Ceramah dan LCD viewer,
dan dispensing diskusi laptop,
- Cara-cara penentuan beyond-use date whiteboard
- Aplikasi penentuan beyond-use date

VIII Ujian Tengah Semester

2
IX Pendosisan - Cara-cara pendosisan Ceramah dan LCD viewer,
- Pendosisan untuk bayi diskusi laptop,
- Pendosisan untuk anak dan remaja whiteboard
- Pendosisan untuk dewasa
X Pendosisan - Pendosisan geriatri Ceramah dan LCD viewer,
- Penyesuaian dosis karena interaksi obat diskusi laptop,
- Aplikasi whiteboard
XI Problema - Pencampuran bahan sukar diserbuk Ceramah dan LCD viewer,
Compounding - Penggunaan wadah diskusi laptop,
Sediaan Padat - Pemberian etiket whiteboard
XII Problema Sediaan - Pengatasan kontaminasi mikroba Ceramah dan LCD viewer,
Cair - Pengatasan problema oksidasi diskusi laptop,
- Pengatasan problema pembuatan sediaan whiteboard
suspensi dan emulsi
XIII Problema Diskusi Compounding dan Dispensing tentang Ceramah dan LCD viewer,
Compounding berbagai permasalahan dalam praktek diskusi laptop,
dan Dispensing whiteboard
XIV Problema Diskusi Compounding dan Dispensing tentang Ceramah dan LCD viewer,
Compounding berbagai permasalahan dalam praktek diskusi laptop,
dan Dispensing whiteboard
XV Problema Diskusi Compounding dan Dispensing tentang Ceramah dan LCD viewer,
Compounding berbagai permasalahan dalam praktek diskusi laptop,
dan Dispensing whiteboard
XVI Ujian Akhir Semester

2. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan


Pembelajaran dilakukan dengan ceramah/tatap muka dan diskusi/tanya jawab.

C. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN

1. Hasil Pembelajaran
Hasil pembelajaran diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses
pembelajaran yang meliputi keaktifan dalam diskusi, tanya jawab, penugasan, dan ujian akhir
semester. Monitoring dan umpan balik dari mahasiswa terhadap kegiatan pembelajaran didapat
melalui kuesioner yang diisi oleh mahasiswa. Hasil kuesioner serta kritik dan saran dari mahasiswa
tersebut diharapkan dapat menjadi evaluasi dan perbaikan proses pembelajaran selanjutnya .

3
2. Penilaian (assessment) :

Aspek penilaian Unsur Penilaian Presentase (%)


Pemaham Tugas mandiri 10 - 20
Ujian Tengah Semester 20 - 30
Ujian Akhir Semester 20 - 40
Soft Skills Kreativitas dalam diskusi, Membuat
resume, Kedisiplinan pengumpulan 10 - 30
tugas, Presentasi, Partisipasi di kelas, dsb
Jumlah 100

3. Konversi Nilai Angka ke dalam Nilai Huruf

Rentang Nilai Angka Mutu


100-80 A
65-79 B
56-64 C
45-55 D
0-44 E

D. DAFTAR PUSTAKA
Allen Jr., L.V.,2002, The Art, Science, and Technology of Pharmaceutical Compounding, 2nd Edition,
American Pharmaceutical Association, Washington, D.C.
Anonim,2004, USP/NF, 27th Ed., Vol.VII, USP Convention Inc., Rockville.
DiPiro, J.T.,Talbert, RL., Yee, G.C., Matzke, G.R., Wells, B.G., Posey, L.M.,2005, Pharmacotherapy
A Pathophysiologic Approach, 6th Edition, McGraw Hill, New York.
Ritschel W.A. and Kearns, G.L.,2004, Handbook of Basic Pharmacokinetics Including Clinical
Applications, 6th Edition, American Pharmaceutical Association, Washington, D.C.
Shargel, L.,Wu-pong, S., and Yu, A.B.C.,2005, Applied Biopharmaceutics & Pharmacokinetics, 5th
Edition, McGraw Hill, Boston.
Sinko, P.J.,2006, Martin’s Physical Pharmacy and Pharmaceutical Science, 5th Edition, Lippincot
Williams & Wilkins, Philadelphia.
Thompson, J.E.,2004, A Practical Guide to Contemporary Pharmacy Practice, 2nd Edition, Lippincot
Williams & Wilkins, Philadelphia.
Williams, R.L., Brater, D.C., and Mordenti, J., 1990, Rational Therapeutics A Clinical Pharmacologic
Guide for Health Professional, Marcel Dekker Inc, New YorK

4
RENCANA PROGRAM KEGIATAN
PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER
INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI
NASIONAL

FARMAKOTERAPI TERAPAN

A. PERENCANAAN PEMBELAJARAN

1. Deskripsi Singkat Mata Kuliah


Mata kuliah Farmakoterapi Terapan secara keseluruhan mengenai penatalaksanaan terapi
rasional pada berbagai kasus penyakit antara lain: infeksi saluran nafas atas, infeksi saluran nafas
atas, infeksi saluran nafas bawah, infeksi gastrointestinal, saluran kemih, infeksi susunan saraf
pusat, terapi asma, terapi untuk infeksi virus HIV dan non-HIV, penyakit menular seksual, terapi
untuk kelainan metabolik dan sistem hormon, variasi individu terhadap respon obat termasuk
farmakogenetik, terapi pada kelompok pasien tertentu (wanita hamil dan menyusui, pasien
pediatrik, pasien geriatrik, pasien gangguan ginjal, pasien kelainan fungsi hati). .

2. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu mengetahui dan memahami
farmakoterapi berbagai kasus penyakit serta penatalaksanaan terapi rasional berbagai kasus
penyakit pada beberapa sistem organ dan populasi khusus. Tujuan pembelajaran mata kuliah ini
juga melatih ketrampilan mahasiswa menggunakan teknologi informasi (internet) untuk
mengakses informasi mengenai perkembangan terapi terkini dan pengobatan berbasis bukti
(evidence based medicines) pada kasus penyakit berbagai sistem organ, melatih kerja sama dalam
kelompok dan ketrampilan dalam melakukan presentasi serta mengemukakan pendapat dalam
diskusi kelas.

3. Tujuan Pembelajaran Khusus


Setelah mengikuti mata kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu :
a. Memahami prinsip-prinsip yang berkaitan dengan penggunaan obat terkait farmakologi dan
farmakoterapi suatu penyakit
b. Mengetahui dan memahami penatalaksanaan terapi rasional pada infeksi saluran nafas atas
c. Mengetahui dan memahami penatalaksanaan terapi rasional pada infeksi saluran nafas bawah

1
d. Mengetahui dan memahami penatalaksanaan terapi rasional pada penyakit asma,
e. Mengetahui dan memahami penatalaksanaan terapi rasional pada penyakit tuberkulosis
f. Mengetahui dan memahami penatalaksanaan terapi rasional pada infeksi gastrointestinal,
g. Mengetahui dan memahami penatalaksanaan terapi rasional pada infeksi saluran kemih
h. Mengetahui dan memahami penatalaksanaan terapi rasional infeksi susunan saraf pusat
i. Mengetahui dan memahami penatalaksanaan terapi rasional pada terapi untuk infeksi virus
HIV dan non-HIV,
j. Mengetahui dan memahami terapi rasional pada penyakit menular seksual,
k. Memahami dan mengetahui sistem hormonal serta penatalaksanaan terapi rasional untuk
kelainan metabolik dan sistem hormon (disfungsi adrenokortikal dan penggunaan steroid,
kelainan hormon tiroid dan paratiroid, kelainan sistem endokrin/terapi diabetes)
l. Mengetahui dan memahami variasi individu terhadap respon obat (termasuk farmakogenetik),
terapi pada kelompok pasien tertentu (wanita hamil dan menyusi, pasien pediatrik, pasien
geriatrik, pasien gangguan ginjal, pasien kelainan fungsi hati).

B. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

1. Jadwal Kegiatan Mingguan

Minggu Topik/Pokok Bahasan Substansi materi Metode Fasilitas


ke- Pembelajaran
I Pengantar/pendahuluan Prinsip-prinsip farmakodinamik dan Ceramah, tugas LCD
farmakokinetik obat, DRP, terminologi presentasi viewer,
dalam farmakologi dan farmakoterapi Laptop,
whiteboard
II Infeksi saluran nafas Patofisiologi, diagnosis, tanda dan gejala Ceramah , tanya LCD
atas klinis serta tata laksana terapi (terapi jawab dan studi viewer,
farmakologi dan non farmakologi) yang kasus Laptop,
rasional untuk infeksi saluran nafas atas : whiteboard
Common cold¸ faringitis, laringitis,
sinusitis, otitis media
III Infeksi saluran nafas Patofisiologi, diagnosis, tanda dan gejala Ceramah , tanya LCD
bawah klinis serta tata laksana terapi (terapi jawab dan studi viewer,
farmakologi dan non farmakologi) yang kasus Laptop,
rasional untuk infeksi saluran nafas bawah whiteboard
(Pneumonia)
IV Penyakit asma Patofisiologi, diagnosis, tanda dan gejala Ceramah , tanya LCD
klinis serta tata laksana terapi (terapi jawab dan studi viewer,
farmakologi dan non farmakologi) yang kasus Laptop,
rasional untuk penyakit asma whiteboard
V Tuberkulosis Patofisiologi, diagnosis, tanda dan gejala Ceramah , tanya LCD
klinis serta tata laksana terapi (terapi jawab dan studi viewer,
farmakologi dan non farmakologi) yang kasus Laptop,
rasional untuk penyakit Tuberkulosis whiteboard
VI Infeksi gastrointestinal, Patofisiologi, diagnosis, tanda dan gejala Ceramah , tanya LCD

2
klinis serta tata laksana terapi (terapi jawab dan studi viewer,
farmakologi dan non farmakologi) yang kasus Laptop,
rasional untuk Infeksi Gastrointestinal whiteboard
VII Infeksi infeksi saluran Patofisiologi, diagnosis, tanda dan gejala Ceramah , tanya LCD
kemih klinis serta tata laksana terapi (terapi jawab dan studi viewer,
farmakologi dan non farmakologi) yang kasus Laptop,
rasional untuk infeksi saluran kemih whiteboard
VIII Infeksi susunan saraf Patofisiologi, diagnosis, tanda dan gejala Ceramah , tanya LCD
pusat klinis serta tata laksana terapi (terapi jawab dan studi viewer,
farmakologi dan non farmakologi) yang kasus Laptop,
rasional untuk Infeksi susunan saraf pusat whiteboard
(meningitis)
IX UJIAN TENGAH SEMESTER Soal ujian,
lembar
jawab
X Infeksi virus HIV Patofisiologi, diagnosis, tanda dan gejala Ceramah , tanya LCD
klinis serta tata laksana terapi (terapi jawab dan studi viewer,
farmakologi dan non farmakologi) yang kasus Laptop,
rasional untuk Infeksi virus HIV dan non- whiteboard
HIV,

XI Infeksi virus non-HIV Patofisiologi, diagnosis, tanda dan gejala Ceramah , tanya LCD
, klinis serta tata laksana terapi (terapi jawab dan studi viewer,
farmakologi dan non farmakologi) yang kasus Laptop,
rasional untuk Infeksi virus HIV dan non- whiteboard
HIV

XII Penyakit menular Patofisiologi, diagnosis, tanda dan gejala Ceramah , tanya LCD
seksual klinis serta tata laksana terapi (terapi jawab dan studi viewer,
farmakologi dan non farmakologi) yang kasus Laptop,
rasional untuk penyakit menular seksual whiteboard
(sifilis, gonorrhoe, vaginitis, herpes
kelamin)
XIII Sistem hormonal dan Review Sistem hormonal dan Patofisiologi, Ceramah , tanya LCD
kelainan metabolik dan diagnosis, tanda dan gejala klinis serta tata jawab dan studi viewer,
hormon laksana terapi (terapi farmakologi dan non kasus Laptop,
farmakologi) yang rasional untuk kelainan whiteboard
metabolik dan sistem hormon (disfungsi
adrenokortikal dan penggunaan steroid) :
gangguan tiroid, paratiroid, adrenokortikal,
dan endokrin (penanganan diabetes)
XIV Sistem hormonal dan Review Sistem hormonal dan Patofisiologi, Ceramah , tanya LCD
kelainan metabolik dan diagnosis, tanda dan gejala klinis serta tata jawab dan studi viewer,
hormon (lanjutan) laksana terapi (terapi farmakologi dan non kasus Laptop,
farmakologi) yang rasional untuk kelainan whiteboard
metabolik dan sistem hormon (disfungsi
adrenokortikal dan penggunaan steroid) :
gangguan tiroid, paratiroid, adrenokortikal,
dan endokrin (penanganan diabetes)
XV Variasi Individu Variasi individu terhadap respon obat Ceramah , tanya LCD
terhadap respon obat (termasuk farmakogenetik), terapi pada jawab dan studi viewer,
dan terapi pada kelompok pasien tertentu (wanita hamil kasus Laptop,

3
kelompok pasien dan menyusi, pasien pediatrik, pasien whiteboard
tertentu geriatrik, pasien gangguan ginjal, pasien
kelainan fungsi hati).
XVI Semua Materi Review semua materi yang telah diberikan Ceramah , tanya LCD
jawab dan studi viewer,
kasus Laptop,
whiteboard
XVII UJIAN AKHIR SEMESTER Soal ujian,
lembar
jawab

2. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan:


Pembelajaran dilakukan dengan metode ceramah dan tanya jawab serta di akhir kuliah
diberikan contoh kasus untuk dibahas bersama. Tugas presentasi juga diberikan kepada
mahasiswa per kelompok sesuai dengan materi yang dibagi. Pada setiap presentasi oleh suatu
kelompok, dilakukan proses diskusi dan tanya jawab dengan mahasiswa lainnya (audiens) sebagai
penanya/penyanggah. Keaktifan mahasiswa dalam diskusi kelas dinilai berdasarkan keaktifan
bertanya, menjawab atau menyanggah serta penguasaan materi dari masing-masing mahasiswa
secara individu. Pada akhir semester para mahasiswa membuat tugas paper individual perihal
Farmakoterapi Terapan untuk suatu penyakit pilihannya yang belum diberikan dalam materi
kuliah Farmakoterapi Terapan tersebut di atas.

C. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN

1. Hasil Pembelajaran
Hasil pembelajaran dapat diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama
proses pembelajaran. Komponen evaluasi antara lain meliputi aktivitas diskusi (keaktifan
bertanya, menjawab dan penguasaan materi), penyusunan makalah dan Ujian Tengah Semester
dan Ujian Akhir Semester. Dilakukan monitoring dan umpan balik dari mahasiswa yang
diharapkan dapat memantau selama proses pembelajaran (berupa kuesioner dan kritik-saran dari
mahasiswa).

2. Penilaian (assessment) :
Aspek Penilaian Unsur Penilaian Persentase (%)
Pemahaman Tugas 10 - 20
Ujian Mid Semester 20 -30
Ujian Akhir 20 -40
Soft Skills Kreativitas, Keaktivan dalam diskusi,
Kedisiplinan pengumpulan tugas, 10 - 30
Presentasi, Partisipasi di kelas, dsb
Jumlah 100

4
Konversi Nilai Angka ke dalam Nilai Huruf
Rentang Nilai Angka Mutu
100-80 A
70-79 B
60-69 C
<59 D
K

D. DAFTAR PUSTAKA

1. DiPiro, J.T., Talbert, R.L., Yee, G.C., Matzke, G.R., Wells, A.G., Posey, L.M. (Eds), 2008,
Pharmacotherapy a Pathophysiological Approach, 7rd ed, Appleton & Lange, Stamford
2. Alldredge, B.K, et. al,. 2013, Koda-Kimble & Young’s: Applied Therapeutics and Clinical
Use of Drugs tenth ed. Lippincott Williams & Wilkins. Philadelpia. Appleton & Lange,
Stamford
3. Herfindal, E.T., Gourley, D.R (Eds), 2001, Textbook of Therapeutics Drug and Disease
Management, 7th Ed, Lippincot Williams and Wilkins. Philadelphia.
4. Scwinghammer TL., 2002, Pharmacotherapy Casebook : A Patient Focused Approach, 5th
Ed., McGraw-Hill Companies. New York
5. Avery‘s Drug Treatment : Principles and Practice of Clinical Pharmacology and Therapeutics,
3rd Ed., Mc Lennan & Petty Pty Ltd.
6. Katzung, B.G., Masters, S.B., Trevor, JT., Basic & Clinical Pharmacology, 12th Ed, 2012
7. The Merck Manual of Diagnosis and Therapy, 18th Ed. (2006).
8. DiPiro, JT., Talbert, R.L., Yee, G.C., Matzke, G.R., Wells, B.G., Posey, L.M.,
Pharmacotherapy, A Pathophysiologic Approach, 6th Ed., MGraw-Hill Med Publ Div, NY.,
1999.
9. Wells, B.G., DiPiro, JT., Schwinghammer, T.L., DiPiro, C.V., Pharmacotherapy Handbook,
7th Ed.,Mc Graw Hill Medical, NY., 2009.

5
6
RENCANA PROGRAM KEGIATAN
PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER
INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

MANAJEMEN FARMASI

A. PERENCANAAN PEMBELAJARAN

1. Deskripsi Singkat Mata Kuliah


Mata kuliah Manajemen Farmasi secara keseluruhan berisi materi Fungsi manajemen,
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian dalam bidang apotek, farmasi
rumah sakit, dan industri farmasi, Penerapan Management Information System dan Total Quality
Management dalam Farmasi. Mata kuliah ini juga berisi tentang Manajemen apotek yang meliputi
strategi pengembangan, feasibility study, manajemen inventori, manajemen keuangan, manajemen
SDM dan pemasaran serta manajemen pelayanan; Manajemen farmasi rumah sakit yang meliputi
perencanaan dan pengendalian perbekalan farmasi RS, pola penyimpanan dan distribusi; serta
Manajemen industri farmasi yang meliputi pengembangan produk dan registrasi, pemasaran
produk farmasi , manajemen modal kerja termasuk inventori.

2. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diharapkan dapat memahami dan menguasai
manajemen kefarmasian baik di bidang industri, apotek maupun rumah sakit sehingga dapat
memperoleh bekal untuk menerapkan prinsip dan konsep manajemen dalam bidang pekerjaan
farmasi secara efektif dan efisien yang pada akhirnya dapat meningkatkan mutu pelayanan
kesehatan bagi klien maupun masyarakat.

3. Tujuan Pembelajaran Khusus


Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu :
a. Memahami dan menjelaskan fungsi manajemen perusahaan yang meliputi perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian serta mampu memberi contoh pelaksanaan
fungsi manajemen yang dilakukan di perusahaan farmasi.
b. Memahami dan menjelaskan peran management information system guna menunjang
kelancaran pengelolaan usaha.

1
c. Memahami teori total quality management dan perannya dalam peningkatan kinerja usaha
farmasi.
d. Memahami dan menjelaskan kebijakan pengembangan produk dalam industri farmasi, alur
registrasi produk farmasi pada Badan POM, kebijakan pemasaran industri farmasi serta pola
pengelolaan modal kerja industri farmasi termasuk pengelolaan bahan baku dan kemasan,
bahan setengah jadi dan obat jadi.
e. Menjelaskan kebijakan pemasaran farmasi dengan menggunakan strategi pemasaran (
Segmentation, Targetting, Positioning ) serta Bauran Pemasaran Produk Farmasi.
f. Memahami cara penyusunan strategi pengembangan apotek dengan menggunakan analisa
lingkungan makro , analisa industri dan analisa SWOT dengan kasus nyata di Indonesia.
g. Memahami cara penyusunan studi kelayakan apotek dengan berbagai cara seperti BEP , ROA
,NPV , IRR serta kelemahan dan kekuatan masing masing dan mampu melakukan studi
kelayakan apotek sebagai bekal melakukan praktek profesi.
h. Memahami berbagai cara pengelolaan inventori apotek sesuai dengan model apotek seperti
apotek dengan gudang, apotek dengan berbagai cabang dan apotek individual dengan
menggunakan berbagai pendekatan seperti Just in Time Inventory , Inventory Turn Over,
Analisa Pareto, Lead time dan minimum stock, FIFO, FEFO, VEN serta kiat untuk menghadapi
inventory fraud di apotek .
i. Menjelaskan tentang organisasi apotek serta job description dan job specification masing
masing petugas apotek, cara mengatur kerjasama antar petugas apotek dengan pendekatan total
football.
j. Menjelaskan kendala pemasaran yang dihadapi apotek , merubah apotek dari bisnis retail
menjadi bisnis jasa dengan pendekatan service quality, cara mengukur kepuasan pasien apotek
dengan survey, interpretasi hasil survey serta cara meningkatkan kepuasan pasien.
k. Memahami cara pengelolaan keuangan apotek termasuk cara mempersiapkan dokumen
keuangan, cara membuat dan membagi uang service, cara membuat neraca laba rugi, cara
membuat balance sheet, cara melakukan analisa keuangan apotek untuk memperhitungkan
profitabilitas, liquiditas, solvabilitas serta cara memperbaiki kinerja keuangan dan mencegah
financial fraud, serta cara menghitung pajak PPh 21 , PPh 25 , PPN, dan Pajak Reklame.
l. Memahami dan menjelaskan cara menjalankan operasi apotek sehari-hari seperti pengaturan
lay out apotek, pengaturan alur pelayanan resep, pengaturan tempat penyimpanan obat, cara
penyelesaian resep yang kritis, analisa resep, drug related problem, pengecekan terakhir resep,
informasi kepada pasien, kewajiban konsultasi bagi obat / penyakit tertentu, cara pelayanan
obat wajib apotek, cara penagihan piutang apotek, cara membayar tagihan PBF .

2
m. Menjelaskan berbagai cara pengadaan obat dan alat kesehatan seperti tender, penunjukan
langsung, pengadaan langsung, konsinyasi, cara pengendalian persediaan farmasi melalui
daftar obat essensial, komisi farmasi dan terapi, on line procurement, pengembangan profit
center farmasi.

B. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

1. Jadwal Kegiatan Mingguan


Minggu Topik/Pokok Substansi Materi Metode Fasilitas
ke- Bahasan Pembelajaran
I Strategi - Analisa Makro Ceramah dan LCD viewer,
pengembangan - Analisa Industri
tanya jawab laptop,
apotek - Analisa SWOT
whiteboard
II Feasibility Usaha - Analisa BEP Ceramah dam LCD viewer,
- Analisa ROA
tanya jawab laptop,
- Analisa NVP
- Analisa IRR whiteboard
III Manajemen - Just in Time Ceramah dan LCD viewer,
- Inventory Turn Over
inventori tanya jawab laptop,
- Pareto Analysis
- VEN Analysis whiteboard
- FIFO /FEFO
- Lead time & minimum stock
- Inventory fraud
IV Manajemen SDM - Organisasi Apotek Ceramah dan LCD viewer,
- Job description dan job specification
dan Pemasaran tanya jawab laptop,
- Service Quality
whiteboard
V Manajemen - Lay Out ruangan Ceramah dan LCD viewer,
- Alur pelayanan resep
Operasional tanya jawab laptop,
- Cara pemesanan obat
- Penataan penyimpanan obat whiteboard
- Analisa resep termasuk DRP
- Pelayanan swa medikasi
- Penagihan piutang
- Penagihan PBF
VI Manajemen - Penyiapan dokumen keuangan Ceramah dan LCD viewer,
- Pembagian uang service
Keuangan diskusi laptop,
- Pembuatan Neraca Laba Rugi
- Pembuatan Neraca whiteboard
- Analisa dan interpretasi data keuangan
- Perpajakan
- Financial Fraud
VIII Ujian Tengah Semester
IX Fungsi Manajemen Menjelaskan perencanaan,pengorganisasian, Ceramah dan LCD viewer,
pengarahan dan pengendalian usaha farmasi.
Farmasi diskusi laptop,
whiteboard
X Manajement Menjelaskan peran MIS dalam pembuatan Ceramah dan LCD viewer,
keputusan manajemen dan kelancaran
Information diskusi laptop,
distribusi farmasi
system whiteboard

3
XI Total Quality Menjelaskan pemanfaatan TQM dalam Ceramah dan LCD viewer,
meningkatkan kinerja perusahaan farmasi
Manajemen diskusi laptop,
whiteboard
XII Pengembangan Menjelaskan kebijakan pengembangan Ceramah dan LCD viewer,
produk
Produk diskusi laptop,
whiteboard
XIII Registrasi Obat Menjelaskan prosedur registrasi obat baru Ceramah dan LCD viewer,
dan kaitan dengan Harmonisasi Asean.
diskusi laptop,
whiteboard
XIV Pengelolaan Menjelaskan tentang financial cycle dalam Ceramah dan LCD viewer,
Industri farmasi
Keuangan diskusi laptop,
whiteboard
XV Pemasaran Menjelaskan tentang Strategi Pemasaran dan Ceramah dan LCD viewer,
Bauran Pemasaran Farmasi
Farmasi diskusi laptop,
whiteboard
XVI Ujian Akhir Semester

2. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan


Pembelajaran dilakukan dengan ceramah/tatap muka dan diskusi/tanya jawab.

C. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN

1. Hasil Pembelajaran
Hasil pembelajaran diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses pembelajaran yang
meliputi keaktifan dalam diskusi, tanya jawab, penugasan, dan ujian akhir semester. Monitoring dan umpan balik dari
mahasiswa terhadap kegiatan pembelajaran didapat melalui kuesioner yang diisi oleh mahasiswa. Hasil kuesioner serta
kritik dan saran dari mahasiswa tersebut diharapkan dapat menjadi evaluasi dan perbaikan proses pembelajaran
selanjutnya.

2. Penilaian (assessment) :
Aspek penilaian Unsur Penilaian Presentase (%)
Pemaham Tugas mandiri 10 - 20
Ujian Tengah Semester 20 - 30
Ujian Akhir Semester 20 - 40
Soft Skills Kreativitas dalam diskusi, Membuat
resume, Kedisiplinan pengumpulan 10 - 30
tugas, Presentasi, Partisipasi di kelas, dsb
Jumlah 100

4
3. Konversi Nilai Angka ke dalam Nilai Huruf

Rentang Nilai Angka Mutu


100-80 A
65-79 B
56-64 C
45-55 D
0-44 E

D. DAFTAR PUSTAKA

1. Dwi Kartini Yahya. Manajemen sumberdaya manusia. Penerbit Erlangga 1997.


2. Heiser, Yay Render. Production and operation management. Penerbit Ally & Bacam. 1990.
3. Heru Sukoco. Prinsip – prinsip manajemen keuangan. Penerbit Salemba Empat 1995.
4. Hill Charles, Jones Gareth, Strategic manajement in integrated approach, 9th Edition. 2009.
5. Al Awami H. New pharmacy feasibility study template.
6. Gitman LJ. Principle of managerial finance. 9th Edition. 1997.
7. Maciariole J, Kirby CA. Management control system. Prentice Hall. 1994.
8. Masaki K, Helsen CJ. Global marketing management. 2001.
9. Kotler P. The principle of marketing. 12th Edition .2001.
10. Porter MJ. Competitive strategy : Technique for analyzing industries and competitors. 1998.
11. Sarjono Seto, Yunita. Dasar – dasar akuntasi apotek. 1998.
12. Thompson AA, Stricland AJ. Strategic manajement concept and cases. 12th. Mc Graw Hill Irwin Edition. 2001.
13. Weston F, Compeland T. Managerial finance. Dryden Press. 1992.
14. Peraturan Pemerintah No. 51 2010 tentang Pekerjaan Kefarmasian.
15. Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang Perijinan Apotek.
16. ISFI Standard Kompetensi Apoteker 2000.
17. ISFI Himpunan Peraturan dan Perundang- undangan Kefarmasian 2008.
18. Australian Pharmacist Competency Standard 2000.
19. Program 5 tahun Departemen Kesehatan 2005 – 2010.

5
RENCANA PROGRAM KEGIATAN
PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)
PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER
INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI
NASIONAL

PELAYANAN KEFARMASIAN
(PHARMACEUTICAL CARE)

A. PERENCANAAN PEMBELAJARAN
1. Deskripsi singkat kuliah Pelayanan Kefarmasian
Mata kuliah Pelayanan Kefarmasian secara keseluruhan berisi materi tentang praktek Apoteker
dengan paradigma baru, definisi dan ruang lingkup, kompetensi Apoteker praktek, langkah-langkah
menerapkan pelayanan kefarmasian, kunci kebutuhan pasien akan terapi obat, kategori problema
terapi obat dan penyebabnya, metode-metode pengatasan problema terapi obat secara sistematik,
peraturan tentang pelayanan kefarmasian baik di Indonesia maupun di negara lain, kasus-kasus klinis
dengan cara pengatasannya secara sistematik, kendala-kendala praktek, dan pemasaran pelayanan
kefarmasian.

2. Tujuan pembelajaran
Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa memahami dan mampu membedakan praktek
kefarmasian dengan pardigma lama dengan paradigma baru, menjelaskan kompetensi Apoteker
praktek, melakukan langkah-langkah praktek pelayanan kefarmasian, menggunakan kategori
problema terapi obat untuk diaplikasikan dalam praktek, menjelaskan peraturan yang berhubungan
dengan praktek pelayanan kefarmasian, mengaplikasikan penggunaan obat yang rasional, menjelaskan
kendala dan pemasaran pelayanan kefarmasian.

3. Tujuan pembelajaran khusus


Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa diharapkan mampu :
a. Mejelaskan perbedaan praktek Apoteker dengan paradigma lama dan paradigma baru.
b. Menguraikan kompetensi Apoteker praktek.
c. Mengaplikasikan langkah-langkah praktek Apoteker dengan paradigma baru.

1
d. Menguraikan problema terapi obat dan penyebabnya.
e. Mengaplikasikan kategori problema terapi obat dalam mengidentifikasi, mengatasi, dan
mencegah problema terapi obat.
f. Mampu menggunakan cara-cara sistematik dalam pengatasan problema terapi obat.
g. Menguraikan kendala dan cara promosi pelayanan kefarmasian.

B. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
1. Jadwal Kegiatan Mingguan
Minggu Topik/Pokok Substansi materi Metode Fasilitas
ke- Bahasan Pembelajaran
I Pendahulauan 1. Pelayanan kefarmasian dalam praktek Ceramah dan LCD viewer,
Apoteker diskusi Laptop,
2. Definisi dan ruang lingkup whiteboard,
3. Pelayanan komprehensif sound
4. Perbedan paradigma lama dan paradigma baru system, OHP
II Kompetensi Apoteker 1. Kompetensi Apoteker Ceramah dan LCD viewer,
Praktek dan Standar 2. Peningkatan kompetensi diskusi Laptop,
Pelayanan 3. Kompetensi dalam pelayanan kefarmasian whiteboard
(siklus terapi obat)
4. Standar Pelayanan Kefarmasian
III Penggunaan Obat 1. Lima kunci kebutuhan pasien akan obat Ceramah dan LCD viewer,
Rasional 2. Informasi yang diperlukan dalam penggunaan diskusi Laptop,
obat secara rasional whiteboard
3. Kategori problema terapi obat
4. Berbagai penyebab terjadinya problema terapi
obat
IV Pendekatan 1. Tahap-tahap penyelesaian problema terapi Ceramah dan LCD viewer,
Penyelesaian obat diskusi Laptop,
Problema terapi obat 2. Pendekatan 5 kunci kebutuhan pasien akan whiteboard
terapi obat
3. Pendekatan SOAP/FARM
V Kasus dengan 1. Contoh kasus pasien dengan problema terapi Ceramah dan LCD viewer,
Pendekatan SOAP obat diskusi Laptop,
2. Penyelesaian tahap demi tahap terhadap whiteboard
problema terapi obat
VI Kasus dengan 1. Beberapa contoh kasus lainnya dengan Ceramah dan LCD viewer,

2
Pendekatan SOAP pendekatan penyelesaian metode SOAP diskusi Laptop,
(lanjutan) whiteboard
VIII Ujian tengah Semester
IX Kasus dengan 1. Presentasi kasus Ceramah dan LCD viewer,
pendekatan 5 kunci 2. Langkah-langkah penyelesaian dengan diskusi Laptop,
kebutuhan pasien metode 5 kunci kebutuhan pasien akan terapi whiteboard
akan terapi obat obat
X Kasus dengan 1. Pendekatan PWDT Ceramah dan LCD viewer,
Pendekatan PWDT 2. Presentasi kasus diskusi Laptop,
3. Langkah-langkah penyelesaian problema whiteboard
XI Kendala-kendala 1. Kendala-kendala Internal Ceramah dan LCD viewer,
Praktek Pelayanan 2. Kendala-kendala eksternal diskusi Laptop,
Kefarmasian 3. Pengatasan Hambatan dan kendala whiteboard
XII Kendala-kendala 1. Hambatan sistem Ceramah dan LCD viewer,
Praktek Pelayanan 2. Hambatan sumber daya diskusi Laptop,
Kefarmasian 3. Hambatan intra-profesional whiteboard
(lanjutan) 4. Hambatan edukasi
XIII Pemasaran Pelayanan 1. Priinsip-prinsip pemasaran Ceramah dan LCD viewer,
Kefarmasian 2. Identifikasi pelanggan diskusi Laptop,
3. Penentuan pelayanan whiteboard
XIV Pemasaran Pelayanan 1. Siklus pemasaran Ceramah dan LCD viewer,
Kefarmasian 2. Target pemasaran diskusi Laptop,
(lanjutan) 3. Metode-metode pemasaran whiteboard
4. Keberhasilan pemasaran
XVI Ujian Akhir Semester

2. Metode Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan:


Pembelajaran dilakukan dengan ceramah/tatap muka dan diskusi/tanya jawab.

C. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN


1. Hasil Pembelajaran
Hasil pembelajaran diukur dari evaluasi kemampuan mahasiswa yang diperoleh selama proses
pembelajaran yang meliputi keaktifan dalam diskusi, tanya jawab, penugasan, dan ujian akhir
semester. Monitoring dan umpan balik dari mahasiswa terhadap kegiatan pembelajaran didapat
melalui kuesioner yang diisi oleh mahasiswa. Hasil kuesioner serta kritik dan saran dari mahasiswa
tersebut diharapkan dapat menjadi evaluasi dan perbaikan proses pembelajaran selanjutnya.

3
2. Penilaian (assessment) :

Aspek penilaian Unsur Penilaian Presentase


(%)

Pemaham Tugas mandiri 10 - 20


Ujian Tengah Semester 20 - 30
Ujian Akhir Semester 20 - 40
Soft Skills Kreativitas dalam diskusi, Membuat
resume, Kedisiplinan pengumpulan 10 - 30
tugas, Presentasi, Partisipasi di kelas,
dsb
Jumlah 100

3. Konversi Nilai Angka ke dalam Nilai Huruf

Rentang Nilai Angka Mutu


100-80 A
65-79 B
56-64 C
45-55 D
0-44 E

D. DAFTAR PUSTAKA

1. Rovers, J.P., Currie, J.D., Hagel, H.P., McDonough, R.P., Sobotka, J.L., 2003, A Practical Guide
to Pharmaceutical Care, 2nd Eddition, AphA, Washington, D.C.
2. Cipolle, R.J., Strand, L.M., and Morley, P.C., 1998, Pharmaceutical Care Practice, McGraw Hill,
New york.
3. Tindall, W.N., and Millonig, M.K., 2003, Pharmaceutical Care: Insight from Community
Pharmacists, CRC Press, Boca Raton.
4. Tietze, K.J., 2004, Clinical Skill for Pharmacists A patient-Focused Approach, 2nd Edition,
Mosby, St. Louis.

4
5. Ritschel W.A. and Kearns, G.L., 2004, Handbook of Basic Pharmacokinetics ... Including Clinical
Applications, 6th Edition, American Pharmaceutical Association, Washington, D.C.
6. Williams, R.L., Brater, D.C., and Mordenti, J., 1990, Rational Therapeutics A Clinical
Pharmacologic Guide for Health Professional, Marcel Dekker Inc, New York.
7. DiPiro, J.T., et al., 2005, Pharmacotherapy A Pathophysiologic Approach, 6th Edition, McGraw
Hill, New York.