Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

Keselamatan (Safety) telah menjadi isu global termasuk juga untuk Rumah
Sakit . Keselamatan pasien merupakan prioritas utama untuk dilaksanakan, dan hal
tersebut terkait dengan Akreditasi Rumah Sakit . Pelayanan kesehatan pada dasarnya
adalah untuk menyelamatkan pasien sesuai dengan yang diucapkan Hipocrates kira-
kira 2400 tahun yang lalu yaitu primum, non nocere (first, do no ham). Namun diakui
dengan semakin berkembangnya ilmu dan teknologi pelayanan kesehatan -khususnya
di rumah sakit – menjadi semakin kompleks dan berpotensi terjadinya Kejadian
Tidak Diharapkan – KTD (adverse event) apabila tidak dilakukan dengan hati-hati.
Yang dimaksud dengan keselamatan pasien (patient safety) adalah proses dalam suatu
Rumah Sakit yang memberikan pelayanan pasien yang lebih aman.

Termasuk di dalamnya Asesmen Risiko, Identifikasi, dan Manajemen Risiko


terhadap pasien, pelaporan dan analisis insiden, kemampuan untuk belajar dan
menindak lanjuti insiden, dan menerapkan solusi untuk mengurangi serta
meminimalisir timbulnya risiko. (Penjelasan UU 44/2009 ttg RS pasal 43).

Keselamatan Pasien RS/ Hospital Patient Safety. Suatu sistem dimana Rumah
Sakit membuat asuhan pasien lebih aman.Sistem tersebut meliputi Assessmen
Risiko, Identifikasi dan pengelolaan hal yang berhubungan dengan risiko pasien,
pelaporan dan analisis insiden, kemampuan belajar dari insiden dan tindak lanjutnya
serta implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya risiko. Sistem tersebut
diharapkan dapat mencegah terjadinya cedera yang disebabkan oleh kesalahan akibat
melaksanakan suatu tindakan atau tidak melakukan tindakan yang seharusnya
dilakukan.

Di Rumah Sakit terdapat ratusan macam obat, ratusan tes dan prosedur,
banyak alat dengan teknologinya, bermacam jenis tenaga profesi dan non profesi

1
yang siap memberikan pelayanan pasien 24 jam terus menerus. Keberagaman dan
kerutinan pelayanan tersebut apabila tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan
terjadinya KTD.

Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien (IKP) adalah jantung dari mutu


layanan, sangat penting untuk proses belajar dan revisi dari kebijakan, SPO dan
panduan yang ada. Angka insiden di Rumah Sakit tinggi tetapi tidak dilaporkan,
penyebabnya adalah takut disalahkan jika melapor sebab budaya patient safety yaitu
No Blaming masih belum tumbuh secara merata di seluruh RS, kurangnya
pengetahuan tentang pelaporan IKP, malas melaporkan sebab komitmen kurang dari
pihak manajemen atau unit terkait, tidak ada reward dari RS jika melaporkan dan
kurangnya keaktifan dari KKPRS. Perlu menumbuhkan budaya patient safety secara
merata di RS dengan mengaktifkan kembali Champion Patient Safety. Dibutuhkan
komitmen yang tinggi dari pihak direksi dan manajemen dalam program keselamatan
pasien. Perlu monitoring dan evaluasi dari KPRS tentang pelaporan IKP dengan cara
ronde keselamatan pasien dan visitasi secara periodic ke unit dan instalasi di Rumah
Sakit .

2
3