Anda di halaman 1dari 2

Resume 1

Klien Ny. M usia 65 tahun dengan diagnosa medis SNH+HT tinggal di alamat Jl.
Vetran. Klien datang ke IGD RSUD ulin Banjarmasin pada tanggal 26 Aguatus 2019
jam 14.15 WITA dengan keluhan bicara pelo, badan lemas dan tangan sebelah kanan
terasa lemas. Klien memiliki riwayat sakit HT. Kemudian klien dipindahkan ke ruang
Seruni pada jam 16.00 WITA dengan TD: 150/80 N: 80 x/menit RR: 20 x/menit T:
37oC. Saat pengkajian tanggal 27 April 2019 jam 07.00 WITA didapatkan data bicara
klien masih pelo, badan lemas dan tangan kanan masih lemah, skala kekuatan otot
tangan (D) 4444, TD: 140/80 mmHg N: 86 x/menit RR: 20 x/menit T: 37.4oC SpO2:
97%. Saat ini klien mendapat terapi IVFD RL 20 tpm, Inj. Citicolin 2x500 mg,
Lisinopril 1x 5mg, Aspilet 2x1.

Diagnosa keperawatan klien saat ini adalah Ketidakefektifan perfusi jaringan otak.
Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1x24 jam diharapkan masalah teratasi dengan
kriteria hasil: tekanan sistol dan diastol dalam batas normal, tidak ada tanda-tanda
terjadi peningkatan TIK. Implementasi yang dilakukan pada tanggal 27 Agustus 2019
yaitu 1) memonitor tekanan intra kranial, tanda dan gejala peningkatan TIK 2)
posisikan klien head up 30 derajat 3) memonitor intake dan out put 4) mengobservasi
TTV 5) Kolaborasi pemberian terapi farmakologi. Evaluasi yang dilakukan pada jam
08.00 didapatkan data S:klien mengatakan tidak ada merasa nyeri kepala atau mual
atau pandangan ganda, namun tubuh masih lemas; O: kesadaran compos mentis, TD:
140/70 mmHg N: 113 x/menit RR: 20 x/ menit T: 36.8oC SpO2 99 %, GCS: E4V5M6
A: Masalah teratasi sebagian; P: Intervensi dilanjutkan.

Resume 2

Ny. H usia 57 tahun dengan diagnosa SNH+DM tinggal di alamat Jl A Yani km.6,8
Banjarmasin. Klien datang ke IGD RSUD Ulin Banjarmasin pada tanggal 2 Agustus
2019 pukul 12.30 dengan keluhan mengalami kelemahan ektrimitas disebelah kiri,
pusing dan nyeri kepala, GDS 334 mg/dl, TD 214/102. Klien memiliki riwayat
penyakit DM dan HT. Kemudian klien dipindahkan ke ruang Seruni pada tanggal 27
Agustus 2019 pukul 15.00 WITA dengan TD: 170/100 mmHg N: 88 x/menit RR: 20
x/menit T: 36.7oC. Saat pengkajian tanggal 28 Agustus 2019 pukul 16.00 WITA
didapatkan data yaitu keluarga klien mengatakan, kemarin klien mengkonsumsi iwak
wadi dan sekarang bagian sebelah kiri ekstrimitas klien mengalami kelemahan, skala
kekuatan otot (D)5555/(S)4444), TD: 150/70 mmHg N: 80 x/menit RR: 20 x/menit T:
36.8oC, klien tampak duduk ditempat tidur. Saat ini klien mendapat terapi IVFD NS 20
tpm, Inj. Citicolin 2x500 mg, Inj. Ranitidine 2x50 mg, Candesartan 1x16mg,
Clopidogrel tab 1x75 mg, Metformin 3x500mg.

Diagnosa keperawatan klien saat ini adalah hambatan mobilitas fisik di tempat tidur
berhubungan dengan kekuatan otot tidak memadai. Setelah dilakukan tindakan
keperawatan selama 3x24 jam diharapkan klien dapat mencapai mobilitas ditempat
tidur dengan kriteria hasil: klien dapat bergerak dari posisi berbaring ke posisi duduk,
klien daapat miring kanan dan miring kiri secara mandiri di tempat tidur. Intervensi
yang dilakukan pada tanggal 28 Agustus 2019 jam 17.00 yaitu 1) Mengobservasi TTV
2) Memposisikan pasien semifowler 3) Melakukan ROM pasif 4) Menyokong bagian
telapak kaki dengan bantal dan mengajarkan kepada keluarga 5) Memberikan pasien
dorongan untuk mau melakukan perubahan posisi. Evaluasi yang dilakukan pada jam
17.30 WITA didapatkan data, S: Keluarga klien mengatakan mengerti cara menyokong
telapak kaki dengan bantal; O: Tampak klien kooperatif saat dilakukan tindakan,
tampak klien sudah mampu untuk melakukan perubahan posisi di tempat tidur, TD:
150/80 mmHg N: 80 x/menit RR: 20 x/ menit T: 36.3oC; A: Masalah belum teratasi; P:
Lanjutkan intervensi.