Anda di halaman 1dari 2

RESUME KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH

DIRUANG PARU RSUD RATU ZALECHA MARTAPURA

Kasus 1

Ny. H berusia 55 tahun dirawat di ruang Ruang Paru RSUD Ratu Zalecha Martapura
sejak 23 Juli 2019 dengan keluhan sesak disertai batuk berdahak dan nafsu makan
nenurun. Saat dilakukan pengkajian pada tanggal 24 Juli 2019, keadaan umum pasien
sadar penuh, pasien mengeluh masih sesak disertai batuk berdahak berwarna putih.
Saat dilakukan pemeriksaan fisik dada auskultasi suara nafas terdengar ronchi. Tidak
tampak tarikan dinding dada. Pasien tampak sering batuk. TD: 100/60 , RR:
26x/menit, N: 77x/menit, T: 36, 6o C. SPO2 88% tanpa terapi oksigen.

Berdasarkan data tersebut perawat mengangkat masalah keperawatan


Ketidakefektifan Bersihan jalan nafas berhubungan dengan mukus berlebih. Masalah
pasien diharapkan dapat teratasi dengan label NOC: Status Pernafasan: Kepatenan
jalan nafas dengan kriteria frekuansi pernafasan normal (12-20x/menit) dan pasien
mampu mengeluarkan sekret. Dari kriteria yang ditetapkan intervensi yang diberikan
berdasarkan NIC dengan label Manajemen Jalan nafas. Intervensi yang diberikan
berdasarkan label tersebut, yaitu: monitor tanda-tanda vital dan suara nafas, posisikan
pasien untuk memaksimalkan ventilasi, berikan oksigenasi, instruksikan cara
melakukan batuk efektif, kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi medis
nebulizer dan obat-obatan. Hasil evaluasi didapatkan pasien mengatakan masih sesak
nafas dan batuk tetapi sudah dapat mengeluarkan sekret dengan cara batuk efektif
setelah diberikan nebulizer. RR:26x/menit. Suara nafas ronchi. Dari hasil evaluasi
tersebut, masalah belum teratasi sehingga intervensi dilanjutkan.
Kasus 2

Ny. S berusia 60 tahun dirawat di ruang Paru RSUD Ratu Zalecha Martapura sejak 25
Juli 2019 jam 22.30 Wita dengan keadaan umum lemah, batuk berdahak, tidak nafsu
makan sejak kurang lebih 3 bulan. Saat dilakukan pengkajian pada 25 Juli 2019 jam
08.00 wita, keadaan umum lemah kesadaran pasien compos mentis TD: 110/60
mmHg, RR: 26x/menit, N: 82x/menit, T: 36, 2o C. SPO2 94% dengan O2 Kanul nasal
2 liter/menit. Pasien sering batuk, dan mengatakan tidak nafsu makan dan kesulitan
menelan makanan karena tenggorokan terasa sakit dan panas.

Berdasarkan data tersebut perawat mengangkat masalah keperawatan gangguan


menelan berhubungan dengan nyeri dan gangguan pernapasan. Masalah pasien
diharapkan dapat teratasi dengan label NOC: Status menelan dengan kriteria evaluasi
penerimaan makanan dari sangat terganggu menjadi cukup terganggu (5 ke 3). Dari
kriteria yang ditetapkan intervensi yang diberikan berdasarkan NIC dengan
pemberian makan dengan tabung enteral. Intervensi yang diberikan berdasarkan label
tersebut, yaitu: jelaskan prosedur kepada pasien, siapkan selang nasogastrik, pasang
NGT sesuai prosedur, monitor penempatan selang yang tepat, tinggikan kepala
tempat tidur 30 sampai 45 derajat selama pemberian makanan, gunakan teknik yang
bersih dalam memberikan makan lewat selang, berikan makanan setiap 4 jam, periksa
sisa makanan setiap sebelum makan intermitten. Hasil evaluasi didapatkan pasien
mengatakan agak enakan setelah diberikan makanan lewat selang, tapi badan masih
terasa lemas. TD: 100/60 mmHg, RR: 24x/menit, N: 87x/menit, T: 36,5oC. Dari hasil
evaluasi tersebut, masalah belum teratasi sehingga intervensi dilanjutkan.