Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pada tahun 1945 Frank Wilcoxon mengusulkan suatu cara


nonparametrik yang amat sederhana untuk membandingkan dua
populasi kontinu bila hanya tersedia sampel bebas yang sedikit dan
kedua populasi asalnya tidak normal. Uji ini digunakan untuk menguji
kondisi (variabel) pada sampel yang berpasangan atau dapat juga
untuk penelitian sebelum dan sesudah. Dalam uji ini ingin diketahui
manakah yang lebih besar dari antara pasangan. Cara ini sekarang
dinamakan uji Wilcoxon atau Uji Ranking Bertanda Wilcoxon. Merupakan
penyempurnaan dari uji tanda. Uji Wilcoxon ini hampir sama dengan Uji
Tanda tetapi besarnya selisih nilai angka antara positif dan negatif
diperhitungkan, dan digunakan untuk menguji hipotesis komparatif 2
sampel berpasangan. Uji wilcoxon lebih peka daripada uji tanda dalam
menentukan perbedaan antara rataan populasi. Jika sampel berpasangan
lebih besar dari 25, maka distribusinya dianggap akan mendekati distribusi
normal. Untuk itu digunakan Z sebagai Uji Statistiknya.
Wujud dari bentuk atau metode analisa sangat beragam di dalam
statistik kualitatif, metode yang dipilih harus disesuaikan dengan bentuk
data yang digunakan sehingga penyajian data, pengolahan data, analisa
data dan pengambilan keputusan serta penyajian informasi satu sama lain
akan sinkron dan logis. Data kualitatif tidak mencerminkan kondisi
pengukuran yang sebenarnya namun cara ini terpaksa dilakukan selama
tidak ada data yang dapat mewakili kondisi yang sesungguhnya di
lapangan. Kehadiran data dan metode yang bersifat kualitatif, minimal
dapat membantu peneliti dalam menggunakan alternatif alat uji atau alat
analisis yang sekiranya paling mendekati sebuah kebenaran secara empiris
walau empiris disini dapat diartikan bahwa angka-angka yang muncul di
dapat hanya sebagai alat penduga yang mewakili kondisi sebenarnya. Uji
Friedman digunakan dalam statistik untuk menguji sejumlah (k) sampel

1
berpasangan, dimana sampel yang di uji jumlahnya lebih dari dua, dengan
minimal skala data berbentuk Ordinal. Berpasangan disini bisa bermakna
kombinasi artinya perlakukan yang diberikan bersifat pengulangan pada
setiap kondisi yang dijumpai dilapangan pada saat proses pengumpulan
data.

B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan uji wilcoxon ?


2. Bagaimana cara pengaplikasian uji wilcoxon ?
3. Apa yang dimaksud dengan uji friedman ?
4. Bagaimana cara pengaplikasian uji friedman ?

C. Tujuan Penulisan

1. Mengetahui tentang uji wilcoxon.


2. Mengatahui pengaplikasin uji wilcoxon.
3. Mengetahui tentang uji friedman.
4. Mengetahui tentang pengaplikasian uji friedman.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Uji Wilcoxon

Uji Wilcoxon matched pairs (selanjutnya disebut Wilcoxon)


merupakan penyempurnaan dari uji tanda (“sign test”). Dalam uji
Wilcoxon besarnya selisih nilai angka antara positif dan negatif
diperitungkan yang dalam uji tanda hal itu tidak diperhatikan. Uji
Wilcoxon digunakan untuk menguji signifikansi atau kemaknaan hipotesis
komparartif dua sampel yang dependen (berpasangan) dengan data
berskala ordinal. Nilai statistik uji Wilcoxon dapat dihitung dengan rumus
berikut.

𝑻 − 𝝁𝑻
𝒁 𝒂𝒕𝒂𝒖 𝒕 =
𝝈𝑻

Z atau t = nilai hitung statistik, jika jumlah sampel ≥ 30 gunakan Z dan


jika sampel < 30 gunakan t. T = jumlah peringkat/ranking yang kecil.
𝑛(𝑛+1)
𝜇𝑇 = , n = jumlah sampel/subjek penelitian dan 𝜎𝑇 =
4

𝑛(𝑛+1)(2𝑛+1)
√ Dengan demikian,
24

n(n+1)
T-μT T- 4
Z atau t = =
σT
√n(n+1)(2n+1)
24

3
Contoh :

Seorang peneliti ingin mengetahui apakah ada pengaruh pelatihan gizi bagi
kader posyandu terhadap pengetahuan gizi kadar posyandu. Untuk itu ia
telah melakukan penelitian terhadap 15 orang kader posyandu yang dipilih
secara random. Pengumpulan data pengetahuan kader posyandu dilakukan
pada waktu sebelum dan sesudah pelatihan dan disajikan dalam tabel
berikut.

Contoh data pengetahuan kader Posyandu sebelum dan sesudah pelatihan gizi
Pengetahuan gizi kader Posyandu
Kader
Sebelum pelatihan (XA1) Sesudah pelatihan (XB1)
1 70 80
2 75 85
3 76 78
4 90 88
5 80 87
6 65 70
7 68 65
8 78 85
9 80 95
10 77 87
11 60 55
12 56 76
13 61 56
14 65 75
15 81 90

Untuk menyelesaikan soal itu maka data pada tabel di atas diubah ke
dalam bentuk tabel bantu untuk uji Wilcoxon yang disajikan dalam tabel
berikut.

4
Tabel bantu untuk uji Wilcoxon
Pengetahuan Beda Tanda peringkat (ranking)
Kader XB1-
XA1 XB1 Rangking*) + -
XA1
1 70 80 + 10 11,5 11,5
2 75 85 +10 11,5 11,5
3 76 78 +2 1,5 1,5
4 90 88 -2 1,5 1,5
5 80 87 +7 7,5 7,5
6 65 70 +5 5 5
7 68 65 -3 3 3
8 78 85 +7 7,5 7,5
9 80 95 +15 14 14
10 77 87 +10 11,5 11,5
11 60 55 -5 5 5
12 56 76 +20 15 15
13 61 56 -5 5 5
14 65 75 +10 11,5 11,5
15 81 90 +9 9 9
Jumlah T = 98,5 T = 14,5

Note : peringkat atau rangking dimulai dari nilai beda terkecil sebagai
rangking 1, jika ada nilai beda yang sama gunakan rangking rata-rata.

1. Formulasi hipotesis:
a. Ho: Tidak ada pengaruh yang signifikan pemberian pelatihan gizi
terhadap pengetahuan gizi kader Posyandu.
b. Ha: Ada pengaruh yang signifikan pemberian pelatihan gizi
terhadap pengetahuan gizi kader Posyandu.
2. Menentukan batas kritis nilai 𝛼 5% (0,05) pada Tabel t dengan df (n-2)
= 2,160

5
3. Kriteria pengujian:
a. Ho ditolak, jika nilai statistik hitung >2, 160
b. Ho gagal ditolak, jika nilai statistik hitung ≤ 2,160
4. Perhitungan statistik:
𝑛(𝑛 + 1)
𝑇 − 𝜇𝑇 𝑇−
𝑡= = 4
𝜎𝑇
√𝑛(𝑛 + 1)(2𝑛 + 1)
24
15(15 + 1)
𝑇 − 𝜇𝑇 14,5 − 14,5 − 60
𝑡= = 4 = = −2,58
𝜎𝑇 15(15 + 1)(2 × 15 + 1) 17,60

24

5. Kesimpulan:
a. Statistik: Karena nilai statistik hitung -2,58 (minus diabaikan) ≥
2,160 maka Ho ditolak dan Ha diterima.
b. Logis: Ada pengaruh pelatihan gizi terhadap pengetahuan gizi
kader Posyandu. Dengan kata lain bisa dikatakan pelatihan gizi
efektif untuk meningkatkan pengetahuan gizi kade Posyandu

6
B. Uji Friedman

Friedman Two-way Anova digunakan untuk menguji hipotesis


komparatif atau uji beda k-sampei dependen (berpasangan) dengan data
berskala ordinal atau ranking. Oleh karena distribusi yang terbentuk pada
uji friedman adalah Kai kuadrat maka rumus yang digunakan untuk
pengujian adalah rumus x2 sebagai berikut.

𝑘
2
12
𝑥 = ∑(𝑅𝑗)2 − 3𝑁(𝑘 + 1)
𝑁𝑘(𝑘 + 1)
𝑗=1

Keterangan :

N = banyak baris dalam tabel

k = banyak kolom

Rj =jumiah ranking dalam kolom

Contoh :

Telah dilakukah penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian 3 jenis


teknik pernafasan terhadap pasien sesak nafas ringan tiga jenis teknik
pernafasan itu adalah teknik nafas dalam, teknik butyeko, dan teknik
pursed lip. Masing-masing teknik pernafasan diberikan kepada 15 orang
pasien yang akan diukur tingkat SpO2 (dalam satuan %). Bagaimana
kesimpulan penelitian tersebut jika pengunaan dilakukan pada ∝ 5%
dengan data sebagai berikut.

7
Subjek Tingkat SpO2 dalam satuan %
(pasien) Teknik nafas dalam Teknik butyeko Teknik pursed lip
1 108 96 106
2 100 95 105
3 100 105 120
4 130 115 105
5 120 107 135
6 130 98 125
7 114 120 136
8 100 129 111
9 110 97 120
10 110 98 115
11 115 95 100
12 97 115 120
13 110 95 120
14 135 120 115
15 120 110 115

Untuk keperluan dan analisis Friedman make data tingkat kesukaan pada
tabel di atas diubah ke dalam bentuk ranking yang disajikan dalam tabel di
halaman selanjutnya. Sebagai contoh untuk subjek (pasien) pertama
tingkat SpO2 adalah 108, 96, 106 make rankingnya adalah 3, 1, 2 (nilai
terkecil diberi ranking 1).

1. Formulasi Hipotesis:
a. Ho : ketiga teknik pernafasan memiliki pengaruh yang sama
pada pasien sesak nafas ringan.
b. Ha : ketiga teknik pernafasan memiliki pengaruh yang berbeda
pada pasien sesak nafas ringan.
2. Menentukan batas kritis nilai α 5% (0.05) pada tabel 𝑥 2 dengan df =
(k-1) = (3-1) = 2 maka nilai 𝑥 2 tabel = 5.991

8
3. Kriteria pengujian:

a. Ho ditolak, jika nilai statistik hitung > 5,991

b. Ho gagal ditolak, jika nilai statistik hitung < 5,991

4. Perhitungan statistik :

𝑘
12
𝑥2 = ∑(𝑅𝑗)2 − 3𝑁(𝑘 + 1)
𝑁𝑘(𝑘 + 1)
𝑗=1

Subjek Tingkat SpO2 dalam satuan %


(pasien) Teknik nafas dalam Teknik butyeko Teknik pursed lip
1 3 1 2
2 2 1 3
3 1 2 3
4 3 2 1
5 2 1 3
6 3 1 2
7 1 2 3
8 1 3 2
9 2 1 3
10 2 1 3
11 3 1 2
12 1 2 3
13 2 1 3
14 3 2 1
15 3 1 2
Jumlah R1= 32 R2 = 22 R3 = 36

12
𝑥2 = [322 + 222 + 362 ] − 3(15)(3 + 1) = 6,93
(15)(3)(3 + 1)

9
Kesimpulan:

a. Statistik : karena nilai statistik hitung 6,93 > 5,991 maka Ho ditolak dan
Ha diterima.

b. Logis : ketiga teknik pernafasan memiliki pengaruh yang berbeda


pada pasien sesak nafas ringan

10
BAB III
PENUTUP

A. Simpulan

Uji Wilcoxon matched pairs (selanjutnya disebut Wilcoxon)


merupakan penyempurnaan dari uji tanda (“sign test”). Uji Wilcoxon
digunakan untuk menguji signifikansi atau kemaknaan hipotesis
komparartif dua sampel yang dependen (berpasangan) dengan data
berskala ordinal.
Friedman Two-way Anova digunakan untuk menguji hipotesis
komparatif atau uji beda k-sampei dependen (berpasangan) dengan data
berskala ordinal atau ranking.

11
DAFTAR PUSTAKA

Rachmat, Mochamad. 2012. Buku Ajar Biostatistika Aplikasi Pada Penelitian


Kesehatan. Jakarta: EGC
Sugiyono. 2014. Statistik Nonparametris. Bandung: Alfabeta

12