Anda di halaman 1dari 17

PANDUAN PENUNDAAN PELAYANAN DAN PENGOBATAN

DI RUMAH SAKIT UMUM MAJENE


BAB I
DEFINISI

Berikut beberapa definisi sebagai berikut :


1. Penundaan pelayanan adalah suatu keadaan yang terjadi apabila pasien harus menunggu
terlayani dalam waktu yang lama untuk mendapatkan pelayanan diagnostik dan pengobatan
atau dalam mendapatkan rencana pelayanan, pasien membutuhkan penempatan di daftar
tunggu. Untuk itu maka pasien diberi informasi tentang alasan penundaan dan menunggu
serta diberi informasi alternatif yang tersedia, dan tidak perlu diberikan apabila hanya
menunggu sebentar karena dokter datang terlambat.
2. Pelayanan dokter adalah pelayanan kesehatan yang termasuk kelompok pelayanan
kedokteran ditandai dengan cara pengorganisasian yang dapat bersifat sendiri atau secara
bersama-sama dalam suatu organisasi.
3. Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) adalah seorang dokter, sesuai dengan
kewenangan klinisnya terkait penyakit pasien, memberikan asuhan medis lengkap(paket)
kepada satu pasien dengan satu patologi/penyakit, dari awal sampai dengan akhir
perawatan di rumah sakit, baik pada pelayanan rawat jalan dan rawat inap.
4. Pelayanan perawat adalah pelayanan essensial yang diberikan oleh perawat kesehatan
semaksimal mungkin sesuai dengan potensi yang dimiliki dalam menjalankan kegiatannya.
5. Pelayanan fisioterapi adalah pelayanan kepada individu/ kelompok untuk mengembangkan,
memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh.
6. Pelayanan gizi adalah pelayanan gizi yang disesuaikan dengan keadaan pasien dan
berdasarkan keadaan klinis, status gizi dan status metabolisme dan tubuhnya, sehingga
berpengaruh pada proses penyembuhan penyakit.
7. Pelayanan radiologi adalah Radiologi adalah salah satu sarana penunjang medis yang
memberikan layanan pemeriksaan radiologi dengan hasil pemeriksaan berupa
foto/gambar/imaging yang dapat membantu dokter dalam merawat pasien.
8. Pelayanan laboratorium adalahsarana kesehatan yang melaksanakan pengukuran,
penetapan dan pengujian terhadap bahan yang berasal dari manusia atau bahan bukan
berasal dari manusia untuk penentuan jenis penyakit, penyebab penyakit, kondisi kesehatan
atau faktor yang dapat berpengaruh pada kesehatan perorangan dan kesehatan masyarakat.
Laboratorium kesehatan merupakan sarana penunjang upaya pelayanan kesahatan,
khususnya bagi kepentingan preventif dan curative, bahkan promotif dan rehabilitative.
9. Pelayanan farmasi adalahsuatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien
yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk
meningkatkan mutu kehidupan pasien.
10. Pelayanan tindakan operasi adalah prosedur bedah yang dilakukan dengan membuat
sayatan kecil sebagai pembuka jalan operasi atau tindakan pembedahan pada suatu bagian
tubuh.
11. Pelayanan hemodialisa (HD) adalah suatu pelayanan hemodialisis bagi penderita penyakit
ginjal yang membutuhkan terapi pengganti.
BAB II
RUANG LINGKUP

Penundaan pelayanan di Rumah Sakit Umum Majene, meliputi :


- Penundaan pelayanan dokter
- Penundaan pelayanan perawat
- Penundaan pelayanan Fisioterapi dan Rehab Medik
- Penundaan pelayanan gizi
- Penundaan pelayanan pemeriksaan radiologi
- Penundaan pelayanan pemeriksaan laboratorium
- Penundaan pelayanan farmasi
- Penundaan pelayanan tindakan/operasi
- Penundaan pelayanan Hemodialisa
BAB III
TATALAKSANA

A. TATA LAKSANA PENUNDAAN PELAYANAN DOKTER


Penundaan pelayanan dokter dapat dibagi dua yaitu :
1. Penundaan pelayanan dokter dengan pemberitahuan.
Bagian Rawat Jalan :
1) Dokter yang bersangkutan sudah menyampaikan informasi bahwa :
 Terlambat datang untuk praktik sesuai jadwal praktik, disertai alasan dan jam
buka praktiknya.
 Berhalangan tidak dapat praktik karena alasan tertentu, disertai surat ijin dan
surat pelimpahan tugas (dokter pengganti) yang disampaikan kepada Direksi.
2) Direktur pelayanan klinik menyampaikan kepada bagian/unit terkait.Bagian/unit
tersebut : rekam medis, rawat inap, rawat jalan, Unit Gawat Darurat (UGD), Bagian
Pelayanan Yanmedsus ( ICU, ICCU,NICU,PICU,HCU,SC ) pemasaran.melalui surat
Edaran
3) Jika dokter yang bersangkutan terlambat datang :
 Untuk pasien yang daftar via telephon dan belum datang ke rumah sakit maka
Petugas bagian pendaftaran rawat jalan segera menginformasikan kepada
pasien yang mendaftar melalui telepon bahwa jam praktik dokter yang
bersangkutan ada perubahan (sebutkan jam praktiknya) dan permohonan maaf
atas ketidaknyamanan tersebut.
 Untuk pasien yang sudah datang di poliklinik, maka petugas bagian pendaftaran
menginformasikan bahwa jam praktik dokter yang bersangkutan ada perubahan
(sebutkan jam praktiknya) dan permohonan maaf atas ketidaknyamanan
tersebut.
 Pemberitahuan dari manager rawat jalan dalam bentuk tulisan yang
ditempelkan di poli tersebut
 Sarankan Jika pasien dalam kondisi lemah dan hasil evaluasi visual atau
pengamatan bahwa pasien membutuhkan perawatan di UGD maka informasikan
ke pasien dan keluarga pasien, komunikasikan ke petugas UGD, dan pasien
segera ditransfer keUGD.
- UGD, dan pasien segera ditransfer keUGD. dokter yang lain sesuai
kebutuhan pasien tersebut.
- Jika pasien tidak mau ke dokter yang lain, maka dapat disarankan untuk
bersabar menunggu.
4) Jika dokter yang bersangkutan berhalangan tidak dapat praktik, (tidak
terencana)maka :
 Petugas bagian pendaftaran rawat jalan segera menginformasikan kepada
pasien yang mendaftar melalui telepon bahwa dokter yang bersangkutan
berhalangan sehingga tidak dapat praktik, menginformasikan dokter pengganti,
dan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.
 Untuk pasien yang sudah datang di poliklinik, maka petugas bagian pendaftaran
menginformasikan bahwa dokter yang bersangkutan berhalangan sehingga tidak
dapat praktik, menginformasikan dokter pengganti, dan permohonan maaf atas
ketidaknyamanan tersebut.
 Pemberitahuan dari manajer rawat jalan dalam bentuk tulisan yang ditempelkan
di poli tersebut
 Sarankan :
- Jika pasien dalam kondisi lemah dan hasil evaluasi visual atau pengamatan
bahwa pasien membutuhkan perawatan di UGD maka informasikan ke
pasien dan keluarga pasien, komunikasikan ke petugas UGD, dan pasien
segera ditransfer ke UGD.
- Jika pasien waktunya terbatas, maka dapat disarankan untuk periksa ke
dokter pengganti.
- Jika pasien tidak mau ke dokter pengganti, maka petugas bagian
pendaftaran rawat jalan menawarkan penjadwalan ulang.
5) Jika dokter yang bersangkutan berhalangan tidak dapat praktik, (terencana)maka :
 Petugas bagian pendaftaran rawat jalan segera menginformasikan kepada
pasien yang mendaftar melalui telepon bahwa dokter yang bersangkutan
berhalangan sehingga tidak dapat praktik, menginformasikan dokter pengganti,
dan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.
 Untuk pasien yang sudah datang di poliklinik, maka petugas bagian pendaftaran
menginformasikan bahwa dokter yang bersangkutan berhalangan sehingga tidak
dapat praktik, menginformasikan dokter pengganti, dan permohonan maaf atas
ketidaknyamanan tersebut.
 Pemberitahuan dari manajer rawat jalan dalam bentuk tulisan yang ditempelkan
dibagian pendaftaran
 Sarankan :
- Jika pasien dalam kondisi lemah dan hasil evaluasi visual atau pengamatan
bahwa pasien membutuhkan perawatan di UGD maka informasikan ke
pasien dan keluarga pasien, komunikasikan ke petugas UGD, dan pasien
segera ditransfer ke UGD.
Bagian Rawat Inap :
1) Dokter yang bersangkutan sudah menyampaikan informasi bahwa :
 Terlambat datang untuk visite sesuai jadwal visite, disertai alasan dan jam
datang untuk visite.
 Berhalangan tidak dapat visite karena alasan tertentu, disertai surat ijin dan surat
pelimpahan tugas (dokter pengganti) yang disampaikan kepada Direksi.
2) Direktur pelayanan klinik menyampaikan kepada bagian/unit terkait. Bagian/unit
tersebut : rekam medis, rawat inap, rawat jalan, UGD, Bagian Pelayanan Medis
Khusus ( ICU , ICCU , NICU , PICU , HCU , SC ) , pemasaranmelalui surat edaran
3) Jika dokter yang bersangkutan terlambat datang untuk visite :
 Perawat ruangan rawat inap segera menginformasikan kepada pasien dan
keluarga pasien bahwa dokter yang bersangkutan terlambat datang untuk visite
dan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.
 Sarankan :
- Jika pasien dalam kondisi menurun, maka dapat disarankan untuk divisite
dokter jaga ruangan.
- Jika pasien tidak mau ke dokter yang lain, maka dapat disarankan untuk
bersabar menunggu.
4) Jika dokter yang bersangkutan berhalangan tidak dapat visite, maka :
 Perawat ruangan rawat inap segera menginformasikan kepada pasien dan
keluarga pasien bahwa dokter yang bersangkutan berhalangan tidak dapat visite,
menginformasikan juga dokter pengganti yang akan visite, dan permohonan
maaf atas ketidaknyamanan tersebut.
Dicatat di Rekam medis informasi penundaan pelayanan dan berikan
alternatifnya.
2. Penundaan pelayanan dokter tanpa pemberitahuan :
Bagian Rawat Jalan :
1) Perawat menghubungi Dokter 30 menit sebelum jam praktik dimulai ,untuk
antisipasi complain
2) Ketika menghubungi dokter yang bersangkutan, maka ditanyakan apakah dokter
tersebut dapat praktik, informasikan jumlah pasien. Jika iya, maka jam berapa dapat
melayani pasien. Jika tidak dapat praktik, maka siapa dokter penggantinya.
3) Jika dokter yang bersangkutan terlambat datang :
 Petugas bagian pendaftaran rawat jalan segera menginformasikan kepada
pasien yang mendaftar melalui telepon bahwa jam praktik dokter yang
bersangkutan ada perubahan (sebutkan jam praktiknya) dan permohonan maaf
atas ketidaknyamanan tersebut.
 Untuk pasien yang sudah datang di poliklinik, maka petugas bagian pendaftaran
menginformasikan bahwa jam praktik dokter yang bersangkutan ada perubahan
(sebutkan jam praktiknya) dan permohonan maaf atas ketidaknyamanan
tersebut.
 Sarankan :
- Jika pasien dalam kondisi lemah dan hasil evaluasi visual atau pengamatan
bahwa pasien membutuhkan perawatan di UGD maka informasikan ke
pasien dan keluarga pasien, komunikasikan ke petugas UGD, dan pasien
segera ditransfer ke UnitUGD.
- Jika pasien waktunya terbatas, maka dapat disarankan untuk periksa ke
dokter yang lain sesuai kebutuhan pasien tersebut.
- Jika pasien tidak mau ke dokter yang lain, maka dapat disarankan untuk
bersabar menunggu.
4) Jika dokter yang bersangkutan berhalangan tidak dapat praktik, maka :
 Petugas bagian pendaftaran rawat jalan segera menginformasikan kepada
pasien yang mendaftar melalui telepon bahwa dokter yang bersangkutan
berhalangan sehingga tidak dapat praktik, menginformasikan juga dokter
pengganti, dan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.
 Untuk pasien yang sudah datang di poliklinik, maka petugas bagian pendaftaran
menginformasikan bahwa dokter yang bersangkutan berhalangan sehingga tidak
dapat praktik, menginformasikan juga dokter pengganti, dan permohonan maaf
atas ketidaknyamanan tersebut.
 Sarankan :
- Jika pasien dalam kondisi lemah dan hasil evaluasi visual atau pengamatan
bahwa pasien membutuhkan perawatan di UGD maka informasikan ke
pasien dan keluarga pasein, komunikasikan ke petugas UGD, dan pasien
segera ditransfer ke UGD.
- Jika pasien waktunya terbatas, maka dapat disarankan untuk periksa ke
dokter pengganti.
- Jika pasien tidak mau ke dokter pengganti, maka petugas bagian
pendaftaran rawat jalan menawarkan penjadwalan ulang.
Bagian Rawat Inap :
1) Jika dokter belum datang visite sesuai dengan sasaran mutu kehadiran visite
dokter setiap hari, maka perawat ruangan rawat inap segera menghubungi dokter
yang bersangkutan.
2) Ketika menghubungi dokter yang bersangkutan, maka ditanyakan apakah dokter
tersebut dapat visite, jika iya : maka jam berapa dapat visite pasien. Jika tidak :
maka siapa dokter pengganti visite
3) Jika dokter yang bersangkutan terlambat datang untuk visite :
 Perawat ruangan rawat inap segera menginformasikan kepada pasien dan
keluarga pasien bahwa dokter yang bersangkutan terlambat datang untuk visite,
dan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.
 Sarankan :

- Jika pasien dalam kondisi menurun, maka dapat disarankan untuk divisite
dokter jaga ruangan..
4) Jika dokter yang bersangkutan berhalangan tidak dapat visite, maka :
 Perawat ruangan rawat inap segera menginformasikan kepada pasien dan
keluarga pasien bahwa dokter yang bersangkutan berhalangan tidak dapat visite,
menginformasikan juga dokter pengganti yang akan visite , dan permohonan
maaf atas ketidaknyamanan tersebut.
 Sarankan :
- Jika pasien dalam kondisi menurun, maka dapat disarankan untuk di visite
dokter jaga / dokter ruangan.
B. TATALAKSANA PENUNDAAN PELAYANAN PERAWAT
Penundaan pelayanan perawat diBagian Rawat Jalan:
1) Perawat yang bersangkutan menyampaikan informasi bahwa ada perubahan jadwal
praktik keperawatan (poliklinik laktasi, poliklinikmemori).
2) Petugas bagian pendaftaran rawat jalan segera menginformasikan :
 Untuk pasien yang mendaftar melalui telepon bahwa ada perubahan jadwal praktik
keperawatan (sebutkan jam praktiknya) dan permohonan maaf atas
ketidaknyamanan tersebut.
 Untuk pasien yang sudah datang di poliklinik, maka petugas bagian pendaftaran
menginformasikan bahwa ada perubahan jadwal praktik keperawatan (sebutkan jam
praktiknya) dan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.
 Sarankan :
- Jika pasien waktunya terbatas, maka dapat disarankan untuk periksa di hari
yang lain.
- Jika pasien tidak mau periksa di hari yang lain, maka dapat disarankan untuk
bersabar menunggu.
C. TATALAKSANA PENUNDAAN PELAYANAN REHABILITASI MEDIK
Penundaan pelayanan Rehabilitasi Medik meliputi penundaan pelayanan Rehabilitasi Medik
di Bagian Rawat Jalan dan PelayananRehabilitasi Medik diBagian Rawat Inap .
Penundaan pelayanan Rehabilitasi Medik dapat disebabkan beberapa hal ;
 Pasien banyak ,petugas ada yang tidak masuk mendadak
 Alat fisiotherapi ada yang eror
 Dokter datang terlambat
Tatalaksana di Bagian Rawat Jalan :
1) Fisioterapis menyampaikan informasi pada bagian pendaftaran bahwa ada perubahan
jadwal praktik fisioterapi.
2) Petugas bagian pendaftaran rawat jalan segera menginformasikan :
 Untuk pasien yang mendaftar melalui telepon bahwa ada perubahan jadwal praktik
Rehabilitasi Medik (sebutkan jam praktiknya) dan permohonan maaf atas
ketidaknyamanan tersebut.
 Untuk pasien yang sudah datang di poliklinik, maka petugas bagian pendaftaran
menginformasikan bahwa ada perubahan jadwal praktik fisioterapi (sebutkan jam
praktiknya) dan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.
 Sarankan :
- Jika pasien waktunya terbatas, maka dapat disarankan untuk periksa di hari
yang lain.
- Jika pasien tidak mau periksa di hari yang lain, maka dapat disarankan untuk
bersabar menunggu.
Tatalaksana di Bagian Rawat Inap :
1) Terapis menyampaikan informasi bahwa ada perubahan jadwal Rehabilitasi Mediki
untuk pasien rawat inap
2) Perawat ruangan rawat inap segera menginformasikan kepada Dokter
Penanggungjawab Pelayanan (DPJP) serta pasien dan keluarga pasien tentang
penundaan layanan Rehabilitasi Medik , menginformasikan kapan layanan fisioterapi
dapat dilaksanakan, dan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.
D.TATA LAKSANA PENUNDAAN PELAYANAN GIZI
Penundaan pelayanan gizi meliputi penundaan pelayanan gizi di bagian Rawat Jalan
yaitu poli gizi dan bagian Rawat Inap yaitu layanan asuhan gizi/konsultasi gizi. Penyebab
penundaan pelayanan gizi dipoliklinik rawat jalan disebabkan oleh petugas sedang
melakukan pelayanan di rawat inap
Penyebab penundaan pelayanan gizi di bagian rawat inap adalah petugas gizi sedang
melakukan konseling gizi diruang perawatan
Tatalaksana di Bagian Rawat Jalan :
1) Petugas gizi menginformasikan keterlambatan pelayanan gizi keBagian pendaftaran
rawat jalan oleh karena petugas gizi sedang melakukan pelayanan di rawat inap pada
waktu yang sama
2) Petugas bagian pendaftaran rawat jalan segera menginformasikan :
 Praktik gizi(sebutkan jam praktiknya) dan permohonan maaf atas ketidak nyamanan
tersebut.
 Untuk pasien yang sudah datang di poliklinik, maka petugas bagian pendaftaran
menginformasikan bahwa ada perubahan jadwal praktikgizi(sebutkan jam
praktiknya) dan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.
 Pemberitahuan dari manajer rawat jalan dalam bentuk tulisan yang ditempelkan di
poli tersebut
 Sarankan Jika pasien waktunya terbatas, maka dapat disarankan untuk periksa di
hari yang lain.
- Jika pasien tidak mau periksa di hari yang lain, maka dapat disarankan untuk
bersabar menunggu.
Tatalaksana di Bagian Rawat Inap :
1) Petugas gizi menyampaikan informasi kepada perawat ruangan bahwa pelayanan
tertunda karna petugas sedang berada di ruang perawatan lain .
2) Perawat ruangan rawat inap segera menginformasikan kepada DPJP serta pasien dan
keluarga pasien tentang penundaan layanan asuhan gizi/konsultasi gizi,
menginformasikan kapan layanan asuhan gizi/konsultasi gizi dapat dilaksanakan dan
permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.
E.TATALAKSANA PENUNDAAN PELAYANAN BAGIAN RADIOLOGI
1 Penundaan pelayanan bagian radiologi, dapat disebabkan :
 Waktu tunggu untuk pemeriksaan radiologi konfensional ( thorax , schedel , dll ) di
bagian rawat jalan melebihi waktu yang seharusnya ( 30 menit ) dikarenakan pasien
overlood , petugas ada yang berhalangan hadir mendadak
 waktu tunggu untuk pemeriksaan khusus ( HSG , Colon inloop ,dll ) untuk pasien
rawat jalan melebihi waktu yang seharusnya ( 1-2 jam ) dikarenakan dokter yang
datang terlambat
2 Hasil foto rontgen
 Penundaan Hasil foto rontgen dapat disebabkan karna kondisi pasien yang ramai
,petugas yang berhalangan hadir mendadak , pasien yang alergi kontras atau
kondisi pasien yang mendadak menurun , dokter yang datang terlambat
3 Hasil bacaan radiologi ( expertise )
 Hasil expertise radiologi terlambat melebihi batas waktu yang seharusnya
disebabkan oleh karna dokter radiologi yang tidak ada ditempat atau datang
terlambat ( batas waktu hasil expertise untuk bagian ranap yang dilakukan tindakan
pagi dan sore 6-8 jam,UGD 2 jam , rajal 24 jam atau keesokan harinya

4 Pasien belum dapat terlayani, misal : dikarenakan alat radiologi mendadak error atau
dalam kondisi perbaikan, logistik (bahan kontrasfilm habis), listrik PLN padam
pemeriksan radiologi tertentu belum tersedia di RSUD Majene
Tatalaksana :
1) Jika penundaan tersebut tidak membutuhkan waktu yang lama, maka :
 Untuk pasien yang sudah datang di bagianRadiologi :petugas radiologi
menyampaikan kepada pasien dan keluarga pasien tentang penundaan pelayanan
radiologi (sebutkan alasan dan kapan dapat melayani pemeriksaan radiologi
tersebut) dan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.
 Untuk bagian Rawat Jalan dan UGD : petugas radiologi menyampaikan kepada
perawat Rawat Jalan dan UGD tentang penundaan pelayanan radiologi(sebutkan
alasan dan kapan dapat melayani pemeriksaan radiologi tersebut) dan permohonan
maaf atas ketidaknyamanan tersebut.
 Untuk pasien rawat inap (termasuk pasien di bagian Yanmedsus, Bagian Perawatan
Anestesi) : petugas radiologi menginformasikan kepada perawat ruangan rawat inap
tentang penundaan pelayanan radiologi (sebutkan alasan dan kapan dapat melayani
pemeriksaan radiologi tersebut) dan permohonan maaf atas ketidaknyamanan
tersebut.
 Sarankan untuk sabar menunggu.
2) Jika penundaan tersebut membutuhkan waktu yang lama sehingga RSUD Majene
belum dapat melayani pemeriksaan radiologi tertentu, maka dilakukan koordinasi
dengan bagian/unit terkait :bagian Yanmedsus, Pemasaran, bagian Rekam
Medis,bagian Rawat Jalan, bagian Rawat Inap, UGDmelalui surat edaran
Jika dikarenakan masalah logistik :
- Untuk pasien yang sudah datang di bagianRadiologi : petugas radiologi
menyampaikan kepada pasien dan keluarga pasien tentang penundaan
pelayanan radiologi (sebutkan alasan dan kapan dapat melayani pemeriksaan
radiologi tersebut) dan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.
- Untuk bagian Rawat Jalan dan UGD : petugas radiologi menyampaikan kepada
perawat bagian Rawat Jalan dan UGD tentang penundaan pelayanan radiologi
(sebutkan alasan dan kapan dapat melayani pemeriksaan radiologi tersebut) dan
permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.
- Untuk pasien rawat inap (termasuk pasien di bagianYanmedsus, Unit Perawatan
Anestesi) : petugas radiologi menginformasikan kepada perawat ruangan rawat
inap tentang penundaan pelayanan radiologi(sebutkan alasan dan kapan dapat
melayani pemeriksaan radiologi tersebut) dan permohonan maaf atas
ketidaknyamanan tersebut.
- Jika pemeriksaan radiologi tersebut sangat dibutuhkan oleh pasien, maka pasien
dirujuk ke rumah sakit lain yang mempunyai fasilitas pemeriksaan radiologi
tersebut.
- Jika pelayanan radiologi tersebut dapat terlayani kembali, maka dilakukan
koordinasi dengan bagian/unit terkait.
- Jika dikarenakan alat pemeriksaan radiologi mendadak error atau dalam kondisi
perbaikan maka pasien dirujuk ke rumah sakit lain yang mempunyai fasilitas
pemeriksaan radiologi tersebut.
- Pasien dan keluarga pasien diinformasikan bahwa pemeriksaan radiologi akan
dirujuk ke rumah sakit lain dikarenakan fasilitas pemeriksaan radiologi yang
dimaksud dalam kondisi perbaikan. Jika pelayanan radiologi tersebut dapat
terlayani kembali, maka dilakukan koordinasi dengan bagian/unit terkait.
- Jika pemeriksaan radiologi tersebut belum tersedia di RSIJD Majene, maka
pasien dirujuk ke rumah sakit lain yang mempunyai fasilitas pemeriksaan
radiologi tersebut. Pasien dan keluarga pasien diinformasikan bahwa
pemeriksaan radiologi akan dirujuk ke rumah sakit lain dikarenakan fasilitas
pemeriksaan radiologi yang dimaksud belum tersedia di RSUD Majene
Jika pelayanan radiologi tersebut dapat terlayani kembali, maka dilakukan koordinasi
dengan bagian/unit terkait.

F.TATALAKSANA PENUNDAAN PELAYANAN LABORATORIUM


Penundaan pelayanan laboratorium ini meliputi Laboratorium Klinik, Patologi Anatomi
dan pelayanan Bank Darah :
1. Penundaan hasil laboratorium klinik dapat disebabkan
- Waktu tunggu antrian pengambilan sample darah pada pasien rawat jalan
melebihi batas waktu yang seharusnya disebabkan karena antrian pasien dalam
kondisi ramai, Persyaratan administrasi yang tidak lengkap, kesulitan dalam
pengambilan darah.
- Hasil pemeriksaanl laboratorium klinik tidak sesuai dengan yang seharusnya
(seharusnya hasil permintaan cito 1 jam , rawat jalan dan rawat inap 7-8 jam,
UGD1 jam ) penundaan tersebutdapat disebabkan karna adanya pengulangan
pemeriksaan (adanya kesalahan pre-analitik, analitik, post-analitik) ,control dan
kalibrasi yang tidak masuk, tidak semua parameter pemeriksaan laborat
kondisinya ready , tidak setiap alat bisa melakukan semua parameter
pemeriksaan lab, Dokter Spesialis patologi klinik sedang tidak ada ditempat /
terlambat hadir , Dokter spesialis patologi anatomi datang terlambat , sample
pemeriksaan banyak .
- Pasien belum dapat terlayani, misal : dikarenakan alat laboratorium mendadak
error atau dalam kondisi perbaikan, logistik (masalah reagen dan alkes),
computer error , listrik mati, pemeriksan laboratorium tertentu belum tersedia
RSUD Majene.
2. Penundaan hasillaboratorium Patologi Anatomi ( PA )
- Hasil pemeriksaan laboratorium PAbelum selesai ( melebihi batas waktu yang
sudah ditentukan, seharusnya selesai dalam waktu 3 hari kerja ) hal ini
disebabkan karna Dokter PA tidak ada ditempat atau terlambat datang , adanya
pengulangan pemeriksaan , formulir permintaan pemeriksaan tidak lengkap atau
tidak jelas.
3. Penundaan pelayanan Bank Darah
- Hasil darah yang untuk tranfusi belum selesai (melebihi batas waktu yang sudah
ditentukan ,seharusnya selesai dalam waktu 24 jam)hal ini disebabkan stock
darah tidak tersedia , permintaan tranfusi menggunakan darah keluarga ,
kesulitan proses crossmatching , permintaan darah dengan rhesus negative ,
kesulitan pemeriksaan golongan darah dengan kelainan , kerusakan alat Bank
darah , listrik mati.

Tatalaksana :
1. Jika penundaan tersebut tidak membutuhkan waktu yang lama, maka :
- Untuk pasien yang sudah datang di bagianLaboratorium : petugas laboratorium
menyampaikan kepada pasien dan keluarga pasien tentang penundaan
pelayanan laboratorium (sebutkan alasan dan kapan dapat melayani
pemeriksaan laboratorium tersebut) dan permohonan maaf atas
ketidaknyamanan tersebut.
- Untuk bagian Rawat Jalan dan UGD : petugas laboratorium menyampaikan
kepada perawatRawat Jalan danUGD tentang penundaan pelayanan
laboratorium (sebutkan alasan dan kapan dapat melayani pemeriksaan
laboratorium tersebut) dan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.
- Untuk pasien rawat inap (termasuk pasien di Yanmedsus, Unit Perawatan
Anestesi) : petugas laboratorium menginformasikan kepada perawat ruangan
rawat inap tentang penundaan pelayanan laboratorium (sebutkan alasan kapan
dapat melayani pemeriksaan laboratorium tersebut) dan permohonan maaf atas
ketidaknyamanan tersebut.
- Sarankan untuk sabar menunggu.

2. Jika penundaan tersebut membutuhkan waktu yang lama sehingga RSUD Majene
belum dapat melayani pemeriksaan laboratorium tertentu, maka dilakukan koordinasi
dengan bagian/unit terkait : Yanmed, Pemasaran, Rekam medis, Rawat jalan, Rawat
inap, Yanmedsus , UGD. Jika dikarenakan masalah logistik :
- Untuk pasien yang sudah datang di bagianLaboratorium : petugas laboratorium
menyampaikan kepada pasien dan keluarga pasien tentang penundaan
pelayanan laboratorium (sebutkan alasan kapan dapat melayani pemeriksaan
laboratorium tersebut) dan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.
- Untuk bagian Rawat Jalan dan UGD : petugas laboratorium menyampaikan
kepada perawat Rawat Jalan dan UGD tentang penundaan pelayanan
laboratorium (sebutkan alasan kapan dapat melayani pemeriksaan laboratorium
tersebut) dan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.
- Untuk pasien rawat inap (termasuk pasien diPelayanan Yanmedsus, Unit
Perawatan Anestesi) : petugas laboratorium menginformasikan kepada perawat
ruangan rawat inap tentang penundaan pelayanan laboratorium(sebutkan alasan
dan kapan dapat melayani pemeriksaan laboratorium tersebut) dan permohonan
maaf atas ketidaknyamanan tersebut.
- Jika pemeriksaan laboratorium tersebut sangat dibutuhkan oleh pasien, maka
pasien dirujuk ke rumah sakit lain yang mempunyai fasilitas pemeriksaan
laboratorium tersebut.
- Jika pelayanan laboratorium tersebut dapat terlayani kembali, maka dilakukan
koordinasi dengan bagian/unit terkait.
- Jika dikarenakan alat pemeriksaan laboratorium mendadak error atau dalam
kondisi perbaikan maka pasien dirujuk ke rumah sakit lain yang mempunyai
fasilitas pemeriksaan laboratorium tersebut. Pasien dan keluarga pasien
diinformasikan bahwa pemeriksaan laboratorium akan dirujuk ke rumah sakit lain
dikarenakan fasilitas pemeriksaan laboratorium yang dimaksud dalam kondisi
perbaikan. Jika pelayanan laboratorium tersebut dapat terlayani kembali, maka
dilakukan koordinasi dengan bagian/unit terkait.
- Jika pemeriksaan laboratorium tersebut belum tersedia di RSIJCP maka pasien
dirujuk ke rumah sakit lain yang mempunyai fasilitas pemeriksaan laboratorium
tersebut. Pasien dan keluarga pasien diinformasikan bahwa pemeriksaan
laboratorium akan dirujuk ke rumah sakit lain dikarenakan fasilitas pemeriksaan
laboratorium yang dimaksud belum tersedia di RSUD Majene. Jika pelayanan
laboratorium tersebut dapat terlayani kembali, maka dilakukan koordinasi dengan
bagian/unit terkait.

G. TATALAKSANA PENUNDAAN PELAYANAN FARMASI


1. Penundaan pelayanan Farmasi, dapat disebabkan :
- Waktu tunggu terlayani melebihi batas waktu tunggu, misal : dikarenakan antrian
pasien dalam kondisi ramai.
- Penyerahan obat jadi maupun racikan melebihi batas waktu tunggu, misal :
dikarenakan antrian pasien dalam kondisi ramai, resep sulit dibacasehingga
harus konfirmasi ke dokter, poliklinik rawat jalan jam buka praktiknya melebihi
waktu tunggu kehadiran dokter (kehadiran dokter sesuai dengan jadwal
praktiknya, dengan toleransi 30 menit).
- Pasien belum dapat terlayani, misal : dikarenakan obat yang tertulis dalam resep
belum tersedia di RSUD Majene, logistik (obat yang tertulis dalam resep kosong
atau stok habis).

Tatalaksana :
1. Jika penundaan tersebut tidak membutuhkan waktu yang lama, maka :
- Untuk pasien yang sudah datang di Bagian farmasi : petugas farmasi
menyampaikan kepada pasien dan keluarga pasien tentang penundaan
pelayanan resep farmasi (sebutkan alasan) dan permohonan maaf atas
ketidaknyamanan tersebut.
- Untuk pasien rawat inap (termasuk pasien di Yanmedsus, Unit Perawatan
Anestesi) : petugas farmasimenginformasikan kepada perawat ruangan rawat
inap tentang penundaan pelayanan resep farmasi (sebutkan alasan) dan
permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.
- Sarankan untuk sabar menunggu.
2. Jika penundaan tersebut membutuhkan waktu yang lama sehingga RSUD Majene
belum dapat melayani resep untuk obat-obat tertentu, maka dilakukan koordinasi
dengan bagian/unit terkait Jika dikarenakan masalah logistik :
- Untuk pasien yang sudah datang di Bagian farmasi : petugas farmasi
- menyampaikan kepada pasien dan keluarga pasien tentang penundaan
pelayanan farmsi(sebutkan alasan dan kapan dapat melayani resep untuk obat
tersebut) dan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut..
- Jika layanan resep untuk obat tersebut dapat terlayani kembali, maka dilakukan
koordinasi dengan bagian/unit terkait.
- Jika dikarenakan obat yang tertulis dalam resep belum tersedia di RSUD
Majene,maka petugas farmasi menawarkan kepada pasien dan keluarga pasien,
apakah dibelikan melalui farmasi atau pasien dan keluarga pasien yang membeli
langsung ke apotik atau rumah sakit di luar RSUD Majene. Jika layanan resep
untuk obat tersebut dapat terlayani kembali, maka dilakukan koordinasi dengan
bagian/unit terkait.
-
H. TATALAKSANA PENUNDAAN PELAYANAN TINDAKAN/OPERASI
1. Penundaan pelayanan tindakan/operasi, dapat disebabkan :
- Kondisi pasien, misal : kondisi pasien mendadak menurun, kondisi pasien yang
membutuhkan stabilisasi.
- Kondisi dokter operator, dokter anestesi, misal : dokter operator dan / atau dokter
anestesi masih mengerjakan tindakan/operasi yang lain, dokter operator dan /
atau dokter anestesi mendadak berhalangan/sakit.
- Keterbatasan jumlah tim perawat bedah, misal : tim perawat bedah masih
mengerjakan tindakan/operasi yang lain.