Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam perkembangannya akuntansi mempunyai beberapa bidang khusus.
Hal ini seiring dengan perkembangan dunia usaha, pertumbuhan ekonomi,
kemajuan teknologi yang pesat dan faktor lainnya yang mempengaruhi
kegiatan perusahaan. Akuntansi biaya adalah bagian dari akuntansi
manajemen dimana merupakan salah satu bidang khusus akuntansi yang
menekankan pada penentuan dan pengendalian biaya. Bidang akuntansi
biaya ini tidak hanya berhubungan dengan biaya biaya untuk
memproduksi suatu barang tetapi telah diterapkan pada berbagai bidang
kegiatan manufaktur jasa, seperti : penyalur, perusahaan asuransi,
perusahaan perbankan, sekolah sekolah dan rumah sakit, kereta api, dan
penerbangan dan instansi pemerintahan.
Dalam pengelolaan perusahaan akuntansi biaya merupakan bagian yang
penting dari ilmu akuntansi dan telah berkembang menjadi alat
manajemen yang berfungsi menyediakan informasi biaya bagi kepentingan
manajemen agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik.
Informasi biaya sangat diperlukan manajemen untuk tujuan penentuan
harga pokok, perencanaan biaya, pengendalian biaya, dan juga sebagai
dasar untuk pengambilan keputusan. Pentingnya bahan baku perusahaan
membutuhkan pengendalian yang tepat agar dapat memberikan harga
pokok yang sesuai yang nantinya mencapai laba yang diinginkan.

B. Rumusan Masalah
 Apa itu Biaya Bahan Baku
 Apa saja proses proses yang terjadi dalam kegiataan terkait Biaya
Bahan Baku
 Apa saja masalah masalah khusus yang berhubungan dengan Biaya
bahan baku

1
C. Tujuan
 Mengetahui apa itu Biaya Bahan Baku.
 Mengetahui Proses Proses yang terkait dengan Biaya Bahan Baku.
 Mengetahui masalah khusus Biaya Bahan Baku dan Penyelesaiannya.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. UNSUR BIAYA YANG MEMBENTUK HARGA POKOK BAHAN BAKU


YANG DIBELI
Bahan baku merupakan bahan yang membentuk bagian menyeluruh
produk jadi.Bahan baku dapat diperoleh dari pembelian local,impor
ataupun pengolahan sendiri. Didalam memperoleh bahan baku perusahaan
mengeluarkan biaya antara lain : harga beli bahan baku itu sendiri
ditambah biaya-biaya pembelian,pergudangan dan biaya perolehan lain.

SISTIM PEMBELIAN
Bagian-bagian yang terlibat meliputi Bagian Produksi,bagian
Gudang,Pembelian,Penerimaan Barang dan Akuntansi. Dokumen sumber
dan pendukung yang terlibat antara lain:
1. Surat permintaan pembelian
2. Surat order pembelian
3. Laporan penerimaan barang
4. Faktur dari penjual

Adapun prosedurnya terdiri:


1) Prosedur permintaan pembelian bahan baku
Jika persediaan bahan baku yang ada digudang sudah mencapai jumlah
tingkat minimum pemesanan kembali (reoder point), bagian gudang
kemudian membuat surat permintaan pembelian (purcbase requisition)
untuk dikirimkan kebagian pembelian.
2) Prosedur order pembelian
Bagian pembelian melaksanakan pembelian atas dasar surat permintaan
pembelian dari bagian gudang. Untuk pemilihan pemasok, bagian
pembelian mengirimkan surat permintaan penawaran harga (purcbase
price quation) kepada para pemasok, yang berisi permintaan informasi

3
harga dan syarat – syarat pembelian dari masing – masing pemasok
tersebut. Setelah pemasok yang dianggap baik dipilih, bagian
pembelian kemudian membuat surat order pembelian untuk dikirimkan
kepada pemasok yang dipilih.
3) Prosedur penerimaan barang.
Pemasok mengirimkan bahan baku kepada perusahaan sesuai dengan
surat order pembelian yang diterimanya. Bagian penerimaan yang
bertugas menerima barang, mencocokkan kualitas, kuantitas, jenis, serta
spesifikasi bahan baku yang diterima dari pemasok dengan tebusan
surat order pembelian. Apabila bahan baku yang diterima telah sesuai
dengan surat order pembelian, bagian penerimaan membuat laporan
penerimaan barang untuk dikirimkan kepada bagian akuntansi.
4) Prosedur pencatatan penerimaan bahan baku di bagian digudang.
Bagian penerimaan menyerahkan bahan baku yang diterima dari
pemasok kepada bagian gudang. Bagian gudang menyimpan bahan
baku tersebut dan mencatat jumlah bahan baku yang diterima dalam
kartu gudang (slock card) pada kolom “masuk”. Kartu gudang ini
digunakan oleh bagian gudang untuk mencatat mutasi tiap – tiap jenis
barang guang. Kartu gudang hanya berisi informasi kuantitas tiap – tiap
jenis barang yang disimpan di gudang dan tidak berisi informasi
mengenai harganya. Catatan dalam kartu gudang ini diawasi dengan
catatan yang diselenggarakan oleh bagian akuntansi yang berupa kartu
persediaan (sebagai rekening pembantu persediaan). Bagian gudang
disamping mencatat mutasi barang gudang dalam kartu gudang, juga
mencatat barang dalam kartu barang (inventory tag), yang ditempelkan
atau digantungkan pada tempat penyimpanan masing – masing jenis
barang. Perbedaan antara kartu gudang, kartu barang, dan kartu
persediaan.
5) Prosedur pencatatan utang yang timbul dari pembelian bahan baku.
Bagian pembelian menerima faktur pembelian dari pemasok. Bagian
pembelian memberikan tanda tangan diatas faktur pembelian, sebagai

4
tanda persetujuan bahwa faktur dapat dibayar karena pemasok telah
memenuhi syarat – syarat pembelian yang ditentukan oleh perusahaan.
Faktur pembelian yang telah ditandatangani oleh bagian pembeli
tersebut diserahkan kepada bagian akuntansi. Dalam transaksi
pembelian bahan baku, bagian akuntansi memeriksa ketelitian
perhitungan dalam faktur pembelian dan mencocokkan dengan
informasi dalam tebusan surat order pembelian yang diterima dari
bagian pembelian dan laporan penerimaan barang yang diterima dari
bagian penerimaan. Faktur pembelian, yang dilampiri dengan tebusan
surat order dan laporan penerimaan baranng dicatat oleh bagian
akuntannsi dalam jurnal pembelian. Setelah dicatat dalam jurnal
pembelian, faktur prmbrlian beserta dokumen pendukungnya tersebut
dicatat dalam kartu persediaan pada kolom “masuk”.

B. BIAYA YANG DIPERHITUNGKAN DALAM HARGA POKOK


BAHAN BAKU YANG DIBELI
Menurut prinsip akuntansi yang lazim, semua biaya yang terjadi
untuk memperoleh bahanbaku dan untuk menempatkannya dalam keadaan
siap untuk diolah, merupakan elemenharga pokok bahan baku yang
dibeli.Harga pokok bahan baku terdiri dari :harga beli yang tercantum
dalam faktur dari penjualditambah biaya angkutan, biaya-biaya pembelian
lain serta biaya yang dikeluarkanuntuk menyiapkan bahan baku tersebut
dalam keadaan siap untuk diolah.
Apabila dalam pembelian bahan baku,pemasok memberikan
potongantunai (cashdiscount), maka potongan tunai ini diperlakukan
sebagai pengurangan terhadap harga pokok yang dibeli. Adapun
perusahaan membayar biaya angkutan untuk berbagai macam bahan baku
yangdibeli,sering menimbulkan masalah mengenai pengalokasian biaya
angkutan tersebut kepada masing-masing jenis bahan baku yang diangkut.

5
Maka biaya angkutan dapat diperlakukan dengan dua cara;
1) Diperhitungkan sebagai tambahan harga pokok bahan baku yang
dibeli Alokasi biaya angkutan kepada masing-masing jenis bahan
baku yang dibeli didasarkanpada:
a). Perbandingan Kuatitas Tiap Jenis Bahan Baku yang Dibeli
b). Perbandingan Harga Faktur Tiap Jenis Bahan Baku yang
Dibeli
c). Berdasarkan tarif yang ditentukan di muka
2) Diperlakukan sebagai elemen biaya overhead pabrik.Pada awal
tahun anggaran,jumlah biaya angkutan yang akan dikeluarkan
selama satutahun ditaksir.Jumlah taksiran ini diperhitungkan sebagai
unsur biaya overhead pabrikdalam penentuan tariff biaya overhead
pabrik. Biaya angkutan yang sesungguhnyadikeluarkan kemudian
dicatat dalam sebelah debit rekening Boaya Overhead
Pabriksesungguhnya.

C. BIAYA-BIAYA UNIT ORGANISASI YANG TERKAIT DALAM


PEROLEHAN BAHAN BAKU
Dalam memperhitungkan biaya-biaya unit organisasi yang terkait dalam
perolehan bahan baku, perusahaan membuat tarif pembebanan biaya
pembelian untuk dibebankan kepadasetiap bahan baku yang dibeli.Jika
biaya pembelian dibebankan kepada bahan baku yang dibeli atas dasar
tariff ,makaperhitungan tariff biaya pembelian dilakukan sebagai berikut:

1. Jumlah biaya tiap bagian yang terkait dalam transaksi pembelian


bahan bakutersebut diperkirakan selama satu tahun anggaran
2. Ditentukan dasar pembebanan biaya tiap-tiap bagian tersebut dan
ditaksir berapa jumlahnya dalam tahun anggaran.

6
Ditentukan tariff pembebanan biaya tiap bagian tersebut dengan cara
membagibiaya tiap bagian dengan dasar pembebanan
D. UNSUR BIAYA YANG DIPERHITUNGKAN DALAM HARGA
POKOK BAHAN BAKU YANG DIIMPOR
Dalam perdagangan luar negeri, harga barang yang disetujui
bersama antara pembeli danpenjual akan mempengaruhi biaya-biaya yang
menjadi tanggungan pembeli.Bahan baku dapat diimpor dengan
pengaturan syarat tertentu antara lain:
FAS( free alongside ship) FOB ( free on board ) C & F ( cost and freight )
C.I & F ( cost , insurance and freight ) Pada harga dengan syarat C & F
pembeli menanggung biaya asuransi laut danpenjual menanngung
angkutan laut Pada C.I & F,pembeli hanya menanggung biaya-biaya untuk
mengeluarkan bahanbaku dari pelabuhan pembeli dan biaya-biaya lain
sampai dengan barang tersebut diterima digudang pembeli,biaya angkutan
laut beserta asuransi lautnya sudah diperhitungkan oleh penjual dalam
harga barang.

E. PENENTUAN HARGA POKOK BAHAN BAKU YANG DIPAKAI


DALAM PRODUKSI
Bahan baku yang disimpan di gudang berasal dari berbagai
pembelian, yang kemungkinan besar mempunyai harga per satuan yang
berbeda dari pembelian yang satu ke pembelianyang lain. Hal ini
menimbulkan masalah pemilihan harga pokok per satuan bahan bakuyang
dipakai dalam produksi, metode penentuan harga pokok bahan yang
dipakai dalam produksi antara lain:
Metode identifikasi khusus,
a) Metode masuk terakhir keluar pertama(MTKP)
b) Metode masuk terakhir keluar pertama
c) Metode rata-rata bergerak
d) Metode biaya standar
e) Matode rata – rata harga pokok bahan baku pada akhir bulan.

7
F. MASALAH-MASALAH KHUSUS YANG BERHUBUNGAN
DENGAN BAHAN BAKU
Masalah-Masalah Khusus Yang Berhubungan Dengan Bahan Baku
Meliputi:
-Sisa Bahan (scrap materials)
-Produk rusak (spoiled goods)
-Produk cacat( defective goods)

G. SISA BAHAN (SCRAP MATERIALS)


Sisa bahan merupakan bahan baku yang rusak dalam proses produksi
sehingga tidak dapat menjadi bagian produk jadi. Jika sisa bahan tidak
mempunyai nilai jual, akibat yang ditimbulkan adalah harga pokok per
satuan produk jadi menjadi lebih tinggi. Jika sisa bahan masih mempunyai
nilai jual, masalah yang timbul adalah bagaimana memperlakukan hasil
penjualan sisa bahan tersebut.Hasil penjualan sisa bahan dapat
diperlakukan sebagai :
1. Pengurang biaya bahan baku pesanan yang menghasilkan sisa
bahan tersebut.
2. Pengurang biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi
3. pendapatan di luar usaha ( other income).

PENCATATAN SISA BAHAN


Jika jumlah dan nilai sisa bahan relative tinggi,maka diperlukan
pengawasan terhadappersediaan sisa bahan. Pemegang kartu persediaan
di Bagian Akuntansi perlu mencatatmutasi persediaan sisa bahan yang
ada digudang dengan cara atau metode yang ada (Mulyadi P 299).

8
H. PRODUK RUSAK (SPOILED GOODS)
Produk rusak adalah produk yang tidak memenuhi standar mutu yang
telah ditetapkan,yang secara ekonomis tidak dapat diperbaiki menjadi
produk yang baik.Masalah akuntansi yang timbul dari adanya produk
rusak adalah bagaimanamemperlakukan kerugian yang timbul dari adanya
produk rusak tersebut.Perlakuan produk rusak tergantung sifat dan sebab
terjadinya:
1. Jika terjadi karena sulitnya pengerjaan pesanan tertentu atau factor luar
biasalain,maka harga pokok produk rusak dibebankan sebagai
tambahan harga pokokproduk yang baik dalam pesanan yang
bersangkutan.JIka masih laku dijual,makapen jualannya diperlakukan
sebagai pengurang biaya produksi pesanan yang menghasilkan produk
rusak tersebut
2. Produk rusak yang normal terjadi dalam proses pengolahan
produk,kerugianadanya produk rusak dapat dibebankan /diperhitungkan
sebagai elemen biayaoverhead pabrik.PENCATATAN PRODUK
RUSAKPencatatan produk rusak dengan cara:-Jika produk rusak
dibebankan kepad pesanan tertentu.-Jika kerugian produk rusak
dibebankan kepada seluruh produk.

I. PRODUK CACAT( DEFECTIVE GOODS)


Produk cacat adalah produk yang tidak memenuhi standar mutu yang telah
ditetapkan,namun dengan mengeluarkan biaya pengerjaan kembali untuk
memperbaikinya, produktersebut secara ekonomis dapat disempurnakan
lagi menjadi produk jadi yang baik. Masalah akuntansi yang timbul dari
adanya produk cacat adalah bagaimana memperlakukan biaya pengerjaan
kembali (rework cost) produk cacat tersebut. Biaya pengerjaan kembali
produk cacat dengan cara: Dibebankan kepada pesanan yang menghasilkan
produk cacat tersebut.

9
BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN
Biaya adalah pengeluaran pengeluaran atau nilai pengorbanan untuk
memperoleh barang dan jasa yang berguna untuk masa yang akan datang
ataumempunyai manfaat melebihi dari suatu periode akuntansi tahunan. ada
Dasarnya ada dua jenis transaksi utama yang mempengaruhi

persediaan bahan, yaitu: Pembelian dan penerimaan bahan Pengeluaran


dan Demakaian Bahan. Pencatatan Pembeliaan dan Penerimaan Bahan.$arena
terdapat beberapa kali pembelian dan perolehan bahan dengan harga perolehan
per unit yang berbeda-beda dalam suatu periode pembukuan, masalah penentuan
harga pokok atas pemakaian bahan untuk produksi menjadi tidak mudah. #etode
yang biasa digunakan dalam menentukan harga pokok dari bahanyang dipakai
untuk produksi adalah metode rata-rata, metode biaya standar, Metode Identifikasi
Khusus, dan Metode Rata-rata Harga Pokok Bahan baku pada Akhir
Bulan.Pengendalian merupakan usaha manajemen untuk mencapai tujuan yang
telah diterapkan dengan melakukan perbandingan secara terus menerus antara
pelaksanaan dengan rencana. ada dasarnya pengendalian bahan dilakukan
olehdalam beberapa prosedur operasional yang berhubungan seperti prosedur
permintaan bahan, pembelian, penerimaan, penyimpanan, dan pengeluaran bahan.
Pengendalian atas persediaan bahan meliputi pengendalian atas unit dannilai
rupiahnya. Manajer produksi dan manajer pembelian menekankan pada
pengendalian unit. Sedangkan manajemen puncak lebih tertarik pada
pengendalian keuangan. Adapun metodenya yaitu Metode Siklus Pemesanan,
Metode Minimum Maksimum , Rencana Metode just in time .Di dalam roses
roduksi, tidak semua bahan baku dapat menjadi bagian produk jadi.Bahan sisa,
Barang rusak dan barang catat tidak dapat dihindarkan namun dapat
diminimalisir.

10
DAFTAR PUSTAKA

Mulyadi. 1993. Akuntansi Biaya Edisi 5, Universitas Gadjah Mada

11