Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sebagian besar ahli Pendidikan Matematika menyatakan bahwa masalah


merupakan pertanyaan atau soal yang harus dijawab atau direspon. Namun mereka
menyatakan juga bahwa tidak semua pertanyaan otomatis akan menjadi masalah.
Suatu pertanyaan akan menjadi masalah hanya jika pertanyaan itu menunjukkan
adanya suatu tantangan (challenge) yang tidak dapat dipecahkan oleh suatu prosedur
rutin yang sudah diketahui sipelaku. Masalah dapat memberikan respon terhadap
rangsangan yang menggambarkan atau membangkitkan situasi problematik, yang
mempergunakan berbagai kaidah yang telah dikuasai.

Kemampuan untuk memecahkan masalah pada dasarnya merupakan tujuan


utama proses pendidikan. Jika dilihat dari aspek kurikulum, kemampuan pemecahan
masalah menjadi salah satu tujuan dalam pembelajaran matematika, yang mengandung
pengertian bahwa matematika dapat membantu dalam memecahkan persoalan baik
dalam pelajaran lain maupun dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun kemampuan
pemecahan masalah merupakan kemampuan yang tidak mudah dicapai, akan tetapi
oleh karena kepentingan dan kegunaannya maka kemampuan pemecahan masalah ini
hendaknya diajarkan pada semua tingkatan.

Oleh karena itu, untuk lebih mengetahui bagaimana kemampuan pemecahan


masalah dalam pembelajaran matematika penulis mencoba mengkaji tentang
pengertian, strategi, karakteristik, tahapan, indikator, dan rubrik kemampuan
pemecahan masalah.

B. Rumusan masalah

Adapun rumusan masalah yang dibahas dalam makalah ini yaitu:


1. Apa itu kemampuan pemecahan masalah?

2. Apa saja strategi pemecahan masalah?

3. Apa saja karakteristik soal pemesahan masalah?

4. Apa saja tahapan pemecahan masalah?

1
5. Apa saja indikator kemampuan pemecahan masalah?

6. Bagaimana contoh soal serta rubrik yang berkenaan dengan kemampuan


pemecahan masalah?

C. Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah :

1. Untuk mengetahui pengertian kemampuan pemecahan masalah?

2. Untuk mengetahui strategi pemecahan masalah?

3. Untuk mengetahui karakteristik soal pemecahan masalah?

4. Untuk mengetahui tahapan pemecahan masalah?

5. Untuk mengetahui indikator kemampuan pemecahan masalah?

6. Untuk mengetahui contoh soal serta rubrik yang berkenaan dengan kemampuan
pemecahan masalah?

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Kemampuan Pemecahan Masalah


1. Masalah Matematika
Masalah merupakan pertanyaan yang bersifat tantangan dan tidak dapat
dipecahkan secara prosedur rutin yang sudah diketahui pelaku. Masalah dapat
memberikan respon terhadap rangsangan yang menggambarkan atau
membangkitkan situasi problematik, yang mempergunakan berbagai kaidah yang
telah dikuasainya.
Kemampuan berarti kesanggupan, kecakapan, kekuatan (KBBI,1990: 553).
Menurut Fadjar (2009:4) untuk menyelesaikan masalah tersebut harus melakukan
beberapa tahapan sebagai berikut:
1) Memahami masalahnya
Pada langkah ini peserta didik harus dapat menentukan dengan jeli apa
yang diketahui dan apa yang ditanyakan. Namun yang perlu diingat
kemampuan otak manusia sangatlah terbatas, sehingga hal-hal penting
hendaknya dicatat, dibuat tabelnya, ataupun dibuat sket atau grafiknya. Tabel
serta gambar ini dimaksudkan untuk mempermudah memahami masalah dan
mempermudah mendapatkan gambaran umum penyelesaian. Dengan membuat
gambar, diagram atau tabel, hal-hal yang diketahui tidak hanya dibayangkan
didalam otak yang sangat terbatas kemampuannya, namun dapat dituangkan
keatas kertas.
2) Memilih Strategi Penyelesaian

Pemecah masalah (peserta didik) menyusun aturan-aturan atau tata urutan


kemungkinan pemecahan masalah, sehingga tidak ada satupan alternatif yang
terabaikan.
3) Melaksanakan Strategi
Pelaksanaan strategi yang telah kita rencanakan hendaknya harus
terstruktur, semua rangkaian strategi yang telah ditetapkan sesuai dengan
rencana yang telah dibuat. Beberapa strategi yang diterapkan dalam
pemecahan masalah matematika diantaranya: dengan membuat tabel, diagram,
dan menentukan pola.
4) Memeriksa Kebenaran Jawaban

3
Pada tahapan ini kita melakukan pemeriksaan terhadap jawaban yang
dibuat oleh peserta didik, untuk mengetahui apakah peserta didik sudah paham
terhadap apa yang telah kita ajarkan, dapat kita lihat melalui pemecahan
masalah yang dibuat peserta didik di depan kelas.
Menurut Hudoyo “suatu pertanyaan merupakan masalah, apabila
pertanyaan tersebut menantang untuk dijawab yang jawabannya tidak dapat
dilakukan secara rutin saja. Bagi seseorang pertanyaan itu dapat dijawab
dengan menggunakan prosedur rutin, namun bagi orang lain untuk menjawab
pertanyaan tersebut memerlukan pengetahuan yang telah dimiliki secara tidak
rutin. Selain itu, menurut Ruseffendi “Masalah dalam matematika sebagai
suatu persoalan yang siswa sendiri mampu menyelesaikannya tanpa
menggunakan cara atau algoritma yang rutin”. Siswa dimungkinkan
memperoleh pengalaman menggunakan pengetahuan serta keterampilan yang
sudah dimiliki untuk diterapkan meyelesaikan masalah yang tidak rutin.
Suherman, dkk. (2003) menyatakan bahwa “Suatu masalah biasanya
memuat suatu situasi yang mendorong seseorang untuk menyelesaikannya akan
tetapi tidak tahu secara langsung apa yang harus dikerjakan untuk
menyelesaikannya”. Jika suatu masalah diberikan kepada seorang anak dan
anak tersebut langsung mengetahui cara menyelesaikannya dengan benar, maka
soal tersebut tidak dapat dikatakan sebagai masalah bagi anak tersebut.
Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa masalah
matematika adalah suatu pertanyaan yang menantang untuk diselesaikan atau
dijawab dengan prosedur penyelesaiannya tidak dapat dilakukan secara rutin.

2. Pemecahan Masalah
Shadiq (2014:105) mengemukakan bahwa pemecahan masalah ( problem-
solving) adalah proses berpikir untuk menentukan apa yang harus dilakukan ketika
kita tidak tahu apa yang harus kita lakukan. George Polya (1973) mengartikan
“Pemecahan masalah sebagai suatu usaha mencari jalan keluar dari suatu tujuan
yang tidak begitu mudah segera dapat dicapai”. Memecahkan suatu masalah
merupakan suatu aktivitas dasar bagi manusia. Kenyataan menunjukkan, sebagian
besar kehidupan kita adalah berhadapan dengan masalah-masalah. Kita perlu
mencari penyelesaiannya. Hudoyo (1998) menjelaskan bahwa “Pemecahan
masalah pada dasarnya adalah proses yang ditempuh oleh seseorang untuk

4
meyelesaikan masalah yang dihadapinya sampai masalah itu tidak lagi menjadi
masalah baginya.
Made Wena (2009) mengatakan bahwa “Hakikat pemecahan masalah
adalah melakukan operasi prosedural urutan tindakan, tahap demi tahap secara
sistematis, sebagai seorang pemula (novice) memecahkan masalah”. Penyelesaian
masalah sangat tergantung pada pengalaman siswa untuk lebih kreatif dalam
menyusun dan menyelesaikan suatu permasalah yang diberikan.
Menurut Utari (2010:5) pemecahan masalah matematika mempunyai dua
makna yaitu:
a. Pemecahan masalah sebagai suatu pendekatan pembelajaran, yang
digunakan untuk menemukan kembali (reinvention) dan memahami materi,
konsep, dan prinsip matematika. Pembelajaran diawali dengan penyajian
masalah atau situasi yang kontekstual kemudian melalui induksi peserta
didik menemukan konsep/ prinsip matematika.

b. Pemecahan masalah sebagai kegiatan yang meliputi:

1) Mengidentifikasi kecukupan data untuk pemecahan masalah

2) Membuat model matematik dari suatu situasi atau masalah sehari-hari


dan menyelesaikannya

3) Memilih dan menerapkan strategi untuk menyelesaikan masalah


matematika

4) Menjelaskan atau menginterpretasikan hasil sesuai dengan


permasalahan, serta memeriksa kebenaran hasil atau jawaban

5) Menerapkan matematika secara bermakna

Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa pemecahan


masalah adalah satu usaha mencari jalan keluar dari suatu permasalahan melalui
tindakan, tahap demi tahap secara sistematis.

3. Kemampuan Pemecahan Masalah

5
Salah satu tujuan mata pelajaran matematika yang dimuat dalam Standar Isi
Mata Pelajaran Matematika SMP pada Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006
adalah agar siswa mampu memecahkan masalah matematika yang meliputi
kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, meyelesaikan
model dan menafsirkan solusi yang diperoleh (Depdiknas, 2006). Kemampuan
pemecahan masalah tersebut perlu dikuasai siswa guna mendorong mereka
menjadi seorang pemecah masalah yang baik, yang mampu menghadapi masalah
dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam dunia kerja.
Menurut Gunantara, dkk (2014:5) dalam penelitiannya mendefinisikan
“Kemampuan pemecahan masalah merupakan kecakapan atau potensi yang
dimiliki siswa dalam menyelesaikan permasalahan dan mengaplikasikan dalam
kehidupan sehari-hari”. Kemampuan pemecahan masalah harus dimiliki oleh siswa
agar siswa dapat menghadapi berbagai permasalahan, baik masalah dalam
matematika, masalah dalam bidang studi lain ataupun masalah dalam kehidupan
sehari-hari yang semakin kompleks. Sedangkan George Polya (1973) menyatakan
“Kemampuan pemecahan masalah adalah proses yang ditempuh oleh seseorang
untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya sampai masalah itu tidak lagi
menjadi masalah baginya”. Oleh sebab itu, kemampuan siswa untuk memecahkan
masalah matematika perlu terus dilatih dan dikembangkan pada setiap siswa.
Berdasarkan uraian di atas, maka kemampuan pemecahan masalah adalah
kemampuan atau potensi yang dimilili seseorang dalam menyelesaikan masalah
secara cermat, logis, kritis, dan kreatif serta mengaplikannya dalam kehidupan
sehari-hari sampai masalah itu tidak lagi menjadi masalah baginya.

4. Strategi Pemecahan Masalah


Ada beberapa strategi dalam pemecahan masalah :
1) Mempermudah atau menyederhanakan
Menyederhanakan bentuk persoalan sehingga yang pada mulanya sulit
diterima menjadi mudah dipahami.
2) Mencoba-coba

Strategi ini biasanya digunakan untuk mendapatkan gambaran umum


pemecahan masalahnya dengan mencoba-coba (Trial and error ). Proses
mencoba-coba ini tidak akan selalu berhasil. Adakalanya gagal. Karenanya
proses mencoba-coba menggunakan analisis tajam yang sangat dibutuhkan
pada penggunaan strategi ini.

6
3) Membuat Diagram

Strategi ini berkaitan dengan pembuatan sket atau gambar untuk


mempermudah memahami masalah dan mempermudah mendapatjkan
gambatan umum penyelesaiannya. Dengan strategi ini hal-hal yang diketahui
tidak hanya dibayangkan dalam otak saja namun dapat dituangkan keatas
kertas.

4) Mencobakan pada soal yang lebih sederhana.

Strategi ini berkait dengan penggunaan contoh-contoh khusus yang lebih


mudah dan lebih sederhana, sehingga gambaran umum penyelesaian
masalahnya akan lebih mudah dianalisis dan akan lebih mudah ditemukan.

5) Membuat Tabel

Strategi ini digunakan untuk membantu menganalisis permasalahan atau


jalan fikiran kita, sehingga segala sesuatunya tidak hanya dibayangkan dengan
otak yang kemampuannya sangat terbatas.

6) Menemukan pola

Strategi ini berkait dengan pencarian keteraturan-keteraturan. Dengan


keteraturan yang sudah didapatkan tersebut akan lebih memudahkan kita untuk
menemukan penyelesaian masalahnya.

7) Memecah Tujuan

Strategi ini berkait dengan pemecahan tujuan umum yang hendak kita capai
menjadi satu atau beberapa tujuan bagian. Tujuan bagian ini dapat digunakan
sebagai batu loncatan untuk mencapai tujuan yang sesungguhnya.

8) Memperhitungkan setiap kemungkinan

7
Berkait dengan penggunaan aturan-aturan yang dibuat sendiri olah para
pelaku selama proses pemecahan masalah berlangsung sehingga dapat
dipastikan tidak akan ada satupun alternatif yang terabaikan.

9) Berfikir Logis

Berkaitan dengan penggunaan penalaran ataupun penarikan kesimpulan


yang sah atau valid dari berbagai informasi atau data yang ada.

10) Bergerak dari belakang

Dengan strategi ini, kita mulai dengan menganalisis bagaimana cara


mendapatkan tujuan yang hendak dicapai. Dengan strategi ini kita memulai
proses pemecahan masalah dari yang dinginkan atau yang ditanyakan lalu
menyesuaikan dengan yang diketahui.

11) Mengabaikan hal yang Tidak Mungkin

Dari berbagai alternatif yang ada, alternatif yang sudah jelas-jelas tidak
mungkin agar dicoret atau diabaikan sehingga perhatian dapat tercurah
sepenuhnya untuk hal-hal yang tersisa dan masih mungkin saja.

5. Tahapan pemecahan masalah


Menurut Polya (1973) mengemukakan empat langkah utama dalam
pemecahan masalah, yaitu:
1. Memahami masalah (understanding the problem) yakni, masalah apa yang
dihadapi? Apa yang diketahui? Apa yang ditanya? Apa kondisinya? Bagaimana
memilah kondisi-kondisi tersebut? Apa mungkin untuk memenuhi kondisi itu?
Apakah kondisi itu cukup untuk menentukan apa yang tidak diketahui? Apakah
kondisi itu tidak memadai? Ataukah berlebih-lebihan? Apakah kontradiktif?
Tuliskan hal-hal itu, bila perlu buatlah gambar, gunakan simbol, atau lambing
yang sesuai;
2. Menyusun rencana pemecahan (devising a plan) yakni, menemukan hubungan
antara data dengan hal-hal yang belum diketahui atau mengaitkan hal-hal yang
mirip secara analogi dengan masalah. Apakah pernah mengalami masalah yang
mirip? Apakah mengetahui masalah yang berkaitan? Teorema apa yang dapat
digunakan? Apakah ada pola yang dapat digunakan?;

8
3. Melaksanakan rencana (carrying out the plan) yakni, menjalankan rencana
untuk menemukan solusi, melakukan dan memeriksa setiap langkah-langkah
penyelesaian apakah sudah benar, bagaimana membuktikan bahwa
perhitungan, langkah-langkah dan prosedur sudah benar;
4. Memeriksa kembali (looking back) yakni, melakukan pemeriksaan kembali
terhadap proses dan solusi yang dibuat untuk memastikan bahwa cara itu sudah
baik dan benar. Selain itu untuk mencari apakah dapat dibuat generalisasi
untuk menyelesaikan masalah yang sama, menelaah untuk pendalaman atau
mencari kemungkinan adanya penyelesaian lain.

6. Karakteristik Soal Pemecahan Masalah


Masalah merupakan pertanyaan yang bersifat tantangan (challange) dan
tidak dapat dipecahkan secara prosedur rutin (routine procedure) yang sudah
diketahui jawabannya. Pertanyaan yang diberikan pada peserta didik akan
menentukan terkategorikan tidaknya pertanyaan menjadi ‘masalah’ atau hanyalah
suatu ‘pertanyaan’ biasa. Jika pertanyaan tersebut sudah diketahui jawabanya
dengan pengetahuan rutin yang biasa, maka pertanyaan tersebut bukanlah suatu
masalah. Namun apabila pertanyaan tersebut belum dapat diketahui oleh si pelaku
atau orang lain, maka pertanyaan tersebut adalah masalah dan harus dipecahkan.
Secara umum karakteristik soal pemecahan masalah adalah soal yang menuntut
peserta didik untuk :
a. Menggunakan beragam prosedur dimana para peserta didik dituntut untuk
menemukan hubungan antara pengalaman sebelumnya dengan masalah yang
diberikan untuk mendapatkan solusi.

b. Melibatkan manipulasi atau operasi dari pengetahuan yang telah diketahui


sebelumnya.

c. Memahami konsep-konsep dan istilah-istilah matematika

d. Mencatat kesamaan, perbedaan dan perumpamaan.

e. Mengidentifikasi hal-hal kritis dan memilih prosedur dan data yang benar

f. Mencatat perincian yang tidak relevan.

9
g. Memvisualisasikan dan menginterpretasikan fakta-fakta yang kuantitatif atau
fakta-fakta mengenai tempat dan hubungan antar fakta.

h. Membuat generalisasi dari contoh-contoh yang diberikan

i. Mengestimasi dan menganalisa

Secara garis besar beberapa karakteristik soal-soal pemecahan masalah


sebagai berikut:
1. Real Word Problem, yaitu persoalan-persoalan yang bisa ditemui, masalahnya
memang ada dan bukan masalah yang dibuat-buat
2. Soal non rutin, yaitu soal yang belum pernah diselesaikan sebelumnya
3. Masalah open ended. Masalah open ended adalah masalah yang memiliki 2
makna. Makna pertama adalah masalah yang dapat diselesaikan dengan banyak
strategi namun solusi yang diperoleh sama dan makna yang kedua adalah
strategi menyelesaikannya banyak,solusi yang diperoleh juga banyak.

7. Indikator pemecahan masalah


Beberapa para ahli mengemukakan beberapa indikator kemampuan
pemecahan masalah yaitu :
1. George Polya
Adapun indikator-indikator yang menunjukkan kemampuan pemecahan
masalah matematika menurut George Polya (1973) adalah sebagai berikut:
(1) Memahami masalah (understanding the problem).
(2) Menyusun rencana pemecahan (devising a plan).
(3) Melaksanakan rencana (carrying out the plan).
(4) Memeriksa kembali (looking back).
2. Utari Sumarno
Utari Sumarno (2013) juga mengemukakan beberapa indikator kemampuan
pemecahan masalah, yaitu :
(1) Mengidentifikasi kecukupan data untuk pemecahan masalah.
(2) Membuat model matematika dari suatu situasi atau masalah sehari-
hari dan menyelesaikan.
(3) Memilih dan menerapkan strategi untuk menyelesaikan masalah-
masalah matematika dan atau diluar matematika
(4) Menjelaskan atau menginterpretasikan hasil sesuai permasalahan
asal serta memeriksa kebenaran hasil atau jawaban.
(5) Menerapkan matematika secara bermakna.

10
Menurut National Council Of Teacher of Mathematics (NCTM) indikator
kemampuan pemecahan masalah adalah
(1) Menerapkan atau mengadaptasi berbagai pendekatan dan strategi untuk
menyelesaikan masalah.
(2) Menyelesaikan masalah yang muncul didalam matematika atau didalam
konteks lain yang melibatkan matematika.
(3) Membangun pengetahuan matematika yang baru melalui pemecahan
masalah.
(4) Memonitor dan marefleksi proses pemecahan masalah matematis.

Dari beberapa pendapat para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa indikator
kemampuan pemecaham masalah yaitu :
(1) Memahami masalah dengan cara mengidentifikasi unsur-unsur yang
diketahui, ditanyakan dan kecukupan data yang diperlukan.
(2) Menyusun rencana pemecahan masalah.
(3) Melaksanakan rencana pemecahan masalah.
(4) Memeriksa kembali hasil yang didapatkan

8. Rubrik dan Contoh Soal


Tabel Rubrik kemampuan Pemecahan Masalah Matematis
Indikator Rincian Sko
Pemcahan Masalah r
Memahami masalah Tidak ada mengidentifikasi unsur yang diketahui, 0
dengan cara ditanyakan dan kecukupan data yang diperlukan
Ada menidentifikasi unsur yang diketahui, 1
mengidentifikasi
ditanyakan dan kecukupan unsur yang diperlukan,
unsur-unsur yang
namun tidak lengkap
diketahui,
Seluruh unsur yang diketahui, ditanyakan dan 2
ditanyakan dan
kecukupan unsur yang diperlukan diidentifikasi
kecukupan unsur
dengan lengkap
yang diperlukan.
Tidak ada menyusun rencana pemecahan masalah 0
Ada menyusun rencana pemecahan masalah 1
Menyusun rencana matematika namun terdapat kesalahan dan tidak
pemecahan masalah lengkap
Menyusun rencana pemecahan masalah dengan 2
benar dan lengkap
Melaksanakan Tidak ada menerapkan rencana pemecahan masalah 0
Ada menerapkan rencana pemecahan masalah, 1
rencana pemecahan
namun rencana pemecahan masalah salah

11
Indikator Rincian Sko
Pemcahan Masalah r
masalah Ada menerapkan rencana pemecahan masalah, 2
namun sebagian besar langkah penyelesaiannya
salah dan penyelesaiannya tidak jalas
Ada menerapkan rencana pemecahan masalah 3
dengan penyelesaian yang jelas namun, sebagian
kecil dari langkah penyelesaiannya mengalami
kesalahan
Seluruh rencana pemecahan masalah yang 4
diterapkan diselesaikan dengan penyelesaian yang
jelas dan benar
Tidak ada memeriksa kembali hasil yang 0

Memeriksa kembali didapatkan


Ada memeriksa kembali hasil yang didapatkan, 1
hasil yang
namun hasilnya salah
didapatkan Ada memeriksa kembali hasil yang didapatkan dan 2
hasilnya benar

Contoh Soal :

Perbandingan umur Ratna dan umur Farhan enam tahun yang lalu adalah 5:3.
Jika empat tahun yang akan datang perbandingan umur mereka adalah 10:7.
Tentukan jumlah umur Ratna dan Farhan sekarang!
a. Tuliskan informasi yang dapat kamu peroleh dari masalah di atas!

b. Nyatakan permasalahan di atas ke dalam model matematika! serta tulis metode


yang akan kamu gunakan!

c. Selesaikanlah masalah di atas sesuai dengan metode yang kamu inginkan!

d. Apakah Ananda sudah yakin dengan jawaban yang Ananda buat? Berikan
alasannya!

Contoh Jawaban Berdasarkan Rubrik

Indikator Jawaban Sko


r
Diketahui:

12
Memahami perbandingan umur Ratna dan Farhan enam tahun lalu
masalah dengan adalah 5:3. 2
cara Empat tahun yang akan datang perbandingan umur
mengidentifikas mereka adalah 10:7.
i unsur-unsur Ditanya: jumlah umur Ratna dan Farhan sekarang ?
yang diketahui,
ditanyakan dan Diketahui: 1
kecukupan Enam tahun lalu perbandingan umur Ratna dan Farhan
unsur yang adalah 5:3.
diperlukan.
Menyusun
Misalkan x = umur Ratna
rencana y = umur Farhan
pemecahan Sekarang Enam tahun yang Empat tahun yang
masalah lalu akan datang
x x−6 x+ 4

y y−6 y +4
Perbandingan x−6 5 x +4 10
= =
y −6 3 y+4 7

Maka Perbandingan (1)

x−6 5
 = → 3 ( x−6 )=5 ( y −6 )
y −6 3

→3 x−18=5 y−30
→3 x−5 y=−30+18
→3 x−5 y=−12 ...... persamaan (1)

Perbandingan (2)

x +4 10
 = → 7 ( x+ 4 )=10( y + 4)
y+4 7

→7 x +28=10 y + 40
→7 x−10 y =40−28

13
→7 x−10 y =12 ...... persamaan
(2)

....

Sehingga diperoleh SPLDV:

3 x−5 y=−12
7 x−10 y=12
SPLDV diselesaikan dengan menggunakan salah satu
metode penyelesaian, misalnya dengan menggunakan
Melaksanakan metode eliminasi.
rencana
pemecahan
masalah Misalkan x = umur Ratna
y = umur Farhan
sekarang Enam tahun yang Empat tahun yang
lalu akan datang
x x+ 6 x+ 4

y y +6 y +4
Perbandingan x +6 5 x +4 10
= =
y +6 3 y+4 7

Eliminasi variabel y

3 x−5 y=−12× 26 x−10 y =−24


7 x−10 y=12 ×1 7 x −10 y =12
−x=−36
x=36
Eliminasi variabel x
3 x−5 y=−12× 7 21 x−35 y=−84
7 x−10 y=12 ×3 21 x −30 y =36
−5 y =−120
5 y=120
y=20

Dengan demikian umur Ratna adalah 36 tahun dan


umur Farhan adalah 24 tahun sehingga jumlah umur

14
mereka adalah 60 tahun.

Eliminasi variabel y

3 x−5 y=−12× 26 x−10 y =−24


7 x−10 y=12 ×1 7 x −10 y =12
−x=36
x=36
Eliminasi variabel x
3 x−5 y=−12× 7 21 x−35 y=−84
7 x−10 y=12 ×3 21 x −30 y =36
−5 y =−120
5 y=120
y=24

Dengan demikian umur Ratna adalah 36 tahun dan


umur Farhan adalah 24 tahun sehingga jumlah umur
mereka adalah 60 tahun.

Eliminasi variabel y

3 x−5 y=−12× 26 x−10 y =−24


7 x−10 y=12 ×1 7 x −10 y =12
−x=36
x=36
Eliminasi variabel x
3 x−5 y=−12× 7 21 x−35 y=−84
7 x−10 y=12 ×3 21 x −30 y =36
−5 y =−100
5 y=100
y=20

Dengan demikian umur Ratna adalah 36 tahun dan


umur Farhan adalah 20 tahun sehingga jumlah umur
mereka adalah 56 tahun.

15
Eliminasi variabel y

7 x−10 y=−12× 27 x−10 y =−12


3 x−5 y=12 ×1 6 x +10 y=24
x=12

Eliminasi variabel x
7 x−10 y=−12× 7 21 x−35 y =−12
3 x−5 y=12 ×3 21 x−30 y =24
−4 y=−24
y=6

Dengan demikian umur Ratna adalah 36 tahun dan


umur Farhan adalah 24 tahun sehingga jumlah umur
mereka adalah 60 tahun.

Memeriksa
Periksa kembali:
kembali hasil
yang didapatkan Substitusi nilai x=36 dan y=24 ke salah satu
perbandingan

misalkan persamaan (1)

3 x−5 y=−12
3 ( 36 )−5 ( 24 )=−12
108−120=−12
−12=−¿ 12 (Benar)

Dengan demikian benar umur Ratna adalah 36 tahun


dan umur Farhan adalah 24 tahun sehingga jumlah
umur mereka adalah 60 tahun

Periksa kembali:

Substitusi nilai x=36 dan y=24 ke salah satu


perbandingan

misalkan persamaan (1)

16
3 x−5 y=−12
3 ( 36 )−5 ( 24 )=−12
108−120=−12
−12=−¿ 12 (salah)

17
BAB III

KESIMPULAN

1. Masalah matematika adalah suatu pertanyaan yang menantang untuk


diselesaikan atau dijawab dengan prosedur penyelesaiannya tidak dapat
dilakukan secara rutin.
2. Pemecahan masalah adalah satu usaha mencari jalan keluar dari dari suatu
permasalahan melalui tindakan, tahap demi tahap secara sistematis.
3. Kemampuan pemecahan masalah adalah kemampuan atau potensi yang dimilili
seseorang dalam menyelesaikan masalah secara cermat, logis, kritis, dan
kreatif serta mengaplikannya dalam kehidupan sehari-hari sampai masalah itu
tidak lagi menjadi masalah baginya.

4. Strategi pemecahan masalah meliputi, mempermudah atau menyederhanakan,


mencoba-coba, membuat diagram, mencobakan pada soal yang lebih
sederhana, membuat tabel, menemukan pola, memecah tujuan,
memperhitungkan setiap kemungkinan, berfikir logis, bergerak dari belakang,
mengabaikan hal yang tidak mungkin.
5. Tahapan pemecahan masalah meliputi, memahami masalah, merencanakan cara
penyelesaian, melaksanakan rencana, melaksanakan penyelesaian masalah
sesuai rencana dan melihat kembali penyelesaian atau memeriksa kemmbali.
6. Karakteristik soal pemecahan masalah meliputi: real world problem, open
ended, soal non rutin.
7. Indikator soal pemecahan masalah meliputi: (a) memahami masalah dengan
cara mengidentifikasi unsur-unsur yang diketahui, ditanya, dan kecukupan
unsur yang diperlukan, (b) menyususn rencana pemecahan masalah, (c)
melaksanakan rencana pemecahan masalah, (d) memeriksa kembali hasil yang
didapatkan.

18
DAFTAR PUSTAKA

Depdiknas. 2006. Standar Isi Mata Pelajaran Matematika SMP/MTs. Jakarta: Depdiknas.

Gunantara, dkk. 2014. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk
Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas V SD
Negeri 2 Sepang. Jurnal Mimbar PGSD Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan
PGSD, 2 (1).

Hudoyo, H. 2002. Mengajar Belajar Matematika. Jakarta: Dirjen Dikti Depdikbud.

Munandar, U. (1996). Kreativitas & Keberbakatan Strategi Mewujudkan Potensi Kreatif &
Bakat.Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

National Council of Teachers of Mathematics (NCTM). 2000. Principles and Standards for
school Mathematics, Restron, VA: NCTM.

Polya, George. 1973. How to Solve It: A New Aspect of Mathematical Method (Second ed.).
Princeton , N.J.: Princeton Science Library Printing.

Ruseffendi, HET. 2006. Pengantar Kepada Membantu Guru Mengembangkan


Kompetensinya dalam Pengajaran Matematika untuk Meningkatkan CBSA. Bandung:
Tarsito.

Suherman, Erman. 2003. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung:


Universitas Pendidikan Indonesia.

Sumarmo, Utari. 2013. Berpikir dan Disposisi Matematik serta Pembelajaran. Bandung:
Universitas Pendidikan Indonesia.

Wena, Made. 2011. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer. Jakarta : Bumi Akasara.

19

Anda mungkin juga menyukai