Anda di halaman 1dari 78

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penciptaan

Indonesia memiliki keberagaman tumbuhan bunga, diantaranya ada yang

tumbuh liar seperti di hutan dan ada pula yang ditanam di pekarangan rumah,

penghias tepi jalan, taman dan sebagainya. Bunga merupakan tumbuhan yang

dapat memberikan suatu ketenangan bagi seseorang yang mengaguminya. pada

umumnya banyak digemari atau disukai terutama bagi kaum perempuan. Bunga

(flos) merupakan salah satu organ tubuh tumbuhan yang berfungsi sebagai alat

perkembangbiakkan secara generatif yang memiliki bentuk dan susunan yang

berbeda-beda menurut jenisnya, tetapi bagi tumbuhan yang berbiji, alat tersebut

lazimnya merupakan bagian tumbuhan yang kita kenal sebagai bunga.

Bunga memiliki bagian-bagian yaitu tangkai bunga, dasar bunga, hiasan

bunga yang terdiri dari kelopak dan mahkota bunga, alat kelamin jantan dan betina

yang merupakan putik dan benang sari. Bunga dapat tergolong menjadi bunga

lengkap dan bunga tidak lengkap, bunga dikatakan lengkap apabila memiliki

semua bagian-bagian bunga. Contohnya bunga mawar, bunga strawberry, bunga

kopi, bunga tulib, bunga anggrek, bunga kembang sepatu, bunga matahari, dan

bunga kertas, sedangkan bunga tidak lengkap memiliki salah satu dari bagian

bunga. Contohnya bunga salak, bunga vanili, bunga papaya, bunga sawit, bunga

pakis haji, bunga melinjo, dan bunga kelapa. Bunga berfungsi sebagai tempat

1
berlangsungnya penyerbukan dan pembuahan yang akhirnya dapat menghasilkan

alat-alat perkembangbiakan.

Berbagai macam bunga di atas, menginspirasikan pengkarya tentang salah

satu bunga yaitu bunga mawar, karena bagi pengkarya bunga mawar memberikan

kelembutan dan kedamaian yang diberikan oleh alam melalui harumnya bunga

mawar, indahnya yang memikat hati untuk selalu memandangnya hingga

menggugah hati untuk segera memvisualkan pada kanvas melalui tangan dan hati

yang semangat untuk menuangkan ke kanvas. Ketertarikan ini hanya

menggungkapkan rasa suka yang ada di dalam hati terhadap bunga mawar

tersebut. bunga dikatakan indah karena bisa dijadikan mempercantik ruangan dan

halaman rumah, ruangan yang biasa saja akan terlihat indah karena adanya bunga.

Selain itu bunga bisa dijadikan sebagai media, mengibaratkan penyampaian pesan

perasaan seseorang, seperti perasaan laki-laki terhadap wanita. Sehingga seseorang

yang menerima merasakan keindahan, karena dibalik bunga ada maksud yang

disampaikan. Bunga yang sering digunakan untuk menyampaikan ucapan adalah

bunga mawar. Berbagai penjelasan yang demikian menjadi menarik untuk

dijadikan tema dalam penciptaan lukisan.

Keindahan aneka mawar, Sappho seorang penyair Romawi menjelaskan

bunga mawar sebagai “ Ratu dari segala bunga” karena mawar dianggap sebagai

lambang kesucian dan keimanan. Shakespaere seorang pujangga Inggris memuja

mawar yang dianggap melambangkankan keperkasaan. Kuntuman mawar dengan

2
daun dan tangkai batangnya yang berduri melambangkan kegagahan yang

menyatu dengan keindahan dan keharuman.

3
B. Rumusan Penciptaan

Berdasarkan uraian yang diungkapkan dalam latar belakang, maka dapat

dirumuskan ide penciptaan yaitu:

1. Bagaimana menciptakan karya seni lukis melalui objek bunga mawar sebagai

objek penciptaan.

2. Bagaimana keindahan bunga mawar divisualkan secara khusus dalam karya

seni lukis realis.

C. Tujuan Penciptaan

1. Sebagai syarat meraih gelar strata satu (S-1) di jurusan Seni Murni FSRD di ISI

Padangpanjang.

2. Menciptakan karya lukis dengan objek bunga mawar.

3. Mengasah keterampilan dalam teknik

D. Manfaat Penciptaan

1. Meningkatkan kemampuan kreativitas dalam menciptakan karya seni.

2. Melengkapi kebutuhan akan seni lukis dalam masyarakat, maupun pada

kalangan akademik, sebagai referensi atau acuan dalam karya selanjutnya.

3. Dapat menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat, mahasiswa, dan penikmat

seni.

4. Melahirkan berbagai kreativitas yang mampu menunjang ekonomi bagi

masyarakat.

4
BAB II

KONSEP PENCIPTAAN

A. Ide Penciptaan

a. Bentuk Karya

Semua karya seni memiliki form atau bentuk, bentuk itu bisa

representasional, abstrak, maupun simbolik (M.Dwi Marianto, 2006:74),

bentuk karya yang diciptakan adalah bentuk representasional, seperti yang

dikemukakan Mikke Susanto, (1990:4) bahwa:

“Representasional art atau seni representasional, dalam seni visual

berarti seni yang memiliki gambaran objek minimal mendekati figur yang

sama dengan relitas (figuratif) atau dalam pengertian merepresentasikan

realitas”.

Dari pernyataan di atas, bentuk karya yang divisualkan dengan

merepresentasikan keindahan aneka mawar ke dalam bentuk karya seni

lukis. Karya seni yang dihadirkan dalam bentuk visualisasi yang berbeda-

beda, sesuai dengan ide tentang bunga mawar. Visualisasi tema yang akan

dihadirkan dalam bentuk aliran realis dengan pewarnaan yang cenderung

mendekati bentuk objek aslinya. Mempunyai ciri khas dengan

penggambaran secara representasional dalam bentuk seni lukis.

5
b. Gagasan isi/ makna

Terciptanya sebuah tema dalam bentuk karya seni lukis tidak terlepas

ketika melihat dan mengamati bentuk bunga mawar yang ada di

pekarangan rumah pengkarya.

Setelah melihat dan mengamati objek bunga mawar maka timbul rasa

ingin memvisualkan keindahan objek bunga mawar pada kanvas, dengan

mengamati mawar dengan seksama, sehingga melahirkan berbagai

imajinasi yang menakjubkan. Berbagai imajinasi yang demikian menjadi

menarik untuk dijadikan tema dalam penciptaan lukisan.

c. Strategi visual

Hal yang juga perlu dilakukan dalam proses perwujudan karya adalah

merencanakan dengan cermat mengenai bagaimana unsur dan prinsip rupa

guna membangun dinamika dan suasana yang mengacu pada perasaan.

Strategi visual tersebut adalah sebagai berikut:

a. Unsur rupa

1. Garis

Garis merupakan titik yang dihubungkan atau titik yang

ditarik. Pada dunia seni rupa kehadiran garis bukan saja sebagai garis,

tetapi sebagai simbol emosi yang diungkapkan lewat garis, atau lebih

tepatnya disebut goresan. Pada karya yang diciptakan dominan

6
memunculkan garis-garis lengkung untuk memberikan kesan luwes

dan lembut untuk mewakili perasaan semangat. Pada sebagian besar

garapan karya, garis yang digunakan lebih pada tekanan-tekanan dan

makna agar tervisual dengan baik, agar tercapai hasil yang diinginkan.

2. Bidang

Bidang menurut (Mikke Susanto 2011: 55) adalah area yang

dibatasi oleh garis, baik formal maupun ekspresif. Bidang yang

digunakan dalam visualisasi karya tidak mengalami perubahan dalam

penampilan, melainkan bentuk realitas sesuai dengan objek bunga

mawar.

3. Ruang

Ruang adalah kumpulan beberapa bidang, kumpulan dimensi

yang terdiri dari panjang, lebar dan tinggi, yang dibuat dengan

pengelolaan bidang dan garis, dibantu oleh warna (sebagai unsure

penunjang) yang mampu menciptakan terang dan gelap yang meliputi

perspektif dan kontras (A.A.M. Djelantik, 1999: 21). Penyusunan

ruang yang digunakan adalah berupa ruang semu, artinya indra

penglihatan menangkap bentuk dan ruang sebagai gambaran

sesungguhnya yang tampak pada bidang dua dimensi.

7
4. Warna

Value adalah warna-warna yang memberi kesan gelap terang

atau gejala warna dalam perbandingan hitam dan putih dalam

visualisasi lukisan (Dharsono, 2004: 58). Warna yang digunakan

dalam karya adalah warna-warna yang dapat merefleksikan rasa

terharu dan semangat. Warna yang dipakai adalah warna panas dan

warna dingin, warna panas seperti merah, kuning, dan jingga. Warna

dingin seperti, hijau, biru dan ungu.

5. Tekstur

Mikke Susanto (2002: 20) menjelaskan, tekstur adalah nilai

raba atau kualitas permukaan yang dapat dimunculkan dengan

memanfaatkan kanvas, cat atau bahan-bahan seperti pasir, semen dan

lain sebagainya. Tekstur adalah unsur rupa yang menunjukan rasa

permukaan bahan yang sengaja dibuat dan dihadirkan dalam susunan

untuk mencapai bentuk rupa, sebagai usaha untuk memberikan rasa

tertentu pada permukaan bidang karya seni rupa secara nyata atau

semu, tetapi pada karya ini tidak menggunakan tekstur nyata.

6. Gelap dan terang (cahaya)

Adapun teknik gelap terang yang digunakan adalah teknik

chiaroscuro atau disebut juga peralihan bertahap (gradasi). Prinsip

8
gelap terang juga digunakan, seperti pada karya yang objeknya terang

maka gelap terang pada latar belakang, begitu juga sebaliknya. Apabila

cahaya datang dari sebelah kanan maka gelapnya sebelah kiri, begitu

sebaliknya.

b. Prinsip rupa

Menurut Dharsono (2004:36), dalam prinsip penyusunan elemen-

elemen rupa, menjadi bentuk karya seni dibutuhkan pengaturan atau

disebut juga komposisi dari bentuk-bentuk menjadi suatu susunan yang

baik.

1. Kesatuan

Kesatuan menurut Mikke Susanto (2011: 110) adalah kesatuan

yang diciptakan lewat dominasi dan subordinasi (yang utama dan yang

kurang utama) dan koheren dalam komposisi karya seni. Kesatuan

merupakan efek yang dicapai dalam suatu susunan atau komposisi

diantara hubungan unsur-unsur pendukung karya. Kesatuan yang

terdapat dalam karya ini adalah menyatukan unsur-unsur estetik itu

sendiri. Kesatuan itu mempunyai tiga segi yakni, kesatuan dalam

keanekaragaman, kesatuan dalam tujuan, dan kesatuan dalam

perpaduan.

9
2. Keselarasan

Mikke Susanto (2002: 49) keselarasan adalah tatanan ragawi

yang merupakan produk transformasi atau pemberdayaan ide-ide dan

potensi-potensi bahan dan teknik tertentu dengan berpedoman pada

aturan-aturan yang ideal. Bentuk keselarasan yang digunakan adalah

pada panduan antara unsur-unsur rupa yang dibuat dengan teknik

tertentu, sehingga memperkuat bentuk keindahan yang dilihat dan

dirasakan, seperti keteraturan tatanan objek yang dihadirkan seperti

objek bunga mawar dengan bermacam warna, bentuk, daun, tangkai.

Diantara bagian-bagian objek tersebut disusun dengan seimbang

menjadi satu kesatuan yang padu dan utuh, masing-masing saling

mengisi, sehingga mencapai keseimbangan yang memperkuat objek

lukisan tersebut.

3. Repetisi (irama)

Menurut Mikke Susanto (2011: 98) adalah pengulangan yang

diatur dari sebuah elemen dalam unsur-unsur karya seni dan dapat

berupa pengulangan-pengulangan bentuk atau pola yang sama tetapi

dengan ukuran yang bervariasi. Repetisi/ pengulangan dalam karya

seni yang dibuat bisa terdapat pada beberapa bagian seperti bunga,

daun, dan latar belakang.

10
c. Konsep pengolahan bentuk

Konsep bentuk yang digunakan yaitu memvisualkan bentuk karya

representasional dengan objek bunga ke dalam karya seni lukis.

“Representasional art atau seni representasional, dalam seni visual

berarti seni yang memiliki gambaran objek minimal mendekati figur yang

sama dengan relitas (figuratif).

B. Kajian Sumber Penciptaan

Kajian sumber penciptaan karya seni lukis dan saya akan mencoba

mengenali lebih dalam lagi tentang tumbuhan bunga mawar/ rose rogusa

diantaranya :

1. Bunga Mawar

Bunga atau kembang (dalam bahasa latin : flos) adalah alat reproduksi

seksual pada tumbuhan bunga (division Magnoliophyta atau Angiospermae,

“tumbuhan berbiji tertutup”). Pada bunga terdapat organ reproduksi, yaitu

benang sari dan putik.

Bunga dapat muncul secara penggal maupun bersama-sama dalam

suatu rangkaian. Bunga yang muncul secara bersama-sama disebut sebagai

bunga majemuk dan inflorescence. Pada beberapa spesies, bunga majemuk

dapat dianggap awam sebagai bunga (tunggal), misalnya pada Anthurium

11
dan bunga matahari. Satuan bunga yang menyusun bunga majemuk disebut

floret.

Secara botani, bunga adalah bagian tanaman untuk menghasilkan biji.

Penyerbukan dan pembuahan berlangsung pada bunga. Setelah pembuahan,

bunga akan berkembang lebih lanjut membentuk buah. Pada tumbuhan

berbunga, buah adalah sruktur yang membawa dan melindungi biji. secara

fungsi biologis bunga adalah organ seksual, sebagai wadah menyatukannya

gamet jantan (mirospora) untuk menghasilkan biji. Bahwa bunga adalah

analog dengan organ seksual pada hewan baru disadari secara ilmiah pada

abad ke-17 di Eropa.

Beberapa bunga memiliki warna yang cerah berfungsi sebagai pemikat

hewan dan membantu penyerbukan. Beberapa bunga yang lain menghasilkan

panas atau aroma yang khas, juga bertujuan memikat hewan untuk

membantu penyerbukan. Bunga juga dapat dianggap sebagai organ untuk

bertahan pada kondisi kurang menguntungkan bagi pertumbuhan. Sejumlah

tumbuhan akan segera membentuk bunga, apabila mengalami kekurangan air

atau suhu rendah. Contohnya yang paling dikenal adalah bunga kertas

Bougainvillea. Bunga mengurangi metabolisme dan apabila tumbuhan mati,

biji diharapkan telah terbentuk sebagai usaha sintasan (survival). Manusia

sejak lama terpikat oleh bunga, khususnya yang berwarna-warni sehingga

memiliki arti kultural. Bunga menjadi salah satu penentu nilai suatu

tumbuhan sebagai tanaman hias.

12
Bunga adalah daun dan batang disekitarnya termodifikasi, ini

disebabkan oleh sejumlah enzim yang dirangsang oleh sejumlah fitohormon

tertentu. Pembentukan bunga dengan ketat dikendalikan secara genetik dan

pada banyak jenis induksi oleh perubahan lingkungan tertentu, seperti suhu

rendah, lama pencahayaan dan ketersediaan air (lihat pada bagian

pembentukan bunga). Bunga hampir selalu berbentuk simetris, yang sering

digunakan sebagai penciri suatu takson. Ada dua bentuk bunga berdasarkan

simetri bentuknya: aktinomorf (berbentuk batang, simetri radial) dan

zigomorf (simetri cermin).

Pembentukan dan perkembangan bunga adalah terbentuknya bunga

sejak lama menjadi perhatian orang, karena banyak nilai ekonomi tanaman

budidaya bergantung pada pembentukan bunga. Bunga tidak akan terbentuk

sebelum jaringan tempatnya akan muncul setelah mencapai tahap

kematangan, (maturity) tetapi belum terlalu tua (senile). Pada tumbuhan

berbentuk pohon, jaringan yang baru terbentuk atau masih berkembang

(juvenile) akan sangat sulit membentuk bunga. Jaringan yang mencapai

tahap kematangan seringkali ditandai dengan nisbah karbon- nitrogen

(nisbah c-n) yang tinggi. Kandungan karbon tinggi telah banyak metabolit

tertimbun dalam bentuk polisakarida dalam jaringan tersebut. Pembentukan

bunga memerlukan energi yang besar.

Nisbah c-n yang tinggi biasa cukup sebagai pendorong terbentuknya

bunga. Namun, banyak ditemukan jenis-jenis tumbuhan yang memerlukan

13
pemicu agar bunga muncul. Pemicu ini dapat berupa suhu rendah selama

beberapa waktu (vernalisasi), panjang (durasi) penyiaran (fotoperiodisme),

dan kekurangan air (kekeringan). Gandum roti tipe winter (musim dingin,

karena ditanam menjelang musim dingin) tidak akan berbunga jika tidak

mengalami musim dingin, dalam tahap pertumbuhan dan perkembangannya.

Anggrek merpati memunculkan bunga apabila mengalami malam yang

dingin. Berbagai kultivar yaitu bersifat fotoperiodik sehingga waktu tanam

sangat vital dalam menentukan hasil panen. Tanaman kopi dikenal

memerlukan periode kering sekitar dua bulan dan diikuti oleh hujan

secukupnya untuk memicu terbentuknya bunga. Masa mawar dimulai saat

dimunculkannya kultivar mawar pada tahun 1867. Mawar La France ini

hasil karya Jean-Babtiste Guillot, seorang rosieriste (Ahli mawar dalam

pemuliaan mawar) asal Lyon, France. La France ini merupakan persilangan

antara rose Madame , viktor, verdier, dan Rose madam Bravy atau rose

Madam Falcot, dibawah ini tedapat beberapa gambar tanaman bunga mawar

hasil kultivar atau persilangan dengan sebagai berikut :

14
Gambar 1
Dua jenis tanaman mawar hasil kultivar
Kajian sumber yang diambil dari gambar di atas ialah tentang bunga mawar hasil
Sumber: (http://www.lihat.co.id/foto/gambar-bunga-mawar.html)
(di akses pada tanggal 16/ 02/2018, jam 09.00 Pm)

Gambar 2
Mawar kuning
Kajian sumber yang diambil dari gambar di atas ialah tentang bunga mawar
Sumber: (http://daubuah.com/wp-content/uploads/2014/08/gambar-bunga-mawar-kuning.jpg)
(di akses pada tanggal 16/ 02/2018, jam 09.00 Pm)

15
Gambar 3
Mawar ungu
Kajian sumber yang diambil dari gambar di atas ialah tentang bunga mawar
Foto: (Emilia, tanggal 12/ 02/ 2018, jam 09.24 Pm)

Gambar 4
Tempat budidaya bunga Mawar
Kajian sumber yang diambil dari gambar di atas ialah tentang bunga mawar
Foto: (Emilia, tanggal 9/ 02/ 2018, jam 14.03 Am)

16
2. Seni Lukis

Menurut Drs. Sudarmaji seni merupakan segala manifestasi batin dan

pengalaman estetis dengan menggunakan media bidang, garis, warna,

tekstur, volume dan gelap terang. Seni lukis adalah suatu bentuk

penyampaian pengalaman estetika manusia yang disampaikan melalui

bidang dua dimensional dengan menggunakan garis dan warna. Konsep

adalah hal yang menjadi pembatas berpikir kreatif seniman dengan penikmat

dalam melihat dan mengapresiasikan karya seni. Pengertian ide yaitu pokok

isi yang dibicarakan oleh perupa melalui karya-karyanya, ide atau pokok isi

merupakan sesuatu yang hendak di ketengahkan (Mikke Susanto, 2011 : 87).

Sedangkan pengertian lukis dijelaskan Dharsono Soni Kartika (2004:36)

bahwa seni lukis dapat dikatakan sebagai suatu ungkapan pengalaman estetik

seseorang yang dituangkan dalam bidang dua dimensi dengan menggunakan

medium rupa yaitu garis, warna, tekstur dan lain sebagainya. Medium rupa

dapat dijangkau melalui berbagai macam jenis material seperti tinta, cat dan

bahan lainnya serta berbagai aplikasi yang memberikan kemungkinan untuk

mewujudkan medium rupa.

17
Dalam proses pembuatan karya ini, pengkarya melukis memakai

media kanvas disamping mudah didapat dan dinikmati, juga sudah menjadi

kebiasaan dalam proses sebelumnya, sedangkan gaya yang diterapkan

cenderung kearah realis dengan pengembangannya dan memakai teknik

semu.

3. Realisme

Menurut Aristoteles tokoh realisme (384-332 SM) mengatakan pada

dasarnya aliran ini berpandangan bahwa hakekat realitas adalah fisik dan

roh, jadi realitas adalah dualistik. Ada tiga golongan dalam realisme yaitu

realisme humanistik, realisme sosial, realism bersifat ilmiah. Realisme

merupakan aliran seni lukis, aliran ini memvisualkan objek ke dalam bentuk

lukisan seperti apa yang dilihat, berusaha agar lukisan seperti nyata sesuai

objek aslinnya, yang dimaksud Aliran realisme ialah sesuatu objek yang

diambil dari alam nyata ataupun di lingkungan kita berada.

C. Keaslian Karya/ Orisinalitas

Orisinalitas adalah sifat sebuah karya yang otentik, serba baru menurut

bentuk, konsep maupun temanya, sehingga ada perbedaan dari karya-karya

tradisional, klasik atau karya-karya lain yang telah dikenal, artinya karya

tersebut bukan jiplakan atau tiruan, orisinalitas dianggap sebagai syarat agar

18
sesuatu pantas dianggap sebagai karya seni. Orisinalitas juga merupakan

hakikat seni Modern, dimana karya seni yang menarik dan bagus adalah yang

mengandung orisinalitas, kreatif, dan kebaruan. (Mikke Susanto, 2011: 284)

Ide penciptaan dalam karya lukis bunga mawar pengkarya nanti yaitu

kecenderungan dalam bentuk gaya seni lukis realis, metode yang akan

menekankan akurasi, menurut kenyataan yang berdasarkan observasi sang

pengkarya atau berdasarkan objek yang ada (Mikke Susanto, 2011: 329)

Karya seni yang diciptakan juga memiliki kekhususan atau ciri

tersendiri dari seniman yang membuatnya objek yang digunakan bisa jadi

sama, namun karena terdapat perbedaan pandangan, pendapat, pengalaman,

penghayatan dan teknik dalam membuat suatu karya seni, maka akan

menghasilkan karya yang berbeda (Wardani, 2013).

Orisinal karya yang akan diciptakan, dengan melakukan pengamatan

di lapangan dan studi pustaka sehingga bentuk, warna, goresan dan konsep

berbeda dengan karya yang lain. Ada beberapa karya pembanding di bawah

ini diantaranya sebagai berikut:

19
Gambar 5
Pengkarya: Emilia Saputri
Judul: Ratu bunga
Media : Akrilik on canvas
Ukuran: 140 cm x 180 cm
Foto: (Emilia, 2018)

Karya yang berjudul peach yang berukuran 140 x 180 cm di atas

menghadirkan keindahan bunga mawar dengan menggunakan bunga berwarna

orange kekuningan, dan daun berwarna hijau kekuningan, serta background

berwarna tosca, dengan menggunakan cat akrilik.

20
Gambar 6
Pengkarya: Pierre-Auguste Renoir
Judul: Bunga Mawar
Media : oil on canvas
Ukuran: 70 cm x 100 cm
Sumber: (http://i1.wp.com/virusbiru.com/handsome/wp-content/uploads/2016)

Karya lukisan Pierre-Auguste Renoir yang berjudul bunga mawar

menghadirkan beberapa tumpukan bunga mawar di dalam pot berwarna biru

gelap dengan bunga berwarna merah, pink, kuning, orange dan putih, di

identik memakai warna tua atau warna klasik, dengan menggunakan cat

minyak. Background terlihat berwarna cream bercampur warna coklat.

Kesamaan karya yang dibuat dengan karya ini adalah sama-sama mengangkat

objek bunga mawar serta pemakaian teknik semu dengan menggunakan

21
sapuan kuas, dan perbedaannya dapat dilihat dari segi konsep dan bahan,

bahan yang dipakai yaitu berupa cat akrilik.

Gambar 7
Pengkarya: Lee Man Fong
Judul: Bunga Mawar Putih
Media : Oil on canvas
Ukuran: 65 cm x 50 cm
Sumber: (http://gspot.co.id/2016/lukisan-modern-dan-maestro)

Karya lukisan Lee Man Fong yang berjudul mawar putih dengan

ukuran 65 x 50 cm, tersebut menghadirkan beberapa tangkai bunga mawar

berwarna putih di dalam pot yang berada di atas meja berwarna abu-abu

22
kebiruan sedikit kecoklatan dan di bawahnya agak gelap coklat kehitaman

sedikit warna cream sebagai gelap terangnya, dan di samping kiri pada karya,

terlihat guci kecil dengan warna tosca. Bahan yang digunakan Lee Man Fong

ialah dengan menggunakan cat minyak. Perbedaan karya yang dibuat ialah

dari segi warna, warna yang akan dipakai lebih cenderung kepada warna

panas dan warna dingin supaya sesuai dengan rasa yang disampaikan, Lee

Man Fong memakai teknik pisau palet sedangkan pengkarya memakai

goresan sapuan kuas.

Gambar 8
Pengkarya: Heno Airlangga
Judul: Hadir Dengan Keindahan
Media : Acrylic on canvas
Ukuran: 68 cm x 97 cm
Sumber: (http://gspot.co.id/2016/lukisan-modern-dan-kontemporer)

Karya diatas juga yang berjudul “hadir dengan keindahan” dengan

ukuran 68 x 97 cm, media akrilik pada kanvas. Pada lukisan ini terlihat lima

buah bunga mawar yang lagi mekar dengan warna pink, dan terlihat juga

23
beberapa bunga yang belum mekar. Dan daun berwarna hijau muda, hijau

tua, biru dan abu-abu dalam bentuk goresan ekspresi, sedangkan latar

belakang pada lukisan tersebut dengan memakai warna ungu kemerahan dan

hitam. Objek yang akan dihadirkan dan kesamaan yang dibuat yaitu dari segi

pemakaian teknik semu dengan menggunakan sapuan kuas. sedangkan

perbedaannya lukisan Heno Airlangga dengan pengkarya terlihat dari segi

teknik dalam penggarapannya, Airlangga menggunakan ekspresi sedangkan

pengkarya menggunakan teknik semu dan menirukan sesuai bentuk objek

aslinya dengan unsur realis. Dari karya pembanding di atas dapat disimpulkan

persamaan dengan karya yng akan pengkarya buat adalah dari segi objek,

yaitu sama-sama mengangkat objek bunga mawar. Perbedaannya dapat dilihat

dari segi konsep, bahan, warna serta teknik penggarapannya.

24
BAB III

PROSES PENCIPTAAN

A. Metode Penciptaan

Metode atau langkah-langkah yang dilakukan dalam penciptaan karya ini,

diantaranya eksplorasi, perancangan dan perwujudan. Sehubungan hal tersebut

Gustami (2007: 329) menjelaskan bahwa:

Dalam proses melahirkan sebuah karya secara metodologis melalui tiga


tahapan utama, yaitu (1) Eksplorasi, yang meliputi langkah pengembaraan
jiwa, dan penjelajahan dalam menggali sumber ide. Dari kegiatan ini akan
ditemukan tema dan berbagai persoalan. Langkah kedua adalah menggali
landasan teori, sumber dan referensi serta acuan visual untuk memperoleh
konsep pemecahan masalah. (2) Perancangan, yang terdiri dari kegiatan
menuangkan ide dari hasil analisis yang telah dilakukan kedalam bentuk
dua dimensional atau desain. Hasil perancangan tersebut selanjutnya
diwujudkan dalam bentuk karya, dan (3) Perwujudan, yang merupakan
perwujudan menjadi karya. Dari semua tahapan dan langkah-langkah yang
telah dilakukan perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui secara
menyeluruh terhadap kesesuaian antara gagasan dengan karya yang
diciptakan.

a. Persiapan

Setelah melakukan berbagai pengamatan dan penggalian

informasi dari berbagai sumber dalam proses penciptaan karya seni

bunga mawar sebagai objek penciptaan karya seni lukis. Dalam tahap

ini pengkarya mengumpulkan data berdasarkan pengamatan langsung

25
maupun mengambil dari media seperti buku bunga mawar dan sosial

media yaitu internet tentang bunga mawar.

b. Elaborasi

Dalam tahap elaborasi ini, pengkarya melakukan

pengembangan terhadap objek bunga mawar sebagai penciptaan karya

seni lukis, melalui informasi dan data-data yang telah pengkarya

kumpulkan, dengan menganalisis data-data dan informasi yang telah

pengkarya kumpulkan tentang objek bunga mawar berdasarkan

pengamatan langsung maupun secara tidak langsung, serta melalui

berbagai sumber lainnya yang memberikan informasi mengenai ide

yang pengkarya angkat dalam penciptaan karya seni lukis ini. Ide-ide

dalam penciptaan karya seni akan diungkapkan berdasarkan data serta

berbagai informasi yang telah pengkarya dapatkan, agar terwujudnya

suatu karya seni yang utuh berdasarkan objek bunga mawar sebagai

ide penciptaan karya seni lukis, dimana akan ditampilkan hal-hal yang

menjadi ketertarikan bagi pengkarya dalam mengangkat bunga mawar

sebagai ide penciptaan karya seni lukis.

Setelah dilakukan pengamatan dan pengumpulan data

terhadap objek kemudian akan dilanjutkan pada proses pencitaan

karya seni, berdasarkan sumber dan karya-karya yang sudah ada

26
sebelumnya. pemindahan ide ke bidang dua dimensi hingga menjadi

sebuah karya seni lukis yang memiliki unsur kebaharuan.

c. Perancangan

Pada tahap ini melakukan penuangan ide dalam bentuk sketsa

sebelum melangkah ke tahap pembentukan. Selanjutnya

mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam proses

penciptaan. Alat yang akan digunakan nantinya adalah kuas, palet,

pisau palet, stapler gun, gergaji, siku-siku, meteran dan palu

sedangkan bahan yang akan digunakan yaitu, kanvas, kayu/ spanram,

cat akrilik, cat dasar, clear dan paku.

d. Sintesis

Tahap ini merupakan penyatuan berbagai unsur atau elemen

pembentuk suatu karya, yang berupa garis, warna, bentuk, bidang dan

tekstur. Dengan melewati proses percobaan-percobaan banyak didapat

inspirasi dan pemahaman, baik itu menyangkut sifat-sifat material,

teknik, maupun pemahaman terhadap objek bunga mawar.

Pemahaman-pemahaman tersebut akan mempermudah untuk

memvisualkan ide dan gagasan ke dalam bidang kanvas sehingga

terbentuk sebuah karya seni lukis. Setiap seniman atau pelukis

27
mempunyai pengalaman atau pengetahuan yang berbeda-beda antara

satu dengan yang lainnya.

Dalam penuangan ide ke atas kanvas tentu setiap seniman

mempunyai cara maupun teknik tersendiri sesuai dengan kemampuan

dan pengalamannya. Proses pembentukan dimulai dari pemindahan

sketsa dari kertas ke kanvas, setelah sketsa selesai dipindahkan

selanjutnya dilakukan pemblokan warna, dan setelah itu dilakukan

penaikan warna, serta unsur rupa lainnya dengan menggunakan teknik

semu.

e. Penyelesaian dalam bentuk akhir karya seni lukis

Setelah proses dari semua tahap penggarapan selesai, maka

dalam tahap ini dilanjutkan dengan tahap finising yaitu mengclear

lukisan tersebut supaya kelihatannya lebih hidup, penyelesaian akhir

yaitu karya telah diwujudkan dan sudah siap untuk disajikan.

B. Proses Penciptaan

Menciptakan sebuah karya seni merupakan perasaan yang diciptakan oleh

seniman berbentuk karya seni, perasaan tersebut terkadang berdasarkan realita

yang terjadi. Realita tersebutlah yang mendorong seniman menciptakan karya,

berikut adalah gambar acuan dan sketsa dalam proses penciptaan karya seni

lukis ini.

28
1. Gambar Acuan

Gambar 9
Tempat budidaya bunga Mawar
Kajian sumber yang diambil dari gambar di atas digunakan untuk hal-hal menarik pada objek
Foto: (Emilia, tanggal 9/ 02/ 2018, jam 14.05 Am)

Gambar 10
Tempat budidaya bunga Mawar
Kajian sumber yang diambil dari gambar di atas digunakan untuk titik fokus
Foto: (Emilia, tanggal 9/ 02/ 2018, jam 14.09 Am)

29
Gambar 11
Tempat budidaya bunga Mawar
Kajian sumber yang diambil dari gambar di atas digunakan untuk mengambil keseimbangan
Foto: (Emilia, tanggal 9/ 02/ 2018, jam 14.013 Am)

Gambar 12
Tempat budidaya bunga Mawar
Kajian sumber yang diambil dari gambar di atas digunakan untuk pengambilan sisi objek yang
dibutuhkan
Foto: (Emilia, tanggal 9/ 02/ 2018, jam 14.017 Am)

30
2. Sketsa Alternatif

Gambar 13
Sketsa Alternatif
Foto: (Emilia, tanggal 17/ 02/ 2018, jam 16.59 Am)

Gambar 14
Sketsa Alternatif
Foto: (Emilia, tanggal 17/ 02/ 2018, jam 16.59 Am)

31
Gambar 15
Sketsa Alternatif
Foto: (Emilia, tanggal 17/ 02/ 2018, jam 16.59 Am)

Gambar 16
Sketsa Alternatif
Foto: (Emilia, tanggal 17/ 02/ 2018, jam 16.59 Am)

32
Gambar 17
Sketsa Alternatif
Foto: (Emilia, tanggal 17/ 02/ 2018, jam 16.59 Am)

Gambar 18
Sketsa Alternatif
Foto: (Emilia, tanggal 17/ 02/ 2018, jam 16.59 Am)

33
Gambar 19
Sketsa Alternatif
Foto: (Emilia, tanggal 17/ 02/ 2018, jam 16.59 Am)

Gambar 20
Sketsa Alternatif
Foto: (Emilia, tanggal 17/ 02/ 2018, jam 16.59 Am)

34
Gambar 21
Sketsa Alternaif
Foto: (Emilia, tanggal 17/ 02/ 2018, jam 16.59 Am)

Gambar 22
Sketsa Alternaif
Foto: (Emilia, tanggal 17/ 02/ 2018, jam 16.59 Am)

35
Gambar 23
Sketsa Alternaif
Foto: (Emilia, tanggal 17/ 02/ 2018, jam 16.59 Am)

Gambar 24
Sketsa Alternaif
Foto: (Emilia, tanggal 17/ 02/ 2018, jam 16.59 Am)

36
Gambar 25
Sketsa Alternaif
Foto: (Emilia, tanggal 17/ 02/ 2018, jam 16.59 Am)

Gambar 26
Sketsa Alternaif
Foto: (Emilia, tanggal 17/ 02/ 2018, jam 16.59 Am)

37
Gambar 27
Sketsa Alternaif
Foto: (Emilia, tanggal 17/ 02/ 2018, jam 16.59 Am)

Gambar 28
Sketsa Alternaif
Foto: (Emilia, tanggal 17/ 02/ 2018, jam 16.59 Am)

38
3. Sketsa terpilih

Gambar 29
Sketsa Terpilih 1
Emilia, “ Keindahan 3 bunga mawar “ , 2018

Gambar 30
Sketsa Terpilih 2
Emilia, “ Bercabang “ , 2018

39
Gambar 31
Sketsa Terpilih 3
Emilia, “ Mekar “ , 2018

Gambar 32
Sketsa Terpilih 4
Emilia, “ Mekar menyapa alam “ , 2018

40
Gambar 33
Sketsa Terpilih 5
Emilia, “ Memancarkan keindahan “ , 2018

Gambar 34
Sketsa Terpilih 6
Emilia, “ Mawar love “ , 2018

41
Gambar 35
Sketsa Terpilih 7
Emilia, “ Aura keindahan “ , 2018

Gambar 36
Sketsa Terpilih 8
Emilia, “ Harmoni “ , 2018

42
4. Proses pengerjaan

a. Pembuatan spanram

Dalam proses pembuatan spanram menggunakan kayu yang

berbentuk papan yang berukuran panjang 4 meter, lebar 25 cm dan

tebal 2,5 cm. Kemudian kayu tersebut diketam, dilanjutkan dengan

melakukan pemotongan kayu menjadi dua potongan dengan ukuran

panjang 2 meter dan kayu tersebut dibelah menjadi 6 belahan dengan

ukuran lebar 3 cm.

Setelah itu dilakukan pemotongan siku sesuai dengan ukuran

panjang dan lebar spanram yang diinginkan, setelah selesai penyikuan

kayu tersebut disatukan atau digabungkan dengan memakai paku

setelah jadi spanram siap dipasangkan kain kanvas.

Gambar 37
Proses pembuatan spanram
Foto:(Maisardi, 2018)

43
b. Pemasangan kain kanvas

Pemasangan kain kanvas dilakukan dengan merentangkan kain

kanvas, kemudian spanram diletakkan di atas kanvas untuk diukur.

Setelah melakukan pengukuran sesuai dengan ukuran spanram maka

dilakukan pemotongan kain kanvas tersebut. Kemudian dilanjutkan

dengan memasang kain kanvas ke spanram dengan menggunakan Gun

stapller mulai dari bagian tengah spanram hingga bagian pinggir

spanram.

Gambar 38
Proses pemasangan kain kanvas ke spanram
Foto:(Maisardi, 2018)

44
c. Mendasari kain kanvas

Mendasari kain kanvas dilakukan setelah melakukan

pemasangan kain kanvas ke sapnram, dengan menggunakan cat

tembok ligatex dan nodrop yang berat lima kg dan setelah itu

campurkan ligatex tersebut dengan nodrop agar daya tahan pendasar

tersebut kuat. Dalam pendasaran kanvas menggunakan kuas besar dan

dilakukan sampai 3 kali dasar. Setelah pendasaran pertama dilakukan

pengeringan, setelah kering permukaan kanvas tersebut dilakukan

tahap selanjutnya, dan begitu seterusnya sampai 3 kali pendasaran.

Gambar 39
Proses mendasari kain kanvas
Foto:(Maisardi, 2018)

45
d. Proses penggarapan karya

Proses penggarapan karya dilakukan dengan melakukan

pengamatan kain kanvas tersebut, setelah mengamati kanvas tersebut

dilakukan pemindahan sketsa ke dalam kanvas. Kemudian dilanjutkan

dengan memblok setelah itu baru menaikkan warna yang diinginkan.

Gambar 40
Proses menggarap karya
Foto:(Maisardi, 2018)

46
Gambar 41
Proses menggarap karya
Foto:(Maisardi, 2018)

e. Proses berkarya

Tahap proses berkarya selanjutnya melakukan pengamatan

terhadap karya yang telah diciptakan. Untuk melihat secara

keseluruhan bagian karya jika masih terasa karya tersebut belum

47
sesuai dengan keinginan maka dilakukan perbaikan, sehingga karya

benar-benar memuaskan perasaan.

Gambar 42
Proses menggarap karya
Foto:(Maisardi, 2018)

f. Penyelesaian karya

Setelah proses berkarya selesai dan karya benar-benar siap

maka dilakukan proses tahap akhir dengan mengclear karya tersebut

48
menggunakan clear kappie dengan kuas dan pengclearan dilakukan

dua kali supaya warna tersebut muncul.

C. Teknik, Bahan dan Alat

a. Teknik

Dalam perwujudan karya tugas akhir ini menggunakan teknik plakat.

Teknik ini berasal dari italia yang berarti “mixture atau “thick colour”,

teknik plakat merupakan teknik melukis dengan menggunakan cat yang

tebal, berlapis-lapis, dan tidak rata untuk menonjolkan kesan goresan atau

bekas-bekas sapuan, sehingga menimbulkan tekstur yang kasar atau nyata.

Untuk menggunakan teknik ini dapat menggunakan rol, palet, kuas dan lain

sebagainya (Mikke Susanto 2002: 53).

b. Bahan

Bahan yang digunakan dalam pembuatan karya ini adalah:

1. Kanvas

Kanvas yang dipakai dalam membuat karya adalah kanvas yang

memiliki serat lurus dan mempunyai tekstur yang agak lembut dan

digunakan untuk medium lukisan yang telah didasari dengan cat dasar

akrilik.

49
Gambar 43
Foto: (Emilia, 2018)

2. Kayu / spanram

Spanram adalah gunanya untuk meregangkan kain kanvas,

spanram ini dibuat bervariasi sesuai keinginan kita dalam menyajikan

suatu lukisan tersebut.

Gambar 44
Foto: (Emilia, 2018)

50
3. Cat dasar

Cat dasar adalah digunakan untuk mendasari kain kanvas sehingga

permukaan atau pori-pori kain kanvas tertutupi oleh cat dasar secara

menyeluruh, sampai pori-pori kain kanvas benar-benar tertutupi oleh cat

dasar tersebut, dan dikeringkan.

Gambar 45
Foto: (Emilia, 2018)

3. Cat Akrilik

Merupakan lima cat pokok yaitu merah, kuning , biru, putih, dan

hitam yang dipakai dalam proses penggarapan karya, mulai dari

proses sketsa dasar, pemblokan objek, menaikan warna sampai

terbentuknya objek yang diingin hingga poses penggarapan dinyatakan

selesai.

51
Gambar 46
Foto: (Emilia, 2018)

4. Paku

Digunakan untuk menyatukan kayu spanram supaya spanram

lebih kuat dan kokoh.

Gambar 47
Foto: (Emilia, 2018)

52
c. Alat

Alat yang digunakan adalah:

1. Pensil

Gambar 48
Foto: (Emilia, 2018)

Pensil digunakan untuk membuat desain / sketsa, pensil lebih


mudah dihapus dan bisa menyesuikan warna yang diinginkan.

2. Kuas

Gambar 49
Foto: (Emilia, 2018)

Digunakan untuk mendasari kain kanvas dan proses dalam


pewarnaan karya atau penggarapan karya.

53
3. Palet

Gambar 50
Foto: (Emilia, 2018)

Palet digunakan sebagai tempat pengadukan warna pokok yaitu

warna merah, kuning, biru, putih, dan hitam, hingga memunculkan warna

tersier.

4. Stapler gun

Gambar 51
Foto: (Emilia, 2018)

54
Gun stapler merupakan alat penembak staples yang berfungsi

sebagai penyemat atau penguncian kavas ke spanram, atau digunakan

untuk meregangkan atau mengklip kain kanvas ke spanram.

5. Gunting

Gambar 52
Foto: (Emilia, 2018)

Merupakan alat pemotong benda tipis, yang digunakan untuk


memotong kain kanvas.

6. Gergaji

Gambar 53
Foto: (Emilia, 2018)

55
Gergaji adalah alat yang digunakan untuk memotong kayu spanram

hingga terbentuknya bingkai spanram.

8. Palu

Gambar 54
Foto: (Emilia, 2018)

Digunakan untuk memukul paku dalam proses pembuatan spanram.

56
BAB IV

TINJAUAN KARYA

A. Tinjauan karya 1

1. Foto karya

Gambar 55
“Aura keindahan”
Foto: (Emilia, 2018)

Judul : “Aura keindahan”


Ukuran :100 x 120 cm
Media : akrilik pada kanvas
Tahun : 2018

57
2. Deskripsi karya

Karya lukis ini yang berjudul “Aura keindahan” dengan ukuran 100

x 120 cm, Dalam lukisan ini terlihat objek bunga mawar yang divisualisasikan

dengan satu bunga mawar mekar dan satu putik yang berdiri tegak, serta

dilengkapi dengan daun-daun pada media kanvas dengan memakai warna

merah, putih, orange kuning sedangkan putiknya dengan warna merah

kekuningan dan putih. Seperti yang terlihat, bunga mawar mekar dengan

berdiri tegak seolah-olah memancarkan kecantikannya dengan susunan

kelopak mawar yang begitu cantik sehingga memberi kesan estetis dan

didukung dengan warna yang cerah. Dua tangkai yang berdiri tegak berwarna

hijau tua, coklat, dan putih. Sedangkan daunnya memakai warna hijau, kuning

disempurnakan dengan putih kekuningan memberi kesan cahaya, bentuk daun

dan ukuran yang berbeda.

Karya ini mempunyai latar belakang berbentuk belang dengan warna

peach polos sedangkan warna yang berbentuk bergradasi berwarna biru dan

putih. Garis yang dominan dipakai adalah garis lengkung dan gari lurus yang

digoreskan dengan kuas. Media lukisan ini adalah cat akrilik yang dikerjakan

di atas kanvas cenderung memakai warna cerah dengan tujuan penyeimbang

komposisi dalam mewujudkan keindahan, teknik yang digunakan ialah teknik

semu dengan bentuk karya representasional.

58
3. Analisis karya

Dari visual bunga mawar diatas, membuat pengkarya terkesan serta

memberikan suatu kepuasan jiwa. Kecintaan terhadap bunga mawar ini terasa

membuat suatu pengalaman tersendiri yang mampu membangkitkan rasa

semangat dan mengajarkan tentang arti kesabaran, semangat tumbuh dan

berkembang dengan karakter sendiri itu adalah sesuatu hal yang berharga, jadi

lah diri sendiri dengan tampil diantara makhluk yang bernyawa diatas dunia,

59
B. Tinjauan karya 2

1. Foto karya

Gambar 56
“Mekar menyambut pagi”
Foto: (Emilia, 2018)

Judul : “Mekar menyambut pagi”


Ukuran : 90 x 130 cm
Media : akrilik pada kanvas
Tahun : 2018

60
2. Deskripsi karya

Karya lukis ini yang berjudul “Mekar menyapa alam” dengan ukuran

90 x 130 cm, Dalam lukisan ini dapat dilihat bunga mawar yang

divisualisasikan ke media kanvas dengan beberapa objek bunga yang sedang

mekar dikelilingi daun-daun yang rimbun sebagai bentuk penyeimbang, objek

bunga berwarna ungu, putih, dan ungu kebiruan. Sementara itu daun-daun

dengan warna hijau tua, hijau kekuningan, dan putih kekuningan. Dapat dilihat

juga batang yang berduri berwarna hijau kecoklatan dan putih kekuningan.

Dari sisi latar belakang karya dengan warna hijau tua, coklat dan

ungu atau cenderung berwarna gelap bertujuan memberikan keseimbangan

dalam penonjolan objek bunga dan penempatan objek daun dalam karya

merupakan bentuk penyeimbang dalam mewujudkan keindahan. Garis yang

dominan dipakai adalah garis lengkung dan garis lurus yang terputus-putus

yang digoreskan dengan menggunakan kuas. Media lukisan ini adalah cat

akrilik menggunakan teknik semu dengan bentuk karya representasional.

3. Analisis karya

61
C. Tinjauan karya 3

1. Foto karya

Gambar 57
“Bercabang”
Foto: (Emilia, 2018)

Judul : “Bercabang”
Ukuran : 30 x 30 cm, 30 x 90 cm, 30 x 90 cm, 30 x 30 cm
Media : akrilik pada kanvas
Tahun : 2018

62
2. Deskripsi karya

Karya lukis yang berjudul “Bercabang” dengan ukuran 30 x 30 cm,

30 x 90 cm, 30 x 90 cm, 30 x 30 cm objek bunga mawar yang divisualisasikan

dengan tiga bunga mawar dalam bentuk panel dengan warna yang terang yaitu

merah tua, merah muda dan putih dalam posisi berdekatan. Sementara daun

serta putik bercabang sebagai penyeimbang komposisi untuk mewujudkan

keindahan, Daun dengan warna daun hijau tua, kuning, dan putih kekuningan.

Sedangkan putik berwarna merah tua, pink, dan putih, dapat dilihat juga batang

yang berduri berwarna hijau kecoklatan.

Karya ini mempunyai latar belakang dengan warna ungu, merah dan

putih yang ditampilkan agar terlihat kesan gelap dan terang yang terinspirasi

pada proses pembuatan karya, Garis yang dominan dipakai adalah garis

lengkung dan garis lurus yang terputus-putus yang digoreskan dengan

menggunakan kuas. Media lukisan ini adalah cat akrilik dengan

menggunakan teknik semu dengan bentuk karya representasional. Kesan

tekstur semu yang secara keseluruhannya agar dapat memberikan kesan sejuk

dalam menikmati karya ini.

3. Analisis karya

63
D. Tinjauan karya 4

1. Foto karya

Gambar 58
“Sekuntum mawar mwrah”
Foto: (Emilia, 2018)

Judul : “Sekntum mawar merah”


Ukuran : 100 x 120 cm
Media : akrilik pada kanvas
Tahun : 2018

64
2. Deskripsi karya

Karya lukis yang berjudul “Sekuntum mawar merah” dengan ukuran

100 x 120 cm objek bunga mawar yang divisualisasikan dengan sebuah bunga

mawar yang sedang mekar, bunga dengan warna ungu kemerahan, merah

muda, coklat, kuning, orange, dan putih.

Bunga pada karya ini mekar dengan posisi zoom sehingga tidak

memiliki latar belakang maupun dedaunan yang mengelilingi bunga, agar

memberikan sentuhan dalam pencapaian wujud keindahan. pada karya ini

dengan garis yang dominan lengkung terputus-putus capaian dari goresan kuas.

Medium lukisan ini adalah cat akrilik dengan menggunakan teknik semu dan

bentuk karya representasional.

3. Analisis karya

E. Tinjauan karya 5

65
1. Foto karya

Gambar 59
“Keindahan tiga mawar”
Foto: (Emilia, 2018)

Judul : “Keindahan tiga mawar”


Ukuran : 70 x 100 cm
Media : akrilik pada kanvas
Tahun : 2018

66
2. Deskripsi karya

Karya lukis yang berjudul “Keindahan tiga mawar” dengan ukuran

70 x 100 cm, objek bunga mawar yang divisualisasikan dengan tiga bunga

mawar yang sedang mekar dengan posisi dua bunga sejajar, yang satu berada

pada posisi di atas dua bunga. Dapat dilihat bunga dengan warna merah,

orange, coklat dan putih, sementara itu daun berwarna hijau, kuning, coklat

dan putih. Sedangkan batang berwarna coklat kehijauan.

Karya ini memiliki latar belakang berwarna abu-abu dan daun-daun

dengan warna hijau polos. Garis yang dominan dipakai pada karya ini adalah

garis lengkung dengan capaian dari kuas. Medium lukisan ini adalah cat akrilik

yang dikerjakan di atas kanvas dengan menggunakan teknik semu dan bentuk

karya representasional.

3. Analisis karya

Dalam lukisan ini divisualisasikan tiga mawar

67
F. Tinjauan karya 6

1. Foto karya

Gambar 60
“Memancarkan keindahan”
Foto: (Emilia, 2018)

Judul : “Memancarkan keindahan”


Ukuran : 30 x 60 cm, 50 x 70 cm
Media : akrilik pada kanvas
Tahun : 2018

68
2. Deskripsi karya

Karya ini yang berjudul “Memancarkan keindahan” dengan ukuran

30 x 60 cm, 50 x 70 cm objek bunga mawar yang divisualisasikan dengan dua

bunga mawar yang sedang mekar dan dua putik, dalam bentuk panel. Bunga

yang berwarna merah, coklat dan putih kemerahan dengan posisi berdekatan

serta putik yang bercabang, sedangkan daun berwarna hijautua dan dan hijau

muda dengan posisi mengelilingi bunga.

Latar belakang pada karya ini dengan warna toska tua dan toska

muda polos. Karya ini memakai garis lengkung terputus-putus dengan goresan

69
kuas. Medium lukisan ini adalah cat akrilik dengan menggunakan teknik semu

dan bentuk karya representasional.

3. Analisis karya

70
G. Tinjauan karya 7

1. Foto karya

Gambar 61
“Harmoni”
Foto: (Emilia, 2018)

Judul : “Harmoni”
Ukuran : 100 x 140 cm
Media : akrilik pada kanvas
Tahun : 2018

71
2. Deskripsi karya

Karya lukis yang berjudul “Harmoni” dengan ukuran 100 x 140 cm

objek bunga mawar yang divisualisasikan dengan beberapa bunga mawar yang

berdempetan dengan warna pink, merah dan putih, dengan posisi berjejeran ke

arah bawah dengan ukuran yang berbeda-beda. Sedangkan daun berada

sebelah kanan bunga dari arah atas ke bawah, dengan warna hijau tua, kuning

dan putih. Karya ini mempunyai latar belakang pagar yang terbuat dari kayu

dengan warna coklat, hitam, dan kuning kecokltan.

Garis dari karya ini adalah garis lengkung terputus-putus dari

goresan kuas. Medium lukisan ini adalah cat akrilik yang dikerjakan di atas

kanvas dengan menggunakan teknik semu dan bentuk karya representasional.

3. Analisis karya

72
H. Tinjauan karya 8

1. Foto karya

Gambar 62
“Beragam warna mawar ”
Foto: (Emilia, 2018)

Judul : “Beragam warna mawar ”


Ukuran : 100 x 140 cm
Media : akrilik pada kanvas
Tahun : 2018

73
2. Deskripsi karya

Karya lukis yang berjudul “” dengan ukuran 100 x 140 cm objek

bunga mawar yang divisualisasikan dengan beberapa bunga mawar yang

dilengkapi dengan putik dengan posisi yang berdekatan dan dikelilingi dengan

dedaunan, dengan bunga berwarna peach, kuning keputihan, kuning kehijauan,

ungu kemerahan, merah, orange, coklat dan putih. Sedangkan daun berwarna

hijau, kuning dan putih dengan ukuran berbeda-beda. Sementara itu dapat

dilihat latar belakang dengan warna biru muda, kuning, hijau kekuningan,

74
ungu dan putih. Garis yang dipakai dalam karya ini adalah garis melengkung

terputus-putus. Medium luisan ini adalah cat akrilik dengan menggunakan

teknik semu dan bentuk karya representasional.

3. Analisis karya

BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan

Penciptaan seni lukis terus mengalami kemajuan dan perkembangan

seiring dengan spirit dan jiwa zaman. Berbagai ide kreatif muncul dalam berbagai

media seni lukis dengan tetap mempertahankan karakter seni lukis, tetap

mempertimbangkan nilai estetik dan kandungan makna.

Penciptaan karya seni lukis bertema “Bunga Mawar Sebagai Objek

Penciptaan Seni Lukis”. Bunga Mawar pada umumnya banyak digemari atau

disukai terutama bagi kaum perempuan. Bunga mawar memberikan kelembutan

dan kedamaian yang diberikan oleh alam melalui harumnya, indahnya yang

memikat hati untuk selalu memandangnya. Karya yang diciptakan ini

75
menggunakan teknik plakat yang divisualkan ke dalam media dua dimensi dengan

jumlah delapan karya yang berhasil diciptakan.

Tema yang diusung telah tercapai sesuai keinginan dan bentuk visual karya,

penguasaan bahan, alat dan teknik yang digunakan semuanya telah tercapai

dengan baik. Dalam orisinalitas karya sudah nampak jelas jika dibedakan dengan

karya Pierre-Auguste Renoir, Lee Man Fong, dan Heno Airlangga, karena dalam

bentuk karya yng divisualkan terdapat banyak perbedaan baik dari segi tem,

konsep, maupun bentuk-bentuk yang dihadirkan.

Proses penciptaan karya ini dilakukan dengan metode metode yang telah

ditawarkan sebelumnya, selama proses berkarya tidak ditemukan kendala-kendala

yang menyulitkan. Sedangkan dalam proses mendeskripsikan karya dan

pembuatan laporan dilakukan sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku.

B. Saran

Kajian tentang tumbuhan Bunga Mawar merupakan sebuah kajian menarik

untuk diteliti lebih lanjut. Namun masih banyak hal menarik yang perlu ditelaah

atau dibahas pada tumbuhan Bunga Mawar. Disarankan kepada teman-teman

76
penciptaan ataupun pengkajian dari jurusan Seni Murni maupun dari jurusan lain

untuk mengkaji lebih dalam tentang tumbuhan Bunga Mawar.

KEPUSTAKAAN

Croce, Benedetto, (1965). AESTHETIC. New York: Noonday Press.

Kartika, Dharsono Sony. (2004). Seni rupa Modern. Rekayasa Sains;


Bandung.

Novita L. 2008. Industri perakaran pada tanaman mawar ( Rosa hybrid)


Secara invitro.

Razavizadeh R, Ehsapour AA. 2008. Optimization of in vitro propagation


of Rosa hybrid L. Cultivar black red. Amercan-Eurasian.

Sachari, Agus. (2002). Estetika, Makna, Simbol dan Daya. ITB; Bandung.

Susanto, Mikke. (2011). Diksi Rupa. Dictiart Lab dan Djagad Art House;.
Yogyakarta.

Sumber lainnya :

77
http://Seni Lukis Realistik.S.Sudojono.com

http://blogs.unpad.ac.id/trisnamonica/2010/06/08/budidaya-mawar

http://www.pustakasekolah. Com/klasifikasi-bunga-mawar.html

78