Anda di halaman 1dari 14

Pertemuan 1

Estetika
Dalam bahasa Yunani berarti Aisthanomi (mengamati dengan indra ) yang terkait dengan kata Aesthesis yang
berarti Pencerapan / Persepction.

Beberapa definisi estetika :


- Ilmu pengetahuan tentang indrawi
- Renungan Filosofis tentang seni / filsafat seni
- Estetikan tidak hanya yang indah tetapi menyelidiki pula tentang yang buruk
- Cita rasa " Taste "

Teori yang mencakup estetika :


- Penyelidikan tentang yang indah
- Penyelidikan tentang prinsip - prinsip landasan seni
- Pengalaman yang berkaitan dengan seni, pencipta seni, ataupun refleksi terhadap karya seni

1. Beberapa fakta bahwa manusia adalah makhluk yang memiliki estetika :


A. Kita adalah makhluk yang bertubuh
- Kesimpulan: Pengalaman apapun termasuk pengalaman estetik, berawal dari kita adalah makhluk yang
bertubuh ( yang dimaksud bertubuh yaitu terdiri dari lapisan indrawi, fisik, mental, akal.
B. Kita adalah makhluk yang terus berubah
- Kesimpulan : Pengalaman estetis sebagai makhluk bertubuh dapat mendorong terjadinya perubahan /

transformasi
C. Kita adalah makhluk kognitif
- Kesimpulan : Transformasi yang kita alami mendorong kita mempercayai hal hal dari pengalaman dan
proses berpikir kita.
2. Kenapa kita harus peduli pada estetika :
Pada dasarnya manusia adalah makhluk estetik. estetikan adalah salah satu pengalaman dara manusia
Beberapa argumen tentang estetika :
- Sifatnya fana
- Sifatnya ambigu
- Sifatnya subjektif
- Tidak berguna
3. Apa yang bisa kita dapatkan dari estetika ?
Nilai estetika menuntut kita mempunyai cara untuk menilai sesuatu.

Kata kunci tiap zaman


A. Yunani Kuno : Kosmosentrisme ( berousat pada alam )
B. Abad Pertengahan : Teosentrisme ( berpusat pada Tuhan dan Dewa )
C. Masa Modern : Antroposentris ( berpusat pada filsafat )
D. Abad 21 : Teknologi Informatika

Buku Acuan : Estetika, pengantar filsafat seni. Matius Ali

Pertemuan 2
ESTETIKA YUNANI KUNO
(Plato. Aristoteles, dan Plotinus)
A. Plato (427-347 SM)
Plato lahir sekitar 427 S.M. dari keluarga bangsawan Athena, yang hidup ketika Yunani menjadi pusat kebudayaan
selama empat abad. Ketika lahir, ia diberi nama Aristokles, tetapi ketika dewasa ia menjadi jago gulat terkenal
dengan julukan 'Plato' (artinya lebar). Karena bahu dan dahinya yang lebar dan mengesankan. Ayaynya, Ariston
adalah keturunan Kodrus, raja terakhir Athena. Sedangkan ibunya adalah seorang Solon, peletak dasar hukum Athena
yang terkenal. Plato juga mendirikan komunitas filosofis-religius, yakni : Akademia. Salah satu muridnya adalah
Aristoteles.

Plato adalah seorang idealis. Dia memiliki ajaran tentang Idea. Ajaran Idea menurut Plato adalah sebuah prinsip
universal yang memungkinkan sesuatu untuk ada. Idea (Kekal. Universal, dan Nalar). Plato memiliki salah satu karya
terkenal yaitu sebuah buku Politeia (Republic) , yakni 'Perumpamaan tentang Gua' / 'Allegory of the Cave'.

Pandangan Plato tentang ajaran Idea ini di dasarkan "Teori Dua Dunia". Dua duni tersebut adalah 'dunia idea'
(dunia atas) dan dunia sehari-hari (dunia bawah). Menurut Plato, Dunia Bawah merupakan tiruan dari Dunia Atas.
Dunia Atas digambarkan sebagai dunia Idea, yaitu : dunia Kebenaran Absolut, sejati, dunia rohani, dunia sejati
(episteme). Sedangkan Dunia Bawah adalah dunia relatif, fana, kebenaran relatif, tiruan, dan hanya merupakan
pendapa (doxa).
Hubungan Dua Dunia tersebut dapat dijelaskan melalui tiga kata kunci ;
a. Paradigma : Dunia atas menjadi contoh dunia bawah.
b. Hadir Pada : Dunia atas selalu hadir pada dunia bawah.
c. Partisipasi : Dunia bawah mengambil bagian di dunia atas.

Kata - kata kunci pemikiran Plato :


1. Kebenaran yang sejati.
2. Kebenaran yang kekal.
3. Kebenaran didapatkan melalu kapasitas akal atau nalar.

Mengapa Plato keberatan terhadap seni ?


* Seni semakin menjauhkan kita dari Idea.
* Seni bersifat emosional.

B. Aristoteles (384-322 S.M.)


Aristoteles lahir pada 384 S.M., di Stagyra, Yunani Utara. Ayahnya adalah dokter pribadi yang bekerja pada
Amyntas II, raja Makedonia. Pada umur 18 tahun, ia dikirim ke Athena untuk belajar di Akademia Plato. Ia belajar di
Akademia selama 18 tahun sampai kematian Plato pada 374 S.M. Karena tidak puas belajar di Akademia. Aristoteles
meninggalkan Athena dan menghabiskan beberapa tahun berikutnya di Assos (Asia Kecil). Ia diangkat menjadi
penasihat raja Hermis lalu menikah dengan Pythias. Pada 345 S.M., ia pergi ke Pella, Ibukota Makedonia karena
Hermias di tangkap dan dihukum oleh Persia.

Dalam ajaranya tentang metafisika, Aristoteles mau mengoreksi ajaran Plato mengenai dualis 'dunia ide' dan 'dunia
benda konkret'. Karena itu Aristoteles berkata bahwa hakikat suatu benda itu berada 'di dalam benda itu sendiri',
bukan dalam segala ide a la Plato. Buku Aristoteles "Physics", " Poetika".

Teori hyle-morfisme milik Aristoteles berarti 'Hyle' kemungkinan suatu benda untuk mempunyai bentuk
dan 'Morfisme' prinsip yang menekankan aktualitas. Aridtoteles juga memiliki teori potentia-actus artinya bergerak
dari suatu'kemungkinan' (potentia) menjadi 'kenyataan' (aktualitas). Atas dasar teori potentia-actus, Aristoteles
merupakan adanya empat macam penyebab :
1. Penyebab Material (causa materialis) : Bahan dari mana suatu benda dibuat.
2. Penyebab Efisien (causa efficiens) : Motor yang menjalankan kejadian.
3. Penyebab Final (causa finalis) : Tujuan yang menjadi arah seluruh kejadian.
4. Penyebeb Formal (causa formalis) : Masuk dalam kategori agency.

C. Plotinus (205-270M)
Plotinus adalah seorang filsuf pada puncak zaman Yunani Kuno yang merangkum dan membuat semacam sintesis
dari pelbagai aliran filsafat pada masanya. Ia menetap di kota Alexandria dan membuat rangkuman atas filsafat
timur.

Metafisika Plotinus adalah Teori Emanasi dan Remanasi :


Pertemuan 4
ESTETIKA MASA RENAISANS
(Petrarca, Ficino, Alberti, Leonardo da Vinci, Patrizi, Francis Bacon)
A. Francesco Pertarca ( 1304-1374 )

"Menghendaki Yang Baik itu lebih berharga dari pada mengenal Yang Benar"

Francesco Petrarca (lahir 20 Juli 1304 – meninggal 19 Juli 1374 pada umur 69 tahun) adalah
seorang cendekiawan dan penyair Italia. Petrarca bukanlah filsuf, melainkan seorang sastrawan. Semula ia belajar hukum, namun
kemudian ia mempelajari sastra klasik Yunani-Romawi. Dia juga adalah salah satu humanis terawal. Petrarca sering disebut "Bapak
Humanisme". Pada abad ke-16, Pietro Bembo menciptakan model untuk bahasa Italia modern berdasarkan karya-karya Petrarca.
Soneta-soneta Petrarca dikagumi dan ditiru di seluruh Eropa pada masa Renaisans dan menjadi model untuk sajak liris. Dia juga
dikenal sebagai salah satu yang pertama kali mengembangkan konsep Zaman Kegelapan.
Petrarca adalah sosok yang menkritik pendidikan skolastik pada masa itu. Bagi Petrarca serang filsuf sejati adalah seorang yang
sadar konteks. Karena filsafat itu bukanlah seni kata-kata yang abstrak dan hampa.

B. Leon Battista Alberti ( 1404-1472 )

Leon Battista Albert di lahrikan di Genoa, pada 14 Januari 1404. Ayahnya, Lorenzo di Benedetto Alberti, berasal dari keluarga
bankir di Florentina. Dia belajar di Gymnasium Gasparino Barzizza, Padua ( 1415-1418 ). Kemudian dia melanjtukan studinya di
Universitas Bologna ( 1421-1428).
Ia adalah seorang penulis, arsitek, pendeta, penyair. Ia mengenal estetika Yunani Kuno dari tulisan-tulisan Vitruvus dan Plinus.
Bukunya yang berjudul On Painting menjelaskan tentang Perspektif Linear.

C. Marsilio Ficino ( 1433-1499 )

Marsilio Ficino adalah seorang filsuf dari Florence (Italia) pada akhir abad 15. Dia dilahirkan pada tahun 1433 dan meninggal pada
1499. Salah satu perannya yang terbesar adalah berusaha menjadikan masyarakat di Florensia berdasarkan pemikiran Akademi
Plato. Pada awalnya, keluarga Ficino mengehendaki dia belajar ilmu obat, namun setelah bertemu dengan Cosimo de Medici, dia
berubah dan menjadi seorang imam. Dia mengabdikan diri sebagai pengikut pemikiran akademi dari Plato Karya penting dan
orisinil dari Ficino berjudul Theologia Platonica, tahun 1474.

Dia ingin sekali memperdamaikan antara iman Kristen dan filsafat Plato. Bagi dia keduanya
bisa saling memberi kekuatan untuk kehidupan beriman. Baik hal-hal keagamaan maupun
filsafat merupakan kehidupan spiritual. Masing-masing membutuhkan tatanan agar dapat
mencapai yang disebut summum bonum. Artinya bahwa kebaikan itu tidak tergantung
pada gereja, tetapi di atas hal-hal yang mendorong seseorang bertindak secara umum. Ficino
juga menggambarkan pandangan Aristoteles dan Skolastik. Dia menjaga bahwa semua jiwa
dari dalam memiliki keinginan untuk mencari yang benar dan kebaikan.
Dalam bidang teologi, bagi dia ada tingkatan esensi dalam dunia, dan yang paling sempurna
adalah Tuhan. Bahkan sebagai sumber dari kehidupan. Individu selalu berdiri antara Tuhan
dan tubuhnya dan harus memiliki tubuh. Tubuh menjadi sangat penting, bahkan bagi dia
nanti akan ada kebangkitan tubuh yang telah rusak ini.
Selain bidang-bidang yang telah disebutkan, Marsilio Ficino juga menggeluti pemikiran
dalam musik, kemanusiaan, hubungan antara pikiran, tubuh dan alam. Dia juga dikenal
sebagai orang yang mampu menyeberangi batas-batas budaya dalam masyarakat.

D. Leonardo da Vinci (1452-1519 )


Leonardo da Vinci (lahir di Anchiano dekat Vinci, propinsi Firenze, Italia, 15 April 1452 –
meninggal di Clos Luce, Perancis, 2 Mei 1519 pada umur 67 tahun)
adalah arsitek, musisi, penulis, pematung, dan pelukis Renaisans Italia. Ia digambarkan
sebagai arketipe "manusia renaisans" dan sebagai geniusuniversal.
Leonardo terkenal karena lukisannya yang piawai, seperti Jamuan Terakhir dan Mona Lisa. Ia
juga dikenal karena mendesain banyak ciptaan yang mengantisipasi teknologi modern tetapi
jarang dibuat semasa hidupnya, sebagai contoh ide-idenya tentang tank dan mobil yang
dituangkannya lewat gambar-gambar dwiwarna. Selain itu, ia juga turut memajukan
ilmu anatomi, astronomi, dan teknik sipil bahkan kuliner.
Leonardo merupakan anak dari Ser Piero Da Vinci dan Caterina. Ia memiliki nama lengkap
Leonardo di Ser Piero da Vinci yang berarti Leonardo putra Ser Piero dari kota Vinci.
Pada usia belia, Leonardo sudah belajar melukis dengan Andrea del Verrocchio dan mulai
melukis di Firenze. Ada kabar mengisahkan Verrochio menyatakan pensiun melukis setelah
menyaksikan bahwa lukisan muridnya yang satu ini lebih bagus dari lukisannya sendiri.
Selain menjadi pelukis, Leonardo juga sanggup menunjukkan kemampuannya di bidang yang
lain.
Pada tahun 1481 Leonardo pindah ke Milan untuk bekerja dengan Adipati (Duke) di sana.
Hasil karyanya selama di Milan yang paling termashur adalah Kuda Sforza yang
dikerjakannya selama kurang lebih 11 tahun. Namun di situ ia tidak hanya melukis dan
membuat patung saja, melainkan juga mengubah jalan-jalan sungai dan membangun kanal-
kanal, serta menghibur Duke dengan memainkan lut dan bernyanyi. Lalu ia bekerja untuk
Raja Louis XII dari Perancis di Milan dan untuk Paus Leo X di Roma.
Sementara itu ia membantu Raphael dan Michaelangelo dalam merancang katedral Santo
Petrus. Dalam hidupnya Leonardo sangat tertarik pada ilmu pengetahuan. Ia mulai
mempelajari burung terbang dan mulai merancang mesin terbang. Pemikirannya itu terdapat
dalam buku catatanya sebanyak 7.000 halaman.
Di dalam buku itu juga terdapat sketsa tentang studi tubuh manusia. Pada zaman itu, anatomi
tubuh manusia tak lebih dari sekadar kira-kira karena siapapun dilarang keras membedah
jenazah. Dengan kenekatannya mencuri-curi kesempatan membedah-bedah tubuh orang mati,
di kemudian hari tindakan yang tak lazim di zamannya ini memberikan kontribusi yang
sangat besar bagi dunia kedokteran.
Mahakaryanya, Jamuan Terakhir (The Last Supper) pada tahun 1495 sampai tahun 1497 yang
dilukis pada dinding biara Santa Maria di Milan, kini telah rusak akibat dimakan waktu.
Lukisan terkenal lainnya adalah Mona Lisa yang kini terdapat di musium Louvre Paris.
Sebuah spekulasi yang beredar tentang siapa sesungguhnya Mona Lisa antara lain
menyatakan bahwa citra perempuan tersebut merupakan hasil rekaan wajah Da Vinci sendiri.
Spekulasi yang lain menyatakan bahwa perempuan tersebut memang pernah ada, seorang istri
pedagang.
Leonardo da Vinci wafat di Clos Lucé, Perancis pada tanggal 2 Mei 1519, dan dimakamkan
di Kapel St. Hubert di kastel Amboise, Perancis.
Setelah meninggal dunianya, sangat kuat ditengarai bahwa Leonardo pernah memegang
peranan sebagai orang terkuat di sebuah organisasi rahasia bernama Priory of Sion yang
berlaskarkan Knights Templar. Apakah organisasi rahasia ini? Banyak fakta mengarahkan
pada suatu dugaan bahwa Priory of Sion merupakan sebuah organisasi yang menjaga ketat-
ketat rahasia sejarah kristiani menurut versi yang berbeda dari kitab Injil yang beredar di
masyarakat. Yang dirahasiakan adalah mengenai siapa mesias yang sesungguhnya dan
kemungkinan Yesus tidak menjalankan hukum selibat.
Dalam versi yang sempat menimbulkan kontroversi ini diyakini bahwa Mesias yang
sesungguhnya adalah Santo Yohanes Pembaptis, hal tersebut tersirat dari kekerapan Da Vinci
melukis Sang Santo dalam posisi telunjuk menuding ke atas sebagai simbolisasi 'Putra Allah'.
Versi yang tak kalah mengagetkannya adalah kemungkinan Maria Magdalena si bekas
perempuan pelacur diperistri oleh Yesus. Namun semua hal tersebut tidak terbukti
kebenarannya, hingga saat ini, sehingga tudingan ini hanya dianggap sebagai langkah untuk
memojokkan posisi umat Kristiani.

E. Fransesco Patrizi ( 1529-1597 )

Patrizi ( Fransesco Patrizi ) adalah seorang filsuf dan teoretikus berkebangsaan Italia yang
menulis sebuah traktat tentang puisi dalam sepuluh bagian. Dua bagian pertamanya
diterbitkan pada 1586 dan sisanya masih dalam bentuk manuskrip asli, sampai baru
belakangan ini ditemukan ini ditemukan di Biblioteca Palatina, di kota Parma. Walaupun
pada masa Renesans, Ide dari inspirasi puitis harus mengalah pada kemampuan-kemampuan
seniman dengan akalnya, tetapi Patrizi berpendapat bahwa "Furor Poeticus" lah yang menjadi
sumber segala pencapaian sejati dalam seni. Ia melawan teori klasik tentang doktrin "imitasi"
(Mimesis) dari Plato, dan menyatakan bahwa sang seniman pertama-tama adalah seorang
pencipta (Facitor) bukan menirukan alam, tetapi mengungkapkan imajinasi kreatifnya sendiri.
Pandangannya bahwa puisi merupakan transformasi dari alam. Menurut Patrizi satu-satunya
kualitas esensial bagi seni-murni adalah "Keajaiban, sesuatu yang mengagumkan" (The
Marvelous) : "Penyair adalah orang yang menciptakan keajaiban di dalam puisinya". Sang
penyair membangun, serta menciptakan karya barunya, dan setiap puisi seolah-olah adalah
sebuah dunia tersendiri.\

F. Francis Bacon ( 1561-1626 )

"Pengetahuan adalah Kekuasaan" ( Knowledge is Power )

Sir Francis Bacon, Viscount St Alban pertama (lahir 22 Januari 1561, wafat 9 April 1626)
adalah negarawan dan penulis Inggris bukan filsuf. Ia adalah seorang sarjana hukum lulusan
Trinity College of Cambridge University. Ia sempat menjadi anggota parlemen kerajaan
Inggris pada 1584. Ia dikenal sebagai pencetus pemikiran empirisme yang
mendasari sains hingga saat ini.[1] Tulisan dan pemikirannya mempengaruhi metodologi sains
yang menitikberatkan pada eksperimen yang dikenal juga sebagai "Metode Bacon".
Francis Bacon dianugerahi gelar ksatria (Sir) pada tahun 1603, diangkat menjadi Baron
Verulam pada tahun 1618, dan menjadi Viscount St. Alban pada tahun 1621.
Di masa akhir hidupnya, Bacon melakukan suatu percobaan untuk mengawetkan makanan
dengan menggunakan salju. Akibat percobaan tersebut, ia menderita brokitis yang kemudian
merenggut nyawanya.
Pertemuan 5
ESTETIKA RASIONALISME JERMAN
Alexander Gottlieb Baumgarten ( 1714-1762 )

Tokoh yang sangat berpengaruh di zaman ini adalah Alexander Gottlieb Baumgarten. Baumgarten
merupakan tokoh yang sangat penting di dunia Estetika karena dialah orang yang membuat Ilmu
estetika diakui sebagai ilmu pengetahuan sehingga dapat dipelajari hingga kini. Karena itulah
Baumgarten disebut sebagai bapak estetika modern.Menurut Baumgarten, kemampuan berpikir
manusia itu ada 2 jenis, yaitu inderawi dan intelektual. Hal itulah yang menjadi dasar kenapa estetika
menjadi ilmu pengetahuan.

Menurut Baumgarten, manusia memiliki 2 jenis kemampuan berfikir :

1. Kognisi indrawi adalah pemikiran/pengetahuan yang datang dari pengalaman kita sendiri yang kita
dapat melalui indra (lihat, dengar, rasa, dll)

2. Kognisi intelektual adalah kemampuan untuk mengerti hal-hal konseptual dan filosofis.

Baumgarten menjelaskan bahwa estetika dan logika saling melengkapi karena hal estetik dapat
dijelaskan secara sistematis. Maka dari itu, salah jika kita menganggap estetika bukan bagian dari
Ilmu pengetahuan. Ia juga berpendapat bahwa estetika adalah sebuah sains mengenai pemikiran yang
didapat dari indera kita atau pengalaman inderawi yang kabur menjadi sebuah imaji perseptual yang
jelas atau jernih. Estetika dapat disamakan dengan akal serta dan memiliki derajat yang sama dengan
sains, namun memiliki otonominya sendiri. Untuk dapat berpikir secara indah, kita memerlukan
pengalaman indrawi karena kemampuan indrawi berjalan bersamaan dengan kemampuan intelek.

Estetika memiliki kebenaran tersendiri, berbeda dengan akal. Kebenaran estetika sifatnya langsung,
dalam arti tidak dibatasi oleh parameter / alat ukur baku. Contoh: ketika kita melihat sebuah karya
lukisan, kita dapat terbawa oleh emosi dari lukisan itu tanpa harus mengetahui detil seperti
,komposisi, teknik, dll.

Ada beberapa kriteria kebenaran estetik menurut Baumgarten, kriteria ini berfungsi untuk menilai
kesempurnaan dari kognisi pancaindrawi. 3 Kriteria kebenaran estetik menurut Baumgarten:

1. Kekayaan imajinasi
Karya seni yang sempurna adalah karya seni yang memiliki banyak elemen individual.
2. Magnitud / besarnya imajinasi

Karya seni dengan tingkat kompleksitas yang tinggi adalah karya seni yang bagus.

3. Kejelasan/kejernihan penyampaian/ penghadiran


Karya seni yang bagus adalah karya yang mudah dipahami oleh orang lain. Walaupun karya seni
memiliki kompleksitas yang tinggi, namun tetap mudah dipahami.

Baumgarten mengatakan bahwa kejelasan secara ekstensif dari representasi pancaindrawi harus
dianggap sebagai tolak ukur kesempurnaan kognisi pancaindrawi. Ketika kita mendengar sebuah lagu,
kita menyukai lagu tersebut, namun kita tidak tahu secara pasti apa yang membuat kita menyukai lagu
tersebut karena tidak ada alat ukur baku yang bisa menjelaskan hal tersebut. Hal itulah yang disebut
dengan kejelasan ekstensif, dimana kita tahu bahwa kita menyukai sesuatu, namun kita tidak
mengetahui penyebabnya.
Kebenaran Estetis vs Kebenaran Logis:

Kebenaran estetis sifatnya indrawi, tidak konseptual, dan tidak bisa didapatkan hanya dengan kognisi
intelektual. Sedangkan, kebenaran logis sifatnya intelektual dan konseptual.

Menurut Baumgarten, nilai guna seni terbagi menjadi 2:

1. Seni membantu rasionalitas.


2. Seni membuat manusia menjadi manusia seutuhnya (well-rounded ) dimana sensualitas dan
rasionalitas seimbang.

Sebagai rangkuman, kita dapat menyimpulkan bahwa doktrin utama estetika Baumgarten adalah:

1. Estetika terdiri dari sebuah sains tentang pengalaman inderawi.

2. Pengetahuan demikian, bukanlah seperti yang diyakini oleh Spinoza dan Leibniz, lebih
rendah dari

pengetahuan logis, namun memiliki otonominya sendiri.

3. Pengetahuan estetis menunjukan kesempurnaannya sendiri. Di abad ke-18, ini dipahami


sebagai

aktivitas khusus yang membuahkan hasil. Jadi, bagi Baumgarten tugas estetika adalah

menerjemahkan berbagai macam pengalaman inderawi yang kabur menjadi sebuah imaji

perseptual yang jelas atau jernih.

Pertemuan 6
ESTETIKA INGGRIS ABAD KE 18
( Shaftesbury, Hutcheson, Burke, Hume )
Abad ke-18 merupakan waktu yang kritis serta titik balik dalam sejarah pemikiran estetika. Pada masa ini sejumlah pemikir Inggris
bergulat secara intensif pada masalah "Filsafat Cita Rasa" (The Philosophy of Taste) dan mau mencari basis bagi estetika dalam
bentuk modern. Karena itu sering dikatakan bahwa estetika modern dimulai pada abad ke-18, terutama dipelopori oleh para filsuf
dan esais Inggris abad ke-18. Sebenarnya pada pertengahan abad ke-18, seorang filsuf Jerman, Baumgarten (1714-1762) telah
menemukan dan menggunakan kata "Estetika", untuk pertama kalinya, dan kemudian menjadi nama bagi bidang filsafat keindahan.
Tetapi pandangan Baumgarten tidak banyak pengaruhnya bagi perkembanganestetika selanjutnya.

Dalam tradisi pemikiran filsafat terdapat doktrin tentang kemapuan-kemampuan mental(Mental-Faculties) yang telah dirintis sejak
Abad Pertengahan. Menurut, doktrin ini ada empat kategori kemapuan :

1. Kemampuan Vegetatif, yang menjelaskan masalah Nutrisi dan Perkembangbiakan.

2. Kemampuan Lokomotif, yang menjelaskan Gerak.

3. Kemampuan Rasional, yang menjelaskan Sikap Mental.

4. Kemampuan Sensoris, yang menjelaskan Persepsi, Imajinasi, dan yang sejenisnya.

A. Anhony Ashley Cooper ( Shaftesbury ) ( 1671-1713 )

Anhony Ashley Cooper ( Shaftesbury ) di lahirkan pada 26 Februari 1671 di London. Ia belajar secara privat ( 1674-2683 ) di
bawah bimbingan John Locke, dan belajar di Winchester Collage ( 1683-7 ). Setelah meninggalkan sekolah, ia mengunjungi Eropa
selama tiga tahun. Dia menjadi anggota parlemen untuk Poole dari tahun 1695-1698. Dia mewarisi gelar kebangsawanan Earl of
Shaftesbury pada 1699. Pada tahun yang sama ia menerbitkan An Inquiry Concerning Virtue. Pada 1702, dia mengundurkan diri
dari kehidupan umum dan menulis sisa karangan yang dikumpulkan dalam Characteristics ( 1708-1711 ). Shatesbury meninggal
pada 15 Februari 1713, di Naples.
Shaftesbury beranggapan bahwa apa yang disebut faculty of taste, itu bukan merupakan satu indra selera sendiri, tetapi yang bersifat
dwitunggal, karena mempunyai dua fungsi, yakni:

1. Sebagai kemampuan moralitas, melakukan moral judgement, berarti mampu menilai kesusilaan

sesuatu perbuatan orang atau peristiwa.

2. Sebagai kemampuan menikmati keindahan sense of beauty atau indra keindahan. Penggabungan

kedua fungsi itu hingga menjadi satu fakulty didasarkan atas keyakinan bahwa untuk kedua

duanya diperlukan keiklasan budi, yang ia sebut disinterestedness (tidak berkepentingan).

B. Francis Hutcheson ( 1694-1746 )

Hutcheson adalah filsuf berkebangsaan Skotlandia yang menulis tentang estetika dan moral. Dia menjabat sebagai profesor di
Universitas Glasgow dan representatifnutama dari aliran moral sense. Ada tiga traktat utaman yang diterbitkanya pada perempat
pertama abad ke-18, yang mengawali disiplin estetika modern dan sebagai salah satu tokoh yang mendudukkan 'sisten seni modern'.

 An Inquiry into the Original of our Ideas of Beauty and Virtue ( London: 1725 ).
 Inquiry Concerning Beauty, Order, Harmony, Design ( 1725 ); 4th ed. ( London: 1738 ).
 A Short ntroduction of Moral Philosophy ( Glasgow: 1747 ).

Seperti juga Shaftesbury, Hutcheson berusaha membantah teori psikologi Thomas Hobbes, yang mengatakan bahwa
semua tingkah laku bersifat mementingkan diri. Menurut, Hutcheson alasan menyebut kemampuan mempersepsi
keindahan sebagai rasa adalah bahwa kesadaran akan keindahan itu sifatnya langsung, artinya tanpa melalui pikiran.
Pengalaman keindahan seperti merasakan asinnya garam atau manisnya gula. Hutcheson, berpendapat bahwa jika
pengalaman keindahan bebas dari pikiran, serta kalkulasi otak, maka apresiasi estetis menjadi tanpa-pamrih.
Misalnya, jika saya membuka mata dan melihat sebuah pensil merah, kesadaran akan kemerahan tidak terpengaruh
oleh kepentingan-kepentingan diri, walaupun ada niat untuk melihat warna hijau, tetapi saya tidak dapat
melakukannya.

Teori Hutcheson di desain agar pengalaman keindahan dan penilaian keindahan menjadi obyektif dengan
mengikatnya pada kemampuan-kemampuan bawaan yang fundamental dari konstitusi diri manusia. Kemapuan-
kemampuan ini tanpa-pamrih, karena mereka adalah indera-indera rasa yang tak gampang dipengaruhi. Seperti yang
dikatakan Hutcheson, bahwa rasa keindahan itu sifatnya pasif;yakni ia bereaksi secara otomatis, dan rasa keindahan
tidak berasal dari "Pengetahuan akan azas-azas, proporsi-proporsi, sebab-sebab, atau manfaat sebuah obyek.

C. Edmund Burke ( 1728-1797 )

Burke dilahirkan dan mendapat pendidikan di Irlandia. Dia lulus dari Trinity Collage di Dublin. Burke adalah seorang pengacara
dan politisi ulung. Lewat kritiknya atas Revolusi Perancis, ia menjadi pendiri pemikiran konservatif modern. Kekuatan reputasinya
terletak pada karir politik dan tulisan-tulisanya. Dia diangkat menjadi anggkota Parlemen untuk pertama kalinya, pada 1760. Dia
juga menuli beberapa buku politik dan pamflet, termasuk karya terkenal, Reflection on the Revolution in France ( 1790 ). Karya ini
cenderung mengalahkan karya awalnya, Philosophy Inquiry into the Origin of Our Ideas of the Sublime and Beautiful,

( 1757 ), yang memberikan kontribusi pada bidang estetika.

D. David Hume ( 1711-1776 )

David Hume (lahir 26 April 1711 – meninggal 25 Agustus 1776, Edinburgh, Scotland ) adalah seorang filsuf Skotlandia, ekonomn
dan sejarawan. Hume merupakan filsuf besar pertama dari era modern yang membuat filosofi naturalis. Filosofi ini sebagian
mengandung penolakan atas prevalensi dalam konsepsi dari pikiran manusia merupakan miniatur dari kesadaran suci, sebuah
pernyataan Edward Craig yang dimasukan dalam doktrin 'Image of God'. Doktrin ini diasosiasikan dengan kepercayaan dalam
kekuatan akal manusia dan penglihatan dalam realitas, dimana kekuatan yang berisi seritikasi Tuhan. Skeptisme Hume datang dari
penolakannya atas ideal di dalam. Pemikiran Hume dipengaruhi John Locke. Davi Hume juga dianggap sebagai filsuf Empirisme
terpenting, karya terbesarnya adalah " A Treatise On Human Nature "( 1739 )

Kontribusi terpentingnya untuk Estetika adalah:

1. Penjelasan bahwa pengetahuan datang dari pengalaman inderawi. Teori tentang "Prinsip-prinsip
Asosiasi".
2. Teori tentang "Standar Selera" ( Standard Of Taste ).
3. Prinsip Asosiasi : Kemiripan, Kedekatan Hubungan, Sebab Akibat.
Menurut Hume ada 5 Standard Selera :

1. Kehalusan ( Delicacy ).
2. Pikiran Sehat ( Good Sense ).
3. Terlatih ( Practiced ).
4. Punya Perbandingan ( Comparison ).
5. Bebas dari Prasangka.

Pertemuan 7
KRITISME IMMANUEL KANT

Immanuel Kant, merupakan pemikir terpenting di zaman pencerahan yang menyelesaiakan studi dan menjabat
sebagai professor di Koniberg, ia tidak pernah keluar dari kota kelahirannya.
Immanuel Kant membahas tentang filsafat yang kritis & tidak dogmatis, kritik atas rasio manusia. Dimana manusia
memiliki rasio tapi tidak mempertanyakan rasio mereka. Filsafat sampai zaman Hume tidak kritis. Dan Kant ingin
mengetahui tentang manusia, apa yang membuat mereka mengambil keputusan, dll. Dia berusaha menjelaskan apa
yang membuat kita mengambil keputusan/menyukai sesuatu.

A. Kritik atas Rasio Murni

Rasio murni adalah rasio yang membuat kita mengetahui sesuatu dan ini itu, karena rasio ini menstimulus
pengetahuan akan sesuatu yang membahas pengetahuan. Mengkritik bahwa semua pengetahuan bersifat analitik dan
bersumber dari rasio murni tersebut.

 Pengetahuan analitik : mutlak . kesan & ide awal. Adalah gagasan dimana kesimpulan sudah diketahui dari
subjeknya. Contoh : pohon mangga itu adalah pohon.
 Pohon mangga adalah subjek, dan pohon adalah kesimpulan. Menyatakan ada pengetahuan yang bersifat
sintetik & a priori. Tidak mutlak.Pengetahuan dimana sesuatu dari dunia ditambahkan ke ide awalnya. Contoh :
pohon itu tinggi. Sebuah pohon tidak selalu tinggi.

B. Kritik atas Rasio Praktis

Rasio praktis adalah rasio yang memberi perintah pada kehendak kita, yang sama untuk tiap manusia tanpa terkecuali
(imperative kategoris).
“imperative kategoris” : semua tindakan yang kamu lakukan harus pada saat bersamaan untuk menjadi sebuah
hukum universal.

C .Kritik atas Daya Pertimbangan

Adalah ketika kita merasa tersentuh atau tergerak oleh music dll. Hal tersebut adalah “daya
pertimbangan” : bagaiman kita merasakan.
 Pertimbangan akan selera
 Pertimbangan estetis : bersifat subjektif
D. Kesimpulan :

 Rasio murni : mengetahui


 Rasio praktis : melakukan
 Daya pertimbangan : merasakan
E. 4 Aspek dari Keindahan :

1. Kualitas : hanya keindahan yang memberi tanpa pamrih. Terbebas dari penggunaan apapun. Sesuatu yang indah
harus memberi rasa senang tanpa pamrih/ tanpa kehendak apapun dari kita terlepas dari kemauan .Contoh : saat
berjalan kemudian tiba-tiba melihat foto, tanpa sadar kita berkata “ keren banget”

2. Kuantitas : universal. Semua orang setuju sesuatu indah bukan karena harus tapi terdorong oleh sesuatu yang
bersifat estetis.

3. Relasi (teleology) : “purposiveness without purpose”. Semua benda yang memiliki fungsi tertentu, tapi benda-
benda indah tujuan akhirnya tidak terlihat dari bentuk fisiknya. Contoh : karya instalasi

4.Modalitas : keniscayaan. Semua benda yang indah harusnya disetujui semua orang. Tidak harus berpendapat sama
tapi kalau benar-benar bagus harusnya terlihat sehingga orang sependapat.

Pertemuan 8
ESTETIKA IDEALISME JERMAN ABAD KE-19
( G.W.F Hegel : Bentuk Simbolik, Klasik, dan Romantik)

G.W.F. Hegel

 Hidup di pergantian abad ke 19 (1770-1831)


 Sepenuhnya hidup sebagai akademisi, mengajar estetika, filsafat agama, filsafat sejarah, & sejarah
filsafat.
 Salah satu tokoh terpenting idealism Jerman
 Karya terkenal “the phenomenology of spirit”
 Berkarir di universitas of Berlin hingga menjabat rector. (1830)

A. Konsep Kunci Filsafat Hegel :

1. Dialektika : sebuah jenis oertimbangan dalam bentuk ‘dialog’ . semangat zaman berevolusi secara dialektis.
· Pola dialektis :
Thesis >< antithesis = sintesis
Sebelum Hegel, pola ini digunakan untuk membuktikan apa prinsip dasar segala sesuatu. Tidak seperti itu, Hegel
menggunakan pola dialektis untuk menjelaskan sejarah. Menurut Hegel ada ide-ide bersifat social. Ide yang ada
diotak kita yang kita miliki dibentuk dengan yang ada disekitar kita.

2. Roh (spirit/geist) : semangat yang menjadi karakteristik zaman kita, roh berkembang secara dialektis.

3. Kesadaran diri / self consciousness : terkait dengan budaya,. Menurut Hegel, Roh tidak bisa dilihat dalam bentuk
benda/ pemikirian tapi ada dalam kesadaran diri. Awanya ini terbentuk dilevel individu. Budaya, bukan sifatnya
turun temurun bentuk saja, tapi kesadaran diri yang bersifat klektif/social.
Semangat zaman berubah karena kesadaran diri kolektif terus berubah, sejarah berubah, & semua berubah.

4. kebebasan : hidup dimana ketika revolusi perancis, maka pemikir seperti Hegel berpikir tentang kebebasan. Bebas
menurut Hegel adalah ketika menjadi dirinya sepenuhnya, makhluk rasional. Maka budayalah yang membuat manusia
menjadi bebas, kebebasan memajukan kesadaran diri. Upaya untuk menjadi bebas sama dengan upaya untuk
merealisasikan potensi dirinya terlepas dari hal positif/negative tetapi sesuatu yang bisa meyalurkan kesadaran
potensi melalui dirinya.

B. Hegel membagi sejarah seni menjadi 3 :

1. simbolik //l menurut Hegel apa yang disebut roh belum sepenuhnya bebas, maka hanya direalisasikan dalam
bentuk simbolik & bentuk seni nya abstrak . Contoh : piramida

2. Klasik : zaman ini adalah ketika roh melampaui potensi diri. Manusia bukan hanya makhluk berakal tetapi juga
punya imajunasi dan emosi. Contoh : The death of sardine palus (Eugene Delacroix)

3. Romantika : zaman ketika roh sudah menemukan kebebasan, menemukan filsafat ‘manusia mekhluk yang memiliki
nalar, karya seninya pun merefleksikan semangat zaman

Pertemuan 9
ESTETIKA ROMANTIK
(A. Schopenhauer dan Friedrich Nietzsche)
I. A. Schopenhauer

 Metafisikanya : The Will (kehendak)


 Lahir di Danzig, Belanda 1788. Pindah ke Hamburg, kemudian ke Paris, & Inggris.
 Karena warisan mampu kliah di Universitas Gottigen, di sana dia mulai mengenal filsafat Immanuel Kant.
 Tahun 1819 menjadi Dosen di Universitas Berlin.
 Karya terkenal “ The World as Will & Representation.

Schopenhauer ingin mengerti lebih dalam tentang dunia. Tetapi ada sebuah pertanyaan yang menurutnya paling
penting “ apa yang menjadi motif tindakan kita?” . Hegel pernah menerangka tentang semangat zaman (geist. Roh.
Spirit) menurut Hegel inilah yang mendorong motif kita melakukan ini itu, akan tetapi hal ini bertentangan dengan
Schopenhauer . menurutnya manusia didorong oleh daya bukan karena kesadaran kolektif tapi oleh kehendak dasar,
yaitu Will to live , kehendak untuk hidup. Penekanan nya adalah kehendak. Menusia bukan hanya makhluk berakal
tapi juga berhasrat. “hasrat” tidak hanya membentuk tindakan manusia, tapi bahkan penyebab segala sesuatu yang
ada.

A. Arti Kehendak :

1. Noumenal / transcendental : kehendak yang abstrak, penyebab kehendak.

2. Fenomenal / ontology : merupakan kehendak yang berwujud konkrit.

· Realitas noumenal vs realitas fenomenal > dunia sebagai kehendak & representasi

· Manusia sebagai “budak hasrat”

· Bagaimana hasrat ditaklukan ? melalui semedi/ puasa dan seni.

B. Hirarki dalam seni murni (menurut Schopenhauer) :

1. Music

2. Puisi

3. Patung & lukisan

4. Landcape

5. Arsitektur

II. Friedrich Nietzche

 Metafisika Nietzsche : Kreatifitas


 Lahir di Rocken 1844
 Kuliah di Filologi di Universitas Bonn & Leipzig
 Seumur hidup sakit-sakitan tetap menulis walau setengah buta
 Teman dekat & kemudian menjadi musuh composer Richard Wagner.
 Karya terkenal “ The Birth of Tragedy” ; “ Human, All too Human” ; “ Thus Spoke Zarathustra” ; “The Will
To Power”, penulisan semua karya-karyanya seperti puisi.
 Nietzsche sering dikaitkan dengan Nazi , karena bukunya diterbitkan oleh iparnya yang merupakan anggota
Nazi. Dia sangat kontroversial. Merupakan orang pertama yang mengomentari tentang kehidupan masyarakat Jerman
yang terlalu saintifik , orang modern tidak lagi punya ruang spiritual.
 Menurut Nietzsche kehendak adalah kunci utama mencapai tujuan, sangat berbeda dengan Schopenhauer.
Menurut nya yang harus dipenuhi adalah The Will to Power (kehendak untuk menguasai diri kita sendiri). Yaitu
memberanikan diri menolak norma-norma yang membelenggu kita dari masyarakat umum yang melemahkan kita.
 Slave Morality: manusia budak peraturan. Tidak punya kuasa atas diri sendiri.
 Untuk keluar dari masyarakat umum, butuh keberanian, kreatifitas, menjadi independen. (overman,
uberman, superman)
 Menurut Nietzsche, kerangka estetika & seni diperlukan kreatifitas. Seni sangat penting, karena dunia
belum ada amkna nya sebelum diungkapkan dengan kesenian.
 Manusia juga digerakan dengan akal sehat saja tapi juga impuls yang digerakan kesenian juga.

Pertemuan 10

ESTETIKA ZEN BUDDHISME


(Wabi-Sabi)
A. Konsep Wabi-Sabi

Konsep kunci nya berasal dari Wabi-Sabi : yaitu konsep estetika Jepang yang berpusat pada penerimaan akan ketidak
kekalan & ketidak sempurnaan sebagi bagian dari sifat kehidupan. Dari paham ini, keindahan sering dianggap bersifat
“tidak sempurna, tidak kekal, & tidak komplit” seperti hidup itu sendiri.
Konsep ini berkembang dari ajaran Zen Buddhisme mengenai 3 ciri khas kehidupan, “ketidak kekakalan, penderitaan,
dan kekosongan” atas diri kita yang sejatinya.
Contoh : seperti dalam penerapan upacara minum teh

 Murata Shuko : seorang tea master Jepang yang terkenal pada abad 15, mengganti beberapa tradisi dalam
upacara minum teh yaitu dia mengubah nya menjadi upacara minum the dengan kelompok yang lebih kecil,
kemudian dia juga menerapkan bahwa tuan rumah sebagai yang melayani tamu bukan pelayan.
 Rikyu : membuat upacara minum teh menjadi lebih formal.

B. PRINSIP ESTETIKA WABI SABI :


Prinsip Kunci :
 Kesederhanaan : penerapan secara minimal & sewajarnya. Tidak diperlukan lebih dari ini, melainkan hasil
pengalaman estesis yang mendalam.
 Ketenangan : merasa tersentuh dari dalam nurani, dengan rasa tentram & bukan rasa yang heboh.
 Kealamiahan : menghindari sesuatu yang dibuat-buat / dirancang sesuai rencana. Seorang seniman berusaha
untuk membuat karyanya untuk terlihat seakan selamanya menjadi bagian dari alam, seakan-akan tanpa adanya
intervensi manusia. Karyanya seperti taman, jalan setapak, atau pagar. Seakan hasil dari kecelakan alamiah.

Prinsip Kunci dari Wabi :


 Ketidakbergantungan : aspek yang memberikan sebuah karya rasa yang segar dan orisinil, karya terlihat
familiar. Tapi tidak bergantung pada hal apapun.
 Kedalam halusan : karya tersebut memiliki gaung dalam diri kita & pada dirinya sendiri dengan nuansa &
kemungkinan yang berlapis-lapis, disatu sisi terselubung, namun juga terasa dengan jelas.

Prinsip Kunci dari Sabi :


 Sublimitas : mencari inti sari yang paling esensial dari karya & konteksnya. Yang tidak esensial dianggap
membebani pemirsa & mengganggu pengalaman estetis.
 Asimetri : menolak simetri pada bentuk & keseimbangan demi mematuhi alam. Ini bertolak belakang
dengan estetika barat yang pada tradisi mematuhi hukum simetri seperti terlihat pada karya visual , sastra & music.