Anda di halaman 1dari 11

PT.

BANK PERKREDITAN RAKYAT


“ S R I E KAYA“
Perum. Gading Fajar II D IV / 7 – Sidoarjo ( 031 )8069822

Nomor : 16 / BPR - Sk / KOM / BI / II / 2018

Kepada Yth,
KEPALA OJK
REGIONAL 4 JAWA TIMUR
Jln. Pahlawan No. 105
S U RAB AYA

Perihal : Laporan Pelaksanaan Rencana Kerja Semester II Tahun 2017


PT. BANK PERKREDITAN RAKYAT “SRIEKAYA”

A. EVALUASI RENCANA KERJA

Berdasarkan laporan bulanan Direksi kepada Dewan Komisaris serta hasil


pemeriksaan secara berkala dan juga hasil pengawasan yang kami lakukan terhadap kegiatan
PT. BPR Sriekaya dalam pelaksanaan Rencana Kerja semester II tahun 2017, bersama ini kami
sampaikan laporan pengawasan rencana kerja tahun 2017, sebagai berikut :

A. Kinerja Keuangan

Kinerja keuangan pada pelaksanaan rencana kerja tahun 2017 menunjukan


pencapaian yang belum sesuai dengan target yang diproyeksikan. Pencapaian secara total
asset sebesar 79,73% dari target yang diproyeksikan. Dari table dibawah dapat dilihat
penyebab tidak tercapainya target yang diproyeksikan dikarenakan tidak tercapainya kredit
yang diberikan dimana hanya tercapai sebesar Rp 2.313.162 ribu atau 63.07% dari Target
sebesar 3.667.600 ribu sehingga terdapat dana menganggur yang ditempatkan di Antar
Bank Aktiva sebesar Rp 637.020 ribu, dimana tercapai sebesar 635,06 % dari target pada
pos Antar Bank Aktiva. Pada pos pasiva, pos simpanan tabungan tercapai sebesar Rp
211.013 ribu atau sebesar 131,20% dari target yaitu Rp 160.818 ribu dan deposito tercapai
sebesar Rp 1.234.260 ribu atau 78.24% dari target yaitu sebesar Rp 1.577.548 ribu. Namun
Pos kewajiban hanya tercapai sebesar 69,62% yang dikarenakan tidak tercapainya pos
pinjaman yang diterima dimana hanya tercapai sebesar 13,97% dari target yang ditetapkan.
Pada tahun 2017, laba bruto hanya tercapai sebesar Rp 190.259 ribu atau sebesar 71% dari
target yaitu Rp 267.987. Hal ini dikarenakan tidak tercapainya pelemparan kredit sesuai
target sehingga pendapatan dari bunga tercapai sebesar 78,51%. Selain itu, hal ini juga
dikarenakan oleh banyaknya dana idle yang menyebabkan beban bunga tercapai sebesar
96,47% . Berikut kami sampaikan table perbandingan antara target dan hasil realisasi pada
tahun 2017:
PERBANDINGAN NERACA HASIL REALISASI DAN TARGET
PERIODE DESEMBER 2018

(Dalam Ribuan Rp)


PERBANDINGAN LABA / RUGI HASIL REALISASI DAN TARGET
PERIODE DESEMBER TAHUN 2018

No Rasio Hasil
1 Rasio KPMM 84,43%
Rasio Aset Produktif yang
2 diklasifikasikan Terhadap Aset 3,59%
Produktif
3 Rasio NPL 4,97%
4 Rasio ROA 5,16%
5 Rasio BOPO 81,01%
6 Cash Ratio 40,12%
7 Loan to Deposit Ratio 78,01%

B. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DAN MASALAH YANG DIHADAPI


DALAM PENCAPAIAN TARGET
1. Penyaluran Dana

Target dari Penyaluran dana kredit yang diberikan masih tercapai 63,07% dari RKT.
Hal ini dikarenakan antara lain:
a. Adanya pelunasan dipercepat nasabah lama lancar yang cukup signifikan
sehingga mempengaruhi baki debet kredit. Hal ini dapat dilihat dalam tabel
berikut:
Realisasi Pelunasan Angsuran Pelunasan + Angsuran Selisih
Jan-17 177,700,000 94,612,641 148,078,709 242,691,350 (64,991,350)
Feb-17 140,000,000 52,952,310 133,949,280 186,901,590 (46,901,590)
Mar-17 276,500,000 40,721,981 96,931,740 137,653,721 138,846,279
Apr-17 205,500,000 49,000,586 188,873,751 237,874,337 (32,374,337)
May-17 252,000,000 36,094,848 164,476,960 200,571,808 51,428,192
Jun-17 241,609,500 86,364,386 130,124,318 216,488,704 25,120,796
Jul-17 154,000,000 89,435,996 164,288,847 253,724,843 (99,724,843)
Aug-17 158,000,000 81,254,009 126,082,971 207,336,980 (49,336,980)
Sep-17 172,000,000 74,754,092 123,596,317 198,350,409 (26,350,409)
Oct-17 298,000,000 141,516,588 161,884,708 303,401,296 (5,401,296)
Nov-17 253,000,000 98,692,607 137,530,672 236,223,279 16,776,721
Dec-17 310,800,000 128,356,597 149,123,135 277,479,732 33,320,268

Terutama Pelunasan pada 3 Bulan terakhir 2017 masing – masing Rp 141.516


ribu, Rp 98.692 ribu, dan Rp 128,356 ribu. Hal ini menyebabkan peningkatan
yang kurang signifikan pada kenaikan baki debet Kredit meskipun realisasi
dalma 3 bulan terakhir cukup tinggi.
b. AO Marketing Baru yang direkrut belum bisa efektif dalam pelemparan kredit
sehingga terjadi turn over AO sebanyak ( 4 org )
c. NPL terjadi peningkatan pada bulan Mei 2017 menjadi 4,90% dari 3,27% pada
posisi Desember 2016. Hal ini dikarenakan ada 1 nasabah sertifikat yang
bangkrut sehingga susah melakukan pembayaran. Juga terdapat beberapa
nasabah dengan plafond besar yang mulai terlambat pembayarannya meskipun
belum masuk ke Kolekbilitas 2.
NPL Baki Debet NPL
Jan-17 3.34% 80,476,307
Feb-17 3.37% 80,860,663
Mar-17 3.42% 83,426,468
Apr-17 3.39% 82,680,935
May-17 4.90% 121,572,403
Jun-17 4.82% 120,632,200
Jul-17 4.95% 118,709,889
Aug-17 5.04% 116,965,931
Sep-17 5.12% 116,326,858
Oct-17 5.12% 116,027,268
Nov-17 5.13% 117,103,915
Dec-17 4.97% 114,931,045

2. Penghimpunan Dana

Dalam penghimpunan dana pada tahun 2017 tercapai sebesar 131,21 % dari tabungan
sedangkan dari deposito sebesar 78,24 % dimana deposito masih didominasi oleh pihak
terkait bank. Selain dari deposito dan tabungan dari pihak ketiga, pencapaian dana dari
bank lain tercapai 0,93 % dari Simpanan bank lain. Hal ini dikarenakan adanya
pengembalian deposito milik PT BPR Mahkota Reksaguna Artha pada bulan Desember
2017. Sedangkan Pinjaman diterima sebesar 13,97% dari target. Oleh karena itu,
Direksi diharapkan untuk mengupayakan:

a. Deposito tidak didominasi oleh pemegang saham sebagai deposan inti.


b. Direksi perlu melakukan upaya untuk meningkatkan penghimpunan dana dari
pihak ketiga baik tabungan dan deposito sebagai dana murah agar BPR mampu
bersaing dalam pelemparan kredit.
c. Mengupayakan untuk lebih intensif mensosialisasikan produk bank berupa
tabungan dan deposito untuk menghimpun dana dari masyarakat.
d. Membina kerjasama baik dengan bank umum maupun dengan BPR lain untuk
mengurangi secara bertahap ketergantungan kepada pihak terkait.
3. Laba
Pada tahun 2017, laba bruto hanya tercapai sebesar Rp 190.259 ribu atau sebesar 71%
dari target yaitu Rp 267.987 ribu. Hal ini dikarenakan:
a. Pendapatan hanya tercapai sebesar Rp 998,716 ribu atau 83,31% dari target
dikarenakan tidak tercapainya pendapatan bunga dan pendapatan provisi dan
administrasi yang dikarenakan tidak tercapainya pelemparan kredit. Selain itu,
belum maksimalnya penyelesaian kredit bermasalah macet, kurang denda, dan
hapus buku.
b. Biaya tercapai Rp 808,457 ribu atau 86.86% dari target sehingga pencapaian
biaya lebih tinggi dari pencapaian pendapatan yang menyebabkan pencapaian
target laba belum tercapai.

C. UPAYA YANG DILAKUKAN DALAM PEMENUHAN PENCAPAIAN HASIL


KINERJA.

1. Penghimpunan Dana
Sasaran dan Strateginya dalam pencapaian Proyeksi penghimpunan dana tahun 2018
adalah sebagai berikut :

 Menggalakan tabungan Simpanda yang sudah terbentuk untuk mendapatkan dana


dengan bunga ringan dengan evaluasi kembali peraturan yang ada

 Melakukan Channeling berupa pinjaman dari bank lain

Saran dari Dewan Komisaris untuk penghimpunan dana:

 Melakukan promosi seperti event ke lingkungan sekitar seperti sekolah, pasar, atau
perumahan sekitar

 Menambah SDM yang dapat focus untuk mencari Dana Murah berupa tabungan.

2. Penyaluran Dana
Upaya yang dilakukan selama tahun 2017:
 Perubahan provisi dan administrasi kredit sesuai dengan Jangka Waktu yang
disetujui.
 Mengubah tugas dan tanggung jawab AO marketing menjadi AO yang mencari
dan menagih sendiri sehingga tidak ada lagi AO tagih. AO tagih dirubah
menjadi AO marketing.
 Merubah Incentive yang diberikan kepada AO menjadi Incentive realisasi dan
Incentive pelunasan.
 Mengadakan Incentive Tambahan (Incentive Tim) pada bulan Oktober,
November, dan Desember 2017 untuk meningkatkan pelemparan kredit
 Membuat kebijakan untuk repeat order dan pemasangan hipotik kepada
Jaminan sertifikat untuk mencegah NPL yang bermasalah lagi di PT BPR
Sriekaya
 Membuat kebijakan permagangan AO baru yang belum berpengalamaan
 Membuat kebijakan perekrutan AO Marketing Senior.
 Memasang Iklan melalui Jobstreet untuk mendapatkan AO baru.
Upaya yang akan dilakukan dalam penyaluran dana pada tahun 2018:
 Mendapatkan AO Marketing yang effektif sebanyak 8 Orang di Maret 2018,
sampai dengan 18 orang pada tahun 2018 berdasarkan ketentuan terbaru yang
dibuat pada tahun 2017. Pencarian ini dilakukan lewat online (Jobstreet), Kantor
Pos, Spanduk depan Kantor, Sekolah dan Universitas.
 Mengutamakan kuantitas nasabah dibandingkan jumlah plafond agar
memperbanyak portofolio nasabah dan lebih dikenal oleh masyarakat Sidoarjo.
 Mencari AO non pengalaman dan magang dengan lulusan minimal SMK / SMA
dengan tujuan dapat melakukan pembinaan untuk menjadi AO marketing yang
berpengalaman.
 Melakukan Kanvas bersama ditempat-tempat usaha terutama pasar
 Membuat spanduk, brosur untuk disebarkan ditempat-tempat yang strategis
 Membuat produk baru khusus untuk target modal kerja pertokoan dan cara analisa
yang lebih baik dengan mempertimbangkan factor tujuan dan kebutuhan modal
kerja. Produk baru tersebut adalah:
1. Produk dengan Bunga 1.15% per bulan dimana harus habis sampai angsuran
terakhir. Sudah dimulai sejak Februari 2018
2. Produk dengan Bunga 1.5% per bulan dimana tidak ada penalty apabila dilunasi
dipercepat. Sudah dimulai sejak Februari 2018
3. Produk kredit revolving dimana produk ini masih dalam proses penyempurnaan
dimana bekerja sama dengan notaris untuk pembuatan perjanjian kreditnya
Dalam hal penerapan pedoman Kebijakan dan Prosedur Perkreditan, Pedoman
telah sesuai dengan prinsip kehati-hatian dalam pemberian kredit antara lain :
a. Kebijakan dan Prosedur pemberian kredit :
 Proses Analisa dan Survey Kredit
Telah terdapat acuan dalam menganalisa kredit dengan mengunakan Prinsip
5C (Character, Capacity, Capital, Collateral, and Condition) dimana
kapabilitas debitur untuk membayar kembali ditentukan dengan
perhitungan DSR dengan minimum 1.5X, Character debitur disurvey
dengan mendatangi kolega bisnis atau tetangga sekitar wilayah debitur
yang dituangkan dalam form Community Checking, Collateral ditentukan
nilai taksasi oleh pihak bank dengan mempertimbangkan nilai yang didapat
dari dua sumber informasi. Meskipun demikian perlu adanya peningkatan
dalam proses analisa dan survey kredit dimana masih terdapat analisa dan
survey yang kurang baik oleh AO Marketing sehingga dewan direksi perlu
untuk memantau dan mengedukasi AO Marketing bagaimana mengunakan
acuan – acuan yang baru dirumuskan untuk menganalisa Kredit.
 Kredit kepada pihak terkait dengan BPR debitur grup.

Dasar pertimbangan dan kriteria pengaturan batas wewenang persetujuan


kredit dituangkan secara tertulis dalam keputusan Direksi dan BMPK sesuai
dengan ketentuan OJK.
 Penanganan Kredit bermasalah
Dalam rangka meningkatkan usaha tingkat kesehatan bank dari aspek
kualitas aktiva produktif/kredit yang diberikan, selain selektif dalam
pemberian kredit dan pelaksanaan prinsip kehati-hatian, juga harus
melakukan pembinaan terhadap debitur sehingga dana yang diperoleh dari
Bank dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan modal usaha. Aktif dalam
melakukan penagihan tunggakan yang berjalan secara berkesinambungan,
melakukan pendekatan secara kekeluargaan. Dalam upaya penanganan
kredit bermasalah tersebut yang dilakukan adalah :
 Melokalisir nasabah–nasabah bermasalah dan menetapkan skala
prioritas penyelesaian.
 Melakukan penagihan secara intensif dan berkualitas dan
tercatat dengan baik dalam bentuk Form Kunjungan Nasabah sehingga
Bank dapat mengetahui perkembangan kondisi setiap debitur.
 Melakukan pendekatan secara khusus dengan memperhatikan
dan membina nasabah tersebut agar membayar.
 Merangsang nasabah macet dengan memberikan potongan atau
membebaskan denda.
 Memberikan surat peringatan dan melakukan pernyitaan barang
jaminan bila diperlukan.
b. Penilaian terhadap pelaksanaan penanganan kredit bermasalah.
Perlu adanya peningkatan dalam pelaksanaan kredit bermasalah dimana diperlukan
kedisplinan dalam penagihan yang kurang-kurang membayar, menekankan pada
nasabah yang kurang lancar menjadi lancar dengan cara tunggakan yang ada
dibayar sebagian agar tidak melampaui tunggakan lebih dari 3 kali angsuran,
meningkatkan kualitas monitoring dimana sejauh ini lembar form kunjungan
debitur yang seharusnya digunakan untuk memonitoring nasabah yang menunggak
masih belum bisa mencerminkan kronologis dan kondisi debitur dengan baik
sehingga perlu upaya dari dewan direksi untuk memantau dan memberikan
knowledge pada SDM yang belum mampu untuk melakukan monitoring dengan
baik.
c. Saran dan rekomendasi Dewan Komisaris terhadap pelaksanaan perkreditan.
Dalam rangka meningkatkan usaha tingkat kesehatan bank dari aspek kualitas
aktiva produktif/pinjaman yang diberikan, Bank harus selektif dalam pemberian
kredit (melaksanakan prinsip kehati-hatian). Bank juga harus melakukan
pembinaan terhadap debitur secara benar sehingga dana yang diperoleh dari BPR
Sriekaya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan atau menambah modal usaha,
aktif dalam melakukan penagihan tunggakan secara berkesinambungan dan
melakukan pendekatan secara kekeluargaan sebagai bentuk dari penyelamatan
kredit.
3. Laba
Sasaran dan Strateginya dalam rangka pencapaian laba adalah sebagai berikut :

 Pada sisi pendapatan bunga, maka tetap megupayakan untuk mengoptimalkan


pelemparan kredit dan semaksimal mungkin untuk mendapatkan dana berbunga
rendah.
 Menggali kembali asset dari kredit bermasalah terutama yang masih menyimpan
potensi pendapatan bunga dan denda.
 Mengupayakan pembayaran denda dari nasabah-nasabah yang sudah lunas tinggal
denda dengan memberikan potongan denda yang menarik.

D. PELAKSANAAN PENGEMBANGAN PEGAWAI

No. Jabatan Jumlah Pendidikan Tempat Bulan Kegiatan Biaya


Terakhir Pengambangan SDM
1 Komisaris 1 S1 Surabaya 29/03/2017 Fit and Proper Test 500,000
Penyelenggara OJK
2 Direksi 2 S1 JW 20/04/2017 Sosialisasi Penjaminan 300,000
Accounting Marriot Simpanan
Penyelanggara LPS
3 Direksi 2 S1 Trawas 24/05/20117 Evaluasi Triwulan 1 500,000
Komisaris Penyelanggara OJK
4 AO 5 Kantor 06/07/2017 Evaluasi pencapaian
Marketing BPR Tengah Semester
Sriekaya Penyelenggara Intern
PT. BPR Sriekaya
5 Accounting 1 S1 Hotel 06/09/2017 Sosialisasi RBBPR 300,000
Sheraton Penyelenggara OJK
Surabaya
6 Accounting 1 S1 Hotel 06/12/2017 Refreshment LBBPR 300,000
Wyndam Penyelenggara Bank
Indonesia
7 Admin 3 Kantor 27/12/2017 Sosialisasi Program 600,000
Kantor BPR Sigma
Sriekaya Penyelenggara Telkom
Sigma

E. HAL – HAL YANG DAPAT MEMPENGARUHI TINGKAT KESEHATAN


BANK.
1. Capital Adequacy Ratio
Pada semester II 2017, perhitungan CAR bank sebesar 84,43%. Hal tersebut
menunjukkan bahwa bank dalam keadaan sehat dan memiliki modal yang cukup.
Hal tersebut dikarenakan kemampuan Bank memelihara kebutuhan penambahan
modal yang berasal dari keuntungan (laba ditahan).

2. Asset Quality
Pada penilaian Kualitas Aktiva Produktif, Bank berada dalam kondisi sehat yakni
sebesar 3,59 %. Baik itu dari kredit maupun penempatan pada bank lain. Dalam hal
ini, Bank diminta menekan NPL dengan cara sebagai berikut:

 Mendata dan mempelajari semua data-data terkait nasabah bermasalah.


 Melakukan penyelesaian kredit bermasalah dengan membuat skala prioritas
penyelesaian. Prioritas utama adalah nasabah seritifikat yang bermasalah (an:
Andri Frendeli)
 Memantau perkembangan atas usaha-usaha yang telah dilakukan maupun yang
sedang dijalankan serta langkah-langkah lebih lanjut yang lebih konkret dalam
penyelesaian kredit bermasalah secara tercatat dalam form kunjungan debitur.
 Memperhatikan dan membina kepada para nasabah kredit yang mempunyai
masalah kemacetan usaha yang akhirnya berpotensi menjadi kredit macet.
3. Management
Pengelolaan suatu bank akan menentukan sehat tidaknya suatu bank. Dalam hal ini,
manajemen dibagi menjadi dua yaitu manajemen umum dan manajemen risiko.
Secara umum, Bank bisa meningkatkan strategi, sumber daya manusia,
kepemimpinan, budaya kerja yang lebih baik lagi untuk membangun Bank yang
lebih sehat dengan mengevaluasi penerapan manajemen umum yang sudah berlaku.
Sedangkan dalam manajemen risiko, Bank harus menerapkan prinsip kehati-hatian
yang berkaitan dengan risiko likuiditas, risiko pasar, risiko kredit, risiko operasional,
risiko hukum dan risiko pemilik dan pengurus. Masalah Manajemen Umum yakni
Sumber Daya Manusia :

- Pembinaan Sumber Daya Manusia perlu terus dilaksanakan seiring dengan


meningkatnya produktivitas dan profesionalisme kerja, serta mengikut
sertakan pada pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia /
OJK dan pihak-pihak yang terkait dengan dunia perbankan.
- Untuk meningkatkan kinerja dan mengembangkan BPR Sriekaya yang sehat
diperlukan sumber daya manusia yang propesional, untuk membentuk sumber
daya yang profesional BPR Sriekaya wajib meningkatkan pengetahuan,
kemampuan dan pelatihan yang berkesinambungan.
- Meningkatkan kesejahteraan karyawan dengan memperhatikan sumber
penghasilan karyawan baik gaji, insentif dan pemberian tunjangan lainnya
seperti mengikutsertakan program BPJS Ketenagakerjaan.
- Untuk melaksanakan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia
diperlukan biaya dan persiapan, Bank telah menyediaan dana pendidikan
dianggarkan sesuai ketentuan 3 % dari jumlah biaya gaji karyawan.
4. Earning
Salah satu parameter untuk mengukur tingkat kesehatan suatu bank adalah
kemampuan bank untuk memperoleh keuntungan. Penilaian didasarkan kepada
rentabilitas atau earning suatu bank yaitu melihat kemampuan suatu bank dalam
menciptakan laba. Dalam hal ini Bank dikategorikan dalam kondisi sehat,
dikarenakan Bank memperoleh keutungan berdasarkan perhitungan ROA sebesar
5,16 % dan BOPO sebesar 81,01%.

5. Liquidity
Likuiditas Bank ditentukan oleh dua faktor rasio, yakni Cash Ratio dan LDR. Dalam
hal ini, perhitungan Cash Ratio Bank sebesar 40,12 %. Hal tersebut berarti bank
memiliki kemampuan untuk memenuhi kewajiban yang harus segera dibayar dengan
harta likuid yang dimiliki bank. Sedangkan LDR sebesar 78,01 %, hal tersebut
menunjukkan bahwa Bank masih dalam kategori sehat namun hal ini juga
menunjukan banyaknya idle fund yang belum dapat digunakan secara maksimal oleh
BPR Sriekaya.

F. PENDAPAT / KESIMPULAN SECARA KESELURUHAN

Dapat disimpulkan bahwa kinerja PT. BPR. Sriekaya pada tahun 2017 secara
keseluruhan belum mencapai target 100% sebagaimana yang ditetapkan dalam RKT, akan
tetapi kami selaku Dewan Komisaris PT. BPR Sriekaya berusaha dengan komitmen yang
tinggi untuk lebih meningkatkan lagi dimasa mendatang.

Demikian laporan mengenai pelaksanaan tugas yang kami lakukan dalam rangka
mengawasi tugas-tugas Direksi Bank kami, selama tahun 2017 agar dapat diterima dengan
baik, dan atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Sidoarjo, 23 Februari 2018

Anthony Ong

Komisaris Utama PT. BPR. Sriekaya