Anda di halaman 1dari 19

TUGAS METODOLOGI PENELITIAN

MAKALAH PENDEKATAN KUANTATIF

Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Metodologi Penelitian


Dosen : Dr. Ella Padillah, S.Sos.I, M.Pd.I

Disusun Oleh :

KELOMPOK 3

1. Elda Adriani S. (41116120206)


2. Fatihatun Iqriah H.R (41116120107)
3. Nurul Afriana (41116120095)
4. Nur Salsabilla (41116120108)
5. Nydia Diamanta (41116120074)

UNIVERSITAS MERCU BUANA


FAKULTAS TEKNIK
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
2017

DAFTAR ISI
Cover..........................................................................................................................i

Daftar Isi ....................................................................................................................ii

Kata Pengantar...........................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN..........................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN

BAB III PENUTUP

DAFTAR PUSTAKA
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami
panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan
inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.
Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan informasi dari
berbagai sumber referensi sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami
menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan
makalah ini. Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik
dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami
menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini .
Akhir kata kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat maupun inspirasi
terhadap pembaca.

Jakarta, 20 September 2017

Penyusun
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah


Manusia hidup dalam lingkungan yang selalu berubah dan berkembang.
Kompleksitas dan keberagaman lingkungan serta keunikan tuntutan manusia
menimbulkan kesulitan dan berbagai masalah yang bervariasi menurut keadaan masing-
masing. Ada yang merasa faktor ekonomi yang utama, tetapi ada pula yang mengalami
kesulitan pada sektor social dan budaya. Kesulitan atau persoalan itu hanya dapat
didekati menurut keadaan yang sebenarnya dan untuk apa serta bagaimana arah yang
ingin dipecahkan. Mungkin juga didekati secara sporadic, tidak terkendali ataukah akan
diselesaikan secara sistematis dan ilmiah.

Kehidupan tidak bisa terlepas dari masalah. Sesuai dengan keinginan manusia
bahwa masalah harus dicari solusi penyelesaiannya. Penyelesaian masalah menghendaki
seseorang mengambil keputusan. Tidak heran kalau setiap hari manusia selalu ada
membuat manusia membuat keputusan. Melakukan penelitian pada intinya mengiring
kita kepada mencari solusi penyelesaian masalah secara metode ilmiah. Metode ilmiah
ini akan mendapatkan kesimpulan yang rasional, sistematis dan empiris.
Penelitian merupakan suatau kegiatan untuk memperoleh data atau informasi
yang sangat berguna untuk mengetahui dan memecahkan masalah, atau untuk
mengembangkan suatu bidang ilmu pengetahuan. Penelitian ilmiah, menurut Kerlinger
(1993) adalah aktivitas penelitian yang dilakukan secara sistematis, terkontrol, empiris
dan kritis terhadap proposisi-proposisi hipotesis tentang hubungan yang diperkirakan
terhadap antara gejala alam. Penelitian merupakan sebuah perilaku yang bertujuan,
sebagaimana manusia mengerjakan apapun, ia memiliki tujuan atau target yang hendak
dicapai.

1.2. Rumusan Masalah


1. Apa definisi metode penelitian kuantitatif?
2. Apa tujuan penelitian kuantitatif?
3. Apa ciri-ciri penelitian kuantitatif?
4. Apa jenis-jenis penelitian kuantitatif?
5. Apa kelebihan dan kekurangan penelitian kuantitatif?
1.3. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui definisi penelitian kualitatif.
2. Untuk mengetahui tujuan penelitian kualitatif.
3. Untuk mengetahui ciri-ciri penelitian kuantitatif.
4. Untuk mengetahui jenis-jenis penelitian kuantitatif.
5. Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan penelitian kuantitatif.

1.4. Manfaat Penulisan


1. Bagi kepentingan penulis sendiri untuk memberikan tambahan pengetahuan dan
wawasan secara teoritis mengenai penelitian kuantitatif.
2. Sebagai bahan imformasi dan bahan kajian dasar bagi para mahasiswa didalam
mengadakan penelitian kuantitatif.
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Definisi Penelitian Kuantitatif

Penelitian adalah suatu cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan
kegunaan tertentu. Penelitian sebagai salah satu cara untuk menyelesaikan suatu masalah atau
mencari jawaban dari persoalan yang dihadapi secara ilmiah, menggunakan cara berpikir
reflektif, berfikir keilmuan dengan prosedur yang sesuai dengan tujuan dan sifat
penyelidikan. Oleh karena sifat masalah atau objek yang diteliti itu berbeda, maka perlu
dipilih tipe dan jenis penelitian yang sesuai dengan tujuan dan objek penelitian. Salah satunya
penelitian kuantitatif.

Penelitian Kuantitatif adalah metode penelitian yang lebih menekan pada aspek
pengukuran dengan cara yang obyektif terhadap fenomena social. Untuk bisa melakukan
pengukuran, pada setiap fenomena social di jabarkan kedalam beberapa komponen masalah,
variable dan indikator.

Menurut Sugiono (2008), metode kuantitatif adalah pendekatan ilmiah yang


memandang suatu realitas itu dapat diklasifikasikan,konkrit,teramati dan terukur,hubungan
variabelnya bersifat sebab akibat dimana data penelitiannya berupa angka-angka dan
analisisnya menggunakan statistik.

Pendekatan kuantitatif mementingkan adanya variable-variabel sebagai objek


penelitian, dan variable-variabel tersebut harus didefinisikan dalam bentuk operasionalisasi
dari masing-masing variabel. Reliabilitas dan validitas merupakan syarat mutlak yang harus
dipenuhi dalam menggunakan pendekatan ini, karena kedua elemen tersebut akan
menentukan kualitas hasil penelitian dan kemampuan replikasi serta generalisasi penggunaan
model penelitian sejenis. Selanjutnya, penelitian kuantitatif memerlukan adanya hipotesis dan
pengujian yang kemudian akan menentukan tahapan-tahapan berikutnya, seperti penentuan
teknik analisa dan uji statistic yang akan digunakan. Pendekatan ini juga lebih memberikan
makna dalam hubungannya dengan penafsiran angka statistik, bukan makna secara
kebahasaan dan kulturalnya.
2.2 Tujuan Penelitian Kuantitatif

Tujuan dalam melakukan penelitian dengan menggunakan pendekatan kuantitatif


adalah membuat generalisasi, menguji teori, membangun fakta, menunjukkan hubungan dan
pengaruh serta perbandingan antarvariabel, menafsir dan meramalkan hasilnya.

2.3 Ciri-Ciri Penelitian Kuantitatif

Pendekatan Kuantitatif memandang tingkah laku manusia dapat diramal dan realitas
social; objektif dan dapat diukur. Oleh karena itu penggunaan penelitian kuantitatif dengan
instrument yang valid dan realibel serta analisi statistik yang sesuai dan tepat menyebabkan
hasil penelitian yang dicapai tidak menyimpang dari kondisi yang sesungguhnya. Hal itu
ditopang oleh pemilihan masalah, identifikasi masalah, pembatasan dan perumusan masalah
yang akurat serta dibarengi dengan penetapan populasi dan sampel yang benar.

Pendekatan kuantitatif mempunyai ciri-ciri utama sebagai berikut:

1. Penelitian kuantitatif dilakukan dengan rancangan yang terstruktur, formal, dan


spesifik serta mempunyai rancangan operasional yang mendetail. Setiap penelitian
kuantitatif haruslah melangkah dengan persiapan opersional yang matang. Ini berarti
dalam rancangan itu telah terdapat antara lain masalah, pembatasan masalah,
perumusan masalah, kegunaan penelitian, studi kepustakaan, jenis instrument,
populasi dan sampel, serta teknik analisi yang digunakan.
2. Data yang dikumpulkan bersifat kuantiatif atau dapat dikuantitatifkan dengan
menghitung atau mengukur. Ini berarti sebelum turun kelapangan jenis data yang
diumpulkan merupakan data kuantitatif; lebih banyak angka bukan kata-kata atau
gambar.
3. Penelitian kuantitatif bersifat momentum atau menggunakan selang waktu tertentu,
atau waktu yang digunakan pendek; kecuali untuk maksud tertentu. Apabila kita
melakukan eksperimen, maka waktu yang digunakan dapat diatur setepat mungkin.
4. Penelitian kuantitatif membutuhkan hipotesis atau pertanyaan yang perlu dijawab
untuk membimbing arah dan pencapaian tujuan penelitian. Hipotesis merupakan
kebenaran sementara yang perlu dibuktikan. Untuk itu diperlukan seperangkat data
yang dapat menunjang pembuktian tersebut melalui penyelidikan ilmiah. Data
tersebut dapat dikumpulkan dengan menggunakan interview terstruktur, angket, skala
dan sebagainya.
5. Analisi data dilakukan dengan menggunakan statistik, baik statistik differensial
maupun inferensial. Pembuktian hipotesis dapat dilakukan secara manual atau dengan
computer. Dengn menggunakan statistik peneliti dapat mengatakan bahwa terdapat
hubungan yang berarti antara satu ubahan dengan ubahan yang lain.
6. Penelitian kuantitatif lebih berorientasi kepada produk dari proses. Karena yang akan
dicari adalah pengujian/pembuktian hipotesis, maka pengkajian proses tidaklah begitu
penting, sebab yang ingin dilihat bagaimana hubungan antara satu variable dengan
yang lain, bagaimana hasil belajar dengan membelajarkan (bukan prosesnya), atau
apakah ada pengaruh umur terhadap keterlambatan belajar dan sebagainya. Ini
menunjukkkan bahwa penelitian kuantitatif tidak terikat betul dnegan natural setting,
karena arti dari suatu tindakan atau perbuatan telah dinyatakan secra kuantitas dapat
diukur melaluii produk/hasil.
7. Sampel yang digunakan : luas, random, akurat, dan representative. Dalam penelitian
kuantitatif peneliti akan selalu berupaya ingin membuktikan hipotesis, dan
menggeneralisasi atau memeprediksi hasil penelitiannya. Untuk dapat membuktikan
suatu hipotesis, peneliti alkan menggunakan analisis statistic yang dalam
pelaksanaannya membutuhkan persyaratan tertentu, seperti julah sampel,
homogenitas, dan linearitas.
8. Peneliti kuantitatif menganalisis data secara deduktif. Hal ini terjadi karena hipotesis
yang disusun berdasarkan teori yang sudah ada. Teori terebut menggambarkan
keadaan secara umum suatu konsep atau konstruk. Karena penelitian kuantitatif ingin
membuktikan hipotesis yang telah disusun atau ingin menggambarkan secara umum,
maka anaisis data harus pula dilakukan secara deduktif, dari umum ke khusus, bukan
sebaliknya.
9. Instrument yang digunakan dalam mengumpulkan data hendaklah dapat dipercaya
(valid), andal (realibel), mempunyai norma dan praktis. Penyusunan instrument yang
valid sangat diperlukan. Untuk itu perlu diikuti langkah-langkah dalam penyusunan
instrument yang baik sehingga terdapat “content validity’ atau ‘predictive validity.”
Instrument itu hendaklah mudah dilaksanakan/diadministrasikan dan mempunyai
norma tertentu dalam menentukan angka yang mereka dapat. Justru karena itu,
penelitian kuantitatif perlu dimantapkan dan ditimbang oleh yang ahli dalam bidang
yang diteliti sebelum diujicobakan dan digunakan dalam pengumpulan data yang
sebenarnya.

2.4 Jenis-Jenis Penelitian Kuantitatif

Penelitian kuantitatif terdiri dari berbagai jenis. Tiap jenis memiliki maksud tersendiri.
Oleh karena itu, pemilihan tipe yang tepat sesuai dengan tujuan penelitian sangat diharapkan
dan menentukan pencapaian hasil yang telah dirumuskan. Tipe penelitian kuantitatif adalah
sebagai berikut :

2.4.1 Penelitian Eksploratif


2.4.1.1 Definisi Penelitian Eksploratif
Penelitian eksploratif merupakan studi penjajakan, terutama dalam pemantapan
konsep yang akan digunakan dalam ruang lingkup penelitian yang lebih luas dengan
jangkauan konsep yang lebih besar. Penelitian eksploratif mencoba menyediakan
jawaban dari pertanyaan yang telah dirumuskan dalam masalah yang akan dijadikan
prioritas dalam penelitian selanjutnya. Oleh karena itu, penelitian eksploratif dapat
dikatakan merupakan penelitian pendahuluan.
Kerlinger (1976) menyatakan, penelitian eksploratif bertujuan untuk :
 Menemukan variable yang berarti dalam situasi lapangan
 Menemukan hubungan antara variable variable
 Meletakkan dasar kerja unntuk penelitian selanjutnya, yang bersifat pengujian
yang lebih sistematis dan teliti.

2.4.1.2 Ciri – Ciri Penelitian Eksploratif

Ciri ciri Penelitian Eksploratif antara lain :

1. Secara harfiah, explore berarti menyelidiki atau memeriksa sesuatu. Jadi


penelitian eksploratif ingin menemukan sesuatu apa adanya, sebagai langkah
aal untuk mendeskripsikan fenomena secara lebih jelas dan tuntas.
2. Penelitian ini terbatas samplenya
3. Sifat penelitian ini merupakan penjajakan
4. Instrument yang dipakai harus dapat mengungkapkan sebanyak mungkin
informasi yang dibutuhkan sesuai dengan tujuan penelitian.
5. Bentuk pertanyaan yang dipakai lebih umum
2.4.2 Penelitian Deskriptif Kuantitatif
2.4.2.1 Definisi Penelitian Deskriptif Kuantitaif
Penelitian deskriptif kuantitatif adalah salah satu jenis penelitian yang bertujuan
mendeskripsikan secara sistematis, factual, dan akurat mengenai fakta dan sifat populasi
tertentu atau mencoba menggambarkan fenomena secara detail (Lehmann 1979).
Penelitian deskriptif dapat berupa penelitian dengan menggunakan pendekatan kuantitatif
maupun kualitatif. Penelitian deskriptif kuantitatif merupakan usaha dan sistematis untuk
memberikan jawaban terhadap suatu masalah dan / atau mendapatkan informasi lebih
mendalam dan luas terhadap suatu fenomena.

2.4.2.2 Ciri – Ciri Penelitian Deskriptif Kuantitatif


Ciri ciri Penelitian Deskriptif Kuantitatif antara lain :
1. Memusatkan pemecahan masalah yang ada pada masa sekarang, atau masalah/
kejadian yang actual.
2. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan situasi atau kejadiam
secara tepat dan akurat, bukan untuk mencari hubungan atau sebab akibat.

2.4.3 Penelitian Kolerasional


2.4.3.1 Definisi Penelitian Kolerasional
Penelitian korelasional juga disebut dengan associatonal research, relasi hubungan
diantara dua atau lebih ubahan yang dipelajari tanpa mencoba mempengaruhi ubahan
ubahan tersebut.
Tujuan utama melakukan penelitian korelasional yaitu menolong menjelaskan
pentingnya tingkah laku manusia atau untuk meramalkan suatu hasil. Dengan
demikian, penelitian ini kadan berbentuk penelitian deskriptif karena menggambarkan
hubungan antara ubahan yang diteliti. Karena itu penelitian korelasional merupakan
upaya untuk menerangkan dan meramalkan sesuatu.

2.4.3.2 Ciri – Ciri Penelitian Kolerasional


Ciri ciri Penelitian Kolerasional antara lain :
1. Penelitian korelasional tepat digunakan apabila ubahan ubahan yang diteliti
kompleks dan / atau tidakk dapat diteliti dengan metode eksperimen dan tidak
dapat dimanipulasi.
2. Penelitian korelasional memungkinkan pengukuran beberapa ubahan sekaligus
3. Apa yang diperoleh adalah kadar hubungan, bukan ada atau tidaknya pengaruh
diantara ubahan yang diteliti, kecuali apabila menggunakan Teknik analisis yang
lebih kompleks sehingga dapat dicari pengaruhnya.

2.4.4 Penelitian Kausal Komparatif


2.4.4.1 Definisi Penelitian Kausal Komparatif
Penelitian kausal komparatif berarti bahwa peneliti menjajaki ke belakang, ke
masa peristia tersebut terjadi , apa apa yang menjadi penyebab suatu peristiwa atau
kejadian yang menjadi objek penelitian, dengan membandingkan fenomena pada
kelompok yang ada peristiwa dan pada kelompok yang tidak terjadi peristiwa.
Penelitian ini bersifat ex post facto, artinya data dikumpulakan setelah semua
kejadian yang dipersoalkan berlangsung (telah lalu). Penelitian mengambil satu atau
lebih akibat dan menguji data tersebut dengan menelusuri kembali ke masa lampau atau
mencari sebab sebab. Penelitian kausal komparatif dapat menentukan penyebab, efek,
atau konsekuensi yang ada diantara 2 kelompok atau beberapa kelompok. Diawali
dengan mencatat perbedaan diantara dua kelompok, dan mencari kemungkinan
penyebab, efek, atau konsekuensi.

2.4.5 Penelitian Tindakan


2.4.5.1 Definisi Penelitian Tindakan
Berbeda dengan penelitian kausal komparatif yang mencoba menentukan
penyebab (cause) datau konsekuensi (consequences) yang telah ada (already exist)
diantara dua kelompok atau lebih, penelitian tindakan mencoba mengembangkan
keterampilan baru, pendekatan baru, atau informasi yang berguna bagi peneliti dan
sekelompok orang yang menjadi target group penelitian. Oleh karena itu, Tugas dari
penelitian tindakan adalah menghasilkan informasi dan pengetahuan, serta keterampilan
baru yang dapat digunakan secara langsung kepada sekelompok orang melalui penelitian,
dan juga dimaksudkan untuk memberikan penerangan pada sekelompok subjek peneliti,
memotivasi mereka untuk menggunakan informasi yang mereka dapat melalui penelitian.
Penelitian tindakan memulai aksi untuk memecahkan suatu masalah dengan langsung
mengaplikasikan tindakan pada lingkungan tertentu dalam latar (settings) alami.
Penelitian tindakan berawal dari masalah praktik yang dihadapi seseorang dalam
lingkungannya, baik yang berkaitan dengan proses pelaksanaan maupun produk yang
dihasilkan.
Penelitian tindakan diawali dengan suatu rencana tindakan, tindakan, observasi
dan refleksi. Untuk menyusun rencana, perlu dilakukan need assesment atau observasi,
ataupun teknik-teknik lain untuk mengumpulkan data awal sehingga data dasar lengkap,
sebagai dasar perlunya aksi/tindakan dilakukan. Selama tindakan dilakukan, dan
sesudahnya diperlukan pula observasi untuk mengetahui bagaimana tindakan itu
dilakukannya. Selanjutnya memasuki langkah refleksi, individu yang ikut serta dalam
kegiatan memberikan informasi masukan tentang pelaksanaan kegiatan. Hal itu akan
digunakan untuk perbaikan rencana tindakan pada kegiatan kedua siklus 1. Begitulah
seterusnya sampai siklus 1 selesai dan dilanjutkan dengan siklus 2 dan 3 dan seterusnya
sampai tidak ada lagi kesalahan dalam melakukan tindakan dan tujuan tercapai. Oleh
karena itu, penelitian tindakan dilaksanakan dengan menggunakan data berbagai teknik
(multi methods) dalam pengumpulan data maupun dalam refleksi.

2.4.5.2
2.4.6 Penelitian Eksperimen
2.4.6.1 Definisi Penelitian Eksperimen
Penelitian eksperimen merupakan satu-satunya tipe penelitian yang lebih
akurat/teliti dibandingkan dengan tipe penelitian yang lain, dalam menentukan relasi
hubungan sebab-akibat. Hal itu dimungkinkan karena dalam penelitian eksperimen
peneliti berdaya dan dapat melakukan pengawasan(kontrol) terhadap variabel bebas baik
sebelum penelitian maupun selama penelitian. Disamping itu, dapat pula diminimalkan
pengaruh komponen lain yang diduga akan mempengaruhi hasil penelitian, seperti
pengaruh lingkungan disekitar responden penelitian. Atau, dapat pula dikatakan bahwa
melalui penelitian eksperimen, peneliti mampu dan dapat memanipulasi variabel bebas
dan mengatur situasi penelitian dengan benar sehingga dapat mengungkapkan faktor-
faktor sebab akibat. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa ide dasar daripada
penelitian eksperimen yaitu coba sesuatu dan secara sistematis amati apa yang terjadi.
2.4.6.2 Jenis – Jenis Penelitian Eksperimen
Penelitian eksperimen dibedakan menjadi 3, yaitu ;
1. pre-experiment, yaitu penelitian eksperimen yang pada prinsipnya hanya
menggunakan 1 kelompok. Berarti dalam tipe penelitian tidak ada kelompok
kontrol. Karena pre-experiment tidak memenuhi syarat penelitian yang
sesungguhnya. Tipe – tipe yang termasuk didalamnya, yaitu : the one shot case
study, the onegroup pretest-posttest design, the static group comparison design.
2. quasi experiment, merupakan salah satu tipe penelitian eksperimen dimana
peneliti tidak melakukan randomisasi (randomners) dalam penentuan subjek
kelompok peneliti, namun hasil yang dicapai cukup berarti, baik ditinjau dari
validasi internal maupun eksternal. Jenis yang termasuk didalamnya, yaitu ; the
nonrandomnized control group pretest-posttest design, the time series experiment,
the control group time series, the equipment time samples design.
3. true experiment, yaitu jenis penelitian eksperimen yang sesungguhnya, dimana
peneliti mengontrol variable-variable yang diteliti dengan baik serta
mengendalikan situasi penelitian dari ancaman yang mungkin merusak hasil
penelitian dari keadaan yang sesungguhnya. Ini berarti bahwa dalam eksperimen
yang sesungguhnya, validitas internal dan eksternal merupakan kondisi utama yang
perlu mendapat perhatian para peneliti dalam menata rancangan penelitian yang
dilakukannya.

2.4.7 Penelitian Pengembangan


2.4.7.1 Definisi Penelitian Pengembangan
Kalau ditelusuri secara seksama tentang apa itu penelitian deskriptif, seperti yang
telah diuraikan terdahulu, tanpak jelas bahwa penelitian deskriptif lebih mengacu
pada keadaan sekarang; what is or what exist dihubungkan dengan atau kepada
kejadian yang mendahuluinya, yang mempengaruhi keadaan atau situasi sekarang,
sedangkan penelitian pengembangan (developmental research) bukan hanya untuk
menggambarkan hubungan antara keadaan sekarang melainkan menyelidiki
perkembangan dan atau perubahan yang terjadi sebagai fungsi waktu. Lebih jauh
isaac dan michael (1980) mengatakan, tujuan penelitian pengembangan alat
perubahan sebagai fungsi waktu. Oleh karena itu, setiap masalah dalam penelitian
pengembangan hendaklah didekati secara lebih baik dan terencana.
“the purpose of developmental research is to assess changes over an extended period
of time. For example, developmental research would be an ideal choice to assess the
differences in academic and social development in low-income versus high-income
groups. It is most common when working with marginal or minority groups, as
subjects for obvious reasons and can be undertaken using several methods:
longitudinal, cross sectional and cross sequential.
Pola atau perubahan merupakan suatu kajian pada hasil berdasarkan responden yang
sama pada periode waktu yang berbeda, dengan selang waktu sama. Ini berarti dapat
mengetahui perubahan dan pola tertentu dan perkembangan yang baik dilakukan
dengan penelitian berulang terhadap responden yang sama (longitudinal study),
merupakan studi yang panjang dan menggunakan periode waktu tertentu untuk setiap
studi, sehingga dapat menggambarkan perbedaan hasil studi setiap periode itu.

2.4.7.2 Ciri – Ciri Penelitian Pengembangan


Tujuan penelitian yang ingin dicapai ialah untuk menemukan pola urutan, perubahan
atau kecenderungan tentang sesuatu, maka penelitian pengembangan hendaklah
dirancang secara konseptual dan terkendali. Perlu diingat bahwa melalui suatu
penelitian tidak ada yang sekali jadi dan “final” terhadap suatu masalah yang diteliti.
Jawaban tuntas terhadap masalah tidaklah mungkin diberikan secara “fixed”, karena
adanya hubungan antara satu masalah dengan lainnya dan adanya berbagai kesalahan
(errors) dalam penelitian atau karena penelitian ilmiah bukan memberikan
jawaban/kepastian yang mutlak dan langsung sebagai suatu kebenaran yang mutlak
untuk selamanya.
Penelitian pengembangan akan memberikan hasil yang berarti apabila dipedomani
dan diperhatikan hal berikut ;
Apabila teknik “longitudinal study” dipakai dan dilaksanakan, maka masalah
sampling adalah suatu hal yang sangat serius, kompleks dan membutuhkan perhatian
khusus, karena sulit menentukan subjek yang dapat mengikuti atau diikutkan pada
waktu yang relatif lama sesuai periodesasi waktu peneltian.
Seandainya penelitian tahap kedua atau ketiga ada subjek/respondent yang tidak ikut,
maka penelitian itu menjadi berkurang artinya sebab sekali telah dimulai maka
langkah berikutnya tidak ada lagi perbaikan atau penyempurnaan teknis termasuk
penggantian responden. Disamping itu banyak faktor yang mempengaruhi hasil
penelitian, karena selama proses penelitian berlangsung sering terjadi
pergeseran/perubahan faktor internal dan eksternal. Karena itu pilih sampel sesuai
hakikat dan tipe penelitian, sehingga setiap responden dapat mengikuti semua tahap
periode penelitian, dengan biaya cukup.
Apabila digunakan “cross sectional study” maka subjek yang diteliti menjadi lebih
banyak, namun sangat sulit melihat perubahan karena responden yang terlibat
berbeda. Sangat riskan untuk membandingkan satu sama lain, sebab pola
perkembangan, motivasi, dan umur yang berbeda diantara mereka. Penelitian
pengembangan memusatkan perhatian pada variabel dan bagaimana perkembangan.

2.5 Kelebihan dan Kekurangan Penelitian Kuantitatif


2.5.1 Kelebihan Penelitian Kuantitatif
Kelebihan Penelitian Kuantitatif anatara lain :
1. Dapat digunakan untuk menduga atau meramal.
2. Hasil analisis dapat diperoleh dengan akurat bila digunakan sesuai aturan.
3. Dapat digunakan untuk mengukur interaksi hubungan antara dua atau lebil
variabel.
4. Dapat menyederhanakan realitas permasalahan yang kompleks dan rumit dalam
sebuah model.

2.5.2 Kekurangan Penelitian Kuantitatif


KekuranganPenelitian Kuantitatif anatara lain :
1. Berdasarkan pada anggapan-anggapan (asumsi)
2. Asumsi tidak sesuai dengan realitas yang terjadi atau menyimpang jauh maka
kemampuannya tidak dapat dijamin bahkan menyesatkan.
3. Data harus berdistribusi normal dan hanya dapat digunakan untuk menganalisis
data yang populasi atau sampelnya sama.
4. Tidak dapat dipergunakan untuk menganalisis dengan cuplikan (sampel) yang
jumlahnya sedikit (> 30)
2.6 Perbedaan Penelitian Kuantitatif dan Penelitian Kualitatif

N PENELITIAN
UNSUR PENELITIAN KUALITATIF
O KUANTITATIF

1 Kejelasan Tujuan, pendekatan, Subjek sampel, sumber data tidak


subjek, sumber data
mantap dan rinci, masih flexsibel,
Unsur sudah mantap, dan rinci
timbul dan berkembangnya sambil jalan
sejak awal

Segala sesuatu di

Langkah rencanakan sampai Baru diketahui dengan mantap dan


2
penelitian matang ketika persiapan jelas setelah penelitian selesai

disusun

Tidak dapat menggunakan pendekatan

Dapat menggunakan populasi dan sampel. Dengan kata lain

sampel dan hasil dalam penelitian kualitatif tidak


Sampel dan
3 penelitiannya dikenal istilah populasi dan sampel,
populasi
diberlakukan untuk istilah yang digunakan adalah setting.

populasi Hasil penelitia hanya berlaku bagi

setting yang bersangkutan.

a. Mengajukan hipotesis
Tidak mengemukakan hipotesis
yang akan diuji dalam
sebelumnya, tetapi dapat lahir selama
4 Hipotesis penelitian
penelitian berlangsung. Hasil penelitian
b. Hipotesis menentukan
terbuka.
hasil yang diramalkan

Dalam desain jelas


Desain penelitiannya adalah flexible
langkah-langkah
5 Desain dengan langkah dan hasil yang tidak
penelitian dan hasil yang
dapat dipastikan sebelumnya.
diharapkan
Kegiatan pengumpulan
Pengumpula Kegiatan pengumpulan data harus
6 data memungkinkan
n data selalu dilakukan oleh peneliti sendiri.
untuk diwakilkan

Dilakukan sesudah semua Dilakukan bersamaan dengan


7 Analisis data
data terkumpul pengumpulan data.

Pemberi
8 Disebut responden Disebut informan
Informasi

Berupa data kuantitatif


9 Data Berupa narasi dan angka
atau dalam bentuk angka

Berupa kuisioner yang

tidak boleh
Instrument penelitian adalah peneliti
Instrumen diinterpretasikan oleh
10 sendiri, sehingga peneliti harus
penelitian pengedar kuisioner dan
konseptual dan teoritikal.
tidak juga boleh ditambah

atau dikurangi
2.7
2.8
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Berdasarkan uraian diatas dapat kita ambil kesimpulan bahwa penelitian Kuantitatif
adalah metode penelitian yang lebih menekan pada aspek pengukuran dengan cara yang
obyektif terhadap fenomena social. Untuk bisa melakukan pengukuran, pada setiap fenomena
social di jabarkan kedalam beberapa komponen masalah, variable dan indikator.
Penelitian kuantitatif bersifat deduktif, peneliti pendekatan yang menggunakan logika
untuk menarik satu atau lebih kesimpulan (conclusion) berdasarkan seperangkat premis yang
diberikan. Dalam sistem deduktif yang kompleks, peneliti dapat menarik lebih dari satu
kesimpulan. Metode deduktif sering digambarkan sebagai pengambilan kesimpulan dari
sesuatu yang umum ke sesuatu yang khusus (going from the general to the specific). Tujuan
dalam melakukan penelitian dengan menggunakan pendekatan kuantitatif adalah membuat
generalisasi, menguji teori, membangun fakta, menunjukkan hubungan dan pengaruh serta
perbandingan antarvariabel, menafsir dan meramalkan hasilnya.

3.2. Saran
Demikian makalah ini kami susun, tentunya masih banyak kekurangan. Oleh karena
itu saran dan kritik untuk membangun makalah ini, sangat kami harapkan, demi
kesempurnaan makalah ini. Selebihnya kami ucapkan terima kasih.

DAFTAR PUSTAKA

Yusuf, Prof. Dr.A.Muri. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif & Penelitian Gabungan.
Jakarta: Prenadamedia Group.
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.