Anda di halaman 1dari 30

46

KETERAMPILAN KONSELING

I. TUJUAN

Konseling : cara bekerja sama untuk membantu seseorang dalam mengambil


keputusan yang terbaik menurut pemikirannya.
Konseling : Proses membantu seseorang untuk mengerti keadaan dirinya, lingkungan
dan hubungan keduanya dalam membangun kebiasaan baik termasuk perilaku makan
agar menjadi sehat, atraktif dan produktif
• Keluarga/ibu yang mempunyai masalah kesehatan/gizi (TN, ASI,Vit A,anemia)
• Ibu/keluarga yang sedang menjalani perawatan Gizi
• Ibu/keluarga yang ada tendensi akan mengalami masalah gizi
• Sungguh2 berminat untuk menolong dan berusaha untuk membantu
• memandang ibu sbg seseorang dewasa yang sudah berkeluarga dan sebagai pribadi
• Percaya pada kemampuan yang dimiliki
• Memiliki pengetahuan dan bisa mem prakteknya
• Sabar, tekun, bersikap etis, bertanggung jawab à kepentingan klien bukan
kesenangan pribadi

• Ketrampilan antar pribadi (ketrampilan inti)


• Ketrampilan intervensi (memberi informasi)
• Ketrampilan integrasi

Konseling yang efektif adalah komunikasi dua arah antara klien dengan konselor
tentang segala sesuatu yang memungkinkan dapat diperbaiki. Hal itu dapat dicapai jika
konselor dapat menumbuhkan kepercayaan diri klien sehingga mampu dan mau
melakukan perilaku baru untuk mencapai kesehatan yang optimal.

KETRAMPILAN ANTAR PRIBADI


Keterampilan Konseling
Keterampilan mendengar dan mempelajari:
 Menggunakan komunikasi non-verbal
 Mengajukan pertanyaan terbuka
 Menggunakan respon dan gerakan tubuh yang menunjukkan perhatiaan
 Mengatakan kembali apa yang pengasuh katakan
 Berempati-menunjukkan konselor paham perasaan pengasuh
 Hindari kata-kata yang menghakimi
47

II. KETRAMPILAN MENDENGAR DAN MEMPELAJARI

Komunikasi non verbal

Komunikasi non verbal adalah segala sesuatu yang disampaikan oleh seseorang
kepada seseorang lainnya tanpa melalui kata kata, tetapi melalui isyarat,
ekspresi wajah, bahasa tubuh dan nada suara meliputi :
Suara (volume, nada, vokal, ramah); body language; kontak mata dan mimik
wajah.

Komunikasi Non-Verbal yang efektif:

- Usahakan kepala sama tinggi


- Beri perhatian
- Singkirkan penghalang
- Sediakan waktu
- Sentuh secara wajar

Sikap yang bermanfaat menurut (Egan, l975)

S facing the person Squarely (menghadapi klien secara sejajar)


O adopting an Open posture (memperlihatkan sikap tubuh terbuka)
L Learning forward (posisi tubuh ke depan)
E maintaining Eye contact (mempertahankan kontak mata)
R being Relaxed (bersikap rileks)

• Komunikasi verbal adalah komunikasi melalui kata-kata yang diucapkan seseorang


.Komunikasi ini meliputi : bertanya dengan pertanyaan terbuka dan tertutup,
membuat klien nyaman, menanggapi klien , dan mendorong klien berbicara.
Ketrampilan Verbal
P araphrase
R efelecting feeling (pencerminan perasaan)
I nterpretation
S ummarization
C larifikasi
O pen closed questions
48

Ketrampilan verbal : contoh


• Konselor menyambut dengan ramah; mengucapkan salam; menyilakan duduk;
memperkenalkan diri; menciptakan hubungan (rapporting), berbasa basi dengan
klien; menjelaskan wewenang dan tanggung jawab dan mempersilakan klien
berbicara bebas
• Kualitas vokal : nada suara sedang, tidak terlalu keras, dengan jeda yang teratur.

Menggunakan pertanyaan terbuka dan tertutup


Kemampuan untuk mengajukan pertanyaan pertanyaan yang tepat merupakan satu
ketrampilan penting konseling. Pertanyaan terbuka adalah pertanyaan yang tidak
dijawab dengan sedikit kata atau kalimat tunggal. Pertanyaan terbuka biasanya
dimulai dengan “apa”, “bagaimana”, mengapa”, siapa’, ‘kapan’ atau ’dapatkah”, atau
“bersediakah” . pertanyaan “apa” biasanya untuk mendapatkan fakta-fakta dan
mengunpulkan informasi, pertanyaan bagaimana terkait dengan ururtan/proses
emosi-emosi, mengapa terkait dengan alasan, bersediakah mengarahkan klien untuk
memeriksa lebih jauh.
Pada proses konseling menggunakan pertanyaan terbuka akan lebih bermanfaat.

Contoh 1.

Posisi: Klien dan konselor (ahli gizi ruangan) duduk saling berhadapan.

Konselor Selamat pagi ibu Siti. Bagaimana kabarnya ?


klien Ya, terima kasih
Konselor Apakah ibu masih menjalani diet rendah garam?
klien Ya
Konselor Apakah ibu masih membeli makan dari luar?
klien Ya
Konselor Apakah ibu masih mengkonsumsi hotdog makanan kesukaan ibu?
klien Tidak
49

Contoh 2.

Konselor Selamat pagi ibu Siti. Bagaimana keadaan.ibu hari ini?


klien baik-baik saja, terima kasih
Konselor M’mm , oh iya Ibu tolong ceritakan bagaimana daya terima makan pagi
hari ini ya?
Klien Alhamdulillah saya bisa habis, hanya buburnya siss sedikit
Konselor Bagus ibu, Bagaimana dengan makan malam kemaren
Klien Makan malam lauk habis, tetapi nasi dan sayur masih belum bisa
banyak. Bolehkah saya mendapat roti pada malam hari, karena sering
merasa lapar?

Berikan tanggapan yang menunjukkan perhatian dan ketertarikan atas jawaban Klien
dalam bentuk bahasa isyarat seperti mengangguk dan kata-kata penghargaan seperti:
“Wah..”, “Nnn”, “Mmn”, ‘Ooo.. begitu’, “Eeeh”.

Mengatakan kembali apa yang dikatakan klien untuk menunjukkan bahwa konselor
mendengar dan memperhatikan. Akan lebih baik bila konselor menggunakan kata-kata
sendiri dan tidak sekedar mengulang apa yang dikatakan klien.
Berempati berarti konselor merespon kepada klien dengan cara yang menunjukkan bahwa
konselor telah mendengarkan dan memahami apa yang disampaikan, serta memahami
perasaan klien

Latihan : simpati & empati

Posisi: Kliendan Konselor (ahli gizi ) duduk saling berhadapan.

Konselor Selamat pagi bu/pak..ibu ). Apa kabar bpk/ibu ------ (sebut nama)?
Klien Beberapa hari ini mulut saya pahit, sehingga tidak nafsu makan.
Konselor Saya mengerti yang bapak/ibu rasakan. Bila mulut saya pahit, saya juga
tidak nafsu makan. Saya bisa merasakan apa yang ibu rasakan sekarang
Klien Apa yang harus saya lakukan jika keadaan seperti ini?

Berhenti sebentar untuk memberi kesempatan pelatih pelatihan lainnya memberi


komentar

Konselor Selamat pagi bu/pak... Bagaimana keadaan pagi ini ?


Klien Hmm, iya ini saya sedih nih mulut saya masih pahit dan tidak nafsu
makan.
Konselor Ibu kelihatannya sangat sedih ya ..... tentang mulut ibu yang masih pahit
dan mengganggu nafus makan ibu
Klien Ya, saya sangat khawatir habis kalau keadaan ini terus begini , kapan
50

saya akan sembuh ya .....


Konselor Iya ibu......, saya akan mencoba konsul dengan dokter, apakah perlu ibu
diberikan obat kumur agar rasa pahit di mulut berkurang. Dan
bagaimana menurut ibu makan pagi yang dihidangkan tadi apakah ada
usulan?

latihan : Melanjutkan bertanya tentang daya terima makan


percakapan antara petugas gizi dan penjaga pasien

Konselor Selamat pagi .. Apa kabar


klien Ibu masih susah makan bubur dan makanan lain dari rumah sakit
Konselor Berapa lama ibu sudah di rawat ya ?
Klien Sudah lima hari
Konselor Berapa banyak bubur yang dihabiskan dalam sehari?
Klien Dia makan beberapa sendok pagi hari dan beberapa sendok sore hari.
Konselor Wah bagus. Apa sudah mencoba diberikan susu
Klien Tidak. Dia tidak suka susu.
Konselor Apa .....ibu peserta asuransi atau sendiri?

Berhenti sebentar untuk memberi kesempatan peserta lainnya memberi komentar

Konselor Selamat pagi bapak.... Apa kabar .... dan bagaima keadaan ibu pagi hari ini?
Klien Ini ibu baru tidur habis makan pagi. Dia masih susah makan dan menolak
minum susu .....
Konselor Wah, Bapak/... khawatir ya melihat ibu makannnya sedikit dan tidak mau
minum susu?
klien Ya benar, ini membuat saya khawatir.
Konselor Berapa sendok bubur yang dihabiskan tadi bapak?
klien Dia makan kurang lebih 5-6 sendok, tapi tadi malam lumayan hampir
separoh habis.
Konselor Wah bagus, berarti sudah ada kemajuan bapak. Kalau begitu nanti jika ibu
sudah bangun, bolehkah saya kesini lagi untuk membicarakan makanan
kesukaan ibu apa saja, siapa tahu dengan diberikan makanan kesukaan ibu,
nafsu makan bisa meningkat..
Klien Oh ya saya senang sekali, saya tunggu
Konselor Iya bapak, saya mohon pamit dulu mau menemuin pasien di kamar sebelah
dulu ? baru saya kembali kesini .....

Hindarkan perkataan yang menghakimi ketika mengajukan pertanyaan.

Contoh perkataan yang menghakimi:


. Bagus lek Prilaku Jelek Baik
Benar Salah Melakukan Dengan Baik Biasa Tepat
Cukup Mencukupi Tidak Cukup Sepenuhnya Banyak
Berhasil Keberhasilan Gagal Kegagalan Masalah
51

LATIHAN : Pertanyaan terbuka dan menghindari kata-kata yang menghakimi

A. Mengajukan pertanyaan terbuka

Untuk masing-masing situasi yang digambarkan di bawah ini, tuliskan 2 contoh


pertanyaan terbuka yang akan konselor tanyakan kepada klien. Jawaban berupa
penjelasan bukan sekedar ya atau tidak.

1. Ibu A membawa suaminya (Tuan A) yang berumur 60 tahun ke klinik DM. Ibu A
khawatir bahwa suaminya senang makan tetapi badannya kurus.
Bisakah ibu menceritakan bagaimana pola makan suami sehari-hari?

2. Tuan A ditimbang di klinik. Hasil perhitungan IMT, Tuan A adalah 17,6 masuk
kategori kurus
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________

B. Mengatakan kembali apa yang pengasuh katakan

Contoh: Klien berkata: iya ini, ibu saya sudah tiga hari tidak mau makan

a. Apakah ibu saudara tidak mau makan?


b. Ibu , putera ibu menceritakan bahwa beberapa hari ini ibu ada keluhan tentang
nafsu makan
c. Mengapa anak ibu berpikir bahwa ibu tidak suka makan?

Latihan
Berikan jawaban yang menunjukkan mengatakan kembali apa yang dikatakan klien

Suami saya tidak mau makan


a. Dia tidak mau makan.
b. Makanan apa yang ibu berikan kepada bapak?
c. Apakah hal tersebut terjadi setiap hari atau hanya beberapa hari saja?

Anak saya tidak mau makan sayur


a. Apakah dia makan sayuran?
b. Berapa lama dia menolak makan sayuran?
c. Kelihatannya dia menolak sayuran yang ibu berikan?
52

C. Hindari kata-kata yang menghakimi

Buatlah pertanyaan yang tidak menghakimi

Pertanyaan yang “menghakimi” Pertanyaan yang tidak “menghakimi”

Apa ibu memberikan makanan yang Bagaimana ibu memberikan makanan pada
bergizi kepada suami ibu ? suami?

Apa berat badannya naik dengan Bagaimana berat badan yang lalu?
normal?

Apa suami ibu cukup makan setiap


kali makan?

Apa ibu punya masalah untuk


membuat makanan bapak?

Keterampilan Membangun Percaya Diri dan Memberi Dukungan

- Terima apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh klien


- Mengenali dan memuji apa yang klien kerjakan dengan benar
- Memberikan bantuan praktis
- Memberikan sedikit informasi yang relevan
- Menggunakan bahasa yang sederhana
- Memberikan satu atau dua saran bukan “perintah”

MEMBANGUN PERCAYA DIRI DAN MEMBERI DUKUNGAN

Membangun percaya diri klien akan membantunya untuk membuat keputusan sendiri
tentang perilaku makan yang baik untuk dirinya maupun keluarganya. Bila klien
sudah percaya diri dengan keputusannya tidak akan terpengaruh oleh pendapat orang
lain.

Dengan memberikan dukungan akan meningkatkan percaya diri klien untuk


meneruskan praktik perilaku makan yang benar.
53

Latihan : “Menerima” tentang apa yang dipikirkan dan dirasakan klien

Peserta pertama berperan sebagai konselor dan yang lain sebagai klien.
Peserta praktikkan sesuai dengan kalimat yang ada di dalam kotak di bawah ini.
Ada 2 contoh : contoh pertama klien sebagai ibu dari seorang anak.Terlebih dahulu
berikan nama anak. Posisi: ibu dan konselor duduk saling berhadapan.
Contoh yang kedua adalah klien sebagai sasaran utamanya
Contoh I.
Seorang klien (ibu/pengasuh) dan bayinya berusia 8 bulan datang kepada konselor
untuk minta bantuan.

Konselor Selamat pagi Ibu....( nama ibu). Apa kabar......(nama anak) hari ini?
Pengasuh .....(Nama anak) tidak mau makan semua makanan yang saya tawarkan,
sehingga saya harus sering menghentikan menyusui. Dengan begitu...
(nama anak) akan merasa lapar dan minta makan
Konselor Wah jangan, Ibu tidak harus sering menghentikan menyusui. Itu cara
yang kurang baik.

Berhenti sebentar, kemudian lakukan bermain peran yang berikut ini:

Konselor Selamat pagi Ibu....( nama Ibu). Apa kabar ibu dan ...(nama anak) hari
ini?
Ibu .....(Nama anak) tidak mau makan semua makanan yang saya tawarkan,
sehingga saya harus sering menghentikan menyusui. Dengan begitu...
(nama anak) akan merasa lapar dan minta makan
Konselor Oh, begitu ya. Ibu merasa dengan menyusui lebih sedikit akan
membuat....(nama anak) mau makan.
Ibu Ya, kalau dia lapar dia akan mau makan
Konselor Apakah ibu mau menceritakan tentang makanan yang ibu berikan
kepada .....(nama anak)?

Contoh yang ke dua (kasus DM

Konselor Selamat pagi Ibu/bapak....( nama ibu/bapak). Apa kabar) hari ini?
54

ibu/bapak Iya bu, saya sudah berusaha mengurangi makan, makan pagi saya hanya
minum susu saja, makan siang saya hanya makan kentang 2 buah, dan
makan malam saya minum susu saja satu gelas.
Konselor Wah jangan begitu bapak /ibu. Bapak /ibu tidak harus merubah pola
makan dengan tragis, itu keliru/ cara yang kurang baik.

Contoh
Berhenti sebentar, kemudian lakukan bermain peran yang berikut ini:

Konselor Selamat pagi Bapak/ibu ..... (nama Bapak/ibu). Apa kabar bapak/ibu
hari ini?
Ibu/bapak Iya bu, saya sudah berusaha mengurangi makan, saya tidak makan pagi,
hanya makan siang sedikit dan makan malam hanya minum susu saja..
Rasanya BB turun, tapi memang lemas dan kurang nyaman
Konselor Oh, begitu ya, dengan mencoba makan 2 kali sehari , ibu tidak
nyaman, walaupun ada penurunan BB
Ibu /bapak iya habis saya pengin cepet turun BB, agar tensi dan kadar gula darah
saya normal lagi, saya malas minum obat
Konselor Apakah ibu mau menceritakan tentang makanan yang ibu/bapak
konsumsi akhir-akhir ini ?

Menerima apa yang dikatakan ibu dan memberikan pujian akan membangun
percaya diri klien

Konselor dilatih untuk mengidentifikasi suatu masalah. Ini berarti bukan hanya melihat
kesalahan yang dilakukan klien dan berusaha untuk memperbaikinya. Seharusnya
konselor juga melihat apa yang dilakukan oleh klien dengan benar dan memberikan
pujian atas perilaku baik tersebut.

Menerima apa yang dikerjakan, dipikirkan dan dirasakan klien, ditambah pengakuan
dan pujian terhadap apa yang mereka kerjakan, akan menumbuhkan rasa percaya diri
klien sekaligus memacu untuk melanjutkan perilaku yang sudah benar. Di samping
itu, bila klien merasa konselor dapat menerima pemikirannya dan mengakuinya
sebagai perilaku yang sudah baik, maka klien akan cenderung menerima berbagai
saran yang disampaikan konselor.
55

Latihan : Menggunakan keterampilan konseling

Dua peserta pelatihan berperan sebagai berikut:


Fasilitator akan memberikan pengarahan sebelum mulai.

Setelah bermain peran selesai, tuliskan jenis keterampilan apa yang digunakan di
dalam spasi (......) yang tersedia .
Jenis keterampilan: menggunakan komunikasi non verbal, mengajukan pertanyaan
terbuka, memberikan tanggapan yang menunjukkan perhatian, mengatakan kembali
apa yang dikatakan ibu/pengasuh, menunjukkan empati, menghindari kata-kata
menghakimi, menerima pendapat ibu/pengasuh, memberi penghargaan.

LATIHAN : KONSELING

Konselor (sambil memberikan kursi) Selamat pagi Ibu/Bapak....(nama


(…………………….) Bapak/Ibu). Apa yang dapat saya bantu hari ini?
Pengasuh Saya ingin minta tolong karena saya khawatir apakah ......
(nama anak) sudah cukup makannya.
Konselor Hmm, (bergumam dan tersenyum) Ibu/Bapak ingin tanya
(…………………….) tentang makanan ....(nama anak). Coba ceritakan bagaimana
56

biasanya ... (nama anak) makan?


Pengasuh Yah, anak tetangga saya kelihatan makan jauh lebih banyak
dan tumbuh jauh lebih besar. Jadi saya pikir saya pasti tidak
memberikan makanan yang cukup pada anak saya.
Konselor Anak tetangga Ibu/Bapak makan lebih banyak dan Ibu
(…………………….) khawatir bila ..... (nama anak) makan tidak cukup. Makanan
Apa saja yang biasa dimakan….(nama anak) setiap hari?
Pengasuh Dia makan bubur setiap pagi, sedikit pisang yang
dihaluskan setelah bangun tidur dan sedikit daging dan
sayuran yang diambil dari makanan keluarga pada waktu
sore hari.
Konselor Ibu telah memberikan makanan yang baik pada anak ibu.
(…………………….) Berapa kali ibu memberi ASI?
Pengasuh Wah, dia sering menyusu
Konselor (Menunjukkan isyarat dengan tersenyum)
(…………………….) Sangat bagus ASI masih diberikan disamping makanan lain
seperti bubur, buah dan sebagian makanan yang diambil
dari makanan keluarga.
Bisakah….(nama anak) menghabiskan makanan semangkuk
penuh?

Kasus 2.
Peserta pertama berperan sebagai konselor dan yang lain sebagai klien. Peserta akan
mempraktikkan dengan kalimat yang ada di dalam kotak di bawah ini. Terlebih dahulu
disepakati siapa jadi konselor dan klien dan tentukan nama klien. Klien berusia 54
tahun, BB 75 kg, TB 157 cm, dislipidimia dan tekanan darah 160/100 mmHg. Datang
ke Puskesmas untuk bertemu konselor.

Kotak latihan merupakan contoh keterampilan konseling. Isi keterampilan yang sesuai
di bawah ini. Setelah bermain peran selesai, tuliskan jenis keterampilan apa yang
digunakan di dalam spasi (......) yang tersedia .
57

Jenis keterampilan: menggunakan komunikasi non verbal, mengajukan pertanyaan


terbuka, memberikan tanggapan yang menunjukkan perhatian, mengatakan kembali
apa yang dikatakan ibu/pengasuh, menunjukkan empati, menghindari kata-kata
menghakimi, menerima pendapat ibu/pengasuh, memberi penghargaan.

Latihan : ketrampilan konseling

Konselor Pak amin selamat pagi, sambil membungkuk badan dan


(…………………….) memberikan tangan. Dan perkenalkan diri saya .......ahli
gizi di puskesma ini, mari masuk , dan silahkan duduk. .
Apa yang dapat saya bantu bapak/ibu .................(namanya?
Klien Saya ingin minta tolong karena saya khawatir apakah
selama ini makan saya sudah benar.
Konselor Hmm, (bergumam dan tersenyum) Ibu/Bapak ingin tanya
(…………………….) bagaimana tentang kebiasaan makan ..). Coba ceritakan
bagaimana biasanya ...ibu/bapak konsumsi?
Klien Kakak saya itu itu sekarang tidak makan nasi, diganti
kentang , terus tidak minum gula, bagaimana ibu dengan
saya apakah harus begitu ya bu
Konselor Iya ibu khawatir ya , ... takiu tidak bisa seperti kakak ibu.
(…………………….) Coba ibu ceritakan, makanan Apa saja yang biasa
ibu/bapak konsumsi setiap hari?
Klien Pagi biasanya saya minum susu 1 cangkir tanpa gula, nasi 1
p. 1 p telur dadar, 1/2p sayur. Jam 10.00 buah satu potong,
makan siang gado-gado lontong satu porsi dan satu gelas jus
buah, makan malam nasi 11/2 p, 1 potong daging semur dan
2 potong daging goreng, l mangkuk sayur, dan 1 potong
buah
Konselor Bagus ibu sudah bagus , pola makan ibu. Berapa kali ibu
(…………………….) makan sayur dan buah setiap hari?
Pengasuh saya senang sayur, dan buah , kalau ada pasti saya makan
Konselor (Menunjukkan isyarat dengan tersenyum)
(…………………….) Sangat bagus ibu/bapak, sayur dan buah adalah bahan
makanan yang baik untuk dikonsumsi selain sumber lauk
dan sumber nasi. .
Bisakah ibu menghabiskan sayur semangkuk seperti ini?
58

Pembicaraan berlanjut dan konselor mempelajari lebih jauh tentang makanan dan porsi
makan ayang baiks esuai dengan kondisi klien.

III. PRAKTIKKAN KETERAMPILAN KONSELING

Peserta akan bermain peran untuk mempraktekkan “Keterampilan Mendengar dan


Mempelajari” serta “Keterampilan Membangun Percaya Diri”. Peserta diminta
membentuk kelompok, masing-masing terdiri dari 3orang, bergantian berperan jadi
klien atau konselor. Peserta akan diberi “kartu cerita” (story-card) untuk petunjuk
latar belakang dan dialog peran masing-masing. Bila peserta sedang berperan sebagai
klien , perankan cerita atau adegan yang tertera di dalam kartu cerita. Pemeran
konselor diminta mendengarkan pemeran klien sedangkan dua peserta lainnya
diminta untuk menjadi “pengamat”.

Setiap adegan berlangsung dengan singkat, hanya terdiri dari 2 sampai 3 kalimat dari
masing-masing peran dan cukup tunjukkan bahwa “konselor” mendengarkan dan
memberikan dukungan. “Konselor” tidak diminta untuk memberikan nasihat pada
adegan tersebut.

Bila sebagai “Konselor”:


 Sampaikan salam kepada pengasuh dan perkenalkan diri. Tanyakan nama klien ,
jika klien bawa anak, tanyakan dan nama anaknya dan gunakan selalu nama
tersebut.
 Sampaikan satu atau dua pertanyaan terbuka untuk mengawali percakapan dan cari
jawaban mengapa mereka datang untuk menemui “konselor”.
 Terapkan keterampilan konseling agar klien aktif berbicara dengan konselor
 Pada kesempatan ini jangan memberi penjelasan atau nasihat untuk memecahkan
masalah yang dimiliki klien
Bila sebagai “klien”
 Perkenalkan nama saudara kepada “konselor”
 Berikan jawaban terhadap pertanyaan “konselor” sesuai dengan naskah
cerita. Jangan berikan semua keterangan sekaligus.
59

 Bila peserta yang jadi “konselor” memperlihatkan keterampilan


mendengar dan mempelajari yang baik, dan membuat klien tertarik, klien dapat
menceritakan lebih banyak keadaannya .
Bila peserta berperan sebagai “Pengamat”
 Amati keterampilan konseling mana yang digunakan dan tidak
digunakan oleh “konselor”. Catat hasil observasi anda dengan pensil.
 Setelah bermain peran selesai, berikan pujian kepada “konselor”
terhadap apa yang dilakukan dengan benar, dan berikan saran untuk meningkatkan
keterampilan konselingnya.

Daftar Keterampilan Konseling


Keterampilan Mendengar dan Mempelajari
o Komunikasi non verbal
o Mengajukan pertanyaan yang ‘terbuka’
o Respon yang menunjukkan perhatian
o Mengatakan kembali apa yang pengasuh katakan
o Empati – menunjukkan konselor mengerti perasaan pengasuh
o Menghindari kata-kata yang menghakimi

Keterampilan Membangun Percaya Diri dan Memberi Dukungan


o Terima apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh pengasuh
o Kenali dan berikan pujian kepada pengasuh apa yang sudah dilakukan dengan benar

KETERAMPILAN MEMBERIKAN INFORMASI (1)


60

Pada sesi ini peserta akan membahas:


 Bagaimana menggunakan keterampilan konseling dalam memberikan informasi : diet
DM, Hipertensi, ASI eklusif, MP-ASI dll kepada klien.

Jika hanya memberikan informasi kepada keluarga apa yang harus mereka laksanakan
belum tentu akan mengubah kebiasaan mereka. Konselor perlu mendengarkan apa
yang dikatakan oleh klien , kemudian diskusikan bagaimana menerapkan perilaku
yang baru agar dapat dilaksanakan sesuai dengan kondisi setempat.

Berikan bantuan/dukungan praktis. Salah satu cara untuk memberikan dukungan


praktis adalah dengan menunjukkan keterampilan baru kepada klien tentang
bagaimana menyiapkan makanan untuk sendiri/ keluarga dan atau cara memberi
makanan kepada pasien/klien (termasuk anak)
Bukan hanya mengatakan saja, tetapi juga memberikan contoh. Membantu seseorang
untuk melakukan sesuatu hal yang baru merupakan cara terbaik untuk membangun
kepercayaan diri.

Berikan sedikit informasi yang relevan. Memberikan informasi cukup dua atau tiga
pesan sehingga klien/pengasuh lebih mudah memahaminya. Jika Klien/pengasuh
terlihat lelah atau sakit atau stress maka dia tidak dapat menerima banyak informasi
Hal ini membutuhkan keterampilan untuk dapat mendengar dari klien/ pengasuh dan
memilih hanya dua atau tiga informasi yang paling relevan untuk diberikan kepada
klien untuk saat ini.

Gunakan bahasa sederhana. Berikan informasi yang mudah untuk dipahami.


Gunakan kata-kata yang sederhana dan sering digunakan sehari-hari. Berikan
informasi dengan cara positif, tidak bersifat mengkritik dan tidak membuat klien
/pengasuh merasa bersalah.

Pada latihan berikut, diperlukan dua peserta, satu sebagai konselor dan satu lagi
sebagai klien..
61

Latihan : Memberikan informasi A

Pengaturan peran: Konselor duduk di bangku dan Ibu Siti (nama pengasuh) masuk ke
dalam ruangan. Konselor mempersilahkan Ibu Siti supaya duduk di bangku di
depannya.

Konselor : Selamat pagi Ibu Siti ...(nama ibu) Apa yang bisa saya
lakukan untuk Ibu?
Pengasuh: Saya ingin mendapatkan informasi mengenai makanan
untuk bayi saya yang berumur enam bulan.
Konselor: Terima kasih Ibu sudah datang ke tempat kami untuk
mendapatkan informasi.
Begini lho Bu.
Sebagian besar anak berumur lebih dari 6 bulan
membutuhkan lebih banyak makanan tidak hanya ASI saja.
Karena ASI mengandung kurang dari satu milligram zat besi
yang dapat diabsorpsi.
Dan ASI hanya mengandung 450 kalori, sedangkan
kebutuhannya lebih dari 700 kalori.
Kebutuhan vitamin A juga lebih tinggi daripada yang ada di
ASI. Demikian pula dengan seng dan beberapa vitamin dan
mineral lainnya.
Namun demikian, jika makanan disiapkan dalam keadaan
tidak bersih, dapat meningkatkan risiko diare.
Jika memberikan makanan yang kurang bergizi maka
anaknya tidak akan mendapatkan cukup kalori untuk
mendukung pertumbuhannya.
62

Peserta melanjutkan latihan.


Pengasuh: Jadi makanan apa yang sebaiknya saya berikan?
Konselor : Banyak pilihannya, Bu.
Bisa berikan bubur kental; bisa berikan buah-buahan atau
sayur-sayuran yang dihaluskan,
Mungkin kacang-kacangan, dengan menambahkan daging
cincang dapat meningkatkan pertumbuhan anak,
Dan juga sumber protein hewani lainnya, dan tentunya
lanjutkan menyusui.

Peserta melanjutkan latihan.


Pengasuh: Apa yang dimaksud dengan daging cincang?
(dalam keadaan
bingung)
Konselor: Daging cincang adalah daging yang dicincang halus sebelum
dimasak. Ibu dapat menyiapkan daging cincang tersebut atau
bisa juga ibu membelinya di pasar.

Peserta melanjutkan latihan.


ibu/klien: Saya kurang mengerti.
Konselor: Saya tahu hal ini sulit dimengerti, dan saya juga tahu bahwa
anak pertama Ibu pertumbuhannya kurang baik. Kalau saya
jadi Ibu, saya sarankan…..
63

Latihan 12/2 Memberikan informasi B

Pengaturan peran: Konselor duduk di bangku dan Ibu Lina (nama pengasuh) masuk ke
dalam ruangan. Konselor mempersilakan pengasuh supaya duduk di bangku di
sebelahnya.

Konselor: Selamat pagi Ibu Lina. Apa yang saya bisa bantu?
ibu/pengasuh: Saya ingin mendapatkan informasi mengenai makanan untuk
bayi saya yang berumur enam bulan.
Konselor: Ibu ingin tahu apa yang terbaik untuk bayi Ibu. Bagus sekali
Ibu datang kesini untuk mandapatkan informasi tentang itu.
ibu/Pengasuh: Terima kasih. Iya, saya bingung. Kakak saya bilang saya
sebaiknya memberikan bubur yang encer, tetapi bayinya tidak
tumbuh sehat, jadi saya ragu tentang apa yang disampaikan.

Konselor: Banyak keluarga yang membuat bubur yang encer. Tapi


seperti pengamatan Ibu, ternyata bayinya tidak tumbuh
dengan sehat. Makanan yang cukup kental dan tidak mudah
dituangkan dari sendok, seperti bubur kental atau makanan
biasa yang dihaluskan, lebih mendukung pertumbuhan bayi.

ibu/Pengasuh: Saya akan coba memberi makanan yang lebih kental kepada
bayi saya. Saya ingin bayi saya tumbuh besar dan gemuk.
Konselor: Ibu ingin bayinya tumbuh dengan baik. Mari kita
memperhatikan berbagai makanan yang sesuai dan
bagaimana cara memberikannya. Apakah akan berguna bagi
ibu?

Memberi satu atau dua saran, bukan perintah.


64

Jika memberikan informasi dengan cara memerintah, saudara seolah-olah menjadi


orang yang paling tahu. Lebih baik memberikan saran kepada Ibu, karena Ibu dapat
mengambil keputusan sendiri.
Sesudah memberikan beberapa informasi dan saran kepada pengasuh, berikan waktu
kepada pengasuh untuk berpikir mengenai apa yang telah disampaikan. Berikan
kesempatan untuk berbicara lagi di lain kesempatan, atau jika dibutuhkan rujuk ke
seseorang yang lebih berpengalaman.

Kotak : Memberi saran, bukan perintah

Perintah menggunakan kata-kata seperti berikan, lakukan, bawakan dan kata-kata seperti
selalu, tidak pernah, harus, atau seharusnya.

Saran menggunakan kata-kata seperti:


Apakah pengasuh/ibu pernah mempertimbangkan….?
Apakah memungkinkan untuk …?
Bagaimana untuk mencoba… dan melihat apakah sesuai untuk pengasuh/ibu?
Apakah pengasuh/ibu sanggup untuk…?
Pernakah terpikir untuk…? Dibanding dengan…?
Ibu/pengasuh bisa memilih antara… dan… dan…
Mungkin tidak sesuai untuk pengasuh/ibu, tetapi ada keluarga yang…
Mungkin… bisa berhasil.
Biasanya… kadang kadang… seringkali…

Lembar Kerja : Buatlah kalimat saran, dan bukan perintah


Bagaimana mengerjakannya
Di bawah ini ada 5 kalimat perintah yang mungkin disampaikan pada oleh konselor

1. Ibu harus makan 1 mangkuk sayur dan buah setiap kali makan, jika ingin kolesterol
normal

Informasi:

Saran:
65

2. Sayur-sayuran sangat penting. Berilah bayi ibu setiap hari.

Informasi:

Saran:

3. Porsi kecil dan sering sebaiknya dilakukan untuk mencapai kenaikan BB ibu hamil
KEK.

Informasi:

Saran:

4. Ibu harus memberikan makanan sumber hewani kepada bapak yang mendapat diet
rendah protein

Informasi:

Saran:

5. Bapak harus mengurangi rokok, jika bapak ingin jantungnya sehat.

Informasi:

Saran:

MENILAI PEMAHAMAN
Hanya dengan mendengar dan mempelajari, dari pengasuh memberi pujian,
memberikan informasi dan saran masih belum cukup. Saudara perlu mendiskusikan
saran tersebut, agar klien dapat memutuskan apa yang harus dilakukan. Saran saudara
belum tentu dapat dilakukan oleh klien

Perlu melakukan penilaian terhadap pengertian dari ibu tentang praktik/tindakan yang
akan dilakukan. contohnya, jika anda berbicara tentang seberapa sering memberikan
makan kepada bayi, saudara memerlukan pemahaman ibu apa yang dimaksud dengan
“seberapa sering” itu.
66

Gunakan pertanyaan terbuka untuk menentukan perlunya penjelasan lebih lanjut.


Hindari pertanyaan tertutup, karena akan memberi jawaban ya atau tidak. Tidak
menggambarkan apakah pengasuh benar-benar memahami apa yang disampaikan

Menilai pengertian juga membantu merangkum apa yang telah dibicarakan

Diperlukan dua orang peserta untuk bermain peran 13/1. Peserta akan memberi
komentar setelah peragaan bermain peran.

Peragaan bermain peran : Pertanyaan pemahaman


Petugas kesehatan: Bu, sudah paham semua yang telah saya ceritakan?
Pengasuh: Sudah, Bu.
Petugas kesehatan: Tidak ada pertanyaan lagi?
Pengasuh: Tidak, Bu.
Komentar pelatih: KLien ini tidak berani untuk mengemukakan bahwa masih ada
lagi pertanyaan yang ingin disampaikan kepada Petugas Kesehatan.
Mari kita dengarkan lagi dengan menggunakan pertanyaan pemahaman oleh oleh
Petugas Kesehatan
Petugas kesehatan: Sekarang, kita sudah membicarakan banyak hal hari ini
(pertanyaan (diit DM), apakah semuanya sudah jelas. Bagaimana
pemahaman) hidangan makan setip hari
Pengasuh: seimbang, ada nasi, lauk, sayur dan buah
Petugas kesehatan: hidangan yang seimbang baik untuk mengontrol gula
(pertanyaan darah. Selian itu apa lagi ibu,
pemahaman)
Pengasuh: Diantara waktu makan sebaiknya ada makanan/minuman.
untuk mengatasi rasa lapar.
Petugas kesehatan: Memberikan makanan selingan diantara waktu makan baik
untuk mengatasi rasa lapar dan mengontrol gula darah,
snack apa yang akan ibu berikan?
Pengasuh: snack yang murah dan sehat yang ada di sekitar rumah
seperti ubi atau singkong atau pisang rebus atau sayuran
rebus .
Petugas kesehatan: bagus, informasi apa lagi

Klien gula boleh asalkan tidak berlebihan yaitu kurang lebih 2


sdm perhari, dan untuk mengurangi penggunaanya dapt
digantikan dengan buah.
Petugas kesehatan: Bagus, sumber karbohidrat komplek seperti buah, sayur
dan tepung-tepungan disamping mempunyai kandungan
67

gula juga mempunyai kandungan vitamin dan mineral juga


baik untuk kesehatan
Pengasuh: Ya, baik

Komentar peserta
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................

MERENCANAKAN TINDAKLANJUT ATAU RUJUKAN


 Semua klien seharusnya mendapatkan kunjungan secara teratur untuk mengecek
kesehatan dan pemberian makan. Jika anak mempunyai masalah yang saudara
tidak bisa bantu, sebaiknya saudara rujuk anak tersebut ke pelayanan spesialis.

 Tindaklanjut sangat penting apabila ada kesulitan dengan pemberian makanan, atau
ada perubahan besar di dalam cara pemberian makanan. Tanyakan kepada klien
untuk mengunjungi fasilitas kesehatan dalam waktu 2 minggu untuk tindaklanjut.

 Tindaklanjut tersebut meliputi penilaian makanan apa yang diberikan dan


bagaimana cara memberikannya, menimbang berat badan anak, dan pertumbuhan
secara umum.

 Kunjungan tindaklanjut juga merupakan kesempatan untuk memberikan pujian dan


menekankan praktik-praktik untuk membangun rasa percaya diri, memberikan
informasi yang sesuai dan mendiskusikan saran-saran yang diperlukan.

 Jadi, dua keterampilan memberi informasi pada sesi ini adalah :


1. Pastikan klien memahami informasi yang saudara telah berikan, cobalah
jawablah pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dan jelaskan lagi jika
diperlukan.
2. Rencanakan tindak lanjut atau rujukan jika dibutuhkan.

KETERAMPILAN DALAM MEMBERIKAN INFORMASI


 Untuk mendapatkan informasi praktik pemberian makanan, petugas kesehatan
perlu menggunakan keterampilan konseling mendengarkan dan mempelajari,
selanjutnya memberikan pujian terhadap praktik pemberian makan yang telah
68

dilakukan oleh klien dengan baik serta member saran yang relevan kepada
pengasuh.

 Jika klien tidak menerima saran yang Saudara berikan, gunakan keterampilan
konseling untuk mendiskusikan saran tersebut atau berikan saran yang lain.
 Jangan berikan lebih dari 2 saran kepada klien ketika akan pulang. Ketika
pengasuh telah memutuskan untuk mencoba praktik pemberian makanan yang
disarankan, nilailah pemahamannya dan rencanakan tindak lanjut bila dibutuhkan.

Memberikan informasi
 Pujian
 Informasi
 Saran
 Penilaian pemahaman
 Perencanaan tindaklanjut

Peragaan bermain peran : Memberikan informasi

Konselor Terima kasih Ibu, sudah cerita kepada saya mengenai kebiasan
makan (nama anak).

Memuji Ibu memberikan makanan dengan variasi yang bagus – buah,


daging, sayuran-sayuran hijau dan nasi. Makanan-makanan
tersebut akan membantu (nama anak) tumbuh dengan baik.
69

Memberikan Sekarang (nama anak) sudah berusia 1 tahun, mungkin perlu


informasi ditambah porsi makannya.

Memberi saran Jika (nama anak) diberikan tambahan beberapa sendok daging,
sayur dan nasi, cukup untuk memenuhi ¾ mangkok, apakah
menurut Ibu dia akan memakannya?
Pengasuh Saya tidak yakin.

Sepertinya terlalu banyak untuk diberikan kepada anak kecil.


Apakah memang dia membutuhkan makanan sebanyak itu?

Konselor Mungkin kelihatannya agak banyak untuk anak kecil.


(mengatakan
kembali)
Tetapi pertumbuhan (nama anak) sangat pesat saat ini. Agar
Memberikan tumbuh baik, dia memerlukan banyak makan.
informasi
Apakah bisa Ibu coba memberi makanan ¾ mangkok penuh tiga
Memberi saran kali sehari kepada (nama anak)?

Pengasuh Bagaimana kalau tidak dihabiskan? Saya tidak mau membuang


makanan.
Konselor Ibu khawatir kalau membuang makanan jika tidak dihabiskan.
(mengatakan
kembali/ empati)
Memberi saran Bagaimana kalau meningkatkan porsi makan secara bertahap
dengan menambahkan satu atau dua sendok setiap hari sampai
mangkoknya ¾ penuh?
Pengasuh Saya akan coba. Jadi saya bisa lihat apakah dia bisa
memakannya tanpa membuang makanan.

Konselor
Memuji Itu usaha yang baik

Menilai Apa yang akan diberikan setiap kali makan?


70

pemahaman
Pengasuh Saya akan tambahkan porsi makanan setiap hari sampai dia bisa
makan ¾ mangkok penuh sehari 3 kali.
Petugas Tepat Bu.
kesehatan
Memuji
Merencanakan Mungkin Ibu bisa coba selama dua minggu, lalu kembali lagi
tindaklanjut kesini dan ceritakan bagaimana hasilnya?

Pengasuh Baik Bu. Akan saya lakukan.

KETERAMPILAN MEMBERIKAN INFORMASI

I. MENILAI PEMAHAMAN
Hanya dengan mendengar dan mempelajari, dari pengasuh memberi pujian,
memberikan informasi dan saran masih belum cukup. Saudara perlu mendiskusikan
saran tersebut dengan pengasuh sehingga dia dapat memutuskan apa yang harus
dilakukan. Saran saudara belum tentu dapat dilakukan oleh pengasuh.

Perlu melakukan penilaian terhadap pengertian dari ibu/pengasuh tentang


praktik/tindakan yang akan dilakukan. contohnya, jika anda berbicara tentang seberapa
sering memberikan makan kepada bayi, saudara memerlukan pemahaman ibu apa yang
dimaksud dengan “seberapa sering” itu.

Gunakan pertanyaan terbuka untuk menentukan perlunya penjelasan lebih lanjut.


Hindari pertanyaan tertutup, karena akan memberi jawaban ya atau tidak. Tidak
menggambarkan apakah pengasuh benar-benar memahami apa yang disampaikan

Menilai pengertian juga membantu merangkum apa yang telah dibicarakan

Diperlukan dua orang peserta untuk bermain peran 13/1. Peserta akan memberi
komentar setelah peragaan bermain peran.

Pertanyaan pemahaman
Petugas kesehatan: Bu, sudah paham semua yang telah saya ceritakan?
Klien: Sudah, Bu.
Petugas kesehatan: Tidak ada pertanyaan lagi?
Klien: Tidak, Bu.
71

Komentar pelatih: Klien ini tidak berani untuk mengemukakan bahwa masih ada lagi
pertanyaan yang ingin disampaikan kepada Petugas Kesehatan.
Mari kita dengarkan lagi dengan menggunakan pertanyaan pemahaman oleh oleh
Petugas Kesehatan
Petugas kesehatan: Sekarang, kita sudah membicarakan banyak hal hari ini,
(pertanyaan apakah semuanya sudah jelas. Makanan apa saja yang
pemahaman) akan diberikan kepada (nama anak) besok?
Klien: Saya akan membuat bubur yang kental.
Petugas kesehatan: Bubur yang kental baik untuk pertumbuhan. Makanan apa
(pertanyaan lagi yang bisa diberikan, mungkin dari makanan keluarga?
pemahaman)
Klien: Oh ya, saya bisa memberikan nasi dan daging yang
dihaluskan. Juga akan memberikan buah untuk
meningkatkan penyerapan zat besi dari makanan ini.
Petugas kesehatan: Makanan itu baik untuk pertumbuhan anak Ibu. Tadi kita
bicarakan bahwa makanan sumber hewani merupakan
makanan istimewa untuk anak. Apakah Ibu bisa
memberikan makanan sumber hewani kepada anak Ibu?
Klien: Saya tahu itu baik. Saya akan coba untuk memberikan
makanan sumber hewani, tetapi kadang-kadang susah.
Petugas kesehatan: Ya, memang susah. Sedikitpun, satu atau dua sendok,
bermanfaat. Berapa kali sehari Ibu memberikan makanan
kepada (nama anak)?
Klien: Saya akan memberikan makanan anak saya 5 kali sehari.
Saya akan memberikan bubur kental pagi pagi dan sore
hari, dan pada siang hari saya akan memberikan makanan
keluarga. Sebagai selingan saya akan memberikan buah
atau roti.
Petugas kesehatan: Pilihan ibu baik. Anak kecil perlu sering makan. Apakah
Ibu bisa kembali lagi setelah 2 minggu untuk melihat
pemberian makanan berjalan lancar?
klien: Ya, baik

Komentar peserta
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
72

...........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
Jika saudara mendapatkan jawaban yang kurang jelas, berikan pertanyaan pemahaman
lagi. Berikan pujian pada ibu untuk jawaban yang benar atau jelaskan lebih mendetail
saran saudara.

II. MERENCANAKAN TINDAKLANJUT ATAU RUJUKAN


 Semua anak seharusnya mendapatkan kunjungan secara teratur untuk mengecek
kesehatan dan pemberian makan. Jika anak mempunyai masalah yang saudara
tidak bisa bantu, sebaiknya saudara rujuk anak tersebut ke pelayanan spesialis.

 Tindaklanjut sangat penting apabila ada kesulitan dengan pemberian makanan, atau
ada perubahan besar di dalam cara pemberian makanan. Tanyakan kepada
pengasuh untuk mengunjungi fasilitas kesehatan dalam waktu 2 minggu untuk
tindaklanjut.

 Tindaklanjut tersebut meliputi penilaian makanan apa yang diberikan dan


bagaimana cara memberikannya, menimbang berat badan anak, dan pertumbuhan
secara umum.

 Kunjungan tindaklanjut juga merupakan kesempatan untuk memberikan pujian dan


menekankan praktik-praktik untuk membangun rasa percaya diri, memberikan
informasi yang sesuai dan mendiskusikan saran-saran yang diperlukan.

 Jadi, dua keterampilan memberi informasi pada sesi ini adalah :


-Pastikan pengasuh memahami informasi yang saudara telah berikan, cobalah
jawablah pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dan jelaskan lagi jika diperlukan.
- Rencanakan tindak lanjut atau rujukan jika dibutuhkan.

KETERAMPILAN DALAM MEMBERIKAN INFORMASI


 Untuk mendapatkan informasi praktik pemberian makanan, petugas kesehatan
perlu menggunakan keterampilan konseling mendengarkan dan mempelajari,
selanjutnya memberikan pujian terhadap praktik pemberian makan yang telah
dilakukan oleh pengasuh dengan baik serta member saran yang relevan kepada
pengasuh.

 Jika pengasuh tidak menerima saran yang Saudara berikan, gunakan keterampilan
konseling untuk mendiskusikan saran tersebut atau berikan saran yang lain.
73

 Jangan berikan lebih dari 2 saran kepada pengasuh ketika akan pulang. Ketika
pengasuh telah memutuskan untuk mencoba praktik pemberian makanan yang
disarankan, nilailah pemahamannya dan rencanakan tindak lanjut bila dibutuhkan.

Memberikan informasi
 Pujian
 Informasi
 Saran
 Penilaian pemahaman
 Perencanaan tindaklanjut

Diperlukan dua orang peserta untuk memperagakan bermain peran 13/2

Peragaan bermain peran 13/2: Memberikan informasi

Konselor Terima kasih Ibu, sudah cerita kepada saya mengenai kebiasan
makan (nama anak).

Memuji Ibu memberikan makanan dengan variasi yang bagus – buah,


daging, sayuran-sayuran hijau dan nasi. Makanan-makanan
tersebut akan membantu (nama anak) tumbuh dengan baik.

Memberikan Sekarang (nama anak) sudah berusia 1 tahun, mungkin perlu


informasi ditambah porsi makannya.

Memberi saran Jika (nama anak) diberikan tambahan beberapa sendok daging,
sayur dan nasi, cukup untuk memenuhi ¾ mangkok, apakah
menurut Ibu dia akan memakannya?
74

Pengasuh Saya tidak yakin.

Sepertinya terlalu banyak untuk diberikan kepada anak kecil.


Apakah memang dia membutuhkan makanan sebanyak itu?

Konselor Mungkin kelihatannya agak banyak untuk anak kecil.


(mengatakan
kembali)
Tetapi pertumbuhan (nama anak) sangat pesat saat ini. Agar
Memberikan tumbuh baik, dia memerlukan banyak makan.
informasi
Apakah bisa Ibu coba memberi makanan ¾ mangkok penuh tiga
Memberi saran kali sehari kepada (nama anak)?

Pengasuh Bagaimana kalau tidak dihabiskan? Saya tidak mau membuang


makanan.
Konselor Ibu khawatir kalau membuang makanan jika tidak dihabiskan.
(mengatakan
kembali/ empati)
Memberi saran Bagaimana kalau meningkatkan porsi makan secara bertahap
dengan menambahkan satu atau dua sendok setiap hari sampai
mangkoknya ¾ penuh?
Pengasuh Saya akan coba. Jadi saya bisa lihat apakah dia bisa
memakannya tanpa membuang makanan.

Konselor
Memuji Itu usaha yang baik

Menilai Apa yang akan diberikan setiap kali makan?


pemahaman
Pengasuh Saya akan tambahkan porsi makanan setiap hari sampai dia bisa
makan ¾ mangkok penuh sehari 3 kali.
Petugas Tepat Bu.
kesehatan
Memuji
75

Merencanakan Mungkin Ibu bisa coba selama dua minggu, lalu kembali lagi
tindaklanjut kesini dan ceritakan bagaimana hasilnya?

Pengasuh Baik Bu. Akan saya lakukan.