Anda di halaman 1dari 19

CRITICAL BOOK REVIEW (CBR)

Dosen Pengampu :

Shofia Mawaddah, S.Psi.M.Sc.

Mata Kuliah
Asesmen
Bimbingan
Konseling Teknik
Non Tes

Skor Nilai:

DISUSUN :

NAMA : Herlina Susanti Lubis


NIM : 1181151010
KELAS : BK Reg A 2018

PROGRAM STUDI S1 PSIKOLOGI PENDIDIKAN


DAN BIMBINGAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2019
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan yang telah
melimpahkan rahmat, taufik serta hidayah-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan Critical
Book Report (CBR) ”Action Research” yang ditulis oleh Dr. Muhammad Yaumi, M.Hum.,
M.A., Dr. Muljono Damonopolii, M.Ag. ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Adapun
buku yang saya gunakan sebagai buku pembanding adalah buku “Pemahaman Individu Non
Tes” yang ditulis oleh Drs. Susilo Rahardjo, M.Pd .,Kons dan Gudnanto S,Pd.,M.Pd.,Kons.

Saya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan,bimbingan dan arahan dari
berbagai pihak. Pada kesempatan ini dengan segala kerendahan hati, saya menyampaikan
ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dosen matakuliah Asesmen Bimbingan
Konseling Teknik Non Tes, karena telah memberikan bimbingan dalam menyelesaikan CBR
ini.
Saya menyadari bahwa dalam penulisan laporan ini banyak sekali kekurangan dan
masih jauh dari kesempurnaan baik dari segi bahasa maupun susunan penulisannya. Oleh
karena itu, saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi
perbaikan untuk langkah-langkah selanjutnya.
Akhirnya saya mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada semua
pihak yang telah terkait. Semoga segala bantuan,bimbingan dan arahan yang diberikan
mendapat ganjaran yang berlipat ganda dari Tuhan yang Maha Esa.

Medan, 20 September 2018

Penyusun

1
DAFTAR ISI

Kata Pengantar .......................................................................................................... 1

Daftar Isi ........................................................................................................... 2

BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................ 3

1 .1 Latar Belakang CBR ................................................................................... 3

1.2 Tujuan CBR .................................................................................................. 3

1.3 Manfaat CBR ................................................................................................ 4

BAB II ISI BUKU ..................................................................................................... 5

2.1 identitas buku ................................................................................................ 5

2.2 Ringkasan Isi Bab .......................................................................................... 6

BAB III PEMBAHASAN ......................................................................................... 15

3.1 Kelebihan buku............................................................................................ 15

3.2 Kekurangan buku ........................................................................................ 16

BAB IV PENUTUP................................................................................................... 17

4.1 Kesimpulan ................................................................................................... 17

4.2 Saran ............................................................................................................. 17

DAFTAR PUSTAKA................................................................................................ 18

2
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Rasionalisasi Pentingnya CBR

Dalam rangka menyelesaikan tugas CBR dalam matakuliah Asesmen BK Teknik


Non Tes ,adapun buku yang akan dikritik adalah buku yang berjudul ”Action Research”
yang ditulis oleh Dr. Muhammad Yaumi, M.Hum.M.A., Dr. Muljono Damonopolii, M.Ag.
Terdiri dari VIII Bab. Buku yang saya gunakan sebagai buku pembanding adalah buku
“Pemahaman Individu Non Tes” yang ditulis oleh Drs. Susilo Rahardjo, M.Pd .,Kons dan
Gudnanto S,Pd.,M.Pd.,Kons. Yang terdiri dari XIII Bab.

Oleh karena itu, saya akan membuat laporan CBR berdasarkan kesamaan bab
tersebut, agar lebih mudah untuk di bandingkan. Keterampilan dalam membuat CBR pada
penulis dapat menguji kemampuan dalam meringkas dan menganalisis sebuah buku serta
membandingkan buku yang dianalisis dengan buku yang lain, mengenal dan memberi nilai
serta mengkritik sebuah karya tulis yang dianalisis. Oleh karena itu, penulis membuat
Critical Book Report ini untuk mempermudah pembaca dalam memilih buku referensi,
terkhusus pada pokok bahasan tentang Asesmen BK Non Tes.

1.2 Tujuan Penulisan CBR


Tujuan penulisan Critical Book Review (CBR) adalah untuk menyelesaikan tugas
individu dari dosen pengampuh mata kuliah Asesmen BK Non Tes, namun tujuan penulisan
CBR secara khusus adalah sebagai berikut :
1. Mengkritik 2 buku untuk menambah ilmu mengenai Asesmen BK Non Tes.
2. Untuk menambah wawasan tentang bagaimana Asesmen BK Non Tes.
3. Mampu berfikir sistematis dan kritis.
4. Mampu mengekspresikan pendapat dalam memandang suatu buku yang akan
direview.
5. Untuk mengajarkan mahasiswa mengulas dan menelaah isi buku.

3
1.3 Manfaat Penulisan CBR
Manfaat penulisan Critical Book Review (CBR) adalah sebagai berikut :
1. Dapat membantu mahasiswa berpikir kritis
2. Dapat mengembangkan kemampuan analisis penulis.
3. Untuk menambah wawasan dalam menganalisis buku.
4. Agar mahasiswa secara tidak langsung menguasai materi yang di bahas di dalam
buku.
5. Agar mahasiswa mampu memiliki kekreatifan dalam mengembangan ide dari setiap
pembahasan buku.

4
BAB II
RINGKASAN ISI BUKU
2.1 Identitas Buku yang di review
1. Buku Utama

a. Judul Buku : Action Research, Teori, Model, & Aplikasi


b. Pengarang : Dr. Muhammad Yaumi, M.Hum., M.A.
Dr. Muljono Daamopolii, M. Ag.
c. Penerbit : Kencana
d. Tahun Terbit : 2014
e. Kota Penerbit : Jakarta
f. ISBN : 978-602-7985-80-3
g. Tebal Buku : xii + 212 halaman

2. Buku Pembanding

a. Judul Buku : Pemahaman Individu Teknik Non Tes


b. Pengarang : Drs. Susilo Rahardjo, M.Pd .,Kons
Gudnanto S,Pd.,M.Pd.,Kons.
c. Penerbit : Kencana
d. Tahun Terbit : 2013
e. Kota Penerbit : Jakarta
f. ISBN : 978-602-7985-12-4
g. Tebal Buku : X + 334 Halaman

5
2.2 Ringkasan Isi Buku

BAB I MEMAHAMI PENELITIAN TINDAKAN


Penelitian tindakan merupakan pilihan yang tepat dalam rangka memperbaiki dan
memperkuat hubungan antara praktik-praktik pembelajaran dan penelitian. pnelitian
tindakan menekankan pada praktik sosial, bertujuan ke arah peningkatan, suatu proses
siklus, diikuti oleh penemuan yang sitematis, proses reflektif, bersifat pertisipatif, dan
ditentukan oleh pelaksana (Gresswell, 2008)
Dalam bidang pendiidkan, penelitian tindakan dimaksud untuk menguji praktik
pendidikan secara sistematis dan hati-hati dengan menggunakan teknik tertentu berdasarkan
asumsi bahwa penyelenggaraan pendidikan akan menjadi semakin baik jika dilaukan kajian
mendalam untuk mencari solusiterhadap masalah yang dihadapi.
Penelitian tindakan (action research) atau disingkat AR ditandai dengan pendekatan
systematic inquiry yang memiliki ciri, prinsip, pedoman, prosedur yang harus memnuhi
kriteria tertentu. penelitian tindakan harus jelas membedakan ciri tindakan dan penelitian,
harus terlibat langsung dan bukan hanya sekadar sebagai penonton (Semiawan, 2007).
dikatakan pula bahwa penelitian tindakan yaitu proses demokratis dan partisipatorik yang
menyangkut pengembangan pengetahuan praktis dalam upaya mencari tujuan yang
bermanfaat demi kemaslatan kehidupan didunia (Coghlan and Brannick, 2005).
Selanjutnya penelitain tundakan selalu berhubungan dengan tindakan untuk
mencapai hasil praktis dan menciptakan bentuk pemahaman baru, karena tindakan tanpa
pengetahuan ialah buta dan teroi tanpa tindakan tidak berarti (Koshy, 2005).
Hampir sama dengan penelitian mixed method atau metode gabungan, penelitian
tindakan menggunakan metode pengumpulan data yang dapat dilakukan secara kualitatif dan
kuantitatif, ttapi selalu diarahakan pada isu yang bersifat spesifik dan praktis, dan berusaha
mencari solusi terhadap permasalahn yang dihadapi.
Paradigma penelitian tindakan berbeda jenis dengan penelitian tradisional lainnya.
perbedaannya dapat dilihat dari ontopologi, epistomologi, teori, refleksivitas dan peran
peneliti yang dibandingkan dengan paradigma penelitian lain, speprti positivisme,
hermanautik dan postmoderisme, serta realisme kritis. penelitian tindakan difokuskan pada
hadirnya pengetahuan melalui tindakan. pengetahuan yang dikembangkan melalui penelitian
tindakan yaitu situasional tertentu dan tidak praktis.

6
BAB II JENIS PENELITIAN TINDAKAN
Penelitian tindakan juga dapat dilihat dari jenis pelaksanaanya, yakni merujuk pada
bagian penelitian itu dilakukan apakah berorientasi praktik atau bersifat partisipatorik.
Adapun berdasarkan pengmpulan data maksudnya yaitu pelaksanaan penelitian yang
mengaitkan anatra pencarian masalah dan pemberian tindakan untuk mendapatkan solusi.
Dilihat dari luas kawasannya, penelitian tindakan dapat dibagi menjadi empat jenis
yakni :
a) Penelitian tindakan yang dilakukan oleh guru secara individu atau disebut dengan
individu teacher research.
b) Penelitin tindakan kolaboratif atau collaborative action research.
c) Penelitian tindakan sekolah atau school-wide action reseacrh.
d) Penelitian tindakan distrik atau district-wide action reseacrh (Ferrance, 2000).
Berdasarkan srategi pelaksanaanya, penelitian tindakan dapat diklasifikasikan
kedalam dua jenis yaitu :
a) Penelitian tindakan praktis atau practical action research
b) Penelitian tindakan partisipatori atau participatory action research (Cressswell,
2008).
Gay, Mills dan Airasian (2008) juga membagi penelitian tindakan ke dalam dua
jenis, tetapi menggunakan istilah yang berbeda dengan cresswell yakni :
a) penelitian tindakan kritis ataucritical action research.
b) penelitian tindakan pratis atau practical action research.
Ditinjau dari segi pengumpulan datanya, penelitian tindakan dapat dibagi ke dalam
dua bagian, yaitu
a) penelitian tindakan proaktif (proactive action research)
b) penelitian tindakan responsif (responsive action research).
Selain jenis penelitian sebagaimana telah dijabarkan di atas, terdapat pula jenis
penelitian tindakan yang melihat dari segi karakteristiknya. Berg (2001) membagi penelitin
tindakan ke dalam tiga jenis, yaitu :
a) teknikal, saintifik, kolaboratif
b) praktis, saling kolaboratif, deliberatif
c) emansipatif, bersifat meningkat dan kritikal.

7
BAB III MODEL-MODEL PELAKSANAAN PENELITIAN TINDAKAN
1. Model Kurt Lewin
Kurt Lewin (1890-1947) dikenal sebagai bapak penelitian tindakan kerna dianggap
sebagai orang yang pertama kali menyebut istilah penelitian tindakan (actin research)
melalui suatu artikel pada tahun 1946. dia adalah seorang psikologi sosial. eksperimental
yang tertarik mengkaji problem-problem sosial khususnya yang berhubungan dengan
konflik, krisis dan perubahan dalam organisasi. Lewin menegaskan pada tiga aspek utama
untuk dapat mengubah berbagai persoalan konflik yang ada. tiga aspek tersebut adalah
bagaimana situasi saat ini? bahaya apa yang terjadi? apa yang akan dilakukan?.
2. Model Kemmis dan McTaggart
Kemmis dan McTaggart mencurahkan perhatiannya pada perubahan yang bersifat
sosial dan edukatif. yang diarahkan pada tiga aspek utama, mengkaji, membingkai,
membentuk dan melakukan rekonstruksi praktik-praktik sosial. ketika penelitian tindakan
diarahkan pada proses belajar maka ahrus difokuskan pada materi yang nyata tentang
beberapa hal seperti :
 apa yang dilakukan orang
 bagaimana orang berinteraksi satu sama lain
 bagaimana nilai dan pemahaman orang tentang sesuatu
 cara mereka menginterprestasikan sesuatu tentang fenomena yang tenjadi.
3. Model John Elliott
Dalam mengembangkan penelitian tindakan John Elliott memfokuskan kajiannya
pada tiga aspek yaitu : belajar profesional, dilema teori dan praktik serta inovasinya, konteks
kebijakan. penelitian tindakan yang berhubungan dengan belajar profesional timbul sebagai
salah satu aspek dari revormasi. kurikulum berbasis sekolah pada tahun 1990-an disekolah-
sekolah menengah modern diinggris. John Elliott berusaha mencoba menolak pandangan
umum yang mengatakan bahwa perubahan fungsi guru sebagai peneliti diawali dan
diprakarsai ileh para akademis dari sektor pendidikan tinggi.
Dalam perspektif teori dan praktis, kenyakan praktik kurikulum tidak terbangun dari
teori kurikulum yang diuji secara terpisah dari praktik itu. Dalam konteks kebjiakan John
Elliott menuju kepada kebijakan pemerintah inggris dalam hubungannya dengan penilaian
kinerja guru, baik ditingkat sekolah maupun tenaga pendidik di perguruan tinggi pada
sekitar tahun 1990-an.
a. Model Schmuck

8
Schmuck (1997) menjabarkan penelitian tindakan responsif dengan langkah-langkah
yang dimulai dari pengumpulan data, kemudian mencoba untuk melakukan metode, cara,
atau strategi baru.
b. Model Stringer
Model Stringer memiliki kerangka dasar yang kuat yang ditandai dengan tiga kata, look
(melihat), thing (berfikir), dan act (bertindak) yang memberi dasar kepada setiap orang
untuk melakukan penyelidikan secara langsung dengan melakukan secara detail sebagi
berikut :
 melihat : mengmpulkan informasi yang relevan, menggambarkan situasi.
 memikirkan : mengeksplorasi dan menganalisis, mengintepretasi dan menjelaskan
atau berteori.
 bertindak : merencanakan, meimplementasikan, dan mengevaluasi.

BAB IV IDENTIFIKASI FOKUS AREA PENELITIAN DAN PENCARIAN


INFORMASI AWAL
Menindentifikasi topik penelitian untuk menjadikan fokus kajian merupakan langkah
pertama yang harus dilakukan dalam penelitian tindakan. Mengawali proses pelaksanaan
penelitian tindakan sutua tahapan penting yang perlu dilakukan yaitu : mengklarifikasi
gagasan umum tentang area yang hendak dikaji. Setelah memperoleh gagasan umum dan
dirumuskan dalam pernyataan dan pertanyaan yang dikonstruksi dari hasil observasi awal
sebaiknya dievaluasi dan dipertimbangkan kembali untuk menentukan prioritas dan
mempertajam kawasan penelitian.
Setelah memilih dan mengevaluasi kembali topik menarik yang diteliti langkah
selanjutnya yang dilakukan adalah : membatasi ukuran, luas, kawasan, atau bidang gagasan
topik yang bhendak diteliti. Selanjutnya langkah yang paling penting adalah mencari
informasi awal. Dalam melakukan pencarian awal elliott (2001) mengatakan perlu
mempertimbangkan dua hal yakni:
1. Mendeskripsikan fakta situasi
yang dimaksud disini yaitu hakikat dari situasi yang sebenarnya ingin diubah dan
diperbaiki.
2. Menjelaskan fakta situasi

9
setelah mengumpulkan informasi dan menggambarkan fakta perlu menjelaskan fakta
tersebut. beberapa pertanyaan penting yang perlu diajukan antar lain:
1. mengapa situasi tersebut dapat terjadi?
2. apa kondisi yang paling mungkin atau faktor penting yang menyebabkan hal
tersebut?

BAB V PERENCANAAN PENELITIAN


Istilah pertanyaan penelitian (research questions) dan rumusan masalah (problem
statement) sering digunakan secarabergantian, namun banyak juga yang membedakannya.
Haber (2013) mengatakan, bahwa pertanyaan penelitian disebut pularumusan masalah yang
menyajikan pernyataan atau pertanyaan yang hendak diuji dalam melakukan penelitian yang
merupakan landasan penelitian. Namun demikian, pertanyaan penelitian lebih khusus
daripada rumusan masalah, biasadigunakan untuk mengarahkan studi yang bersifat
eksplanatori (explanatory), bertujuan untuk mendeskripsikan variable atau mengidentifikasi
perbedaan antara kelompok variabel,mengarahkan studi yang menguji hubungan antara
variabel,tetapi bukan untuk menguji hakikat dari hubungan itu (Tricedan Bloom, 2013).
Adapun hipotesis digunakan untuk mengujihakikat dari hubungan antara variabel
(Burns&Grove, 2009Fain, 2009). Jadi, jika pertanyaan penelitian menanyakarapakah
terdapat hubungan antara variabel bebas dan terikatmaka hipotesis memprediksi terdapat
atau tidak terdapat hubungan antara variabel itu.
Dalam hubungannya dengan judul penelitian, Schwal-bach dalam Mertler (2012)
menyajikan beberapa karakteristikpertanyaan penelitian sebagai berikut:Pertanyaan
penelitian kualitatif dimulai dengan bentukpertanyaan yang lebih terbuka: pertanyaan
penelitian kuantitatif seharusnya lebih terfokus.
Hipotesis dipandang sebagai jawaban sementara dari masalah penelitian (Murwani,
2008 6). Hipoteses are statementsin quantitative research in which the investigator makes a
prediction or aconjecture about the outcome ofa relationship amongattributes or
characteristics (Cresswell, 2012: 111). Maksudnya,hipotesis adalah pernyataan dalam
penelitian kuantitatif di mana peneliti membuat suatu prediksi untuk menduga hasildari
suatu hubungan antara atribut atau karakteristik. Yang di maksud dengan prediksi di sini
tidak sekadar prediksi berdasar kan kemauan peneliti atau secara sederhana meramalkan
apayang akan terjadi, tetapi harus berdasarkan studi sebelumnyaatau literatur yang secara
teoretis membahas masalah serupa.Itulah sebabnya Haber (2013) mengatakan bahwa

10
hipotesesflow from the research question, review, and theoreticalframework (hipotesis itu
dikonstruksi dengan memperhatikanrumusan masalah, tinjauan pustaka, dan kerangka
teoretis).Dalam melakukan penelitian kuantitatif, hipotesis penelitian sangat penting untuk
dirumuskan. Tujuannya antara lain: (1) memberi informasi tentang bagaimana variabel
yanghendak dikaji berhubungan satu sama lain; (2) mengarahkan peneliti untuk
mengumpulkan data agar dapat mengujiteori dan menentukan hasil untuk menerima atau
menolak;(3) mempersiapkan kerangka acuan untuk melaporkan temuan dan kesimpulan
studi yang dilakukan.

BAB VI TEKNIK PENGUMPULAN DATA


Yang dimaksud dengan metode penelitian campuran(mixed method research) adalah
suatu desain penelitian denganasumsi filosofis yang mengarah pada pengumpulan dan
analisis data dengan menggunakan pendekatan campuran; kualitatif dan kuantitatif dalam
proses penelitian. Sebagai metodepenyelidikan ilmiah, penelitian campuran terfokus
padangumpulkan, menganalisis, dan menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif dalam
suatu studi tersendiri (Cresswell danClark, 2007: 5; Gay, Mills, dan Airasian, 2009: 462).
karakteristik data kuantitatif deskriptif yang membutuhkanformula tertentu untuk
menghitung secara kuantitatif.

1.Teknik Pengumpulan Data Kualitatif


Data kualitatif adalah kumpulan informasi deskriptifvang dikonstruksi dari
percakapan atau dalam bentuk naratifherupa kata-kata. Adapun data kuantitatif adalah data
yangberhubungan dengan nilai dalam bentuk angka (penjelasanlebih jauh diberikan pada
bagian teknik pengumpulan datakuantitatif). Data kualitatif diperoleh dari transkrip
wawansan. cara, catatan observasi, catatan harian, transkripsi audio atauvideo, dan catatan
dokumen atau laporan.
Wawancara (interview) adalah cara menghimpun bahan-bahan keterangan yang
dilaksanakan dengan tanya jawab baiksecara lisan, sepihak, berhadapan muka, maupun
dengan arahserta tujuan yang telah ditentukan (Djaali dan Muljono, 2004:27). Wawancara
juga dipandang sebagai percakapan di manapewawancara mengajukan pertanyaan kepada
partisipan (Schmuck, 1996). Wawancara dapat dilakukan secara individu,satu-satu,
kelompok, dan Focus Group Discussion (FGD).

11
Secara umum, observasi (observation) dapat dipahami sebagai suatu tindakan
manusia untuk menerima pengetahuandari dunia luar dengan menggunakan indra. Observasi
juga dapat dimaknai dengan kemampuan untuk memperhatikanmencatat kejadian atau cara
orang melihat sesuatu. Observasiadalah pengamatan langsung dengan penuh perhatian dan
merekam secara sistematis apa yang dilihat dan didengar.Observasi merupakan cara
mengumpulkan data denganmengamati perilaku, peristiwa, atau mencatat karakteristik fisik
dalam pengaturan yang alamiah.
Dokumen merupakan salah satu sumber informasi yangberharga bagi peneliti untuk
mengumpulkan data secara kualitatif. Dokumen mencakup catatan umum dan rahasia
yangmencakup surat kabar (koran), risalah, bukti tertulis kegiatan(rapat, diskusi, rancangan
kurikulum), catatan harian tentangsejarah perkembangan sekolah atau lembaga pendidikan,
surat, brosur, pengumuman, kliping, diary, sumber-sumber yangdimuat di web site, web-
blog, e-mail, dan sejenisnya. Sepertipada observasi dan wawancara, dokumen juga memiliki
kelebihan dan kelemahan.

2.Teknik Pengumpulan Data Kuantitatif


Berbeda dengan teknik pengumpulan data kualitatif yangmenekankan pada uraian
dan deskripsi dengan menggunakankata-kata, teknik pengumpulan data kuantitatif
menggunakanangka dalam pendeskripsian data penelitian. Penggunaan angka merupakan
cara efektif untuk menghitung, mengkalkulasi,menakar, menimbang, mengukur, dan menilai
data kuantitatifyang diperoleh dalam penelitian. Teknik pengumpulan datakuantitatif bukan
hanya bertujuan untuk menghitung angka(numeric), melainkan juga menilai (rating)
perasaan seseorang,sikap, minat, atau persepsi dalam berbagai skala numerik. Dalam
mengumpulkan data kuantitatif, peneliti biasanya menggunakan survei, angket, dan skala
nilai (rating scales).
Survei merupakan metode pengumpulan informasi secara langsung dari orang
dengan menggunakan cara sistematis dan berstandar. Informasi yang dimaksudmencakup
pendapat, pengetahuan, sikap, keyakinan, perilaku, rencana, dan latar belakang orang
(Powell dan Hermann,2000). Dengan demikian, yang dimaksud dengan survei adalah
metode pengumpulan data dan informasi tentang individudengan menggunakan pertanyaan
atau pernyataan yang siste-Ketika mendengar istilah survei, perhatian kita tertuju
otomamatis dan berstandar.
Angket sering juga diterjemahkan dengan kuesioner daribahasa Inggris
(questionnaire), yaitu dokumen yang menanyakan pertanyaan yang sama dari semua

12
individu dalam sampelpenelitian (Borg dan Gall, 2003). Angket tidak lebih dari sekadar
daftar pertanyaan untuk dicarikan jawabannya (Akbayrak, 2000). Angket juga dipahami
sebagai rangkaian pertanyaanuntuk mengumpulkan informasi dari individu (ETA,
2013).Jadi, yang dimaksud dengan angket (kuesioner) adalah daftarpertanyaan yang
digunakan untuk mengumpulkan informasiyang berhubungan dengan pertanyaan penelitian.
Skala sikap merupakan teknik untuk mengumpulkandata dalam penelitian tindakan
dengan menggunakan skalaLikert dan skala semantik diferensial. Skala Likert yaitu
skalayang dapat digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, ataupersepsi seseorang atau
sekelompok orang tentang suatu variabel, konsep, gejala, atau fenomena pendidikan (Djaali
danMuljono, 2004 : 37). Setiap pertanyaan disediakan alternative jawaban, yaitu sangat
setuju, setuju, ragu-ragu atau netral, tidak setuju, dan sangat tidak setuju.

BAB VII MENGANALISIS DATA


Data yang berhasil dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumen, survei,
tes, dan angket belum dapat disajikan secara langsung dalam suatu laporan penelitian
sebelum dilakukan analisis dan interpretasi secara ilmiah. Analisis data, sebagaimana
dijelaskan dalam bussiness dictionary.com yaitu suatu proses mengevaluasi data dengan
menggunakan alasan logis dan analitis untuk menguji setiap komponen data yang tersedia.
Analisis data juga dipandang sebagai ilmu untuk menguji data mentah dengan tujuan
menggambarkan kesimpulan tentang informasi (Rouse, 2013). Analisis data merupakan
pokok dari suatu metode untuk menggambarkan fakta, mendeteksi pola, mengembangkan
penjelasan, dan menguji hipotesis. Analisis data digunakan dalam semua cabang ilmu, dalam
bisnis, administrasi, dan kebijakan. lika ditelaah lebih jauh, ketiga definisi analisis data yang
diberikan tersebut dapat dipahami bahwa analisis data mencakup proses mengevaluasi setiap
komponen data, menggunakan alasan logis dan analitis, mendeskripsi fakta, mendeteksi
pola, mengembangkan penjelasan, menggambarkan kesimpulan informasi, dan menguji
hipotesis.

13
BAB VIII MENULIS PENELITIAN TINDAKAN
Format penulisan adalah suatu perencanaan untuk pengelolaan dan pengaturan
tulisan yang dapat dijadikan standar dalam karya tulis ilmiah. Format penulisan laporan
penelitian tindakan berbeda-beda antara lembaga yang satu danyang lainnya. Namun
demikian, terdapat empat sampai enam bagian yang perlu dimasukkan dalam laporan
penelitian, yakni:
(1) pendahuluan;
(2) tinjauan pustaka;
(3) metodologi;
(4) hasil dan pembahasan;
(5) kesimpulan dan rekomendasi; dan
(6) referensi yang memuat latar belakang masalah,
Rumusan masalah atau pertanyaan penelitian. Pertama, pendahuluan mencakup latar
belakang masalah, rumusan masalah atau pertanyaan penelitian, tujuan penelitian, manfaat
penelitian,dan hipotesis tindakan (jika ada). Sebagian format meletak kan tujuan penelitian
pada bagian metodologi tergantung dari lembaga yang mensyaratkan laporan penelitian itu.

14
BAB III

PEMBAHASAN

A. Kelebihan dan kekurangan 2 Buku


1. Kelebihan Buku Utama
 Buku utama ini sangat bagus untuk dijadikan reverensi bagi mahasiswa yang
mempelajari asesmen BK non tes.
 Buku ini menjelasakan dengan baik setiap materi yang disajikan
 Pada buku ini jika dilihat dari cover dan materi yang dibahas sudah cukup baik
dalam menerangkan materinya.
 Buku ini juga menggunakan bahasa yang padat singkat dan jelas sehingga mudah
dimengerti pembaca.
 Buku ini memberikan penjelasan mengenai teori, model dan prakter dalam teknik
Non tes.

Kelebihan Buku Pembanding


 Buku ini menggunakan bahasa yang mudah untuk di pahami pembaca dan cocok
menjadi buku reverensi bagi para mahasiswa.
 Bahasa yang digunakan mudah dipahami karena menggunakan bahasa yang singkat,
padat dan jelas.
 Pada buku ini membahas lebih jelas mengenai instrument-instrumen yang dapat
digunakan dalam teknik non tes.
 Cover bukunya pun menarik menambah minat untuk membacanya.
 Memiliki rangkuman setiap Bab nya dan memiliki evaluasi setiap bab nya.

15
2. Kekurangan Buku Utama
 Buku ini tidak terdapat latihan atau soal-soal pembahasan mengenai materi yang
dipaparkan sehingga pembaca tidak bisa mengetahui pemahamannya mengenai
materi yang ada di buku tersebut.
 Dalam buku ini juga tidak diterakan rangkuman mengenai materi yang dibahas.
 Serta dalam membahas materi buku ini tidak terlalu mendalam hanya garis-garis
besarnya yang dijelaskan lebih mendalam lagi dijelaskan pada buku pembanding
metode teknik non tes.

Kekurangan Buku Pembanding

 Kekurangan buku pembanding ini terdapat pada materi yang disajikan. Terdapat
perbedaan materi yang disajikan dalam buku utama dengan buku pembanding.
 Dalam buku ini menjelaskan bagaimana metode penelitian yang lebih umum tidak
membahas praktek dalam bimbingan konseling seperti apa.

16
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan
Asesmen non tes dalam layanan Bk jika dilihat dari pengertian asesmen adalah
proses pengumpulan data yang dilakukan melalui perencanaan, pengambilan data,
mengklasifikasian, dan mengevaluasi untuk dapat mengambil keputusan terhadap suatu data
dari permasalahan peserta didik. Dalam layanan BK umumnya kegiatan pengumpulan data
mengenai permasalahan peserta didik ini dilakukan oleh konselor melalui instrumen BK
Non Tes seperti wawancara, observasi dan lain sebagainya untuk dapat mengidentifikasi
perasaan dari peserta didik lebih lanjut tentang masalah yang dihadapinya.

B. Saran

Semoga kritikal buku ini bermanfaat bagi para pembaca dan supaya kedepannya kita
lebih mudah lagi memahami apa itu asesmen BK teknik non tes yang digunakan pada
KONSELOR. Dengan itu, saya menyarankan agar mahasiswa atau pembaca memperbanyak
lagi sumber bacaan terutama dalam risalah-risalah, jurnal dan buku-buku lain agar dapat
memenuhi kekurangan-kekurangan yang terdapat dalam buku tersebut. Untuk
mempermudah mencari buku yang terkait, pembaca disarankan untuk membaca buku yang
terdapat dalam daftar pustaka dibagian buku masing-masing supaya dapat menambah
wawasan dan pengetahuan yang sudah ada Selaku penulis makalah ini saya menyadari
masih banyaknya kesalahan baik dalam penyampaian ataupun pada format penulisan critcal
book report. Maka dari itu saya mengharapkan saran yang bersifat membangun agar
kedepannya didapati critcal book report yang lebih baik.

17
DAFTAR PUSTAKA

Rahardjo Susilo,Gudnanto.2013.Pemahaman individu teknik non tes. Jakarta : Kencana.


Yaumi Muhammad dan Muljono Damopolii. 2014. Action Research: Teori, Model, &
Aplikasi. Jakarta: Kencana.

18